FDS UIN Salatiga dan Fatawa UIN RMS Surakarta Gelar Studi Banding

Salatiga, 23 September 2025– Kegiatan Studi Banding antara Badan Semi Otonom Mahasiswa (BSOM) Forum Diskusi Santri (FDS) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Salatiga dengan Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Forum Mufti Mahasiswa (Fatawa) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta telah dilaksanakan dengan baik. Bertempat di Aula Mini Teater Gedung DPRD Kota Salatiga, kegiatan ini diikuti oleh 26 peserta dari seluruh anggota BSOM FDS dan 10 peserta perwakilan dari 38 anggota KSM Fatawa. Studi Banding kali ini mengusung tema “Membangun Hubungan Kolaboratif, Menguatkan Komunikasi, dan Mempererat Silaturahmi Guna Meningkatkan Kinerja Organisasi”.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Pembina BSOM FDS Fakultas Syariah UIN Salatiga Erkham Maskuri, Lc., M.S.I. menyampaikan bahwa melalui kegiatan Studi Banding antara BSOM FDS dengan KSM Fatawa, diharapkan antar divisi bisa saling betukar informasi sehingga memunculkan pemikiran dan ide baru untuk memajukan organisasi baik BSOM FDS maupun KSM Fatawa. Beliau juga menceritakan sejarah BSOM FDS dimana dari tahun 2019 sampai tahun 2022 dikatakan mati suri karena lockdown masa Covid-19.

BSOM FDS kemudian mulai hidup kembali di masa periode tahun 2025. Dalam satu tahun ini mengalami perkembangan yang luar biasa.

“Seringkali kegiatan itu terdokumentasikan dengan baik. Ada beritanya. Ada dokumenternya yang di upload di Facebook, Youtube, Tiktok, dan Instagram”, ujarnya.

Beliau bukan hanya menyampaikan sejarah BSOM FDS, melaikan juga menyampaikan keaktifan anggota dalam mengikuti perlombaan.

“Seringkali teman-teman FDS itu mengikuti  perlombaan diluar wilayah UIN (Salatiga) ditingkat Jawa Tengah maupun Nasional dan Alhamdulillah sudah beberapa kali menjuarainya”, tambahnya.

Ketua Panitia Muhammad Khoiruddin Nur Kholiq menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan Studi Banding ini. “Acara ini bertujuan untuk menyambung tali silaturahmi Forum Diskusi Santri UIN Salatiga dengan KSM Fatawa UIN Raden Mas Said Surakarta. Acara ini bukan hanya menjadi ajang ceremonial saja, tetapi juga membawa manfaat dan kesan yang mendalam bagi kita semua”, tuturnya.

Ketua BSOM FDS Novia Khoirun Nisa mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ajang bertukar pikiran, wawasan dan pengalaman untuk meningkatkan program kerja, baik BSOM FDS maupun KSM Fatawa. Ia menginginkan Kegiatan Studi Banding seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan, karena selain mempererat silaturahmi juga mampu menumbuhkan semangat baru dalam menghidupkan tradisi intelektual di kalangan mahasiswa. “Semoga setelah pertemuan ini, baik FDS maupun KSM Fatawa semakin solid, berkembang, dan konsisten dalam memberikan kontribusi positif bagi dunia akademik Islam”, harapnya.

Ketua KSM Fatawa Muhammad Prayogi memberikan sambuatan singkatnya. “Semoga acara ini bermanfaat untuk kita semua, bagi Nusa dan Bangsa” tutupnya.

Acara diisi dengan saling memaparkan organisasi masing-masing yang kemudian dilanjut dengan diskusi bersama. Struktur BSOM FDS ada Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, Divisi Kajian dan Diskusi dengan Proker Kajian Kitab, Seminar, dan Bahtsul Masail, Divisi Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa dengan Proker Pelatihan Bahasa Arab, Pelatihan Membaca Kitab, mencari informasi perlombaan serta mendelegasikan dan membimbing lomba, Divisi Advokasi dan Sosia dengan Proker Bakti Sosial,  Studi Banding, dan Relawan BTQ, dan Divisi Media dan Informasi dengan Proker Dokumentasi, pamflet, Pembuatan Logo, dan Mengelola akun medsos.

