Jalin Silaturahmi, Universiti Malaya Goes To Fakultas Syariah UIN Salatiga
Salatiga (26/02/2025) – Fakultas Syariah UIN Salatiga kedatangan tamu dari Universiti Malaya dalam rangka student mobility. Kunjungan tersebut berlangsung di Aula Fakultas Syariah UIN Salatiga yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa. Student mobilty yang bertemakan “Budaya Akademik: Pembelajaran dari Universiti Malaya dan Fakultas Syariah UIN Salatiga” bernuansa sharing season terkait dengan penerapan program-program pembelajaran.
Secara resmi, acara student mobility dibuka oleh Prof. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, beliau menyampaikan bahwa kedatangan dosen dari Universiti Malaya merupakan bentuk pengenalan budaya akademik yang dapat meningkatkan mutu pembelajaran.

“Universiti Malaya merupakan salah satu universitas peringkat 58 di dunia”, begitu ucapnya. Oleh karena itu, harapan besar mahasiswa Fakultas Syariah dapat melanjutkan studi ke- Universiti Malaya dengan beasiswa. Hingga akhir sambutan Prof. Ilyya memberikan sepatah pantun yakni, “Ubur-ubur ikan lele, Fakultas Syariah keren nduk-lee…”.
Acara tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh ketiga narusumber yaitu, Nik Rafidah binti Nik Yusoff mahasiswa Doktoral Universiti Malaya, Harlina binti Mohd Ali mahasiswa Doktoral Universiti Malaya dan Sukron Ma’mun, Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Fakultas Syariah UIN Salatiga. Jalannya pemaparan materi tersebut dipandu oleh Satya Daffa Nugraha selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah.

Pada narasumber pertama disampaikan oleh Nik Rafidah binti Nik Yusoff yang menjelaskan terkait modul pembelajaran dengan konsep STEAM (Sains, Teknologi, Kejuruteraan, Seni dan Matematik). Melalui konsep pembelajaran tersebut diharapakan dapat membangun potensi mahasiswa secara kognitif, afektif dan psikomotorik.
Narasumber kedua oleh Harlina binti Mohd Ali yang menjelaskan terkait e-Modul sebagai sistem literasi untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam membaca dan menulis. Maka dari itu diperlukan tiga konsep modul pembelajaran antara lain, meningkatkan kemahiran literasi, pengalaman pembelajaran yang menarik dan menyesuaikan metode pembelajaran.
Narasumber terakhir oleh Sukron Ma’mun, Ph.D yang menyampaikan bahwa, “Para mahasiswa di Fakultas Syariah ini diorientasikan menjadi ahli hukum”, begitu ucapnya. Kelebihan menjadi mahasiswa di Fakultas Syariah dapat menjadi hakim baik di Pengadilan Agama maupun Pengadilan Negeri. Selanjutnya beliau menyampaikan terkait budaya akademik di Indonesia yang mempunyai standarisasi dengan memenuhi SKS (Satuan Kredit Semester) yang sudah ditetapakan masing-masing universitas. Di samping itu, beliau menjelasakan “di Fakultas Syariah mempunyai budaya akademik dengan kecendrungan mendengarkan”, begitu tambahnya.

Terlaksananya acara ini secara tidak langsung mempunyai beberapa tujuan yakni; untuk memperluas wawasan berskala internasional, meningkatkan kompetensi mahasiswa dan mempersiapkan mahasiswa agar mampu bersaing dalam bidang akademik. Berakhirnya acara study mobility ini ditutup oleh Sukron Ma’mun, Ph.D dengan memberikan motivasi kepada para mahasiswa ketika sudah lulus dari Fakultas Syariah dapat melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.
Kontributor: Zamhuri Maknawi (Mahasiswa Hukum Tata Negara 2022)- Editor: Nanang
Dokumentasi Kegiatan:









