Fakultas Syari’ah Gelar Mujahadah serta Buka Bersama Jelang Asesmen Prodi

Salatiga (05/03/2026) – Keluarga besar Fakultas Syari’ah UIN Salatiga menggelar kegiatan mujahadah dan khataman al-Qur’an di Lantai 2 Gedung Dekanat Fakultas Syari’ah, pada Kamis, 5 Maret 2026. Agenda yang melibatkan jajaran dosen dan karyawan hingga fungsionaris Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) ini diakhiri dengan buka puasa bersama sebagai simbol kebersamaan.

Acara yang dipandu oleh Nur Mifchan Solichin, M.H., selaku pembawa acara berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.

Prof. Ilyya Muhsin, M.Si., Dekan Fakultas Syari’ah dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan spiritual bagi agenda-agenda besar fakultas yang tengah dan akan berjalan.

“Semoga dengan mujahadah ini kita diberikan Allah kemudahan dalam melaksanakan asesmen lapangan prodi HKI (Hukum Keluarga Islam) dan HTN (Hukum Tata Negara), serta diberikan asesor yang mudah, diberikan kemudahan seluruh prosesnya dan pada akhirnya nanti, Prodi HKI, HTN dan juga HES diberikan nilai unggul semuanya,” tegas Dekan dalam sambutannya.

Beliau juga menambahkan bahwa kekuatan doa sangat dibutuhkan untuk mendukung kerja keras administratif. “Kita berharap, berdoa kepada Allah semoga PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) kita, target kita tercapai, terpenuhi 525 mahasiswa baru,” imbuhnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan tahlil serta ayat-ayat al-Qur’an yang dipimpin oleh Erkham Maskuri LC., M.S.I. Kemudian acara dilanjutkan dengan asyroqolan atau pembacaan salawat.

Menjelang waktu maghrib, kegiatan ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Melalui perpaduan kerja keras dan dukungan spiritual ini, Fakultas Syari’ah optimis dapat meraih hasil terbaik dalam asesmen lapangan mendatang serta terus berkembang menjadi fakultas yang unggul dan integratif.

Kontributor: Muntiatul Badiah (Mahasiswa HES 2023)

Mahasiswa HES Tampil sebagai Presenter dalam B-ISComE x FIPP International Forum 2026 di UNNES

Semarang, (19 Februari 2026). Kegiatan Bilateral International Students Community Engagement (B-ISComE) x FIPP International Forum 2026 diselenggarakan di Gedung Dekanat Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Kamis, 19 Februari 2026.

Acara dibuka secara langsung oleh Dekan FIPP UNNES, Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Si., yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Dalam sambutannya, dia menyampaikan, “Forum internasional seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi akademik lintas negara serta merespons isu-isu kontemporer di bidang pendidikan dan psikologi secara bersama-sama.”

Forum internasional ini menghadirkan enam pembicara, terdiri atas tiga pembicara dari Indonesia serta masing-masing satu pembicara dari Myanmar, Kyrgyzstan, dan Gambia. Kegiatan ini juga diikuti oleh delegasi dari Universiti Malaya, Malaysia, serta sivitas akademika UIN Salatiga.

Dalam kesempatan tersebut, Annisa Denti Papita hadir sebagai presenter mewakili alumni International Mobility Program (IMoP) 2025 sekaligus sebagai mahasiswa S1 Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga. Ia menyampaikan materi berjudul “Artificial Intelligence in Sharia Economic Law Education: Between Learning Support and Cognitive Risk.”

Materi yang disampaikan mengkaji penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Hukum Ekonomi Syariah dari perspektif pengalaman mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa AI telah menjadi bagian dari praktik akademik, khususnya dalam membantu memahami kontrak keuangan syariah, regulasi perbankan dan asuransi syariah, serta analisis hukum pasar modal berbasis prinsip syariah.

Namun demikian, ia juga menyoroti adanya risiko kognitif dalam penggunaan AI, seperti kecenderungan pembelajaran yang bersifat permukaan (surface learning), menurunnya daya analisis kritis, serta munculnya ilusi pemahaman akibat ketergantungan pada jawaban instan. Dalam konteks Hukum Ekonomi Syariah yang merujuk pada peraturan perundang-undangan nasional, fatwa Majelis Ulama Indonesia, serta Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, ketelitian dan verifikasi sumber menjadi aspek yang sangat penting.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya, Annisa Denti Papita menerima sertifikat sebagai speaker dalam forum internasional tersebut.