Sedangkan susunan kepengurusan KSM Fatawa terdiri dari Ketua Umum, sekretaris, Bendahara, Departemen Fatwa dengan Proker Buletin, Seminar Fatwa, dan Bedah Fatwa, Departemen Debat Hukum Islam dan Keilmuan dengan Proker Pelatihan penulisan pegon, Ngaji kitab, Diklat Fatawa, Quotes Ushul Fiqih dan Mahfudzot, dan Departemen Medinfo dengan Proker Pamflet, Dokumentasi, dan Publikasi.

Kontributor: Ilma Yuni Fatichia (Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Angkatan 2022)

Mahasiswa Fasya Berhasil Kembangkan Website SIMADES untuk Desa Ketanggi

Selasa, (26 Agustus 2025) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, 9 mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Setanggi yakni Zamhuri Maknawi, Aulia Rachma, Danu Hermantyo, Riska Dini Al Nandalucia, Tutut Safitri, Muhammad Azka Rosada, dan Adi Tri Febrianto dari Prodi Hukum Tata Negara serta Degga Arum, Nabila Khusnul dari Prodi Hukum Keluarga Islam berhasil menciptakan sebuah terobosan yang membawa angin segar bagi masyarakat Desa Ketanggi. Mereka sukses mengembangkan sebuah website desa bernama SIMADES (Sistem Informasi Desa) yang berfungsi sebagai pusat informasi dan layanan digital bagi warga.
Pembuatan website ini berawal dari ide sederhana para mahasiswa KKN yang melihat masih terbatasnya akses informasi di lingkungan masyarakat pedesaan. Selama menjalankan program KKN, para mahasiswa menemukan bahwa banyak warga yang masih kesulitan memperoleh informasi terkait pelayanan administrasi desa, pengumuman kegiatan, hingga berita-berita terbaru. Dari sinilah muncul gagasan untuk menghadirkan sistem informasi berbasis website yang mudah diakses oleh siapa saja.
Dengan modal kemampuan otodidak, para mahasiswa mulai merancang konsep dasar SIMADES. Dalam waktu kurang dari satu minggu, mereka berhasil menyelesaikan website tersebut, meskipun harus melalui proses panjang yang penuh tantangan. Tahapan pengerjaan dimulai dari pembuatan prototype, kemudian dilanjutkan dengan proses coding, penyambungan link antar halaman, hingga tahap akhir yaitu finishing dan pengujian sistem.
Selama proses tersebut, berbagai kendala teknis sempat muncul, terutama pada bagian pengkodean dan tampilan antarmuka. Namun semangat kerja sama tim serta keinginan kuat untuk memberikan kontribusi nyata kepada desa membuat mereka tidak mudah menyerah. Mereka terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan hingga akhirnya website dapat berjalan dengan baik dan siap digunakan.
“Membangun website ini bukan perkara mudah. Banyak penyesuaian yang harus dilakukan agar sesuai dengan prototype awal. Namun kami bersyukur, berkat kerja keras teman-teman, akhirnya SIMADES bisa selesai tepat waktu,” ujar Zamhuri Maknawi, Koordinator Desa dari kelompok KKN UIN Salatiga.
Zamhuri juga menambahkan bahwa kehadiran website SIMADES diharapkan mampu mendukung digitalisasi pelayanan publik di Desa Ketanggi. Melalui platform ini, masyarakat bisa mengakses berbagai informasi penting seperti data administrasi, berita desa, agenda kegiatan, hingga informasi bantuan sosial secara online tanpa perlu datang langsung ke kantor desa.
Sementara itu, pihak pemerintah desa menyambut positif inovasi yang dihadirkan mahasiswa tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras mahasiswa KKN UIN Salatiga. Pembuatan website ini sangat membantu kami dalam mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah desa menuju tata kelola yang lebih transparan dan modern,” tutur Ariyanto, S.H.I, selaku Sekretaris Desa Ketanggi.
Ariyanto menambahkan, dengan adanya SIMADES, perangkat desa kini memiliki sarana baru untuk menyampaikan informasi secara lebih cepat dan akurat. Hal ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan desa melalui kanal komunikasi digital yang tersedia.
Kini, website SIMADES telah resmi diluncurkan dan dapat diakses melalui mesin pencarian Google. Warga desa pun sudah mulai memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia, seperti layanan administrasi online, berita desa terkini, serta informasi seputar kegiatan masyarakat.
Melalui keberhasilan ini, mahasiswa KKN UIN Salatiga tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik dan teknis mereka, tetapi juga membuktikan bahwa kontribusi nyata terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui semangat inovasi dan kepedulian sosial.
Dengan adanya SIMADES, Desa Ketanggi kini semakin siap melangkah menuju era digitalisasi pemerintahan desa, di mana keterbukaan informasi dan kemudahan akses layanan menjadi kunci utama kemajuan masyarakat.

