Fakultas Syariah Lepas Purna Tugas Ibu Dra. Astuti Sakdiyah, M.Pd

Salatiga, 11 Agustus 2025 – Suasana haru dan kebersamaan menyelimuti Aula Lantai 3 Gedung Dekanat Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga pada Senin pagi. Civitas akademika Fakultas Syariah menggelar acara pelepasan purna tugas Dra. Astuti Sakdiyah, M.Pd., Kepala Bagian Tata Usaha, yang sekaligus dirangkaikan dengan prosesi Khotmil Quran.

Acara dimulai tepat pukul 09.30 WIB dengan pembacaan basmalah bersama, dilanjutkan prosesi Khotmil Quran yang dipimpin oleh Erkham Maskuiri, Lc. Dalam prosesi ini, setiap dosen dan perwakilan mahasiswa yang hadir mendapatkan amanah membaca minimal satu juz, sehingga terkumpul bacaan lengkap 30 juz Al-Quran. Suasana khidmat dan khusyuk menyelimuti ruangan. Panitia berharap prosesi ini membawa keberkahan tidak hanya bagi Fakultas Syariah secara umum, tetapi juga khusus bagi Ibu Astuti yang memasuki masa purna tugas.

Usai prosesi Khotmil Quran, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas berakhirnya masa tugas Ibu Astuti, sekaligus mendoakan kesehatan, kesuksesan, keselamatan, dan kebermanfaatan hidup bagi beliau ke depannya.

“Lima tahun sudah Ibu Astuti Sakdiyah membersamai kita di Fakultas Syariah. Kita semua adalah keluarga besar, dan gedung fakultas ini adalah rumahnya. Ketika salah satu anggota keluarga harus pergi, tentu kesedihan yang mendalam akan kita rasakan. Semoga setelah purna tugas, beliau senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, keselamatan, dan kebermanfaatan dalam hidupnya,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Dra. Astuti Sakdiyah, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa meski sudah purna tugas, masih ada beberapa tanggung jawab yang akan diselesaikan. Beliau juga memaparkan laporan singkat terkait tugas-tugas yang berhasil dirampungkan di akhir masa jabatannya.

Di penghujung sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh dosen dan rekan kerja yang telah memberikan dukungan selama lima tahun pengabdiannya.

“Kesuksesan saya hingga hari ini tidak akan terwujud tanpa bantuan Bapak/Ibu semua. Mohon maaf apabila selama ini saya lebih sering bersikap tegas daripada lembut. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekhilafan,”ungkapnya dengan nada penuh haru.

Memasuki sesi penyampaian kesan dan pesan, suasana menjadi semakin emosional. Banyak hadirin yang tak kuasa menahan air mata. Tawa kecil sesekali pecah, namun rasa haru tetap mendominasi, menandai eratnya hubungan kekeluargaan yang terjalin selama ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan, sesi foto bersama, dan makan siang bersama. Momen ini menjadi penutup yang manis sekaligus mengharukan bagi seluruh pihak yang hadir, mengabadikan kenangan indah bersama sosok yang telah mengabdikan diri dengan tulus untuk Fakultas Syariah.

Kontributor: Muhammad Nur Fadlan (Mahasiswa HTN, 2023)

Bertindak sebagai Ketua Umum PDHKI, Dekan Fasya Membuka Rakernas

Surabaya, (06 Agustus 2025). Bertempat di Dafam Pacific Caesar Hotel Surabaya, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si yang bertindak selaku Ketua Umum PDHKI. Tuan rumah Rakernas PDHKI tahun ini adalah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surabaya. Dr. Tho’at Stiawan, S.H.I., M.H.I. (Dekan FAI Universitas Muhammadiyah Surabaya) mengatakan: “Kami merasa terhormat mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah atas terselenggaranya kegiatan ini, hasil kolaborasi antara FAI Univesitas Muhammadiyah Surabaya dengan PDHKI dan APHKI.”

Rakernas kali ini diikuti oleh sekira 200 dosen Hukum Keluarga Islam (HKI) dari berbagai kampus di Indonesia. Tampak hadir, Dr. Abdul Qadir Zaelani, M.H. (Sekretaris Umum / UIN Raden Intan Lampung), Prof. Dr. Sudirman, M.A (Dekan Fakultas Syariah UIN Malang), Dr. Hj. Suqiyah Musafa’ah, M.Ag (Dekan Fakultas Syariah UIN Surabaya), Prof. Dr. Hj. Siti Musawwamah, M. Hum (Dekan Fakultas Syariah UIN Madura), Prof. Dr. Drs. Supardin, M.HI (UIN Makassar), dan sejumlah tokoh penting lainnya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si menjelaskan bahwa Rakernas ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus meningkatkan kompetensi keilmuan para dosen HKI di seluruh Indonesia. Oleh karenanya, selain merumuskan program kerja kepengurusan kedepan, rangkaian agenda ini juga menyelenggarakan the 5th International Conference on Islamic Family Law (ICOIFL) dengan tema: “Rethinking Support System to Strengthen Family Sustainability and Reduce Divorce in the Digital Era”.

Plenary session of International Conference menghadirkan para narasumber yang kompeten, yakni: Prof. Dr. Raihana binti Abdullah (University of Malaya, Malaysia), Ass. Prof. Noor Aisha, M.A., Ph.D (National University Singapore), Naeem AllahRakha, Ph.D (Taskhent State University of Law, Republic of Uzbekistan), Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si (Ketua Umum PDHKI), Prof. Dr. Abu Rohmat, M.Ag (Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag RI). Bertindak sebagai moderator, Prof. Dr. Bani Syarif Maula, M.Ag., LL.M (UIN Purwokerto). Rakernas dan International Conference ini dilaksanakan sejak hari Rabu hingga Jumat, 6-8 Agustus 2025.

Tampak hadir pula dalam kegiatan ini beberapa editor in chief maupun para pengelola jurnal ilmiah yang bermitra dengan PDHKI, diantaranya: Dr. Muhammad Chairul Huda, M. H. (Jurnal Ijtihad UIN Salatiga), Dr. Muhammad Lutfi Hakim, M.HI (Journal of Islamic Law IAIN Pontianak), Dr. Laras Shesa, M.H (Jurnal Istinbath IAIN Curup), Muhammad Fuad Zain, M.HI (Jurnal Manahij UIN Purwokerto), Syabbul Bachri, M.HI (Jurnal De Jure), Mohammad Voviani Ardi, M.H (Jurnal Ulul Albab UNISSULA).

Dekan Fakultas Syariah Sampaikan Sambutan pada Konferensi Internasional PDHKI di UM Surabaya

Surabaya, (6/8/2025)- Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si, sekaligus ketua Umum Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) membuka acara “The 5th International Conference on Islamic Family Law” PDHKI yang berlangsung di Universitas Muhammadiyyah Surabaya. Konferensi Internasional ini mengambil tema “Rethinking Support Systems to Strengthen Family Sustainability and Reduce Divorce in the Digital Era”

Konferensi ini sendiri merupakan Kerjasama antara PDHKI dengan Asosiasi Pengelola Hukum KeluargaI Slam (APHKI), yang merupakan perkumpulan Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Indonesia.

Konferensi ini menghadirkan pembicara baik dari dalam negeri atau pun luar negeri. Di antara pembicara yang hadir Prof. Dr. Raihana binti Abdullah dari University of Malaya, Malaysia, Noor Aisha Abdul Rahman, M.A. Ph.D. dari National University of Singapore, ⁠Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si., Ketua Umum PDHKI,  ⁠ Assoc. ⁠Prof. NaeemAllah Rokha, Ph.D dari Leiden Taskent State University of Law, Uzbekistan,  dan ⁠Prof. Dr. Abu Rohmad, M.Ag. mewakili Dirjen Bimas Islam.

Prof. Ilyya menyampaikan terima kasih kepada panitia UM Surabaya yang telah menyelenggarakan kegiatan tersesecara rapi dan tertata dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ilyya menyatakan bahwa kegiatan tersebut didukung oleh jurnal-jurnal Hukum Islam yang terindek scopus Q1 di Indonesia.

“Ada Sembilan belas jurnal yang mensupport kegiatan in, dan semua Q1. Nanti artikel-artikel yang dipresentasikan akan kami arahkan masuk di jurnal-jurnal tersebut, tentunya dengan proses yang cukup ketat”, sambung Prof. Ilyya.

Kesembilan belas jurnal yang dimaksud adalah Samarah, Jurnal Fakultas Syariah, UIN ar-Raniry Aceh, terindeks scopus Q1, Ijtihad, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Salatiga, terindeks scopus Q1, Al-Ihkam, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Madura, terindeks scopus Q1, Juris, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Batusangkar, terindeks scopus Q1, Mazahib, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Samarinda, terindeks scopus Q1, Al-Istinbath, Jurnal Fakultas Syariah, IAIN Curup, terindeks scopus Q1, Al’Adalah, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Raden Intan Lampung, terindeks scopus Q1, Al-Risalah, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Sultan Thaha Jambi, terindeks scopus Q1, El-Mashlahah, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Palangkaraya, terindeks scopus Q1, De Jure, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Malang, terindeks scopus Q1, Millah, Jurnal Religious Studies, UII Yogyakarta, terindeks scopus Q1, Al-Manahij, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Saizu Purwokerto, terindeks scopus Q1, Journal of Islamic Law, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Pontianak, terindeks scopus Q1, Al-Syir’ah, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Manado, terindeks scopus Q1, Al-Ahkam, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Walisongo Semarang, terindeks scopus Q1, El Usrah, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Ar-Raniry Aceh, terindeks scopus Q1, Milrev, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Jurai Siwo Lampung, terindeks scopus Q1, Justicia Islamica, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Ponorogo, dan Nurani, Jurnal Fakultas Syariah, UIN Raden Fatah Palembang.

Sesi seminar ini akan diawali dengan seminar umum dengan menghadrikan pembicara di atas, dan dilanjutkan sesi seminar dalam ruang-ruang sidang khusus yang ikuti oleh peserta konferensi yang telah mengirimkan artikel.

Selain itu, hal terpenting dari seminar interasional tersebut menurut Prof. Ilyya adalah membangun kesadaran Masyarakat akademik akan pentingnya membangun Masyarakat melalui membangun ketahanan keluarga. “Kecanggihan teknologi yang tidak diimbangi literasi digital dan spiritualitas berkeluarga, telah menimbulkan konflik, keterasingan emosional, hingga perselingkuhan daring yang mengarah pada perceraian”, tegasnya. Menurutnya dibutuhkan langkah-langkah komprehensif yang berbasis nilai hukum Islam, budaya bangsa, dan perkembangan zaman.

FAKULTAS SYARIAH UIN SALATIGA & UIN JURAI SIWO LAMPUNG GELAR GUEST LECTURE “IJTIHAD MUAMALAH PESANTREN”

Salatiga, (30/07/2025)- Fakultas Syariah UIN Salatiga bekerja sama dengan Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung menyelenggarakan Guest Lecture dengan tema “Ijtihad Muamalah Pesantren”. Program ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama akademik antar-institusi yang difasilitasi oleh Jurnal IJTIHAD UIN Salatiga, jurnal yang kini menempati peringkat nomor 1 dunia dalam bidang Islamic Studies versi Scimago Journal Rank (SJR).
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si, selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dari pelaksanaan kerja sama antara Fakultas Syariah dengan berbagai fakultas dan universitas lain. Beliau juga menekankan pentingnya membangun ekosistem akademik yang kolaboratif dan berbasis riset unggul.
Sementara itu, Husnul Fatarib, Ph.D Dekan Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung, menyampaikan bahwa sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas bersama, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun publikasi ilmiah.


Narasumber: Dr. Imam Mustofa M.S.I
Sebagai narasumber utama dalam guest lecture ini, Dr. Imam Mustofa, M.S.I, dosen Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung, menyampaikan materi bertajuk:
“Ijtihad Sivitas Pondok Pesantren: Dari Tradisionalitas Kitab Kuning ke Fikih Muamalah Kontemporer”
Dalam paparannya, Dr. Imam menyoroti transformasi peran pesantren dalam dinamika hukum ekonomi Islam modern. Ia menjelaskan bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai penjaga tradisi melalui kajian kitab kuning, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pelaku aktif dalam formulasi fikih muamalah kontemporer yang responsif terhadap tantangan zaman.
Dr. Imam menyampaikan bahwa karakteristik ijtihad muamalah pesantren sebagai berikut: 1) Kajian berdasarkan kasus konkret. 2) kontekstualisasi Fikih Muamalah. 3) Ijtihad kolektif integratif. 4) Deskripsi permasalahan yang dihukumi tidak kompreensif. 5) mengedapankan model instinbat hukum ilhaqi. 6) mengambil pendapat ulama empat mazhab namun mengutamakan Mazhab Imam Syafi’i.
Selain itu, Dr Imam juga meberikan catatan penting yaitu: Kontruksi diskursus fikih muamalah di pondok pesantre Sidogiri sangat terikat dan tersentral pada teks, namun tetap menjawab berbagai persoalan muamalah kontemporer. Diskursus fikih muamalah mengacu pada kitab-kitab yang qualified karya ulama salaf dan ulama modern. Kajian fikih muamalah dan pengembangannya di pondok pesantren Sidogiri merupakan bentuk dari kontekstualisasi teks kitab turath dengan penggunaan metode istinbat hukum ilhaqi,
Guest Lecture ini tidak hanya mempererat relasi antarfakultas, tetapi juga memperkaya kajian fikih muamalah dengan perspektif pesantren yang aplikatif dan kontekstual. Kolaborasi antara Fakultas Suyariah UIN Salatiga dan Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung ini diharapkan menjadi model sinergi antar-PTKIN dalam pengembangan keilmuan syariah yang responsif terhadap dinamika sosial modern dan tetap berakar pada tradisi keilmuan Islam.

Fakultas Syariah Lepas Alumni dengan Pembekalan Kuliah di Luar Negeri

Salatiga, (28 Juli 2025)- Fakultas Syariah UIN Salatiga menggelar acara pelepasan wisuda pada 28 Juli 2025, yang bertempat di Aula Kampus 2. Acara tersebut diikuti oleh 130 mahasiswa dari tiga program studi, yakni Hukum Keluarga Islam (HKI) sebanyak 53 orang, Hukum Tata Negara (HTN) 46 orang, dan Hukum Ekonomi Syariah (HES) 31 orang.

Tidak sekadar seremoni pelepasan, kegiatan ini juga diisi dengan pembekalan alumni bertema “Meraih Asa Kuliah di Luar Negeri”, menghadirkan dua narasumber yang saat ini sedang menempuh pendidikan pascasarjana di luar negeri. Mereka adalah Mihmidati Hilmia, mahasiswa program S2 Health Psychology di Victoria University of Wellington, New Zealand, serta Ir. Harun Ismail, M.T., kandidat doktor di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan.

Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembekalan ini bagi para lulusan baru. Menurutnya, kuliah di luar negeri dapat memberikan pengalaman akademik dan kultural yang berharga serta memperluas wawasan para alumni.

“Materi hari ini sangat penting, apalagi disampaikan langsung oleh mereka yang berpengalaman, yakni Mbak Mihmidati Hilmia dan Mas Harun Ismail. Keduanya tengah menempuh studi di luar negeri dan dapat berbagi pengalaman berharga kepada Anda semua. Terima kasih Mbak Hilmi dan Mas Harun atas kesediaannya berbagi,” ujar Prof. Ilyya.

Kegiatan ini dipandu oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Sukron Ma’mun,Ph.D yang juga merupakan alumni Western Sydney University, Australia. Ia menjelaskan bahwa pemilihan narasumber dari New Zealand dan Taiwan bertujuan agar mahasiswa memperoleh gambaran yang beragam mengenai pengalaman studi di negara-negara Asia maupun kawasan dengan kultur Barat.

Dalam paparannya, Mihmidati Hilmia menyampaikan bahwa kuliah di luar negeri merupakan kesempatan emas untuk menimba ilmu dan membangun jejaring internasional. Ia menambahkan bahwa interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara serta dosen-dosen berkelas dunia memperkaya pemahaman dan sudut pandang akademik.

Ia juga berbagi pengalaman tentang proses panjang yang dilaluinya, mulai dari pendaftaran hingga masa awal perkuliahan. Menariknya, sebelum resmi kuliah di New Zealand, ia sempat tinggal di Sydney, Australia, dan bahkan mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji dari Australia tanpa harus melalui proses antre panjang sebagaimana di Tanah Air.

Mahasiswa HKI Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Berkolaborasi dengan Pemuda di ASEAN Bahas SDGs dan Kepemimpinan Global

Malaysia, 23 Juli 2025 – M Rizki Pirmansha mengikuti rangkaian acara International Youth Connection (IYC) 2025 dengan penuh semangat dan produktivitas di Malaysia. Kegiatan yang diikuti oleh delegasi muda dari berbagai negara ini difokuskan pada tema kolaborasi pemuda dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dimulai pada pukul 06.00 pagi, peserta memulai aktivitas dengan morning call, sarapan, dan persiapan. Agenda utama dimulai pukul 08.00 dengan pembukaan resmi acara di Aula Pertemuan MaTiC Tourism Malaysia, dilanjutkan dengan sesi yang sangat dinanti-nantikan, yakni Seminar International Youth Connection #2.

Sesi keynote berlangsung pukul 09.30 hingga 11.00 dan menghadirkan tiga tokoh muda berprestasi dari kawasan ASEAN, Wulan Sari adalah aktivis perempuan asal Bengkulu yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Kopri PB PMII. Syaiful Muktapa, pendiri dan CEO Bicara Pede Academy, platform edukasi public speaking yang populer di media sosial, serta dikenal sebagai public speaker dan MC bersertifikat, dan Moh Zharief, Social entrepreneur asal Malaysia, yang bergerak di bidang Travel

Sesi dilanjutkan Konferensi Pemuda Bahas Isu SDGs dengan presentasi paper oleh para peserta IYC, yang telah menyiapkan kajian dan proyek dari negara masing-masing terkait isu-isu SDGs. Konferensi mini ini mempertemukan gagasan tentang energi terbarukan, inklusi pendidikan, pengentasan kemiskinan, kesehatan mental, hingga kesetaraan gender. Forum ini menjadi ruang dialog penting antar-pemuda ASEAN dalam menyatukan visi untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Setelah makan siang, peserta mengikuti sesi pengumuman “Most Delegate” dan foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif selama kegiatan. Kemudian dilanjutkan dengan MaTiC Show, sebuah pertunjukan seni budaya Malaysia yang memperkenalkan keberagaman tradisi lokal kepada

International Youth Connection 2025 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar pemuda ASEAN, namun juga wadah nyata dalam membentuk generasi muda yang sadar akan tanggung jawab global melalui nilai-nilai kolaborasi, kepemimpinan, dan keberlanjutan.

Rzki menyatakan mengikuti program ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Dia berharap banyak mahasiswa UIN Salatiga yang akan ikut terlibat dalam kegiatan internasional, guna mengembangkan kapasitas dan wawasannya.

Mahasiswa Fakultas Syari’ah Go Internasional

Singapura & Malaysia, 21–22 Juli 2025 – M Rizki Pirmansah, Mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga mengikuti kegiatan Internasional Youth Connection ke Singapura, Malaysia, dan Thailand selama Enam hari, mulai dari tanggal 21 – 26 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan wawasan global melalui kunjungan edukatif dan eksplorasi budaya di negara tetangga.

Hari pertama, Senin (21/7), rombongan berangkat dari Terminal 2F Soekarno Hatta menuju Bandara Changi, Singapura. Setibanya di sana, peserta mengunjungi Jewel Changi, sebuah ikon bandara bertaraf internasional yang menampilkan inovasi dan teknologi.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan akademik ke National University of Singapore (NUS), salah satu universitas terbaik di Asia dan dunia. Dalam kunjungan ini, mahasiswa mendapatkan paparan mengenai sistem pendidikan tinggi berbasis riset, inovasi teknologi dalam pembelajaran, serta budaya akademik internasional yang diterapkan di NUS.

Diskusi dan observasi ini membuka wawasan baru, khususnya bagi UIN Salatiga dalam mengembangkan kualitas pendidikan, memperkuat kolaborasi internasional, dan membangun atmosfer kampus yang unggul secara global. Diharapkan, kunjungan ini menjadi awal terbukanya peluang kerja sama antar institusi dalam bidang pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, dan peningkatan mutu akademik.

Di sore hari, mahasiswa diajak city tour mengunjungi Merlion Park dan Universal Studios Singapore (USS) sebagai bagian dari pengenalan budaya, kreativitas industri pariwisata, dan tata kelola kota modern Singapura yang tertib dan berorientasi teknologi.

Pada malam hari, rombongan bertolak menuju Kuala Lumpur, Malaysia untuk melanjutkan kegiatan hari kedua. Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Dataran Merdeka, tempat bersejarah yang menjadi simbol kemerdekaan dan nasionalisme rakyat Malaysia. Kemudian, peserta melaksanakan kunjungan akademik ke University of Malaya (UM), universitas tertua dan terbaik di Malaysia. Dalam kunjungan ini, mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai sistem pendidikan tinggi Malaysia, pengelolaan riset, serta strategi pengembangan kampus berbasis internasionalisasi. Kegiatan ini memberikan inspirasi dan menjadi bahan refleksi bagi pengembangan mutu pendidikan di lingkungan UIN Salatiga ke arah yang lebih kompetitif secara global.

Setelah makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan city tour ke destinasi wisata populer seperti Twin Tower, Batu Caves, Coklat Kingdom, serta pusat produk lokal Malaysia. Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen rekreasi, tetapi juga memberikan pemahaman langsung mengenai keberagaman budaya, toleransi beragama, dan kekuatan ekonomi kreatif di Malaysia.

Di Batu Caves, peserta melihat harmoni antara nilai spiritual dan destinasi wisata religi yang terbuka bagi semua kalangan. Di Twin Tower (Petronas), peserta menyaksikan simbol kemajuan teknologi dan arsitektur modern Malaysia, yang menjadi ikon global. Sementara itu, kunjungan ke Coklat Kingdom dan pusat produk lokal memberikan inspirasi tentang potensi pengembangan UMKM, pariwisata halal, dan produk kreatif berbasis lokal yang bernilai ekspor.

Melalui city tour ini, peserta diajak untuk mengembangkan sudut pandang global yang tetap berpijak pada kearifan lokal, serta menumbuhkan semangat membangun peradaban yang maju dan berbudaya.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari peserta. Mereka mengaku sangat antusias karena mendapatkan banyak pengalaman baru, mulai dari aspek akademik, budaya, hingga manajemen perjalanan internasional.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar jalan-jalan, tapi juga membuka cakrawala berpikir kami sebagai mahasiswa untuk lebih siap menghadapi persaingan global,” ujar Rizki.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu menjadi generasi yang berwawasan luas, berpikiran terbuka, serta siap membawa perubahan di masa depan dengan semangat internasionalisme dan kolaborasi lintas budaya.

FORUM DISKUSI SANTRI UIN SALATIGA GELAR PELATIHAN QIROATUL KUTUB: MEMPERDALAM BACAAN NAHWU SHARAF

Salatiga (26/06/2025) – Forum Diskusi Santri (FDS) Fakultas Syari’ah UIN Salatiga menggelar pelatihan Qiroatul Kutub guna belajar dan memperdalam ilmu bacaan pada Nahwu Sharaf, terutama dengan menggunakan kitab gundul. Pada pelatihan kali ini yang kita kaji yaitu Kitab Fathul Qarib, sebuah karya monumental Syekh Ibnu Qasim Al-Ghazi yang membahas secara mendalam berbagai masalah fiqh, seperti ibadah, muamalat, pernikahan, jinayat dan hukuman

Pelatihan ini dihadiri oleh pengurus Forum Diskusi Santri (FDS), kegiatan yang diadakan di Masjid At-Thayyar yang bertempat di Kampus 2 UIN SALATIGA yang berlangsung pukul 08.00 WIB. Pemantik dalam pelatihan Qiroatul Kutub Kitab Fathul Qarib ini adalah Muhammad Alil Furqon, seorang mahasiswa semester 4 (Empat) dari program studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syari’ah. Pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta.

     Acara diawali dengan sambutan Ketua FDS Novia Khoirun Nisa yang menyampaikan apresiasi kepada semua Pengurus FDS yang telah hadir dalam kajian ini. Novia Khoirun Nisa selaku Ketua FDS Fakultas Syari’ah berharap, dengan adanya kegiatan ini, kita semakin memahami dan memperdalam ilmu Nahwu sharaf.

Muhammad Alil Furqon menjelaskan 1 bait awal pada bab taharah untuk kita kaji dan pelajari bersama mengenai Nahwu dan Sharafnya. Kita belajar bagaimana cara mempelajari Nahwu dan Sharaf yang menjadi kunci penting untuk memahami bahasa Arab secara mendalam serta menghindari kesalahan dalam berbahasa, baik secara lisan maupun tulisan pada kitab-kitab ataupun hadits-hadits gundul yang benar. Pada saat pelatihan tersebut seluruh pengurus Forum Diskusi Santri (FDS) dijelaskan secara detail mengenai bagaimana bacaan tersebut diberi harakat atau ditarkib. Semua pengurus sangat antusias dan selalu bertanya jika kurang faham, dan kemudian antara pemantik dan pengurus saling berdiskusi.

       Tujuan mempelajari Nahwu Sharaf pada kitab Fathul Qarib adalah untuk memahami struktur, tata bahasa, dan perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab secara tepat. Dengan menguasai kedua ilmu ini, seseorang dapat membaca, menulis, dan memahami teks-teks Arab, terutama Al-Qur’an, Hadis, dan kitab-kitab klasik, dengan baik dan benar. Ilmu Nahwu membantu memahami kedudukan kata dalam kalimat serta fungsi gramatikalnya, sehingga makna kalimat tidak mengalami kekeliruan. Sementara itu, ilmu Sharaf mempelajari perubahan bentuk kata (morfologi) seperti perubahan fi’il (kata kerja) dan isim (kata benda), sehingga seseorang mampu memahami berbagai bentuk kata dan maknanya sesuai dengan konteks.

Dengan adanya kegiatan ini, FDS akan terus menjadikan santri mahasiswa agar lebih mandiri dalam proses pembelajaran, mampu berdiskusi secara aktif, dan berani menyampaikan pendapat dalam forum ilmiah santri. Selain itu, forum ini diharapkan menjadi wadah untuk mencetak generasi yang kritis, cermat, dan memiliki pemahaman mendalam terhadap teks keislaman. Ke depannya, forum ini akan rutin mengadakan pelatihan Qiroatul Kutub kitab kuning setiap bulan dengan menghadirkan para pemantik yang berkompeten di bidangnya. Melalui forum ini diharapkan terbentuk komunitas santri yang saling berbagi pengetahuan, saling melatih kemampuan membaca kitab, serta memperluas wawasan keilmuan mereka, sehingga budaya diskusi dan kajian ilmiah terus berkembang di kalangan santri, khususnya dalam bidang Nahwu dan Sharaf.

Kontributor: Nabilla Ainna Nurdiana (Mahasiswa Hukum Keluarga Islam 2022), NIM: 33010220079

AJAK DISKUSI MAHASISWA, EDITOR GRAMEDIA HADIR DALAM ACARA BEDAH BUKU JEMAAH ISLAMIYAH

Salatiga, (25/05/2025)- Fakultas Syariah kedatangan editor gramedia pada, hari Rabu 25 Juni 2025 dalam acara bedah buku Jemaah Islamiyah yang bertempat di Aula Fakultas Syariah Kampus 2 UIN Salatiga. Editor Gramedia yakni Khoirul Anam, MA mengajak mahasiswa untuk berdiskusi mengenai bagamaina cara menulis yang  tepat dan layak untuk dibaca oleh khalayak umum.  Diskusi kali ini di hadiri oleh mahasiswa Fakultas Syariah dari berbagai  tingkat semester dan program studi. Serta, dihadiri pula oleh Sukron Ma’mun, Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama.

Diskusi dimulai tepat pada pukul 13.30 yang diawali  dengan membedah salah satu tulisan esai mahasiswa. Pada pembedahan tulisan ini, bapak Khoirul Anam mengomentari tulisan mahasiswa serta memberikan ilmu kepada mahasiswa berupa ilmu terkait kepenulisan yang tepat. Bapak Khoirul Anam memberikan bekal tentang pentingnya akan mencatumkan referensi yang dapat di pertanggung jawabkan dalam tulisan, penyusunan kalimat yang tepat, penggunaan istilah kata yang tepat, dan pentingnya banyak membaca ketika hendak menghasilkan tulisaa yang baik dan detail.  Selain itu, bapak Khoirul Anam selaku editor gramedia menjelaskan bahwa pentingnya keaslian suatu  tulisan. “Penting sekali bagi penulis untuk membuat suatu tulisan sendiri bukan buatan dari sebuah teknologi AI”, terangnya.

Keaslian sebuah tulisan menjadi sebuah nyawa tersediri dalam sebuah karya tulis. Beliau mengatakan bahwa suatu karya tulis yang di buat oleh sendiri dengan yang dibuat oleh teknologi terdapat banyak perbedaan dan perbedaan itu mudah terdeteksi. Oleh karena itu ke aslian sebuah karya tulis adalah nyawa tersendiri dalam sebuah tulisan.

Pada diskusi kali ini semua mahasiswa yang hadir tampak fokus dan sesekali tertawa akibat candaan yang diungkapkan oleh editor gramedia tersebut. Candaan dan interaksi yang di berikan oleh bapak Khoirul Anam membuat suasaan diskusi santai sehingga membuat mahasiswa yang hadir lebih aktif dalam berdiskusi. 

Kontributor: Muhammad Nur Fadlan (Mahasiswa HTN Angkatan 2023)

Fakultas Syariah Selenggarakan Bedah Buku Jemaah Islamiyah Bersama Densus 88 Anti Teror

Salatiga, (25/06/2025)- Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan kegiatan bedah buku tentang “Perjalanan Kisah Jemaah Islamiyah”. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dekanat Fakultas Syariah Lt. 3 dan dihadiri oleh puluhan mashasiswa. Tujuan dari kegiatan bedah buku ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para mahasiswa agar mengetahui dan mewaspadai akan bahayanya jejak dari jemaah islamiyah yang mengandung unsur gerakan radikaslisme.

Kegiatan bedah buku di buka dengan bacaaan Bismillahi oleh Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si., selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga. Pada awal sambutanya beliau mengucapkan terima kasih banyak kepada tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah berkenan hadir untuk menjalin kerja sama. “kegiatan ini sangat relevan untuk mashasiswa, karena kampus kita memiliki visi moderasi beragama”, ujar Prof. Ilyya.

Prosesi kegiatan bedah buku menghadirkan lima pembicara yang paham tentang jejak kisah jemaah islamiyah. Pembicara pertama oleh Sukron Ma’mun, Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama sekaligus Sosiolog Peneliti Gerakan Keagamaan, beliau menyampaikan bahwa Jemaah Islmiyah ini sangat menginginkan untuk membuat daulah. Pada akhirnya jemaah islamiyah ini berprinsip untuk mewujudkan organisasi yang santun dan tidak mudah mengkafiri orang lain. Selanjutnya beliau mengakhiri diskusinya dengan dua buah pantun yakni;

Ke Semarang beli lumpia

Jangan lupa Mampir di simpang lima

Terima kasih bapak-bapak sudah ke Salatiga

Insyallah Salatiga damai sejahtera

Dari Semarang ke Salatiga

Kotanya sejuk, damai, nan harmoni

JI sudah membubarkan diri dengan legawa

Kini cintai damai disemai untuk NKRI

Pembicara kedua, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si., selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga yang mempunyai pengalaman dalam meneliti gerakan radikalisme. Beliau menjelaskan terkait dengan anatomi kelompok radikalisme terbagi menjadi beberapa jenis kelompok radikalisme yaitu, Hizbut Tahrir, Negara Islam Indonesia (NII) dan Jamaah Islamiyah. “kelompok tersebut memiliki sistem yang rapih dan tertutup”, tutur Prof. Ilyya.

Kompol. Agus Isnaini selaku perwakilan dari Desnus 88 yang menjelaskan bahwa Jemaah Islamiyah telah membubarkan diri sejak bulan Juni 2024 tanpa adanya paksaan. “saat ini para Jemaah Islamiyah telah kembali ke ideologi Pancasila”, tambah Kompol., Agus.

Khoiril Anam salah satu penulis buku Perjalanan Kisah Jemaah Islamiyah menjelaskan bahwa buku tersebut menggambarkan tentang lahirnya pergerakan Jemaah Islamiyah sampai dengan masa pembubarannya. “anggota Jemaah Islmaiah ini bukan berasal dari manusia yang kosong kantong, kosong pikiran dan kosong hati, akan tetapi berasal dari orang-orang yang mumpuni dan berada dan baik”, tegas Khairil Anam.

Ustadz Para Wijayanto dari Eks Amir Jemaah Islamiyah, menjalaskan bahwa kami telah telah membubarkan Jemaah islmiyah bukan hanya dari niat saja, akan tetapi dengan siyasah, “kami telah bersepakat untuk menyerahkan diri dan kembali dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, tutur beliau. Kelima pembicara kegiatan bedah buku ini dipandu oleh Dr. M. Chaerul Huda, M.H., selaku instruktur nasional moderasi beragama.

Kegiatan bedah buku ditutup dengan pembagian doorprize bagi para mahasiswa yang telah aktif bertanya.

Kontributor: Zamhuri Maknawi (Mahasiswa Hukum Tata Negara 2022)