Fakultas Syari’ah UIN Salatiga dan PCNU Kota Salatiga Resmi Jalin Kerjasama Tridarma Perguruan Tinggi, Lanjutkan Program Pelatihan Paralegal

Salatiga, (1/12/2025)- Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Salatiga. Penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU/MoA) tersebut berlangsung di Aula Fakultas Syari’ah UIN Salatiga dan disaksikan oleh pimpinan kampus, pengurus PCNU, serta para dosen dan undangan.

Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Dekan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si, sebagai Pihak Pertama, dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Salatiga, Drs. K.H. Muslikh, M.M, sebagai Pihak Kedua.

Selain memperkuat hubungan kelembagaan, penandatanganan ini juga menjadi tindak lanjut dari pelaksanaan Pelatihan Paralegal yang sebelumnya diselenggarakan oleh PCNU Kota Salatiga bekerja sama dengan PUSBAKUM UIN Salatiga dan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader NU dalam memberikan edukasi dan bantuan hukum dasar kepada masyarakat.

Penguatan Sinergi Akademisi dan Organisasi Keagamaan

Dekan Fakultas Syari’ah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kontribusi akademik fakultas kepada masyarakat.

“Fakultas Syari’ah tidak hanya berkutat pada aktivitas akademik, tetapi juga berkewajiban memastikan ilmunya hadir di tengah masyarakat. MoU ini memperkuat langkah bersama yang sebelumnya sudah terbangun melalui pelatihan paralegal, dan ke depan akan ada lebih banyak program yang bisa kita jalankan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Salatiga, K.H. Muslikh, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan literasi hukum di kalangan nahdliyin.

“Pelatihan paralegal yang kita laksanakan bersama telah memberikan dampak positif. Kini, dengan kerja sama resmi ini, PCNU dan UIN Salatiga dapat memperluas jangkauan pelayanan dan pemberdayaan hukum kepada masyarakat,” ujarnya.

Ruang Lingkup Kerja Sama

Sesuai dokumen perjanjian, kerja sama ini meliputi tiga bidang utama:

Pendidikan,

Penelitian, dan

Pengabdian kepada Masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan akan disusun melalui program kerja yang disepakati bersama, melibatkan unit-unit terkait di lingkungan Fakultas Syari’ah serta PCNU Kota Salatiga. Setiap program juga akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya.

Perjanjian ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang kembali berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

Kelanjutan dari Pelatihan Paralegal

Kerja sama ini sekaligus memperkuat upaya bersama dalam:

memperluas pendidikan hukum dasar bagi masyarakat,

meningkatkan kapasitas kader paralegal PCNU,

membuka ruang magang, pelatihan, dan pendampingan hukum yang lebih terstruktur,

serta memperkuat peran UIN Salatiga dalam memberikan solusi berbasis akademik di bidang hukum dan pemberdayaan masyarakat.

MoU ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi pengembangan program-program lanjutan pasca pelatihan paralegal, sehingga akses masyarakat terhadap edukasi dan layanan hukum semakin mudah dan berkualitas.

Harapan Akan Dampak Positif

Baik Fakultas Syari’ah UIN Salatiga maupun PCNU Kota Salatiga berharap kerja sama ini dapat menciptakan atmosfer kolaboratif yang saling menguatkan dalam bidang akademik, sosial, dan pemberdayaan hukum.

Dengan semangat kemitraan, kedua institusi optimis bahwa sinergi ini akan memberikan dampak luas bagi masyarakat Kota Salatiga dan sekitarnya.

FDS Fakultas Syari’ah Gelar Musyawarah Besar 2025: Sahkan AD/ART, Evaluasi Kinerja, dan Tetapkan Ketua Umum Baru

Salatiga, (1 Desember 2025) — BSOM Forum Diskusi Santri (FDS) Fakultas Syari’ah UIN Salatiga menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) pada Senin (1/12) bertempat di Ruang A2 Kampus 2 UIN Salatiga. Kegiatan ini merupakan forum tertinggi organisasi yang bertujuan untuk menetapkan arah kebijakan FDS melalui pengesahan AD/ART, evaluasi kinerja selama satu periode, serta pemilihan ketua umum dan wakil ketua umum baru.

Mubes dibuka dengan sambutan Ketua Umum FDS, Novia Khoirun Nisa, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota atas dedikasi selama masa kepengurusan. Ia juga memohon maaf apabila dalam memimpin masih terdapat kekurangan, serta berharap fondasi organisasi yang telah dibangun dapat diteruskan dan dikembangkan oleh pengurus selanjutnya.

Agenda dilanjutkan dengan pembahasan dan pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta musyawarah. Setelah melalui proses pembahasan, AD/ART resmi disahkan sebagai pedoman organisasi BSOM Forum Diskusi Santri pada periode mendatang.