Kontributor: Zamhuri Maknawi

Penutupan PBAK Fakultas Syariah, Mahasiswa Baru Siap Kuliah

Salatiga, (22/08/2025)- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Syariah resmi ditutup pada Jumat, 22 Agustus 2025. Penutupan dilakukan seremonial oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, Ph.D.

Dekan Fakultas Syariah menyatakan bahwa PBAK tersebut diharapkan menjadi pintu mengenal kultur akademik kampus dan bagaimana menjalaninya dengan baik.

“Setelah ini kalian resmi akan melakukan perkuliahan, ikuti budaya akademik yang ada. Rajin dan giat belajar agar sukses menyertai kalian semua. Jangan terkecoh dengan banyak hal yang akan merugikan proses belajar di kampus. Kalian sekarang sudah bukan siswa lagi yang diatur guru, tetapi kalian adalah mahasiswa yang mengatur diri kalian sendiri”, ujar Prof. Ilyya.

Sebelum penutupan secara resmi, PBAK hari kedua dimulai dengan penampilan Hadroh dari Mahasiswa Fakultas Syariah. Dilanjut pemaparan materi dari conten creator sekaligus speaker, Dr. Hendi Pratama, S.Pd., M.A. tentang Sosial, Hukum, Politik, dan Moderasi Beragam.

Setelah itu Perkenalan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) yang terdiri dari Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES).

Kemudian Perkenalan dari Badan Semi Otonom Mahasiswa (BSOM), antara lain ada Lembaga Kajian Hukum (LKH), Forum Diskusi Santri (FGD), dan  Moot Court Community (MCC) serta Media Center Fakultas (MCF’s). Tak ketinggalan dari Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) melakukan pengenalan sekaligus sosialisasi mengenai pencegahan pelecehan seksual dalam kampus.

Penutupan ini juga diikuti serangkaian seremonial pemberian hadiah lomba-lomba yang diselenggarakan selama PBAK berlangsung, ada jenis kategori lomba, Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK), dan Yel-yel,

Ketua panitia PBAK, Reza Umabara menyatakan lega telah terselenggaranya kegiatan tersebut, meskipun ada sedikit kendala. “Alhamdulillah hari terakhir ini tidak ada yang sakit, meski pun pada hari pertama ada yang sakit, karena mungkin kecapeean. Semoga yang sakit lekas sehat kembali”, ujarnya dalam sambutan.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, Ph.D menyatakan senang PBAK bisa berjalan dengan baik. Dia berharap bahwa PBAK ini dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi mahasiswa baru dan melewati fase awal memasuki perkuliahan dengan baik.

Kontributor: Ilma Yuni Fatichia (Mahasiswa HKI Angkatan 2022).

Content Creator Hendi Pratama Sapa Mahasiswa Baru Fakultas Syariah UIN Salatiga

Salatiga, (22/08/2025)- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Syariah UIN Salatiga hari kedua tepatnya Jumat, 22 Agustus 2025 bertempat di halaman Ma’had Al-Jami’ah Putra UIN Salatiga telah mendatangkan conten creator Dr. Hendi Pratama, S.Pd., M.A. Beliau adalah speaker, trainer, dosen, dan coach tranformasi pendidikan.

Hendi menyampaikan materi dengan tema ”Menavigasi Tantangan Masa Depan: Sosial, Hukum, Politik, dan Moderasi Beragama” yang dihadiri oleh 289 mahasiswa baru Fakultas Syariah. Jumlah tersebut terdiri dari 113 mahasiswa baru program studi Hukum Keluarga Islam (HKI), 93 dari program studi Hukum Tata Negara (HTN), dan 83 dari program studi Hukum Ekonomi Syariah.

