Penjaminan Mutu Berkelanjutan: Program Studi HKI Fakultas Syariah UIN Salatiga Gelar Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026

Salatiga, (19 Oktober 2026) – Dalam rangka memperkuat sistem penjaminan mutu internal serta memastikan tata kelola tata pamong yang akuntabel, Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah UIN Salatiga menyelenggarakan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026. Pelaksanaan audit bermutu ini berlangsung secara seremonial dan khidmat pada hari Senin, 19 Oktober 2026, bertempat di Aula lantai 3 Fakultas Syariah UIN Salatiga.

Rangkaian acara diawali dengan sesi pembukaan yang dihadiri oleh seluruh pimpinan fakultas, perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), para auditor, serta pimpinan program studi. Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga, Ibdaul Latifah, M.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa penyelenggaraan AMI ini merupakan komitmen dan upaya berkelanjutan dari LPM untuk mendampingi setiap program studi. Hal ini bertujuan agar pada saat pelaksanaan Assessment Lapangan (AL) mendatang, seluruh proses administrasi dan kelengkapan akreditasi Program Studi HKI dapat terlaksana lebih tertib, terstruktur, dan terdokumentasi dengan baik.

Merespons hal tersebut, Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan AMI ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan audit mutu bukanlah sekadar rutinitas formalitas, melainkan wahana untuk menumbuhkan kebiasaan baik (good habits) seluruh civitas akademika dalam menjaga ketertiban administrasi dan standar mutu akademis secara konsisten di lingkungan fakultas.

Setelah sesi seremonial pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan proses audit substantif dan konfirmasi dokumen secara langsung oleh Tim Auditor AMI. Berdasarkan penugasan, proses audit kali ini dipimpin oleh Juwita Artanti Kusumaningtyas, M.Cs. bertindak sebagai Auditor 1 dan Dra. Sri Suparwi, M.A. bertindak sebagai Auditor 2. Proses penggalian data dan klarifikasi instrumen ditujukan langsung kepada Bapak Ahmadi Hasanuddin Dardiri, M.H. selaku Ketua Program Studi HKI dan Kholifatun Nur Mustofa, M.H selaku Sekretaris Program Studi HKI UIN Salatiga dan observer dari tim LPM Uin Salatiga

Secara keseluruhan, hasil audit menunjukkan capaian yang sangat positif, di mana data dukung (evidence) instrumen penjaminan mutu yang dipersyaratkan oleh Prodi HKI telah tersedia dengan baik. Meski demikian, guna peningkatan mutu secara berkelanjutan, Tim Auditor memberikan beberapa catatan dan masukan, di antaranya; laporan AMI disarankan untuk dilakukan dan didokumentasikan oleh Prodi secara rutin setiap tahun, serta pemetaan masa studi mahasiswa Prodi HKI perlu dilaporkan dan diperbarui secara berkala setiap tahunnya. Berdasarkan evaluasi akhir, Tim Auditor mengategorikan temuan hasil AMI Prodi HKI dalam kategori Minor.

Menanggapi hasil audit tersebut, Kaprodi HKI UIN Salatiga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Auditor 1 dan Auditor 2 atas kerja keras, ketelitian, serta masukan dan saran yang sangat membangun bagi perbaikan Prodi HKI ke depan. Harapan besar disampaikan agar momentum AMI Tahun 2026 ini membawa banyak dampak positif dan kebaikan, khususnya bagi penguatan kelembagaan Prodi HKI Fakultas Syariah UIN Salatiga menuju akreditasi yang unggul dan berdaya saing. Kegiatan ini di tutup foto bersama sekaligus penyerahan berita acara dan hasil AMI.

Pewarta: Kholifatun Nur Mustofa

Editor: Ahmadi Hasanuddin Dardiri, M.H

Benchmarking Pengelolaan Operasional Prodi HKI UIN Salatiga Perkuat Tata Kelola Akademik di Universitas Islam Malang

Malang, (26 Juni 2026) – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola akademik dan pengelolaan operasional program studi, Program Studi S1 Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah UIN Salatiga melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang pada Jumat dimulai 13.00 WIB (26/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Fakultas Agama Islam tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam pengembangan tata kelola Program Studi Hukum Keluarga Islam.

Rombongan Prodi S1 HKI Fakultas Syariah UIN Salatiga dipimpin oleh Ketua Program Studi, Ahmadi Hasanuddin Dardiri, M.H., didampingi oleh M. Yusuf Khummaini, M.H., selaku dosen HKI, Dr. Ali Geno Berutu, M.A.Hk., selaku dosen HKI, Aditya Kurniawan selaku operator layanan operasional, serta Wakimin Imam Mawardi selaku pengadministrasi perkantoran.

Kehadiran delegasi UIN Salatiga disambut hangat oleh jajaran pimpinan Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang. Acara diawali dengan sambutan dari Dekan FAI, Abdul Jalil, M.Pd.I., yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik tersebut. Menurutnya, kegiatan benchmarking merupakan bagian penting dalam membangun budaya saling belajar antarperguruan tinggi guna meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam.

Dalam sambutannya, Abdul Jalil menegaskan bahwa tantangan pengelolaan program studi pada era transformasi pendidikan menuntut adanya inovasi, kolaborasi, serta penguatan sistem penjaminan mutu. Oleh karena itu, forum benchmarking menjadi sarana yang efektif untuk bertukar pengalaman, berbagi praktik baik (best practices), sekaligus memperluas jejaring kerja sama kelembagaan.

Turut memberikan sambutan, Wakil Dekan I FAI, Khoirul Asfiyak, M.H.I., yang memaparkan berbagai strategi pengelolaan akademik, pelayanan administrasi, serta pengembangan sistem operasional yang diterapkan di lingkungan Fakultas Agama Islam. Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam FAI, Shofiatul Jannah, M.H.I., menjelaskan berbagai inovasi dalam pengelolaan Program Studi HKI, mulai dari layanan akademik berbasis digital, pengelolaan dokumen mutu, hingga strategi peningkatan kualitas pembelajaran dan persiapan akreditasi.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi saling bertukar pengalaman mengenai pelaksanaan operasional program studi, sistem administrasi akademik, tata kelola sumber daya manusia, pengelolaan dokumen, pelayanan kepada mahasiswa, hingga implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan semangat kolaborasi untuk menghasilkan solusi atas berbagai tantangan dalam pengelolaan pendidikan tinggi.

Ketua Program Studi S1 HKI UIN Salatiga, Ahmadi Hasanuddin Dardiri, M.H., menyampaikan bahwa benchmarking ini merupakan bagian dari komitmen Prodi HKI UIN Salatiga untuk terus melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Menurutnya, pengalaman dan inovasi yang diterapkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang menjadi referensi berharga dalam menyempurnakan sistem pengelolaan operasional di lingkungan Prodi HKI UIN Salatiga.

“Kegiatan ini memberikan banyak wawasan mengenai tata kelola program studi yang efektif, terutama dalam pengembangan layanan akademik dan penguatan budaya mutu. Kami berharap hasil benchmarking ini dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan dan karakteristik institusi kami,” ujarnya.

Melalui kegiatan benchmarking ini, kedua institusi berharap dapat memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan tata kelola Program Studi Hukum Keluarga Islam. Pertemuan tersebut juga menjadi bukti komitmen bersama untuk mewujudkan pendidikan tinggi Islam yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional.

Benchmarking Pengelolaan Operasional Prodi HKI UIN Salatiga di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Surabaya, (24 Juli 2026) – Program Studi S1 Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah UIN Salatiga melaksanakan kegiatan benchmarking pelaksanaan operasional pengelolaan program studi ke Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya pada Rabu (24/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola akademik serta meningkatkan kualitas layanan operasional Program Studi Hukum Keluarga Islam melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik antarlembaga.

Delegasi dari Prodi S1 HKI Fakultas Syariah UIN Salatiga dipimpin oleh Ketua Program Studi, Ahmadi Hasanuddin Dardiri, M.H., didampingi oleh M. Yusuf Khummaini, M.H., selaku dosen HKI, Dr. Ali Geno Berutu, M.A.Hk., selaku dosen HKI, Aditya Kurniawan selaku operator layanan operasional, serta Wakimin Imam Mawardi selaku pengadministrasi perkantoran.

Rombongan diterima secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya bersama Ketua Program Studi S1 Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. H. Holilur Rohman, M.H.I. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Utama Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya yang berada di Gedung KH. Syafi’i A. Karim (Gedung A), tepatnya di Ruang A.201.

Dalam suasana yang berlangsung hangat dan konstruktif, kedua institusi mendiskusikan berbagai aspek pengelolaan operasional Program Studi Hukum Keluarga Islam. Pembahasan meliputi tata kelola administrasi akademik, sistem layanan kepada mahasiswa, pengelolaan dokumen akademik, strategi peningkatan mutu, hingga mekanisme pendukung akreditasi program studi.

Ketua Program Studi S1 HKI UIN Salatiga, Ahmadi Hasanuddin Dardiri, M.H., menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas tata kelola program studi. Menurutnya, pengalaman dan inovasi yang diterapkan di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya menjadi referensi penting untuk pengembangan sistem operasional di lingkungan Prodi HKI UIN Salatiga.

Sementara itu, Dr. H. Holilur Rohman, M.H.I., menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap kegiatan benchmarking dapat memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola program studi yang adaptif, berkualitas, dan berorientasi pada peningkatan layanan pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan benchmarking ini, kedua belah pihak berharap terjalin kerja sama yang semakin erat dalam pengembangan Program Studi Hukum Keluarga Islam, baik dalam aspek akademik, pengelolaan operasional, maupun penguatan sistem penjaminan mutu. Hasil dari kunjungan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam menghadirkan layanan pendidikan yang semakin profesional, efektif, dan berdaya saing.

Bekali Mahasiswa Menuju Kehidupan Rumah Tangga, HMPS HKI Gelar Sekolah Pra Nikah

Salatiga, (21 Mei 2026) – Himpunan Mahasiswa Keluarga Islam Fakultas Syari’ah  menggelar acara sekolah pra nikah dengan tema “Pernikahan Era Gen Z: Kesiapan Mental Dan Kesadaran Hukum Dalam Pernikahan di Era Modern” yang di laksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026 di aula lantai 3 Fakultas Syari’ah.

Lutfia, ketua panitia mengatakan bahwa Sekolah pra nikah ini dilaksankan sebagai salah satu program rutin HMPS HKI  yang di adakan setiap tahun. Kegiatan tersebut bertujuan menunjang pengetahuan dan kesiapan mahasiswa sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yakni pemateri pertama yaitu Naura jingga.,S.S sebagai pemateri pertama dengan pembahasan dinamika pernikahan di era kontemporer. Adapun pemateri kedua yaitu M. Ichsan hidayat S.H yang mengangkat materi kesiapan mental dan kesadaran hukum.

Ketua panitia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan bekal ilmu kepada mahasiswa sebelum memasuki ke jenjang pernikahan. Dia juga mejelaskan bahwa kesiapan sebelum menikah itu sangat penting, sekaligus meluruskan pandangan sebagian orang mengenai mariage is scary, yaitu ketakutan terhadap realitas pernikahan akibat pengalaman atau trauma yang terjadi di lingkungan sekitar. Setelah mengikuti kegiatan sekolah pra nikah ini, mahasiwa di harapkan dapat memahami berbagai kesiapan yang perlu di perhatikan sebelum menikah, baik dai segi mental, spritual, maupun finansial

HMPS HKI menghadirkan kerangka kerangka positif melalui pelaksanaan sekolah pra nikah sebagai upaya memberikan pengetahuan dan bekal kepada mahasiswa mengenai kehidupan pernikahan. Karena pernikahan tidak hanya di pandang sebagai hubungan antara dua individu, tetapi juga sebagai bentuk ibadah bersama untuk mencapai ridho sang pencipta.

Kontributor : Yusup (Mahasiswa HES 2025)

Deretan Wisudawan Berprestasi Fakultas Syariah UIN Salatiga Raih Capaian Akademik, Nasional Hingga Internasional

SALATIGA — Fakultas Syariah UIN Salatiga memberikan penghargaan kepada sejumlah wisudawan berprestasi dalam Pelepasan Wisuda Periode ke-11 yang digelar pada 29 April 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada lulusan terbaik akademik, lulusan tercepat, serta peraih prestasi non-akademik tingkat nasional dan internasional sebagai bentuk apresiasi atas capaian mereka selama menempuh studi.

