Fakultas Syari’ah UIN  Salatiga Gelar Pelepasan Wisuda Ke-8

Salatiga,(28/04/2025)- Fakultas Syari’ah (Fasya) UIN Salatiga menggelar wisuda sarjana hukum ke-8 pada hari Senin, 28 April 2025 di Aula Lantai tiga Gedung Dekanat Fakultas Syari’ah Kampus 2. Acara tersebut dihadiri oleh Dekan, Wadek III, Kaprodi HKI, HES dan HTN, Kabag TU, serta Dosen dan karyawan di lingkungan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga. Wisudawan terdiri 51 Mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), 51 Mahasiswa dari Program Studi  Hukum Ekonomi Syari’ah, dan 44 Mahasiswa dari Program Studi Hukum Tata Negara.

            Terdapat 3 wisudawan terbaik akademik dan 2 wisudawan terbaik non akademik yang menerima penghargaan untuk kategori wisudawan terbaik, yakni Wisudawan terbaik Program Studi S1 HKI atas nama Atsna Azizah, S.H. dengan IPK 3,88. Kemudian, Yulia Putri Kurnia Dewi, S.H., Wisudawan terbaik Program Studi HES dengan IPK 3,93. Dari Program Studi HTN ada Umi Rofiatun Munawaroh, S.H. dengan IPK 3.92.

            Wisudawan terbaik non Akademik diperoleh Dwi Mey Isnaosa, S.H. yang berhasil menjadi penulis puisi terbaik tingkat nasional dengan judul “Terluka, tapi tak berdarah”. Dilanjut Inge Alfiatus Utami, S.H., berhasil  meraih juara 2 Olimpiade Menulis puisi Tingkat Nasional dan Juara harapan 2 menulis puisi.

            Atsna Azizah, perwakilan wisudawan menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap civitas akademika kampus, seluruh staff dan jajarannya, serta tak lupa ucapan terimakasih kepada orangtua yang sudah berjuang untuk kelulusan wisuda anaknya. “Kami semua datang ke kampus ini dengan cerita dan cita-cita masing-masing. Tapi kita semua pernah merasakan hal dan posisi yang sama. Berjuang dengan tantangan yang ada,” ujarnya. “Hari ini tidak hanya merayakam kelulusan, tapi juga sebuah perpisahan kepada masa yang dulunya ingin kita percepat, tapi suatu saat pasti kita rindukan,” tambahnya.

Dekan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si. mengucapkan selamat serta menghimbau kepada wisudawan untuk terus belajar baik formal, informal, maupun non formal mengingat sekarang sudah banyak beasiswa-beasiswa program pascasarjana. Beliau memberikan semangat melalui pantun, “Jalan-Jalan ke kota Banjar, Pulangnya membeli cinderamata. Jangan pernah berhenti belajar, Sebelum mencapai asa dan cita-cita,” pesannya.

“Jalan-jalan ke kota Pati, Tidak lupa membeli terasi. Sambutan saya cukup disini, jika rindu bisa langsung menghubungi,” tuturnya menutup sambutan.

Kontributor: Ilma Yuni Fatichia (Mahasiswa Hukum Keluarga Islam), NIM: 33010220056

Dokumentasi Kegiatan:

Alumni Fakultas Syariah Dibekali Pemahaman Studi Lanjut

Salatiga, (28/04/2025)- Dalam rangka mempersiapkan lulusan yang unggul dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Civitas Akademika Program Pascasarjana UIN Salatiga mengadakan kegiatan pembekalan bagi wisudawan Fakultas Syariah tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Syariah UIN Salatiga, sesaat setelah acara pelepasan wisudawan.

Kegiatan pembekalan ini bertujuan untuk memberikan informasi, arahan, sekaligus motivasi kepada para wisudawan yang berminat melanjutkan studi ke jenjang magister, khususnya di Program Pascasarjana UIN Salatiga. Tim dari Pascasarjana menyampaikan sejumlah materi penting, antara lain mengenai prosedur pendaftaran, akreditasi program studi, serta informasi mengenai berbagai peluang beasiswa yang tersedia bagi calon mahasiswa baru.

Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB. Dengan pemaparan yang sistematis dan komunikatif, tim Pascasarjana UIN Salatiga memberikan penjelasan secara rinci kepada para peserta. Tidak hanya sebatas penyampaian teknis administratif, pembekalan ini juga bertujuan untuk memotivasi para wisudawan agar tetap melanjutkan perjalanan akademik mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Dalam pemaparannya, Dr. Tri Wahyu Hidayati, M.Ag., selaku Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana, menekankan pentingnya melanjutkan studi di UIN Salatiga. “Penting sekali bagi para wisudawan Fakultas Syariah tahun 2025 untuk melanjutkan studi di UIN Salatiga. Program Studi Hukum Keluarga Islam di Pascasarjana telah meraih akreditasi Unggul, yang tentunya akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi para lulusan dalam menghadapi dunia profesional,” ungkapnya.

Selian Ketua Program Studi HKI Pascasarjana, turut memberikan motivasi dan dorongan untuk studi lanjur, Dr. Maslihatul Umami, selaku Sekretaris Program Studi HKI Pascasarjana.

Selain itu, pembekalan ini juga bertujuan untuk menghindarkan para wisudawan dari kebingungan dalam proses pendaftaran dan pemilihan program studi di jenjang pascasarjana. Dengan informasi yang komprehensif, para peserta diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat terkait kelanjutan studi mereka.

Kegiatan pembekalan ditutup pada pukul 10.30 WIB dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kesuksesan seluruh wisudawan dalam menapaki jenjang pendidikan berikutnya maupun dunia kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Fakultas Syariah, Sukron Ma’mun, Ph.D., menegaskan pentingnya memberikan wawasan tentang studi lanjut kepada para wisudawan. “Pembekalan ini bertujuan untuk membuka peluang karier akademik yang lebih luas sekaligus memperdalam pengetahuan para lulusan. Kami berharap para alumni dapat terus berkontribusi secara intelektual baik di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak alumni Fakultas Syariah UIN Salatiga yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan membawa nama baik almamater di berbagai bidang keilmuan.

Kontributor: Muhammad Nur Fadlan, Mahasiswa Hukum Tata Negara (NIM: 33030230074)

Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam UIN Salatiga Laksanakan KKL ke Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Jakarta, 24 April 2025 — Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Angkatan 2023 Fakultas Syari’ah UIN Salatiga melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kamis (24/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran lapangan dalam rangka mengenalkan mahasiswa pada praktik kelembagaan yang relevan dengan bidang keilmuan mereka.

Rombongan diterima langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang juga Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si., menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah agar mahasiswa memperoleh pemahaman langsung tentang profil, tugas pokok dan fungsi, serta tata cara menjadi pegawai di kementerian tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjajaki potensi kerja sama antara Kementerian dengan Fakultas Syariah UIN Salatiga.

Prof. Ilyya juga menekankan bahwa kunjungan ini menjadi momen istimewa karena Menteri Wihaji merupakan alumni IAIN Salatiga. “Kami bangga karena Bapak Menteri adalah alumni almamater kami. Ini menjadi motivasi besar bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Menteri Wihaji mengenang masa kuliah di IAIN Salatiga, termasuk masa-masa tinggal di kawasan Klaseman. Ia menyampaikan motivasi kepada para mahasiswa untuk terus semangat belajar dan berkarya. Menurutnya, isu kependudukan memiliki kaitan erat dengan problematika keluarga, yang menjadi fokus kajian dalam Prodi Hukum Keluarga Islam.

Bapak Menteri sedikit menjelaskan tentang lembaga yang dipimpinnya hari ini, “Dulu ini namanya BKKBN, tapi sekarang sudah menjadi kementerian. Presiden menaruh perhatian besar pada urusan keluarga, karena negara ini akan baik-baik saja kalau keluarganya baik-baik saja,” ujar beliau. Ia juga memaparkan tiga kriteria keluarga berkualitas: mandiri, tentram, dan bahagia.

