Prolegma SEMA Fakultas Syariah UIN Salatiga Tahun 2025: Masa Sidang Pertama

Salatiga, (08/05/2025)- Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Salatiga menjalankan Program Legislasi Mahasiswa (Prolegma) Tahun sidang 2025 yang bertempat di Aula Lantai 3 Fakultas Syariah. Program SEMA yang dilaksanakan pada Kamis (08/05/2025) dihadiri oleh berbagai elemen organisasi mahasiswa di lingkup Fakultas Syariah, ada Dewan Eksekutif  Mahasiswa (DEMA), tiga Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), yakni Hukum Keluarga Islam (HKI), Hukum Tata Negara (HTN), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES), serta tiga Badan Semi Otonom Mahasiswa (BSOM) mencakup Lembaga Kajian Hukum (LKH), Moot Court Community (MCC), dan Forum Diskusi Santri (FDS).

Masa sidang pertama mengangkat agenda pembahasan terkait Pembicaraan tingkat I mengenai Pembahasan rancangan peraturan daerah Fakultas Syariah tentang Organisasi Mahasiswa dibersamai oleh Nazzuma Ihsanudin Yusuf, S.H., mengundang Mahasiswa Fakultas Syariah untuk berpartisipasi dan mengawal proses legislasi demi terciptanya regulasi yang adil, transparan, dan berdaya guna bagi Fakultas Syariah UIN Salatiga.

 Muhammad Syachfrudin, selaku ketua panitia menjelaskan bahwa Program Legislasi Mahasiswa (Prolegma) adalah Forum pembicaraan dan perancangan peraturan pada tingkat Fakultas yang diprakarsai oleh anggota Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah UIN Salatiga dalam prosesnya melibatkan seluruh anggota SEMA, mewadahi aspirasi Ormawa, juga memperhatikan rekomendasi dan arahan sivitas akademika mulai dari perencanaan, pembahasan, dan pembicaran.

“Kami juga menunggu aspirasi aktif dari seluruh mahasiswa agar kedepannya peraturan-peraturan yang kami buat benar-benar berdasarkan kebutuhan dan kemaslahatan mahasiswa Fakultas Syariah secara umum”, tuturnya.

Muhammad Syachfrudin berharap program ini mampu menelurkan sebuah peraturan yang mampu membawa dampak positif dan berkelanjutan bagi kemajuan Fakultas Syariah.

 “Sekali lagi semoga program ini benar-benar demi kemajuan Fakultas Syariah, maka dari itu silahkan dalam agenda pembicaraan perda ini dapat dimaksimalkan dan dikaji secara mendalam”, pesannya.

Kontributor: Ilma Yuni Fatichia (Mahasiswa Hukum Keluarga Islam angkatan 2022)

Mahasiswa HES Raih Juara 3 Lomba Insya’ Tingkat Nasional di Kediri

Salatiga, (7/5/2025) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Novia Khoirun Nisa, mahasiswi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah sekaligus Ketua Umum Forum Diskusi Santri (FDS) Fakultas Syari’ah, berhasil meraih juara III dalam lomba Insya’ ‘Arabiy (Menulis Esai Bahasa Arab) yang diselenggarakan oleh Markaz Arabiyah dalam rangka Dies Milad ke-7, pada 6 Mei 2025 di Pare, Kediri, Jawa Timur.

Insya’ merupakan ajang menulis esai ilmiah menggunakan bahasa Arab fushah yang menuntut peserta untuk menyampaikan ide dan gagasan secara sistematis dan argumentatif. Lomba ini tidak hanya mengasah keterampilan menulis dan berpikir kritis, tetapi juga mendorong peserta mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman dalam bahasa Arab yang baik dan benar.

Dalam kompetisi ini, Novia menulis esai berjudul “اِسْتِخْدَامُ الذَّكَاءِ الْاِصْطِنَاعِيِّ كَمُسَاعِدٍ فِي التَّعَلُّمِ” (“Pemanfaatan Kecerdasan Buatan sebagai Asisten dalam Pembelajaran”). Esai ini mengangkat pentingnya integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan sebagai inovasi untuk mendukung proses belajar yang lebih efektif dan inklusif. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia. Proses penilaian dilakukan secara ketat oleh dewan juri yang berfokus pada beberapa aspek penting, seperti ketepatan penggunaan bahasa Arab, kekuatan isi, sistematika penulisan, serta ketajaman argumen yang disampaikan.

