Perkuat Kerjasama: Dosen FaSya Berikan Materi Pengelolaan Jurnal di Unisvet Semarang
Semarang, (26 Januari 2026)-. Bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Ivet (Unisvet) Semarang, Dosen Fakultas Syariah UIN Salatiga, yakni Dr. Muhammad Chairul Huda, S.HI., M.H., memberikan materi tentang standarisasi jurnal bereputasi internasional. Dalam kapasitasnya sebagai Editor in Chief Jurnal Ijtihad yang telah terkareditasi SINTA 1 dan terindeks Scopus serta telah memperoleh Quartile 1 (Q1), Chairul Huda dipercaya untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop Tata Kelola Jurnal yang diselenggarakan oleh Unisvet Semarang.
Hadir dalam kegiatan ini Rektor Unisvet Semarang (Dr. H. Luluk Elyana, S.PdI., M.Si), para Wakil Rektor, Dekan, Kepala Program Studi, serta para pengelola jurnal dan dosen di lingkungan Unisvet Semarang.

Dalam sambutannya, Dr. H. Luluk Elyana, S.Pd.I., M.Si, mengatakan; “Pelatihan ini sangat penting dalam rangka memajukan akreditasi dan indeksasi jurnal-jurnal di lingkungan Unisvet Semarang. Hari ini, salah satu indikator perguruan tinggi, dinilai dari capaian jurnalnya. Tata Kelola jurnal yang baik menjadi modal dalam pengelolaan jurnal. Oleh karenanya, Kami berkomitmen untuk terus meiningkatkan mutu akademik dan reputasi ilmiah Unisvet, baik di tingkat nasional maupun internasional, melalui penulisan karya ilmiah sekaligus pengelolaan jurnal. Harapan kongkrit dari pelatihan ini adalah terjadinya peningkatan akreditasi dan kualitas indeksasi jurnal-jurnal di Unisvet Semarang.”
Lebih lanjut, Dr. H. Luluk Elyana, S.Pd.I., M.Si., menjelaskan: “Workshop ini penting juga dalam rangka memperkuat kerjasama antara Unisvet Semarang dengan UIN Salatiga. Fokus kerjasama ini dalam rangka peningkatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.” Tegas Rektor Unisvet Semarang ini.
Sementara itu, dalam paparan materinya, Chairul Huda menjelaskan bahwa kesuksesan pengelolaan jurnal ilmiah didasarkan pada good editorial management yang memuat dua hal, yakni; Pertama, copy editing yang mencakup: grammar, formatting, technical accuracy, style and accuracy. Kedua, substantive editing yang mencakup: state of the art, method, finding, impact.” jelas instruktur moderasi beragama Kemenag RI ini.