Partisipasi ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa UIN Salatiga dalam forum akademik internasional serta memperkuat eksistensi keilmuan Hukum Ekonomi Syariah dalam diskursus pendidikan dan perkembangan teknologi kontemporer.

Kontributor: Annisa Denti Papita (Mahasiswa HES 2023)

Wadek 3: Kegiatan Ormawa Harus Mampu Mengikuti Perkembangan Zaman

Salatiga, (11 Februari 2026) – Menekankan pentingnya transformasi digital dan manajemen organisasi yang terukur, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, S.H.I, M.Si., Ph.D., memberikan arahan strategis dalam pembukaan Rapat Kerja (Raker) Ormawa Fakultas Syariah di Aula Ganesha Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Rabu (11/02). Agenda yang diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) ini menjadi wadah bagi seluruh lembaga kemahasiswaan untuk menyelaraskan program kerja tahunan agar lebih adaptif, sistematis, dan berdampak luas bagi mahasiswa.

Dalam sesi pengarahan, Wakil Dekan III mengingatkan para pengurus untuk memiliki integritas etik dan kompetensi akademik, terutama di bidang hukum Islam. Beliau menegaskan bahwa di era sekarang, seluruh kegiatan ormawa harus mampu mengikuti perkembangan zaman melalui transformasi digital. 

“Rancanglah program kerja sebaik mungkin dengan memetakan tantangan yang ada. Setiap kegiatan harus jelas, terarah, serta memperhatikan input, output, hingga outcome yang ingin dicapai,” tegas Wadek III.

Selain itu, beliau memberikan dukungan penuh terhadap publikasi media mahasiswa dengan menyatakan bahwa setiap kegiatan wajib diberitakan secara masif sebagai bentuk transparansi dan penguatan branding fakultas. 

“Semakin banyak yg memberitakan semakin baik,” tuturnya

Pesan penguatan juga datang dari para pimpinan program studi. Endang Sriani, M.H., selaku Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) mengingatkan agar pengurus tidak hanya bergantung pada ketokohan ketua, melainkan fokus pada analisis kebutuhan mahasiswa.

Senada dengan hal tersebut, Cholida Hanum, M.H., memberikan arahan kepada HMPS Hukum Tata Negara (HTN) untuk mendorong pelaksanaan program yang berdampak luas, seperti seminar nasional dengan materi legal drafting. Beliau juga menyarankan agar Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) lebih difokuskan pada persiapan perlombaan agar peranannya lebih spesifik dan tidak tumpang tindih.

Sementara itu, perwakilan dari Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Kholifatun Nur Mustofa, M.H., selaku sekretaris Prodi memberikan pesan singkat dari Kaprodi agar seluruh pengurus berkomitmen penuh menjalankan apa yang telah direncanakan. Menutup rangkaian pengarahan, Muhammad Taufiq Zam Zami, M.A., dari tim sosialisasi UIN Salatiga mengajak seluruh HMPS untuk bergerak serempak secara masif dalam mensosialisasikan UIN Salatiga kepada masyarakat.

Kontributor: Muntiatul Badi’ah (MCFs Fakultas Syari’ah)

Sinergi dan Optimalisasi Kepemimpinan: Ormawa Fakultas Syariah Gelar Rapat Kerja Serentak

Salatiga, (11 Februari 2026) – Guna mensinergikan gerak organisasi selama satu tahun ke depan, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah menggelar Rapat Kerja (Raker) serentak bagi seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan fakultas. Bertempat di Aula Ganesha Dinas Pendidikan Kota Salatiga, pada Rabu  11 Februari 2026. Agenda ini menjadi langkah awal untuk mengoptimalisasi kepemimpinan yang kritis dan transformatif. 

Kegiatan tahunan yang dipelopori oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) ini mengusung tema “Optimalisasi Kepemimpinan Reflektif, Kritis, dan Transformatif” dan  dihadiri oleh seluruh ormawa fakultas syariah mulai dari SEMA, DEMA, HMPS HKI, HMPS HES, HMPS HTN, hingga Kelompok Studi Mahasiswa (KSM).

Ketua DEMA Fakultas Syariah periode 2026, Yusup Tauziri, menjelaskan bahwa agenda utama rapat kerja ini adalah membahas gebrakan pengelolaan organisasi untuk satu tahun ke depan dan menjadi tempat berkembang bagi seluruh mahasiswa.

