Relevan dan Terbukti Lulusannya, Bukti Fakultas Syariah UIN Salatiga Kuat Berkomitmen Optimalkan Profil Kelulusan

Salatiga, FaSya- Tracer Study adalah salah satu metode yang digunakan oleh beberapa perguruan tinggi guna memperoleh umpan balik dari alumninya. Umpan balik yang diperoleh dari alumni ini dibutuhkan dalam usaha untuk evaluasi serta pengembangan kualitas dan sistem pendidikan. Tracer Study sendiri dapat menyajikan informasi mendalam dan rinci mengenai kecocokan kerja serta dapat dimanfaatkan untuk data pendukung nilai dari akreditasi instansi. Tujuan lain juga dapat membantu memberikan informasi serta kesempatan kepada mahasiswa untuk menentukan dan menggali informasi kecocokan pribadinya dalam kesempatan dunia kerja yang terbuka salah satunya yang diperoleh dari informasi hubungan dengan lulusan yang sudah bekerja.

Kekuatan alumni yang tersebar dan menempati pada bagian penting pada lembaga kerjanya bisa menjadi jalan baik dalam membangun jaringan/network alumni, khususnya Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga. Pengumpulan alumni FaSya yang berdomisili atau bekerja tidak jauh dari kota Salatiga pada Senin, 20-11-2023 di Aula FaSya bertujuan untuk membentuk kembali dan membangun jaringan yang lebih kuat dalam informasi perguruan tinggi dengan dunia kerja. Bhakan tracer studi juga masuk pada kriteria yang dijadikan sebagai salah satu syarat peringkat akreditasi Unggul dan Baik.

Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd. selaku Wakil Dekan bidang Alumni memberikan apresiasi atas kesedian hadir para alumni undangan. “undangan ini kami berikan untuk bersama mengajak alumni untuk memajukan lembaga melalui jalur tracer study. Kesempatan ini mari kita maksimalkan untuk berkomunikasi dan berdiskusi membahas peran kolaborasi kita bersama untuk memajukan FaSya UIN Salatiga”.

Menjadi perhatian dan harapan dari pengelola FaSya UIN salatiga atas terselenggaranya temu alumni disampaikan oleh Dekan Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. “kegiatan temu alumni ini bertujuan membentuk pengurus baru alumni FaSya UIN salatiga guna bersama berkolaborasi dengan Fakultas membangun arah kemajuan lembaga. Tujuan Fakultas dalam membentuk lulusan harus mendapatkan masukan serta evaluasi dari pihak para alumni yang pastinya dapat memberikan sumbangan pemikiran yang lebih komprehensif. Peran alumni juga diharapkan bisa mengarahkan serta menjadi motivasi bagi adik-adik juniornya yang masih menempuh pendidikan pada bangku perkuliahan. Tidak kalah penting pula, bahwa profil lulusan FaSya yang bonafit akan menjadi daya tarik tersenldiri bagi Fakultas di mata calon-calon mahasiswa yan gsedang mencari perguruan tinggi dengan melihat profil lulusannya”.

Pengelola FaSya mulai Dekan dan wakil dekan, serta jajarannya sampai ikut serta tenaga kependiikan dalam menyiapkan kegiatan pertemuan alumni ini membuktikan bahwa FaSya memang serius membahas formula untuk menambah kualitas dari profil lulusan mahasisswa FaSya. Kegiatan pertemuan ini dilanjutkan dengan diskusi para alumni yang di pimpin oleh Ahmad Sultoni dan M. Choirul huda, M.H. selaku Sekretaris jurusan FaSya dan produk alumni dari faSya sendiri. Hadir sebagai alumni adalah salah satunya yang sekarang sudah bekerja dan menjabat sebagai, ketua Komisi Yudisial Penghubung Jawa Tengah, ketua kantor Urusan Agama Argomulyo Salatiga, beberapa yang menjadi guru dan penyuluh, Advokat, paralegal, Dosen dan pengusaha.

