Inspirasi Ekonomi Kreatif di San Terra Delaponte: Buka Wawasan Bisnis Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga

Laporan: Ida, Lukman, editor: Hijri

Malang, FaSya– Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) dari UIN Salatiga memulai perjalanan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) yang menginspirasi di Flora Wisata San Terra Delaponte, Pujon Malang (96/03/2024). Kedatangan ini menandai kunjungan ketiga dari mahasiswa HES, setelah kesuksesan program kunjungan sebelumnya.

Acara dimulai dengan doa bersama, diikuti oleh sambutan dari Endang Sriani, S.H., M.H., Kaprodi HES, yang menegaskan pentingnya kunjungan ini sebagai kesempatan untuk mempelajari kreativitas dalam bisnis ekonomi.

Dalam presentasi yang mengilhami, perwakilan San Terra Delaponte, Uswatun Khasanah, mengungkapkan bahwa Flora Wisata San Terra adalah bagian dari Celosia di Semarang. Meskipun baru dibuka resmi sejak 24 Desember 2019, wisata ini telah berhasil menarik banyak wisatawan meskipun menghadapi tantangan penutupan akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2020 dan 2021.

San Terra Delaponte tidak hanya menjadi destinasi wisata biasa, tetapi juga ladang berkembangnya bisnis ekonomi kreatif. Mulai dari restoran unik hingga toko suvenir inovatif, pelaku bisnis di San Terra Delaponte terus berinovasi untuk memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjung.

Salah satu contoh bisnis yang sedang populer di San Terra Delaponte adalah “Culinary Adventures“. Usaha ini tidak hanya menawarkan pengalaman kuliner yang unik dengan cita rasa lokal dan konsep makanan modern, tetapi juga memadukan sentuhan kreatif dengan tema alam dan budaya setempat.

Dengan semakin berkembangnya bisnis-bisnis ekonomi kreatif ini, San Terra Delaponte menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa HES yang ingin mendalami kreativitas dalam bisnis dan memberikan kontribusi positif bagi industri pariwisata lokal.

Rombongan mahasiswa beserta pendamping terpesona dengan beragam wahana yang ditawarkan, sementara kehadiran bunga-bunga indah menjadi tambahan cerah dalam suasana wisata yang memikat hati.

Edukasi Pasar Modal Buka Wawasan Investasi Mahasiswa HES UIN Salatiga dalam Kunjungannya ke BEI

Laporan: Lukman, ida, editor: Hijri

Surabaya, FaSya – Pada hari Selasa (05/03/2024), mahasiswa Fakultas Syariah (FaSya) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) UIN Salatiga bersama beberapa dosen dan tenaga kependidikan melakukan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Surabaya. Acara ini disambut hangat oleh pegawai BEI Surabaya, yang dilanjutkan dengan pemaparan materi singkat Hafiz Fitradiansyah tentang BEI dan penayangan short movie mengenai sejarah BEI di Indonesia selama kurang lebih 30 menit. Mahasiswa sangat antusias dengan penayangan tersebut.

Tidak hanya memberikan wawasan sejarah pasar modal, tetapi juga pengetahuan tentang syarat-syarat menjadi investor yang baik.

Dalam materi yang disampaikan, ditekankan bahwa syarat menjadi investor Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah investasi harus dapat mengembangkan aset-aset yang dimiliki. Investasi diharapkan dapat memberikan pertumbuhan aset tanpa perlu repot melakukan tindakan-tindakan yang rumit. Hal ini menggarisbawahi pentingnya memilih investasi yang tepat untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Selain itu, materi tersebut juga menekankan bahwa investasi yang aman adalah investasi yang legal dan logis. Investor diharapkan untuk melakukan investasi sesuai dengan melakukan investasi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dengan pertimbangan yang matang. Dengan demikian, para mahasiswa FaSya UIN Salatiga mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya kehati-hatian dan pemilihan investasi yang tepat demi keamanan dan kesuksesan investasi mereka di masa depan.

