Implementasi Kerjasama Internasional: Dosen Fasya Menjadi pembicara di Universiti Kebangsaan Malaysia

Kuala Lumpur, Malaysia,(17 Desember 2025). Dosen Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga sekaligus Editor in Chief Jurnal Ijtihad, yakni Dr. Muhammad Chairul Huda, S.HI., M.H. menjadi pembicara dalam kolaborasi akademik antara Fakultas Syariah UIN Salatiga dengan Universiti Kebangsaan Malaysia. Acara dilaksanakan di Bilik Mesyuarat Bitara, Fakulti Pengajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia. Tidak kurang dari 50 dosen dari Fakulti Pengajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia hadir dalam kegiatan ini.

Prof. Madya Dr. Salmy Edawati Binti Yaacob mewakili Prof. Dato’ Dr. Mohd Izhar Ariff Mohd Kashim selaku Dekan Fakulti Pengajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia menjelaskan bahwa kolaborasi akademik ini guna membangun kerjasama sekaligus peningkatan mutu karya ilmiah dari para dosen dan civitas akademika kampus di Malaysia dan Indonesia.

Hal senada disampaikan Prof. Madya. Dr. Ahmad Sunawari Long selaku Editor in Chief International Journal of Islamic Thought (Scopus) mengatakan, “kerjasama ini juga bermanfaat dalam rangka peningkatan kualitas publikasi jurnal.”

Hadir juga para pakar dan ilmuwan dalam acara kolaborasi akademik dan academic writing ini. Diantaranya; Prof. Dr. Irwan Abdullah (Irwan Abdullah Scholar); Dr. Hasse Jubba (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta); Prof. Dr. Zaenuddin Hudi Prasojo (IAIN Pontianak); Prof. Dr. Hariyanto, M.Hum (UIN Saizu Purwokerto); Dr. Tabrani, Z.A (UIN Aceh); Muhammad Taufiq, Ph.D (IAIN Madura) beserta sejumlah tokoh dan pengelola jurnal lainnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si. menjelaskan: “Ditunjuknya seorang dosen kami, Dr. M. Chairul Huda, M.H. sebagai salah seorang narasumber di Fakulti Pengajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia, merupakan sebuah kebanggaan sekaligus implementasi perjanjian kerjasama yang telah dibuat oleh Fakulti Pengajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia bersama Fakultas Syariah UIN Salatiga beberapa waktu yang lalu (6 Mei 2025).” jelas Ketua Umum Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia ini.

Tingkatkan Mutu Layanan, Fakultas Syariah UIN Salatiga Gelar Workshop Penyusunan SOP Pelayanan Publik Berbasis Digital

Salatiga, (16 Desember 2025)— Mengusung tujuan untuk memperkuat tata kelola pelayanan publik berbasis digital, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan Workshop Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Selasa, 16 Desember 2025, bertempat di Ruang Pertemuan Hotel Grand Wahid Salatiga. Kegiatan ini diharapkan mendukung pelayanan publik berbasis digital  yang terstruktur, akuntabel, dan selaras dengan prinsip good governance di lingkungan perguruan tinggi negeri keagamaan Islam. Peserta dalam kegiatan ini seluruh unsur pengelola fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan Fakultas Syariah UIN Salatiga.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya SOP sebagai pedoman kerja yang menjadi dasar dalam menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan.

“Penyusunan SOP bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi merupakan ikhtiar serius Fakultas Syariah untuk membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan terukur. SOP harus menjadi rujukan bersama agar setiap layanan akademik dan non-akademik berjalan secara efektif dan berkelanjutan dengan teknologi berbasis digital,” ujar Prof. Ilyya Muhsin.

Beliau juga berharap melalui workshop ini seluruh sivitas akademika Fakultas Syariah memiliki pemahaman yang sama terkait alur kerja dan standar layanan, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Farkhani. Dalam arahannya, beliau menekankan urgensi integrasi SOP dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

“SOP yang disusun harus mampu mendukung pelaksanaan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara sistematis. Dengan SOP yang jelas, setiap proses akademik dapat berjalan lebih tertib, efisien, dan dapat dievaluasi secara berkelanjutan,” tutur Dr. Farkhani.

Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh dosen dan tenaga kependidikan dalam penyusunan SOP merupakan langkah strategis untuk menghasilkan dokumen SOP yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan riil fakultas.

Workshop ini menghadirkan Dr. Shaleh, Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sebagai narasumber utama. Dalam sesi inti, Dr. Shaleh memberikan pemaparan komprehensif mengenai prinsip-prinsip penyusunan SOP, mulai dari perumusan proses bisnis, penetapan alur kerja, hingga mekanisme evaluasi SOP.

Tidak hanya menyampaikan materi, Dr. Shaleh juga membimbing secara langsung proses penyusunan SOP dan melakukan koreksi serta penyempurnaan dokumen SOP yang disusun oleh masing-masing unit di Fakultas Syariah.

“SOP yang baik harus sederhana, jelas, mudah dipahami, dan dapat dilaksanakan. Selain itu, SOP harus mampu menjadi alat pengendalian internal yang efektif dalam menjaga mutu dan akuntabilitas institusi,” jelas Dr. Shaleh.

Workshop berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan pendampingan intensif. Para peserta dibagi ke dalam kelompok sesuai bidang tugas masing-masing untuk menyusun dan menyempurnakan SOP unit kerja.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Salatiga berharap dapat menghasilkan SOP yang komprehensif dan implementatif sebagai landasan penguatan tata kelola fakultas yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan.

Tingkatkan Pemahaman SOP Guna Penjaminan Mutu, Fakultas Syariah UIN Salatiga Gelar Sosialisasi SOP gandeng LPM UIN Salatiga

Salatiga, (15 Desember 2025) – Fakultas Syariah UIN Salatiga menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Penjaminan Mutu bekerja sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga. Kegiatan ini berlokasi di Ruang pertemuan Hotel Grand Wahid Salatiga. Kegiatan ini diikuti oleh para pengelola fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan Fakultas Syariah sebagai upaya memperkuat tata kelola dan budaya mutu di lingkungan fakultas.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penjaminan mutu sebagai fondasi utama dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Khususnya melalui pemahaman dan pelaksanaan SOP secara konsisten.

“Fakultas Syariah memandang SOP penjaminan mutu sebagai pedoman kerja yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa pengelola, dosen, dan tenaga kependidikan memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas dan layanan akademik secara bermutu dan akuntabel.

Saya berharap seluruh peserta, baik pengelola, dosen, maupun tenaga kependidikan, dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan menjadikannya sebagai bekal dalam menjalankan tugas sehari-hari demi peningkatan mutu Fakultas Syariah secara berkelanjutan.” ungkapnya.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Perencanaan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Siti Zumrotun, yang menekankan pentingnya SOP dalam mendukung efektivitas administrasi dan perencanaan fakultas.

“Pelaksanaan SOP penjaminan mutu sangat berpengaruh terhadap kualitas perencanaan, pengelolaan administrasi, serta layanan akademik dan nonakademik di Fakultas Syariah. Dengan SOP yang dipahami dan dijalankan secara baik, seluruh program kerja fakultas dapat terlaksana secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Ketua LPM UIN Salatiga, Prof. Dr. Budiyono Saputra, yang memaparkan kebijakan, sistem, serta implementasi penjaminan mutu internal di lingkungan UIN Salatiga.

Dalam paparannya, Prof. Budiyono menekankan bahwa keberhasilan penerapan SOP penjaminan mutu sangat ditentukan oleh peran aktif fakultas sebagai pelaksana utama di lapangan, mulai dari tahap pelaksanaan hingga evaluasi dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Fakultas Syariah UIN Salatiga berharap seluruh sivitas akademika semakin memahami dan mengimplementasikan SOP penjaminan mutu secara konsisten, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan, tata kelola fakultas, serta daya saing lulusan.

