Kupas Polemik Pengisian Kekosongan Jabatan Kepala Daerah, Ketua DPRD Kota Salatiga Beberkan Pesannya Ke PJ Walikota Salatiga dalam Seminar Bersama Himpunan Mahasiswa UIN Salatiga

Fakultas Syari’ah-Polemik pengisian kekosongan jabatan kepala daerah menjadi isu yang mendorong para akademisi sebagai salah satu pengamat ketatanegaraan untuk berdiskusi dan mengupas kondisi tersebut. Segenap mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS-HTN) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga melalui seminar bertajuk “Polemik Pengisian Kekosongan Jabatan Kepala Daerah dalam Tinjauan Konstitusi”,  menjadi langkah untuk mengembangkan jiwa kritis akademisi ketetanegaraan mereka.  Pada Rabu (31/08) bertempat di Aula Gedung KH. Hasyim Asy’ari Kampus 3 UIN Salatiga, seminar tersebut menghadirkan pemateri dari Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah H. Soetjipto, S.H., M.H., Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit, M.Si. dan Akademisi Hukum Tata Negara Ahmadi Hasanudin Dardiri, M.H.

Reihan Pramana selaku Ketua panitia seminar dalam sambutannya menyampaikan “Seminar ini digelar dalam rangka salah satu bentuk peringatan Hari Konstitusi Nasional dengan tema Peran Pemuda dalam mengawal UUD-1945 sebagai Konstitusi Negara Indonesia. Dan sebenarnya kami dari HMPS-HTN memiliki dua kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memperingati Hari Konstitusi Nasional, yaitu seminar pada kali ini dan besok pada Jum’at (02/09) akan dilaksanakan donor darah yang dibuka untuk umum sivitas akademika FaSya UIN Salatiga di Kampus 2 FaSya UIN Salatiga”.

Memberikan sambutan berikutnya sekaligus membuka acara, Dekan FaSya Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. menyampaikan “saya mengapresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya acara seminar dengan tema yang bagus ini. Kegiatan seminar adalah salah satu ruh untuk pengembangan akademik lingkungan akademisi. Menengok tema yang diusung dalam seminar ini, menurut pakar hukum bahwa tidak boleh walau hanya semalam terjadi kekosongan pemimpin atau jabatan, seperti halnya ketika Rosulullah SAW meninggal para sahabat segera menentukan abu bakar sebagai Khalifah untuk meneruskan kepemimpinan Rasulullah walau beliau tidak berwasiat apapun untuk siapa yang kelak mengganti kepemimpinan beliau”.

Tidak bolehnya ada kekosongan pemimpin adalah untuk menjaga pelayanan publik yang tetap berjalan dengan sebaik-baiknya. Walau pasti timbul polemik karena datang dari yang memiliki kepentingan-kepentingan terhadap hal tersebut. Dalam Islam selama kita berpolitik dengan berpegangan moral dan etika maka berpolitik memiliki tujuan demi kemaslahatan masyarakat. Polemik pengisian Kekosongan jabatan kepala daerah itu pasti ada dan wajar, namun tetap dan harus dengan polemik apapun kekosongan tersebut harus diisi, pungkasnya.

Soetjipto menjadi pemateri pembuka menyampaikan sependapat dengan sambutan yang diberikan oleh Dekan yaitu “Puas tidak puas, setuju atau tidak setuju itu wajar bagi lingkungan berdemokrasi. Namun tetap dan harus bahwa kekosongan jabatan tidak boleh terjadi walaupun hanya semalam. Kemudian transparasi harus dikawal dengan sistem yang dijalankan dengan baik”.

Kemudian Ahmadi sebagai pemateri berikutnya menyampaikan gambaran kerangka proses terlahirnya keputusan yang mengatur pemilihan kepala daerah serentak pada 2024. Selanjutnya berpesan kepada segenap mahasiswa HTN untuk kawal dan amati dengan baik untuk pemilu yang serentak akan datang untuk menuju pemimpin yang lebih baik dan didukung proses yang tersistem rapi dan transparansi.

Menarik dalam seminar ini ikut menghadirkan praktisi yang langsung merasakan imbas dari masa pengisian Kekosongan jabatan kepala daerah di Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, M.Si. selaku Ketua DPRD Kota Salatiga.

Dance memaparkan bahwa “pimpinan daerah yang ditunjuk kali ini adalah Pejabat dengan status PNS. Penunjukkan pimpinan dalam kekosongna jabatan diusulkan oleh Gubernur dari 3 nama dan mengkerucut menjadi satu nama yang dipilih oleh KEMENDAGRI. Pejabat yang terpilih kali ini tidak melalui pemilihan umum namun turunan dari penunjukan. Sehinggga legitimasinya masih kurang di mata rakyat. Sehingga saya menyampaikan pesan kepada pejabat terpilih saat ini agar rajin-rajin turun kemasyarakat agar masyarakat mengenal dan mengakui legitimasinya. Tanggung jawab kedepan pejabat terpilih harus mempersiapkan pemilihan umum serentak di tahun 2024”.

