Tashkent, Uzbekistan – Sebagai kelanjutan dari kerja sama antara Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dan Tashkent State University of Law (TSUL), Uzbekistan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Syariah, Sukron Ma’mun, Ph.D., mendapat undangan khusus untuk mengisi kegiatan academic writing di TSUL.
Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan meningkatkan pemahaman civitas akademik TSUL dalam penulisan ilmiah, khususnya dalam menyusun artikel jurnal yang sesuai dengan standar akademik internasional. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para akademisi di TSUL dapat meningkatkan kualitas publikasi mereka dan lebih aktif dalam jurnal-jurnal bereputasi global.
Sebanyak 20 dosen TSUL yang telah diseleksi oleh International Department mengikuti sesi ini secara intensif. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, menunjukkan tingginya minat peserta dalam meningkatkan kapasitas mereka dalam kepenulisan ilmiah.
Sebagai editor Jurnal Ijtihad Fakultas Syariah UIN Salatiga, Sukron memberikan pemaparan mendalam mengenai standar akademik dalam penulisan artikel jurnal, mulai dari penentuan judul hingga penyusunan kesimpulan.
“Saya menyampaikan standar artikel atau tulisan yang dapat dimuat di jurnal Ijtihad, karena standar jurnal kami sudah mengikuti standar akademik yang diakui secara global. Selain itu, saya juga berbagi pengalaman akademik yang saya dapatkan saat mengikuti academic writing di Western Sydney University lima tahun lalu. Para peserta terlihat menikmati dan mengikuti dengan penuh perhatian,” ujar Sukron.
Kegiatan ini akan berlangsung hingga Jumat (21/02/2025) dan turut menghadirkan akademisi dari berbagai universitas di Indonesia, yaitu Abdul Kadir Jaelani dari Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Shalahuddin Al-Fatih dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, serta Muhammad Jihadul Hayat dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kolaborasi akademik antara UIN Salatiga dan TSUL Uzbekistan ini diharapkan dapat terus berkembang, memperkuat jaringan penelitian, serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di kedua institusi.
Tashkent, Uzbekistan – Sukron Ma’mun, Ph.D, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, melaksanakan pengabdian internasional dengan memberikan kuliah umum kepada puluhan mahasiswa Tashkent State University of Law (TSUL) di Uzbekistan. Materi yang disampaikan bertajuk “Pemahaman Hukum Islam di Indonesia” sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dalam lingkup akademik internasional.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa TSUL mengenai karakteristik hukum Islam di Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Pakistan dan Timur Tengah. Sukron Ma’mun menekankan bahwa hukum Islam di Indonesia telah mengalami transformasi yang fleksibel dalam penerapannya, seiring dengan interaksi hukum adat serta situasi sosial dan budaya yang berkembang di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Sukron menjelaskan bahwa praktik hukum Islam di Indonesia bersifat akomodatif terhadap kondisi budaya dan sosial masyarakat, namun tetap mempertahankan prinsip-prinsip fundamental syariah. Hal ini memungkinkan hukum Islam diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia tanpa harus mengabaikan nilai-nilai dasar Islam.
“Muslim di Indonesia pada hakikatnya sangat patuh terhadap syariah Islam. Namun, dalam berbagai kondisi, mereka menerapkan hukum dengan menyesuaikan konteks sosial tanpa menyalahi ketentuan mendasar dalam Islam. Indonesia juga dikenal sebagai negara yang menerima empat mazhab utama dalam Islam, yakni Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Namun, mazhab Syafi’i lebih dominan dalam praktik hukum Islam di Indonesia,” ungkap Sukron dalam sesi diskusi.
Lebih lanjut, Sukron juga mengamati bahwa fleksibilitas dalam penerapan hukum Islam tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Uzbekistan. Salah satu contoh yang diamatinya adalah fenomena perempuan yang tidak menggunakan jilbab secara luas, yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh pemahaman agama serta kondisi budaya yang telah berkembang di negara tersebut.
“Di Uzbekistan, saya melihat ada kesamaan dengan Indonesia dalam hal fleksibilitas penerapan hukum Islam. Perempuan yang tidak mengenakan jilbab secara umum dapat menjadi contoh bagaimana hukum Islam beradaptasi dengan budaya yang berkembang di suatu wilayah,” tambahnya.
