Implementasi Kerjasama: Fakultas Syariah UIN Salatiga dan Fakultas Hukum UNDIP lakukan kolaborasi pengelolaan Jurnal Ilmiah

Editor: Nanang.

Salatiga (03/01/2025) – Kerjasama antara Fakultas Hukum Universitas Diponegoro dengan Fakultas Syariah UIN Salatiga telah berlangsung lama. Kerjasama (MoU) ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan kolaboratif antar kedua institusi.

Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si menjelaskan; “Fakultas Syariah UIN Salatiga telah lama menjalin kerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Memorandum of understanding (MoU) pada bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat seperti yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap kerjasama ini dapat terlaksana dengan baik.” Papar Ketua Umum Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia ini.

Implementasi kongkrit dari kerjasama ini diantaranya dengan melakukan exchange lecturer maupun dalam kerja-kerja pengembangan jurnal bereputasi. Baru-baru ini bentuk kerjasama yang dilakukan adalah dengan exchange reviewer dalam publikasi artikel jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Kolaborasi pengelolaan jurnal ilmiah ini penting guna menjaga kualitas publikasi.

Prof. Ro’fah Setyowati, S.H., M.H., Ph.D, guru besar dari Fakultas Hukum UNDIP dalam bidang Hukum Ekonomi Islam, telah menjadi reviewer pada Jurnal Ijtihad Fakultas Syariah UIN Salatiga. Salah satu jurnal ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Syariah UIN Salatiga dan telah terindeks internasional (Scopus) sekaligus meraih akreditasi SINTA 1 dari Kemendikbudristek Dikti.

Dr. M. Chairul Huda, M.H. selaku Editor in Chief Jurnal Ijtihad mengatakan; “Kami memohon kepada Prof. Ro’fah untuk menjadi reviewer di Jurnal Ijtihad, mengingat Beliau merupakan guru besar dalam bidang Hukum Ekonomi Islam. Beliau memiliki kredibiltas serta integritas dalam jejak rekam publikasi. Karya-karya dalam bentuk artikel jurnal maupun buku-buku tentang hukum ekonomi Islam telah diakui secara nasional dan internasional. Oleh karenanya kami tidak ragu untuk meminta Beliau menjadi reviewer, dan Alhamdulillah Beliau berkenan untuk turut serta melakukan penelaahan terhadap artikel-artikel yang masuk di Jurnal Ijtihad. Tentu dengan tetap menjaga etika publikasi sebuah jurnal ilmiah.”

Lebih lanjut, Dr. Chairul Huda menjelaskan bahwa dirinya juga dilibatkan menjadi reviewer pada Jurnal Diponegoro Law Review (Dilrev) yang dikelola oleh Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. “Saya berterimakasih kepada Jurnal Dilrev (Diponegoro Law Review) yang telah mempercayai saya sebagai salah seorang reviewer. Selain karena saya merupakan alumni Program Doktor Hukum UNDIP, saya juga bisa terus belajar, diantaranya dengan membaca artikel-artikel dari Dilrev yang dikirimkan kepada saya untuk ditelaah.” tegas Sekretaris Jurusan Fakultas Syariah ini.

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Hukum Ekonomi Syariah: Evaluasi Visi, Misi, dan Strategi Program Studi di Fakultas Syariah UIN Salatiga

Penulis: Hijri; Editor: Nanang

Evaluasi Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah UIN Salatiga

Salatiga (13/12/2024) – Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengadakan workshop evaluasi visi, misi, tujuan, dan strategi Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES) sebagai bagian dari perencanaan strategis untuk lima tahun ke depan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 12 hingga 14 Desember 2024, bertempat di Hotel Wahid Salatiga, ini bertujuan untuk memastikan Prodi HES dapat terus berkembang sesuai dengan kebutuhan dunia akademik dan profesi di bidang hukum Islam.

Workshop ini dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari dosen, pejabat fakultas, tenaga pendidikan, serta beberapa stakeholder eksternal, termasuk Ketua Pengadilan Agama Kota Salatiga, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Ambarawa, perwakilan Kementerian Agama, Kepala KUA Argomulyo, serta alumni yang memiliki kontribusi dalam bidang hukum dan keagamaan.