“Kita usahakan dengan adanya rapat kerja ini, teman-teman semua Ormawa bisa menjadikan organisasi kemahasiswaan sebagai jembatan, ruang hidup, dan ruang berkembang bagi seluruh mahasiswa Fakultas Syariah,” ujar Yusup saat diwawancarai. 

Selain penyusunan program, rapat ini menjadi wadah koordinasi dan akselerasi antarlembaga guna menyelaraskan program kerja agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya.

“Program DEMA, SEMA dan juga HMPS dan KSM itu kita koordinasikan di rapat kerja sekarang dan kita akselerasikan dan juga kita selaraskan agar tidak ada tumpang tindih antara kegiatan satu sama lain yang ada di Ormawa.” Imbuhnya.

Untuk membekali para pengurus, acara ini menghadirkan serangkaian sesi pengarahan dari pihak dekanat seperti Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Alumni, yang memberikan materi terkait sistem roda organisasi, manajemen organisasi, dan arah gerak Ormawa. Kemudian Kabag Umum Fakultas Syariah, Dr. Edi Kusumawati, M.Pd yang memaparkan materi teknis mengenai manajemen pengajuan TOR, proposal, hingga Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Pengarahan Manajemen Keuangan dan Administrasi, yang juga disampaikan oleh Kabag Umum sebagai perwakilan dari Wakil Dekan II yang berhalangan hadir. 

“Rapat kerja ini diharapkan dapat meningkatkan etos kerja para pengurus agar mampu mengelola program kerja yang efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran selama satu tahun masa jabatan ke depan,” tutur Yusup.

Byline: Muntiatul Badiah        

BSOM BERTRANSFORMASI JADI KSM, FAKULTAS SYARI’AH LANTIK PENGURUS ORMAWA 2026

Salatiga, (10 Februari 2026)- Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar kegiatan Pelantikan dan Upgrading Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Fakultas Syari’ah Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Aula Lantai Tiga Fakultas Syari’ah, dan berlangsung dengan tertib serta khidmat.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Fakultas Syari’ah Wahidan Nur Saiful Islam, dalam wawancara usai kegiatan, menyampaikan bahwa “pelantikan dan upgrading ini diikuti oleh 230 peserta. Seluruh peserta yang hadir merupakan pengurus Ormawa Fakultas Syari’ah yang secara resmi dilantik untuk masa kepengurusan tahun 2026,” ujarnya.

Pelantikan ini meliputi pengurus Organisasi Mahasiswa Fakultas Syari’ah yang terdiri dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara, Hukum Ekonomi Syari’ah, dan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah. Pada tahun 2026 ini, Fakultas Syari’ah juga menghadirkan pembaruan kelembagaan dengan ditetapkannya Badan Semi Otonom Mahasiswa (BSOM) menjadi Kelompok Studi Mahasiswa (KSM).

KSM Fakultas Syari’ah tersebut mencakup beberapa unit kegiatan, di antaranya Lembaga Kajian Hukum, Moot Court Community, Forum Diskusi Santri, serta Media Center Fakultas Syari’ah. Perubahan ini diharapkan mampu memperkuat peran mahasiswa dalam pengembangan akademik, kajian keilmuan, serta publikasi dan informasi fakultas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Syari’ah, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, serta seluruh jajaran struktural Fakultas Syari’ah UIN Salatiga. Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bentuk dukungan penuh terhadap penguatan kelembagaan kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Syari’ah.

“Fakultas Syari’ah berharap kepada seluruh Organisasi Kemahasiswaan bisa bekerja menjalankan program secara maksimal dan juga sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan sudah berlaku, dan berharap mahasiswa secara maksimal sejak dari awal Menyusun program-program yang inovatif yang kreatif memiliki dampak untuk kemajuan fakultas syari’ah dan juga memiliki dampak untuk kompetensi dan prestasi mahasiswa di fakultas syari’ah, dan yang terakhir saya berharap juga bahwa ormawa yang sudah dilantik ini juga menjadikan ormawa ini menjadi ajang belajar untuk berorganisasi dan untuk menjadi pemimpin sehingga nanti bisa menjadi bekal bagi kehidupannya dimasyarakat maupun di dunia kerja” Ujar Dekan Fakultas Syari’ah Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I.,M.Si

Lebih lanjut dekan fakultas syari’ah berharap Kelompok Studi Mahasiswa ini bisa memberikan dampak prestasi pada mahasiswa fakultas syari’ah untuk mendapatkan nominasi kejuaraan-kejuaraan nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan pelantikan dan upgrading ini, Fakultas Syari’ah berharap para pengurus Ormawa dan KSM yang baru dilantik mampu menjalankan amanah organisasi secara profesional, inovatif, dan berkontribusi aktif dalam mendukung pengembangan mahasiswa serta visi Fakultas Syari’ah UIN Salatiga.