Perkuat Implementasi MoU, Dosen Fakultas Syari’ah Fuadah dan FTIK UIN Salatiga Gelar Kuliah Tamu Internasional di UiTM Malaysia

Cawangan Terengganu, MALAYSIA (11 Desember 2025)– Sebagai bentuk nyata implementasi kerja sama internasional yang telah disepakati pada awal tahun 2025, empat dosen pakar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan program Lecturer Exchange di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia pada Desember 2025. Delegasi ini dipimpin langsung oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Syari’ah, Dr. Farkhani, S.H.I., S.H., M.H., bersama tiga dosen lintas disiplin lainnya, yakni Prof. Dr. Maslihah, M.Si., Dr. Sari Famularsih, dan Dr. Sutrisna.

Kehadiran para akademisi UIN Salatiga ini disambut hangat oleh sivitas akademika UiTM. Dalam kesempatan tersebut, keempatnya diberikan mandat untuk mengampu satu kelas gabungan dari Program Diploma. Mengangkat tema yang sangat relevan dengan dinamika sosial saat ini, para dosen membedah fenomena “Bullying dalam Berbagai Dimensi: Dari Lingkungan Pendidikan hingga Ruang Siber.”

Tema ini dipilih mengingat maraknya kasus perundungan yang menjadi problem serius di dunia pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Dr. Farkhani, yang memiliki latar belakang keilmuan hukum, menyoroti masalah ini dari aspek legalitas dan kesadaran hukum. Beliau memaparkan bagaimana tindakan bullying dapat berimplikasi pada sanksi pidana dan  sanksi lainnya sesuai peraturan yang berlaku, serta pentingnya menumbuhkan kesadaran hukum sejak dini untuk mencegah perilaku destruktif tersebut.

Sementara itu, Prof. Dr. Maslihah, Dr. Sari Famularsih, dan Dr. Sutrisna melengkapi pembahasan dari sudut pandang keahlian masing-masing, mulai dari pendekatan psikososial, pedagogi, hingga literasi digital. Salah satu poin yang menjadi sorotan utama adalah cyber bullying, sebuah model perundungan baru yang sangat masif di era digital dan seringkali sulit dideteksi namun berdampak fatal bagi mental korban.

Antusiasme mahasiswa dan dosen UiTM terlihat jelas sepanjang sesi diskusi. Materi yang disampaikan dinilai sangat aplikatif dan membuka wawasan baru mengenai strategi pencegahan perundungan di lingkungan kampus. Respon positif ini pun berbuah rencana tindak lanjut yang konkret. Pihak UiTM menyatakan ketertarikan mendalam untuk melakukan kunjungan balasan dan melaksanakan kegiatan serupa di kampus UIN Salatiga pada tahun 2026 mendatang.

Kegiatan Lecturer Exchange ini tidak hanya mempererat hubungan diplomatik akademik antara Indonesia dan Malaysia, tetapi juga membuktikan komitmen UIN Salatiga dalam mencetak akademisi yang mampu berkontribusi aktif dalam memecahkan isu-isu global di panggung internasional

Fakultas Syariah UIN Salatiga Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Islam Makassar

Makassar, (11 Desember 2025)- Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Universitas Islam Makassar (UIM) pada Kamis, 11 Desember 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi banding (benchmarking) dalam rangka peningkatan tata kelola akademik, pengembangan prestasi mahasiswa, serta penjajakan potensi kerjasama internasional.

Tim dari Fakultas Syariah UIN Salatiga dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag, selaku Wakil Dekan bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan. Beliau didampingi oleh Sukron Ma’mun, Ph.D (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama), Dr. Moh. Khusen, MA (Dosen Senior), Tatik Nurhasanah, SE (Analis SDM), dan Evy Laili Muslimah, S.Pd.I (Staff Akademik).

