PERKUAT BUDAYA MUTU, FAKULTAS SYARIAH UIN SALATIGA GELAR AUDIT MUTU INTERNAL SERENTAK

Salatiga, (19 Oktober 2026)- Komitmen untuk mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan akuntabel kembali ditunjukkan Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Melalui Pusat Penjaminan Mutu Fakultas (PMPF), Fakultas Syariah sukses menggelar Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 secara serentak untuk tiga program studi, Senin (19/10/2026).

Audit tahun ini menjadi bagian penting dari siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagaimana diamanatkan dalam Permendiktisaintek RI Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Langkah ini sekaligus menindaklanjuti Keputusan Dekan Fakultas Syariah Nomor 1975 Tahun 2026 tentang Penetapan Dokumen Standar Mutu SPMI. Tidak main-main, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga menerjunkan enam auditor terbaiknya untuk memastikan pelaksanaan standar berjalan sesuai yang ditetapkan. Proses audit berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di ruang masing-masing program studi.

Tim auditor LPM yang diberi tugas yakni Juwita Artianti Kusumaningtyas, M.Cs., dan Dra. Sri Suparwi, M.A. pada Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI),  Wulan Izzatul Himmah,S.Pd., M.Pd., dan Yusvita Nena Arinta, M.Si. untuk Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES),  dan  sementara Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) oleh Sya’ban Maghfur, M.Pd.I., dan Saifudin, M.E.

Kepala Pusat Penjaminan Mutu Fakultas Syariah, Dr. Muhamad Rozikan,M.Pd., menjelaskan bahwa fokus audit kali ini tidak hanya pada kelengkapan dokumen, tetapi pada implementasi nyata di lapangan. “Kami menilai empat aspek utama: bagaimana standar pendidikan dijalankan, bagaimana penelitian dan PkM dikelola, serta bagaimana pelampauan standar SN-DIKTI dan implementasi OBE (Outcome Based Education) benar-benar dirasakan mahasiswa,” jelasnya.

Pelaksanaan AMI ini juga merupakan buah dari upaya penguatan mutu yang dilakukan Fakultas Syariah sepanjang tahun 2026, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si., dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa AMI bukanlah ajang untuk mencari-cari kesalahan, melainkan cermin untuk perbaikan. “Penjaminan mutu tidak boleh berhenti sebagai tumpukan dokumen. Mutu harus menjadi budaya. AMI adalah instrumen untuk memastikan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) berjalan paripurna. Apa yang menjadi temuan auditor hari ini adalah hadiah untuk kita agar lebih baik lagi,” tegas Prof. Ilyya.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu LPM UIN Salatiga yang turut memantau jalannya audit, memberikan apresiasi. Menurutnya, Fakultas Syariah menunjukkan progres paling signifikan dalam hal kesiapan dokumen dan komitmen pimpinan dalam membangun sistem. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana akademis namun hangat tersebut ditutup dengan penandatanganan Berita Acara dan penyerahan Laporan Temuan Audit. Seluruh temuan, baik observasi maupun ketidaksesuaian minor, akan ditindaklanjuti melalui Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Dengan terlaksananya AMI 2026, Fakultas Syariah UIN Salatiga optimis dapat terus meningkatkan peringkat akreditasi program studi menuju Unggul dan memperkuat posisinya sebagai Fakultas Syariah yang inovatif, m