Wagub Jateng Beri Pesan Saat PBAK Fakultas Syari’ah UIN Salatiga agar Mahasiswa Berani menunjukkan Jati Dirinya untuk Membentengi Negara

Fakultas Syari’ah– Mengusung tema “Quid Leges Sine Moribus” (Apalah artinya hukum tanpa disertai moralitas), pada tahun ini Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengahadirkan H. Taj Yasin Maimon selaku Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023. Sebanyak 419 mahasiswa baru mengikuti PBAK di Fakultas Syari’ah (Jum’at, 26/08).

Taj Yasin menjelaskan bahwa Fitrah kita sebagai manusia adalah untuk mencintai negara dan menjaga perdamaian. Maka nasionalisme adalah fitrah buat kita yang tidak perlu lagi dibangun, dari hati kita sudah muncul rasa tersebut.

Mahasiswa saat ini harus berani menunjukkan jati diri dengan teguh untuk membentengi negara Republik Indonesia. Mari kita bersama menumbuhkan jati diri agar bisa terhindar dari permasalahan-permasalahan yang muncul akhir-akhir ini, Imbuhnya.

Menutup pada pembekalan ini, Taj Yasin berpesan kepada seluruh sivitas akademika Fakultas Syari’ah UIN Salatiga untuk mendidik dan membekali adik-adik mahasiswa-mahasiswi dengan ilmu-ilmu bermanfaat. Kemudian untuk adik-adik mahasiswa belajarlah dengan rajin agar kelak pekerjaan dan kemanfaatan lebih terbuka luas bagi kalian.

Menaruh Harapan Tinggi Kepada Mahasiswa HTN FaSya UIN Salatiga, Ketua DPRD Badung Bali: Bergabunglah Kelak Menjadi DPRD

Bali-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) adalah Lembaga Pemerintahan yang menjadi wadah besar untuk mendapatkan ilmu praktisi bagi mahasiswa dibidang hukum ketatanegaraan. Menengok hal tersebut serta dalam upaya merealisasikan program akademik Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga pada Kamis (30-6-2022), sebanyak 160 mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) FaSya UIN Salatiga lakukan kunjungan ke DPRD Badung Provinsi Bali.

Moh Khusen, M.A. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan FASya memimpin rombongan menyampaikan maksud kunjungan mengatakan bahwa kunjungan ini melengkapi rangkaian kunjungan KKL prodi HTN di hari-hari sebelumnya di PT TUN dan PTUN Surabaya yang mewakili lembaga Yudusial, Kemenkumham Bali yang mewakili lembaga Eksekutif, dan DPRD Badung yang mewakili Legislative.

Lebih lanjut, beliau berharap dalam kesempatan tersebut mahasiswa akan banyak belajar dari masyarakat Bali bagaimana menjaga keharmonisan antara Hukum Negara dan Hukum Adat.

Selanjutnya Ketua DPRD Kabupaten Badung, Dr.Drs. I Putu Parwata MK, MM, yang berkenan menyambut rombongan menyatakan bahwa dia berusaha membangun keharmonisan dan berbuat baik. Sehingga kami berusaha untuk menjadikan pariwisata akan terus berjalan dengan baik. Karena pada dasarnya PAD Badung tertinggi adalah dari pariwisata, yaitu sebanyak 80%.

Beliau juga berharap bahwa perekonomian Bali akan kembali bangkit pasca pandemi, di mana PAD daerah sempat turun dari sekitar 7 Triliun rupiah menjadi sekitar 2 Triliun. Saat itu yang bisa dikalukan oleh Pemerintah Daerah adalah dengan melakukan efisiensi anggaran, dimana dana yang tersedia hanya dibelanjakan untuk keperluan yang urgent dan prioritas saja.

Menambahkan, beliau juga berharap suatu saat nanti banyak mahasiswa HTN FaSya yang akan duduk di kursi DPRD suatu saat nanti, serta memperjuangkan nasib anggota DPRD yang masih jauh hak-haknya jika dibandingkan dengan anggota DPR RI.

 

Pada kesempatan tersebut, selain Wakil Dekan, hadir juga menemani mahasiswa Ketua Prodi HTN Farkhani, M.H., Sekretaris Prodi HTN Nor Muhammad Abdoeh, 11 Dosen Pembimbing Lapangan serta Tenaga Kependidikan.

Berkolaborasi Menjadi Satu Frekuensi Untuk Memajukan Lembaga Bersama, FaSya UIN Salatiga Tanda Tangani MoU dengan Pengadilan Agama Surakarta

Surakarta-Semangat merealisasikan visi misi melalui jalur kerjasama terus digiatkan oleh Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga.