Dalam penayangan video pemaparan sejarah, dijelaskan bahwa Pasar Modal pertama kali berdiri sejak abad ke-19 di Batavia sampai pada tahun 2007, PT. Bursa Efek Surabaya dan Jakarta bergabung menjadi satu dengan nama Bursa Efek Indonesia (BEI), yang kemudian diresmikan oleh Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, dengan meresmikan logo baru IDX.

Ini menjadi momen berharga bagi mahasiswa FaSya UIN Salatiga dalam memahami perjalanan pasar modal di Indonesia.

Mahasiswa HES UIN Salatiga Wujudkan Aksi Konkrit: Kunjungan di OJK JaTim, Menyemai Literasi Keuangan demi Meminimalisir Kejahatan Finansial

Laporan: NMS, Editor: Hijri

Surabaya, FaSya– Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dari Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kantor OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Provinsi Jawa Timur (Jatim), 5 Maret 2024. KKL ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang peran OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat.

Acara KKL dimulai dengan sambutan dari Dr. Heni Satar Nurhaida, S.H., M.Si., selaku Ketua Jurusan Syariah UIN Salatiga, yang mengucapkan terima kasih kepada OJK Jatim atas kesempatan yang diberikan kepada para mahasiswa untuk belajar dan menambah wawasan di bidang keuangan.

M. Sulaiman Abdur Rokhman, Analis Senior Pengawasan Perilaku PUJK dan EPK OJK Jatim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa OJK memiliki tugas untuk meningkatkan indeks literasi keuangan dan indeks inklusi keuangan masyarakat Indonesia, dengan tujuan mengurangi tingkat kejahatan di sektor jasa keuangan.

Rinaldi Harwin, Analis Junior Pengawasan Perilaku PUJK dan EPK OJK Jatim, menyampaikan materi KKL yang meliputi fungsi OJK dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan, upaya OJK dalam meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, serta peran OJK dalam melindungi masyarakat dari pelanggaran dan kejahatan di sektor jasa keuangan.

Acara KKL ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerahan cinderamata dari UIN Salatiga kepada OJK Jatim. Salah satu peserta KKL, Muhammad Nashrul Hakim, mengungkapkan bahwa KKL ini sangat bermanfaat baginya untuk menambah wawasan tentang OJK dan sektor jasa keuangan.

“Materi yang disampaikan sangat informatif dan bermanfaat. Saya juga belajar tentang bagaimana cara OJK melindungi masyarakat dari pelanggaran dan kejahatan di sektor keuangan,” ujar Nashrul.

KKL ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa HES UIN Salatiga tentang peran OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat. Dengan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan, diharapkan tingkat kejahatan di sektor jasa keuangan dapat diminimalisir.

Soroti Demokrasi dan Money Politik: Diskusi Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga dengan DPR Surabaya

Laporan: Hijri

Surabaya, FaSya– Pada tanggal 5 Maret 2024, rombongan mahasiswa dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga beserta para dosen dan tenaga pendidikan, yang dipimpin oleh Wakil Dekan 3, Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd, melakukan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) ke kantor DPRD Kota Surabaya. Mereka disambut di ruang auditorium DPRD oleh Mochamad Machmud, S.Sos., M.Si, selaku anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Demokrat.

Dalam sambutan pembuka acara, Dr. Sultoni menjelaskan tujuan kunjungan mereka untuk lebih memahami profil DPR dan mencari kesepakatan kerjasama pendidikan yang bermanfaat bagi mahasiswa kedepannya.

Machmud menyambut kunjungan tersebut dengan bangga, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal demokrasi dan mengingatkan bahwa aspirasi masyarakat harus dijadikan pedoman dalam menentukan kebijakan DPR.

Selama sesi tanya jawab, pertanyaan diajukan oleh Nafisah dan Akmal terkait pandangan Machmud tentang situasi demokrasi dan money politik. Machmud menekankan pentingnya kritis dalam menjaga demokrasi dan menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh calon legislatif terkait penggunaan uang dalam politik.

Dra. Astuti Sakdiyah, M.Pd, kepala bagian tata usaha fakultas syariah, menanggapi dengan menyoroti celah dalam undang-undang yang memungkinkan praktik money politik.

