Pengabdian Masyarakat: Dosen FaSya lakukan Penguatan Moderasi Beragama

Salatiga,(11/06/2025)-. Badan Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga menyelenggarakan Penguatan Moderasi Beragama bagi Guru Agama di lingkungan Kota Salatiga. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Kota Salatiga. Agenda ini dihadiri oleh sekira seratus lima puluh (150) guru Agama dari berbagai sekolah, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga menengah (SMA) di Salatiga.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang menjelaskan; “Penguatan moderasi beragama penting dilaksanakan dalam rangka meneguhkan sikap toleransi dan menghormati keyakinan antar pemeluk beragama. Moderasi beragama bukan mereduksi keyakinan keimanan kita, tetapi memahami, menghormati serta bersikap toleran terhadap keyakinan keagamaan orang lain. Indikator moderasi telah dicanangkan oleh Kementerian Agama yang meliputi empat hal; yakni, Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Anti kekerasan serta penerimaan terhadap tradisi.”

Acara ini dhadiri dan dibuka secara resmi oleh Drs. H. Wiharso, MM selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga. Dalam sambutannya, KakanKemenag mengatakan; “Penguatan moderasi beragama penting bagi masyarakat, khususnya untuk para guru agama. Mengingat para guru Agama di berbagai sekolah ini merupakan tulang punggung karakter religius masa depan anak didik. Kita perlu memiliki komitmen bersama dalam menjaga Indonesia khususnya Salatiga. Kota Salatiga telah meraih penghargaan peringkat pertama sebagai kota paling toleran di Indonesia. Komitmen untuk terus menjaga, memahami dan menghargai keyakinan keagamaan orang lain penting untuk terus dirawat dalam rangka kerukunan masyarakat.”

Kegiatan penguatan moderasi beragama ini menghadirkan Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H. sebagai narasumber. Dosen Fakultas Syariah ini menjelaskan tentang Moderasi Beragama di Era Society 5.0. Dalam penjelasan materinya, Dr. Chairul Huda mengatakan pentingnya pemahaman digital terkait moderasi beragama. Hal ini mengingat data yang menunjukkan bahwa di dunia ini ada sebesar 8,7 milyar pengguna cellular mobile phone.”

Lebih lanjut, doktor lulusan FH UNDIP ini menjelaskan; “Jumlah pengguna cellular lebih banyak (107%) dari populasi manusia di Bumi, yakni, 8,2 Milyar orang. Sementara yang aktif di sosial media sebantak 5,2 Milyar orang. Dari data ini menunjukkan betapa riuhnya informasi di dunia maya. “Kegemukan” informasi ini ada “penumpang gelap” yang disebut sebagai hoax dan jumlahnya terus bertambah, termasuk hoax dalam narasi keagamaan. Oleh karenanya, penting untuk melakukan filter atas informasi yang kita terima. Dalam cara pandang moderasi beragama di era society 5.0 ini dibutuhkan empat hal, yakni; digital skill, digital ethics, digital culture dan digital safety.” jelas instruktur nasional moderasi beragama Kemenag RI ini.

Acara ini berjalan dengan penuh keakraban tanpa mengurangi esensi penguatan moderasi beragama. Berbagai pantun dan yel-yel dari Kakankemenag, Kepala Balitbang, narasumber dan peserta menambah warna kemeriahan dan kesuksesan acara. Selain itu, narasumber juga mempraktikkan bagaimana melakukan pengawasan terhadap akses internet yang dilakukan oleh anak-anak didik dari aplikasi yang ada di hand phone.

Wali Kota Salatiga Apresiasi Capaian Jurnal Ijtihad yang telah Mendunia

Salatiga, (10/06/2025)- Wali Kota Salatiga mengundang jajaran Dekanat dan Pengelola Jurnal Ijtihad UIN Salatiga di ruang kerjanya. Undangan ini dimaksudkan untuk melakukan audiensi sekaligus apresiasi atas capaian Jurnal Ijtihad Fakultas Syariah UIN Salatiga. Hadir dalam kesempatan ini Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si., (Dekan); Dr. Farkhani, S.H., S.HI., M.H. (Wakil Dekan Bidang Akademik); Dra. Astuti Sa’diyah, M.Pd (Kepala Bagian Tata Usaha), Dr. M. Chairul Huda, M.H. (Editor in Chief Jurnal Ijtihad); serta Endang Sriani, M.H. (Managing Editor).