Pada kategori akademik tingkat program studi, predikat wisudawan terbaik diraih oleh Siti Mafaul Umamah, S.H. dari Prodi Hukum Keluarga Islam dengan IPK 3,92. Kemudian, dari Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah, wisudawan terbaik diraih oleh Hajar Wahyu Salsabila, S.H., dengan IPK 3,94, serta Zamhuri Maknawi, S.H., dari Prodi Hukum Tata Negara, dengan IPK 3,96. Bahkan, Zamhuri juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Syari’ah pada periode ini.

Penghargaan juga diberikan kepada lulusan tercepat angkatan 2022 yang mampu menyelesaikan munaqosyah dalam waktu singkat, yakni Nafisah, S.H. dari Prodi HES pada 8 Desember 2025. kemudian Izka Maulidatur Rofiqoh, S.H. dan Milla Khumayla Quintana, S.H. yang keduanya dari Prodi HKI pada 26 Januari 2026 serta Zamhuri Maknawi, S.H. dari Prodi HTN yang melaksanakan monaqosyah pada 10 Februari 2026.

Di bidang non-akademik, Fakultas Syariah turut mengapresiasi capaian mahasiswa di level yang lebih luas. Zamhuri Maknawi, S.H. tercatat sebagai delegasi Program E-Mobility tingkat internasional dan peraih berbagai penghargaan karya tulis ilmiah. Ragil Galih Saputro, S.H. meraih Juara 2 Debat Konstitusi tingkat PTKIN dan Juara 2 Olimpiade Bahasa Indonesia tingkat nasional. Ujang Permadi, S.H. berprestasi di bidang seni suara dengan raihan juara regional dan medali perak tingkat universitas. Sementara itu, Nafa Naila Faiza, S.H. menjadi awardee E-Mobility Program di Universiti Malaysia Sabah pada 2024.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh jajaran pimpinan fakultas sebagai bentuk pengakuan atas capaian para wisudawan. Apresiasi ini menegaskan bahwa lulusan Fakultas Syariah UIN Salatiga tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Kontributor: Muntiatul Badiah (Tim Jurnalistik MCFS)

Patahkan Rumor Sulit Lulus, Fakultas Syariah UIN Salatiga Lepas 143 Wisudawan

SALATIGA – Fakultas Syariah UIN Salatiga menggelar acara Pelepasan Wisudawan dan Pembekalan Alumni Angkatan ke-11 pada Rabu, 29 April 2026. Agenda tersebut bertempat di lantai 3 gedung dekanat Fakultas Syari’ah UIN Salatiga. Momen ini menjadi catatan sejarah penting karena Fakultas Syariah berhasil meluluskan 143 wisudawan, jumlah tertinggi di antara seluruh fakultas yang ada di UIN Salatiga.

Dari seluruh wisudawan yang lulus, 44 mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), 52 mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES), dan 47 mahasiswa Hukum Tata Negara (HTN). Prestasi ini mendapat apresiasi dari jajaran pimpinan fakultas.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama sekaligus panitia acara, Sukron Ma’mun, Ph.D dalam laporan panitia menyampaikan bahwa jumlah 143 lulusan ini merupakan angka tertinggi di lingkungan universitas pada periode ini.

“Ini menjadi catatan terbanyak di antara fakultas yang lain,” lapornya.

Hal tersebut senada dengan sambutan yang disampaikan Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si., sekaligus menjadi bukti bahwa lulus dari Fakultas Syari’ah tidak sulit sekaligus memiliki kualitas yang mumpuni.

“Wisudawan dari Fakultas Syari’ah memiliki jumlah terbanyak di antara semua fakultas, mengalahkan fakultas lain yang secara jumlah mahasiswa mungkin lebih banyak. Ini sekaligus membuktikan bahwa kuliah dan lulus dari Fakultas Syariah itu mudah sekaligus berkualitas,” tuturnya.

Data ini juga membantah rumor yang menyebutkan bahwa kuliah di Fakultas Syari’ah itu rumit dan dosen sulit memberikan nilai. Berdasarkan data IPK tertinggi, prodi HKI meraih 3,92, HES 3,94, dan HTN mencapai 3,96.

