Menuju Era Baru Organisasi Kemahasiswaan, Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Lakukan Benchmarking ke Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk Transformasi dan Inovasi

Penulis: Aris Afifudin, Editor:

Tangerang, 25 November 2024 – Dalam upaya memperluas wawasan dan memperkuat jaringan antar kampus, organisasi kemahasiswaan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga melakukan benchmarking ke Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan menjalin kolaborasi di berbagai bidang, khususnya dalam pengembangan organisasi kemahasiswaan serta kegiatan akademik dan non-akademik.

Delegasi dari Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, yang terdiri dari perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa, Senat Mahasiswa, serta HMPS HTN, HKI, dan HES, bertemu langsung dengan perwakilan organisasi kemahasiswaan (ORMAWA) Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan model organisasi kemahasiswaan yang sudah terbukti efektif di kampus tersebut.

Diskusi Produktif tentang Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan

Selama diskusi, kedua universitas membahas berbagai program unggulan, seperti pengembangan kepemimpinan mahasiswa, kegiatan sosial, serta peluang kolaborasi riset antar mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Menurut Rizki Pirmansah, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, benchmarking ini memberikan banyak wawasan dan ide inovatif yang dapat diterapkan di kampusnya.

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan untuk belajar langsung dari teman-teman ORMAWA Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang memiliki pengalaman luar biasa dalam mengelola organisasi kemahasiswaan. Kami berharap dapat mengadopsi beberapa ide dan konsep kegiatan yang kami pelajari untuk meningkatkan kualitas kegiatan di kampus kami,” ujar Rizki.

Menghadirkan Inovasi dalam Pengelolaan Organisasi Mahasiswa

Selain diskusi mengenai organisasi, delegasi Fakultas Syari’ah UIN Salatiga juga diajak untuk mengunjungi berbagai fasilitas akademik dan pusat penelitian di Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan ini memberi gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana universitas tersebut mendukung pengembangan mahasiswa di luar ruang kelas.

Menghadapi Tantangan Era Digital: Kolaborasi untuk Inovasi

Kunjungan ini juga membahas tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi di era digital. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan perlu semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan mereka. Sebagai contoh, Pemira (Pemilihan Raya) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah dilaksanakan melalui aplikasi digital. Hal ini memberikan pelajaran penting bagi ORMAWA Fakultas Syari’ah UIN Salatiga tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan.

Kolaborasi antara ORMAWA Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga menjadi semakin penting, terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan berbagai program yang bermanfaat bagi mahasiswa.

Menyongsong Era Baru Organisasi Kemahasiswaan di UIN Salatiga

Kunjungan ini diakhiri dengan rencana untuk mengadakan pertemuan lanjutan guna membahas kemungkinan kerja sama lebih lanjut serta cara-cara mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapat. Dengan semangat kolaborasi yang semakin kuat, baik dari ORMAWA Fakultas Syari’ah UIN Salatiga maupun ORMAWA Fakultas Syari’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang ilmu hukum dan syariah di Indonesia.

Pergerakan Nyata! Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Gelar Studi Banding ke Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta, Menuju Prestasi dan Inovasi Baru

Penulis: Aris Afifudin, Editor: Hijri

Jakarta, 25 November 2024 – Dalam upaya mempererat hubungan dan meningkatkan kolaborasi antar perguruan tinggi, Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga mengadakan studi banding ke Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat relasi dan berbagi pengalaman antara kedua organisasi mahasiswa (Ormawa) dalam menghadapi tantangan dan meraih prestasi.

Kunjungan ini disambut hangat oleh Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak saling berbagi pengalaman dalam mengelola organisasi dan menghadapi berbagai tantangan. Diskusi yang berlangsung sangat dinamis, dengan masing-masing delegasi menyampaikan pengalaman serta kiat-kiat sukses dalam membangun dan mengembangkan organisasi mahasiswa di masing-masing kampus.

Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta juga memaparkan berbagai prestasi yang telah mereka raih, termasuk keberhasilan dalam perlombaan sidang semu, baik di tingkat daerah maupun nasional. Berbagai tips dan trik yang dibagikan menjadi bekal penting bagi Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga untuk mengembangkan potensi mahasiswa di bidang akademik maupun non-akademik.