Selanjutnya, pengurus menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang mencakup rangkaian program kerja selama satu periode, mulai dari kegiatan kajian, pelatihan, hingga program kolaboratif bersama mahasiswa. Peserta Mubes memberikan evaluasi dan saran sebagai bahan perbaikan demi peningkatan kualitas program pada periode berikutnya.

Pembina FDS, Bapak Erkham, turut memberikan sambutan serta apresiasi atas capaian pengurus. Dalam pesannya, beliau berharap agar pengurus berikutnya dapat menghadirkan program yang lebih inovatif, progresif, dan berdaya guna. “Semoga periode selanjutnya bisa lebih maju, lebih unggul, dan jika belum mampu melampaui, minimal dapat mempertahankan capaian yang sudah diraih tahun ini,” ujarnya.

Pada sesi penutup, Mubes memasuki agenda utama yakni pemilihan ketua umum dan wakil ketua umum baru FDS. Proses pemilihan berlangsung tertib, demokratis, dan sesuai tata tertib organisasi. Hasil pemilihan ini menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa FDS menuju arah yang lebih baik, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa Fakultas Syari’ah.

Setelah seluruh rangkaian agenda selesai, Musyawarah Besar ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu peserta. Doa ini menjadi simbol harapan bersama agar FDS pada periode mendatang dapat semakin berkembang, memperluas kontribusi dalam bidang keilmuan, serta terus menjadi ruang kolaboratif yang produktif bagi para mahasiswa. Dengan berakhirnya Mubes 2025, FDS diharapkan mampu melanjutkan tradisi intelektual dan pengabdian yang telah dibangun sejak awal berdirinya, sekaligus menguatkan perannya sebagai organisasi kemahasiswaan yang aktif dan berdaya guna.

Kontributor: Novia Khoirun Nisa (33020220080) – HES

Dokumentasi Kegiatan

Sinergi Perguruan Tinggi: Fakultas Syariah UIN Salatiga adakan Kuliah Tamu Bersama Telkom University Purwokerto

Salatiga, (01 Desember 2025)- Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan kuliah tamu bersama Telkom University Purwokerto. Acara yang mengusung tema “Research Methodology for Articles Journal in The Society 5.0 Era” tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom meeting dan disambut antusias oleh peserta.

Acara yang diselenggarakan secara terbuka ini diikuti oleh sekira 180 peserta baik dosen, peneliti, maupun mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia. Diantaranya dari Fakultas Syariah UIN Salatiga, Pascasarjana UIN Salatiga, Telkom University Purwokerto, UIN Syekh Nurjati Cirebon, IAIN Bone, UIN Alauddin Makassar dan juga kampus-kampus lainnya. Bertindak sebagai keynote speaker adalah Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si (Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga), bertindak sebagai speaker adalah Dr. Catur Nugroho, S.Sos., M.IKom (Wakil Direktur Telkom Universiti Purwokerto), serta dimoderatori oleh Nastangin, M.HI (Dosen Fakultas Syariah UIN Salatiga).

Kuliah tamu ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga. Dalam sambutannya Prof. Ilyya menjelaskan tentang evolusi pergeseran cara padang masyarakat sejak era 1.0 hingga society 5.0. “Masyarakat terus bergerak dan mengalami perubahan, kita sebagai ilmuwan harus bisa beradaptasi, termasuk dalam kerja-kerja penelitian” tutur Prof. Ilyya.

Lebih lanjut, Prof. Illya menekankan pentingnya pengembangan budaya riset pada kalangan mahasiswa sebagai bagian dari kualitas akademik di perguruan tinggi. “Metode penelitian menjadi fondasi utama dalam menghasilkan karya ilmiah yang kredibel dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di era Society 5.0 yang menuntut inovasi berbasis teknologi,” ujarnya Prof. Illya.

Sementara itu, Dr. Catur Nugroho menyampaikan materi mengenai Virtual Ethnography, yaitu metode penelitian yang mengkaji perilaku masyarakat di ruang digital. “Penelitian etnografi memiliki dua karakteristik, yaitu deskriptif padat dan kritikal,” jelasnya. Lebih lanjut, Dr. Catur Nugroho mengatakan, Etnografi Virtual atau Netnografi adalah pendekatan penelitian kualitatif baru yang mengadaptasi teknik etnografi untuk studi budaya dan komunitas yang muncul dalam komunikasi yang dimediasi komputer (computer mediated communication) dan komunikasi yang dimediasi media sosial (social mediated communication), jelas pakar cultural studies ini.

Penyelenggaraan kuliah tamu ini tidak lain bertujuan untuk meningkatkan wawasan dalam penulisan artikel ilmiah serta memberikan pemahaman baru terkait metode penelitian yang relevan dengan perkembangan era digital. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa, peneliti dan para dosen semakin terdorong untuk aktif dalam publikasi ilmiah dan riset akademik, baik untuk jurnal bereputasi nasional maupun internasional.