Sukron menegaskan bahwa hukum Islam seharusnya menjadi nilai dan spirit yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Meskipun berinteraksi dengan budaya lokal yang berbeda, hukum Islam tidak harus ditolak atau dipaksakan secara kaku, melainkan bisa menjadi ruh yang menjiwai hukum dan budaya yang ada.
Sesi pengabdian ini mendapat respons positif dari mahasiswa TSUL, yang antusias bertanya mengenai perbandingan hukum Islam di Indonesia dan Uzbekistan. Diskusi interaktif yang terjadi menunjukkan ketertarikan mahasiswa terhadap dinamika hukum Islam di berbagai negara.
Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan akademik antara UIN Salatiga dan TSUL, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman lintas budaya dalam penerapan hukum Islam di berbagai negara Muslim. Sukron berharap bahwa diskusi seperti ini dapat terus berlanjut untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai keberagaman dalam penerapan hukum Islam secara global.
Uzbekistan (18/02/2025)- Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Fakultas Syariah, Sukron Ma’mun, Ph.D mendapatkan undangan secara personal dari Taskhent State University of Law (TSUL), Uzbekistan untuk mengisi academic writing yang digelar selama satu minggu di kampus tersebut. Undangan tersebut tidak disia-siakan oleh Fakultas Syariah sebagai implementasi kerjasama antara Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dengan Taskhent State University of Law. Sukron menyatakan bahwa undangan ini tergolong cepat, atas ajakan dari Fakultas Hukum, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surrakarta yang telah menjalin kerjasama terlebih dahulu.
“Kami manfaatkan undangan tersebut untuk memberikan materi academic writing selama 3 hari, dan visiting lecture. Alhamdulillah semua biaya perjalanan dan akomodasi selama di Uzbekistan ditanggung pihak TSUL”, tegas Sukron.
Pada hari Selasa (18/02/2025), sesuai yang dijadwal oleh pihak TSUL, diadakan seremoni perkenalan dan penyerahan Jurnal Ijtihad. Pihak TSUL dihadiri oleh Prof. Dr. Islamabek Rustambkov (Rektor), Dr. Akhtam Yakubov (Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Kurikulum), dan Fitrat Umirov (Kepala Departemen Kerjasama Internasional), sejumlah pejabat dosen, dan karyawan.
Rektor TSUL, Prof. Dr. Islamabek menyatakan sangat senang dengan kehadiran tim academic writing dari Indonesia. Saat ini TSUL sedang mendorong pada para dosennya untuk secara aktif mempublikasikan artikel mereka ke jurnal Internasional. Dengan kerjasama ini, diharapkan menjadi bagian dari upaya awal mereka bisa terlibat secara langsung dengan mengikuti academic writing.
Rektor TSUL menyatakan telah ada 20 artikel yang siap direview untuk dipersiapkan ke jurnal internasional, serta seratus limapuluh dosen yang Bersiap memngikuti kegiatan. 20 peserta yang secara aktif mengikuti akan mengikuti secara intensif, sementara 130 lainnya akan menjadi peserta non-aktif. Mereka terdiri dari mahasiswa magister dan program doctoral.
Acara seremonial yang diadakan dalam rangka kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang penuh keramahan dan kekeluargaan. Selain prosesi formal, acara juga diisi dengan diskusi-diskusi ringan yang membuka ruang dialog antara peserta dan pemangku kepentingan akademik. Interaksi yang terjalin dalam kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kolaborasi serta meningkatkan kualitas penelitian yang akan dipublikasikan.
Dalam kesempatan tersebut, Sukron menyampaikan rasa bangganya karena dapat menhadiri acara academic writing sebagai wujud implementasi MoU yang telah ditandatangani oleh Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag. Sehingga menjadi tonggak penting dalam implementasi kerja sama akademik antara kedua institusi. Sukron juga menyampaikan salam hangat dan sambutan dari pihak UIN Salatiga, yang menyambut baik implementasi kerja sama ini dan berharap dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan akademik dan penelitian di kedua institusi.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan publikasi akademik dari TSUL dapat semakin berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas dalam ranah keilmuan internasional.