“Angka ini nyaris sempurna 4,0, dan prestasinya merata. Ini membuktikan lulus di sini bisa dengan nilai tertinggi dan prestasi gemilang. Bahkan, sistem kita membuktikan mahasiswa bisa lulus cepat di semester 7,” imbuhnya.

Di hadapan para wisudawan, Dekan mengingatkan agar para lulusan tidak cepat berpuas diri dengan angka dan IPK.

“Kalau anda lulus tidak  ditanya berapa IPK-nya, tapi seberapa besar kontribusi anda untuk kebaikan di masyarakat, bangsa dan negara ini pesannya.

Menutup sambutannya, Prof. Ilyya menekankan bahwa kunci kesuksesan bukanlah sekadar IQ tinggi, melainkan motivasi diri untuk terus maju dan menjadi pembelajar yang gigih.

“Orang yang berhasil dan bisa sukses itu bukanlah orang yang memiliki IQ tinggi, tetapi orang yang  selalu memotivasi dirinya untuk terus maju di mana pun, kapan pun dan dalam keadaan apa pun,” pungkasnya.

Kontributor: Muntiatul Badiah (Tim Jurnalistik MCFS)

HKI UIN Salatiga Jalani Asesmen BAN-PT, Tegaskan Mutu dan Peran Historis Prodi

Salatiga (11/04/2026) – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah UIN Salatiga menjalani proses Asesmen Lapangan (AL) oleh tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Sabtu 11 April 2026. Kegiatan yang berpusat di Lantai 3 Gedung Dekanat Fakultas Syariah ini bertujuan memvalidasi standar mutu akademik HKI sebagai program studi tertua sekaligus cikal bakal berdirinya Fakultas Syariah UIN Salatiga.

Hadir secara langsung di lokasi, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Dr. Miftahuddin, M.Ag., serta asesor BAN-PT Prof. Dr. Yayan Sopyan, M.Ag. Sementara itu, asesor Prof. Dr. H Aden Rosadi, M.Ag., turut membersamai jalannya agenda melalui sambungan daring. Pembukaan acara ini juga dihadiri oleh Ketua LPM, Ketua LP2M, jajaran dekan fakultas, kaprodi, dosen, serta perwakilan alumni dan mahasiswa HKI.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan menekankan posisi strategis HKI sebagai prodi sulung yang mengawali lahirnya Fakultas Syariah.

“HKI ini adalah salah satu prodi tertua di UIN Salatiga, karena prodi HKI ini adalah cikal bakal dari berdirinya Fakultas Syariah,” tuturnya.

Asesor BAN-PT, Prof. Dr. Yayan Sopyan, M.Ag., menyampaikan bahwa akreditasi di era digital berfungsi sebagai digital marketing dan janji kualitas kepada masyarakat. Menurut asesor, profil akreditasi merupakan hal pertama yang dicari oleh calon mahasiswa, sehingga predikat yang diraih harus terealisasi dalam bentuk jaminan mutu lulusan.

“Calon mahasiswa saat ini sangat canggih. Mereka akan melakukan pencarian di internet dan profil pertama yang dilihat adalah akreditasi. Predikat akreditasi adalah janji yang harus direalisasikan dalam bentuk kualitas lulusan,” ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar institusi tidak terjebak pada persoalan administratif semata, melainkan lebih fokus pada peningkatan substansi daya saing mahasiswa.

“Kita enggak perlu bijak-bijak lagi tentang casing. Kita bicara tentang substansi daya saing mahasiswa kita, mampu atau tidak,” imbuhnya.

Kehadiran para alumni dan juga mitra dari instansi eksternal seperti Kementerian Agama dan Pengadilan Agama dalam asesmen lapangan merupakan bentuk pengakuan nyata atas keberadaan prodi HKI di tengah masyarakat.

Pembukaan acara asesmen lapangan ini dipandu oleh Aini Rahmania S.H., M.H sebagai pembawa acara dan ditutup dengan ice breaking yang dipimpin oleh Dewi Rahmawati M.H. yang mengenalkan jargon “Fakultas Syari’ah Keren Bermartabat”.