Tujuan dari workshop ini adalah untuk mengevaluasi visi, misi, tujuan, dan strategi Prodi HES dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, relevansi kurikulum, dan penguatan hubungan dengan dunia kerja.
Selain itu, workshop ini juga bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis guna mencapai visi dan misi yang lebih selaras dengan perkembangan zaman, serta memperkuat kontribusi Prodi HES terhadap masyarakat dan dunia hukum Islam.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si, mengungkapkan pentingnya evaluasi visi dan misi program studi untuk menjawab tantangan globalisasi dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. “Prodi HES harus dapat mengembangkan kurikulum yang relevan dengan perkembangan hukum Ekonomi Syariah. Workshop ini menjadi langkah strategis bagi kami untuk menyusun rencana yang lebih matang dalam menyongsong masa depan,” ujar Prof. Ilyya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Farkhani, juga menegaskan bahwa setelah alih status IAIN menjadi UIN Salatiga, penting untuk melakukan penyelarasan visi, misi, dan strategi Fakultas Syariah, termasuk Prodi HES, agar sejalan dengan kebijakan UIN Salatiga. “Melalui evaluasi ini, kita berharap dapat memperbaiki dan memperkuat posisi Program Studi HES agar lebih unggul dan relevan,” katanya.

Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Endang Sriani, M.H., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa workshop ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan eksternal. “Kolaborasi dengan pengadilan agama, kementerian agama, dan alumni sangat penting dalam merumuskan kurikulum dan pengembangan kompetensi lulusan yang siap berkontribusi di dunia kerja,” ujarnya.

Para peserta workshop juga diajak untuk memberikan masukan tentang berbagai tantangan yang dihadapi Prodi HES, serta menyusun langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan akademik. Selain itu, workshop ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara fakultas, program studi, dan pihak-pihak terkait dalam mewujudkan tujuan bersama.

Keterlibatan para alumni juga memberikan perspektif berharga dalam menyusun strategi pengembangan Program Studi HES ke depan. Para alumni berbagi pengalaman mereka di dunia kerja dan memberikan saran terkait kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan Program Studi HES untuk dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Fakultas Syariah berharap hasil dari workshop ini akan memberikan gambaran jelas tentang arah dan kebijakan strategis yang akan diambil dalam pengembangan Prodi HES, serta menyusun rencana yang lebih terukur untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Melalui workshop evaluasi visi, misi, tujuan, dan strategi ini, Fakultas Syariah UIN Salatiga semakin mantap dalam menjalankan perannya sebagai institusi pendidikan yang terus berkembang dan beradaptasi dengan tuntutan zaman. Diharapkan, langkah ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan ilmu hukum ekonomi syariah yang berkualitas, relevan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Layanan, Fakultas Syariah Gelar Workshop Evaluasi Rencana Strategi

Salatiga (12/12/2024)- Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar workshop Evaluasi Rencana Strategis (Renstra) untuk lima tahun ke depan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 12 hingga 14 Desember 2024, bertempat di Hotel Wahid Salatiga, ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan di lingkungan Fakultas Syariah.

Workshop ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari para pejabat Fakultas, dosen, dan tenaga pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan eksternal, di antaranya dari Ketua Pengadilan Agama Kota Salatiga, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Ambarawa, Semarang, ketua Pengadilan Negeri Kota Salatiga, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Salatiga, Kementerian Agama Kota Salatiga, Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Kepala KUA Argomulyo Salatiga, serta beberapa alumni yang memiliki kontribusi di bidang hukum dan keagamaan.

Workshop ini memiliki beberapa tujuan strategis. Pertama, melakukan evaluasi kegiatan pendidikan. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pendidikan yang telah berjalan di lingkungan Fakultas Syariah untuk memastikan bahwa program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat. Kedua, menginventarisis dan mengakomidasi masukan. Menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan untuk menyusun langkah-langkah strategis guna meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan. Ketiga, evaluasi visi dan misi BaruFakultas Syariah. Mengevaluasi dan merumuskan kembali visi, misi, tujuan, dan strategi Fakultas Syariah yang selaras dengan visi besar UIN Salatiga sebagai universitas terkemuka dalam bidang ilmu keislaman dan kemanusiaan.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Farkhani dalam sambutannya menyampaikan tujuan terselenggaranya workshop ini. “Setelah alih status dari IAIN menjadi UIN Salatiga, setiap unit melakukan penyelarasan dengan kebijana UIN Salatiga, termasuk Fakultas Syariah. Salah satunya adalah penyelasaean visi dan misi fakultas dan berbagai rencana strategis lainnyya,” terang Dr. Farkhani.

Sementara it, dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan di era globalisasi. Prof. Ilyya juga menyampaikan beberapa kemajuan yang telah dicapai oleh Fakultas Syariah.