Nurul Fitriyana, Ketua Umum HMPS HKI UIN Salatiga, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Dalam kunjungan ini, kami banyak mendapatkan pengalaman berharga, baik dalam strategi pengembangan organisasi maupun pembelajaran yang diperoleh dari sesi berbagi pengalaman. Banyak hal baru yang bisa kami aplikasikan untuk memperkuat Ormawa kami. Semoga kolaborasi dan sinergi ini dapat terus berlanjut dan berkembang di masa depan,” ujarnya.

Studi banding ini diakhiri dengan sesi foto bersama serta penyerahan kenang-kenangan sebagai simbol kerjasama yang terjalin antara Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga dan Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta.

PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH RAIH AKREDITASI UNGGUL

Laporan & Editor: Nanang

Salatiga (19/8) – Program Studi S1 Hukum Ekonomi Syariah (HES) merupakan satu dari tiga prodi yang ada di Fakultas Syariah UIN Salatiga. Prodi HES yang dipimpin oleh Endang Sriani, MH. berhasil meraih prestasi gemilang dengan memperoleh akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pencapaian ini disambut gembira oleh civitas akademika Fakultas Syariah. Hal ini dapat diraih karena persiapan yang matang dan kerja keras dari tim yang terlibat di dalamnya.

Pencapaian ini diharapakan menjadi motivasi bagi program studi lainnya untuk terus meningkatkan kuaitas meraih prestasi yang lebih tinggi. Segenap Civitas Akademika menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung. Disisi lain Fakultas Syariah tetap berupaya meningkatkan kualitas layanan dalam rangka mencapai tujuan tridharma perguruan tinggi. Besar harapan program studi lainnya segera memperoleh akreditasi Unggul. Ke depannya, fakultas Syariah akan terus berbenah dan berinovasi untuk mencapai target akreditasi internasional.

Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga Luncurkan Layanan Masyarakat “AKUR” Bersamaan dengan Bimbingan Teknis Kepala Desa sebagai Peace Maker

Salatiga, (8 Juli 2024) – Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga secara resmi meluncurkan AKUR (Aduan Konflik dan Upaya Rekonsiliasi), sebuah layanan masyarakat yang berfokus pada pendampingan penyelesaian konflik dan sengketa melalui pendekatan mediasi dan rekonsiliasi. Peluncuran ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kepala Desa sebagai Peace Maker: Penyelesaian Sengketa Tingkat Desa Melalui Mediasi yang diselenggarakan di Hotel Grand Wahid Salatiga.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari kepala desa dan perangkat desa dari Kabupaten Semarang, serta dosen dan mediator Fakultas Syariah UIN Salatiga. Bimbingan teknis bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam menyelesaikan berbagai konflik sosial, ekonomi, pertanahan, utang-piutang, maupun persoalan kemasyarakatan melalui mekanisme mediasi yang cepat, berkeadilan, dan tetap menjaga keharmonisan sosial.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan II Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Siti Zumrotun,M.Ag., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, penyelesaian sengketa tidak selalu harus berakhir di pengadilan. Pendekatan mediasi yang berlandaskan nilai-nilai ishlah (perdamaian) merupakan bagian penting dari budaya hukum yang perlu diperkuat hingga tingkat desa.

Momentum tersebut juga menjadi tonggak penting dengan diluncurkannya AKUR (Aduan Konflik dan Upaya Rekonsiliasi) sebagai layanan masyarakat yang dikembangkan oleh Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. AKUR hadir sebagai wadah konsultasi, mediasi, dan pendampingan hukum bagi masyarakat yang menghadapi berbagai konflik keperdataan maupun sengketa ekonomi syariah. Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh akses terhadap penyelesaian sengketa secara damai dengan didampingi oleh dosen, mediator, dan akademisi yang memiliki kompetensi di bidang hukum dan mediasi.

Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Endang Sriani, M.H., menjelaskan bahwa kehadiran AKUR merupakan bentuk komitmen program studi dalam mendekatkan layanan akademik kepada masyarakat. AKUR tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengaduan konflik, tetapi juga menjadi media edukasi hukum, konsultasi bisnis syariah, fasilitasi mediasi, serta penguatan budaya penyelesaian sengketa secara musyawarah dan rekonsiliatif.

Selama kegiatan bimbingan teknis, peserta memperoleh materi mengenai konsep ishlah dalam Hukum Ekonomi Syariah, regulasi mediasi, teknik komunikasi mediator, penyusunan kesepakatan perdamaian, serta mengikuti simulasi penyelesaian sengketa dengan studi kasus batas tanah, utang-piutang, dan bagi hasil pertanian.