Mahasiswi HES Mengikuti Student Mobility ke Singapore dan Malaysia

Singapura & Malaysia, (24–27 November 2025) – Annisa Denti Papita, mahasiswi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah UIN Salatiga, mengikuti International Mobility Program ke Singapura dan Malaysia. Program ini berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 November 2025, sebagai bagian dari upaya penguatan wawasan global, pemahaman lintas budaya, serta pembelajaran langsung dari institusi pendidikan dan lembaga publik di dua negara.

Pada Minggu, 23 November 2025, rombongan peserta diberangkatkan dari kampus pada pukul 15.30 menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Setibanya di perjalanan, peserta melaksanakan Ishoma pada pukul 19.30 di restoran lokal sebelum melanjutkan persiapan keberangkatan internasional.

Hari pertama kegiatan, Senin (24/11), peserta tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 03.00, dilanjutkan sarapan pagi di bandara sebelum proses check-in dan imigrasi. Rombongan kemudian terbang menuju Singapura dan mendarat di Bandara Changi pada pukul 10.45. Agenda dimulai dengan foto bersama di Jewel Rain Vortex, ikon air terjun dalam ruang terbesar di dunia, lalu makan siang di Staff Canteen Terminal 1.

Pada pukul 14.00, peserta melaksanakan kunjungan akademik ke Sekolah Indonesia Singapura (SIS) untuk mempelajari pengelolaan sekolah Indonesia di luar negeri dan diplomasi pendidikan. Setelah itu, rombongan menuju Masjid Sultan pada pukul 16.00 untuk beribadah sekaligus dokumentasi perjalanan.

Kegiatan berlanjut pada pukul 16.30 dengan kunjungan ke Perpustakaan Nasional Singapura, tempat peserta mempelajari inovasi literasi, layanan publik berbasis digital, dan tata kelola perpustakaan modern. Setelahnya, peserta mengunjungi Merlion Park pada pukul 17.00, lalu Garden by the Bay pada pukul 18.00, dan singgah di Universal Studios Singapore (USS) pada pukul 18.30 untuk spot foto.

Menjelang malam, rombongan bergerak menuju Johor melalui imigrasi Singapura–Malaysia, lalu makan malam di restoran lokal pada pukul 20.30. Perjalanan dilanjutkan menuju Kuala Lumpur hingga tiba di hotel untuk check-in pada pukul 01.30 dini hari.

Secara terpisah, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, Ph.D menyatakan bangga mahasiswi HES terpilih sebagai bagian dari program student mobility. Menurutnya hal tersebut tentu akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang bersangkutan, mahasiswa lainnya, serta Fakultas Syari’ah.

Bagi mahasiswa tentu akan menjadi proses pembelajaran, dan pengalaman penting karena dia berinteraksi dengan komunitas internasional. Hal tersebut akan memberikan wawasan baru. Mahasiswa belajar dari negara lain. Sementara bagi mahasiswa lainnya, mungkin akan mendapatkan cerita dari pengalaman-pengalaman yang dialami oleh mahasiswa yang ikut program. Tentu saja, bagi Fakultas Syari’ah keikutsertaan menjadi pengenalan Fakultas Syariah ke lembaga-lembaga di negera yang dikunjungi.