Mahasiswi HES Mengikuti Student Mobility ke Singapore dan Malaysia

Singapura & Malaysia, (24–27 November 2025) – Annisa Denti Papita, mahasiswi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah UIN Salatiga, mengikuti International Mobility Program ke Singapura dan Malaysia. Program ini berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 November 2025, sebagai bagian dari upaya penguatan wawasan global, pemahaman lintas budaya, serta pembelajaran langsung dari institusi pendidikan dan lembaga publik di dua negara.

Pada Minggu, 23 November 2025, rombongan peserta diberangkatkan dari kampus pada pukul 15.30 menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Setibanya di perjalanan, peserta melaksanakan Ishoma pada pukul 19.30 di restoran lokal sebelum melanjutkan persiapan keberangkatan internasional.

Hari pertama kegiatan, Senin (24/11), peserta tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 03.00, dilanjutkan sarapan pagi di bandara sebelum proses check-in dan imigrasi. Rombongan kemudian terbang menuju Singapura dan mendarat di Bandara Changi pada pukul 10.45. Agenda dimulai dengan foto bersama di Jewel Rain Vortex, ikon air terjun dalam ruang terbesar di dunia, lalu makan siang di Staff Canteen Terminal 1.

Pada pukul 14.00, peserta melaksanakan kunjungan akademik ke Sekolah Indonesia Singapura (SIS) untuk mempelajari pengelolaan sekolah Indonesia di luar negeri dan diplomasi pendidikan. Setelah itu, rombongan menuju Masjid Sultan pada pukul 16.00 untuk beribadah sekaligus dokumentasi perjalanan.

Kegiatan berlanjut pada pukul 16.30 dengan kunjungan ke Perpustakaan Nasional Singapura, tempat peserta mempelajari inovasi literasi, layanan publik berbasis digital, dan tata kelola perpustakaan modern. Setelahnya, peserta mengunjungi Merlion Park pada pukul 17.00, lalu Garden by the Bay pada pukul 18.00, dan singgah di Universal Studios Singapore (USS) pada pukul 18.30 untuk spot foto.

Menjelang malam, rombongan bergerak menuju Johor melalui imigrasi Singapura–Malaysia, lalu makan malam di restoran lokal pada pukul 20.30. Perjalanan dilanjutkan menuju Kuala Lumpur hingga tiba di hotel untuk check-in pada pukul 01.30 dini hari.

Secara terpisah, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, Ph.D menyatakan bangga mahasiswi HES terpilih sebagai bagian dari program student mobility. Menurutnya hal tersebut tentu akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang bersangkutan, mahasiswa lainnya, serta Fakultas Syari’ah.

Bagi mahasiswa tentu akan menjadi proses pembelajaran, dan pengalaman penting karena dia berinteraksi dengan komunitas internasional. Hal tersebut akan memberikan wawasan baru. Mahasiswa belajar dari negara lain. Sementara bagi mahasiswa lainnya, mungkin akan mendapatkan cerita dari pengalaman-pengalaman yang dialami oleh mahasiswa yang ikut program. Tentu saja, bagi Fakultas Syari’ah keikutsertaan menjadi pengenalan Fakultas Syariah ke lembaga-lembaga di negera yang dikunjungi.

Mahasiswa HES ikuti Student Mobility untuk kunjungan ke University of Malaya (UM), Malaysia

Malaysia, (25 November 2025)- Hari kedua kegiatan, Selasa (25/11), peserta memulai agenda dengan sarapan pagi di hotel pada pukul 07.00 sebelum memulai eksplorasi Kuala Lumpur. Pada pukul 08.30, rombongan menuju KLCC untuk melakukan sesi foto di area Twin Tower, salah satu landmark paling ikonik di Malaysia.

Agenda dilanjutkan pada pukul 10.00 dengan kunjungan ke International Cultural Communication Center Malaysia (ICCCM). Dalam kunjungan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengembangan hubungan budaya, diplomasi masyarakat, pertukaran kebudayaan internasional, serta program-program yang digagas ICCCM untuk mendorong kolaborasi lintas negara. Kegiatan ini memberikan wawasan penting bagi peserta mengenai peran budaya dalam membangun jejaring internasional.

Pada pukul 13.00, rombongan melaksanakan kunjungan informal ke University of Malaya (UM), universitas tertua dan salah satu yang terbaik di Malaysia. Di sini, peserta mendapatkan gambaran mengenai sistem pendidikan tinggi, atmosfer akademik, serta peluang kerja sama pendidikan dan penelitian. Setelah itu, peserta melanjutkan Ishoma di restoran lokal pada pukul 14.30.

Sore harinya, rombongan menuju Batu Caves pada pukul 15.30 untuk spot foto dan mengenal salah satu situs budaya paling terkenal di Malaysia. Agenda berlanjut pada pukul 16.30 menuju Genting Highland, termasuk pengalaman naik cable car untuk menikmati panorama pegunungan dan suasana kawasan wisata yang sejuk dan modern.