Beberapa kampus dan institusi ternama turut ambil bagian dalam ajang ini, di antaranya UIN Walisongo Semarang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Markaz Arabiyah Madura, dan tentunya UIN Salatiga, serta banyak peserta lain yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara.
Di tengah persaingan yang sengit, para peserta tetap menunjukkan dedikasi tinggi, semangat belajar, dan kemampuan terbaik dalam berbahasa Arab, menjadikan ajang ini bukan hanya sebagai perlombaan, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi muda pecinta bahasa Arab di Indonesia.

Dalam wawancara singkat seusai menerima penghargaan, Novia mengungkapkan rasa syukur dan harunya bisa membawa pulang juara dalam ajang nasional ini.

“Alhamdulillah, ini benar-benar di luar ekspektasi saya. Saya menulis dengan sepenuh hati, tapi tidak menyangka bisa meraih juara. Lomba ini bukan hanya tentang menang, tapi juga tentang belajar dan menantang diri untuk berpikir dalam bahasa Arab,” ujar Novia dengan senyum haru.

Novia juga berharap bahwa prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman mahasiswa lainnya, khususnya di lingkungan UIN Salatiga, untuk tidak ragu mengejar peluang, mengekspresikan gagasan dalam bahasa asing, dan terus belajar di luar kelas.

“Jangan takut mencoba. Menulis itu latihan kesabaran dan keberanian. InsyaAllah, kalau niatnya baik dan sungguh-sungguh, akan ada hasil yang Allah berikan,” pungkasnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga mampu berkontribusi dalam dunia akademik dan kebahasaan di tingkat nasional. Melalui dukungan Forum Diskusi Santri (FDS) dan civitas akademika yang aktif membina, prestasi seperti ini diharapkan terus lahir dan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani berkarya, berpikir kritis, serta tampil percaya diri membawa nama baik kampus

Kontributor: Muhammad Dliyaul Fajri (NIM: 33030220024, Program Studi: Hukum Tata Negara)

Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) UIN Salatiga Laksanakan KKL di Komisi Yudisial RI

Jakarta,(06/05/2025) – Komisi Yudisial Republik Indonesia (KY RI) menerima kunjungan akademik dari mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Selasa, 6 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan akademik yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa tentang praktik kelembagaan hukum di Indonesia, khususnya dalam pengawasan dan pembinaan etika hakim.

Acara penyambutan berlangsung di aula pertemuan Komisi Yudisial RI di Jakarta. Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Pusat Analisis dan Layanan Informasi KY, Bapak Jumain, S.E., yang sekaligus menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah UIN Salatiga, Dr. Farkhani, S.H.I., S.H., M.H., menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk belajar langsung di lembaga negara yang memiliki peran penting dalam menjaga integritas peradilan Indonesia. Ia menjelaskan bahwa dipilihnya Komisi Yudisial sebagai tujuan KKL memiliki urgensi tersendiri.

“Komisi Yudisial memiliki peran strategis dalam pengawasan etika dan perilaku hakim. Ini sangat relevan dengan pembelajaran mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, yang tidak hanya mempelajari hukum normatif, tetapi juga menekankan pentingnya nilai moral dan etika dalam proses hukum,” ujar Dr. Farkhani.

Sementara itu, Bapak Jumain, S.E. dalam paparannya menjelaskan secara rinci mengenai tugas dan fungsi Komisi Yudisial dalam menciptakan sistem peradilan yang bersih dan berintegritas. Ia menekankan bahwa keberadaan KY merupakan bentuk ikhtiar negara untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi peradilan. Mahasiswa diajak untuk memahami mekanisme pengawasan hakim, peran serta masyarakat dalam pelaporan pelanggaran kode etik, hingga proses seleksi calon hakim agung yang bersih dan profesional.

“Mahasiswa sebagai calon intelektual dan praktisi hukum ke depan, perlu memiliki kesadaran tentang pentingnya integritas dalam hukum. Peran KY bukan hanya mengawasi, tetapi juga mendidik masyarakat hukum agar menjunjung tinggi etika profesi,” tegas Jumain dalam penyampaian materinya.

Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Sesi diskusi interaktif berlangsung hangat, di mana para mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan seputar pelaksanaan pengawasan hakim, kasus-kasus etik, serta peran KY dalam mendorong reformasi peradilan di Indonesia.