Kontributor: Muntiatul Badiah (Mahasiswa HES 2023)

Pesan Prof. Yayan: Mahasiswa Syariah Harus Optimis dan Lebih Unggul

Salatiga (11/04/2026) – Di akhir sesi Asesmen Lapangan (AL) Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Tim Media Center Fakultas Syari’ah UIN Salatiga berkesempatan mewawancarai Prof. Dr. Yayan Sopyan, M.Ag., salah satu asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), pada hari Sabtu, 11 April 2026 di lantai 2 gedung dekanat Fakultas Syari’ah. Dalam sesi tersebut, Prof. Yayan memberikan pesan mendalam bagi mahasiswa yang kerap merasa rendah diri atau minder berkuliah di Fakultas Syari’ah.

Prof. Yayan menekankan bahwa latar belakang pendidikan Syari’ah memiliki keunggulan kompetitif yang tidak bisa dipandang sebelah mata.  Dia mengambil contoh dirinya sendiri yang menempuh jenjang S1 hingga S3 di bidang Syari’ah, meski juga mengambil gelar hukum umum.

“Saya merasa tidak perlu (minder) dan saya  mengatakan bawa hukum syariah itu lebih unggul dari pada hukum umum. Sehingga dalam tatanan  implementasi bisa dikembangkan. Misalnya ketua LBH Jakarta yang sekarang selalu di TV itu, saudara Isnur (Muhammad Isnur),itu S1 nya di fakultas syariah dan hukum UIN Jakarta. Kemudian banyak aktivis-aktivis hukum yang di Jakarta latar belakangnya satu yakni syariah. Jadi nggak perlu minder,” tegas Prof. Yayan.

Menurutnya, kunci kesuksesan bukan pada nama fakultas, melainkan pada kemauan mahasiswa untuk terus melakukan improvisasi diri. Dia menilai sumber daya manusia dan fasilitas di Fakultas Syari’ah UIN Salatiga sudah sangat memadai.

“Saya kira dengan SDM yang ada di fakulatas syariah UIN Salatiga, bagaimana pimpinan memberikan fasilitas untuk berkembang saya kira sudah memadai, tinggal mahasiswanya mau melakuakan improvisasi itu tidak,” imbuhnya.

Prof. Yayan juga menyoroti letak geografis Salatiga yang kondusif untuk membangun kultur akademik kuat melalui pusat kajian seperti komunitas belajar. Ekosistem kajian yang diinisiasi dosen dan suasana sejuk kampus dinilai berpotensi melahirkan pusat pemikiran baru yang kompetitif. Apalagi di era borderless world, sebuah negara yang tidak ada batasnya lagi, akses ilmu pengetahuan kini sudah setara, sehingga kedalaman kajian serta ketekunan membaca jauh lebih menentukan kualitas intelektual mahasiswa dibandingkan letak geografis kampus.

Menutup sesi wawancara, Prof. Yayan memberikan pesan menyentuh bagi seluruh mahasiswa Fakultas Syariah dengan mengingatkan bahwa proses menuntut ilmu bukanlah sesuatu yang bisa diraih secara instan dan hasilnya tidak langsung dirasakan.

“Belajarlah dengan tekun, kuasai bahasa asing, dan kuasai metodologi. Ingat, ilmu adalah investasi paling mahal dan paling lama, yang keberhasilannya belum tentu dirasakan secara instan. Karena itu, diperlukan sabar, ulet, tekun, dan tawakal,” pungkasnya.

Kontributor: Muntiatul Badiah (Mahasiswa HES 2023)

Fakultas Syari’ah Gelar Mujahadah serta Buka Bersama Jelang Asesmen Prodi

Salatiga (05/03/2026) – Keluarga besar Fakultas Syari’ah UIN Salatiga menggelar kegiatan mujahadah dan khataman al-Qur’an di Lantai 2 Gedung Dekanat Fakultas Syari’ah, pada Kamis, 5 Maret 2026. Agenda yang melibatkan jajaran dosen dan karyawan hingga fungsionaris Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) ini diakhiri dengan buka puasa bersama sebagai simbol kebersamaan.

Acara yang dipandu oleh Nur Mifchan Solichin, M.H., selaku pembawa acara berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.

