Kontingen FaSya Kembali Menyabet Medali Perak PORSI se-Jawa Madura, Prestasi yang Mengharumkan Almamater FaSya UIN Salatiga

Jember, FaSya– Pekan Olahraga, Seni dan Ilmiah (PORSI) antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Jawa Madura telah resmi selesai digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember 01-04 November 2023. Pagelaran tersebut membawa uforia kebahagian sendiri khususnya bagi sivitas akademika Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga. 1 medali emas dari Puitisasi Al Qur’an dan 3 medali perak dari Karate, Debat dan Pencak silat berhasil dibawa pulang oleh mahasiswa-mahasiswi tercinta FaSya UIN Salatiga pada pagelaran tersebut.

Pada hari penutupan pagelaran (04/11/2023), M. Chairul Huda mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) menjadi salah satu anggota regu yang berhasil meraih medali perak kejuaraan pencak silat beregu putra. Tergabung pada kelompok pelatihan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) internal komisariat Student Sport Center (SSC), Huda memiliki waktu persiapan 3 Minggu untuk focus persiapan kejuaraan.

“Waktu singkat 3 minggu mengharuskan saya ekstra focus untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Berbekal motivasi dan keyakinan bahwa semua orang pasti bisa mendapat kesempatan untuk juara serta dukungan dari teman-teman juga pelatih, saya mantap bahwa saya dan regu bisa meraih impian juara”, ungkapnya.

Muhammad Taufik Zam Zami, M.A. selaku Ketua Program Studi HES menyampaikan kebanggaannya dan berharap bibit-bibit unggul mahasiswa prestasi terus bermunculan di FaSya UIN Salatiga.”Alhamdulillah keren banget capaian prestasi medali perak dari Chairul Huda dan teman-teman ini, semoga menjadi pembuka keran prestasi-prestasi yang membawa harum nama almamater”, jelasnya.

Bermental Juara, Kembali Lagi Kontingen FaSya dari Tim Debat Sabet Medali Kejuaraan PORSI

Jember, FaSya– Masih pada pagelaran Pekan Olah Raga, Seni dan Ilmiah (PORSI) antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Se-Jawa Madura, tim debat Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga berhasil menyabet prestasi juara ke-2 dengan komposisi anggota tim diisi oleh 3 mahasiswa Hukum Tata Negara(HTN). Ayu Novita, Galih Wicaksono dan Ragil Galih Saputro berhasil mengalah banyak tim debat dari PTKI, hingga masuk pada Final dan berhasil meraih juara 2 (03/11/2023).

Persiapan yang terhitung singkat hanya seminggu sebelum kejuaraan, tidak membuat ayu dkk pesimis. Melalui arahan Ketua Program Studi HTN Cholida Hanum, M.H dan Ahmadi H. Dardiri M.H., Sekjen Pusat Studi Peraturan Perundang-undangan (PSPP) yang sudah matang dan mengarahkan dengan terstruktur serta membentuk semangat tim untuk gigih berjuang dalam kejuaraan.

“Komposisi tim yang luar biasa, baik pembicara pertama kedua maupun ketiga memiliki kompetensi yang bagus dalam penyampaian serta penguasaan materi. Meski persiapan lomba sangatlah singkat namun tim debat konstitusi mampu menampilkan yang terbaik sehingga berhasil meraih medali perakIni menjadi salah satu pencapaian besar bagi komunitas debat di fakultas syariah yakni lembaga kajian hukum (LKH) karena kader-kader LKH mampu menyumbang medali bagi uin salatiga dalam ajang porsi jawara 2023”, ungkap Cholida.

“Arahan terkait batas-batas mosi perdebatan sudah pasti, terkait teknik dalam berdebat, serta bagaimana bisa bekerja sama dengan tim. Terlebih dari itu pembina kami sangat memberikan dukungan dalam segi apapun, yang tidak bisa kami paparkan secara spesifik karena terlalu banyak. Tanpa mereka kami bukan apa-apa”, ungkap Ayu.

Kekompakan yang terjalin dengan waktu singkat dan diuji dengan anggota tim silih berganti mengalami kendala kesehatan, membuat tim merasakan frekuensi yang sama dan visi yang sama kuat. Galih mengaku sempat dirawat masuk ke rumah sakit karena terjangkit tipes, sedikit membuat awalnya bingung bisa mengikuti kejuaraan atau tidak.

Selanjutnya, secara kompak disampaikan kepada humas FaSya saat wawancara mereka menyampaikan motivasi tinggi dan harapannya kelak dalam kejuaraan berikutnya bisa mengikuti kembali dan bisa membawa pulang medali emas.