Salatiga, 17 Februari 2025 – Fakultas Syariah UIN Salatiga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dosen sekaligus pemberian penghargaan kepada dosen berprestasi berbasis Evaluasi Dosen Oleh Mahasiswa (EDOM). Acara yang berlangsung pada hari ini dihadiri oleh seluruh dosen dan jajaran pimpinan fakultas, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan serta memberikan apresiasi kepada dosen yang telah menunjukkan kinerja luar biasa.
Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan 1, Dr. Farkhani, S.H., S.H.I., M.H., yang melaporkan agenda Rakor awal perkuliahan. Dalam laporannya, Dr. Farkhani menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antar dosen untuk memastikan kelancaran proses pembelajaran di semester mendatang.
Selanjutnya, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam pidatonya, Prof. Ilyya menegaskan pentingnya maksimalisasi pelayanan kepada mahasiswa sebagai konsumen utama dalam dunia pendidikan. “Mahasiswa adalah anak-anak kita yang harus kita didik dengan penuh kasih sayang. Marah kepada mahasiswa bukan karena benci, tetapi karena cinta kita kepada mereka sebagai anak didik,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh dosen dan karyawan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, mengingat core bisnis fakultas adalah pendidikan dan pengajaran.
Acara kemudian dilanjutkan dengan puncak acara, yaitu penyerahan penghargaan kepada enam dosen berprestasi berbasis EDOM. EDOM merupakan sistem evaluasi objektif yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap dosen pengampu mata kuliah. Sistem ini dirancang untuk memastikan bahwa mahasiswa memberikan penilaian berdasarkan empat aspek utama: pedagogik, profesionalitas, kepribadian, dan sosial dosen. Sebelum dapat mengambil Kartu Rencana Studi (KRS) untuk semester berikutnya, mahasiswa diwajibkan mengisi evaluasi EDOM terlebih dahulu. Enam dosen dengan nilai EDOM tertinggi yang berhasil meraih penghargaan tersebut adalah:
Dr. Ahmad Sultoni, S.Pd., M.Pd.
Munajat, M.A., Ph.D.
Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si.
Ehwan Zamrudi, S.H., M.Kn.
Siti Badriyah Andini, S.Pd., M.A.
Aina Sufya Fuaida, M.H.
Penghargaan ini tidak hanya menjadi bukti dedikasi dan kinerja dosen dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga mencerminkan apresiasi mahasiswa terhadap kualitas pengajaran yang diberikan. Acara Rakor dan pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh dosen untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran dan pelayanan kepada mahasiswa, serta memperkuat komitmen Fakultas Syariah UIN Salatiga dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan berkarakter.
Salatiga, 17 Februari 2025 – Fakultas Syariah UIN Salatiga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peningkatan Literasi Keagamaan” pada hari ini. Acara ini dihadiri oleh para dosen, tenaga kependidikan, dan Alumni Fakultas Syariah, dengan tujuan memperkuat pemahaman moderasi beragama serta menangkal ekstremisme dan radikalisme.
Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan 1, Dr. Farkhani, S.H., S.H.I., M.H., yang melaporkan rangkaian kegiatan hari ini. Selanjutnya, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., secara resmi membuka acara dan menekankan pentingnya literasi keagamaan dalam mendukung visi dan misi Fakultas Syariah serta UIN Salatiga. “Literasi keagamaan adalah langkah strategis untuk menolak ekstremisme dan radikalisme dalam bentuk apapun,” ujarnya.
Prof. Ilyya juga menjelaskan bahwa seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, akan mendapatkan materi tentang moderasi beragama. Khusus bagi mahasiswa, pembinaan moderasi beragama akan dimulai sejak Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) hingga perkuliahan melalui mata kuliah Wasathiyyah Islam.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Chairul Huda, M.H., Instruktur Nasional Moderasi Beragama, yang dimoderatori oleh Nurrun Jamaludin. Chairul Huda menyoroti peran internet dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di kalangan akademisi. “Internet menjadi konsumsi semua orang, namun hanya sedikit yang membuka wacana moderasi beragama,” ujarnya.
Ia juga mengutip filosofi Jawa, “Anglaras Ilining Banyu, Angeli Ananging Ora Keli,” yang mengajarkan prinsip menghadapi perubahan zaman dengan tetap memegang teguh moderasi beragama. “Digital Islamic Studies harus disikapi dengan bijak agar kita tidak terbawa arus derasnya perubahan kehidupan,” tambahnya.