Beliau menjelaskan tanpa Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mungkin tidak akan pernah ada. Pancasila berhasil mempersatukan kerajaan dan kesultanan secara sukarela untuk bergabung dengan NKRI, di antaranya ada Kesultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Kesultanan Ternate, Kesultanna Tidore, Kerajaan Aceh, Kesultanan Pontianak, Kerajaan Klungkung (Bali), Kesultanan Riau-Lingga, Kerajaan-kerajaan Dayak (Kalimantan), Kesultanan Bone (Sulawesi Selatan), Kesultanan Buton (Sulawesi Tenggara), Kerajaan Gowa (Sulawesi Selatan), Kesultanan Bima (Nusa Tenggara Barat), Kesultanan Sambas, Kesultanan Banjar (Kalimantan Selatan), dan Kesultanan Palembang Darussalam.

Selain itu, setiap sila dalam Pancasila memiliki makna yang luar biasa. “Sila pertama mencakup Tuhan kita dan Tuhan warga yang lain dengan tidak memaksakan agama kepada orang lain dan menyadari interaksi serta batasan interaksi antara hukum agama dan hukum negara” tuturnya.

Sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab artinya pemimpin adil dengan rakyatnya, juga rakyat harus adil kepada sesama dan adil kepada negara misalnya dengan rajin membayar pajak. Makna beradab contoh sederhannya belajar mengantri, berlalu lintas yang baik, dan menjaga postingan atau komentar di sosial media.

Kemudian menyadari makna dari sila ketiga yakni Persatuan Indonesia, bahwasanya Indonesia itu luas dan beragam. Ia terdiri dari suku, wilayah, dan kebiasaan masing-masing.

“Implementasinya bisa dengan memperluas pergaulan, travelling, bersahabat dengan suku lain, dan mengajar di daerah tertinggal” imbuhnya.

Sila keempat dalam kehidupan nyata misalnya berpartisipasi dalam pemilu, tidak ikut menyebarkan hoaks politik, tidak terbawa suasana negatif dari demokrasi, dan menyadari bahwa dalam demokrasi terdapat persaingan sehat. “Kualitas demokrasi bergantung pada kualitas warga negaranya dan orang yang merasa politik terlalu kotor untuknya, akan menjadi korban politik” jelasnya.

Terakhir, sila kelima berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tentang keadilan yang bukan berarti membagi rata. Keadilan adalah membagi sesuai kebutuhan, seperti beasiswa bidik misi yang hanya diperuntukkan bagi yang membutuhkan dan mengafirmasi untuk legislator perempuan.

“Hidup di sebuah negara yang kepastian hukumnya kurang bisa membuat hidup deg-degan. Kuncinya harus punya prinsip, kalau mau bergerak di bidang hukum harus punya prinsip, itulah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lain” ujarnya.

Kontributor: Ilma Yuni Fatichia (Mahasiswa Hukum Keluarga Islam 2022)

Sharia Student Awards 2025, Ajang Apresiasi Mahasiswa Berprestasi Fakultas Syariah UIN Salatiga

Salatiga, (21/08/2025)- Fakultas Syariah UIN Salatiga menggelar ajang Sharia Student Awards 2025, tepat tanggal 21 Agustus 2025 sebuah penghargaan tahunan yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Acara ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik melalui capaian akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, maupun prestasi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
 
Sukron Ma’mun, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, menyampaikan bahwa penghargaan ini dimaksudkan sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras mahasiswa.
 


“Sharia Student Awards ini kami hadirkan sebagai apresiasi atas usaha dan kerja keras mahasiswa dalam mengembangkan diri. Harapannya, penghargaan ini menjadi pemacu semangat agar seluruh mahasiswa Fakultas Syariah berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Ke depan, kegiatan ini akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun,” ujarnya.
 
Ajang Sharia Student Awards 2025 ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga bagian dari upaya Fakultas Syariah UIN Salatiga untuk melahirkan mahasiswa yang unggul dan berdaya saing global.
 