Machmud setuju dengan perlunya revisi undang-undang dan mengusulkan pendekatan edukasi politik kepada masyarakat untuk melawan money politik.

Acara kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama, menandai kesuksesan dialog antara mahasiswa dan DPR Surabaya dalam memperkuat demokrasi dan melawan money politik.

Begini Konsekuensi 17 Mahasiswa yang Viralkan Nama Fakultas, Dekan dan Pengelola FaSya Beri Apreasi

Laporan : Mohammad Mutohir, Editor: Hijri

Fasya, Salatiga- “Alhamdulillah dari 9 peserta kontingen yang mewakili Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga, 5 mahasiswa berhasil meraih medali Perak dan 1 medali emas. Serta baru beberapa bulan FaSya membentuk tim Media Center (MC) dengan beranggotakan 11 mahasiswa-mahasiswi, melalui kontribusi mereka kegiatan-kegiatan FaSya aktif diliput dan menjadi berita serta konten dalam media sosial Fakultas. Tentunya ini menjadi suatu capaian yang membanggakan dan indikator kemajuan bagi Fakultas serta kami pengelola akan memberikan apresiasi untuk menambah semangat dan ucapan terimakasih atas dedikasi dari mereka”, tutur Dekan FaSya.

FaSya UIN SAGA menggelar penyambutan peserta Pekan Olahraga Seni dan Ilmiyah se-Jawa dan Madura (PORSI JAWARA) serta sekaligus penyerahan (SK) Tim MC pada hari selasa 7/11/23 di Aula FaSya. Hadir Prof. Dr. Illya Muhsin, M.Si Selaku Dekan FaSya, Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd Selaku Wakil Dekan Kemahasiswaan, Dra. Astuti Sakdiyah, M.Pd. Selaku Kabag Tata Usaha, Cholida Hanum, S.H., M.H selaku Kaprodi HTN sekaligus pembimbing peserta lomba dan Ahmadi Hasdanudin Dardiri, M.H. pembimbing peserta lomba debat.

Salah satu peserta pemenang lomba PORSI JAWARA Akhmad Syarofuddin mengatakan saya sangat bangga dan senang sakali, bisa menadapatkan juara  1 Puitisasi Al-Qur’an di PORSI JAWARA Jember. Kemenangan ini tidak lepas dari doa dan dukungan teman-teman, dosen, orang tua saya yang selalu mensupport tanpa henti, kemenengan ini bukan milik saya semata, tapi kemenangan ini milik kita semua.

Porf Ilyya sangat mengapresiasi semua peserta yang telah membawa harum nama FaSya dengan membawa juara emas dan perak. Serta besar harapan bahwa peserta ini harus diasah serta dikembangkan terus bakatnya. Agar semakin tahun kita akan menjadikan wadah ini sebagai pintu buat para mahasiswa untuk mengembangkan bakat.

Adapun para juara yang membawa nama harum FaSya yaitu :

  • Akhmad Syarofuddin (HKI) : Juara 1 Puitisasi Al-Qur’an
  • Choerul Huda (HES) : Juara 2 Pencak Silat Seni Beregu Putra
  • Dinda Karisanisa Salsabila (HTN) : Juara 2 Karate
  • Ayu Novita Rantika, Galih Wicaksono, Ragil Galih (HTN) ; Juara 2 Debat Konstitusi

Anggota tim Media Center FaSya UIN Salatiga:

  1. Annisa Rahmawati (HKI) Jurnalis
  2. Rita Latassaqia (HES) Jurnalis
  3. Qhotrun Nada (HES) Jurnalis
  4. Ida Fitriyani (HES) Jurnalis
  5. Mohammad Mutohir (HTN) Jurnalis
  6. Okvita Sekar Fadhilah (HTN) Jurnalis
  7. Muhammad Ichdal Umam (HES) Desain
  8. Akhmad Naufal Amyn (HES) Desain
  9. Al Reza Dewangga Sugiyarto (HES) Video
  10. Mochamad Nur Lukman Hakim (HES) Video
  11. Mochamad Lukman Hakim (HES) Video

Penyerahan piagam oleh Dekan juga diberikan kepada tim MC atas kontribusi mereka dalam liputan-liputan kegiatan yang telah berlalu dan bisa menjadi berita-berita yang sangat menarik.