Sesi tanya jawab berlangsung aktif. Faqih Zidan menyoroti masalah pernikahan dini (rabi nom), yang dijawab Menteri dengan penjelasan tentang program Genre (Generasi Berencana), yang berfokus pada penyuluhan untuk mencegah pernikahan dini demi mencegah risiko stunting.

Empat mahasiswa lain—Nesa Ulya, Ahsan Taufiqi, Hisyam Hibatullah, dan Faza Imami Kurnia—mengajukan pertanyaan seputar kekhawatiran menikah di tengah tren penurunan angka pernikahan serta pertanyaan mengenai pemerataan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara komprehensif oleh Deputi, Kepala Biro, dan Staf Kementerian.

“Meskipun terjadi penurunan angka pernikahan dalam lima tahun terakhir, kami terus berupaya memberikan pendampingan kepada generasi muda. Soal MBG, program ini akan menjangkau seluruh anak Indonesia di tahun 2025 sebagaimana dijanjikan oleh Presiden,” terang salah satu pejabat kementerian.

Jajaran pejabat yang hadir diantaranya

  • Dr. Ukik Kusuma Kurniawan, SKM, MPS, MA. (Deputi Bidang Kebijakan dan Strategi Bangga Kencana)
  • Made Yudistira, S. Psi, MSi (Kepala Biro SDM)
  • Dr. Warsiyadi (Direktur Oikes Bangga)
  • Aan, MSi (Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi)
  • Dr. Zukhruf Navandaya (Tenaga Ahli Menteri)
  • Bapak Sulaiman (Tenaga Ahli Menteri)

Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap sinergi antara ilmu keislaman dan kebijakan pembangunan keluarga di Indonesia.

Pak Menteri Wihaji Kenang Masa Kuliah di UIN Salatiga Di depan Mahasiswa Fakultas Syari’ah

Jakarta, 24 April 2025 — Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Angkatan 2023 Fakultas Syari’ah UIN Salatiga melakukan kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kamis (24/4). Kunjungan ini menjadi istimewa karena mereka disambut langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang juga Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., yang merupakan alumni IAIN Salatiga.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Syari’ah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si., yang memaparkan perkembangan pesat UIN Salatiga. “Saat ini UIN Salatiga memiliki lima fakultas dan satu program pascasarjana, dengan lebih dari 15.000 mahasiswa. Fakultas Syari’ah juga membanggakan karena jurnalnya telah menembus Scopus Q1 dan meraih peringkat satu dunia dalam bidang religious study serta peringkat satu nasional di semua bidang ilmu,” ungkapnya.

Dr. H. Wihaji, dalam sambutannya yang penuh kehangatan, mengawali dengan nostalgia masa-masa kuliah di Salatiga. Ia mengenang hidup hematnya saat menjadi mahasiswa, tinggal di kos kawasan Klaseman dengan biaya Rp5.000 per bulan, dan hanya memiliki uang saku Rp3.000 per minggu. “Dulu makan dua kali sehari. Sarapan merangkap makan siang Rp300, lalu sore merangkap malam cukup Rp200,” kenangnya sambil tersenyum.

Meskipun hidup sederhana, beliau bersyukur bisa lulus dalam 13 semester dengan IPK di atas 3. Sebagai bentuk kedekatan, beliau juga menyapa dan mengabsen mahasiswa yang berasal dari kampung halamannya, Sragen, serta daerah sekitarnya. “Saya berharap adik-adik tingkat saya ini bisa sukses dan membawa perubahan positif di masa depan,” pesan beliau dengan penuh harapan.

Kunjungan ini tidak hanya mempertemukan mahasiswa dengan dunia kerja nyata di kementerian, tetapi juga memberi inspirasi besar dari seorang alumni yang telah mencapai posisi strategis nasional. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan dialog ringan yang mempererat ikatan alumni dan almamater.

Perkuat Wawasan Peradilan dan Jalin Kolaborasi, Mahasiswa Hukum Keluarga Islam UIN Salatiga Kunjungi Mahkamah Agung

Jakarta, 24 April 2025 – Sebanyak 149 mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melakukan kunjungan akademik ke Gedung Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia, Rabu (24/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif pendidikan untuk memperkuat wawasan mahasiswa mengenai sistem peradilan di Indonesia serta mempererat hubungan antara dunia akademik dan institusi yudikatif.

