Kolaborasi Fakultas Syari’ah dan KPU Kota Salatiga Perkuat Pemahaman Pemilu Mahasiswa

Salatiga, (13 Oktober 2026) – Fakultas Syari’ah UIN Salatiga bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga menggelar program “KPU Mengajar” dalam mata kuliah Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Gender di Ruang B3 Gedung fakultas Syari’ah pada Selasa (13/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua KPU Kota Salatiga, Yesaya Tiluata, S.I.P. hadir langsung sebagai pemateri dengan materi yang dibawa berjudul “KPU Dalam Sistem Demokrasi Konstitusi” bagi mahasiswa program studi Hukum Tata Negara (HTN).

Yesaya menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari kewajiban KPU untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai Pemilu yang telah berjalan di masyarakat atau pun Pemilu yang akan datang. Menurutnya, Pemilu yang sehat dan sesuai dengan prinsip demokrasi akan melahirkan kehidupan bernegara yang baik.

Sementara itu, dalam kesempatan lain, anggota KPU, Wahyu Budi Utomo, M.Pd menyatakan pemahaman mengenai pemilu juga terkait hukum dan hak masyarakat, yakni hak mendapatkan informasi yang tepat dan benar. Pemilu erat pula kaitannya dengan hak politik, yakni hak memilih ataupun hak dipilih. 

Dosen pengampu mata kuliah Hukum, HAM, dan Gender Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Sukron Ma’mun, S.H.I., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan pelaksanaan nota kesepahaman yang telah disepakati antara kedua pihak beberapa waktu lalu. Disamping itu, Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman praktis mengenai pemenuhan hak politik warga negara, termasuk keterwakilan perempuan dalam politik.

“Ini sebenarnya dalam rangka memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait dengan hak-hak politik, termasuk misalnya kuota perempuan, afirmasi 30 persen, bagaimana haknya dan implementasinya,” terangnya.

Sukron juga menyampaikan bahwa program KPU Mengajar direncanakan berlangsung dalam empat kali pertemuan untuk membahas aspek teknis konstitusi dan kepemiluan. Kerja sama tersebut juga berpeluang dikembangkan melalui kegiatan magang, penelitian, serta sosialisasi pemilu bagi pemilih pemula.

Ketua KPU Kota Salatiga, Yesaya Tiluata, mengapresiasi kesempatan yang diberikan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga untuk berbagi pengetahuan dengan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa HTN perlu memahami persoalan demokrasi dan regulasi kepemiluan melalui perspektif praktisi.

“Harapan kami sebetulnya, apalagi ini adalah mahasiswa jurusan Hukum Tata Negara, mungkin sangat relate dengan perspektif hukum pemilu yang harus diketahui dalam proses berdemokrasi,” ungkapnya.

Rangkaian program “KPU Mengajar” ini akan dilanjutkan pada Selasa depan dengan menghadirkan tim Divisi Teknis KPU Kota Salatiga untuk membahas materi HAM dan gender dalam pemilu.

Kontributor: Encep Bahru Jaman dan Muntiatul Badiah (Direktur dan Koor Jurnalistik MCFS)