Mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Belajar Peran AI dalam Pengenalan Budaya dan Mengajar di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL)
Kuala Lumpur, Malaysia (18 September 2026) — International Mobility Program (IMoP) 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa UIN Salatiga untuk mengenal lingkungan akademik internasional, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Indonesia di Malaysia. Pengalaman tersebut dirasakan Intan Nuri Mardiyani, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah UIN Salatiga, saat mengikuti rangkaian kegiatan di ICCCM/ITEA Malaysia dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), 18 September 2026.
Dalam kunjungan ke ICCCM/ITEA Malaysia, Intan tergabung dalam kelompok ketiga bersama Masayu Sekar dan Husein Maulana. Ketiganya menyampaikan gagasan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya.
Namun, presentasi tersebut dikemas berbeda. Kelompok mereka menampilkan pertunjukan singkat yang menggambarkan bagaimana AI dapat memberikan informasi yang kurang tepat ketika digunakan untuk memahami budaya. Pertunjukan tersebut menjadi pengingat bahwa teknologi dapat menjadi alat bantu, tetapi pemahaman terhadap budaya tetap membutuhkan penelitian, pengalaman, dan keterlibatan manusia secara langsung.
Pengalaman tersebut kemudian berlanjut dalam kegiatan Guest Lecturing dan Pembelajaran Interaktif di SIKL. Intan bersama Masayu mendapat kesempatan menyampaikan materi “Growth and Future Mindset” kepada siswa SMP. Materi tersebut mengajak siswa memahami bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar, usaha, dan keberanian menghadapi tantangan.
Sebagai bagian dari pembelajaran, Intan juga memandu aktivitas ice breaking agar suasana kelas lebih interaktif. Siswa diajak bermain dengan mengganti angka dalam hitungan menjadi gerakan dan kata tertentu, seperti menarik napas, menyebutkan cita-cita, hingga aktivitas sederhana yang dikaitkan dengan pembelian donat. Permainan tersebut membuat siswa lebih berani berkomunikasi sekaligus menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari.
Bagi Intan, pengalaman di Malaysia memberikan pemahaman bahwa mahasiswa Fakultas Syariah memiliki ruang untuk berkontribusi dalam isu yang lebih luas. Keilmuan hukum keluarga Islam dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan teknologi, pendidikan, budaya, dan pembangunan karakter generasi muda.
Kegiatan di SIKL sendiri merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat dalam konteks internasional. Kehadiran mahasiswa UIN Salatiga juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan global mindset.
Melalui rangkaian IMoP 2026, Intan melihat bahwa pengalaman internasional bukan hanya tentang pergi ke luar negeri, tetapi tentang keberanian membawa ilmu, belajar dari lingkungan baru, dan memberikan manfaat melalui peran yang dimiliki sebagai mahasiswa.
Kontributor: Intan Nuri Mardiyani (Mahasiswa HKI 2024)