Bermental Juara, 4 Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga Sabet Medali Kejurnas Magelang Championship 2023

Laporan: Hijri

Magelang, FaSya-. 4 Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga kembali mencatatkan prestasi dengan menyabet 4 medali pada Kejuaraan Nasional Pencak Silat “Magelang Championship 2”. Event kejurnas digelar pada 2-4/6/2023 bertempat di Gor Samapta Kota Magelang dalam rangka merayakan Hari Bhayangkara Ke-77 tahun 2023.

Baghyawan Firdhaus berhasil menjadi juara 1 dan berhak membawa pulang medali emas dalam kategori lomba seni tunggal putra.

Vivi Ayu Saputri berhasil menjadi juara 1 dan berhak membawa pulang medali emas dalam kategori seni beregu kelas dewasa putri.

Ahmad Tegar Ardiansyah peraih juara 2 dan berhak membawa pulang medali perak dalam kategori tanding kelas C dewasa putra (55-60 kg).

Nasiruddin peraih juara 2 dan berhak membawa pulang medali perak dalam kategori tanding kelas C dewasa putra (55-60 kg).

Raihan 4 medali tersebut mengharumkan nama FaSya UIN Salatiga serta Organisasi Olahraga Mahasiswa Internal Kampus Sport Student Club (SSC) tempat mereka berlatih.

Baghyawan merasa bersyukur dan bangga atas raihan yang sudah diperoleh. Dia berpesan “menjadi juara itu perlu dihina, perlu air mata, perlu disakiti dan perlu jam terbang yang teruji”.

Vivi merasa sangat bahagia terlebih dia adalah peraih juara dari kalangan perempuan. Dia memiliki kesan yang memberikan pengalaman berharga serta evaluasi bagi diri sendiri untuk terus berlatih lebih keras lagi dan meningkatkan skill di bidang bela diri..

Senada dengan Vivi, Tegar merasa sengan dan bangga atas raihannya. Raihan yang telah diterimanya memberikan pengalaman berharga serta evaluasi bagi diri sendiri untuk terus berlatih lebih keras lagi.

Berbeda dengan Nasiruddin, awal mula mengikuti pertandingan kejurnas ini didasari dengan tujuan ingin menambah jam terbang dan juga meningkatkan skill dibidang bela diri.

“saya ingin menambah wawasan serta pengalaman dengan apa yang saya latih di UKM SSC devisi Bela Diri, sehingga skill saya dapat berkembang dengan pengalaman yang saya dapat”, ucap nasiruddin.

Atas raihan 4 medali yang diperoleh 4 mahasiswa Prodi HTN tersebut, Prof. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., selaku Dekan merasa bangga dan berharap prestasi-prestasi ini akan bersambung terus dalam even lainnya.

“selamat kepada 4 mahasiswa HTN yang telah menyabet 4 medali sekaligus dalam kejurnas magelang championship memperingati hari bayangkara ke 77 tahun 2023. Prestasi ini membanggakan Fakultas Syariah dan sekaligus menjadi bukti bahwa Fakultas Syariah berhasil mencetak mahasiswa bermental juara baik dalam bidang akademik, seni maupun olahraga. Semoga menyusul prestasi-prestasi berikutnya dari mahasiswa Fakultas Syariah dalam berbagai even-even tingkat nasional maupun internasional”, ucap Prof Ilyya dalam wawancara dengan Humas FaSya.

Tidak kalah bagganya, Cholida Hanum selaku Ketua Prodi HTN sangat mengapresiasi mahasiswa-mahasiswanya yang bermental juara dan dapat mengharumkan nama almamater di tingkat nasional.

“atas pencapaian tersebut, saya selaku Kaprodi HTN sangat mengapresiasi prestasi di kancah nasional yang telah diukir mahasiswa-mahasiswi HTN. Tentu ini merupakan hal yang luar biasa dan kebanggan sendiri bagi sivitas akademika Fakultas Syariah maupun UIN Salatiga. Saya berharap semoga kedepan semakin banyak prestasi-prestasi yang diraih oleh mahasiswa Prodi HTn agar semakin melangitkan Fakultas Syariah UIN Salatiga sebagai kampus terdepan dalam memajukan akademik serta peradaban”, ucap Cholida dalam sambungan wawancara melalui Whatsapp.

Go Internasional, Najwa Sosialisaikan Almamater Fakultas Syariah UIN Salatiga Di Negara Thailand

Laporan: Najwa H, Editor: Hijri

Thailand, FaSya-Melalui Siaran radio on-line (101.00 Mhz) dan Live Facebook (RSN Suara Al Noor) Thailand (25/04), Najwa Hakim selaku mahasiswa Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga diundang untuk mengisi dan diberi kesempatan berbagi seputar pengalamannya kuliah di UIN Salatiga hingga bisa menjalankan tugas akademik penelitian akhir studi di Provinsi Pattani, Thailand Selatan selama 1 bulan.