‎

‎Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si., membuka kegiatan dengan memperkenalkan profil kampus serta prestasi akademik yang telah diraih, termasuk keberadaan Jurnal Ijtihad yang kini menempati posisi teratas dalam berbagai kategori.

‎

‎“Jurnal Ijtihad saat ini tercatat sebagai jurnal terbaik dunia dalam bidang studi Islam, terbaik se-Asia di bidang hukum, dan menjadi jurnal terbaik di Indonesia di semua bidang ilmu,” ujar Prof. Ilyya dalam sambutannya.

‎

‎Ia menambahkan bahwa kunjungan ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori hukum dalam ruang kelas, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana Mahkamah Agung menjalankan tugas konstitusionalnya dalam menegakkan keadilan.

‎

‎Dalam sesi penyambutan, Hakim Yustisial Mahkamah Agung, Panca Yunior Utomo, S.H., M.H., menyampaikan pesan motivatif kepada para mahasiswa. “Mahasiswa hukum hari ini adalah calon-calon hakim masa depan. Diharapkan kalian membawa idealisme dan integritas dalam menegakkan keadilan,” ujarnya.

‎

‎Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Letkol Rahmansyah Faharuddin, S.H., M.H., M.Han., Hakim Yustisial dari Biro Hukum dan Humas MA. Ia menjelaskan secara rinci peran Mahkamah Agung sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman, mencakup wewenang kasasi, peninjauan kembali, pengujian peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang, hingga pemberian nasihat hukum kepada lembaga negara.

‎

‎Ia juga menyoroti langkah-langkah reformasi peradilan melalui digitalisasi proses hukum yang diterapkan MA. “Kami terus mengembangkan sistem peradilan elektronik agar lebih efisien dan akuntabel,” jelasnya.

‎

‎Sesi berikutnya diisi oleh Pak Martomo, S.H.I., M.A., yang membahas sejarah berdirinya Mahkamah Agung sejak 19 Agustus 1945 serta mengenang peran tokoh-tokoh penting seperti Jenderal TNI Ali Said, Ketua MA pertama pasca-kemerdekaan.

‎

‎Ia juga turut memberikan motivasi dan pandangan karier kepada para mahasiswa hukum keluarga Islam. “Sarjana hukum dari Fakultas Syariah tidak hanya berkiprah di Pengadilan Agama, tetapi juga memiliki peluang besar di Pengadilan Umum, PTUN, hingga Pengadilan Militer,” paparnya.

‎

‎Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab, diskusi interaktif, serta penyerahan cenderamata sebagai simbol apresiasi dan harapan untuk terus memperkuat sinergi antara UIN Salatiga dan Mahkamah Agung dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta forum-forum akademik di masa mendatang.

ORMAWA Fakultas Syari’ah Gelar Halal Bihalal Penuh Makna

Salatiga (21/04/2025)- Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Fakultas Syari’ah UIN Salatiga untuk pertama kalinya menyelenggarakan kegiatan halal bihalal dalam suasana penuh kehangatan Idulfitri 1446 H. Acara ini digelar pada Senin, 21 April 2025 bertempat di Masjid Ath-Thayyar, Kampus 2 UIN Salatiga, dan menjadi ajang silaturahmi seluruh unsur kelembagaan mahasiswa di lingkungan Fakultas Syari’ah.

Seluruh pimpinan Fakultas hadir dalam balutan busana putih seragam yang mencerminkan semangat kesucian dan kebersamaan pasca-Ramadan. Turut hadir seluruh elemen ORMAWA Fakultas, antara lain SEMA Fasya, DEMA Fasya, HMPS HKI, HMPS HTN, HMPS HES, serta BSOM yang meliputi LKH, MCC, FDS, dan Media Center Fakultas (MCF’s).