Penyambutan Hangat di Ruang Rektorat UIM

Rombongan UIN Salatiga disambut hangat oleh jajaran pimpinan Universitas Islam Makassar (UIM) di ruang rektorat UIM. Rektor UIM,  Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc., M.Ag secara langsung menyambut rombongan dari Fakultas Syariah UIN Salatiga, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Tridarma Perguruan Tinggi dan Kerjasama,  Prof. Dr. Ir. Ahmad Hanafi, ST., MT, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, Kemahasiswaan, ICT dan Kampus Aswaja,  Badruddin Kaddas, S.Ag., M.Ag., Ph.D, Kepala Biro Ahmad Najib, S.Ag., M.Pd., Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Djaenab, S.Ag., M.H.I., dan sejumlah pejabat di lingkungan rektorat.

UIM Al-Ghazali sendiri memiliki kehormatan karena secara langsung dibina oleh H.M. Yusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar.

Rektor UIM, Prof. Dr. KH Muammar Bakry, Lc. M.Ag, menyatakan rasa senangnya dikunjungi oleh tim dari Fakultas Syariah UIN Salatiga, menegaskan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi Islam.

Belajar Tata Kelola dan Kerjasama Internasional

Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag Wakil Dekan bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Fakultas Syariah UIN Salatiga, menjelaskan tujuan utama kunjungan ini. “Benchmarking ini sangat penting bagi kami untuk saling belajar, khususnya mengenai tata kelola akademik yang efektif dan strategi pengembangan prestasi mahasiswa yang telah sukses diterapkan di UIM,” ujarnya.

Sukron Ma’mun, Ph.D secara khusus menyoroti keberhasilan UIM dalam membangun kemitraan global. “Kami perlu banyak belajar dari UIM karena mereka telah memiliki kerja sama yang kuat dengan lembaga-lembaga asing, terutama dengan Taiwan dan Jepang,” ujarnya.

Rektor UIM Prof. Muammar Bakry memaparkan bahwa bentuk kerjasama dengan Taiwan dan Jepang tersebut sangat aplikatif, berupa pelatihan tenaga kerja dan pengiriman tenaga kerja profesional ke luar negeri, yang memberikan nilai tambah signifikan bagi lulusan UIM.

Kunjungan yang berlangsung di ruang rektorat UIM pada hari Kamis ini diharapkan dapat menjadi pintu pembuka bagi terjalinnya Memorandum of Understanding (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang konkret antara Fakultas Syariah UIN Salatiga dengan Universitas Islam Makassar di masa mendatang, terutama dalam bidang internasionalisasi dan peningkatan kualitas SDM.

Dokumentasi Kegiatan:

Perluas Syiar di Malaysia, Wadek I FASYA UIN Salatiga Kenalkan Metode “Sur’aty” di UiTM

Cawangan Terengganu, MALAYSIA (11 Desember 2025) – Fakultas Syari’ah (FASYA) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga terus memperkuat eksistensinya di kancah internasional melalui aksi nyata pengabdian masyarakat. Pada Kamis, 11 Desember 2025, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FASYA UIN Salatiga, Dr. Farkhani, S.H.I., S.H., M.H., sukses menggelar pelatihan akselerasi baca Al-Qur’an di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.

Dalam kegiatan bertajuk International Community Services tersebut, Dr. Farkhani memperkenalkan sebuah inovasi pembelajaran yang revolusioner bernama Metode Sur’aty. Kehadiran metode ini menjadi oase bagi para pembelajar Al-Qur’an yang mendambakan kecepatan dan kemudahan tanpa mengurangi kaidah makharijul huruf yang benar.

Solusi Praktis untuk Semua Kalangan

Metode Sur’aty (yang secara harfiah berarti “kecepatanku”) dirancang khusus untuk memangkas waktu belajar membaca Al-Qur’an yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan menjadi jauh lebih singkat. Dr. Farkhani menjelaskan bahwa metode ini sangat efektif bagi pembelajar awal (beginner) yang ingin segera mampu membaca kitab suci umat Islam tersebut.