Kontingen FaSya Kembali Menyabet Medali Perak PORSI se-Jawa Madura, Prestasi yang Mengharumkan Almamater FaSya UIN Salatiga

Jember, FaSya– Pekan Olahraga, Seni dan Ilmiah (PORSI) antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Jawa Madura telah resmi selesai digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember 01-04 November 2023. Pagelaran tersebut membawa uforia kebahagian sendiri khususnya bagi sivitas akademika Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga. 1 medali emas dari Puitisasi Al Qur’an dan 3 medali perak dari Karate, Debat dan Pencak silat berhasil dibawa pulang oleh mahasiswa-mahasiswi tercinta FaSya UIN Salatiga pada pagelaran tersebut.

Pada hari penutupan pagelaran (04/11/2023), M. Chairul Huda mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) menjadi salah satu anggota regu yang berhasil meraih medali perak kejuaraan pencak silat beregu putra. Tergabung pada kelompok pelatihan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) internal komisariat Student Sport Center (SSC), Huda memiliki waktu persiapan 3 Minggu untuk focus persiapan kejuaraan.

“Waktu singkat 3 minggu mengharuskan saya ekstra focus untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Berbekal motivasi dan keyakinan bahwa semua orang pasti bisa mendapat kesempatan untuk juara serta dukungan dari teman-teman juga pelatih, saya mantap bahwa saya dan regu bisa meraih impian juara”, ungkapnya.

Muhammad Taufik Zam Zami, M.A. selaku Ketua Program Studi HES menyampaikan kebanggaannya dan berharap bibit-bibit unggul mahasiswa prestasi terus bermunculan di FaSya UIN Salatiga.”Alhamdulillah keren banget capaian prestasi medali perak dari Chairul Huda dan teman-teman ini, semoga menjadi pembuka keran prestasi-prestasi yang membawa harum nama almamater”, jelasnya.

Mampukah mahasiswa mengikuti arus dirupsi digital?, Perlu Strategi Menghadapi Dirupsi Digital dalam Pemahaman Mahasiswa

Laporan: Ida Fitriyani, editor: Hijri

Salatiga, FaSya- Puncak acara dari FESHES (Festival Hukum Ekonomi Syariah), Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HMPS-HES) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga menggelar Seminar Nasional HES (SEMNAS 2023) yang bertema “Strategi Menghadapi Dirupsi Digital dalam Penguatan Hukum Ekonomi Syariah Menuju Global Smart di Era 5.0”.Pada tanggal 16 Oktober 2023di Aula Dakwahmenghadirkan pemateri Agung Budi Margono S.T, M.T lulusan dari Sarjana dan Magister Teknik namun dipercaya mengisi seminar HES karena memiliki pengetahuan di ekonomi yang sangat luas.  Hadir dalam Semnas, Muhammad Taufiq Zamzami, S.H.I., M.A. selaku Kaprodi HES, serta Dra, Astuti Sakdiyah, M.Pd. selaku Kepala Bagian Tata Usaha FaSya UIN Salatiga dan peserta sekitar 180 mahasiswa.

Astutik dalam sambutan pembukaan memaparkan harapannya kepada mahasiswa “Semoga mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah kedepan lulus rentan waktu 3,5 tahun”.

Agung memaparkan definisi ekonomi islam didefinisikan sebagai ilmu dan penggunaan perintah atau aturan syariah untuk melindungi dari ketidakadilan dalam pengadaan dan penggunaan Sumber Daya Alam untuk memenuhi kebutuhan manusia dan untuk memungkinkan mereka menjalankan taggung jawabnya kepada Allah SWT dan mayarakat secara keseluruhan. Dalam mempelajari ekonomi islam pasti ada landasan Hukum Ekonomi Syariah yaitu, aspek nilai-nilai islam, aspek landasan Al-Qur’an, aspek transaksi ekonomi, dan aspek landasan hadis.

Kemudian juga membahas tentang dirupsi digital yaitu kondisi terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena keberadaan berbagai teknologi digital. Dirupsi ini mulai sejak terjadinya pandemic Covid19. Strategi untuk melawan dirupsi yaitu dengan pembaharuan dalam konsepsi hukum dan implementasi praktik ekonomi Syariah yang adiptif terhadap teknologi. Misalnya pada isu perbankan dan Lembaga sosial harus ada inovasi dan peningkatan layanan yang memanfaatkan teknologi informasi dan mudah diakses oleh masyarakat.

“Hidup Cuma sekali maka berbuatlah yang baik” Tutup Agung.

Acara selanjutnya pengumuman Dosen terinspiratif, Mahasiswa teraktif, dan Mahasiswa terlucu dan juga pengumuman lomba infografis dan lomba futsal.

Dosen Terinspiratif dimenangkan oleh Ibu Rugaya S.H., M.H. Mahasiswa Teraktif dimenangkan oleh Iqbal Sajid dari Angkatan 2023, dan Mahasiswa Terlucu dimenangkan oleh David Hafidz Al Majid dari Angkatan 2021.  Lomba infografis juara 1 dimenangkan oleh Dina Utari yang mengangkat tema “Bisnis Syariah Digital” dan juara 2 dimenangkan oleh Candra Puspita yang mengangkat tema “Fiqh Muamalah Kontemporer”. Lomba Futsal juara 1 dimenangkan oleh Regu HES A dan juara 2 dimenangkan oleh Regu HTN B.

Dalam acara tersebut juga ada tampilan pencak silat dari tapak suci, merpati putih dan pagar nusa dari UIN Salatiga. Kemudian acara ditutup dengan hiburan guest star dari xpandemic. Alhamdulillah acara tersebut berjalan dengan lancer tanpa ada halangan suatu apapun.

Perlukah Investasi dan Asuransi Diri? Saham Syari’ah dan Setetes Darah Kemanusiaan, ASASI Menjawabnya…

Oleh: Qhotrun Nada, editor: Hijri

Salatiga, FaSya– Kesadaran pentingnya saham sudah terbangun dikalangan masyarakat sebagai salah satu investasi yang paling menguntungkan dari salah satu cara untuk memperkuat kondisi finansial. Sebagai mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) wajib baginya untuk paham akan pentingnya dan perkembangan investasi saham. Melalui dukungan Program Kerja HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) HES menggelar kegiatan yang dapat memberikan pemahaman dan alur dalam penanaman saham bagi mahasiswa. Melalui forum “ASASI” yang berarti Ayo Saham Syariah mengadakan kegiatan dengan tema “Investasi yang etis: Pembukaan Rekening Saham Syariah” pada hari Kamis (12/10/2023) di Gedung DPRD Kota Salatiga. ASASI ini merupakan tahap kedua dari pengadaan ASASI tahun sebelumnya.

Perwakilan dari Phintraco Sekuritas dan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah I menjadi pemateri dan menarik 30 mahasiswa untuk bergabung pada ASASI tersebut. Phintacro menyampaikan, bahwa “menjadi investor memerlukan modal yaitu mental dan mindset sedangkan musuh terbesar dari investasi adalah inflasi”.

Kemudian Investasi dapat berupa aset real, deposito, atau saham obligasi reksa dana dengan bukti kepemilikan suatu usaha. “Mulai investasi sejak dini, pengenalan investasi legal di Pasar Modal”, pungkasnya pemateri Bursa Efek.

Sebagai penyelenggara kegiatan ASASI, Novia menyampaikan “harapan saya peserta yang mengikuti asasi, nantinya dapat terjun ke dunia saham syariah dan bersaham dengan bijak”.

