Prodi HTN Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Gelar Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis OBE

Semarang, (11-13 Februari 2026) – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syari’ah UIN Salatiga menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) pada tanggal 11–13 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di The Wujil Resort & Conventions, sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan penguatan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan dunia kerja.

Workshop ini menjadi langkah strategis Prodi HTN dalam menyusun kurikulum yang lebih terarah pada capaian pembelajaran lulusan (CPL), selaras dengan standar pendidikan tinggi nasional, serta relevan dengan tantangan hukum dan tata negara di era modern.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan I Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Dr. Farhani, M.H. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kurikulum berbasis OBE sebagai fondasi peningkatan kualitas lulusan agar memiliki kompetensi yang terukur, terstandar, dan mampu bersaing secara nasional maupun global.

“OBE bukan sekadar konsep, namun sebuah pendekatan yang menuntut keseriusan dalam merancang pembelajaran berbasis capaian, sehingga lulusan benar-benar siap menghadapi kebutuhan masyarakat dan dunia profesi,” ujar Dr. Farhani, M.H.

Workshop secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilya Muhsin, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penyusunan kurikulum berbasis OBE merupakan agenda penting perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Prof. Dr. Ilya Muhsin, M.Si. menjelaskan bahwa Outcome Based Education (OBE) merupakan pendekatan kurikulum yang menitikberatkan pada hasil akhir pembelajaran, yaitu capaian kompetensi lulusan yang jelas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja. Menurutnya, kurikulum OBE tidak hanya berfokus pada proses mengajar, tetapi lebih jauh memastikan bahwa setiap mata kuliah benar-benar berkontribusi pada pembentukan profil lulusan yang diharapkan.

“OBE mengarahkan seluruh sistem pembelajaran untuk fokus pada outcome atau hasil. Artinya, setiap rancangan mata kuliah, metode pembelajaran, hingga evaluasi harus dipastikan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi nyata yang dapat dibuktikan,” tegas beliau.

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Syari’ah juga menyampaikan bahwa penerapan kurikulum berbasis OBE menjadi bentuk kesiapan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi modern, terutama dalam menghadapi dinamika hukum, tata kelola pemerintahan, serta perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Kurikulum berbasis OBE juga menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kualitas akademik dan daya saing program studi. Ini sejalan dengan tuntutan akreditasi nasional maupun internasional. Fakultas Syari’ah harus terus berbenah agar menjadi fakultas yang unggul dan menghasilkan lulusan yang profesional, moderat, serta adaptif terhadap perkembangan zaman,” imbuhnya.

Workshop ini menghadirkan narasumber internal dan eksternal yang kompeten, yakni ketua LPM UIN Salatiga Prof. Dr. Budiono Saputro, M.Pd. dan Asesor BAN PT Dr. Tri Astutik Haryanti, M.Ag. yang memberikan materi mendalam terkait konsep dasar OBE, strategi penyusunan CPL, pemetaan mata kuliah, penyusunan RPS berbasis capaian, hingga evaluasi pembelajaran yang terukur dan berorientasi pada output lulusan hingga tersusunnya dokumen kurikulum, RPS dan form ketercapaian penilaian CPL berbasis OBE.

Para peserta yang terdiri dari pimpinan fakultas, Kabag, Kepala Pusat Penjaminan Mutu, Kepala Laboratorium,  ketua program studi,  sekretaris prodi, dosen, tendik, alumni, pengguna lulusan, stakeholder mengikuti kegiatan dengan antusias. Diskusi intensif dilakukan untuk merumuskan rancangan kurikulum yang selaras dengan visi-misi fakultas, regulasi terkait serta kebutuhan profil lulusan Prodi HTN, baik dalam bidang akademik, profesi hukum, pemerintahan, maupun pelayanan publik.

Melalui workshop ini, Prodi HTN Fakultas Syari’ah UIN Salatiga berharap dapat menghasilkan kurikulum baru yang lebih relevan, terstruktur, dan berbasis capaian nyata, sehingga mampu meningkatkan mutu pembelajaran serta memperkuat kontribusi Prodi HTN dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing.