Perkuat Moderasi Beragama: Kepala Pusat Wasatiyah Islam sampaikan materi PBAK

Salatiga, (20 Agustus 2026). Kepala Pusat Wasatiyah Islam UIN Salatiga, Dr. M. Chairul Huda, M.H. memberikan materi tentang moderasi beragama pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga. Ratusan mahasiswa baru FaSya ini tampak antusias dalam menerima materi di halaman kampus.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama (Wadek 3) Fakultas Syariah, Dr. Phil. Sukron Ma’mun, M.Si, mengatakan bahwa penting untuk membekali mahasiswa baru tentang nilai-nilai moderasi beragama. “Kami tidak ingin mahasiswa baru FaSya terpapar paham radikalisme yang dibawa sejak sekolah menengah. Kami ingin memberikan perspektif yang moderat tentang ke-Islam-an kepada mahasiswa baru dalam event PBAK ini.” Jelas alumni Western Sydney University Australia ini.

Senada dengan Wadek 3, Dekan FaSya UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhisn, M.Si mengatakan bahwa PBAK merupakan momentum penting bagi mahasiswa baru. “Mahasiswa baru FaSya harus mampu memahami Islam secara baik. Islam adalah rahmatan lil alamin. Menjadi rahmat bagi semesta alam. Oleh karenanya mahasiswa FaSya harus memberikan kedamaian bagi semua. Penting bagi peserta PBAK untuk memahami, meresapi dan berperilaku yang sesuai dengan prinsip-prinsip moderasi dalam beragama. Hal ini juga mengingat keberagaman dan ke-Bhineka-an yang ada di Nusantara.” Tegas Guru Besar bidang Sosiologi Islam ini.

Dalam paparan materinya berjudul Moderasi Beragama di Era Society 5.0, Dr. M. Chairul Huda, M.H. menjelaskan tentang empat indikator dalam moderasi beragama, yakni; Komitmen kebangsaan, Toleransi, Anti Kekerasan serta Penerimaan terhadap tradisi. Lebih lanjut, Chairul Huda mengatakan: “Mahasiswa FaSya harus memiliki kesalehan ritual, kesalehan sosial serta kesalehan algoritma pada Era Society 5.0 ini.” Jelas doktor lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro ini.