Diharapkan melalui penyelenggaraan KKL ini, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas dan aplikatif mengenai lembaga-lembaga hukum di Indonesia, khususnya Komisi Yudisial. Bagi Fakultas Syariah UIN Salatiga, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara dunia akademik dan institusi negara dalam mencetak lulusan yang berintegritas dan kompeten di bidang hukum. Sementara bagi masyarakat, keberadaan generasi muda yang memahami pentingnya etika hukum diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya hukum yang adil, transparan, dan bertanggung jawab di masa mendatang.

Kontributor: AGB

Dokumentasi kegiatan:

Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga Kunjungi OJK RI dalam Rangka KKL 2025

Jakarta,(06/05/2025) – Sebanyak 150mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia pada hari Selasa, 6 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa terkait sistem regulasi dan pengawasan sektor keuangan, khususnya di bidang ekonomi dan perbankan syariah.

Wakil Dekan 1 Bidang Akademik menyampaikan bahwa : KKL sebagai Jembatan Akademik dan Praktik Lapangan

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah, Dr. Farkhani, S.H.I., S.H., M.H., mengucapkan terima kasih kepada OJK atas kesediaannya menerima kunjungan mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa kegiatan KKL bukan hanya kunjungan biasa, melainkan media belajar strategis bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana lembaga negara menjalankan peran vital dalam sektor keuangan nasional.

“Kami berharap mahasiswa mendapatkan perspektif baru dan memperkuat pemahaman mereka akan pentingnya regulasi dalam mendukung ekonomi syariah yang berkeadilan dan berkelanjutan,” terang Dr. Farkhani.

Materi Mendalam: Peran dan Strategi OJK dalam Keuangan Syariah

Kegiatan KKL diterima oleh Bapak Ivan Guru Setiawan dari OJK, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Galih Adhidarma, M.Ec.Dev. dari Departemen Perbankan Syariah.

Dalam paparannya, Galih menjelaskan latar belakang pendirian OJK, peran dan fungsinya, hingga nilai-nilai strategis lembaga. Ia juga menekankan pentingnya penguatan perbankan syariah melalui inovasi kebijakan, integrasi sistem pengawasan, dan literasi keuangan syariah yang masif di tengah masyarakat.

“Saat ini kami fokus mendorong transformasi digital dan penguatan tata kelola industri perbankan syariah agar mampu bersaing di pasar global,” tegas Galih.

Diskusi Interaktif dan Antusiasme Mahasiswa

Sesi diskusi berlangsung dinamis. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar praktik pengawasan bank syariah, mekanisme penyusunan regulasi, hingga tantangan inklusi keuangan syariah di era digital. Kegiatan ini menjadi ajang pertukaran wawasan dan pengalaman yang memperkaya pembelajaran mahasiswa.

Harapan dan Penutup

Melalui KKL ini, mahasiswa mendapatkan gambaran nyata mengenai dunia kerja di sektor regulator keuangan. Fakultas berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini bukan hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat jejaring Fakultas Syariah dengan stakeholder eksternal. Ke depan, kami berharap lahir lulusan-lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi syariah nasional,” pungkas Dr. Farkhani.

Kontributor: Kholifatun Nur Mustofa

Dokumentasi kegiatan:

Bangun Kesadaran Hukum Mahasiswa: Dema Fakultas Syariah Adakan Sekolah Advokasi

Salatiga,(29/04/2025)- Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga selenggarakan sekolah advoksi di aula lantai tiga fakultas syariah. Sebanyak 64 pendaftar dari mahasiswa Hukum Tata Negara, Hukum Keluarga Islam dns Hukum Ekonomi Syariah. Diadakannya sekolah advokasi merupakan bentuk peningkatan kapasitas mahasiswa agar keilmuan yang didapatkan berguna dimasyarakat.

Acara sekolah advoksi ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Sukron Ma’mun, Ph.D., Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, dan Dr. Ali Geno Berutu, MA.Hk.

Sambutan pertama dari ketua ketua Dema Fakultas Syariah M. Abdur Rohman Arif mengatakan bahwa diadakannya sekolah advoksi ini untuk membekali keilmuan mahasiswa fakultas syariah untuk terjun dimasyarakat. “Sebagai agent of change mahasiswa hukum harus punya keahlian dalam bidang advokasi”, begitu tuturnya.