Focus bidikan kerjasama FaSya adalah lembaga-lembaga seperti Kementerian dan Pengadilan Negeri maupun Agama, serta lembaga dibawah naungan Kementerian Hukum dan HAM.

Pada hari Rabu (29-6-2022), FaSya merealisasikan kembali penandatangan MoU dengan Pengadilan Agama (PA) Surakarta. Bertempat di Media Center PA Surakarta, FaSya dipimpin Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. selaku dekan dengan di dampingi oleh Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama dan Taufiq Zam Zami, M.A. selaku Sekretaris Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah diterima oleh Nur Lailah Ahmad, S.H. selaku Ketua PA Surakarta beserta jajarannya.

Membuka prosesi acara penandatangan, Zumrotun menyampaikan harapan dari MoU yaitu agar mahasiswa memiki kemampuan lapangan untuk menjadi Hakim. Saya yakin kerjasama ini selaras dengan kompetensi anak didik kami yang memiliki profil lulusan menjadi Hakim, panitera dan ahli hukum lainnya.

Melanjutkan, Nur Lailah menyambut baik jalinan kolaborasi kerjasama di bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kedua belah pihak untuk bersama memajukan lembaga. Kami juga menaruh perhatian kepada mahasiswa-mahasiswi yang masuk magang di Pengadilan kami harus bisa memperoleh transfer ilmu praktisi dari kami. Sehingga ada keilmuan yang bertambah setelah magang di PA kami dan bisa menjadi bekal mengantarkan mereka menjadi Sarjana Hukum yang siap masuk dunia praktisi.

Kemudian Penandatangan MoU antar lembaga ditanda tangani oleh Dekan FaSya UIN Salatiga dan Ketua PA Surakarta, serta didokumentasikan dengan foto bersama.

Toefl Jadi Syarat Ujian Skripsi, Workshop Pelatihan Toefl Terlaksana Melebihi Ekspektasi

Salatiga-Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN salatiga menerapkan kebijakan syarat pendaftaran untuk maju dalam ujian skripsi wajib menyertakan hasil ujian Toefl. Kebijakan ini memang belum menegaskan skor hasil toefl yang harus dimiliki oleh mahasiswa yang akan mengajukan ujian skripsi. Namun bagi sebagian mahasiswa, kebijakan yang sudah berjalan ini membawa kepanikan tersendiri bagi mereka. Tak lain halnya dikarenakan mereka masih banyak yang merasa kawatir ketika akan maju dalam ujian toefl.

Keresahan sebagian mahasiswa tersebut ditangkap oleh segenap anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) untuk dijadikan landasan menggelar Workshop Toefl bertajuk “Toefl Screat Surgery” yang berlangsung di aula Gedung Dekanat FaSya UIN Salatiga (24-6-2022). Terlibat dalam acara ini yaitu dari panitia HMPS HES yang berkolaborasi dengan Communicative English Club (CEC) UIN Salatiga dengan peserta terbatas hanya 50 orang dari mahasiswa UIN Salatiga. Pemateri dalam workshop ini Mazulfa, M.Pd. selaku Dosen Bahasa Inggris UIN salatiga,  Nurul Baroroh, M.Pd. selaku Dosen dan Pembina Syari’ah Internasional Center dan Risa Suryani, M.A. selaku Dosen dan Pembina Syari’ah Internasional Center Fasya UIN Salatiga.

Tujuan workshop ini disampaikan oleh ketua panitia workshop pada wawancara dengan Humas melalui saluran media on-line whatsapp, “kami dari HMPS HES berupaya menyediakan wadah untuk mahasiswa/i UIN Salatiga agar tidak buta akan toefl. Diharapkan juga melalui workshop ini, mahasiswa bisa mendapat tips dan trik mengerjakan toefl dengan benar agar dapat memenuhi syarat ujian skripsi. Serta out-come dari acara ini bisa memotivasi kita untuk semangat mengejar dan mendapatkan beasiswa ke Luar Negeri.”

Kami sangat bersyukur atas terlaksananya kegiatan ini dan bisa berjalan dengan lancar. Terlebih acara ini ternyata melebihi ekspektasi kami yaitu reaksi dari mahasiswa UIN Salatiga sangat antusias. Buktinya dari pembukaan pendaftaran hanya beberapa jam dibuka kuota sudah terpenuhi, pungkasnya.

Dukung Program MBKM, FaSya UIN Salatiga Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum

Tawangmangu-Berorientasi kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) terkait kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syari’ah (FaSya) Universitas Islam Salatiga (UINSA) menyelenggarakan kegiatan workshop “Merdeka Belajar Kampus Merdeka”.