Tim LKH kembali menorehkan prestasi dalam ajang debat biotik 9 UIN SUNAN KALIJAGA

Yogyakarta, (14 November 2025)- Fakultas Syari’ah UIN Salatiga kembali membuktikan kualitasnya di kancah nasional. Melalui delegasi dari Lembaga Kajian Hukum (LKH), tim ini sukses meraih juara 3 dan harapan 1 pada ajang debat biotik yang di gelar hmps pendidikan biologi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta pada Jum’at 14 November 2025. Dalam lomba ini berfokus kepada biodiversitas keanekaragaman alam, laut, dan satwa dilindungi, dalam babak penyisihan tim LKH berhasil menyingkirkan beberapa tim dari UIN Sunan Kalijaga serta beberapa universitas lainnya. Meskipun dalam ajang kompetisi ini sedikit melenceng dari kompetensi yang tim LKH pelajari, dalam waktu persiapan yang sangat singkat, serta latihan yang kurang matang, tetapi mereka berhasil membuktikan selama memiliki semangat serta keseriusan dalam sesuatu, usaha pasti tidak akan mengkhianati hasil. Serta Prestasi ini menegaskan konsistensi tim debat LKH dalam ajang kompetisi debat tingkat nasional. berikut nama mahasiswa yang berhasil menorehkan prestasi:


Tan Malaka (Juara 3)
• Dian Ayu Setianingsih HTN 2023
• Muhammad Fariz Afandi HKI 2023
• Elvi Ashari Siregar HTN 2023


Tim Seravine (Juara Harapan I)
• Suci Nafiah Nur Fatonah HKI 2023
• Mohamad Adib Himma A. HES 2024
• Nurul Fadilla Ramadani HES 2024
Kompetisi Biotik 9 yang berlangsung sejak senin hingga sabtu, menghadirkan berbagai peserta yang berasal dari berbagai Perguruan tinggi ternama di Indonesia. Tim LKH berhasil menonjol melalui matter, manner dan penelitian berbasis rancangan biologi terapan yang mereka hidangkan kepada dewan juri.
berikut hasil wawancara kami kepada ketua umum LKH dan Ketua pelaksana lomba debat biotik 9
“Optimisme itu harus tapi juga dengan persiapan yang matang, saat mengetahui mereka ikut perlombaan tersebut awalnya kami tidak terlalu berekspektasi tinggi karena waktu persiapan yang begitu singkat, dan bidang yang sama sekali bukan ranah kami. Tapi sebagai saksi mereka berproses dari sejak latihan sampai dengan mengikuti berbagai perlombaan, kami dapat melihat semangat dan kepercayaan diri yang begitu besar, jadi sebagai keluarga besar LKH kami hanya bisa mendo’akan memberikan dukungan dan bantuan waktu dan sedikit tenaga untuk mereka. Sebagai ketua umum dari hati yang paling dalam saya sangat bangga memiliki mereka semua sebagai anggota LKH.”
-Majda Prawiranegara ketua umum LKH 2024–2025

“Tim debat dari UIN Salatiga merupakan salah satu tim yang memiliki potensi kuat dalam lomba debat di biotik 9 ini. Tim UIN Salatiga juga menunjukkan kemampuan analisis isu yang tajam serta penyampaian argumen yang runtut juga meyakinkan. Menurutku juga selain ituuu ada keunggulan lain yang sangat terlihat adalah, kekompakan tim serta kemampuan tim dalam membangun strategi debat yang jelas sejak awal.
tetapiii untuk kurangnya aku merasa kya nyariss sempurna kakk, karena mungkin dari tim uin salatiga juga udah beberapa kali ikut lomba debat dengan berbagai lawan juga, tetapii karena kemarin ituu aku sempet melihat secara langsung yaa cara berdebatt dengan lawan, dari tim salatiga itu ada pembahasan yg agak keluar dr mosi kakk dann juga mungkin lebih bisa memanajemen waktu untuk menjelaskan argumen dan menjawab interupsii agarr poin yg tersampaikan bisa lebihh optimal”.
—Ana Nailil Fasikhah Ketua panitia lomba debat biotik 9 UIN Sunan Kalijaga