Video profil UIN Salatiga menjadi pembuka sesi wawancara dengan Najwa. Moderator pada siaran diwakili oleh penyiar radio Thailand Ibrahim H. Abdulrahman dan dua mahasiswa UIN Salatiga. Najwa sebagai mahasiswa UIN Salatiga asli Indonesia dan Ismail sebagai mahasiswa UIN Salatiga asli Thailand.

Dalam kesempatan yang diberikan kepada Najwa, “Ini merupakan pengalaman pertama saya bisa memakai jalur penerbangan antar negara. Saat berangkat, saya dari bandara Suekarno-Hatta (Jakarta) dan sempat transit di bandara Changi, Singapura selama 15 Jam untuk bisa mendarat di bandara Hat Jay, Thailand Selatan”.

Tujuan awal perjalanan ke Thailand untuk penelitian karya ilmiah, mulai dari tanggal 8 April sampai 4 Mei 2023 diberikan kesempatan tinggal disini dan menuntaskan tugas penelitian. Alhamdulillah saya bisa melihat secara langsung budaya dalam merayakan Hari Raya Islam (Idhul Fitri) di sini, ungkapnya.

Penelitian Skripsi Najwa berjudul, “Efektivitas Penerapan Wajib Bimbingan Dan Penyuluhan Bagi Pelaku Hamil Pranikah Dalam Menjaga Ketahanan Berumah Tangga” (Studi Kasus di Majlis Agama Islam Pattani, Thailand Selatan).

Alasan disampaikan oleh Najwa yang mendasari penelitian dilakukan di Thailand karena adanya ketertarikan dengan wilayah Pattani (Thailand Selatan) yang berbeda dengan orang lain ketahui tentang Negara Thailand itu sendiri (sering disebut negara Budha). Di Provinsi Pattani ini sangat kental budaya Islamnya, bahkan hampir mirip dengan Daerah Istimewa Aceh secara hukumnya memiliki hak istimewa dalam mengatur masyarakatnya di tiga Provinsi Selatan Thailand (Pattani, Yala, Naratiwat).

Hal ini juga didukung dengan fokus study saya sebagai Sarjana Hukum Keluarga Islam (HKI), di Pattani memiliki ciri khas dalam hukum muwafakat untuk mengatur pernikahan. Hukum muwafakat atau yang sering disebut kesepakatan bersama ini telah diakui dan diterapkan menjadi hukum aktif di tiga wilayah Thailand Selatan ini, lanjutnya.

Keseriusan Najwa terlihat dari transportasi perjalanan dan biaya hidup di Thailand bersal dari kocek pribadi. Ada bantuan biaya untuk living Kos difasilitasi oleh asrama dari Sekolah Sasnupatam School, Pattani, Thailand Selatan.

Kesempatan juga diberikan Najwa untuk mensosialisasikan UIN salatiga dan memotivasi kepada para pemuda Pattani yang mau melanjutkan perkuliahan di Indonesia. Penelitian ini memberikan kesan bahwa “saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan beberapa ulama besar pejuang kemerdekaan Pattani, khususnya Dr. H. Ahmadkamel H. Wanyusuf Al-Bandari yang merupakan salah satu pimpinan di Majelis Agama Islam Pattani. Kemudian saya sangat mengharapkan kepada segenap adek-adek saya khusus Mahasiswa UIN Salatiga yang sedang menjalankan study disana agar selalu menjalin relasi dengan baik dan mengambil kesempatan serta tantangan untuk meningkatkan Hard Skilldan Soft Skill nya selama belajar di UIN Salatiga agar bisa memberikan nama baik kepada Almamater serta bisa bermanfaat untuk lingkungannya.

Mahasiswa HKI dan HES Sabet Juara Language Festival 3.0 2020 Vlog Challenge

IAINSalatiga- Unit Pelayanan Teknis Pengembangan Bahasa (UPTPB) IAIN Salatiga menggelar kompetisi kreatif mahasiswa dalam bentuk pembuatan vlog berbahasa Arab dan Inggris. Pendaftaran yang dibuka pada tanggal 06-09 September 2020 cukup mendapatkan antusias yang baik oleh mahasiswa-mahasiswi seluruh Fakultas dengan membentuk team Vlog. Team yang sudah terdaftar diumumkan dan diberi waktu selama 8 hari untuk membuat dan bisa mengumpulkan hasil vlognya ke UPTB. Tepat pada Senin, 2 November 2020 UPTB resmi mengumumkan pemenang kompetisi Vlog dan muncul team mahasiswa HKI sebagai juara 1 dan team HES sebagai juara favorit.