Malam harinya, rombongan makan malam pada pukul 20.30 sebelum kembali ke hotel di Kuala Lumpur pada pukul 21.00 untuk beristirahat dan mempersiapkan agenda hari berikutnya.

Hari ketiga kegiatan, Rabu (26/11), peserta memulai aktivitas dengan sarapan pagi di hotel pada pukul 07.00 sebelum melanjutkan rangkaian kunjungan akademik dan budaya di Kuala Lumpur. Pada pukul 09.30, rombongan mengunjungi Innovative University College, sebuah institusi pendidikan tinggi yang dikenal dengan pendekatan pembelajaran modern dan program akademik berbasis inovasi. Dalam kunjungan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai metode pembelajaran kreatif, perkembangan pendidikan tinggi di Malaysia, serta peluang kolaborasi di bidang akademik.

Siang hari, pukul 13.00, rombongan menikmati makan siang di restoran lokal sekaligus berbincang dengan alumni UIN Salatiga yang sedang melanjutkan studi di University of Malaya. Sesi ini menjadi momen inspiratif, di mana peserta mendapatkan gambaran langsung mengenai pengalaman studi di Malaysia, dinamika perkuliahan internasional, serta motivasi dan peluang yang dapat dikejar mahasiswa UIN Salatiga di masa depan.

Selanjutnya, peserta menuju Istana Negara pada pukul 15.00 untuk melakukan sesi foto di depan kediaman resmi Raja Malaysia tersebut. Pada pukul 16.00, rombongan mengunjungi Chocolate Factory, tempat peserta melihat proses produksi berbagai varian cokelat khas Malaysia. Agenda berlanjut ke Dataran Merdeka serta Perpustakaan Kuala Lumpur pada pukul 16.30 untuk dokumentasi perjalanan dan mengenal lebih dekat situs sejarah serta fasilitas publik yang menjadi simbol perkembangan kota.

Menjelang sore, rombongan berkunjung ke Pusat Oleh-oleh UMKM Malaysia pada pukul 18.00 untuk membeli buah tangan sekaligus mendukung produk lokal negara setempat. Kegiatan hari itu ditutup dengan makan malam di restoran lokal pada pukul 20.00, sebelum peserta kembali ke hotel pada pukul 21.00 untuk beristirahat.

Hari keempat sekaligus penutup kegiatan, Kamis (27/11), peserta bersiap pulang menuju Indonesia. Pada pukul 04.00 dini hari, rombongan berangkat dari hotel menuju Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) untuk proses check-in dan imigrasi. Setelah menunggu waktu keberangkatan, rombongan terbang pada pukul 11.00 menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang. Peserta tiba di Indonesia dengan selamat, menandai berakhirnya rangkaian International Mobility Program 2025.

Program ini memberikan pengalaman akademik, budaya, dan jaringan internasional yang berharga, terutama bagi Annisa Denti Papita. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memperluas pemahaman global serta mengaplikasikan wawasan yang diperoleh demi pengembangan kualitas akademik dan profesional di lingkungan Fakultas Syariah UIN Salatiga.

Raperda tentang Ormawa dan  Raperda tentang KSM Resmi Disahkan

Salatiga, (20 November 2025)- Acara pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Ormawa (Organisasi Mahasiswa) dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang KSM (Kelompok Studi Mahasiswa) dilaksanakan hari Kamis, 20 November 2025 bertempat di Gedung Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Seluruh anggota Ormawa meliputi Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga Islam (HKI), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara (HTN), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syariah (HES) turut hadir dalam acara tersebut. Selain itu, acara ini terbuka untuk Badan Semi Otonom (BSOM) dan juga mahasiswa umum.

Pengesahan Raperda terdiri dari dua persidangan, yakni Persidangan tentang Raperda Organisasi Kemahasiswaan dan Persidangan tentang Raperda Kelompok Studi Mahasiswa (KSM). Persidangan pertama, Raperda Organisasi Kemahasiswaan dimulai dari penyampaian Laporan Badan Legislasi dari Tingkat I dan Tingkat II. Kemudian ada pandangan pendapat akhir dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan dilanjut pandangan akhir dari mahasiswa umum. Raperda tentang Organisasi Kemahasiswaan mendapatkan respon baik dari DEMA dan mahasiswa umum.

Momentum pengesahan ditandai dengan penomoran dan penandatanganan oleh ketua DEMA dengan Kemendagri (Kementrian dalam Negeri). Adanya Perda Oganisasi Kemahasiswaan yang baru, mencabut tiga Perfa sekaligus mencakup Perfa SEMA, Perfa DEMA, dan Perfa HMPS. Pembaharuan ini menyesuaikan dengan undang-undang Senat Universitas terbaru.