Daftar Pemenang Sharia Student Awards 2025
1. Kategori Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)
Juara 1: Sakina Kemala Az-Zahra (HTN)
Juara 2: Latifa Elma Cahyaningrum (HTN)
Juara 3: Rindu Shalsabila Putie (HTN)
2. Kategori IPK Tertinggi
A. Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI)
2022: Reza Umbara Pratama (3,79)
2023: Muhammad Ahsan Taufiqi (3,95)
2024: Intan Nuri Mardiani (3,95)
B. Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES)
2022: Hidayatul Nafiah dan Choerul Huda (3,85)
2023: Annisa Dinti Papita (3,95)
2024: Haykal Faiz Saputra (3,97)
C. Prodi Hukum Tata Negara (HTN)
2022: Ragil Galih Saputro dan Nderek Beliau (3,92)
2023: Anggun Pradani (3,95)
2024: Indi Gatari (3,92)
3. Kategori Juara Perlombaan (Internasional, Nasional, dan Lokal)
Juara 1: Ni’matul Aliyah (HTN 2022)
Juara 2: Zamhuri Maknawi (HTN 2022)
Juara 3: Ibnu Achsinul Umam (HKI 2023) dan Ragil Galih Saputro (HTN 2022)
4. Kategori Publikasi Buku dan Artikel Jurnal
Publikasi Buku (Lokal): Latifa Elma Cahyaningrum (HTN)
Publikasi Artikel Jurnal (Internasional): Zahra Agustina dan Majda Prawira Negara
5. Kategori Riset
Zamhuri Maknawi (HTN)
 


Penerima penghargaan Sharia Student Awards merasa senang, Intan salah satu penerima bertutur “Awalnya aku mengikuti ajang Sharia Awards ini hanya sekedar mencoba tanpa ekspektasi besar, tidak terpikir sama sekali akan bisa sampai mendapat penghargaan di bidang IPK tertinggi di angkatanku dalam lingkup prodi”
Intan belajar bahwa tidak ada usaha yang sia-sia, “kadang kita ragu untuk mencoba karena takut gagal, padahal dengan berani melangkah akan mendatangkan kesempatan baik tanpa terduga. Jadi, jangan pernah meremehkan potensi diri sendiri meski sekecil apapun itu”, pesannya.
 
“Harapan saya, Sharia Awards dapat dijadikan sebagai acara rutinan, hal ini bertujuan untuk mengapresiasi terhadap mahasiswa yang telah berprestasi baik akademik atau non akademik” harapan Zamhuri, penerima penghargaan.
 
Kontributor: Ilma Yuni Fatichia (Mahasiswa HKI 2022).

Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga Sampaikan Ceramah Ilmiah Moderasi Beragama pada Pembukaan PBAK 2025

Salatiga, (21/08/2025)– Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah UIN Salatiga resmi menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Syariah 2025, Kamis (21/08/2025) pagi di halaman Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus sekaligus pembekalan awal bagi mahasiswa baru Fakultas Syariah.

PBAK tahun ini mengusung tema “Transfer of Character and Diversity: Mencetak Mahasiswa Hukum yang Moderat, Berintegritas, Berkarya, dan Bernalar Intelektual di Era Revolusi Industri 5.0.”

Acara dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Ilyya Muhsin, M.Si, tepat pukul 09.30 WIB. Sebelum membuka kegiatan, Prof. Ilyya menyampaikan ceramah ilmiah yang berfokus pada pentingnya moderasi beragama bagi mahasiswa hukum.

Untuk membangkitkan semangat, Prof. Ilyya mengajak mahasiswa baru menyuarakan yel-yel Fakultas Syariah. “Fakultas Syariah!” serunya. Mahasiswa pun serentak menjawab, “Keren bermartabat!” Suasana pun penuh antusias dan semangat kebersamaan.

Dalam ceramahnya, Prof. Ilyya menekankan bahwa mahasiswa hukum harus memiliki sikap moderat, yakni keseimbangan dalam menjalani kehidupan serta kemampuan bertoleransi terhadap perbedaan. Ia menyebutkan empat indikator sikap moderat yang perlu dimiliki mahasiswa.

