Peningkatan Public Speaking Mahasiswa HES “Prodi HES adakan pelatihan untuk mengasah soft skill”

Salatiga, (29 April 2026) — Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah menggelar kegiatan Pelatihan Public Speaking di Aula Lantai 3 Fakultas Syari’ah pada Kamis (29/4/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 40 peserta ini turut dihadiri Wakil Dekan III Fakultas Syari’ah, Sukron Ma’mun, S.H.I., M.Si., Ph.D, Ketua HMPS HES Sahrul Nurul Farid dan didampingi oleh Wakilnya Nurul Fadilla Ramadan. Kegiatan ini menghadirkan pemateri yang luar biasa yaitu Majda Prawiranegara.

Di tengah maraknya kegiatan seremonial di lingkungan kampus, pelatihan ini justru menyoroti satu persoalan yang kerap luput dari perhatian, yaitu lemahnya kemampuan komunikasi mahasiswa. Padahal, di tengah pesatnya perkembangan hukum ekonomi syari’ah di Indonesia, kebutuhan akan lulusan yang tidak hanya cakap teori tetapi juga mampu berbicara dan meyakinkan publik dalam memahami berkembangan Hukum Ekonomi Syari’ah.

Ketua HMPS HES Sahrul Nurul Farid dalam wawancaranya secara terbuka mengakui bahwa mahasiswa sering kali terjebak dalam zona nyaman akademik, tanpa diimbangi kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif. “Mahasiswa sering disebut sebagai agen perubahan, tetapi realitanya banyak yang belum siap berbicara di ruang publik. Ini menjadi ironi tersendiri,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan respon atas kegelisahan nyata terhadap kualitas lulusan yang dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi dunia nyata. Menurutnya, kemampuan mentransformasikan nilai-nilai hukum Islam ke dalam praktik hukum modern membutuhkan keberanian, retorika, dan daya persuasi yang kuat.

Lebih jauh, dia menegaskan bahwa perubahan tidak akan pernah terjadi jika mahasiswa hanya mampu berpikir tanpa berani bersuara. “Bagaimana mungkin kita bicara perubahan jika untuk menyampaikan gagasan saja masih ragu? Ini yang ingin kami dorong melalui pelatihan ini,” tegasnya.

Kegiatan ini sendiri dikemas dengan metode presentasi interaktif serta praktik langsung bagi seluruh peserta. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk tampil, dievaluasi, dan mengoreksi kesalahannya secara langsung. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan metode ceramah yang selama ini mendominasi ruang-ruang akademik.

Kontributor: Encep Bahru Jaman (Direktur Media Center)