Benchmarking Laboratorium Fakultas Syariah UIN Salatiga  Ke UIN Sunan Ampel Surabaya Tentang Pengelolaan Laboratorium

Surabaya, (24 Juni 2026) – Guna mempercepat transformasi tata kelola lembaga dan meningkatkan mutu layanan akademik berbasis digital, Laboratorium Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan kunjungan benchmarking (studi banding) ke Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Kegiatan studi banding ini berlangsung secara intensif selama tiga hari, mulai Rabu, 24 Juni hingga Jumat, 26 Juni 2026.Kunjungan ini merupakan langkah taktis dalam merespons perkembangan hukum modern serta kebutuhan kompetensi mahasiswa di era digital. Pihak Fakultas Syariah UIN Salatiga membawa delegasi penting untuk memastikan implementasi program hasil kunjungan dapat langsung dieksekusi secara optimal.Rombongan delegasi dipimpin langsung oleh Wakil Dekan 3 Bidang Kerjasama, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Syariah UIN Salatiga, Bapak Sukron Ma’mun, S.H.I., M.Si., Ph.D. Turut hadir dalam rombongan inti ini, Kepala Laboratorium Fakultas Syariah UIN Salatiga, Dr. Fahmy Asyhari, S.H., M.H., Laboran Fakultas Syariah, Hijri Adi Ridwan, M.Pd.I., serta perwakilan Tenaga Akademik Fakultas Syariah UIN Salatiga, Nanang Nur Ichsan  S.Kom.

Misi Penguatan Mutu KelembagaanKedatangan rombongan dari UIN Salatiga disambut hangat oleh jajaran pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum beserta tim pengelola laboratorium UINSA Surabaya.yang diterima oleh Wakil dekan 1  Dr. H. Mohammad Arif, Lc., MA.,wakil dekan 2 fakultas syariah dan hukum UINSA Surabaya Dr. Hj. Nurul Asiya Nadhifah, M.H.I Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat utama tersebut menjadi ajang bertukar gagasan, pengalaman, dan strategi pengembangan laboratorium hukum di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).Dalam sambutan pembukanya, Sukron Ma’mun, Ph.D. menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan yang diberikan oleh pihak UINSA Surabaya. Beliau menekankan bahwa tata kelola laboratorium peradilan semu dan laboratorium ilmu falak yang dimiliki oleh UINSA Surabaya merupakan salah satu yang terbaik, sehingga dinilai sangat relevan menjadi percontohan bagi pengembangan mutu di UIN Salatiga.”Kami hadir di UINSA Surabaya dengan misi membawa pulang praktik-praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan laboratorium hukum Islam. Tantangan dunia kerja bagi alumni fakultas syariah kini semakin kompleks. Oleh karena itu, sarana praktikum seperti laboratorium harus bertransformasi secara cepat agar mampu mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mahir secara praktikal,” ujar Sukron Ma’mun.Fokus Studi Banding dan Transformasi DigitalSelama tiga hari pelaksanaan, agenda kunjungan diisi dengan forum diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion) dan peninjauan langsung ke fasilitas siber serta simulasi hukum.

Dr. Fahmy Asyhari, S.H., M.H., selaku Kepala Laboratorium Fakultas Syariah UIN Salatiga, secara aktif memimpin peninjauan teknis ke beberapa fasilitas unggulan milik UINSA Surabaya.Ada tiga poin krusial yang menjadi fokus utama dalam studi banding kali ini:Digitalisasi Administrasi dan Praktikum: Delegasi mempelajari sistem integrasi data praktikum mahasiswa berbasis platform digital yang diterapkan di UINSA. Sistem ini mempermudah pelacakan nilai, penjadwalan, hingga penggunaan ruang peradilan semu secara daring.Manajemen Peradilan Semu Modern: Tim mengkaji sinkronisasi kurikulum simulasi sidang (moot court) pidana, perdata, maupun peradilan agama agar selaras dengan sistem hukum peradilan elektronik (e-court) yang kini diterapkan Mahkamah Agung.Optimalisasi Klinik Hukum Keluarga Sakinah  : Diskusi mendalam mengenai tata cara penguatan fungsi penguatan keluraga Sakinah yang dikooordinasikan dengan pihak progdi HKI sekaligus wadah magang klinis mahasiswa. menjelaskan bahwa tata kelola digital di UINSA Surabaya akan diadaptasi untuk meningkatkan efisiensi operasional di UIN Salatiga. Kami berkomitmen untuk menyusun cetak biru (blueprint) baru agar Laboratorium Fakultas Syariah UIN Salatiga bisa segera menerapkan standardisasi serupa,” jelasnya.Penguatan Teknis Operasional LaboratoriumAspek teknis operasional tidak luput dari perhatian jelas bapak Ibnu sebagai staf laboratorium UIN Sunan Ampel Surabaya memanfaatkan momentum ini untuk berdiskusi langsung dengan para teknisi dan pengelola harian laboratorium UINSA Surabaya yang dipimpin oleh Ibnu Mardiyanto, S.Mn., S.H., M.H. memfokuskan studi pada manajemen inventarisasi alat, pemeliharaan ruang sidang semu, dan pengarsipan berkas kasus hukum pasca-praktikum.adif  menggarisbawahi pentingnya peran laboran dalam menjaga keberlangsungan fasilitas. Menurutnya, pemeliharaan perangkat lunak penunjang praktikum hukum maupun alat hisab rukyat dalam ilmu falak memerlukan standardisasi operasional baku (SOP) yang ketat agar kegunaannya optimal dalam jangka panjang.Di sisi lain pihak laboratorium UIN Sunan Ampel . menyoroti efisiensi dukungan administrasi akademik. Sinkronisasi data antara administrasi fakultas dan kebutuhan laboratorium dinilai menjadi kunci utama kelancaran pelaksanaan praktikum terpadu bagi seluruh mahasiswa program studi hukum keluarga Islam, hukum ekonomi syariah, maupun hukum tata negara.