“Perlu kami sampaikan bahwa saat ini ada beberapa kemajuan yang dicapai Fakultas Syariah. Kami memiliki Jurnal Ijtihad yang telah terindek Scopus dan peringkat jurnal terbaik se-Asia untuk kateori Hukum Islam dan nomor 2 untuk studi Islam. Selain itu, Program Magister (S2) Studi Hukum Keluarga Islam juga sudah terkareditasi unggul. Tahun ini kami sudah mensubmit ISK (akreditasi) untuk Prodi HKI S1. Semoga menyusul terakreditasi unggul. Oleh Karena itu, workshop ini menjadi penting bagi perjalanan dan kemajuan Fakultas Syariah,” tegas Prof. Ilyya.

Keterlibatan para stakeholder eksternal dalam workshop ini memberikan nilai tambah tersendiri. Para perwakilan dari Pengadilan Agama dan Kementerian Agama berbagi perspektif terkait kebutuhan kompetensi lulusan di dunia kerja, khususnya dalam bidang hukum Islam dan pelayanan keagamaan. Sementara itu, para alumni memberikan insight berdasarkan pengalaman mereka di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah berharap dapat menyusun dokumen Rencana Strategis yang mencakup langkah-langkah konkret untuk empat tahun ke depan, yakni 2025-2029. Selain itu, juga untuk menghasilkan panduan strategis yang mendukung peningkatan akreditasi dan mutu pelayanan akademik. Terakhir, ada harapan memperkuat sinergi antara Fakultas Syariah dan berbagai instansi yang relevan dalam mendukung pengembangan pendidikan hukum Islam.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, Ph.D menyampaikan bahwa pelibatan berbagai stakeholder bukan hanya sekedar merepoti untuk meminta masukkan terkait dengan evaluasi visi-misi dan rencana strategi ke depan, namun juga bagian dari bangunan jaringan yang dilakukan oleh Fakultas Syariah.

Workshop Evaluasi Rencana Strategis ini menjadi bukti komitmen Fakultas Syariah dalam terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan dan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara civitas akademika, pemangku kepentingan, dan alumni, diharapkan Fakultas Syariah dapat menjadi pelopor dalam bidang pendidikan hukum Islam yang unggul dan inovatif.


Dokumentasi Kegiatan:

JIL Lakukan Focus Group Discussion untuk Peningkatan Akriditasi Sinta dan Persiapan Scopus

Salatiga, 9 Desember 2024 – Fakultas Syariah UIN Salatiga menggelar acara Peningkatan Pengelolaan Jurnal untuk Journal of Indonesian Law (JIL) yang berlangsung pada Senin hingga Selasa, 9-10 Desember 2024, di Hotel Wujil, Semarang.

Acara ini dihadiri juga oleh beberapa pengelola jurnal lain yaitu Waspiah, Editor in Chief dari Lex Scienta Law Review dan Meida Rahmawati, Editor in Chief dari Journal in Meira Visi Persada Foundation. Mereka berbagi pengalaman dan wawasan dalam meningkatkan kualitas jurnal, baik dari sisi editorial maupun manajerial.

Acara ini dibuka oleh Prof. Ilyya Muhsin, Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap peningkatan kualitas Journal of Indonesian Law. “Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, Journal of Indonesian Law dapat lebih berkembang dan sejajar dengan jurnal-jurnal terkemuka yang sudah terindeks di Scopus, seperti Jurnal Ijtihad. Ini adalah langkah penting untuk membawa jurnal kita menuju standar internasional,” ujar Prof. Ilyya.

Ketua Panitia, Ahmadi Hasanuddin Dardiri, MH, yang juga managing editor JIL, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut secara praktis dimaksudkan sebagai persiapan akreditasi jurnal.

“Tujuan kegiatan ini untuk belajar bersama pengelolaan jurnal. Mengingat JIL akan segera re-akreditasi. Saat ini JIL sudah terakreditas SINTA 5. Keinginan kami, jurnal ini (JIL, red.) akan naik kelas. Jika Ijtihad Scopus Q1, JIL ya di bawahnya, Scopus Q2”, ungkap Ahmadi.

Dalam pembukaan kegiatan tersebut, juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengelola JIL periode 2024-2028. Editor in chief dipercayakan pada Ahmadi Hasanuddin Dardiri, M.H, sementara dibantu manging editor, Cholida Hanum, MH.