“Kita selaraskan supaya tidak ada tumpang tindih peraturan, itu kita perbarui dalam Perda Organisasi Kemahasiswaan. Dengan disahkannya Perda Organisasi Kemahasiswaan secara tidak langsung kita mencabut tiga Perfa sekaligus. Jadi sekarang Senat (Fakultas Syariah) memiliki lima Produk Hukum, ada BSOM, PBAK, Advokasi, Organisasi Kemahasiswaan, dan KSM.” Jelas Zahra, Ketua SEMA Fakultas Syariah.

Persidangan kedua, Raperda tentang Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) tidak jauh beda dengan persidangan Raperda tentang Organisasi Kemahasiswaan. Pelaporan dari Badan Legislasi menjelaskan adanya Perda KSM ini membuka celah untuk mahasiswa-mahasiswa Fakultas Syariah yang memiliki forum berpotensi bisa diajukan menjadi KSM dengan memenuhi syarat yang sudah dibentuk dalam Perda KSM. Kemudian ada pandangan pendapat akhir dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan dilanjut pandangan akhir dari mahasiswa umum. Momentum pengesahan ditandai dengan penomoran dan penandatanganan oleh ketua DEMA dengan Kemendagri (Kementrian Dalam Negeri).

Kedepannya SEMA Fakultas Syariah berencana membuat website JDIH (Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum) untuk mahasiswa supaya setiap mahasiswa umum bisa dengan mudah mengakses produk hukum yang sudah ada. Produk Organisasi Kemahasiswaan nantinya akan dibedakan menjadi dua golongan yakni Legislatif yang akan diisi oleh SEMA, kemudian Eksekutif akan diisi oleh DEMA dan HMPS

Kontributor: Ilma Yuni Fatichia, Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Angkatan 2022

ORMAWA Fakultas Syari’ah Pertanggungjawabkan Kepengurusan Melalui Musma

Salatiga, (20 November 2025)- Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Salatiga  selenggarakan acara Musyawarah Mahasiswa (Musma) pada Kamis, 20 November 2025. Bertempat di Gedung Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Musma dilaksanakan dengan agenda mendengar Laporan Pertanggungjawaban Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Syariah meliputi Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga Islam (HKI), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara (HTN), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syariah (HES).

SEMA menjelaskan bahwa Musma bertujuan sebagai wadah musyawarah bersama sekaligus tempat menyampaikan laporan pertanggungjawaban, kendala, solusi, dan transparansi dana selama satu periode menjabat di tahun 2025. SEMA melaporkan ada tiga Program Kerja Utama, yaitu Public Hearing, Prolegma, dan Musma.

DEMA memiliki empat Program Kerja (Proker) yang menggunakan dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), yakni Sekolah Advokasi, Human Resource Development (HRD) Talks: Workshop Kepenulisan CV dan Interview Kerja, Talkshow Career Insight: Strategi Jitu Lolos CPNS dan BUMN, juga Workshop Jurnalistik dan Kepenulisan.

Selain itu, DEMA juga melaksanakan Proker non dana DIPA, di antaranya ada Digital Law Literasi, Ombak Saga, Kolaborasi Futsal, Kolaborasi Badmintoon dengan HMPS, Kolaborasi  Bola Voli, Kolaborasi dengan BSOM, Billiard, Buka Bersama, dan Diskusi Lintas Universitas (BEM FH UPGRIS dengan DEMA Fasya).

Proker  Unggulan HMPS HTN yang memakai Dana DIPA ada Pelatihan Legal Drafting dan Penyuluhan Hukum. Adapun Proker non-DIPA antara lain: ada Law Debate Academy, Ruang Kepenulisan Makalah, Jejak Karya Mahasiswa, HTN  Sport Force, Lapor Kesma dan Peka Kesma, Paradise, Geram (Gerakan Mahasiswa), SATE (Sharing Topik dan Aksi), DKP (Forum Diskusi Konstitusi dan Politik), Studi Banding, Open PO PDH, Two Weeks One Motivation, Video dan Foto Profil HMPS HTN, Galaksi, dan Donor Darah.

HMPS HKI memiliki proker Kajian Dialogis, Halal bi Halal and Anniversary Program Studi Hukum Keluarga Islam, Bakti Sosial (Santunan Anak Yatim), Podcast HKI Bercerita, Ruang Edukasi dan Diskusi (Ready), Pelatihan Paralegal, Seminar Pranikah, Pelatihan Master of Ceremony, Ngobrolin Seputar Publik Speaking (NGUPING), dan Latihan Olahraga Rutinan.

Proker HMPS HES antara lain: Pelatihan Dual Solve, Sekolah Pasar Modal Syariah, Webinar Keprofesian, Pelatihan Public Speaking, WAPIS ON/OFF (Wadah Aspirasi Online/offline), Studi Banding, Bakti Sosial, Open Order PDH Prodi, Quote Ramadhan, dan HES Sport.