“Kami merumuskan Sur’aty agar dapat diterima oleh berbagai lapisan usia. Mulai dari pelajar dan mahasiswa yang memiliki mobilitas tinggi, para orang tua dan lansia yang ingin mengejar ketertinggalan, hingga para mualaf yang baru saja memulai perjalanan spiritualnya,” ujar Dr. Farkhani di sela-sela pelatihan.

Kelebihan utama metode ini terletak pada simplifikasinya. Fokus pembelajaran diarahkan pada pengenalan pola bunyi dan bentuk huruf secara intuitif, sehingga peserta tidak merasa terbebani oleh teori tajwid yang terlalu kompleks di tahap awal.

Respon Positif dari Akademisi UiTM

Acara yang berlangsung khidmat namun interaktif ini dihadiri oleh tokoh penting UiTM, di antaranya Dr. Haslenna binti Hamdan, selaku Liaison Officer of International Affairs (LO-OIA), beserta belasan dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UiTM.

Dr. Haslenna memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap efektivitas metode yang dibawa oleh delegasi UIN Salatiga ini. Menurutnya, kepraktisan Sur’aty adalah kunci mengapa metode ini sangat relevan untuk diterapkan di lingkungan kampus maupun masyarakat umum di Malaysia.

“Metode Sur’aty ini sangat simpel dan tidak bertele-tele. Bayangkan saja, materi pembelajarannya hanya merangkum poin-poin penting dalam 20 halaman saja. Tentu ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa kami yang ingin belajar dengan cepat di tengah kesibukan kuliah,” ungkap Dr. Haslenna.

Lebih lanjut, Dr. Haslenna menambahkan bahwa dampak dari pelatihan ini akan meluas melampaui batas kampus. Hal ini dikarenakan beberapa dosen yang hadir dalam sesi tersebut juga merupakan guru mengaji di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing. Mereka berencana mengadopsi teknik Sur’aty untuk diajarkan kembali kepada jamaah dan anak-anak di komunitas mereka di Malaysia.

Mempererat Kerja Sama Antarbangsa

Kegiatan pengabdian internasional ini bukan sekadar transfer ilmu, melainkan juga simbol penguatan kerja sama antara UIN Salatiga dan UiTM Malaysia. Dr. Farkhani berharap bahwa melalui literasi Al-Qur’an, hubungan emosional dan akademik antara kedua institusi dapat terus berkembang.

“UIN Salatiga berkomitmen untuk tidak hanya unggul dalam riset akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi problematika umat, salah satunya adalah pemberantasan buta aksara Al-Qur’an melalui metode yang adaptif dengan perkembangan zaman,” pungkas Dr. Farkhani.

Dengan suksesnya pelatihan ini, Metode Sur’aty diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen dakwah yang efektif di Asia Tenggara, membawa kemudahan bagi setiap muslim untuk kembali berinteraksi dengan Al-Qur’an secara lebih intensif dan mudah

UIN Salatiga Lakukan Kunjungan Benchmarking dan Silaturahmi ke Fakultas Syariah UIN Syekh Wasil Kediri

Kediri, (10 Desember 2025) – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri menerima kunjungan benchmarking dan silaturahmi dari Fakultas Syariah UIN Salatiga pada Rabu (10/12/2025). Acara yang dihadiri oleh pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik) dari kedua belah pihak ini bertujuan untuk saling berbagi pengalaman dan best practices dalam pengelolaan fakultas serta pengembangan program studi.

Kunjungan ini diterima langsung oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Kediri, Prof. Dr. Khamim, M.Ag., beserta jajarannya yang terdiri dari Wakil Dekan I, Dr. Ulin Na’mah, M.HI., serta para ketua program studi (Kaprodi).

Dalam sambutannya, Prof. Khamim memperkenalkan sejarah dan profil Fakultas Syariah UIN Kediri yang awalnya merupakan cabang dari IAIN Surabaya. “Justru kami yang ingin belajar kepada UIN Salatiga yang sudah lebih awal beralih status dari IAIN ke UIN,” ujarnya.