Melalui peluncuran AKUR dan penyelenggaraan bimbingan teknis ini, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun budaya hukum yang lebih humanis, berkeadilan, dan berorientasi pada perdamaian. Kehadiran AKUR diharapkan menjadi pusat layanan masyarakat yang mampu memberikan solusi atas berbagai konflik secara profesional, mudah diakses, dan berlandaskan prinsip-prinsip Hukum Ekonomi Syariah.

Magang di Tengah Transformasi Digital: Mahasiswa HES UIN Salatiga Belajar Tantangan Baru di Pengadilan Agama Sukoharjo

Laporan: Hijri AR

Sukoharjo, FaSya- Dalam era digitalisasi yang semakin berkembang, sebanyak 12 mahasiswa terdiri dari 7 mahasiswa dan 5 mahasiswi semester 4 Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga memulai kegiatan magang di Pengadilan Agama (PA) Sukoharjo. Program magang ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa terkait perkembangan teknologi dalam dunia hukum.

Yahya, S.Ag., M.H., selaku ketua Prodi, langsung menyerahkan kelompok magang tersebut setelah jam istirahat. Penyerahan ini diterima oleh Acep Sugiri, S.Ag., M.Ag., selaku Hakim senior yang mewakili PA Sukoharjo.

Menurut Yahya, tujuan dari magang mahasiswa ini adalah bagian rutin dari kurikulum untuk memberikan bekal kepada mahasiswa berupa teori dan praktik yang belum didapatkan di meja perkuliahan. “Masa magang juga diharapkan dapat memberikan banyak pengalaman kepada mahasiswa untuk lebih memahami birokrasi yang aktif berlangsung di PA,” ungkap Yahya.

Seremoni penyerahan mahasiswa magang berlangsung dengan lancar. Dalam pesannya, Acep menyarankan agar mahasiswa magang memanfaatkan kesempatan ini untuk melihat secara langsung dan membantu praktek yang berlangsung di dalamnya. “Banyak pula kemajuan seperti penggunaan media online yang diterapkan pada pendaftaran, pengajuan sidang, hingga sidang online. Update hal tersebut dapat dijadikan ilmu praktek lapangan yang baru dan dapat menambah pengetahuan,” jelas Acep.

Prosesi penyerahan ditutup dengan simbol foto bersama kelompok magang dengan Kaprodi dan Hakim PA Sukoharjo. Mahasiswa-mahasiswa ini diharapkan dapat kembali ke kampus dengan pengalaman berharga dan pengetahuan baru mengenai implementasi teknologi dalam proses hukum, yang nantinya bisa mereka aplikasikan dalam karir mereka di masa depan.

Internasional Short Course Prodi Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga Hadirkan Mahasiswa dari 6 Negara

Salatiga, (21/06/2024) – Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga sukses menyelenggarakan kegiatan Internasional Short Course yang berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 13 hingga 21 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa internasional dari berbagai negara, yaitu Indonesia, Uganda, Ghana, Zimbabwe, Madagaskar, dan Filipina.


Internasional Short Course ini bertujuan untuk mengenalkan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah kepada dunia internasional, serta membuka ruang dialog dan kerja sama akademik lintas negara. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi mengenai sistem hukum ekonomi syariah di Indonesia, perkembangan industri halal, peran perbankan syariah, hingga diskusi interaktif bersama para dosen.
Salah satu narasumber dalam kegiatan ini adalah dosen Hukum Ekonomi Syariah, Dewi Rahmawati, M.H., yang menyampaikan materi tentang dinamika hukum ekonomi syariah di Indonesia serta relevansinya dalam konteks global. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pemahaman nilai-nilai syariah sebagai dasar dalam praktik ekonomi yang adil dan berkelanjutan.


Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Endang Sriani, M.H, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen internasionalisasi program studi dan promosi nilai-nilai ekonomi Islam secara global. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Hukum Ekonomi Syariah tidak hanya relevan di Indonesia, tetapi juga memiliki kontribusi penting di ranah global,” ujarnya.
Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilya Muhsin, S.Hi., M.Si menyambut baik kehadiran para mahasiswa internasional. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan ke depannya sebagai bagian dari diplomasi pendidikan dan penguatan jejaring internasional.
Kegiatan Internasional Short Course ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju kerjasama yang lebih luas antara UIN Salatiga dengan institusi pendidikan tinggi di berbagai negara.