“Indikator sikap moderat antara lain komitmen kebangsaan, toleransi terhadap perbedaan, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Ilyya menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan bagian dari visi Fakultas Syariah.

“Ada ancaman serius terhadap keutuhan bangsa. Karena itu, Fakultas Syariah memiliki visi menjadi fakultas unggulan dalam moderasi Islam, kepeloporan ilmu syariah dan ilmu hukum, yang adaptif terhadap teknologi demi keluhuran martabat kemanusiaan tahun 2045,” tegasnya.

Menutup ceramah ilmiahnya, Prof. Ilyya memberikan pesan motivasi berupa kunci sukses dalam menempuh studi di Fakultas Syariah.

“Kunci sukses belajar di Fakultas Syariah adalah belajar sungguh-sungguh di kelas, mengerjakan tugas tepat waktu, belajar mandiri, aktif berorganisasi, berbakti kepada orang tua, dan berbakti kepada sesama,” pesannya.

Ceramah ilmiah tersebut menjadi penanda resmi dibukanya PBAK Fakultas Syariah 2025.

Kontributor: Muhammad Nur Fadlan (Mahasiswa HTN angkatan 2023)

Pertahankan Kesenian Nasional, PBAK Fakultas Syariah Tampilkan Tari Angguk Angglang

Salatiga, (21/08/2025)- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga Tahun 2025 tampilkan tari angguk angglang. Penampilan tari tersebut merupakan bagian dari rangkain acara pembukaan hari pertama PBAK Fakultas Syariah sekaligus menyambut para tamu undangan.

Tari angguk angglang berhasil ditampilkan oleh tiga anggota sangar tari dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Getar UIN Salatiga. Secara filosofis tarian tersebut memiliki makna ungkapan rasa bersyukur dengan cara mengangguk-anggukan kepala. Jika dikorelasikan, tarian tersebut sesuai dengan acara PBAK yang telah resmi dibuka tanpa ada suatu halangan apapun.

“Tadi saya sempat deg-degan sebelum tampil, tapi sekarang sudah lega telah berhasil membawakan tarian angguk angglang diacara PBAK Fakultas Syariah”, ungkap afi salah satu tim tari. “Harapan saya berbagai tarian dapat dikembangkan dan ditampilkan diacara-acara lain  teruntuk bagi sanggar getar selaku unit kegiatan mahasiswa dapat berkontribusi”, tambah afi sembari tersenyum.

Setiap kesenian tari tentu memiliki arti tersendiri, untuk itu kita sebagai generasi muda sudah selayaknya untuk melestarikan dan mempertahankannya. Penampilan tari angguk angglang diacara PBAK Fakultas Syariah ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.

Kontribusi: Zamhuri Maknawi (Mahasiswa Hukum Tata Negara 2022)

Fakultas Syariah Lepas Alumni dengan Pembekalan Kuliah di Luar Negeri

Salatiga, (28 Juli 2025)- Fakultas Syariah UIN Salatiga menggelar acara pelepasan wisuda pada 28 Juli 2025, yang bertempat di Aula Kampus 2. Acara tersebut diikuti oleh 130 mahasiswa dari tiga program studi, yakni Hukum Keluarga Islam (HKI) sebanyak 53 orang, Hukum Tata Negara (HTN) 46 orang, dan Hukum Ekonomi Syariah (HES) 31 orang.

Tidak sekadar seremoni pelepasan, kegiatan ini juga diisi dengan pembekalan alumni bertema “Meraih Asa Kuliah di Luar Negeri”, menghadirkan dua narasumber yang saat ini sedang menempuh pendidikan pascasarjana di luar negeri. Mereka adalah Mihmidati Hilmia, mahasiswa program S2 Health Psychology di Victoria University of Wellington, New Zealand, serta Ir. Harun Ismail, M.T., kandidat doktor di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan.

Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembekalan ini bagi para lulusan baru. Menurutnya, kuliah di luar negeri dapat memberikan pengalaman akademik dan kultural yang berharga serta memperluas wawasan para alumni.