Membahas mengenai investasi masa depan, sebagai makhluk sosial kita perlu melirik makna dari asuransi yang keduanya sama-sama penting. Baik asuransi atau investasi memiliki keuntungannya sendiri. Disamping pengadaan ASASI, untuk menyemarakkan Festival Hukum Ekonomi Syariah HMPS HES FaSya adakan kerjasama untuk kali pertama dengan PMI (Palang Merah Indonesia) Kota Salatiga. Dengan mengangkat tema “Blood For Everyone” berhasil terlaksana pada Senin (16/10/2023) di Auditorium K.H. Hasyim Asy’ari UIN Salatiga. Terdapat 40 peserta yang mengikuti donor darah dengan 29 pendonor darah yang lolos uji. Seluruh peserta berasal dari mahasiswa UIN Salatiga tanpa ada embel-embel dari mahasiswa luar. Pengadaan ini menjadi bukti kepedulian sosial antar sesama manusia. “Kegiatan ini selain dapat membantu sesama dengan donor darah banyak manfaat yang bisa didapatkan bagi kesehatan tubuh seperti mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke hipertensi dan tidak kalah pentingnya dengan mendonorkan darah dapat membuat tubuh lebih sehat dan bugar kerena dapat mengurangi kelebihan zat besi di dalam tubuh yang berbahaya bagi kesehatan”, pungkas Lukman Hakim Ketua umum HMPS HES.

Uji Hard Skil Antar Mahasiswa, HMPS HES FaSyaGelar Perlombaan Olahraga dalam Semarak Festival HES 2023

Oleh : Qhotrun Nada, editor: Hijri

Salatiga, FaSya– Tidak lengkap rasanya jika ada Festival tanpa adanya Perlombaan. Festival Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah (FaSya) semakin ramai dan semarak melalui agenda kedua yang diadakannya yaitu Lomba HES untuk Menuju Generasi Muda yang Serba Bisa. Dengan lomba cabang olahraga (CaBor) Futsal dan Infografis diharapkan mampu untuk mengasah kemampuan mahasiswa UIN Salatiga.  Karena untuk menumbuhkan semangat kreativitas dan minat bakat sebagai mahasiswa dan mempererat silaturahmi antar mahasiswa maka perlu adanya wadah untuk menampung apa yang menjadi keinginan mahasiswa. Perlombaan Futsal ditujukan untik internal Fasya yang berbeda dengan lomba Infografis. Sedangkan, perlombaan infografis ini tidak ada batasan dalam latarbelakang Prodi maupun Fakultas.

Pengadaan lomba CaBor Futsal tidak diadakan di kampus UIN Salatiga melainkan diadakan di Arena Futsal Salatiga yang sering digunakan untuk mahasiswa melakukan latihan Futsal di sela kesibukan perkuliahan. Pada hari Minggu 15/10/2023 sukses dilaksanakan lomba CaBor Futsal oleh HMPS HES yang diikuti oleh 6 tim. Dari masing-masing prodi mendelegasikan 2 tim, masing-masing tim terdiri dari 10 pemain dengan total 60 pemain. CaBor Futsal ini hanya ditujukan untuk internal FaSya UIN Salatiga dengan peraih pemenang juara lomba CaBor Futsal oleh tim futsal HES A sebagai juara 1 dan tim HTN B sebagai juara 2.

Disamping itu, perlunya media massa untuk menyebarkan informasi menjadi salah satu cara memberikan pemahaman melalui teknologi saat ini. Maka dipandang perlu mengasah keterampilan mahasiswa UIN Salatiga, melalui pengadaan lomba kedua yaitu Infografis oleh HMPS HES FaSya secara online. Dengan melahirkan mahasiswa yang cakap IPTEK berbasis syariah berhasil menjadjkan Dina Utari sebagai peraih juara pertama dengan mengangkat tema “Bisnis Syari’ah Digital” melalui media pamflet. Kategori juara diraih oleh Chandra Puspita sebagai juara kedua dengan mengangkat tema “Fiqh Muamalah Kontemporer” yang sangat relevan dengan ruang lingkup Hukum Ekonomi Syariah. Melalui media pamflet kedua juara menyampaikan pemahamannya. Kedua juara tersebut merupakan mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga. Dengan harapan “setelah diadakannya lomba, mahasiswa seluruh Indonesia khususnya fakultas syari’ah UIN Salatiga lebih menjalin silaturahmi yang erat, menumbuhkan jiwa2 solidaritas dan profesionalitas, dan bisa mencetak generasi muda yang berprestasi khususnya dalam bidang olahraga dan multimedia”, pungkas Lukman ketua umum HMPS HES.