Review Jurnal dengan Standar Akreditasi Nasional
Acara dimulai dengan review jurnal yang dilakukan oleh Bapak Yoris Adi Maretta, Ketua Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Jawa Tengah. Dalam sesi ini, Yoris menggunakan standar akreditasi jurnal nasional, ARJUNA, yang menjadi tolok ukur bagi banyak jurnal di Indonesia. Proses review ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan kesesuaian Journal of Indonesian Law dengan kriteria yang ditetapkan oleh badan akreditasi jurnal nasional.

“Dalam review ini, kami memberikan masukan terkait pengelolaan jurnal, mulai dari kualitas artikel, sistem peer review, hingga manajemen editorial. Ini sangat penting agar JIL dapat naik kelas dan memiliki reputasi yang lebih baik di mata pembaca dan penulis ilmiah,” ujar Yoris.

Pengelolaan Jurnal dengan Standar Internasional
Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan review pengelolaan jurnal oleh Dr. Muhammad Mustaqim, managing editor dari Jurnal QJIS. Mustaqim memberikan panduan tentang bagaimana mengelola jurnal dengan standar internasional, yang bisa membantu Journal of Indonesian Law untuk merancang roadmap menuju akreditasi internasional. Sesi ini bertujuan untuk memberi arahan kepada para pengelola jurnal tentang prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh pengakuan global, seperti terindeks di database besar seperti Scopus atau Web of Science.

“Kami akan memberikan strategi yang lebih komprehensif terkait dengan pengelolaan jurnal di tingkat internasional. Ini termasuk pengelolaan artikel yang lebih terstruktur, serta upaya untuk meningkatkan visibilitas dan dampak dari jurnal tersebut di komunitas akademik global,” jelas Mustaqim.

Review Tulisan dalam JIL
Kegiatan dilanjutkan pada pagi harinya dengan sesi review tulisan yang terdapat dalam Journal of Indonesian Law. Para editor dan peserta melakukan pembahasan terhadap beberapa artikel yang dipublikasikan dalam jurnal tersebut, dengan tujuan untuk meningkatkan substansi dan kualitas tulisan yang akan dipublikasikan di masa depan.

Para peserta memberikan masukan konstruktif terkait format, argumentasi, serta referensi yang digunakan dalam artikel-artikel tersebut. Dengan demikian, diharapkan publikasi naskah ke depannya dapat lebih berbobot dan memenuhi standar akademik yang lebih tinggi.

Harapan ke Depan
Acara ini ditutup dengan harapan bahwa Journal of Indonesian Law dapat terus berkembang dan menjadi salah satu jurnal hukum terkemuka di Indonesia. Prof. Ilyya Muhsin menegaskan, “Kami percaya, dengan terus meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal dan mengikuti standar internasional, Journal of Indonesian Law akan menjadi jurnal yang tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional”.

Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat jaringan kerja sama antara Journal of Indonesian Law dengan berbagai jurnal lainnya, serta memperluas kesempatan bagi para penulis dan akademisi untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu hukum di Indonesia dan global.

Dengan berakhirnya acara ini, Fakultas Syariah UIN Salatiga berharap agar Journal of Indonesian Law dapat segera mengikuti jejak jurnal-jurnal terkemuka lainnya, seperti Jurnal Ijtihad, yang telah berhasil memperoleh pengindeksan di Scopus dan diakui di kancah internasional. Bahkan saat ini Jurnal Ijtihad tercatat sebagai jurnal Scopus terbaik di Asia untuk kategori Hukum Islam


Dokumentasi Kegiatan:

Implementasi Kerjasama: Fakultas Syariah UIN Salatiga Terima Kunjungan Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang

Salatiga, 5 Desember 2024- Fakultas Syariah UIN Salatiga menerima kunjungan rombongan dari Fakultas Syariah Imam Bonjol Padang yang dipimpin oleh Dr. Ridha Mulyani, S.H., M.H., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. Rombongan tersebut terdiri dari berbagai perwakilan Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang, antara lain Irfaniah Asmar, A.AP. (Pengelola Layanan Akademik), Eka Putra (Analis Pelaksana Kemahasiswaan), Fatmawati, S.Hum. (Analis Pengembang SDM), Rulli Ikhwan, S.Hut. (Pengelola Layanan Akademik), Daliza Nolo Gulo, S.Ag., Ardi Saputra, S.H. (Staff Umum), dan Rahmad Hidayat, A.Md. (Staff Akademik).

Rombongan diterima oleh Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, yang didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, S.H.I., M.Si., Ph.D., serta sejumlah analis dan staf Fakultas Syariah UIN Salatiga, termasuk Analis SDM, Analis Pengembangan Teknologi Pembelajaran, dan Pranata Laboratorium Pendidikan.