Kontributor: Ilma Yuni Fatichia, Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Angkatan 2022

Dokumentasi kegiatan

Kaprodi Hukum Tata Negara Fasya UIN Salatiga Menjadi Narasumber Dialog Konstitusional Bersama Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi RI

Salatiga, (15 November 2025)— Fakultas Syariah UIN Salatiga bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dan Pusat Studi Hukum Tata Negara (PSHTK) Fakultas Hukum UKSW menggelar acara Dialog Konstitusional bertajuk “Peran Mahkamah Konstitusi dalam Mewujudkan Negara Konstitusional”, Sabtu (15/11). Kegiatan yang berlangsung di Kampus UKSW ini menghadirkan narasumber Ketua Mahakamah Konstitusi Dr. Suhartoyo, S.H., M.H, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., M.H serta akademisi dari kedua perguruan tinggi penyelenggara yakni Cholida Hanum, M.H Ketua Prodi HTN UIN Salatiga dan Dr. Titon Kurnia, S.H., M.H. dosen/peneliti PSHTK UKSW. Acara ini diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, serta pemerhati hukum tata negara baik yang diikuti secara langsung atau pun daring melalui channel youtube FH UKSW.

Dalam sesi pertama, narasumber dari Mahkamah Konstitusi yakni Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi menyampaikan pemaparan mengenai posisi strategis MK sebagai penjaga konstitusi (the guardian of the constitution). Mereka menekankan pentingnya kewenangan MK dalam menjaga kemurnian UUD 1945 melalui pengujian undang-undang, penyelesaian sengketa kewenangan lembaga negara, hingga penyelesaian sengketa hasil pemilu.
Para narasumber juga menyoroti tantangan kontemporer yang dihadapi MK, termasuk meningkatnya dinamika politik dan tuntutan masyarakat terhadap keadilan konstitusional. Melalui berbagai putusan landmark, MK disebut terus berusaha memastikan agar prinsip konstitusionalisme berjalan sesuai dengan cita-cita negara hukum demokratis.Peran Akademisi dalam Mendorong Negara Konstitusional
Sesi berikutnya menghadirkan dua akademisi dari UKSW dan UIN Salatiga yang membahas kontribusi perguruan tinggi dalam penguatan budaya konstitusi. Salah satu narasumber, Cholida Hanum, M.H., Ketua Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Salatiga, menyampaikan pentingnya pendidikan konstitusi (constitutional education) untuk membentuk warga negara yang kritis dan sadar terhadap hak-hak konstitusionalnya.


Ia juga menekankan bahwa mahasiswa hukum perlu memahami relasi antara lembaga negara, mekanisme checks and balances, serta peran peradilan konstitusi dalam mengawal demokrasi. Menurutnya, dialog seperti ini merupakan ruang strategis untuk memperkuat literasi konstitusi di kalangan akademisi dan masyarakat luas.
Diskusi Interaktif dan Antusiasme Peserta
Usai pemaparan, peserta diberi kesempatan mengajukan pertanyaan secara langsung. Diskusi berlangsung hidup, terutama terkait isu-isu aktual seperti tantangan independensi lembaga yudikatif, implementasi putusan MK, dan relevansi MK dalam penyelesaian problem konstitusional modern.
Banyak peserta menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini karena dinilai relevan dengan perkembangan hukum tata negara dan kebutuhan akademik.
Kolaborasi Lintas Kampus
Melalui kegiatan bersama ini, UKSW dan UIN Salatiga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan kajian hukum tata negara di Indonesia. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan Mahkamah Konstitusi dianggap sebagai langkah penting dalam membangun dialog publik yang konstruktif sekaligus memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya konstitusi dalam kehidupan bernegara.

Dekan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Membuka Acara Dialog Konstitusional Bersama Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi RI

Salatiga, (15 November 2025)– Fakultas Syari’ah UIN Salatiga dan Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali memperkuat kolaborasi akademik melalui penyelenggaraan Dialog Konstitusional bertajuk “Peran Mahkamah Konstitusi dalam Mewujudkan Negara Konstitusi” yang digelar di Salatiga, Sabtu 15 November 2025.

Acara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, terutama Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Dr. Suhartoyo, S.H., M.H., dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., MPA. Keduanya hadir secara langsung untuk memberikan kuliah dialogis kepada dosen dan mahasiswa dari kedua kampus.

Dalam sambutannya, Dekan menekankan bahwa kehadiran Ketua dan Wakil Ketua MK RI memberikan inspirasi besar bagi sivitas akademika. Ia menyampaikan bahwa Mahkamah Konstitusi memiliki kedudukan penting dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, dan karena itu mahasiswa hukum perlu memahami secara utuh peran strategis lembaga tersebut. Ia menambahkan bahwa banyak putusan MK yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hukum semata, tetapi turut memberikan arah bagi perkembangan demokrasi dan perlindungan konstitusional warga negara.