Beliau memaparkan capaian dan unit pendukung di lingkungan fakultasnya, antara lain tiga program studi (Hukum Keluarga Islam/HKI, Hukum Ekonomi Syariah/HES, dan Hukum Tata Negara/HTN) yang terus berupaya meningkatkan akreditasi, dengan HKI sebagai prodi unggulan. Fakultas juga memiliki berbagai pusat studi dan unit kegiatan seperti Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH), Madrasah Muamalah, Sakinah Corner, Laboratorium Falak, PUSTERA (Pusat Tata Negara), dan Moot Court Community (MCC).

Dekan UIN Salatiga Sampaikan Tujuan Kunjungan

Sebagai pihak tamu, Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si., menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari UIN Kediri. “Mohon maaf apabila kedatangan kami menyita waktu Bapak Dekan dan jajarannya di tengah kesibukan acara RTM UIN Kediri,” tuturnya.

Prof. Ilyya kemudian memperkenalkan rombongan dan memaparkan profil Fakultas Syariah UIN Salatiga yang juga mengelola tiga program studi serupa. Beliau menyebutkan sejumlah capaian, di antaranya Pusat Bantuan Hukum (PUSBAKUM) yang telah terakreditasi dan menjalankan program paralegal, serta dua jurnal ilmiah yaitu Jurnal Ijtihad (terindeks Scopus Q1) dan Jurnal JIL (terakreditasi Sinta 5). Fakultas juga memiliki unit kegiatan mahasiswa seperti Lembaga Kajian Hukum (LKH) dan Moot Court Community (MCC).

“Kami ingin belajar tentang pengelolaan fakultas di UIN Kediri,” jelas Prof. Ilyya. Ia juga mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sarana prasarana dan jumlah dosen tetap yang berjumlah 25 orang.

Semangat Saling Belajar dan Kolaborasi Kedepan

Wakil Dekan I Fakultas Syariah UIN Kediri, Dr. Ulin Na’mah, M.HI., dalam tanggapannya menyampaikan kekaguman atas capaian internasional UIN Salatiga, khususnya dalam hal publikasi Scopus. “Kami ingin mencontoh Fasya UIN Salatiga terkait rekognisi internasional,” ujarnya.

Beliau juga berbagi model pengelolaan ruang di kampusnya, di mana fakultas difungsikan sebagai laboratorium pengembangan, sementara aktivitas perkuliahan terpusat di gedung terpadu.

Acara yang berlangsung penuh keakraban ini ditutup dengan harapan agar silaturahmi dan kerjasama antara kedua fakultas syariah ini dapat terus terjalin dan dikembangkan di masa depan, baik dalam bidang tridharma perguruan tinggi maupun pengembangan kelembagaan.

Kuliah Tamu Dosen UIN Salatiga Perkaya Wawasan Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

Makassar, (9-11 Desember 2025)-  Rangkaian kuliah tamu yang diisi oleh para dosen Fakultas Syariah UIN Salatiga disambut antusias oleh mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini adalah bagian dari implementasi kerja sama akademik yang dilakukan dalam rangka kunjungan dan benchmarking kedua lembaga.

Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag, yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Fakultas Syariah UIN Salatiga, mengisi kuliah pada kelas Hukum Keluarga Islam. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pengembangan tema-tema penelitian mutakhir dalam bidang hukum keluarga Islam. Ia memberikan berbagai contoh topik relevan yang dapat dikembangkan mahasiswa menjadi skripsi, mulai dari isu kontemporer perkawinan, perceraian, mediasi keluarga, hingga dinamika hukum keluarga di era digital. Menurutnya, mahasiswa harus berani mengangkat problem-problem kekinian agar hasil penelitian selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Dr. Moh. Khusen, M.A, dosen senior Fakultas Syariah UIN Salatiga, mengisi kuliah Ushul Fiqh pada kelas Perbandingan Mazhab. Ia menegaskan bahwa ushul fiqh merupakan fondasi metodologis yang sangat penting dalam memahami hukum Islam secara komprehensif. Dalam penjelasannya, ia menyoroti bagaimana prinsip-prinsip ushul fiqh membantu mahasiswa menganalisis perbedaan pendapat ulama, memahami dalil, dan menerapkan kerangka berfikir hukum yang sistematis. “Tanpa ushul fiqh, seseorang hanya akan melihat teks secara kaku, padahal metodologi adalah kunci untuk memahami dinamika hukum Islam lintas mazhab,” ujarnya.

