Wujudkan Da’i Moderat, Fakultas Syariah Gandeng MAN 1 Semarang Bentuk Da’I Wasathiyyah

Laporan: Sifaul Amin, Editor: Hijri

Kab. Semarang, FaSya– Dosen Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga Sifaul Amin, S.H., M.H., C.M. hadir bersama Ketua Prodi hukum Ekonomi Syariah (HES) M. Taufiq Zamzami, S.Hi., M.A memberikan materi pelatihan dan motivasi kepada calon-calon da’i da’iyah MAN 1 Semarang bagaimana menjadi da’i atau mubaligh yang profesional dan wasathiyyah (09-03-2023).

Kegiatan yang berlangsung di MAN 1 Semarang sebagai bentuk pengaplikasian kerjasama FaSya dengan sekolah. Latar belakang dari kegiatan pelatihan ini dimana agama sebagai pedoman hidup bagi manusia harus dapat tersampaikan dengan baik dan benar kepada umatnya. Pemahaman agama yang tidak tepat akan menyebabkan umat gagal faham sehingga agama sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin akan kehilangan fungsinya. Pemahaman agama yang terlalu ekstrem kanan maupun kiri akan berakibat pada hilangnya makna agama itu sendiri di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang plural dan multikultural. Kehadiran da’i da’iyah yang wasathiyah berfaham moderat di tengah masyarakat yang sangat plural dan multikultural dalam menyikapi gempuran faham agama yang ekstrem multak diperlukan untuk menyajikan ajaran agama agar dapat dinikmati oleh umat dengan tetap menjaga pluralisme dan multikulturalisme yang ada dengan tanpa kehilangan esensinya.

Memasuki inti dari acara pelatihan, Amin menjelaskan bahwa “Dakwah ilallah, adalah mengajak kepada agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, kepada syariat-Nya, dan melarang semua yang menyelisihinya, baik yang berupa akidah, perbuatan, perkataan maupun akhlak. Tujuan utama dakwah, ialah mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Memberi petunjuk kepada manusia dan menjelaskan kebenaran kepada mereka. Tugas “berdakwah” wajib dilakukan oleh siapa saja yang mengaku beriman kepada Allah dan Hari Kemudian; baik laki-laki ataupun perempuan. Sekalipun hanya menyampaikan sepenggal kalimat yang mengajak orang untuk berbuat baik”.

Problematika yang dihadapi dalam dunia dakwah diantaranya adalah: dakwah bukan ilallah tapi hanya tradisi, niat yang tidak tepat, berubahnya tuntunan menjadi tontonan, materi dakwah tidak sinkron dengan problematika umat dan isi ceramah tidak solutif & tidak menjadi problem solving. Untuk menjadi da’i yang moderat dan profesional ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu bekali dengan ilmu, ikhlas, susun skala prioritas materi, berusaha amalkan sebelum sampaikan, sabar dan tidak putus asa.

Menjadi da’i yang profesional dan moderat harus mempunyai sifat disiplin wahyu, memberikan teladan, komunikasi yang efektif, dekat dengan umatnya dan pengkaderan dan pendelegasian wewenang. Untuk menjadi da’i profesional, seseorang juga harus memiliki 3 macam skill, yaitu technical skill, human skill, dan conceptual skill” pungkas amin.