Dekan menyampaikan tiga poin penting terkait peran Mahkamah Konstitusi, yaitu: Pertama, MK sebagai Penjaga Supremasi Konstitusi. Dekan menjelaskan bahwa MK berfungsi sebagai lembaga yang memastikan seluruh undang-undang yang dibuat oleh pemerintah dan DPR tetap sejalan dengan UUD 1945. Melalui kewenangan judicial review, MK menjadi benteng utama mencegah lahirnya peraturan yang bertentangan dengan konstitusi. Kedua, MK sebagai Pelindung Hak Konstitusional Warga Negara. Beliau menegaskan bahwa banyak putusan MK yang secara nyata memperkuat jaminan hak warga negara, mulai dari hak politik, hak atas keadilan, hingga hak-hak sosial. Menurutnya, fungsi ini menjadi sangat penting mengingat konstitusi harus selalu berpihak pada martabat manusia. Ketiga, MK sebagai Penjaga Demokrasi dan Keadilan Pemilu. Dekan juga menyoroti kewenangan MK dalam memutus perselisihan hasil pemilihan umum. Fungsi ini, menurutnya, membuat MK menjadi lembaga kunci dalam menjaga kualitas demokrasi dan memastikan bahwa legitimasi hasil pemilu benar-benar sesuai dengan kehendak rakyat.

Beliau berharap mahasiswa yang hadir dapat melihat langsung bagaimana MK menjalankan peran tersebut, serta menjadikan dialog ini sebagai motivasi untuk berkarya dan mengabdi pada bangsa melalui jalur keilmuan hukum.

Dekan juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama akademik yang telah terjalin dengan Fakultas Hukum UKSW. Kolaborasi tersebut meliputi pertukaran dosen, pendampingan pengelolaan jurnal, serta keterlibatan bersama dalam berbagai forum ilmiah. Ia juga menyoroti capaian penting berupa Jurnal Ijtihad yang dikelola Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, yang kini terindeks Scopus Q1 dan menjadi jurnal terbaik dunia dalam religious studies, peringkat satu Asia dalam bidang law, serta peringkat pertama nasional di seluruh bidang ilmu.

Acara dialog konstitusional tahun ini menghadirkan empat narasumber utama, yaitu Ketua MK, Wakil Ketua MK, Dr. Titon Slamet Kurnia (dosen PSHTK FH UKSW), serta Cholida Hanum, M.H. (Ketua Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syari’ah UIN Salatiga). Kegiatan berlangsung dalam suasana ilmiah dan interaktif, diikuti oleh civitas akademika UKSW dan UIN Salatiga.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga juga menyampaikan doa dan harapan agar para hakim konstitusi selalu diberikan kesehatan serta kekuatan dalam menjalankan amanat konstitusi. Di akhir sambutan, ia menekankan pentingnya penguatan integritas sebagai fondasi utama menjaga marwah lembaga peradilan konstitusi.

Dialog konstitusional ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat budaya akademik, memperluas jejaring ilmiah antarperguruan tinggi, serta membangun generasi muda yang memiliki pemahaman kritis dan komitmen pada nilai-nilai konstitusional.

Tim LKH kembali menorehkan prestasi dalam ajang debat biotik 9 UIN SUNAN KALIJAGA

Yogyakarta, (14 November 2025)- Fakultas Syari’ah UIN Salatiga kembali membuktikan kualitasnya di kancah nasional. Melalui delegasi dari Lembaga Kajian Hukum (LKH), tim ini sukses meraih juara 3 dan harapan 1 pada ajang debat biotik yang di gelar hmps pendidikan biologi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta pada Jum’at 14 November 2025. Dalam lomba ini berfokus kepada biodiversitas keanekaragaman alam, laut, dan satwa dilindungi, dalam babak penyisihan tim LKH berhasil menyingkirkan beberapa tim dari UIN Sunan Kalijaga serta beberapa universitas lainnya. Meskipun dalam ajang kompetisi ini sedikit melenceng dari kompetensi yang tim LKH pelajari, dalam waktu persiapan yang sangat singkat, serta latihan yang kurang matang, tetapi mereka berhasil membuktikan selama memiliki semangat serta keseriusan dalam sesuatu, usaha pasti tidak akan mengkhianati hasil. Serta Prestasi ini menegaskan konsistensi tim debat LKH dalam ajang kompetisi debat tingkat nasional. berikut nama mahasiswa yang berhasil menorehkan prestasi:


Tan Malaka (Juara 3)
• Dian Ayu Setianingsih HTN 2023
• Muhammad Fariz Afandi HKI 2023
• Elvi Ashari Siregar HTN 2023