Menengok Kiat Sukses Usaha Lulusan Sarjana Hukum, Mahasiswa HES UIN Salatiga Kunjungi DeDuwa Kota Batu

Laporan: Nur Mifchan S, Editor: Hijri

Kota Batu, FaSya– Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga mengadakan kunjungan kerja lapangan (KKL) ke DeDuwa, sebuah toko oleh-oleh terkenal di Kota Batu, (07/06/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari cara memulai usaha, mengasah keterampilan, membangun mental, mengubah mindset wirausaha, serta mempertahankan dan mengembangkan usaha.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah UIN Salatiga, Dr. Farkhani, S.H., S.H.I., M.H., dalam sambutannya menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa HES dalam dunia wirausaha. Beliau berharap mahasiswa dapat belajar dari pengalaman Ibu Ninin Sri Lestari, S.H., pemilik DeDuwa, yang bergelar Sarjana Hukum, sehingga dapat menjadi bekal bagi mereka dalam membangun usaha di masa depan.

Ninin Sri Lestari, S.H., dalam paparannya, menyampaikan bahwa menjadi entrepreneur tidaklah mudah dan membutuhkan proses yang penuh jatuh bangun. Beliau memulai karirnya sejak bangku kuliah semester 6. Beliau pernah bekerja sebagai Customer Service di bank, asisten dosen di Universitas Wisnuwardhana, dan PNS. Namun, pada tahun 2015, beliau memutuskan untuk keluar dari PNS dan fokus mengembangkan DeDuwa.

DeDuwa didirikan pada tahun 2006 dengan menyewa ruko kecil seharga 7 juta per tahun. Pada tahun 2010, DeDuwa telah mampu menyewa 7 ruko dan bekerjasama dengan biro perjalanan wisata di seluruh Indonesia. Keberhasilan DeDuwa ini diraih dengan strategi aktif komunikatif dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.

Ninin menekankan bahwa entrepreneur yang ingin sukses harus bergaul dengan orang-orang sukses, berani mengambil risiko, tahan banting, ulet, kreatif, inovatif, dan selalu berpikir positif. Beliau juga menambahkan bahwa penting bagi entrepreneur untuk selalu belajar dan mengikuti perkembangan zaman.

Dalam sesi tanya jawab, lima mahasiswa (Indriastuti, Akmal, Fina, Laila, Hanim) menanyakan tentang manajemen keuangan, manajemen pemasaran, dan manajemen risiko DeDuwa. Ninin menjelaskan bahwa perjalanan DeDuwa tidaklah mudah. DeDuwa pernah mencapai puncaknya dengan laba bersih 0,5 miliar rupiah dalam satu hari, namun juga pernah jatuh terpuruk saat pandemi Covid-19 karena pariwisata lumpuh akibat lockdown.

Ninin memberikan beberapa kiat kepada mahasiswa dalam mengembangkan usaha dari awal. Beliau menekankan pentingnya keberanian, insting bisnis, pemahaman potensi diri dan lingkungan. Di Kota Batu, misalnya, DeDuwa membidik usaha oleh-oleh dengan menawarkan produk-produk turunan apel seperti keripik apel dan jenang apel.

Kunjungan KKL ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa HES UIN Salatiga untuk berani memulai usaha dan menjadi entrepreneur yang sukses.

Kunjungan Studi Mahasiswa HES UIN Salatiga ke Diskumperindag Batu: Tingkatkan Pemahaman dan Sinergi Kerjasama UMKM

Laporan: Rizki P, Editor: Hijri

Batu, FaSya– Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) dari Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga telah dilaksanakan dengan sukses di Dinas Koperasi, UMKM, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu (7-06-2024). Kegiatan ini diadakan untuk memberikan pengalaman lapangan serta wawasan terkait lembaga hukum maupun institusi yang relevan dengan Program Studi (Prodi) HES.

Ketua Jurusan FaSya, Dr. Heni Satar Nurhaida, M.H, menyampaikan bahwa KKL adalah kegiatan rutin yang bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis. “Diharapkan mahasiswa lebih mengenal profil serta tugas pokok Diskumperindag dalam mendukung perkembangan UMKM serta mengetahui kendala yang dihadapi di lapangan. Dari kunjungan ini juga diharapkan terjalinnya kerjasama dikemudian hari,” ujarnya.