Dari team HKI, Firman dan Alif berkolaborasi membuat video vlog berbahasa inggris dengan judul “Rendang and Soto, traditional food that goes international”. Untuk proses pembuatan video vlog dalam wawancara singkat mereka menjelaskan bahwa pertama menentukan makanan apa dan rumah makan yang mana yang akan direview. Sedikit berkerut dalam mencari titik focus yang diambil karena harus memiliki nilai sejarah dan bisa diceritakan sebagai daya tarik masyarakat. Kemudian berlanjut pada naskah sebelum taking video, naskah disusun dalam bahasa Indonesia kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris secara manual.

Kendala pertama ada di editing, karena mereka mengaku tidak pernah belajar editing video selama ini. Jadi sedikit banyak mereka meminta bantuan teman yang memiliki kemampuan dalam hal tersebut. Selama proses taking dan editing tidak ada kendala sama sekali. Proses taking dilakukan selama 2 jam di 2 rumah makan berbeda di area kota Salatiga dan di Kampus 2 IAIN Salatiga. Para pemilik rumah makan juga memberikan kami kemudahan untuk shooting serta didukung dengan situasi rumah makan kondusif untuk proses shooting, pungkas mereka.

Dari team HES, dengan team yang terdiri dari Adil Muhammad Ma’ruf, Erriza Aidatul C, Alfi Kiki Fatmala, mengumpulkan Vlog dengan Tema “Indonesia’s National Dishes”. Sejak pengumpulan anggota team, merek mengaku telah membagi tugas masing-masing anggota team, dengan Adil Muhammad Ma’ruf adalah dan Editor, sekaligus Koordinator Team, Erriza Aidatul C sebagai Director, dan Alfi Kiki Fatmala sebagai Reviewer. Selain itu, kami juga mendiskusikan tentang tema vlog bersama-sama, hingga akhirnya sepakat untuk mengenalkan 3 Makanan Nasional Indonesia, yaitu Sate, Nasi Goreng, dan Gado-gado.

Dimulai dari pembuatan naskah berbahasa Inggris sebagai gambaran ketika mereview makanan tersebut, mereka menceritakan dalam tahap ini kemudian menentukan hari untuk pengambilan video, tentu dengan alat sederhana dan seadanya mengingat kami bukanlah expert dalam bidang videografi, hingga pada tahap pengeditan kami usahakan semaksimal dan semampu kami, alhamdulillah video berhasil kami kumpulkan tepat waktu.

Tidak berhenti sampai pada tahap pengumpulan Vlog, namun kami tetap gencar untuk meminta dukungan dari berbagai pihak untuk membantu dan mensupport Vlog yang sudah kami kumpulkan. Terimakasih kami ucapkan terhadap pihak-pihak yg bersumbangsih dalam mendukung video kami hingga akhirnya berhasil meraih Juara Favorit Vlog Bahasa Inggris dalam ajang Language Festival 3.0 UPTPB IAIN Salatiga. Alhamdulillah, pungkas mereka.

Livia Setyawati: Mahasiswa Beasiswa Bidik Misi Fakultas Syariah Dari Anak Petani Yang Menjadi Juara

FaSyaIAINSalatiga-Livia Setyawati asal dari Wonosobo dan terlahir dari keluarga sederhana yang mempunyai 4 saudara, merasa bersyukur sekali bisa menempuh Pendidikan tinggi dengan dibantu beasiswa bidikmisi. Menjadi mahasiswi Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas  Syari’ah (FaSya) IAIN Salatiga Yang sedang menempuh perkuliahan pada semester 5, telah meraih juara pada lomba menulis Cerpen dan Esay dengan tema “nurani santri dalam narasi” dalam acara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Komunitas Pelataran Sastra Kaliwungu pada 20-21 Oktober 2020. Lomba terselenggara secara on-line dengan ketentuan peserta mengirim satu naskah pribadi berbentuk esai atau cerpen yang tidak mengandung sara dan kebencian.

Adanya covid-19 berdampak disemua bidang termasuk Pendidikan yang menggunakan system daring, kuliah daring membuat Livia mempunyai banyak waktu luang, dan atas saran Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. H. Illya Muhsin, M.Si untuk mengikuti lomba esai dalam rangka Hari Santri Nasional.

Pengakuan Livia saat bercerita sebenarnya tidak begitu optimis untuk mendapatkan juara, karena Livia mulai mengerjakan lomba sudah H-1 dari penutupan pengiriman karya, tetapi dengan usaha maksimal dan berdoa alhamdulillah dia bisa mendapatkan juara 1 dalam lomba esai tersebut. Dia memberikan pesan kepada teman-teman mahaiswa lainnya bahwa “Segala sesuatu jika dilakukan dengan usaha maksimal dan tawakal insyaAllah akan tercapai dengan baik. Sebagai pelajar harus selalu menempa diri dan haus ilmu salah satunya dengan mengikuti perlombaan dan berkarya,” pungkasnya.