Prestasi ini tidak hanya menambah portofolio LKH, tetapi juga menjadi kontribusi penting bagi pengembangan akademik Fakultas Syariah. Capaian ini sekaligus membuka peluang kolaborasi baru dengan berbagai kampus yang turut hadir dalam kompetisi tersebut. Jika potensi-potensi seperti ini mendapatkan perhatian yang lebih serius, terutama melalui pembinaan yang tidak hanya bertumpu pada LKH dan para pembimbing, tetapi juga melibatkan seluruh civitas akademika, tentu akan semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk berani tampil dan mengasah kemampuan mereka di berbagai ajang perlombaan.
Dengan dukungan yang lebih terstruktur, Fakultas Syariah sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk menumbuhkan budaya akademik yang lebih hidup dan kompetitif. Mahasiswa yang terbiasa mengikuti pelatihan atau pembinaan rutin akan memiliki kesiapan yang lebih matang, tidak hanya saat lomba, tetapi juga dalam kemampuan berpikir kritis dan kepercayaan diri mereka di ruang akademik.
Selain itu, keterlibatan seluruh civitas akademika. baik dosen, organisasi kemahasiswaan, maupun lembaga internal lainnya, dapat menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih kuat. Pendampingan yang terkoordinasi akan membuka jalan bagi program-program pengembangan prestasi yang berkelanjutan, seperti kelas rutin debat, pelatihan karya tulis, hingga forum diskusi ilmiah yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa.
Pada akhirnya, prestasi mahasiswa adalah salah satu aset terbaik bagi fakultas. Jika dikelola dengan baik, capaian seperti ini bisa menjadi sarana promosi yang efektif, memperkuat reputasi Fakultas Syariah, dan menarik minat calon mahasiswa baru. Semoga prestasi ini menjadi momentum untuk membangun ruang pembinaan yang lebih inklusif, sehingga ke depan semakin banyak mahasiswa yang berani menunjukkan potensinya dan membawa nama baik Fakultas Syariah ke tingkat yang lebih tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, tim LKH masih terus menjalani rangkaian latihan dan persiapan intensif untuk menghadapi kompetisi debat yang akan digelar tahun depan di sejumlah kampus ternama di Indonesia. Upaya yang mereka lakukan bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk keseriusan untuk membawa nama Fakultas Syari’ah ke tingkat yang lebih tinggi.
Harapannya, perjalanan dan kerja keras tim ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa Fakultas Syari’ah lainnya untuk turut menorehkan prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Fakultas Syari’ah UIN Salatiga memiliki banyak potensi yang belum sepenuhnya tergali, dan keberhasilan dalam ajang-ajang seperti ini diharapkan bisa menjadi contoh nyata bahwa kesempatan selalu terbuka bagi siapa pun yang berani mencoba.

Prolegma Pembicaraan Tingkat II Raperda tentang Ormawa dan  Pembicaraan Tingkat I Raperda tentang KSM

Salatiga, (30/10/2025)- Melanjutkan Program Legislasi Mahasiswa (Prolegma) Pembicaraan Tingkat I membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Fakultas Syariah UIN Salatiga tentang Organisasi Kemahasiswaan yang dilaksanakan tanggal 08 Mei 2025, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah mengadakan Prolegma kembali pada tanggal 30 Oktober 2025. Agenda Pembahasan Prolegma terkait Pembicaraan Tingkat II Raperda Fakultas Syariah tentang Organisasi Kemahasiswaan dan Pembicaraan Tingkat I Raperda Fakultas Syariah tentang Kelompok Studi Mahasiswa.

Bertempat di Aula Lantai 3 Fakultas Syariah UIN Salatiga, kegiatan ini terbuka bagi seluruh mahasiswa Fakultas Syariah meliputi Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Hukum Tata Negara (HTN), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES). Masa sidang kedua tahun 2025 dibersamai oleh Wahyu Indryanto, S.H. selaku Tim Ahli.

Ketua Panitia, Rachel menjelaskan bahwa prolegma menjadi ruang belajar serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan tanggungjawab. “Semoga Prolegma Fakultas Syariah ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat membantu dalam sistem kelembagaan yang lebih progresif dan responsif,” tambahnya.

Ketua SEMA Fakultas Syariah, Zahra Agustina dalam sambutannya pembahasan Rancangan Peraturan Daerah diharapkan dapat menghadirkan regulasi yang mampu menjadi tata kelola organisasi yang profesional. “Kami berharap Program Legislasi Mahasiswa ini menjadi momentum konsolidasi dan penguatan lembaga kemahasiswaan sehingga kita benar-benar memberikan kebermanfaatan kepada seluruh mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga,” tuturnya.

Sukron Ma’mun, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, menyampaikan bahwa Badan Semi Otonom Mahasiswa (BSOM) antara lain ada Lembaga Kajian Hukum (LKH), Forum Diskusi Santri (FGD), dan  Moot Court Community (MCC) serta Media Center Fakultas (MCF’s) sedang diusahakan untuk beralih menjadi Kelompok Studi Mahasiswa (KSM).