Sambutan yang kedua disampaikan oleh Sukron Ma’mun, Ph.D, beliau mengatakan bahwa sekolah advokasi ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh Dema Fakultas Syariah. “Oleh karena itu, saya menyambut dengan baik terselenggaranya kegiatan ini”, imbuh Wakil Dekan 3 tersebut. Tambah beliau menyampaikan sepatah motivasi dari Abu Daroid yakni:

Innama al-mar’u haditsun ba’dahu, fakun haditsan hasanan liman wa’a. Artinya, sesungguhnya orang akan menjadi cerita setelahnya, maka jadilah cerita yang baik bagi orang yang akan mendengarkannya.

Sambutan terakhir sekaligus membuka acara oleh Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si.,. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa terselenggaranya sekolah advoksi ini merupakan bentuk implementasi Tri dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Di samping itu rencana tindak lanjut dari kegiatan ini harus dilaksanakan dengan serius sehingga dapat direkognisi menjadi Kliah Kerja Nyata (KKN).

Kegiatan sekolah advokasi ini menghadirkan tiga pemateri yang berkompeten dalam bidang advokasi. Pemateri pertama disampaikan oleh Ketua Pusat Tazkia UIN Salatiga Dra. Siti Asdiqoh, M.Si., beliau menyampaikan bahwa setiap mahasiswa hari mempunyai inner harmoni yaitu menerima dirinya sendiri dengan bahagia. Sehingga akan membentuk pribadi yang mempunyai mental yang tangguh.

Pemateri kedua disampaikan oleh Ketua Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) UIN Salatiga M. Yusuf Khummaini, S H.I., M.H., C.M., menyampaikan materi terkait dengan teknik dan konsep penyelesaian sengketa baik litigasi dan non-litigasi. “Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa hukum harus tahu aturan main advokasi untuk menegakkan ketimpangan dan ketidakadilan”, begitu ujarnya.

Pemateri terakhir disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Hammam, M.Pd., Ph.D., menyampaikan bahwa sekolah advokasi ini merupakan peran yang sentral bagi mahasiswa sebagai untuk mempersiapkan masa depan bangsa. Oleh karena itu, melalui sekolah advokasi melalui pengabdian masyarakat adalah cara terbaik untuk memberikan pemanahan kepada masyarakat terhadap hak-haknya untuk dilindungi”, Imbuh Ketua LP2M.

Acara sekolah advoksi ditutup dengan  penyampaian Rencana Tindak Lanjut (RTL) oleh panitia sekaligus foto bersama.

Dokumentasi Kegiatan:

Fakultas Syari’ah UIN  Salatiga Gelar Pelepasan Wisuda Ke-8

Salatiga,(28/04/2025)- Fakultas Syari’ah (Fasya) UIN Salatiga menggelar wisuda sarjana hukum ke-8 pada hari Senin, 28 April 2025 di Aula Lantai tiga Gedung Dekanat Fakultas Syari’ah Kampus 2. Acara tersebut dihadiri oleh Dekan, Wadek III, Kaprodi HKI, HES dan HTN, Kabag TU, serta Dosen dan karyawan di lingkungan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga. Wisudawan terdiri 51 Mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), 51 Mahasiswa dari Program Studi  Hukum Ekonomi Syari’ah, dan 44 Mahasiswa dari Program Studi Hukum Tata Negara.

            Terdapat 3 wisudawan terbaik akademik dan 2 wisudawan terbaik non akademik yang menerima penghargaan untuk kategori wisudawan terbaik, yakni Wisudawan terbaik Program Studi S1 HKI atas nama Atsna Azizah, S.H. dengan IPK 3,88. Kemudian, Yulia Putri Kurnia Dewi, S.H., Wisudawan terbaik Program Studi HES dengan IPK 3,93. Dari Program Studi HTN ada Umi Rofiatun Munawaroh, S.H. dengan IPK 3.92.

            Wisudawan terbaik non Akademik diperoleh Dwi Mey Isnaosa, S.H. yang berhasil menjadi penulis puisi terbaik tingkat nasional dengan judul “Terluka, tapi tak berdarah”. Dilanjut Inge Alfiatus Utami, S.H., berhasil  meraih juara 2 Olimpiade Menulis puisi Tingkat Nasional dan Juara harapan 2 menulis puisi.