Rombongan mahasiswa disambut dengan hangat oleh Kepala Diskumperindag Kota Batu, Aries Setiawan, S.STP. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa dinas ini membawahi tugas dari tiga bidang di tiga kementerian, sehingga mempunyai skala prioritas yang harus diutamakan.

Pertama, branding tempat ini sebagai tempat berkumpulnya anak muda atau disebut inkubasi, untuk menguatkan SDM yang akan berperan di marketplace ke depannya. Kedua, pengembangan wisata UMKM di kota wisata Batu, dimana wisatawan bisa berbelanja produk UMKM lokal dan berdiskusi dengan pelaku usaha. Terakhir, pengembangan pasar induk Among Tani, pasar terbesar yang baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi, yang didesain dengan konsep modern dan berbagai fasilitas yang memudahkan wisatawan.

Aries juga menyoroti pentingnya potensi UMKM di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain, berharap mahasiswa dapat mengembangkan potensi UMKM dan pasar di Salatiga. Salah satu program unggulan adalah KUBISMA (Kunci Bisnis SMK, SMA, dan Mahasiswa), yang melibatkan inkubasi bisnis berupa café yang akan dikelola oleh Karang Taruna kota Batu, berfungsi sebagai hubungan antara pelaku bisnis, stakeholder, dan pihak lain, serta dilengkapi fasilitas Mini Studio Podcast.

Diskumperindag juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan potensi dan kapasitas pelaku bisnis dan anak muda di kota Batu, seperti ASTRA, Komite Ekonomi Kreatif Kota Batu, Let’s Play, dan lainnya. Dinas ini menjadi rujukan MBKM setara dengan 20 SKS untuk belajar kewirausahaan karena memiliki staf bersertifikat pengajar kewirausahaan, dan bekerjasama dengan UMM untuk sertifikasi halal.

Aries mengakhiri sambutannya dengan menekankan pentingnya ilmu yang diterapkan dalam kehidupan nyata, serta melihat peluang bisnis yang potensial seperti kopi. “Modal utama dalam usaha saat ini adalah memiliki jejaring dan menjaga kepercayaan dari jejaring yang kita miliki,” tuturnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat membuka wawasan dan inspirasi bagi para mahasiswa dalam mengembangkan potensi UMKM di daerah mereka, serta menjalin kerjasama yang bermanfaat di masa mendatang.

Mahasiswa Prodi HES UIN Salatiga Kunjungi DPRD Kota Surabaya, Pelajari Proses Legislasi Halal Tourism

Laporan: Nur Mifchan Solichin, Edit: Hijri

Surabaya, FaSya– Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga melakukan kunjungan kerja lapangan (KKL) ke DPRD Kota Surabaya pada hari Kamis, 6 Juni 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari proses legislasi di DPRD Kota Surabaya, khususnya terkait dengan halal tourism.

Wakil Dekan Bidang Akademik FaSya UIN Salatiga, Dr. Farkhani, S.H., S.H.I., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKL ini merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk memahami secara langsung bagaimana hukum diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. “Melalui KKL ini, mahasiswa diharapkan dapat mempelajari tugas dan fungsi DPRD Kota Surabaya, serta mempelajari proses legislasi di DPRD Kota Surabaya, khususnya terkait dengan halal tourism,” ujar Dr. Farkhani.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Fraksi PDI-Perjuangan, Hj Khusnul Khotimah, S.Pd.I, M.Pd.I., dalam kesempatan tersebut menjelaskan tentang tiga fungsi utama DPRD yakni: Legislasi (legal drafting) membuat peraturan daerah (Perda), Anggaran (budgeting) dengan menyusun dan menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pengawasan (controlling) yakni mengawasi kinerja pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Hj Khusnul Khotimah menjelaskan bahwa DPRD Kota Surabaya saat ini sedang fokus menata dan mengembangkan lokasi di Ampel dan Kota Lama Surabaya sebagai destinasi wisata halal. “Ampel dan Kota Lama Surabaya memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata halal. Oleh karena itu, perlu dibuat aturan yang baik untuk menata dan mengembangkannya,” jelas Hj Khusnul Khotimah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pertanyaan pertama datang dari Muhammad Lukman Hakim, mahasiswa Prodi HES UIN Salatiga, yang menanyakan tentang solusi bagi daerah tertinggal yang memiliki APBD yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan Kota Surabaya yang mencapai 10 triliun rupiah. Hj Khusnul Khotimah menjawab bahwa setiap daerah pasti memiliki strategi khusus untuk mengembangkan APBD-nya. “Daerah tertinggal harus kreatif dan inovatif dalam mencari sumber-sumber pendapatan baru,” ujar Hj Khusnul Khotimah.

