FAKULTAS SYARIAH UIN SALATIGA LAKUKAN BENCHMARKING PELAYANAN AKADEMIK DIGITAL KE UNIVERSITAS ISLAM MALANG
Malang, (26 Juni 2026) – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan akademik berbasis digital, rombongan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan kunjungan benchmarking ke Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA) pada Jumat, 26 Juni 2026.
Rombongan UIN Salatiga dipimpin oleh Wakil Dekan II Fakultas Syariah, Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag., bersama jajaran Kholifatun Nur Mustofa, M.H., Nur Mifchan Solichin, M.H., Agus Rostanto, S.E., dan Joko Riyanto. Kunjungan ini diterima langsung oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama FAI UNISMA, Dr. Khoirul Asfiyak, H., S.Ag, M.HI.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung FAI UNISMA tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai aspek pengelolaan akademik, khususnya yang telah terdigitalisasi. UNISMA memperkenalkan sistem MENARA yang digunakan untuk penjadwalan, penyusunan RPS, dan pengelolaan pembelajaran. Meskipun demikian, sistem ini belum sepenuhnya terintegrasi dengan modul keuangan dan UKT, yang masing-masing dikelola oleh Wakil Dekan II dan III melalui aplikasi tersendiri.
Di sisi kurikulum, UNISMA telah mengadopsi OBE (Outcome-Based Education) dan aktif mendorong partisipasi mahasiswa dalam program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Sebanyak 70 mahasiswa telah mengikuti program ini ke berbagai mitra, seperti Padang, Malaysia, hingga dunia usaha dan industri. Dosen pun diberikan insentif untuk publikasi ilmiah, dengan penghargaan sebesar Rp12 juta untuk jurnal Q1 dan Rp5 juta untuk penulisan buku, sebagai bentuk dukungan terhadap budaya riset dan publikasi.
UNISMA juga memiliki program unggulan berbasis luar negeri yang otomatis lolos pendanaan, seperti program PGMI di Taiwan dengan biaya hidup ditanggung, serta kerja sama dengan USIM Malaysia, Mahkamah Syariah Malaysia, dan University of Malaya. Bahkan, dosen bidang HKI berkesempatan melanjutkan S3 di Swiss. Dalam pengelolaan penelitian, UNISMA mengalokasikan dana Bisma sebesar Rp2 miliar, dengan masing-masing prodi mendapat Rp100 juta untuk program berbasis outcome.
Selain itu, UNISMA memperkenalkan pusat data (Data Center) yang digunakan untuk yudisium dan pelacakan alumni melalui tracer study. Para peserta juga diajak mengisi data pada 26 Juni 2026 sebagai bagian dari penguatan sistem data akademik tiga bulan pertama. Kunjungan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih erat antara UIN Salatiga dan UNISMA, terutama dalam pengembangan layanan akademik digital, peningkatan mutu kurikulum, serta penguatan jejaring internasional.



