“Jangan Takut Menikah,” Prodi HKI UIN Salatiga Bekali Gen Z Lewat Seminar Nasional

Salatiga, (15 Oktober 2026) – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) menggelar seminar nasional dengan tema “Menuju Pernikahan Berkualitas: Edukasi Pra-Nikah, Kriteria Calon Pasangan, dan Mitigasi Konflik Rumah Tangga bagi Generasi Z” di Aula Fakultas Syari’ah UIN Salatiga pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Khoiruddin Nasution, M.A dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Tri Anita Noviana, S.Psi., Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Salatiga, sebagai narasumber.

Dekan fakultas Syari’ah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si., menjelaskan bahwa persiapan pernikahan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan pasangan, tetapi juga mencakup aspek psikologis, keluarga, pengasuhan anak, dan keuangan. Menurutnya, berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga.

“Kita harus mempersiapkan untuk berkeluarga dengan banyak persiapan, dari mempersiapkan psikologi keluarga, anak, keuangan dan lain. Rumah itu ada tiang-tiang keluarga. Ketahanan psikis ketahanan budaya ketahanan ekonomi,” ujarnya saat sambutan.

Dalam seminar tersebut, Khoiruddin menyampaikan materi tentang maqasid al-juzziyah dalam edukasi pranikah. Dirinya menjelaskan bahwa keluarga sakinah dapat diwujudkan ketika setiap anggota keluarga menjalankan tanggung jawab dan memperoleh haknya. Khoiruddin juga menekankan peran mahasiswa HKI sebagai agen perubahan dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai kehidupan berkeluarga.

“Mahasiswa hukum keluarga, seperti saya sampaikan tadi adalah agen perubahan. Mereka itu berperan di masyarkat untuk mengubah paradigma masyarakat tentang kekeluargaan. Apa hikmahnya, diantaranya tadi, menikahlah kalau sudah siap, jangan buru-buru menikah karena hasilnya nanti mendatangkan kemafsadatan,” ungkapnya saat diwawancarai.

Sementara itu, Tri Anita Noviana menyampaikan materi mengenai perspektif praktis psikologi keluarga dan layanan perlindungan UPTD PPA. Tri mengajak mahasiswa agar tidak takut menikah, tetapi tetap memperhatikan kesiapan diri dan calon pasangan untuk membangun rumah tangga yang sehat dan bahagia. Kesiapan tersebut meliputi aspek biologis, psikologis, dan finansial, dengan mempertimbangkan potensi masing-masing pasangan.

“Jangan takut menikah, tapi pastikan pernikahan yang akan dilakukan, bahtera rumah tangga yang akan dibersamai dengan pasangan, itu adalah rumah tangga yang sehat. Bagaimana caranya…, lihat diri sendiri, lihat calon pasanganmu bagaimana untuk bisa secara biologis, psikologis, finansial. Tidak harus sempurna, tapi lihat potenisnya dan untuk menjadi keluarga yang bahagia,” terangnya saat diwawancari oleh Tim MCFS.

Kontributor: Kesya Aufa W dan Muntiatul Badiah (Koor Media dan Jurnalistik MCFS)