Acara dibuka dengan pembacaan basmalah yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menjadikan momen Halal Bihalal sebagai sarana untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan antar civitas akademika. “Mari kita doakan yang terbaik untuk Fakultas Syariah, apalagi dalam waktu dekat akan menghadapi proses akreditasi. Semoga mahasiswa kita dapat berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar beliau penuh harap.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, Ph.D., turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia kembali mengingatkan tentang pentingnya kegiatan “selapanan” yang sempat disampaikan pada momen buka bersama sebelumnya. Selapanan dapat diisi dengan berbagai kegiatan spiritual seperti mujahadah, berjanjen, istighotsah, sholawat, dan khataman Al-Qur’an. “Kegiatan spiritual ini bertujuan agar hati menjadi tenang, ilmu menjadi berkah, jiwa selamat, dan selalu dalam perlindungan Allah SWT,” ujarnya. Tak lupa, ia menutup sambutan dengan pantun jenaka namun sarat makna.

Kue nastar favorit di Hari Raya
Jangan lupa dimakan bersama
Perkuliahan sudah tiba
Tetap semangat untuk meraih asa

Puncak acara diisi dengan mau’idzah hasanah oleh Taufiq Zamzami, S.Hi., M.A. Dalam pesan spiritualnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang dimiliki. “Orang yang tampak hidup enak, belum tentu benar-benar merasa enak. Bisa jadi apa yang kita miliki saat ini adalah impian orang lain. Maka dari itu, hidup itu sawang sinawang,” tuturnya penuh makna.

Acara ditutup dengan pembacaan doa yang juga dipimpin oleh Bapak Taufiq Zamzami. Kemudian dilanjutkan dengan musafahah (saling bersalaman) antara seluruh peserta yang diiringi alunan shalawat dari Grup Hadrah Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, menciptakan suasana hangat, khidmat, dan penuh kebersamaan.

Halal bihalal ini diharapkan menjadi awal tradisi baik di Fakultas Syari’ah, yang mampu memperkuat sinergi antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan dalam membangun iklim akademik yang harmonis dan religius.

Kontributor: Ilma Yuni Fatichia (Mahasiswa Hukum Keluarga Islam 2022), NIM: 33010220056

Dokumentas Kegiatan:

Perkuat Kompetensi Hukum, 19 Mahasiswa Fakultas Syariah Laksanakan MBKM di PA Ambarawa

Salatiga, (15/02/2025)- Sebanyak 19 mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Pengadilan Agama Ambarawa. Program ini berlangsung selama satu semester, mulai 15 April 2025, sebagai bagian dari implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam rangka penguatan kompetensi mahasiswa sesuai bidang keilmuannya.

Program MBKM ini diikuti oleh mahasiswa semester enam dari tiga program studi, yaitu Hukum Tata Negara (HTN), Hukum Ekonomi Syariah (HES), dan Hukum Keluarga Islam (HKI). Melalui program ini, mahasiswa akan menjalani pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lembaga peradilan, yang nantinya akan diakui sebagai pengganti beberapa mata kuliah dalam satu semester.

Acara pembukaan dan penerimaan mahasiswa MBKM dilaksanakan di Aula Pengadilan Agama Ambarawa. Hadir dalam acara tersebut antara lain Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Farkhani, M.H., Kepala Bagian Tata Usaha Dra. Astuti Sakdiyah, M.Pd., serta Ketua Pengadilan Agama Ambarawa, Muh. Irfan Husaeni, S.Ag., M.Si., beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Prof. Ilyya Muhsin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program ini. Ia menegaskan bahwa MBKM merupakan peluang besar yang tidak dimiliki oleh semua mahasiswa. Oleh karena itu, ia mengajak para peserta untuk bersungguh-sungguh dalam menjalani proses pembelajaran di lingkungan peradilan agama.

“Program MBKM ini merupakan kegiatan yang patut kita syukuri, karena tidak semua mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam praktik di institusi hukum seperti ini. Kami berharap para mahasiswa dapat belajar, menimba pengetahuan, dan mengkonfirmasi teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah dalam konteks nyata di Pengadilan Agama,” ujar Prof. Ilyya.