Pada kesempatan berbeda, Sukron Ma’mun, Ph.D, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Syariah UIN Salatiga, mengisi kuliah bagi mahasiswa semester lima jurusan Ilmu Hukum. Ia menyampaikan pentingnya memahami hukum secara holistik di Indonesia. Menurutnya, hukum nasional tidak dapat dipahami hanya melalui perspektif hukum positif, melainkan harus dibaca bersama dengan hukum Islam dan hukum adat yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. “Sistem hukum Indonesia adalah sistem yang majemuk. Untuk menjadi sarjana hukum yang kompeten, mahasiswa harus memahami pluralisme hukum sebagai kenyataan sosial,” tegasnya.

Rangkaian kuliah tamu ini mendapat respons positif dari mahasiswa UIN Alauddin Makassar, yang menilai materi yang disampaikan para dosen UIN Salatiga sangat aplikatif dan membuka wawasan baru. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan akademik antara kedua fakultas dan menjadi ruang berbagi pengalaman dalam pengembangan keilmuan di bidang hukum dan syariah. Dengan terselenggaranya kuliah tamu ini, kedua institusi berharap kerja sama akademik dapat terus ditingkatkan, baik melalui pengajaran, penelitian, maupun pengembangan program bersama yang bermanfaat bagi sivitas akademika di masa mendatang.

Membangun Sinergi Bersama dalam Benchmarking ke Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

Makassar, (10 Desember 2025)- Fakultas Syari’ah UIN Salatiga melakukan benchmarking atau studi kunjungan akademik ke Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Alauddin, pada Rabu, 10 Desember 2025. Kunjungan dari Fakultas Syariah UIN Salatiga tersebut diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Admistrasi Umum, Perencaan, dan Keuangan, Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Sukron Ma’mun, Ph.D, Dosen Senior, Dr. Moh. Khusen, MA, Analis SDM Tatik Nurhasanah, SE, dan Staff academic Evy Laili Muslimah. S.Pd.I.  

Kunjungan tersebut diterima di ruang pertemuan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar oleh Dekan FSH UIN Alauddin Makkasar, Dr. H. Abd Rauf Muhammad Amin, Lc., MA, beserta jajaran wakil dekan dan seluruh ketua Jurusan di FSH UIN Alauddin Makassar.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Dekan FSH UIN Alauddin Makassar menyambut baik kedatangan rombongan dari UIN Salatiga. Menurutnya sesama Fakultas Syari’ah dalam PTKIN memang harus saling mendukung dan bekerja sama dalam perkembangan dan kemajuan Fakultas Syariah demi prestasi mahasiswa.

Menurut Dekan FSH UIN Alauddin Makassar benchmarking ini penting untuk belajar dan saling berbagi apa yang telah dilakukan masing-masing lembaga, kemudian saling belajar. Dia menyatakan hal tersebut sesuai dengan motto “al-barakah fi al-jamaah” atau keberkahan ada dalam kebersamaan. “Mungkin kalimat tersebut dalam konteks kekinian lebih tepat dimaknai sebagai singergi melahirkan energi”, terangnya.

Dalam sambutan balik, Wakil Dekan II, Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag menyatakan senang bisa kembali ke UIN Alauddin Makassar, menurutnya ini adalah kunjungan kelimanya ke kampus tersebut. Dia menyatakan senang bisa kembali dan belajar FSH UIN Alauddin Makassar yang telah memiliki pengalaman lebih banyak dari Fakultas Syari’ah UIN Salatiga.