“Materi hari ini sangat penting, apalagi disampaikan langsung oleh mereka yang berpengalaman, yakni Mbak Mihmidati Hilmia dan Mas Harun Ismail. Keduanya tengah menempuh studi di luar negeri dan dapat berbagi pengalaman berharga kepada Anda semua. Terima kasih Mbak Hilmi dan Mas Harun atas kesediaannya berbagi,” ujar Prof. Ilyya.

Kegiatan ini dipandu oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Sukron Ma’mun,Ph.D yang juga merupakan alumni Western Sydney University, Australia. Ia menjelaskan bahwa pemilihan narasumber dari New Zealand dan Taiwan bertujuan agar mahasiswa memperoleh gambaran yang beragam mengenai pengalaman studi di negara-negara Asia maupun kawasan dengan kultur Barat.

Dalam paparannya, Mihmidati Hilmia menyampaikan bahwa kuliah di luar negeri merupakan kesempatan emas untuk menimba ilmu dan membangun jejaring internasional. Ia menambahkan bahwa interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara serta dosen-dosen berkelas dunia memperkaya pemahaman dan sudut pandang akademik.

Ia juga berbagi pengalaman tentang proses panjang yang dilaluinya, mulai dari pendaftaran hingga masa awal perkuliahan. Menariknya, sebelum resmi kuliah di New Zealand, ia sempat tinggal di Sydney, Australia, dan bahkan mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji dari Australia tanpa harus melalui proses antre panjang sebagaimana di Tanah Air.

Mahasiswa Fakultas Syari’ah Go Internasional

Singapura & Malaysia, 21–22 Juli 2025 – M Rizki Pirmansah, Mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga mengikuti kegiatan Internasional Youth Connection ke Singapura, Malaysia, dan Thailand selama Enam hari, mulai dari tanggal 21 – 26 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan wawasan global melalui kunjungan edukatif dan eksplorasi budaya di negara tetangga.

Hari pertama, Senin (21/7), rombongan berangkat dari Terminal 2F Soekarno Hatta menuju Bandara Changi, Singapura. Setibanya di sana, peserta mengunjungi Jewel Changi, sebuah ikon bandara bertaraf internasional yang menampilkan inovasi dan teknologi.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan akademik ke National University of Singapore (NUS), salah satu universitas terbaik di Asia dan dunia. Dalam kunjungan ini, mahasiswa mendapatkan paparan mengenai sistem pendidikan tinggi berbasis riset, inovasi teknologi dalam pembelajaran, serta budaya akademik internasional yang diterapkan di NUS.

Diskusi dan observasi ini membuka wawasan baru, khususnya bagi UIN Salatiga dalam mengembangkan kualitas pendidikan, memperkuat kolaborasi internasional, dan membangun atmosfer kampus yang unggul secara global. Diharapkan, kunjungan ini menjadi awal terbukanya peluang kerja sama antar institusi dalam bidang pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, dan peningkatan mutu akademik.

Di sore hari, mahasiswa diajak city tour mengunjungi Merlion Park dan Universal Studios Singapore (USS) sebagai bagian dari pengenalan budaya, kreativitas industri pariwisata, dan tata kelola kota modern Singapura yang tertib dan berorientasi teknologi.

Pada malam hari, rombongan bertolak menuju Kuala Lumpur, Malaysia untuk melanjutkan kegiatan hari kedua. Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Dataran Merdeka, tempat bersejarah yang menjadi simbol kemerdekaan dan nasionalisme rakyat Malaysia. Kemudian, peserta melaksanakan kunjungan akademik ke University of Malaya (UM), universitas tertua dan terbaik di Malaysia. Dalam kunjungan ini, mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai sistem pendidikan tinggi Malaysia, pengelolaan riset, serta strategi pengembangan kampus berbasis internasionalisasi. Kegiatan ini memberikan inspirasi dan menjadi bahan refleksi bagi pengembangan mutu pendidikan di lingkungan UIN Salatiga ke arah yang lebih kompetitif secara global.

Setelah makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan city tour ke destinasi wisata populer seperti Twin Tower, Batu Caves, Coklat Kingdom, serta pusat produk lokal Malaysia. Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen rekreasi, tetapi juga memberikan pemahaman langsung mengenai keberagaman budaya, toleransi beragama, dan kekuatan ekonomi kreatif di Malaysia.