Dalam suasana diskusi yang penuh keakraban ini, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hermawan, Sp.Og. mengatakan: “Kami mendengar Fakultas Syariah UIN Salatiga memiliki prestasi yang luar biasa. Jurnal Ijtihad yang dikelola memperoleh rangking pertama di dunia dalam bidang religious studies serta rangking pertama di Asia pada bidang hukum. Prestasi ini sangat membanggakan. Ini dapat mengharumkan nama UIN Salatiga khususnya, umumnya semua masyarakat Kota Salatiga. Untuk itu kami mengundang pimpinan fakultas beserta para editor Jurnal Ijtihad untuk berbagi kebahagiaan yang patut dirayakan ini.”

Lebih lanjut, Wali Kota Salatiga menjelaskan; “Atas nama pribadi maupun Pemerintah Kota Salatiga kami mengucapkan selamat, serta turut bangga atas prestasi ini. Harapan kami, prestasi ini dapat terus dipertahankan. Kami yakin, pengelolaan Jurnal Ijtihad ditangan dosen-dosen muda yang inovatif serta visioner, jurnal-jurnal di UIN Salatiga akan terus memberikan kontribusi akademik bagi kalangan ilmiah, bukan hanya di level nasional, tetapi telah berada di level internasional dan mendunia. Tentu ini sesuai dengan visi kita bersama, yakni Salatiga Mendunia.”  

Sementara itu, Prof. Ilyya mengatakan: “Kami berterimakasih atas undangan sekaligus apresiasi dari Bapak Wali Kota Salatiga. Sebagai warga Kota Salatiga sekaligus kampus yang berlokasi di Kota Salatiga, sudah sepantasnya kami turut serta berkontribusi untuk mengharumkan nama Kota Salatiga. Alhamdulillah Jurnal ijtihad telah terindeks internasional Scopus pada tahun 2022, lalu meraih Quartile 1 (Q1) pada Scimago Journal Rank (SJR). Saat ini Jurnal ijtihad meraih ranking 1 di dunia pada bidang religious studies dan peringkat pertama di Asia pada bidang hukum. Kami juga sering diundang dari kampus-kampus lain dalam hal pengelolaan jurnal serta narasumber academic writing. Dengan begitu kami turut mengenalkan Kota Salatiga.” Jelas Ketua Umum Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia ini.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, Editor Jurnal Ijtihad juga diminta untuk menjadi narasumber di Taskhent State University of Law Uzbekitan, serta menerima tamu dari Universiti Kebangsaan Malaysia yang berkunjung untuk belajar di Fakultas Syariah UIN Salatiga. Dengan mengenalkan Kota Salatiga yang sejuk dan toleran ini, harapannya banyak wisatawan maupun masyarakat dari berbagai negara yang berkunjung, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi warga Kota Salatiga.

Dekan FaSya Tandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Kampus Tertua di Sulawesi

Makassar, (04/06/2025)- Bertempat di Gedung Dekanat Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si melakukan penanda-tanganan Perjanjian Kerjasama dengan Prof. Dr. Hamzah Halim, SH., MH., MAP selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH UNHAS).
Penandatangan Perjanjian kejasama ini didihadiri civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, diantaranya: Prof. Dr. Maskun,S.H.,L.LM, selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan; Prof. Dr. Iin Karita Sakharina, SH., MA, Wakil Dekan Bidang Perencanaan,Sumber daya, dan Alumni; Dr. Ratnawati SH.,MH, Wakil Dekan Kemitraan, Riset dan Inovasi, beserta para Kaprodi, Dosen, Tenaga pendidikan serta para pengelola jurnal di lingkungan FH UNHAS.
Dalam sambutannya, Prof. Hamzah Halim menjelaskan, “Kami merasa bahagia menerima kunjungan dari Fakultas Syariah UIN Salatiga. Kita bisa saling belajar antar kedua Fakultas. Kita berharap kerjasama ini memberikan kemanfaatan bagi mahasiswa maupun dosen pada kedua fakultas. Kami merupakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Di FH UNHAS ini kami memiliki 5 (lima) Program Studi, yaitu Program Studi Sarjana Ilmu Hukum, Sarjana Hukum Administrasi Negara, Magister Ilmu Hukum, Magister Kenotariatan, dan Doktor Ilmu Hukum.”