Prof. Ilyya Muhsin, M.Si., Dekan Fakultas Syari’ah dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan spiritual bagi agenda-agenda besar fakultas yang tengah dan akan berjalan.

“Semoga dengan mujahadah ini kita diberikan Allah kemudahan dalam melaksanakan asesmen lapangan prodi HKI (Hukum Keluarga Islam) dan HTN (Hukum Tata Negara), serta diberikan asesor yang mudah, diberikan kemudahan seluruh prosesnya dan pada akhirnya nanti, Prodi HKI, HTN dan juga HES diberikan nilai unggul semuanya,” tegas Dekan dalam sambutannya.

Beliau juga menambahkan bahwa kekuatan doa sangat dibutuhkan untuk mendukung kerja keras administratif. “Kita berharap, berdoa kepada Allah semoga PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) kita, target kita tercapai, terpenuhi 525 mahasiswa baru,” imbuhnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan tahlil serta ayat-ayat al-Qur’an yang dipimpin oleh Erkham Maskuri LC., M.S.I. Kemudian acara dilanjutkan dengan asyroqolan atau pembacaan salawat.

Menjelang waktu maghrib, kegiatan ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Melalui perpaduan kerja keras dan dukungan spiritual ini, Fakultas Syari’ah optimis dapat meraih hasil terbaik dalam asesmen lapangan mendatang serta terus berkembang menjadi fakultas yang unggul dan integratif.

Kontributor: Muntiatul Badiah (Mahasiswa HES 2023)

Wadek 3: Kegiatan Ormawa Harus Mampu Mengikuti Perkembangan Zaman

Salatiga, (11 Februari 2026) – Menekankan pentingnya transformasi digital dan manajemen organisasi yang terukur, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, S.H.I, M.Si., Ph.D., memberikan arahan strategis dalam pembukaan Rapat Kerja (Raker) Ormawa Fakultas Syariah di Aula Ganesha Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Rabu (11/02). Agenda yang diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) ini menjadi wadah bagi seluruh lembaga kemahasiswaan untuk menyelaraskan program kerja tahunan agar lebih adaptif, sistematis, dan berdampak luas bagi mahasiswa.

Dalam sesi pengarahan, Wakil Dekan III mengingatkan para pengurus untuk memiliki integritas etik dan kompetensi akademik, terutama di bidang hukum Islam. Beliau menegaskan bahwa di era sekarang, seluruh kegiatan ormawa harus mampu mengikuti perkembangan zaman melalui transformasi digital. 

“Rancanglah program kerja sebaik mungkin dengan memetakan tantangan yang ada. Setiap kegiatan harus jelas, terarah, serta memperhatikan input, output, hingga outcome yang ingin dicapai,” tegas Wadek III.

Selain itu, beliau memberikan dukungan penuh terhadap publikasi media mahasiswa dengan menyatakan bahwa setiap kegiatan wajib diberitakan secara masif sebagai bentuk transparansi dan penguatan branding fakultas. 

“Semakin banyak yg memberitakan semakin baik,” tuturnya

Pesan penguatan juga datang dari para pimpinan program studi. Endang Sriani, M.H., selaku Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) mengingatkan agar pengurus tidak hanya bergantung pada ketokohan ketua, melainkan fokus pada analisis kebutuhan mahasiswa.

Senada dengan hal tersebut, Cholida Hanum, M.H., memberikan arahan kepada HMPS Hukum Tata Negara (HTN) untuk mendorong pelaksanaan program yang berdampak luas, seperti seminar nasional dengan materi legal drafting. Beliau juga menyarankan agar Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) lebih difokuskan pada persiapan perlombaan agar peranannya lebih spesifik dan tidak tumpang tindih.

Sementara itu, perwakilan dari Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Kholifatun Nur Mustofa, M.H., selaku sekretaris Prodi memberikan pesan singkat dari Kaprodi agar seluruh pengurus berkomitmen penuh menjalankan apa yang telah direncanakan. Menutup rangkaian pengarahan, Muhammad Taufiq Zam Zami, M.A., dari tim sosialisasi UIN Salatiga mengajak seluruh HMPS untuk bergerak serempak secara masif dalam mensosialisasikan UIN Salatiga kepada masyarakat.

Kontributor: Muntiatul Badi’ah (MCFs Fakultas Syari’ah)