            Atsna Azizah, perwakilan wisudawan menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap civitas akademika kampus, seluruh staff dan jajarannya, serta tak lupa ucapan terimakasih kepada orangtua yang sudah berjuang untuk kelulusan wisuda anaknya. “Kami semua datang ke kampus ini dengan cerita dan cita-cita masing-masing. Tapi kita semua pernah merasakan hal dan posisi yang sama. Berjuang dengan tantangan yang ada,” ujarnya. “Hari ini tidak hanya merayakam kelulusan, tapi juga sebuah perpisahan kepada masa yang dulunya ingin kita percepat, tapi suatu saat pasti kita rindukan,” tambahnya.

Dekan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si. mengucapkan selamat serta menghimbau kepada wisudawan untuk terus belajar baik formal, informal, maupun non formal mengingat sekarang sudah banyak beasiswa-beasiswa program pascasarjana. Beliau memberikan semangat melalui pantun, “Jalan-Jalan ke kota Banjar, Pulangnya membeli cinderamata. Jangan pernah berhenti belajar, Sebelum mencapai asa dan cita-cita,” pesannya.

“Jalan-jalan ke kota Pati, Tidak lupa membeli terasi. Sambutan saya cukup disini, jika rindu bisa langsung menghubungi,” tuturnya menutup sambutan.

Kontributor: Ilma Yuni Fatichia (Mahasiswa Hukum Keluarga Islam), NIM: 33010220056

Dokumentasi Kegiatan:

Alumni Fakultas Syariah Dibekali Pemahaman Studi Lanjut

Salatiga, (28/04/2025)- Dalam rangka mempersiapkan lulusan yang unggul dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Civitas Akademika Program Pascasarjana UIN Salatiga mengadakan kegiatan pembekalan bagi wisudawan Fakultas Syariah tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Syariah UIN Salatiga, sesaat setelah acara pelepasan wisudawan.

Kegiatan pembekalan ini bertujuan untuk memberikan informasi, arahan, sekaligus motivasi kepada para wisudawan yang berminat melanjutkan studi ke jenjang magister, khususnya di Program Pascasarjana UIN Salatiga. Tim dari Pascasarjana menyampaikan sejumlah materi penting, antara lain mengenai prosedur pendaftaran, akreditasi program studi, serta informasi mengenai berbagai peluang beasiswa yang tersedia bagi calon mahasiswa baru.

Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB. Dengan pemaparan yang sistematis dan komunikatif, tim Pascasarjana UIN Salatiga memberikan penjelasan secara rinci kepada para peserta. Tidak hanya sebatas penyampaian teknis administratif, pembekalan ini juga bertujuan untuk memotivasi para wisudawan agar tetap melanjutkan perjalanan akademik mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Dalam pemaparannya, Dr. Tri Wahyu Hidayati, M.Ag., selaku Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana, menekankan pentingnya melanjutkan studi di UIN Salatiga. “Penting sekali bagi para wisudawan Fakultas Syariah tahun 2025 untuk melanjutkan studi di UIN Salatiga. Program Studi Hukum Keluarga Islam di Pascasarjana telah meraih akreditasi Unggul, yang tentunya akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi para lulusan dalam menghadapi dunia profesional,” ungkapnya.

Selian Ketua Program Studi HKI Pascasarjana, turut memberikan motivasi dan dorongan untuk studi lanjur, Dr. Maslihatul Umami, selaku Sekretaris Program Studi HKI Pascasarjana.

Selain itu, pembekalan ini juga bertujuan untuk menghindarkan para wisudawan dari kebingungan dalam proses pendaftaran dan pemilihan program studi di jenjang pascasarjana. Dengan informasi yang komprehensif, para peserta diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat terkait kelanjutan studi mereka.

Kegiatan pembekalan ditutup pada pukul 10.30 WIB dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kesuksesan seluruh wisudawan dalam menapaki jenjang pendidikan berikutnya maupun dunia kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Fakultas Syariah, Sukron Ma’mun, Ph.D., menegaskan pentingnya memberikan wawasan tentang studi lanjut kepada para wisudawan. “Pembekalan ini bertujuan untuk membuka peluang karier akademik yang lebih luas sekaligus memperdalam pengetahuan para lulusan. Kami berharap para alumni dapat terus berkontribusi secara intelektual baik di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak alumni Fakultas Syariah UIN Salatiga yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan membawa nama baik almamater di berbagai bidang keilmuan.