Tekad Kuat dan Semangat, Kisah Muhamad Hafid Alumni FaSya UIN Salatiga yang Menjadi Hakim

Salatiga, FaSya- Lulus tahun 2013 STAIN Salatiga, M. Hafid, S.Sy., M.H. salah satu alumni Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga yang menjadi Hakim Pengadilan Agama Negeri. Pada tahun 2017 tepatnya di bulan Desember, hafid diterima calon pegawai Negeri Sipil (CPNS) Calon Hakim, kemudian pada tahun 2020 sampai saat ini menjadi Hakim Pengadilan Agama Makale (di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan). Kisah perjuangan Hafid tidak seindah yang dilihat pada saat ini. Melalui aplikasi chat online whatsapp, humas FaSya melalukan wawancara kepada hafid.

“Kisah ini diawali saat mendaftar kuliah. Ketika itu, pada awalnya ingin mengambil jurusan bahasa Arab. Namun, formulir pendaftaran yg sudah masuk saya ambil kembali, dengan tiba2 memilih jurusan Ahwal Syakhshiyyah Non Reguler. Alasan saya dulu karena saya kuliah harus sambil kerja. Karena pada hari Senin sampai Jumat saya kerja di fotokopi, Jum’at (siang) dan Sabtu saya kuliah bersama para pegawai yang mengambil kuliah non reguler. Pindah tempat bekerja pernah saya rasakan dari kerja di gudang, fotokopian, jasa pengetikan, berjualan singkong keju, sampai pernah kerja serabutan”, tutur Hafid.

Alasan menjadi Hakim disampaikan pula oleh Hafid “menjadi seorang Hakim, bagi saya sebenarnya bukan sebuah pilihan, tapi merupakan panggilan hati sebagai alumni Fakultas Syari’ah. Dahulu, pada saat saya kuliah di Hukum Keluarga, ketika itu masih STAIN Salatiga, ada seorang Dosen Tamu dari Pengadilan Agama Salatiga, seorang Wakil Ketua bernama Bapak Ali Syarifuddin, Lc. Beliau mengatakan, “siapa lagi yang akan meneruskan Peradilan Agama kalau bukan alumni syariah”. Kata-kata itu terus teringat oleh saya hingga saat ini, bahkan dahulu ketika saya wawancara seleksi calon hakim saya jawab begitu juga bahwa menjadi Hakim bagi alumni syariah adalah panggilan hati disaat negara membuka kesempatan itu. Dari diri pribadi, saya senang bekerja pada bidang yang berhubungan langsung dengan manusia, bisa mengerti dan memecahkan masalah adalah kepuasan tersendiri. Motivasi pendukung, bagi saya keluarga adalah pendukung yang utama. Ditambah lagi keinginan untuk terus berkembang menjadi manusia yang paling bermanfaat, sesuai dengan bidang masing-masing. خير الناس انفعهم للناس Itu motivasi pribadi saya”, Imbuhnya.

Kesan saat kuliah, saya melihat bahwa Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Syariah sangat bersemangat mendidik dan mendorong mahasiswanya untuk berprestasi. Saya ingat dulu ketika saya minta beasiswa, ke Kaprodi. Beliau mengiyakan dengan syarat harus meningkat nilainya, alhamdulillah terkabul. Bahkan ketika mahasiswa sedang dalam kondisi sulit belajar, sangat dipahami dan terus didorong agar tidak putus asa. Saya pernah mengalami kegagalan ujian juga, hingga harus mengulang. Tapi, karena dosen memberi motivasi maka sayapun tidak menyianyiakan kesempatan. Pesan saya untuk mahasiswa Fasya UIN Salatiga, menjadi Mahasiswa Fakultas Syariah merupakan anugerah, di tangan kalianlah estafet hukum negara ini, pungkasnya.

Untuk Bapak Ibu Dosen, Terima kasih atas ilmunya, semoga selalu sehat dan senantiasa diberkahi oleh Allah SWT. Salam Hormat dari Muhamad Hafid, S.Sy., M.H.