Lebih lanjut, Prof. Ilyya juga memohon kepada pihak Pengadilan Agama Ambarawa agar berkenan memberikan pembinaan secara menyeluruh kepada mahasiswa, baik dari sisi kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Ambarawa, Muh. Irfan Husaeni, menyambut baik program MBKM dan menyatakan kesiapan lembaganya untuk mendampingi mahasiswa dalam memahami berbagai aspek praktik hukum Islam yang berlangsung di pengadilan.

Acara penerimaan ditutup dengan penandatanganan pakta integritas oleh para mahasiswa, sebagai bentuk komitmen untuk menjaga profesionalisme, etika, dan integritas selama menjalani program magang. Penandatanganan ini dipandu langsung oleh Ketua PA Ambarawa dan menjadi simbol dimulainya proses pembelajaran lapangan secara resmi.

Dengan pelaksanaan program MBKM ini, Fakultas Syariah UIN Salatiga berharap dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga tangguh dalam menghadapi dinamika praktik hukum di tengah masyarakat.

Kontributor: Zamhuri Maknawi (Mahasiswa Hukum Tata Negara 2022)

Dokumentasi Kegiatan:

13 Mahasiswa Fakultas Syariah Memulai MBKM di PA Salatiga

Salatiag, (14/04/2025)- Sebanyak 13 mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga memulai program Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau lebih dikenal dengan MBKM di Pengadilan Agama Kota Salatiga. Program ini adalah bagian dari Program Merdeka Belajar yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Bagi Fakultas Syariah UIN Salatiga MBKM ini adalah program perdana yang dikuti oleh mahasiswa semester enam. Mahasiswa yang mengikuti program ini dipilih berdasarkan seleksi yang dilakukan oleh pihak Fakultas.

Ketigabelas mahasiswa tersebut meliputi mahasiswa dari Hukum Keluarga Islam (HKI) sebanyak 3 orang, Hukum Ekonomi Syariah (HES) sebanyak 6 orang, dan Hukum Tata Negara (HTN) sebanyak 4 orang. Mahasiswa tersebut akan mengikuti program MBKM ini selama satu semester.

Upacara pelepas mahasiswa tersebut berlangsung di ruang Media Center PA Salatiga dihadiri oleh pejabat dari kedua belah pihak. Dari Fakultas Syariah langsung dipimpin oleh Dekan, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Siti Zumrotun, M.Ag, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, Ph.D, Sekretaris Jurusan, Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Dr. Ali Gene Berutu, M.A.Hk, Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Endang Sriani, M.H, dan Ketua Program Studi Hukum Tata Negara, Cholida Hanum, M.H.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si menyatakan bahwa program MBKM ini sudah berjalan di beberapa kampus, namun untuk Fakultas Syariah UIN Salatiga ini yang perdana. MBKM ini juga menjadi rangkaian penilaian kampus, khususnya akreditasi program studia tau pun universitas. Namun demikian, Prof. Ilyya program MBKM ini benar-benar memberikan keuntungan dan manfaat bagi mahasiswa dan juga PA Salatiga.

“Kami berharap mahasiswa bisa mengikuti program ini dengan seksama, sehingga akan mendapatkan keuntungan dan manfaat yang banyak. Silakan ikuti semua bimbingan yang diberikan oleh pihak Pengadilan Agama, baik dari Hakim, Penitera, atau pun bagian administrasi. Karena hal tersebut adalah bagian dari proses pembelajaran ini”, tegas Prof. Ilyya.

Sementara Wakil Ketua PA Salatiga, Adhayani Saleng Pagesongan, S. Ag., M. H. yang menerima upacara pelepasan mahasiswa MBKM tersebut menyambut baik dan menyatakan kesanggupannya membimbing mahasiswa dan memberikan materi-materi yang terkait dengan sistem peradilan.

“Silakan mahasiswa mengikuti program ini dengan sebaik mungkin, dan jangan sungkan-sungkan untuk bertanya terkait dengan berbagai hal di Pengadilan Agama. Kami akan menyampaikan materi dan bimbingan pada mahasiswa, baik proses peradilan, kepaniteraan, mediasi, atau pun administrasi di PA Salatiga”, terang Wakil Ketua PA Salatiga.