Tim Seravine (Juara Harapan I)
• Suci Nafiah Nur Fatonah HKI 2023
• Mohamad Adib Himma A. HES 2024
• Nurul Fadilla Ramadani HES 2024
Kompetisi Biotik 9 yang berlangsung sejak senin hingga sabtu, menghadirkan berbagai peserta yang berasal dari berbagai Perguruan tinggi ternama di Indonesia. Tim LKH berhasil menonjol melalui matter, manner dan penelitian berbasis rancangan biologi terapan yang mereka hidangkan kepada dewan juri.
berikut hasil wawancara kami kepada ketua umum LKH dan Ketua pelaksana lomba debat biotik 9
“Optimisme itu harus tapi juga dengan persiapan yang matang, saat mengetahui mereka ikut perlombaan tersebut awalnya kami tidak terlalu berekspektasi tinggi karena waktu persiapan yang begitu singkat, dan bidang yang sama sekali bukan ranah kami. Tapi sebagai saksi mereka berproses dari sejak latihan sampai dengan mengikuti berbagai perlombaan, kami dapat melihat semangat dan kepercayaan diri yang begitu besar, jadi sebagai keluarga besar LKH kami hanya bisa mendo’akan memberikan dukungan dan bantuan waktu dan sedikit tenaga untuk mereka. Sebagai ketua umum dari hati yang paling dalam saya sangat bangga memiliki mereka semua sebagai anggota LKH.”
-Majda Prawiranegara ketua umum LKH 2024–2025

“Tim debat dari UIN Salatiga merupakan salah satu tim yang memiliki potensi kuat dalam lomba debat di biotik 9 ini. Tim UIN Salatiga juga menunjukkan kemampuan analisis isu yang tajam serta penyampaian argumen yang runtut juga meyakinkan. Menurutku juga selain ituuu ada keunggulan lain yang sangat terlihat adalah, kekompakan tim serta kemampuan tim dalam membangun strategi debat yang jelas sejak awal.
tetapiii untuk kurangnya aku merasa kya nyariss sempurna kakk, karena mungkin dari tim uin salatiga juga udah beberapa kali ikut lomba debat dengan berbagai lawan juga, tetapii karena kemarin ituu aku sempet melihat secara langsung yaa cara berdebatt dengan lawan, dari tim salatiga itu ada pembahasan yg agak keluar dr mosi kakk dann juga mungkin lebih bisa memanajemen waktu untuk menjelaskan argumen dan menjawab interupsii agarr poin yg tersampaikan bisa lebihh optimal”.
—Ana Nailil Fasikhah Ketua panitia lomba debat biotik 9 UIN Sunan Kalijaga

Prestasi ini tidak hanya menambah portofolio LKH, tetapi juga menjadi kontribusi penting bagi pengembangan akademik Fakultas Syariah. Capaian ini sekaligus membuka peluang kolaborasi baru dengan berbagai kampus yang turut hadir dalam kompetisi tersebut. Jika potensi-potensi seperti ini mendapatkan perhatian yang lebih serius, terutama melalui pembinaan yang tidak hanya bertumpu pada LKH dan para pembimbing, tetapi juga melibatkan seluruh civitas akademika, tentu akan semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk berani tampil dan mengasah kemampuan mereka di berbagai ajang perlombaan.
Dengan dukungan yang lebih terstruktur, Fakultas Syariah sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk menumbuhkan budaya akademik yang lebih hidup dan kompetitif. Mahasiswa yang terbiasa mengikuti pelatihan atau pembinaan rutin akan memiliki kesiapan yang lebih matang, tidak hanya saat lomba, tetapi juga dalam kemampuan berpikir kritis dan kepercayaan diri mereka di ruang akademik.
Selain itu, keterlibatan seluruh civitas akademika. baik dosen, organisasi kemahasiswaan, maupun lembaga internal lainnya, dapat menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih kuat. Pendampingan yang terkoordinasi akan membuka jalan bagi program-program pengembangan prestasi yang berkelanjutan, seperti kelas rutin debat, pelatihan karya tulis, hingga forum diskusi ilmiah yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa.
Pada akhirnya, prestasi mahasiswa adalah salah satu aset terbaik bagi fakultas. Jika dikelola dengan baik, capaian seperti ini bisa menjadi sarana promosi yang efektif, memperkuat reputasi Fakultas Syariah, dan menarik minat calon mahasiswa baru. Semoga prestasi ini menjadi momentum untuk membangun ruang pembinaan yang lebih inklusif, sehingga ke depan semakin banyak mahasiswa yang berani menunjukkan potensinya dan membawa nama baik Fakultas Syariah ke tingkat yang lebih tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, tim LKH masih terus menjalani rangkaian latihan dan persiapan intensif untuk menghadapi kompetisi debat yang akan digelar tahun depan di sejumlah kampus ternama di Indonesia. Upaya yang mereka lakukan bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk keseriusan untuk membawa nama Fakultas Syari’ah ke tingkat yang lebih tinggi.
Harapannya, perjalanan dan kerja keras tim ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa Fakultas Syari’ah lainnya untuk turut menorehkan prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Fakultas Syari’ah UIN Salatiga memiliki banyak potensi yang belum sepenuhnya tergali, dan keberhasilan dalam ajang-ajang seperti ini diharapkan bisa menjadi contoh nyata bahwa kesempatan selalu terbuka bagi siapa pun yang berani mencoba.