Belajar ke FSH UIN Alauddin Makassar tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga khususnya belajar mengenai pengelolaan administrasi mahasiswa. Menurutnya sistem yang dimiliki UIN Alauddin Makassar lebih komplek, seperti pengelolaan pengajuan surat-menyurat dari mahasiswa ke Fakultas. “Kami kira ada banyak hal yang kami pelajari dari kunjungan ini, dan tentu akan kami ATM, yakni analisis Tiru dan Modifikasi”, jelasnya.

Kunjungan ini kemudian diikuti oleh implementasi kerja sama, dengan memngajar di kelas yang dilakukan oleh Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag, Dr. Moh. Khusen, MA, dan Sukron Ma’mun, Ph.D

Fakultas Syariah UIN Salatiga Lakukan Benchmarking ke UIN SATU Tulungagung, Bahas Strategi Digitalisasi dan Rekrutmen Mahasiswa

Tulungagung, (9 Desember 2025) – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan akademik dan manajemen fakultas, Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melakukan kunjungan benchmarking ke Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung, Selasa (9/12/2025).

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Dekan FaSya UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si., didampingi Kabag Umum Dr. Edi Kuswanto, S.Pd.I., M.Pd.I., serta sejumlah dosen dan tenaga kependidikan. Mereka disambut oleh pimpinan FASIH UIN SATU, yaitu Dekan Prof. Dr. H. A. Muhtadi Anshor, M.Ag., beserta Wakil Dekan dan Kabag Umum.

Dalam sambutannya, Prof. Ilyya Muhsin menyampaikan terima kasih atas penerimaan yang baik dan menyatakan maksud kunjungan untuk belajar pengelolaan fakultas, khususnya dalam digitalisasi akademik, pelayanan akademik, dan strategi tim sosialisasi rekrutmen mahasiswa yang dapat diterapkan di UIN Salatiga.

Dekan FASIH UIN SATU, Prof. Muhtadi Anshor, dalam paparannya menguraikan perkembangan fakultas dan strategi yang diterapkan. Program Madrasah Diniyyah yang wajib diikuti mahasiswa setiap pagi sebelum perkuliahan, dengan pengajar dari alumni Pondok Lirboyo dan Ma’arif Tulungagung, disebutkan sebagai salah satu daya tarik unggulan.

“Selain kurikulum unggulan, faktor biaya hidup dan UKT yang terjangkau juga menjadi pertimbangan calon mahasiswa. UKT tertinggi di fakultas kami sekitar Rp 3 juta,” jelasnya.

Untuk menarik minat calon mahasiswa, FASIH UIN SATU melakukan sosialisasi secara serius, termasuk keliling Jawa Timur menggunakan bus berstiker. Kebijakan UKT nol rupiah juga diberikan bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, yatim, piatu, maupun warga di sekitar kampus.

Di bidang pengembangan akademik, FASIH UIN SATU pada 2025 membuka Program Studi (Prodi) Hukum Bisnis dan berencana mengusulkan prodi baru seperti Hukum Internasional. Fakultas ini juga telah meraih akreditasi Unggul untuk Prodi Hukum Keluarga Islam.

Pada sesi tanya jawab, perwakilan UIN Salatiga menanyakan implementasi digitalisasi untuk pengecekan revisi skripsi pasca-sidang munaqasah. Wakil Dekan I FASIH, Prof. Dr. Iffatin Nur, M.Ag., mengakui bahwa sistem digital untuk hal tersebut belum diterapkan dan masih dilakukan pengecekan manual. “Kami sepakat bahwa digitalisasi dalam proses itu penting untuk memantau progres revisi mahasiswa,” ujarnya.

Pertanyaan lain menyangkut format tim sosialisasi. Prof. Iffatin menjelaskan bahwa selama ini sosialisasi dikoordinir langsung oleh Wakil Dekan I dan melibatkan berbagai pihak untuk menjangkau sekolah dan pondok pesantren.

Kegiatan benchmarking ini ditutup dengan harapan dapat terjalin kerjasama berkelanjutan antara kedua fakultas, saling bertukar ide dan inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam dan hukum di Indonesia.