Acara pelepasan ditutup dengan pengarahan teknis oleh Panitera Muda PA Salatiga selaku koordinator pembimbing lapangan, yang memberikan gambaran umum tentang alur kegiatan mahasiswa selama program MBKM berlangsung.

Dokumentasi Kegiatan:

DAHSYAT!!! JURNAL IJTIHAD FAKULTAS SYARIAH RAIH RANGKING 1 DUNIA

Salatiga, (07/04/2025)- Jurnal IJTIHAD terbitan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga berhasil masuk Q1 dengan memborong peringkat pertama Dunia, Asia dan Indonesia. Sebelumnya IJTIHAD berhasil terindeks Scopus pada 2022.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag. menilai capaian tersebut sebagai kontribusi UIN Salatiga untuk mengantar PTKIN ke kancah internasional. “Alhamdulillah, puji syukur atas capaian yang diraih IJTIHAD. Anugerah ini sejatinya adalah upaya dan bentuk tanggung jawab UIN Salatiga untuk mendukung visi Kemenag meraih kapasitas pendidikan berskala internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya berharap IJTIHAD bisa mewadahi karya tulis ilmiah segenap sivitas akademika UIN Salatiga, Untuk mewujudkan visi besar Kementerian Agama. “Semoga capaian ini bisa menjadi motivasi bagi pengelola jurnal lain untuk berakselesarasi dan IJTIHAD bisa menjadi rujukan bagi banyak jurnal lainnya,” pungkasnya.

Secara terpisah, Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si, menyampaikan rasa bangga karena masih di moment Idul Fitri 1446H mendapatkan keberkahan dari capaian jurnal IJTIHAD.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian Jurnal Ijtihad Fakultas Syariah UIN Salatiga sebagai jurnal Q1 SRJ dengan peringkat; 1) peringkat pertama dunia bidang Religious Studies, 2) peringkat pertama di Asia bidang Hukum, dan 3) peringkat pertama di Indonesia untuk semua bidang ilmu. Berdasarkan up date dari Scimago Journal Rank (SJR) yang dirilis pagi ini (waktu Indonesia),” ujarnya melalui pesan singkat Senin (07/04/2025).

Prof. Ilyya juga menyampaikan bahwa capaian ini merupakan dukungan dan kerja berbagai pihak. Secara khusus, kami mengucapkan terimakasih kepada Rektor, Pimpinan dan seluruh civitas akademika UIN Salatiga yang telah memberikan dukungan penuh kepada Jurnal Ijtihad.

“Kami juga berterimakasih atas kerja cerdas dari Editor in Chief, Managing Editor dan semua redaktur Jurnal ijtihad. Harapannya, jurnal ini akan terus berkembang lebih baik pada masa mendatang,” jelas Ketua Umum Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia ini.

Sementara itu, Dr. M. Chairul Huda, M.H. selaku EiC Jurnal Ijtihad mengatakan; capaian ini merupakan proses, bukan akhir dari pembelajaran. “Kami merupakan penerus dari para pengelola sebelumnya yang telah berjasa dalam menancapkan fondasi intelektual di Jurnal Ijtihad.”

Kami juga mengucapkan terimakasih kepada para penulis yang telaten dan berkenan melakukan revisi atas naskahnya hingga berkali-kali sesuai author guidelines, template serta karakter jurnal Ijtihad yang berfokus pada pendekatan socio-legal studies.

“Kami harus terus belajar dan bekerja untuk mengembangkan jurnal Ijtihad sekaligus berkontribusi bagi kalangan ilmiah bidang hukum dan hukum Islam, baik di level nasional maupun internasional,” ujar EiC jurnal ijtihad yang juga merupakan instruktur nasional moderasi beragama Kemenag RI ini.

Hal senada disampaikan oleh Endang Sriani, M.H. selaku managing editor Jurnal Ijtihad; “Semoga tahun depan Jurnal Ijtihad dapat meraih the best top ten Law journal in the world.” pungkas Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah ini.