Selain itu, Tim Ahli menanggapi bahwa produk hukum sudah mengedepankan kepentingan bersama dan substansi sudah siap. Namun, masih ada beberapa struktural dan sistematika yang perlu diperbaiki. Sementara penandatanganan Raperda Fakultas Syariah UIN Salatiga ditunda sebelum nantinya disahkan dan diundangkan.

Kontributor: Ilma Yuni Fatichia, Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Angkatan 2022

Dokumentasi Kegiatan:

Seminar Nasional MCC dan DEMA Fakultas Syariah Bahas Menangkal Cyberbullying di Era Digital

Salatiga, (30 Oktober 2025)- Seminar nasional dengan tema “Seminar dengan tema “Millenium Talks: Cyberbullying dan Hukum”” merupakan hasil kolaborasi antara Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syari’ah dan Moot Court Community (MCC) Fakultas Syari’ah UIN Salatiga. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 Oktober 2025, bertempat di Aula Lantai 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga, dan dihadiri oleh mahasiswa aktif dari berbagai fakultas di lingkungan kampus.

Ketua panitia, Muntiatul Badiah, dalam sambutannya menyampaikan, “Acara ini merupakan langkah kolaborasi yang menarik antara MCC dan DEMA Fakultas Syari’ah untuk bersama-sama mewujudkan penegakan hukum yang konkret.” Sementara itu, Ketua Moot Court Community menambahkan bahwa seminar ini diselenggarakan agar mahasiswa hukum dapat terus mengikuti perkembangan isu-isu hukum yang sedang marak di masyarakat. “Terlaksananya kegiatan ini didasari oleh maraknya pembahasan mengenai media sosial, sehingga kami mengangkat tema ini agar teman-teman mahasiswa mengetahui perkembangannya yang terbaru,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Nurrun Jamaludin, S.H.I., M.H.I., CM., selaku Pembina Moot Court Community Fakultas Syari’ah, yang juga membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memahami perubahan cepat dalam regulasi hukum terkait dunia digital, khususnya kejahatan cyber. “Kita melihat sejauh mana kecepatan perubahan dalam hukum yang mengatur mengenai dunia siber, mulai dari UU ITE Nomor 11 Tahun 2008, kemudian diperbarui menjadi UU Nomor 19 Tahun 2016, dan kini menjadi UU Nomor 1 Tahun 2024. Perubahan ini menunjukkan bahwa perkembangan digital jauh lebih cepat daripada pergerakan hukum itu sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nurrun Jamaludin menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini sangat relevan dan penting, tidak hanya sebagai wadah belajar, tetapi juga sebagai bentuk manifestasi penerapan ilmu hukum di dunia nyata. Ia menutup sambutannya dengan pesan inspiratif, “Menjadi praktisi hukum itu mudah, asal kita pandai dalam dua hal, yaitu pandai menulis dan pandai berbicara.” Pembukaan kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bacaan basmalah bersama agar acara berjalan lancar dan penuh keberkahan.

Sesi inti kegiatan diisi oleh pemaparan materi dari Hakim Pengadilan Negeri Salatiga, Yefri Bimusu, S.H., M.H. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa cyberbullying merupakan bentuk kejahatan digital yang tidak hanya berdampak pada individu korban, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas sosial masyarakat secara luas. Walaupun belum ada regulasi khusus yang mengatur secara eksplisit tentang cyberbullying, beberapa ketentuan dalam UU ITE, KUHP, dan UU Perlindungan Anak dapat dijadikan dasar hukum untuk menjerat pelaku. Namun, penegakan hukum terhadap kasus ini masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal pembuktian, identifikasi pelaku, serta pemahaman aparat penegak hukum terhadap karakteristik kejahatan siber yang terus berkembang. Lebih lanjut, Yefri Bimusu menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif dalam mencegah serta menangani kasus cyberbullying. Pemerintah diharapkan segera merumuskan regulasi yang lebih tegas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, literasi digital perlu ditanamkan sejak dini agarmasyarakat memiliki kesadaran hukum dan etika dalam bermedia sosial. Beliau juga menyoroti pentingnya peran keluarga, lembaga pendidikan, serta platform digital dalam menciptakan ruang daring yang aman, beradab, dan mendukung penerapan keadilan restoratif bagi pelaku muda.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Forum Group Discussion (FGD). Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat poster atau mind mapping sesuai dengan tema yang diundi berdasarkan materi yang telah dipaparkan oleh pemateri. Antusiasme peserta terlihat tinggi dalam mengekspresikan pemahaman mereka terhadap isu cyberbullying melalui hasil diskusi kreatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta, khususnya mahasiswa, dapat memahami secara mendalam bahaya cyberbullying serta konsekuensi hukumnya di era digital. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran hukum dan etika bermedia sosial agar generasi muda lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum dalam membangun budaya digital yang sehat, beradab, dan berkeadilan.