Pada sesi tanya jawab, dua peserta aktif mengajukan pertanyaan. Ekhwan Zamrudi menanggapi bahwa internet juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan positif, seperti mendengarkan kajian filsafat atau mempelajari budaya melalui drama Korea. Sementara itu, Insan Pribadi menyoroti bahwa 80% mahasiswa belum siap menghadapi perkembangan media teknologi dan meminta saran praktis untuk diterapkan di dalam kelas.
Menanggapi hal tersebut, narasumber sepakat bahwa internet adalah pisau bermata dua. “Jika kita sudah bisa memilah dan memilih konten yang bermanfaat, maka itu sudah menjadi langkah awal. Yang perlu diperdalam adalah kemampuan mahasiswa dalam memfilter informasi dari media internet,” jelas Dr. Chairul.
Acara ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat literasi keagamaan di lingkungan Fakultas Syariah UIN Salatiga, sekaligus mendorong terciptanya atmosfer akademik yang moderat dan inklusif.
Salatiga, 11 Februari 2025 – Sebanyak 17 mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga yakni Majda Prawiranegara, Nderek Beliau, Zahra Agustina, Zamhuri Maknawi, Siska Dwi Nuraini, Luthfi Eka Wispriyanti, Siti Maratus Solihah, Aghnia Wafda Islaha, Fatma Zuliantika, Nofa Ria Anitasari, Hanum Eka Lestari dan Sayyidul Azzumar Lubis dengan dibimbing oleh 3 dosen dari program studi yang sama, terpilih sebagai presenter dalam ajang bergengsi International Collaborative Conference on Multidisciplinary Science yang diselenggarakan secara internasional. Konferensi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara dan bidang disiplin ilmu, yang mempertemukan berbagai perspektif dalam kajian multidisiplin.
Ketua Program Studi Hukum Tata Negara UIN Salatiga, Cholida Hanum, M.H., memberikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi luar biasa yang diraih oleh mahasiswa dan dosen tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Cholida menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bukti komitmen Program Studi HTN UIN Salatiga dalam mendorong kualitas akademik dan pengembangan kapasitas mahasiswa dalam penelitian dan diskusi ilmiah tingkat internasional.
“Prestasi ini tidak hanya membanggakan bagi mahasiswa dan dosen yang terlibat, tetapi juga mencerminkan kualitas pendidikan yang kami berikan di Program Studi Hukum Tata Negara UIN Salatiga. Saya sangat mengapresiasi upaya mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan diri mereka dan membawa nama baik kampus ke forum internasional,” ungkap Cholida Hanum dalam sambutannya.
Dalam konferensi yang diadakan secara daring dan luring ini, para presenter dari UIN Salatiga mempresentasikan hasil penelitian mereka yang melibatkan berbagai topik hukum tata negara dan isu-isu multidisipliner terkait, yang menjadi bagian dari kajian hukum di era global. Kolaborasi antara mahasiswa dan dosen ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam upaya memajukan penelitian dan pengembangan ilmu hukum, khususnya di bidang hukum tata negara.
Cholida Hanum menambahkan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk upaya Program Studi HTN untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan riset yang dapat diaplikasikan di dunia internasional. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi, belajar, dan mengembangkan potensi mereka.
Diharapkan, dengan capaian ini, Program Studi Hukum Tata Negara UIN Salatiga akan terus memperkuat jalinan kerjasama internasional serta membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam forum ilmiah global, memperluas wawasan mereka, serta berkontribusi lebih besar dalam dunia hukum.
Salariga (08/02/2025)- Prestasi dahsyat dan membanggakan kembali ditorehkan oleh Fakultas Syari’ah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Kali ini prestasi yang ditorehkan adalah terbitnya artikel publikasi ilmiah hasil kolaborasi penelitian antara dosen dan mahasiswa FaSya UIN Salatiga bersama beberapa penulis dari perguruan tinggi lain, pada jurnal internasional bereputasi di dunia (Scopus).