Lebih lanjut, Prof Hamzah mengatakan: “FH UNHAS ini memiliki keunikan tersendiri, yakni satu-satunya Fakultas Hukum di Indonesia yang memiliki program studi S1 Hukum Administrasi Negara.”
Sementara itu, Prof. Ilyya mengatakan; “Kami merasa bersyukur dan mendapatkan kehormatan bisa diterima di kampus terbesar di Sulawesi. Kolaborasi dan kerjasama ini diharapkan meningkatkan kualitas kedua fakultas dalam rangka suksesnya pendidikan, penelitian serta pengabdian masyarakat. Apalagi FH UNHAS telah memiliki jurnal internasional bereputasi (Scopus), yakni Hasanuddin Law Review, dan Fakultas Syariah UIN Salatiga memiliki jurnal Ijihad. Saya berharap pengelolaan jurnal dan kualitas tulisan dari mahasiswa maupun dosen kedua fakultas dapat terus meningkat.”


Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H. selaku Sekretaris Jurusan Fakultas Syariah sekaligus Editor in Chief Jurnal Ijtihad; Endang Sriani, M.H. selaku Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah sekaligus managing editor Jurnal Ijtihad; serta Dr. H. Abdul Syatar, M.HI, selaku Ketua Rumah Jurnal Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar.

Fakultas Syariah UIN Salatiga jalin kerjasama dengan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar

Makassar, (03/06/ 2025)- Bertempat di Kampus UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si melakukan penanda tanganan Perjanjian Kerjasama dengan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar. Dr. H. Abd Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar menyambut baik kehadiran rombongan dari Fakultas Syariah UIN Salatiga.

“Kami merasa bahagia mendapatkan kehormatan menerima kunjungan Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.SI selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia. Kita bisa saling belajar antara Fakultas Syariah UIN Alauddin Makassar dengan Fakultas Syariah UIN Salatiga. Apalagi, Fakultas Syariah UIN Salatiga telah memiliki jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus serta telah meraih Quartile 1 (Q1) pada Scimago Journal Rank (SJR). Kita berharap kerjasama ini memberikan kemanfaatan bagi mahasiswa maupun dosen pada kedua fakultas. Oleh karenanya, Kerjasama ini harus direalisasikan dan dioptimalkan.”

Sementara itu, Prof. Ilyya mengatakan; “Kolaborasi dan kerjasama ini diharapkan meningkatkan kualitas kedua fakultas dalam rangka suksesnya pendidikan, penelitian serta pengabdian masyarakat. Kunjungan kami dalam rangka belajar kepada Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, mengingat kampus ini termasuk kampus tua di lingkungan PTKIN (red; Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri). Kami harus banyak belajar berkaitan pengelolaan dan pengembangan fakultas, program studi, sosialisasi calon mahasiswa baru, serta dalam aktivitas ke-fakultas-an yang lain.”

Civitas akademika Fakultas Syariah UIN Alauddin Makassar yang turut hadir dalam kegiatan ini adalah Dr. H. Abdul Wahid Haddade, L.c., M.HI, selaku Wakil Dekan II, Dr. Hj. Rahmatiah HL., M.Pd Wakil Dekan III, Dr. H. Abdul Syatar, M.HI., selaku ketua rumah jurnal, para kaprodi, dosen, serta tenaga pendidikan di lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar.

Implementasi Kerjasama: Dekan Fasya berikan materi Academic Writing untuk Mahasiswa UIN Alauddin Makassar

Makassar, (3/6/2025)-. Bertempat di Gedung Lectur Theater (LT) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si selaku Dekan Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga memberikan materi academic writing. Materi ini diberikan oleh Prof. Ilyya dalam rangka visiting professor sebagai impelementasi kerjasama antara Fakultas Syariah UIN Salatiga dengan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar.

Hadir dan membuka secara resmi kegiatan ini Dr. H. Abd Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar.

Dalam sambutannya, Dr. H. Abd Rauf mengatakan pentingnya belajar menulis artikel jurnal maupun menulis ilmiah. Habit dalam menulis penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan ilmu pengetahuan sesuai bidang yang ditekuni.  

Dalam keterangan materinya, Prof. Ilyya menjelaskan bahwa, menulis merupakan bagian dari kontribusi ilmiah sebagai seorang scholar. Kita bisa menulis baik yang bersifat ilmiah maupun non ilmiah. Namun demikian, dalam rangka kebutuhan penulisan skripsi dan artikel jurnal, maka cara menulisnya menggunakan genre penulisan ilmiah.