Di Batu Caves, peserta melihat harmoni antara nilai spiritual dan destinasi wisata religi yang terbuka bagi semua kalangan. Di Twin Tower (Petronas), peserta menyaksikan simbol kemajuan teknologi dan arsitektur modern Malaysia, yang menjadi ikon global. Sementara itu, kunjungan ke Coklat Kingdom dan pusat produk lokal memberikan inspirasi tentang potensi pengembangan UMKM, pariwisata halal, dan produk kreatif berbasis lokal yang bernilai ekspor.

Melalui city tour ini, peserta diajak untuk mengembangkan sudut pandang global yang tetap berpijak pada kearifan lokal, serta menumbuhkan semangat membangun peradaban yang maju dan berbudaya.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari peserta. Mereka mengaku sangat antusias karena mendapatkan banyak pengalaman baru, mulai dari aspek akademik, budaya, hingga manajemen perjalanan internasional.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar jalan-jalan, tapi juga membuka cakrawala berpikir kami sebagai mahasiswa untuk lebih siap menghadapi persaingan global,” ujar Rizki.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu menjadi generasi yang berwawasan luas, berpikiran terbuka, serta siap membawa perubahan di masa depan dengan semangat internasionalisme dan kolaborasi lintas budaya.

Peningkatan Kualitas Riset Mahasiswa HES: UIN Salatiga dan UIN Sunan Kalijaga Perkuat Kolaborasi Akademik

Yogyakarta, (16/06/2025) – Kolaborasi antar perguruan tinggi kembali diperkuat dalam semangat peningkatan mutu akademik. Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu yang menghadirkan narasumber dari UIN Salatiga, Senin (16/6), bertempat di Ruang Technoclass FSH UIN Suka.

Mengusung tema “Peningkatan Kualitas Riset dan Publikasi Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah”, kegiatan ini menjadi bagian penting dari implementasi kerja sama antar perguruan tinggi berbasis penguatan akademik, riset, dan publikasi ilmiah.

Acara dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Prodi HES UIN Sunan Kalijaga, Ibu Annisa Dian Arini, M.H., yang menegaskan urgensi kegiatan ini bagi mahasiswa. “Kegiatan ini bukan hanya bagian dari agenda akademik, tetapi juga merupakan bekal penting untuk masa depan kalian. Ikuti dengan serius, karena dari sinilah kualitas riset kalian akan bertumbuh,” tegasnya dalam sambutan pembukaan.

Sebelumnya, kegiatan diawali dengan sesi pembekalan magang yang disampaikan oleh Bapak A. Hashfi Luthfi, M.H., Kaprodi HES FSH UIN Sunan Kalijaga. Beliau menekankan pentingnya pengalaman lapangan dan penguatan kapasitas penelitian mahasiswa selama masa studi.

Puncak acara menghadirkan Endang Sriani, S.HI., M.H., C.M., Kaprodi HES UIN Salatiga sekaligus Managing Editor Jurnal Ijtihad, yang menyampaikan materi utama mengenai metodologi dan tren riset Hukum Ekonomi Syariah kontemporer. Dalam pemaparannya, Endang mengajak mahasiswa untuk mulai meneliti isu-isu mutakhir yang relevan dengan dinamika sosial-ekonomi saat ini.

“Riset Hukum Ekonomi Syariah tak lagi cukup hanya normatif-deskriptif. Kita perlu mengadopsi pendekatan transdisipliner, mengangkat isu-isu seperti fintech syariah, halal value chain, sertifikasi UMKM, dan green economy berbasis maqashid syariah. Dari sanalah karya ilmiah akan hidup dan berdampak,” tutur Endang dalam sesinya yang penuh antusiasme.

Acara ini diikuti oleh lebih dari 150 mahasiswa HES angkatan 2023, yang tampak aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Selain menjadi bekal menyusun tugas akhir, kegiatan ini juga membuka wawasan tentang pentingnya membangun karya ilmiah yang kuat, kontekstual, dan terbit dalam jurnal ilmiah bereputasi.

Dengan adanya kuliah tamu ini, kedua institusi memperkuat sinergi dalam pengembangan akademik dan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi Islam, khususnya di bidang Hukum Ekonomi Syariah yang semakin dinamis dan menantang.