Bertempat di Tawangmangu (24-6-2022), Workshop dengan peserta segenap Dosen dan Tenaga Kependidikan berjumlah 35 dengan menghadirkan pemateri Prof. Dr. Drs. H. Makhrus Munajat, S.H., M.Hum., selaku Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tujuan digelar workshop, mendorong mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi. Serta membekali mahasiswa agar dapat menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.

Membuka kegiatan, Dr. Hj. Siti Zumrotun, M.Ag., menyampaikan tujuan dari workshop ini agar “memberikan gambaran secara keseluruhan terhadap dosen-dosen Prodi HKI yang masih belum mengerti bagaimana sistem pengimplementasian MBKM yang sebenarnya. Mengacu pada apa penyesuaian kurikulumnya dan apa yang harus dilakukan dosen untuk membimbing mahasiswa dalam mengikuti program MBKM ini.”

Esensi dari kemerdekaan belajar disampaikan oleh Makhrus “ketika kurikulum yang ada dapat memberi kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai.”

Urgensi dan Tujuan Kampus Merdeka adalah mendorong proses pembelajaran perguruan tinggi yang otonomi dan fleksibel menciptakan kultur belajar yang inovatif dan tidak mengekang mahasiswa serta sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, imbuhnya.

Setelah FaSya se-Indonesia mendapatkan kesetaraan lulusannya menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.), maka Fakultas memiliki tantangan untuk menghadirkan sebanyak 28 mata kuliah wajib. Pada kurikulum MBKM ini, FaSya mendapatkan pengakuan yang diharapkan ditingkat nasional sekaligus mendapatkan tantangan berat untuk membuktikan produk lulusan yang setara dengan Perguruan Tinggi Umum, Pungkasnya.

Sesi berikutnya, pemateri langsung mengajak para dosen untuk andil bersama membahas mata kuliah yang wajib pada Prodi HKI berpedoman pada kurikulum MBKM. Sehingga ketika workshop ini selesai harapannya bisa menghasilkan produk kurikulum untuk Prodi HKI yang berstandar MBKM.

Suka Cita Dinas Pariwisata Sambut Kunjungan KKL Mahasiswa HES, Sekertaris Dinas: Kunjungan Wisatawan Memajukan Perekonomian Bali

Bali-Masyarakat Bali mulai merasakan nyawa perekonomian mereka kembali pelan-pelan bergerak kembali. Setelah selama 2 Tahun perekonomian kota ini terasa mati suri dikarenakan banyak pembatasan yang mengakibatkan wisatawan tidak ada yang berkunjung. Dinas-dinas pemerintah menjadi disibukkan bagaimana membangun strategi untuk membangunkan kembali sektor perekonomian mereka.

Situasi tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Dinas Pariwisata, Dra. Ketut Ngurah Trisni Sakawati, M.Par. saat menyambut rombongan kunjungan KKL mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Fakultas Syariah (FaSya) IAIN Salatiga di ruang pertemuan Dinas Pariwisata Bali (10-06-2022).

Dinas Pariwisata mempunyai tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan bidang Pariwisata yang menjadi kewenangan Provinsi, serta melaksanakan tugas dekonsentrasi sampai dengan dibentuknya Sekretariat Gubernur sebagai Wakil Pemerintahan Pusat dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai bidang tugasnya, imbuh Tutut.

Sebanyak 90 mahasiswa bersama 8 dosen dan karyawan berkunjung dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Illya Muhsin, M.Si. sekaligus menyampaikan maksud kunjungan yaitu: “kunjungan ini adalah bagian program akademik untuk mengenalkan mahasiswa terhadap dinas-dinas atau kelembagaan pemerintah yang berhubungan dengan keilmuan mahasiswa. Kemudian mendalami profil dinas pariwisata dalam menjalankan tugas fungsinya dan berharap mendapatkan bekal secara teoritis maupun pengalaman lapangan tentang Dinas Pariwisata Bali. Dikarenakan kita juga mengetahui bahwa sektor paling vital dan ujung tombak perekonomian di Bali adalah pariwisata, sehingga menjadi alasan penting kunjungan mahasiswa saat ini.”

Pada sesi diskusi, Ulil Aidi menanyakan “bagaimana startegi menjaga kebudayaan Bali untuk memajukan perekonomian?.” Disusul langsung oleh pertanyaan Faqih, “bagaimana memulihkan ekonomi Bali dari sektor pariwisata setelah masa pandemi?.”

Ketut menjawab “Kami memiliki visi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Sekaligus kami beragama dengan menyatukan budaya dan adat, yang menjadi unik untuk bisa jadi daya tarik wisatawan domestik atau mancanegara”.

Menjawab penanya kedua, “Kami mulai dari kami sendiri untuk berkomitmen dan menyiapkan segala teknis terkait protokol guna menyambut wisatawan. Kemudian kami menambahkan daya tarik wisata baik lokasi wisata baru dan berbagai fasilitas kesehatan, kecantikan dan lainnya”.