Kontributor: Muhammad Nur Fadlan, Mahasiswa Hukum Tata Negara (NIM: 33030230074)

Pemantauan Studi Mahasiswa, Fakultas Syariah Dorong Mahasiswa Segera Menyelesaikan Studinya

Salatiga( 03/03/2025)- Fakultas Syariah UIN Salatiga mengadakan evaluasi dan pemantauan akademik bagi mahasiswa angkatan 2018 dan 2019 di Aula Fakultas Syariah kampus 2. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di fakultas, termasuk Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Farkhani, S.H.I, S.H., M.H., serta para ketua program studi, yaitu Dr. Ali Geno Berutu, MA.Hk (Hukum Keluarga Islam), Endang Sriani, S.HI., M.H. (Hukum Ekonomi Syariah), dan Cholida Hanum, M.H. (Hukum Tatanegara).

Acara ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Syariah untuk memastikan kelancaran studi mahasiswa, khususnya dalam menyelesaikan tugas akhir mereka. Pemantauan ini bertujuan untuk memberikan dukungan akademik dan non-akademik agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya tepat waktu, sambil mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi selama proses perkuliahan.

Beberapa temuan penting muncul dalam pemantauan ini. Dari sisi akademik, banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam menyamakan persepsi terkait tema penelitian dengan dosen pembimbing. Hal ini menjadi tantangan bagi mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir mereka. Selain itu, masalah non-akademik juga turut ditemukan, di mana beberapa mahasiswa dari angkatan 2019 menghadapi kendala finansial yang mengharuskan mereka untuk bekerja guna membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Menanggapi temuan tersebut, pihak fakultas merencanakan beberapa tindak lanjut, antara lain dengan meningkatkan intensitas pembimbingan. Proses pembimbingan yang lebih intensif diharapkan dapat membantu mahasiswa mengatasi kesulitan dalam penelitian dan memastikan mereka mendapat arahan yang jelas. Selain itu, apabila ada kendala dalam pembimbingan, mahasiswa diminta untuk melaporkan langsung kepada ketua program studi. Fakultas juga akan lebih fleksibel dalam menjadwalkan pendaftaran munaqosah agar mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir dengan lebih baik.

Langkah-langkah tersebut diambil untuk mendukung mahasiswa agar dapat melewati berbagai hambatan yang ada dan mencapai kelulusan tepat waktu.

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Hukum Ekonomi Syariah: Evaluasi Visi, Misi, dan Strategi Program Studi di Fakultas Syariah UIN Salatiga

Penulis: Hijri; Editor: Nanang

Evaluasi Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah UIN Salatiga

Salatiga (13/12/2024) – Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengadakan workshop evaluasi visi, misi, tujuan, dan strategi Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES) sebagai bagian dari perencanaan strategis untuk lima tahun ke depan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 12 hingga 14 Desember 2024, bertempat di Hotel Wahid Salatiga, ini bertujuan untuk memastikan Prodi HES dapat terus berkembang sesuai dengan kebutuhan dunia akademik dan profesi di bidang hukum Islam.

Workshop ini dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari dosen, pejabat fakultas, tenaga pendidikan, serta beberapa stakeholder eksternal, termasuk Ketua Pengadilan Agama Kota Salatiga, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Ambarawa, perwakilan Kementerian Agama, Kepala KUA Argomulyo, serta alumni yang memiliki kontribusi dalam bidang hukum dan keagamaan.

Tujuan dari workshop ini adalah untuk mengevaluasi visi, misi, tujuan, dan strategi Prodi HES dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, relevansi kurikulum, dan penguatan hubungan dengan dunia kerja.
Selain itu, workshop ini juga bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis guna mencapai visi dan misi yang lebih selaras dengan perkembangan zaman, serta memperkuat kontribusi Prodi HES terhadap masyarakat dan dunia hukum Islam.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si, mengungkapkan pentingnya evaluasi visi dan misi program studi untuk menjawab tantangan globalisasi dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. “Prodi HES harus dapat mengembangkan kurikulum yang relevan dengan perkembangan hukum Ekonomi Syariah. Workshop ini menjadi langkah strategis bagi kami untuk menyusun rencana yang lebih matang dalam menyongsong masa depan,” ujar Prof. Ilyya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Farkhani, juga menegaskan bahwa setelah alih status IAIN menjadi UIN Salatiga, penting untuk melakukan penyelarasan visi, misi, dan strategi Fakultas Syariah, termasuk Prodi HES, agar sejalan dengan kebijakan UIN Salatiga. “Melalui evaluasi ini, kita berharap dapat memperbaiki dan memperkuat posisi Program Studi HES agar lebih unggul dan relevan,” katanya.

Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Endang Sriani, M.H., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa workshop ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan eksternal. “Kolaborasi dengan pengadilan agama, kementerian agama, dan alumni sangat penting dalam merumuskan kurikulum dan pengembangan kompetensi lulusan yang siap berkontribusi di dunia kerja,” ujarnya.

Para peserta workshop juga diajak untuk memberikan masukan tentang berbagai tantangan yang dihadapi Prodi HES, serta menyusun langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan akademik. Selain itu, workshop ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara fakultas, program studi, dan pihak-pihak terkait dalam mewujudkan tujuan bersama.

Keterlibatan para alumni juga memberikan perspektif berharga dalam menyusun strategi pengembangan Program Studi HES ke depan. Para alumni berbagi pengalaman mereka di dunia kerja dan memberikan saran terkait kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan Program Studi HES untuk dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Fakultas Syariah berharap hasil dari workshop ini akan memberikan gambaran jelas tentang arah dan kebijakan strategis yang akan diambil dalam pengembangan Prodi HES, serta menyusun rencana yang lebih terukur untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Melalui workshop evaluasi visi, misi, tujuan, dan strategi ini, Fakultas Syariah UIN Salatiga semakin mantap dalam menjalankan perannya sebagai institusi pendidikan yang terus berkembang dan beradaptasi dengan tuntutan zaman. Diharapkan, langkah ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan ilmu hukum ekonomi syariah yang berkualitas, relevan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Membangun Kolaborasi dan Memperkuat Jaringan Akademik: Benchmarking Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga ke Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta

Penulis: Aris Afifudin, Editor: Hijri

Jakarta, 26 November 2024 — Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga baru-baru ini melakukan kunjungan ke Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar perguruan tinggi, membuka peluang kerjasama akademik, serta memperkuat jaringan antar mahasiswa di bidang hukum.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, 27 November 2024, ini dihadiri oleh perwakilan Ormawa UIN Salatiga, termasuk beberapa Ketua Ormawa dan sekretaris dari setiap HMPS. Mereka disambut hangat oleh Ketua BEM Fakultas Hukum UMJ.

Dalam sambutannya, Ketua BEM Fakultas Hukum UMJ, Satria Julian Eryanda, menyampaikan pentingnya kolaborasi antar universitas dalam mengembangkan kualitas pendidikan dan memperkaya wawasan mahasiswa di bidang hukum. “Kunjungan ini adalah langkah positif untuk memperluas jaringan akademik antara UIN Salatiga dan UMJ, khususnya dalam bidang ilmu hukum. Kami berharap, melalui kolaborasi ini, mahasiswa dapat saling belajar dan mengembangkan potensi mereka,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dema Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Rizki Pirmansah, yang akrab disapa Kiki, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Ormawa Fakultas Hukum UMJ. “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan untuk bisa berbagi pengalaman dan belajar dari Fakultas Hukum UMJ. Semoga kunjungan ini menjadi awal dari kerjasama yang bermanfaat bagi kedua pihak, baik dalam bidang akademik maupun kegiatan kemahasiswaan,” ungkapnya.

Selain diskusi tentang pengembangan pendidikan hukum, pertemuan ini juga mencakup sesi berbagi pengalaman mengenai kegiatan ormawa dan organisasi kemahasiswaan lainnya. Mahasiswa UIN Salatiga dan UMJ saling bertukar informasi mengenai program-program yang telah dijalankan, serta merencanakan potensi kolaborasi di masa depan, seperti seminar, pelatihan, dan kegiatan sosial yang melibatkan kedua universitas.

Kunjungan ini juga menunjukkan pentingnya membangun hubungan yang lebih erat antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Para mahasiswa yang hadir pun berharap kunjungan ini dapat memberi inspirasi untuk lebih aktif dalam mengembangkan diri serta memperluas jaringan profesional di dunia hukum.