Kontributor: Milla Khumayla Quintana, Mahasiswa Hukum Keluarga Islam 2022 (NIM: 33010220057)

Senat Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga Gelar Public Hearing

Salatiga, (06/10/2025)- Senat Mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Salatiga menyelenggarakan acara Public Hearing pada hari Senin, 6 Oktober 2025. Acara ini bertempat di Aula Fakultas Syariah UIN Salatiga, dihadiri oleh para pimpinan Fakultas Syariah antara lain : Dekan Fakultas Syariah, Wadek 1, Wadek 2, Wadek 3, Kajur, Sekjur, Kaprodi HKI, Kaprodi HTN, Kaprodi HES, beserta jajarannya. Kegiatan tersebut diadakan sebagai wadah aspirasi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, kritik, dan masukan seputar kondisi fakultas agar tercipta lingkungan akademik yang semakin baik dan inklusif.

Ketua Panitia, Salman Alfarizi menyampaikan Public Hearing bukan hanya menjadi forum penyampaian pendapat, tetapi juga merupakan langkah awal dalam membangun kolaborasi yang produktif antara mahasiswa dan pengelola fakultas. Ia menekankan pentingnya dialog terbuka yang menghantarkan pada solusi bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan lingkungan akademik.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran seluruh pimpinan fakultas yang sudah berkenan meluangkan waktu di tengah kesibukan untuk berdialog dan mendengarkan aspirasi mahasiswa. Ini adalah bukti nyata bahwa Fakultas Syari’ah benar-benar membuka ruang komunikasi dua arah antara dosen dan mahasiswa”, jelasnya.

Sukron Ma’mun, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, mengingatkan bahwa Public Hearing harus dilihat sebagai evaluasi kampus sekaligus evaluasi diri secara pribadi. Menurutnya, aspirasi dan kritik sebaiknya disampaikan dengan terbuka dan berani, bukan dibicarakan di belakang, agar dapat menghasilkan diskusi yang jujur, transparan, dan konstruktif untuk kemajuan bersama. Menutup sambutannya dia menyampaikan pantun.

“Pergi kedanau memancing ikan

Dapet sekeranjang dimakan bersama

Jika ada hal-hal yang perlu diungkapkan

Mohon disampaikan semua”, disambut tepuk hadirin.

Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si., selaku Dekan Fakultas Syariah, menyampaikan bahwa forum ini menjadi introspeksi agar Fakultas Syariah semakin maju dan sukses. Ia menginformasikan adanya penyesuaian shift satpam dengan jam operasional yang baru, serta rapat fakultas yang biasanya diselenggarakan setiap Senin pagi. Public Hearing sengaja dijadwalkan pada hari tersebut agar tidak mengganggu jam kuliah maupun sidang mahasiswa. Prof. Ilya juga menuturkan persiapan penting fakultas terkait assessment lapangan untuk HKI, HES, dan HTN.

“Kita sedang mempersiapkan Akreditasi Program Studi HKI dan HTN. Mohon disisipkan tiap doa kalian semoga bisa unggul dan Fakultas syariah ini bisa maju dan sukses dan bermanfaat”, pesannya.

Sebelum acara dimulai, semua peserta diajak membuka kegiatan dengan membaca surah Al-Fatihah sebagai doa agar acara berjalan lancar dan bermanfaat.

Kemudian berlanjut sesi paparan hasil serap aspirasi mahasiswa dipandu oleh Aditya Januar Putra Pamungkas selaku moderator. Ketua Senat Zahra Agustina menyampaikan rekapan suara Aspirasi Mahasiswa meliputi Dimensi Sarana Prasarana, Pelayanan Akademik, dan Pendidikan yang kemudian ditanggapi oleh civitas akademik yang bersangkutan. Selama sesi tanya jawab, peserta diberikan kesempatan menyampaikan ide dan masukan secara langsung.

Kontributor : Arif Maulana Yusuf (Mahasiswa Hukum Tata Negara 2023)