Pertanyaan kedua datang dari Diaz Wahidatul Hayati, mahasiswa Prodi HES UIN Salatiga, yang menanyakan tentang loyalitas anggota DPRD, apakah mereka lebih mewakili suara partai politik atau suara rakyat. Hj Khusnul Khotimah menjelaskan bahwa meskipun anggota DPRD berasal dari partai politik, mereka tetap harus memprioritaskan suara rakyat. “Ketika berbicara tentang hajat hidup orang banyak, maka kepentingan yang harus diutamakan adalah kepentingan masyarakat banyak,” tegas Hj Khusnul Khotimah.

Kunjungan KKL mahasiswa UIN Salatiga ke DPRD Kota Surabaya diakhiri dengan foto bersama.

Hadapi Kecemasan Lulusan, HMPS HES Selenggarakan PELIBAS: Bekali Mahasiswa dengan Profesionalitas Mediator dan Arbiter Syariah

Laporan: M. Muthohir, Ida Fitriani, editor: Hijri

Salatiga, FaSya – Menghadapi kecemasan mahasiswa lulusan Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga yang sering terfokus pada karir sebagai hakim, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syariah (HES) menyelenggarakan PELIBAS (Pelatihan Arbitrase Syariah) dengan tema “Profesionalitas Mediator dan Arbiter dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis Syariah”. Kegiatan ini diadakan di aula lantai 3 FaSya pada Senin, 27 Mei 2024.

Kecemasan ini timbul karena banyak lulusan yang merasa terbatas pada profesi hakim, padahal banyak profesi lain yang memiliki peluang besar, seperti Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) yang meliputi negosiasi, konsiliasi, mediasi, dan arbitrase. Dari empat metode tersebut, mediasi dan arbitrase memiliki pengaruh signifikan di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli dibidangnya, termasuk Sifaul Amin, S.H., M.H., C.M., Mediator Pengadilan Agama Kota Salatiga, dan Prof. Ro’fah Setyowati, S.H., M.H., Ph.D., Arbiter Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS) Provinsi Jawa Tengah.

Arbitrase adalah penyerahan sengketa secara sukarela kepada pihak ketiga yang netral, dipilih sebagai arbiter. Profesi arbiter di Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya kesadaran muslim dalam aktivitas ekonomi berbasis syariah. “Penyelesaian sengketa melalui arbitrase memiliki dampak signifikan,” ungkap Prof. Ro’fah Setyowati.

Mediasi adalah penyelesaian sengketa melalui perundingan yang dibantu seorang mediator untuk mencapai kesepakatan. Seorang mediator harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mencapai perdamaian yang berkualitas dan efisien. Peluang menjadi mediator semakin besar dengan adanya kebijakan mediasi yang diutamakan baik di pengadilan maupun luar pengadilan, serta pelaksanaan mediasi secara online yang diatur dalam Perma No. 3 Tahun 2022 tentang mediasi di pengadilan secara elektronik. Dunia bisnis juga lebih memilih metode yang simpel dan rahasia.

Menjadi mediator memerlukan sertifikasi dan pendidikan yang memadai, serta kemampuan untuk bersikap netral. Seorang mediator harus memiliki empat keterampilan utama: keterampilan pengorganisasian perundingan, keterampilan perundingan, keterampilan memfasilitasi, dan keterampilan komunikasi, menurut Sifaul Amin.

Kegiatan ini semakin meriah dengan antusiasme peserta yang aktif bertanya, serta adanya Forum Group Discussion (FGD) di mana peserta tidak hanya menerima materi tetapi juga berpraktik menganalisis permasalahan.

Dengan pelatihan ini, diharapkan lulusan FaSya dapat lebih siap menghadapi berbagai peluang karir di bidang APS dan menjadi profesional unggul dalam penyelesaian sengketa bisnis syariah.