Hak Mahasiswa Terancam?? HMPS HES Berikan Pemahaman Politik Kampus

Laporan : Qhotrun Nada, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Mendekati tahun 2024 sebagai ajang tahun politik di Indonesia menjadi momen terpenting dalam reformasi.  Sebagai Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dirasa penting memberikan pemahaman kepada mahasiswa Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga. Tanpa terkecuali dalam hal persiapan pemilu tahun 2024. Dalam masyarakat yang menerapkan prinsip demokrasi, mahasiswa yang mencapai usia pemilihan dibolehkan ikut memilih dalam pemilihan umum.

Melalui Kajian Politik dan Diskusi (KAPOLDASI) yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah (HMPS HES) FaSya UIN Salatiga membawa misi untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa sebagai agen perubahan untuk mampu menjawab dan memenuhi kewajiban menyuarakan hak suaranya. Dilaksanakan pada 10/09/2023 melalui on-Line dengan aplikasi zoom meeting, 133 peserta mahasiswa memenuhi ruang diskusi tersebut. Hebatnya peserta mayoritas dari Mahasiswa Baru yang menunjukkan antusias dan semangat mereka menjadi mahasiswa.

Mahasiswa sebagai student preaser (penguatan/penekanan) dan infras grup (mempengaruhi proses politik). Pemilu akan menjadi indikator yang menjadi tombak penting untuk representasi dari kedaulatan rakyat. Predikat pemilu menjadi potret Indeks demokrasi negara.

Disampaikan oleh Habib Imam Nurdin Sholeh, M.H. yang berperan sebagai pemateri pertama dalam diskusi ini, memberikan penjelasan mengenai peran mahasiswa sebagai bentuk adanya demokrasi itu sendiri yaitu akan halnya kebebasan sipil. Seperti pengadaan diskusi antar mahasiswa di sela perkuliahan sangatlah penting.  “Dapat menjadi leader, aktivis diluar kampus dan di dalam kelas melalui diskusi ilmu masyarakat itu perlu. Mekanisme dalam memilih pemimpin yang baik dapat dilihat melalui Personal branding , Track record, dan dapat merangkul anak muda dgn kebijakan”, jelasnya.

Pemilu menjadi elemen penting dalam demokrasi dan menjadi indikator mengukur demokrasi. Mahasiswa sebagai agent of change dan bijak dalam menyikapi permasalahan terutama mengenai pemilu tahun 2024. Menyikapi mengenai pentingnya dalam menghadapi tantangan harus menyusun dan mempersiapkan strategi dalam berpolitik, agar dapat mengetahui peran mahasiswa di politik kampus sehingga kita siap untuk menghadapi tantangan di era politik tersebut.

Rita Latassaqia, sebagai pemateri kedua memberikan penjelasan kepada mahasiswa mengenai tingkatan di Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fasya mulai dari Senat Mahasiswa (SeMa), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) yang terletak ditingkatkan jurusan/program studi. Menjawab pertanyaan salah satu mahasiswa jika dalam mengikuti organisasi internal (Ormawa) “tidak harus bertahap dari HMPS terlebih dahulu. Karena tidak ada yang mewajibkan dalam aturan mengenai hal tersebut, ujarnya”. Reporter melontarkan pertanyaan kepada Rita melalui WhatsApp chat mengenai harapan mahasiswa baru untuk menghadapi pemilu dan pemira di Fasya serta bagaimana PEMIRA di FaSya dapat berlangsung secara demokratis dan sesuai harapan seluruh mahasiswa. “Saya harap agar mhs bisa lebih peka dan menggunakan suaranya untuk dapat memilih calon pemimpin terbaik dan saya harap jumlah pemilih pada tahun ini meningkat minimal semua mhs terlibat dan sistemnya diperbarui, tangkasnya”.