Artikel hasil penelitian tersebut di tulis oleh Kholifatun Nur Mustofa (Dosen Program Studi S1 Hukum Keluarga Islam) yang ditulis bersama dua orang mahasiswa, yakni Milla Khumayla Quintana (mahasiswa Hukum Keluarga Islam/HKI) dan Yusup Tauziri (HKI). Artikel berjudul “Religious Authority and Family Law Reform in Indonesia: The Response and Influence of the Indonesian Ulema Council on Interfaith Marriage” diterbitkan pada vol.23 no. 2 (Desember 2024) oleh Jurnal Ilmiah Syariah (Juris) Fakultas Syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Sumatera Barat.
Seperti diketahui, Jurnal Juris merupakan jurnal ilmiah bereputasi internasional (Scopus) serta telah meraih Quartile 1 (Q1) pada bidang hukum (Law) di Scimago Journal Rank (SJR). Jurnal Juris merupakan jurnal rangking ketiga di Asia (Asiatic region) bidang hukum (Law) sekaligus rangking 17 jurnal terbaik di dunia pada bidang religious studies. Artikel yang ditulis oleh Kholifatun, Sheila Fakhria (IAIN Kediri), Milla, Yusup Taurizi, dan Dasrizal Marah Nainin (King Abdulaziz University, Saudi Arabia) ini dapat dibaca melalui link : https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/Juris/article/view/11849
Artikel ini mengupas secara mendalam peran otoritas keagamaan, khususnya Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam pembaharuan hukum keluarga di Indonesia yang berfokus pada isu perkawinan beda agama. Dalam penelitiannya, Kholifatun bersama para mahasiswa menemukan bahwa, MUI melakukan sikap konsisten tentang pernikahan beda agama. Selain itu MUI juga mendesak Mahkamah Agung untuk melakukan upaya mengeluarkan aturan terkait pernikahan beda agama yang sedang marak saat ini. Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 tentang “Petunjuk Bagi Hakim Dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-Umat yang Berbeda Agama dan Kepercayaan” merupakan bukti nyata bahwa upaya MUI membuahkan hasil.
Artikel kolaborasi ini tidak hanya memberikan analisis akademik yang komprehensif terhadap respons dan pengaruh MUI, tetapi juga menawarkan perspektif baru terkait dinamika antara norma agama dan kebijakan hukum nasional dalam kerangka pluralisme hukum di Indonesia.
Kholifatun mengatakan: “Signifikansi dan Kontribusi artikel ini bagi pengembangan kajian studi Hukum Keluarga di Indonesia adalah dengan mendalami pengaruh otoritas agama terhadap pembentukan kebijakan hukum. Artikel ini juga diharapkan memperkaya diskursus akademik mengenai moderasi beragama dan implikasinya terhadap hukum perkawinan pada masyarakat Indonesia yang multikultural. Kajian ini juga menjadi referensi penting dalam perumusan kebijakan hukum keluarga yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern, tanpa mengabaikan nilai-nilai agama dan budaya.” jelas alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.
Salatiga, 8 Februari 2025 – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga telah mengadakan Rapat Kerja (Raker) serta penyusunan program kerja untuk periode 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Syariah, antara lain Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), serta tiga Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), yakni Hukum Keluarga Islam (HKI), Ekonomi Syariah (HES), dan Hukum Tata Negara (HTN).
Rapat kerja ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk membahas kebijakan dan regulasi fakultas terkait aktivitas organisasi mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi untuk menyelaraskan program kerja masing-masing Ormawa agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, efektivitas dan koordinasi antarorganisasi dapat lebih optimal dalam mendukung perkembangan akademik serta kegiatan kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Syariah.
Kegiatan ini diawali dengan seremoni pembukaan yang mencakup beberapa rangkaian kegiatan, seperti pembukaan resmi, sambutan dari pimpinan fakultas, serta doa bersama.
Harapan pimpinan fakultas Dalam sambutannya, yakni Dekan Fakultas Syariah, Prof. Ilyya Muhsin, M.Si., menekankan pentingnya pemanfaatan digitalisasi dalam kegiatan organisasi mahasiswa. “Sangat penting bagi kalian untuk mengikuti perkembangan digitalisasi. Digitalisasi dapat menjadi media yang efektif dalam menyosialisasikan berbagai kegiatan organisasi kepada masyarakat kampus, sehingga program-program yang dijalankan dapat dikenal lebih luas,” ujar Prof. Ilyya. Sambutan tersebut sekaligus menjadi tanda resmi dimulainya rapat kerja pada pagi hari itu.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Sukron Ma’mun, Ph.D., dalam sambutannya juga menyampaikan pesan serupa. Ia menekankan bahwa di era digital ini, mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi harus dimanfaatkan oleh mahasiswa secara kreatif dan inovatif dalam menjalankan kegiatan organisasi, sehingga ormawa dapat tetap relevan dan memberikan dampak nyata bagi mahasiswa serta masyarakat luas.
Wadek III juga menyoroti bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan yang harus diintegrasikan dalam setiap aspek organisasi mahasiswa. “Mahasiswa saat ini harus memiliki kecakapan digital yang mumpuni, baik dalam komunikasi, manajemen organisasi, maupun publikasi kegiatan. Dengan memanfaatkan platform digital, seperti media sosial, dan website, organisasi mahasiswa dapat lebih efektif dalam menyampaikan visi dan misinya kepada khalayak yang lebih luas,” ungkapnya.
Dengan adanya pemanfaatan teknologi secara optimal, diharapkan organisasi mahasiswa di Fakultas Syariah UIN Salatiga dapat semakin berkembang dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan solusi yang inovatif dan berorientasi pada kemajuan.
Pemaparan Program Kerja Ormawa Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyusunan dan pemaparan program kerja dari masing-masing organisasi mahasiswa. Dalam sesi ini, masing-masing Ormawa mempresentasikan program unggulan mereka untuk periode 2025.
SEMA Fakultas Syariah mengusung beberapa program unggulan, di antaranya Prolegma (Program Legislasi Mahasiswa), Public Hearing, dan Q-Rasa (QR code yang di tujukan untuk menyerap aspirasi mahasiswa). DEMA Fakultas Syariah mengembangkan program strategis seperti Sekolah Advokasi dan kegiatan Pengabdian Masyarakat. HMPS Hukum Keluarga Islam (HKI) menawarkan program unggulan, salah satunya adalah Sekolah Paralegal, yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar dalam bidang hukum dan advokasi. HMPS Hukum Tata Negara (HTN) mengadakan Pelatihan Legal Drafting, yang difokuskan pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menyusun dokumen hukum dan regulasi. Dan HMPS Ekonomi Syariah (HES) memiliki program unggulan seperti Sekolah Pasar Modal dan Dual Solve (program penyelesaian sengketa di bidang ekonomi syariah).
Dengan terlaksananya rapat kerja ini, diharapkan seluruh organisasi mahasiswa di Fakultas Syariah UIN Salatiga dapat menjalankan program-program mereka secara terstruktur dan terkoordinasi dengan baik. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat semakin meningkatkan efektivitas komunikasi dan publikasi kegiatan organisasi mahasiswa kepada publik, khususnya di lingkungan kampus.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh program kerja yang telah disusun dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat yang luas bagi mahasiswa dan masyarakat.
Kontributor: Muhammad Nur Fadlan (Mahasiswa HTN 2023).
Semarang, (06 Februari 2025)- Tepat pada hari Kamis, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Salatiga menyelenggarakan Lokakarya Imsakiyyah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H di Aula kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang. Lokakarya ini merupakan salah bentuk implementasi Kerjasama Fakultas Syariah UIN Salatiga dengan Kementerian Agama Kabupaten Semarang.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, Ph.D menyatakan bahwa Kerjasama antara Fakultas Syariah dan Kementerian Agama Kabupaten Semarang adalah bentuk kolaborasi mendekatkan dunia pendidikan dengan Masyarakat.
Acara Lokakarya Imsakiyah diikuti para pegawai di wilayah Kemenag Kab. Semarang, para kepala seksi dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah Kab. Semarang, Puluhan Kepala Madrasah, dan Perwakilan Pengasuh Pondok Pesantren di Kab. Semarang.
Kepala Kemenag Kab. Semarang, H. Ta’yinul Birri Bagus Nugroho, S.Sos.I, M.Pd.I menyampaikan dalam sambutannya bahwa pentingnya sosialisasi jadwal Imsakiyah adalah pokok yang perlu menjadi panduan masyarakat islam khususnya kabupaten Semarang dalam rangka menentukan waktu solat baik bulan puasa maupun bulan-bulan lainnya. Selaras dengan tujuan sosialisasi kepada masyarakat, memberikan pengetahuan, dan wawasan; menjadi alasan Lokakarya Imsakiyah diadakan.
Secara resmi, acara Lokakarya Imsakiyah dibuka oleh Prof. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga. Narasumber berasal dari instansi Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Jawa Tengah, H. Ruswa Darsono, S.T. menjelaskan materi seputar fiqih imsakiyah, hisab imsakiyah ramadhan, kriteria menentukan awal bulan, dan jadwal imsakiyah.
Selain membukan kegiatan lokakarya tersebut, Prof. Ilyya juga menyampakan perkembangan dan kemajuan-kemajuan akademik yang dicapai UIN Salatiga, dan secara khusus Fakultas Syariah. Fakultas Syariah selain melakukan pelayanan pendidikan juga melakukan pelayanan pengabdian Masyarakat, termasuk penyuluhan dan bantuan hukum.
Imsakiyah Ramadhan merupakan jadwal yang memuat waktu memulai dan menyudahi puasa (mulai dari menahan makan minum dan menyudahi dengan berbuka) beserta waktu-waktu shalat dalam bulan Ramadhan. Penyusunan imsakiyah dilakukan dengan menentukan titik perhitungan, luasan pemberlakuan perhitungan, memastikan parameter waktu shalat, cek hasil yang ada, buat penyesuaian jika diperlukan kemudian periksa kembali untuk memastikan sudah benar.
Dalam sambutan akhirnya, sebelum secara resmi membukan kegiatan tersebut, Prof. Ilyya berharapannya materi imsakiyah bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memahami persoalan-persoalan yang berkaitan dengan penetapan jadwal imsakiyah Ramadhan 1446 H.
Kontributor: Ilma Yuni Fatichia (Mahasiswa Prodi HKI 2022).
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga menjelaskan; “guest lecturer ini merupakan implementasi kerjasama antara Fakultas Syariah UIN Salatiga dengan Fakultas Syariah UIN SMH Banten. Kerjasama ini dalam rangka memperkaya khazanah keilmuan baik dosen maupun mahasiswa pada kedua lembaga. Acara yang diprakarsai oleh tim redaktur Jurnal Ijtihad ini penting untuk terus dilaksanakan guna memberikan kontribusi ilmiah bagi dunia ilmu pengetahuan bidang hukum dan hukum Islam.”
Guest lecturer ini menghadirkan narasumber Dr. Dedi Sunardi, M.H. yang merupakan akademisi dari UIN SMH Banten sekaligus pakar dan peneliti yang concern terhadap isu-isu sertifikasi halal. Bertindak sebagai moderator adalah Endang Sriani, M.H. yang juga merupakan managing editor Jurnal Ijtihad Fakultas Syariah UIN Salatiga.
Dalam paparan materinya, Dr. Dedi Sunardi, M.H. mengatakan: “Legalitas sertifikat halal sangat penting dalam industri makanan, terutama untuk produk-produk yang ditujukan kepada konsumen Muslim. Beberapa negara, terutama di dunia Muslim, mengharuskan sertifikat halal sebagai syarat untuk mengimpor atau memasarkan produk makanan di negara mereka.”
Selanjutnya, Dedi menjelaskan; “Kesadaran hukum atas jaminan produk halal bisa dibilang kurang efektif karena tanpa disertasi adanya sanksi, sementara pendaftaran sertifikasi halal masih bersifat sukarela dan regulator kedudukannya pasif, karena tidak ada kewajiban yang mengikat. Lebih lanjut, Dedi menegaskan pentingnya digitalisasi sertifikat halal untuk diimplementasikan demi memudahkan produsen dalam mengurus sertfikat halal dan memudahkan regulator dalam pengawasan, serta menghindari penyalahgunaan logo halal pada produk makanan. Persoalan sertifikasi halal tidak hanya urusan keuntungan usaha, tapi harus menjadi kewajiban dari ajaran agama. Ada kemaslahatan yang besar jika intgerasi pemahaman ini diterapkan. Produk halal memiliki manfaat bagi kesahatan jasmani juga pecegahan terhadap penyakit. Media juga harus berkontribusi dalam mengkampanyekan produk halal.” Jelas dosen Fakultas Syariah UIN SMH ini.