Lebih lanjut Prof. Ilyya mengatakan: “Saya berharap dari kegiatan academic writing ini mampu meningkatkan kuantitas maupun kualitas karya mahasiswa dalam penulisan. Seorang mahasiswa untuk lulus, diwajibkan menulis skripsi, namun demikian, mahasiswa bisa berlatih menulis di berbagai jurnal ilmiah. Menulis di jurnal ilmiah mensyaratkan kita memiliki kekayaan literasi ataupun banyak membaca artikel-artikel yang telah ter-publish pada jurnal. Oleh karenanya, baik membaca maupun menulis perlu kita tradisikan.” Jelas Ketua Umum Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia ini.

Antusiasme mahasiswa dalam kegiatan ini terlihat dari banyaknya pertanyaan serta keingintahuan mahasiswa dalam mendalami ilmu terkait penulisan artikel jurnal maupun penulisan karya ilmiah lainnya.

HRD Talks: Pelatihan Pembuatan CV dan Interview Kerja

Salatiga, (02/06/2025) -Telah dilaksanakan kegiatan HRD Talks: Pelatihan Pembuatan CV dan Interview Kerja yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Bertempat di Aula Fakultas Syariah, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai jurusan yang sangat antusias dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Acara dibuka dengan bacaan basmallah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak. Ketua panitia, Herlina Dewi Enjelita dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini dirancang secara khusus untuk membantu mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Ia mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi dan memanfaatkan forum ini sebagai momen untuk menambah motivasi dan inspirasi sebelum benar-benar terjun ke dunia profesional.

Ketua DEMA Fakultas Syariah Muhammad Abdur Rohman Arif mengatakan bahwa kegiatan HRD Talks ini merupakan program yang baru dan pertama kali diselenggarakan di Fakultas Syariah yang mana kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menjembatani mahasiswa menuju dunia yang lebih realistis, yaitu dunia kerja. Ia berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta akan memiliki kesiapan yang lebih matang secara teknis dan mental, “Sesuai dengan tema Get Your Dream Career: Taklukkan Dunia Kerja dan Tampilkan Personal Branding-mu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal bagi teman-teman dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja” ujarnya.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Sukron Ma’mun, Ph.D, beliau menyampaikan bahwa masih banyak lulusan yang mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan, termasuk dari Fakultas Syariah sendiri. Dalam dunia kerja, menurutnya, terdapat lima aspek penting yang harus diperhatikan: physical performance, quality, kapabilitas, jaringan (relasi), dan takdir. Ia menjelaskan bahwa penampilan fisik bukan hanya soal tampilan luar, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menampilkan diri dengan percaya diri. “Ketika Anda yakin, ketika Anda percaya diri, orang akan melihat Anda dengan cara yang berbeda” tuturnya.

Beliau juga menekankan pentingnya kualitas isi dan kemampuan nyata, karena banyak orang yang tertipu oleh penampilan tanpa substansi. Selain itu, kapabilitas dan jaringan juga menjadi penentu. Ia mengingatkan bahwa pengalaman organisasi bukan hal sia-sia, karena koneksi sering kali memengaruhi peluang kerja. “Kadang orang diterima kerja bukan hanya karena performa dan kualitas, tapi juga karena koneksi,” ungkapnya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan bahwa takdir bukan sesuatu yang statis, melainkan dibentuk dari usaha dan harapan. Ia berharap kegiatan ini mampu memberi inspirasi dan manfaat bagi seluruh peserta.

Memasuki inti acara, pemateri pertama, Rojikin, S.H.I., M.H., C.M. yang merupakan dosen UIN Salatiga menyampaikan materi tentang dasar dan kebijakan dalam peran ahli di bidang hukum ketenagakerjaan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa hukum ketenagakerjaan mengatur seluruh siklus hubungan kerja, mulai dari sebelum bekerja (melalui kontrak kerja), selama masa kerja, hingga setelah masa kerja (seperti dalam mekanisme pemutusan hubungan kerja/PHK). Oleh karena itu, suatu perusahaan wajib memiliki manajemen dan peraturan yang jelas. Beliau mengingatkan peserta untuk selalu meneliti kontrak kerja sebelum melamar pekerjaan, karena masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan yang tidak sesuai dengan hukum ketenagakerjaan. Pengetahuan akan dasar hukum inilah yang menjadi benteng awal bagi para pekerja