PA Ambarawa Tegaskan Komitmen Dukung Pelaksanaan MBKM Fakultas Syari’ah

Salatiga (27/03/2025)- Fakultas Syari’ah UIN Salatiga kembali menjalin kerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) Ambarawa. Kerja sama ini diwujudkan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilaksanakan di Aula PA Ambarawa pada Kamis, 27 Maret 2025, pukul 10.00 WIB.

Ketua PA Ambarawa, Muh. Irfan Husaeni, S.Ag., M.S.I., menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan komitmennya untuk menjalankan kesepakatan ini secara optimal. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga atas kehadiran tamu dari Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, serta kesediaannya menerima mahasiswa yang akan melaksanakan praktik magang di PA Ambarawa.

“Insyaallah, kami berkomitmen memberikan bimbingan, pendampingan, serta pembelajaran langsung kepada mahasiswa yang akan magang di sini. Semua hakim, panitera, dan saya sendiri akan terlibat dalam proses pembimbingan tersebut. Selain itu, kami juga menanamkan komitmen anti-korupsi kepada seluruh pegawai di lingkungan PA Ambarawa. Budaya bersih ini pula yang akan kami tanamkan kepada para mahasiswa. Seperti kegiatan hari ini, kami buat sederhana, tanpa prosedur yang berbelit-belit,” tegas Ketua PA Ambarawa.

Ia juga menambahkan, “Kami akan mengingatkan mahasiswa untuk tidak memberikan apa pun kepada kami setelah selesai magang. Tidak perlu memberikan cendera mata atau bentuk kenang-kenangan lainnya. Hal ini akan kami sampaikan kepada mahasiswa pada hari pertama mereka mulai magang”.

Lebih lanjut, Bapak Irfan menyampaikan bahwa PA Ambarawa merasa memiliki tanggung jawab untuk turut membantu proses pendidikan mahasiswa Fakultas Syari’ah, karena merekalah generasi yang kelak akan melanjutkan perjuangan di lingkungan peradilan agama maupun Mahkamah Agung.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas penerimaan dan dukungan PA Ambarawa terhadap pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Syari’ah. Program MBKM ini akan diikuti oleh 20 mahasiswa dari tiga program studi, yaitu Hukum Keluarga Islam, Hukum Tata Negara, dan Hukum Ekonomi Syari’ah.

“Kami sangat berterima kasih kepada PA Ambarawa yang telah bersedia menyediakan ruang dan kesempatan bagi mahasiswa kami untuk melaksanakan MBKM selama satu semester. Sesuai hasil diskusi dengan Bapak Ketua PA Ambarawa, kami akan mengirimkan 20 mahasiswa untuk mengikuti program ini. Terima kasih kepada Bapak Ketua, para hakim, panitera, serta seluruh staf PA Ambarawa atas kerja sama dan dukungan yang luar biasa ini,” ujar Prof. Ilyya.

Lebih lanjut, Prof. Ilyya menegaskan komitmen Fakultas Syari’ah untuk mengimplementasikan kerja sama ini dengan sebaik mungkin. Mahasiswa yang akan mengikuti program MBKM merupakan mahasiswa semester enam yang telah menempuh mata kuliah inti, seperti Hukum Perdata, Hukum Perkawinan, dan Hukum Acara Peradilan Agama. Dengan demikian, secara teori mereka telah memiliki bekal akademik, namun bimbingan dan pendampingan langsung dari PA Ambarawa sangat diperlukan.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Syari’ah, Sukron Ma’mun, Ph.D, menambahkan bahwa penandatanganan MoU ini memiliki makna strategis bagi pengembangan kompetensi mahasiswa dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, program MBKM maupun Praktik Kuliah Lapangan akan terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya Fakultas Syari’ah memberikan layanan pendidikan terbaik bagi mahasiswa.

“Kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk memberikan pengalaman kerja lapangan yang relevan dan bermanfaat bagi mahasiswa. Kami berharap, melalui program ini, mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung dari praktik hukum di lembaga peradilan agama,” pungkasnya.

Dokumentasi Kegiatan: