Pantun “Ubur-Ubur Ikan Lele” Turut Warnai Pelantikan dan Upgrading Pengurus Organisasi Mahasiswa

Salatiga- Selasa pagi (04/02/2025), Fakultas Syariah UIN Salatiga resmi lantik pengurus organisasi mahasiswa (ormawa) yang bertempat di aula lantai tiga. Kepengurusan ormawa periode 2025 ini terdiri dari berbagai lembaga, seperti SEMA Fakultas, DEMA Fakultas, HMPS Hukum Keluarga Islam, HMPS Hukum Tata Negara, HMPS Hukum Ekonomi Syariah, juga BSOM yang meliputi Lembaga Kajian Hukum, Moot Court Community, dan Forum Diskusi Santri. Selain itu ada tambahan Media Center Fakultas Syariah UIN Salatiga dimana nantinya akan berkontribusi terkait pengelolaan media Fakultas Syariah.

Pelantikan dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, Kabag TU, Kaprodi, Pembina BSOM, DEMA Universitas, SEMA Universitas, dan juga tamu undangan dari Mahasiswa Hukum UKSW. Wakil Dekan III, Bapak Sukron Ma’mun, Ph.D menyampaikan pantun dalam sambutannya.

“Makan ikan senampan bersama, Jangan lupa nasi dan lalapannya, Kuliah dan organisasi janganlah lupa, Supaya berkah ilmunya” ujarnya disambut hangat para undangan dan peserta yang dilantik. Sambutan Wakil Dekan III, Bapak Sukron ditutup dengan pantun yang sedang trending saat ini. “Ubur-ubur ikan lele, Ini Fakultas Syariah lee”

Kemudian dilanjut sambutan dari Prof. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., selaku Dekan Fakultas Syariah menyampaikan pentingnya berorganisasi. Manfaat organisasi bisa membantu mengembangkan potensi, kemampuan, dan juga bisa memiliki relasi yang baik. Organisasi mengajarkan cara memperlakukan orang dengan tepat, melatih cara bersosialisasi dimana nantinya akan menjadi bekal ketika nanti sudah berbaur dalam masyarakat. Kemampuan komunikasi yang baik akan membantu ketika nanti sudah terjun dalam dunia kerja.

Beliau menambahkan bahwa kesempatan selama periode tahun 2025 bisa dilaksanakan semaksimal mungkin mengingat tidak semua mahasiswa berkesempatan menjadi bagian dari kepengurusan ormawa. Harapannya estafet kepengurusan periode tahun 2025 dapat bersama-sama memberikan peran kontribusi dalam kemajuan Fakultas Syariah UIN Salatiga.

Tidak jauh beda, Prof. Ilyya juga menutup sambutan dengan berpesan melalui pantun. “Ubur-ubur ikan lele, Yang semangat ya lee”.

Kontributor: Ilmi Yuni Fatichia (Mahasiswa HKI 2022), Editor: Nanang.

Dokumentasi Kegiatan:

Kolaborasi Antar Lembaga: Fakultas Syariah bersama Kemenag Kabupaten Boyolali Selenggarakan Lokakarya Imsakiyah

Boyolali, (3 Februari 2025) – Bertempat di aula gedung Pelayanan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Boyolali, Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga bekerjasama dengan Kemenag Kab. Boyolali selenggarakan Lokakarya Imsakiyah Ramadhan 1446 H.

Dihadiri oleh sekira 150 pegawai di lingkungan Kemenag Kab. Boyolali, dosen dan tenaga pendidikan FaSya, acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga. Bertindak sebagai narasumber pada lokakarya ini adalah KH. Drs. Abdul Basith, M.Pd yang merupakan pakar dibidang ilmu falak sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Kota Salatiga.

Turut hadir dalam kegiatan ini, KH. Muhammad Miftahuddin, S.Ag., M.H. (Kepala Kantor Kemenag Boyolali), Dr. Farkhani, M.H. (Wakil Dekan Bidang Akademik), Dr. Siti Zumrotun, M.Ag (Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan), para Kepala Seksi dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di lingkungan Kemenag Kab. Boyolali, para kepala madrasah, perwakilan Pengasuh Pondok Pesantren dan tokoh agama.

Dalam sambutannya, Prof. Ilyya menyampaikan; “Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian Fakultas Syariah sekaligus implementasi kerjasama bersama Kemenag Kab. Boyolali untuk masyarakat. Tujuan dilaksanakannya lokakarya imsakiyah ini yakni; pertama, memberikan pengetahuan tentang penetapan awal Bulan Ramadhan dan Syawal 1446 H; kedua, mengembangkan keilmuan falakiyah; ketiga, merusmuskan jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H; keempat, meningkatkan hubungan kerjasama yang baik antara Fakultas Syariah dengan berbagai instansi; kelima, sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat.”

Lebih lanjut, Prof. Ilya mengatakan bahwa outcome dari kegiatan ini berupa jadwal imsakiyah yang akan dicetak dan didistribusikan kepada masyarakat dan stakeholders.

Sementara itu, KH. Miftahuddin, S.Ag., M.H. selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali mengatakan; “Kami mengucapkan terimakasih kepada Fakultas Syariah UIN Salatiga dan seluruh pihak yang terkait demi kesuksesan terselenggaranya lokakarya ini. Kegiatan ini sangat penting karena ditunggu oleh masyarakat terutama tentang ketentuan waktu imsak dan waktu maghrib, mengingat sebentar lagi kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1446 H. Selain itu, bagaimana persepsi tentang pendekatan hisab dan ru’yah dalam ilmu falak dapat dipadukan.” Harap pria kelahiran Kabupaten Semarang ini.      

Dokumentasi Kegiatan:

Program Pengabdian: Tiga Mahasiswa Fakultas Syariah Berikan Materi Literasi Hukum di Era New Media

Jumat, 31 Januari 2025. Bertempat di aula kampus Sekolah Menengah Atas Islam Sudirman (SMA ISSUDA) Ambarawa, tiga orang mahasiswa Fakultas Syariah (FaSya) berikan materi literasi hukum. Tiga mahasiswa tersebut adalah, Zahra Agustina (Hukum Tata Negara / HTN), Ilma Yuni Fatichia (Hukum Keluarga Islam / HKI), dan Umri Jauhari (HKI). Bertindak sebagai dosen pendamping adalah Dr. M. Chairul Huda, M.H., dan Taufiq Zamzami, M.A. Rombongan dari FaSya ini disambut oleh Ustadz Muhammad Hanif, S.HI., selaku guru dari SMA ISSUDA Ambarawa.

Ustadz Hanif menyampaikan; “Kami berharap Tim dari Fakultas Syariah dapat memberikan penjelasan kepada para siswa disini untuk lebih bijak dalam menggunakan social media. Hampir semua siswa memiliki akun social media dalam berbagai platform, baik Instagram, facebook, WhatsApp, Youtube, dan lain sebagainya. Sehingga penggunaannya harus memahami berbagai sisi positif maupun negatif-nya. Selain itu, kami juga berharap siswa disini tertarik untuk melanjutkan pendidikan di UIN Salatiga ataupun di perguruan tinggi lainnya.”

Sementara itu, Dr. M. Chairul Huda, M.H. menjelaskan; “Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kampus perguruan tinggi harus mau turun ke basis-basis masyarakat untuk melakukan pengabdian. Kali ini Fakultas Syariah UIN Salatiga menyapa kalangan Gen-Z di SMA ISSUDA Ambarawa. Maksud dan tujuan kami hadir disini untuk membekali siswa dalam memahami berbagai aturan hukum terkait penggunaan media. Mengingat era saat ini yang memudahkan masyarakat khususnya Gen-Z dalam akses informasi ataupun berkomentar pada jejaring dunia maya khususnya social media. Sosialisasi ini penting agar menjadi antisipasi dari pelanggaran atas UU ITE.” Jelas Sekretaris Jurusan FaSya.

Di hadapan sekira 400 siswa SMA ISSUDA, Zahra Agustina memaparkan materi tentang berbagai dampak resiko dalam penggunaan social media yang berlebihan. Zahra menjelaskan: “Kita sebagai Gen-Z bisa belajar dengan memanfaatkan fasilitas internet. Namun demikian, penggunaan social media yang berlebih tidak cukup baik bagi pengembangan kreatifitas kita sebagai anak muda. Oleh karenanya, butuh kebijaksanaan dan pembatasan dalam penggunaan social media. Berlama-lama scrolling secara terus menerus dan tidak terasa menghabiskan waktu, akan membuat produktifitas kita dalam belajar menurun. Kita tunjukkan bahwa Gen-Z bukanlah kaum yang hanya bisa mager, tetapi generasi yang memiliki kelebihan dan daya tahan yang baik ditengah arus globalisasi.” Tegas mahasiswa HTN ini.

Sementara itu, M. Taufiq Zamzami, M.A. selaku ketua tim sosialisasi FaSya mengatakan; “kami juga mengajak siswa-siwa di SMA ISSUDA ini untuk melanjutkan studi di Fakultas Syariah UIN Salatiga. Berbagai fasilitas berupa beasiswa maupun fasilitas pembelajaran lainnya sangat representative untuk thalabul ilmi. Mari kita capai cita-cita masa depan bersama FaSya UIN Salatiga.” harap alumni Universiti Sains Islam Malaysia ini.

Editor: Nanang

Dokumentasi Kegiatan:

Implementasi Kerjasama: Mahasiswa Fakultas Syariah dan Fakultas Hukum UKSW Saling Berbagi Ilmu

Editor: Nanang.

Salatiga-(Jumat, 24 Januari 2025). Bertempat di Fakultas Hukum (FH) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, sebanyak sembilan mahasiswa Fakultas Syariah mengikuti kuliah Hukum Islam. Mata kuliah Hukum Islam di FH UKSW ini diampu oleh Dr. M. Chairul Huda, M.H. Dosen sekaligus Sekretaris Jurusan Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga.

Dalam perkuliahan ini selain menjelaskan tentang Hukum Islam, diadakan sesi diskusi dan sharing tentang Hukum Islam yang dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Yakni antara 7-9 mahasiswa perkelompok. Tujuannya agar antar mahasiswa dari FH UKSW dan Fasya saling mengenal secara akrab. Tentu keakraban ini dibagun untuk saling memahami dan menghormati keyakinan kegamaan masing-masing mahasiswa, selain juga untuk menambah khazanah keilmuan. Diskusinyapun beragam, mulai dari keilmuan hukum Islam hingga berbagi pengalaman perkuliahan di kedua kampus. Diskusi ini juga merupakan bagian dari implementasi kerjasama (MoU) antara FaSya dan FH UKSW.

Dr. M. Chairul Huda, M.H., mengatakan; “Saya sengaja mengajak beberapa mahasiswa FaSya untuk bergabung di kelas Hukum Islam, agar sesi kuliah lebih menarik. Bukan hanya saya saja yang menyampaikan materi setiap pertemuan, tetapi bisa diisi dengan diskusi-diskusi dalam kelompok kecil. Beberapa kelompok bertempat di kelas, dan ada juga kelompok yang memilih tempat diskusi di Iustitia Coffe Corner yang berada di lantai 4 gedung FH UKSW. Yang penting serius tapi santai. Dengan begitu masing-masing akan lebih tertatik mendalami hukum Islam sebagai bagian dari mata kuliah wajib bagi semua mahasiswa fakultas hukum di Indonesia.” tegas Editor in Chief Jurnal Ijtihad ini.

Sementara itu, Zamhuri Maknawi, salah seorang mahasiswa FaSya yang turut mengikuti perkuliahan ini merasa bahagia, karena selain mendapatkan ilmu dan insight pengalaman, juga mendapatkan teman-teman baru dari FH UKSW. Zamhuri mengatakan; “Saya sangat senang dengan diskusi-diskusi seperti ini, selain mendapatkan teman baru, saya merasa mendapatkan energi baru untuk semakin serius dalam belajar. Apalagi sambutan dari teman-teman FH UKSW sangat bersahabat. Saya sendiri sedang dalam proses penulisan skripsi. Semoga pertemuan ini menambah semangat saya dalam menulis.” jelas mahasiswa Hukum Tata Negara FaSya UIN Salatiga ini.

Dalam diskusi ini materi-materi yang disajikan melingkupi berbagai kajian, diantaranya: Hukum Perdata atau hukum dagang (Mu’amalat), Hukum Perkawinan (Munakahat), Hukum Kewarisan (Mirats), Hukum Pidana (Ukubat), Hukum Acara (Mukhasamat), Hukum Internasional (Siyar), Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara serta Hukum Pajak (Al-Ahkam al-Sulthaniyah), dan juga Hukum Lingkungan (Fiqh Bi’ah).

Dokumentasi Kegiatan:

Persiapkan Akreditasi Unggul, Prodi HKI Fasya UIN Salatiga menyelenggarakan Konsinyering tahap pertama

Ungaran, 22 Januari 2025 – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) UIN Salatiga menyelenggarakan kegiatan konsinyering tahap pertama akreditasi yang berlangsung pada 22–24 Januari 2025. Acara ini diadakan di Hotel Wujil Resort & Conventions dengan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk dosen, panitia, dan para pemangku kepentingan.

Kegiatan dimulai pada hari pertama dengan registrasi peserta pukul 12.00–13.00 WIB, dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC. Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan kegiatan oleh Dr. Farkhani, S.H., S.H.I., M.H., selaku Wakil Dekan I, serta sambutan dan arahan pembukaan dari Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga. Agenda dilanjutkan dengan pemaparan kebijakan akreditasi oleh Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin,S.H.I., M.Si menyampaikan bahwa target akreditasi Program Studi HKI adalah memperoleh predikat unggul. Menurutnya, akreditasi yang unggul akan memberikan manfaat besar, baik untuk fakultas, universitas, maupun mahasiswa.

“Bapak dan Ibu sekalian, akreditasi yang unggul merupakan wujud pelayanan terbaik kepada mahasiswa dan bukti kinerja kita di Fakultas Syariah. Keberhasilan ini sangat penting, tidak hanya bagi fakultas, tetapi juga universitas secara keseluruhan,” ujar Prof. Ilyya.

Selama dua hari berikutnya, peserta mengikuti berbagai agenda yang dirancang untuk mendukung penyusunan borang akreditasi. Pada hari kedua, peserta mendapatkan materi tentang strategi penyusunan borang yang disampaikan oleh Prof. Dr. Yayan Sopyan, M.Ag. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam terkait proses akreditasi dan pentingnya penyusunan borang yang sistematis dan berkualitas.

Selain itu, kegiatan juga mencakup sesi pendampingan penyusunan borang yang berlangsung hingga malam hari. Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi dan mendapatkan bimbingan langsung dari para pakar. Diharapkan, melalui kegiatan ini, kualitas Program Studi HKI UIN Salatiga dapat semakin ditingkatkan dalam menghadapi proses akreditasi.

Pada hari terakhir, peserta mempresentasikan hasil kerja mereka, diikuti dengan penutupan resmi oleh panitia. Dengan pelaksanaan yang lancar dan sukses, kegiatan konsinyering ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan Program Studi HKI UIN Salatiga. Konsinyering tahap pertama ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di UIN Salatiga, sekaligus memperkuat posisi Program Studi HKI di tingkat nasional maupun internasional.


Dokumentasi Kegiatan:

Tangkal Radikalisme di Madrasah Aliyah, Fakultas Syariah berikan penyuluhan moderasi beragama

Editor: Nanang

Selasa, 21 Januari 2025, Fakultas Syariah UIN Salatiga melakukan penyuluhan moderasi beragama di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Semarang. Penyuluhan ini berguna untuk menangkal radikalisme beragama maupun sikap intoleransi. Penyuluhan ini menjadi bagian dari kerja-kerja pengabdian yang harus dilakukan oleh sebuah perguruan Tinggi. UIN Salatiga yang mengusung tagline Green Wasathiyah Campus merasa terpanggil untuk turun ke basis-basis Gen-Z untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamiin. Hal ini berguna dalam rangka antisipasi generasi muda agar tidak terinfiltrasi paham radikalisme.

Tim yang diterjunkan oleh Fakultas Syariah UIN Salatiga untuk melakukan penyuluhan di MAN 1 Semarang ini terdiri dari dua orang dosen (M. Taufiq Zamzami, M.A dan Nastangin, M.HI), empat orang tenaga kependidikan (Handayani Malihatun, M.Si., Tatik Nurhasanah, M.E., Hijri Adi Ridwan, M.Pd.I., Maskuri, A.Md) dan perwakilan tiga orang mahasiswa.

Tim dari Fakultas Syariah disambut oleh Laela Musdalifah, S. Pd, guru MAN 1 Semarang. Dalam penjelasannya, Laely mengatakan; “Kami merasa perlu untuk melakukan kegiatan sosialisasi sekaligus penyuluhan anti radikalime dan intoleransi. Cara pandang toleran dan saling menghargai perlu untuk ditanamkan kepada para siswa MAN 1 Semarang. Selain itu kami berharap siswa-siswa kami dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan S1”, jelasnya.

Sementara itu, M. Taufiq Zamzami selaku dosen sekaligus Ketua Tim Sosialisasi Fakultas Syariah menjelaskan; “Kami membuka kesempatan kepada para siswa MAN 1 Suruh untuk melanjutkan jenjang pendidikan S1 di Fakultas Syariah. Adik-adik siswa bisa mendaftar melalui jalur SPAN PTKIN yang akan dibuka pada tanggal 1 Februari sampai 6 Maret 2025. Selain itu, kami berpesan kepada adik-adik siswa MAN 1 Suruh untuk mengamalkan ajaran Islam yang tasamuh (toleran), tawasuth (moderat), tawazun (seimbang) serta ta’adl (adil) dalam cara berpikir dan bertindak. Dengan begitu, adik-adik tidak akan terjerembab pada radikalisme beragama.” tegas alumni Universiti Sains Islam Malaysia ini.


Dokumentasi Kegiatan:

Peradi Cabang Semarang Jajaki Kerja Sama dengan Fakultas Syariah

Editor: Nanang

Salatiga (20/01/2025)- Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Cabang Semarang melakukan kunjungan resmi ke Fakultas Syariah untuk menjajaki peluang kerja sama strategis. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Peradi Cabang Semarang, Shindu Arrif, SH., MH didampingi oleh Sari Vemiatika, S.H, Agus Khanif, S.H, Riski Prasetyo, S.H, dan Rosyid Sadam, S.H.

Dalam kunjungan tersebut, Peradi menyampaikan rencana menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam bidang hukum. Salah satu program yang menjadi fokus utama kerja sama adalah penyelenggaraan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), yang merupakan bagian penting dalam pembentukan advokat profesional di masa depan.

Ketua Peradi Semarang, Shindu menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan profesi advokat kepada mahasiswa Fakultas Syariah. Menurutnya, selain karir sebagai hakim atau jaksa, profesi advokat juga perlu dikenalkan kepada mahasiswa agar mereka memiliki perspektif yang luas tentang pilihan karier di bidang hukum setelah menyelesaikan studi.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya terpaku pada profesi hakim atau jaksa, tetapi juga terbuka untuk melihat peluang karier sebagai advokat. Hal ini penting untuk membentuk pola pikir mereka sejak dini agar siap menghadapi dunia kerja,” ujar Sindu.

Rencana kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang besar bagi mahasiswa Fakultas Syariah untuk mendapatkan wawasan praktis dan pembelajaran langsung dari para profesional hukum. Selain itu, kolaborasi ini juga bertujuan untuk mendukung pengembangan kualitas pendidikan hukum di tingkat perguruan tinggi.

Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Farkhani, MH, Wakil Dekan Bidang Kehamasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, Ph.D, serta Ketua Pusat Studi dan Bantuan Hukum, M. Yusuf KHummaini, MH dan Lukman Hakim, M.H menyambut baik rencana Kerjasama tersebut. 

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Ilyya, mengapresiasi inisiatif dari Peradi dan menyatakan bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi civitas akademik, terutama mahasiswa.

“Kami sangat menyambut baik rencana kerja sama ini. Kehadiran Peradi membawa peluang besar, khususnya dalam mendukung mahasiswa kami untuk mengenal lebih dekat dunia advokat dan profesi hukum lainnya,” ujar Prof. Ilyya.

Dekan Fakultas Syariah juga menyebutkan bahwa kerja sama ini tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa tentang dunia hukum, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa menjelang kelulusan.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Sukron Ma’mun, Ph.D, menyampaikan kesiapan Fakultas Syariah untuk menerima berbagai bentuk kerja sama yang diusulkan oleh Peradi. Menurutnya, kolaborasi ini akan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa, terutama dalam membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan praktis.

“Pada dasarnya, kerja sama ini penting bagi civitas akademik. Selain memberikan pengalaman yang bermanfaat, ini juga membuka peluang besar bagi mahasiswa menjelang lulus untuk memahami dunia profesional hukum lebih mendalam,” ujar Sukron.

Selain itu, Ketua Pusat Bantuan Hukum Fakultas Syariah, M. Yusuf Khummaini, MH, menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat mencakup program-program seperti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan pelatihan hukum lainnya yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Kunjungan ini menjadi awal dari proses penjajakan kerja sama yang lebih konkret antara Peradi Cabang Semarang dan Fakultas Syariah. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan mahasiswa Fakultas Syariah dapat semakin siap untuk bersaing di dunia hukum, baik sebagai advokat maupun profesi hukum lainnya.

Implementasi Kerjasama: Dosen Fakultas Syariah lakukan exchange lecturer di Fakulltas Hukum UKSW

Editor: Nanang.

Salatiga (20/01/2025)- Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H., selaku dosen sekaligus Editor in Chief Jurnal Ijtihad Fakultas Syariah UIN Salatiga melakukan exchange lecturer di Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Chairul Huda mengampu mata kuliah Hukum Islam yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UKSW.

Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si. selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga menjelaskan; “Selain implementasi kerjasama yang telah disepakati dalam MoU antara Fakultas Hukum UKSW dan Fakultas Syariah UIN Salatiga, exchange lecturer bermanfaat bagi peningkatan keilmuan mahasiswa di kedua lembaga.”

Sementara itu, Ninon Melatyugra, S.H., M.H. selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Hukum Fakultas Hukum UKSW mengatakan bahwa, Dr. M. Chairul Huda, M.H., diminta untuk menjadi pengajar pada Semester Antara TA. 2024/2025 untuk mata kuliah Hukum Islam. “Kami melihat expert keilmuan serta latar belakang pendidikan Pak Chairul, Beliau tepat menjadi pengajar mata kuliah hukum Islam. Selain itu Beliau merupakan Editor in Chief Jurnal Ijtihad yang telah bereputasi internasional, sehingga harapannya mahasiswa juga akan mendapatkan ilmu tentang penulisan artikel jurnal.”

Chairul Huda merasa bersyukur dan berterimakasih kepada Fakultas Hukum UKSW yang telah mempercayainya untuk mengampu mata kuliah Hukum Islam. Perkuliahan akan dimulai pada Januari hingga Maret tahun 2025 ini setiap hari Senin dan hari Jumat. Chairul menambahkan, “Semoga ilmu yang kami sampaikan dapat memberikan khazanah keilmuwan bagi mahasiswa dalam memamahi Hukum Islam.” pungkas doktor lulusan S3 Ilmu Hukum UNDIP ini.

Redaktur Jurnal Ijtihad Berikan Materi Academic Writing

Editor: Nanang.

Salatiga (Sabtu, 18 Januari 2025), Tim Redaktur Ijtihad; Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Fakultas Syariah UIN Salatiga memberikan materi academic writing untuk mahasiswa Magister Hukum Keluarga Islam (S2 HKI) Pascasarjana UIN Salatiga. Acara diikuti oleh sekira empat puluh mahasiswa S2 HKI dan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr (Phil). Asfa Widiyanto, M.Ag., M.A. selaku Direktur Pascasarjana UIN Salatiga.

Dr. Tri Wahyu Hidayati, M.Ag selaku Ketua Program Studi Magister Hukum Keluarga Islam (S2 HKI) Pascasarjana UIN Salatiga menjelaskan bahwa kegiatan academic writing ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa S2 HKI. “Kami merasa perlu untuk menimba ilmu tentang penulisan artikel jurnal ilmiah. Mengingat, selain syarat untuk lulus di Pascasarjana harus memiliki karya berupa Tesis, juga disyaratkan memiliki artikel yang telah terpublish pada jurnal bereputasi nasional ataupun internasional. Oleh karenanya kami menghadirkan pengelola Jurnal Ijtihad yang telah bereputasi internasional (Scopus) dan SINTA 1, untuk menjadi narasumber dalam kegiatan ini.”

Dalam academic writing ini, bertindak sebagai narasumber yakni; Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si. (Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga), Dr. Muhammad Chairul Huda, S.HI., M.H. (Editor in Chief Jurnal Ijtihad), dan Endang Sriani, M.H. (Managing Editor Jurnal Ijtihad).

Prof. Ilyya menjelaskan tentang materi strategi penulisan artikel jurnal serta penggunaan teori-teori sosial dalam kajian Hukum Keluarga Islam. Sementara, Dr. M. Chairul Huda, menyampaikan tentang metode penelitian dan pemilihan venue publikasi jurnal yang sesuai bidang keilmuan HKI. Materi ditutup oleh Endang Sriani, M.H. yang memandu praktik pencarian sumber bacaan (referensi), serta praktik submit manuskrip ke jurnal ilmiah yang dituju.


Dokumentasi Kegiatan:

Program Pengabdian: Fakultas Syariah Lakukan Sosialisasi dan Literasi Hukum ke Sekolah

Editor: Nanang.

Jumat, 10 Januari 2025, bertempat di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Ampel Kabupaten Boyolali, Fakultas Syariah UIN Salatiga melakukan sosialisasi dan penyuluhan literasi hukum. Rombongan dari Fakultas Syariah terdiri dari, Dra. Astuti Sa’diya, M.Pd selaku Kepala Bagian Tata Usaha serta beberapa dosen, yakni; Dr. M. Chairul Huda, M.H, Nastangin, M.H., Cholida Hanum, M.H., dan tiga orang perwakilan mahasiswa.

Rombongan disambut oleh Ibu Indah, seorang guru SMAN 1 Ampel. Ibu Indah mengatakan; “Kami bersyukur dan berterimakasih atas kehadiran bapak-ibu dan adik-adik mahasiswa dari Fakultas Syariah UIN Salatiga. Kami sangat berterimakasih siswa-siswa di SMAN 1 Ampel ini mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya ilmu pengetahuan serta literasi hukum. Mengingat, siswa-siswa ini adalah anak-anak remaja Gen-Z yang butuh banyak belajar.”

Rombongan dari Fakultas Syariah, selain bersosialisasi tentang pentingnya menempuh pendidikan tinggi di univesitas, juga menjelaskan tentang pentingnya literasi hukum dan literasi digital. Hal ini penting karena era saat ini yang telah maju dalam tekhnologi, yang memudahkan para Gen-Z untuk mengakses berbagai hal dari dunia nyata. Mulai dari yang bersifat positif maupun negatif.

Pada dunia maya yang berbasis internet, siswa bisa belajar dan meningkatkan kapasitas keilmuan melalui internet. Namun demikian, situs-situs yang menyuguhkan pornografi, pornoaksi, judi online, pinjaman online illegal, dan berbagai dampak negative lainnya perlu diantisipasi. Oleh karenanya penting melakukan literasi hukum sekaligus literasi digital pada generasi-generasi penerus bangsa yang saat ini duduk di bangku SMA.


Dokumentasi Kegiatan