Pemateri kedua, Wisnu Wijaya Putra S.Psi, melanjutkan sesi dengan membawakan topik workshop kepenulisan CV dan interview kerja. Dalam sesi yang bersifat praktikal ini, peserta dibimbing memahami struktur CV yang baik, teknik menjawab pertanyaan interview dengan metode STAR (Situation, Task, Action, Result), serta strategi untuk membangun personal branding yang kuat di mata HRD. Selain penyampaian materi, peserta diajak melakukan simulasi langsung berupa revisi CV antar peserta dan latihan interview secara berpasangan. Kegiatan ini mendapat sambutan positif karena memberikan gambaran konkret tentang tantangan yang akan dihadapi di dunia kerja sesungguhnya

Kontributor: Nita Himatul Ulya (Mahasiswi Hukum Ekonomi Syariah 2023)

Mahasiswi HKI Ukir Prestasi di Lomba Digital Nasional

Salatiga,(01/06/2025) – Suara mahasiswa tak selalu hadir lewat orasi. Kadang ia muncul lewat warna, garis, dan bentuk. Inilah yang dilakukan Noor Ika Anggraini, mahasiswi Program Studi Hukum Keluarga Islam sekaligus anggota Forum Diskusi Santri (FDS) Fakultas Syariah UIN Salatiga. Lewat karya visual dalam bentuk poster digital, ia berhasil menyampaikan pesan pendidikan yang kuat hingga mengantarkannya meraih Juara II Nasional dalam ajang Digital Competition Gelora Mahasiswa Bidikmisi 2025.

Kompetisi yang digelar secara daring oleh Keluarga Mahasiswa Bidikmisi (KAMADIKSI) Politeknik Negeri Semarang ini merupakan ajang tahunan yang bertujuan menjaring talenta muda Indonesia di bidang desain visual digital. Perlombaan berlangsung sepanjang bulan Mei 2025, dan pemenang diumumkan secara resmi pada 31 Mei 2025.

Salah satu cabang lomba yang diminati adalah kategori Poster Digital, yaitu karya grafis yang memadukan estetika visual, kekuatan pesan, serta kreativitas dalam mengekspresikan ide secara dinamis. Tahun ini, tema besar lomba mengusung topik “The Role of Education in Improving Career Prospects”, yang harus dituangkan dalam format poster digital. Para peserta ditantang tidak hanya menampilkan desain yang menarik, tetapi juga menyusun narasi yang kuat dalam visual: siapa yang mereka suarakan, untuk apa, dan mengapa penting.

Dalam kompetisi ini, Noor Ika menghadirkan karya berjudul “Pendidikan Hari Ini, Kesuksesan Karier Esok Hari”—sebuah poster yang membentuk akronim “SUKSES”: Semangat, Usaha, Keterampilan, Strategi, Edukasi, dan Sikap. Elemen-elemen ini menggambarkan bagaimana pendidikan berperan penting dalam membangun kesiapan dan potensi seseorang untuk menghadapi tantangan dunia kerja. Warna dominan biru menyimbolkan ketenangan, kepercayaan, dan kedalaman makna, sementara susunan visualnya menunjukkan transisi dari proses belajar menuju pencapaian karier yang gemilang.

“Saya ingin menyoroti bahwa pendidikan adalah jalan untuk memperbaiki masa depan, bukan hanya secara akademik tapi juga dalam hal karakter dan keterampilan kerja,” tutur Noor Ika. Konsep tersebut muncul dari refleksinya sebagai aktivis mahasiswa yang sering bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui kegiatan sosial. Menurutnya, desain harus berbicara lebih dari sekadar keindahan: ia harus menjadi alat untuk menyampaikan suara yang tak terdengar.

Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta. Penjurian dilakukan oleh dewan juri profesional dari bidang desain grafis, pendidikan, dan komunikasi visual. Aspek yang dinilai meliputi kesesuaian tema, orisinalitas karya, visualisasi,  kreatitivitas, serta inovasi dalam menyampaikan pesan yang disampaikan dalam poster. “Poster Noor Ika menonjol karena kreativitasnya yang tinggi dalam memadukan pesan pendidikan dengan elemen visual yang segar dan orisinal,” ungkap salah satu juri dalam sesi pengumuman pemenang.

Noor Ika mengaku tidak menargetkan kemenangan saat mendaftar lomba ini. Ia hanya ingin menyampaikan pesan yang selama ini mengganggunya secara batin: ketimpangan akses pendidikan dan pentingnya mempersiapkan diri untuk masa depan. “Saya mendesain sambil memikirkan anak-anak di desa, di perbatasan, atau yang harus kerja dulu sebelum sekolah. Poster ini saya dedikasikan untuk mereka.” Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Forum Diskusi Santri (FDS) Fakultas Syariah, tempat ia banyak belajar tentang keberanian menyampaikan gagasan dan nilai-nilai sosial.

Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa syariah pun bisa bicara di panggung kreatif digital. Tak hanya berkutat di dunia teks dan hukum, tetapi juga aktif menyuarakan perubahan lewat medium visual yang kini semakin relevan. “Berkarya itu bukan soal menang atau kalah, tapi soal menyampaikan apa yang penting bagi kita,” pesan Noor Ika bagi rekan-rekan mahasiswa. Kemenangan Noor Ika menjadi dorongan moral bahwa keberanian, kepedulian sosial, dan kreativitas bisa bersatu menjadi karya yang berdampak. Ia berharap lebih banyak mahasiswa berani mengeksplorasi bakatnya di luar zona nyaman, apa pun bentuknya.

Kontributor     : Muhammad Dliyaul Fajri, Mahasiswa HTN, NIM: 33030220024

Dosen Fasya Menjadi Narasumber dalam Seminar Nasional yang Digelar oleh Magister Syari’ah Fakultas Syari’ah UIN Sunan Kalijaga

Yogyakarta, (02/06/2025)– Magister Syari’ah Fakultas Syari’ah UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Koalisi Gemuk, Krisis Oposisi, dan Ancaman Demokrasi” pada Senin, 2 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung secara luring dan dipusatkan di Ruang Technoclass Lantai 1 Fakultas Syari’ah, dengan menghadirkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi sebagai narasumber utama. Seminar ini menjadi forum penting untuk mendiskusikan kondisi demokrasi Indonesia pasca Pemilu 2024, khususnya dalam konteks melemahnya peran oposisi di tengah koalisi pemerintahan yang terlalu besar.

Sebagai narasumber pertama, Dr. Idul Rishan dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) memaparkan materi yang menyoroti kecenderungan terkonsolidasinya kekuasaan di lembaga eksekutif dan legislatif. Menurutnya, koalisi yang terlalu gemuk dapat melemahkan fungsi oposisi dalam sistem demokrasi, sehingga berpotensi mengurangi efektivitas pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

Sementara itu, Cholida Hanum, M.H., dosen Hukum Tata Negara dari Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, sebagai narasumber kedua, menyoroti pentingnya desain institusi politik yang memungkinkan adanya keberimbangan kekuasaan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa absennya oposisi yang kuat bisa berdampak pada melemahnya prinsip check and balances. Ia juga menekankan bahwa penguatan regulasi politik dan komitmen etis para elit politik sangat diperlukan agar demokrasi tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga substansial.

Menambah perspektif dalam diskusi, Cholida, dalam presentasinya, memberikan tinjauan kritis terhadap dinamika koalisi besar dan tantangannya terhadap sistem presidensial di Indonesia. Ia menekankan bahwa dominasi satu kelompok politik di parlemen dapat mengancam pluralitas suara dan memperlemah posisi masyarakat sipil dalam menentukan arah kebijakan negara.

Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta  peneliti dari lingkungan UIN Sunan Kalijaga dan perguruan tinggi lainnya. Diskusi berlangsung aktif, dengan peserta mengajukan pertanyaan dan tanggapan kritis terhadap materi yang disampaikan.

Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan jalinan Kerjasama antara Fakultas Syari’ah UIN Salatiga dan Fakultas Syari’ah UIN Sunan Kalijaga dapat terus menjadi ruang intelektual yang terbuka bagi penguatan demokrasi dan pengembangan wawasan hukum tata negara yang kontekstual dengan perkembangan zaman.

Diskusi Bulanan Fasya Bahas Penggunaan Biblometrix dalam Penelitian Hukum Islam

Salatiga, (19/05/2025)- Fakultas Syariah mengadakan diskusi bulanan dan kerjasama dengan  Fakultas Syariah IAIN Ponorogo. Sambutan pertama dari Dekan IAIN Ponorogo Prof. Dr. Khusniati Rofiah, M.S.I menyampaikan semoga acara ini bermanfaat bagi mahasiswa  semester Sementara sambutan Dekan Fakultas syariah Prof. Dr Ilyya Muhsin, M.Si. menegaskan bahwa diskusi tersebut adalah upayameningkatkan kualitas penelitian dan pengembangan keilmuan, khususnya hukum Islam.Diskusi tersebut dimoderatori oleh Cholida Hanum, M.H. Dosen fakultas syariah yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Hukum Tata Negara.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam, yakni 13.00-15.00 melalui via Zoom  ini menjadi wadah yang efektif untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang metodologi penelitian hukum Islam.  Menariknya, kegiatan ini juga menandai kerjasama akademik yang erat antara UIN Salatiga dan IAIN Ponorogo, dengan kehadiran dosen dan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi.

Sesi inti kegiatan difokuskan pada pemaparan materi oleh Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Ponorogo Anjar Kususiyanah, M.Hum, pakar Bibliometrix. Beliau tidak hanya menjelaskan pengertian Bibliometrix secara komprehensif, tetapi juga memaparkan langkah-langkah praktis dalam penerapannya.  Penjelasannya mencakup berbagai aspek, mulai dari pengumpulan data, proses analisis, hingga interpretasi hasil.  Lebih lanjut, beliau memberikan contoh-contoh kasus penerapan Bibliometrix dalam penelitian hukum dan hukum Islam, sehingga peserta lebih mudah memahami dan mengaplikasikannya dalam riset mereka sendiri. Selain presentasi, sesi diskusi interaktif juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. 

Peserta, baik dari UIN Salatiga maupun IAIN Ponorogo, aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman. Diskusi yang berlangsung dinamis  menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi dari peserta terhadap metode penelitian yang inovatif . Kegiatan bulanan Fasya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas penelitian di bidang hukum dan hukum Islam.  Dengan pemahaman yang lebih baik tentang Bibliometrix, diharapkan para dosen dan mahasiswa dapat menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas dan berdampak.  Kerjasama antara UIN Salatiga dan IAIN Ponorogo juga diharapkan dapat terus berlanjut untuk mendukung pengembangan keilmuan di masa mendatang. 

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para akademisi untuk melakukan penelitian hukum secara sistematis dan mudah. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas riset di Fakultas syariah UIN Salatiga dan IAIN Ponorogo. Kedepannya, diharapkan akan ada pelatihan lebih lanjutan yang lebih intensif untuk memperdalam pemahaman dan penerapan Bibliometrix dalam penelitian.

Kontributor: Amiratul Hikmah (Mahasiswa Hukum Keluarga Islam 2023)

Dokumentasi Kegiatan:

Belajar Legislasi Langsung di Pusatnya: Mahasiswa HTN UIN Salatiga Kunjungi Dirjen PP

Jakarta, (15/05/2025) — Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan kunjungan akademik ke Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan (Dirjen PP) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) pada Kamis (15/05/2025).

Kunjungan yang berlangsung di Aula Dirjen PP tersebut dipimpin oleh Wakil Dekan II Fakultas Syariah, Siti Zumrotun. Dalam sambutannya, Siti menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai proses legislasi di tingkat nasional, serta mempererat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran di luar kelas, agar mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana peraturan perundang-undangan dirancang dan diformulasikan,” ujar Siti.

Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Direktur Litigasi Peraturan Perundang-undangan, Rudy Hendra Pakpahan. Dalam pemaparannya, Rudy menjelaskan peran strategis Dirjen PP dalam sistem hukum nasional, termasuk proses penyusunan, harmonisasi, hingga evaluasi regulasi yang berlaku di Indonesia.

“Kami bertugas memastikan bahwa setiap peraturan perundang-undangan yang diterbitkan sesuai dengan asas hukum dan tidak tumpang tindih, serta mendukung kebijakan nasional,” ungkap Rudy.

Acara diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar praktik legislasi, tantangan harmonisasi hukum, hingga prospek karier di bidang perundang-undangan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru bagi mahasiswa HTN UIN Salatiga dalam memahami peran strategis hukum dalam pembangunan negara.