Acara dibuka oleh Prof. Dr. Ilyya Muhsin yang menyambut dengan hangat kedatangan rombongan dari UIN Imam Bonjol Padang. Dalam sambutannya, Prof. Ilyya menyampaikan pentingnya kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan pendidikan di bidang Syariah.

Selanjutnya, Dr. Ridha Mulyani menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan tersebut, yang bertujuan untuk menjalin kerja sama dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan kemahasiswaan dan pengembangan layanan akademik di masing-masing fakultas. Dr. Ridha berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan antara UIN Imam Bonjol Padang dan UIN Salatiga, serta menghasilkan kolaborasi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di masa depan.

Kunjungan ini juga diharapkan dapat memperkaya wawasan dalam hal pengelolaan akademik, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta teknologi pembelajaran di lingkungan fakultas masing-masing. Diskusi antar kedua pihak berjalan dengan lancar dan produktif, dengan berbagai masukan yang dapat menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan mutu pendidikan di kedua universitas.


Dokumentasi Kegiatan:

Belasan Mahasiswa Kristen Kunjungi Fakultas Syariah

Salatiga (02 Desember 2024) – Belasan mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dan mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja mengunjungi Fakultas Syariah UIN Salatiga. Kunjungan ini diterima oleh Dr. Muhammad Chairul Huda, SHI., M.H. selaku dosen sekaligus Sekretaris Jurusan Fakultas Syariah UIN Salatiga.

Natanael Christian Wicaksono selaku koordinator rombongan menjelaskan, “Selain untuk bersilaturrahim, kunjungan ini dalam rangka belajar dan memahami tentang rukun Islam yang keempat, yakni puasa. Kami berharap mendapatkan informasi langsung dari orang Islam. Kunjungan ini sekaligus dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Islam dan Muslim di Indonesia,” ujar mahasiswa kelahiran Jakarta ini.

Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H menjelaskan, “Betul bahwa dalam ajaran syariat Islam ada yang namanya rukun Islam, yakni Syahadat, Shalat, Membayar Zakat, Melaksanakan puasa dan beribadah haji. Syahadat merupakan kesaksian diri setiap orang Islam bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah Rasululullah. Shalat adalah ritual yang dilaksanakan minimal lima kali dalam sehari. Zakat adalah memberikan sebagian harta benda di jalan Allah. Zakat ini secara umum dibagi menjadi dua, yakni zakat fitrah dan zakat maal (harta). Ritual puasa diwajibkan pada bulan Ramadhan. Dan ibadah haji bagi yang mampu ke Baitullah di Mekkah.”

Lebih lanjut, Chairul menjelaskan, “Puasa merupakan ibadah yang (paling tidak) mengandung tiga dimensi, yakni dimensi ilahiah, dimensi sosial dan dimensi jasadiyah. Dimensi ilahiah maksudnya, melakukan puasa dengan menahan diri dari makan, minum, berhubungan seksual, sejak fajar hingga maghrib yang merupakan ibadah privat. Artinya hanya si pelaku dan Allah SWT sajalah yang tau. Orang bisa saja ikut sahur tapi siangnya makan di warteg lalu pura-pura melanjutkan puasa lagi dan pura-pura buka puasa pada waktu maghrib. Oleh karenanya, puasa mengajarkan tentang kejujuran dan keikhlasan untuk menjalankan syariat. Dimensi sosial maksudnya, dengan menahan lapar dan dahaga pada waktu yang relatif lama (sekira 14 jam), diharapkan tumbuh empati kepada orang-orang yang hidup penuh kekurangan. Sementara dimensi jasadiyah, telah banyak penelitian yang menjelaskan bahwa puasa baik untuk kesehatan badan. Meski demikian, semua perintah Allah SWT pasti demi kebaikan manusia. Baik yang tersirat maupun yang tersurat. Ajaran dan kewajiban tentang puasa Ramadhan ini sendiri termaktub dalam Al-Qur’an, diantaranya Al-Baqarah 183, 184, 185, 187.” Terang Doktor lulusan Universitas Diponegoro ini.

Chairul juga mengatakan, bahwa dalam ajaran Islam ada hari-hari yang wajib puasa, yakni di Bulan Ramadhan. Ada hari-hari yang sunnah (dianjurkan) untuk melaksanakan puasa, misalnya puasa enam hari pada bulan syawal, puasa hari tarwiyah dan arafah (tanggal 8 dan 9 dzulhijjah), puasa hari senin-kamis dan banyak lagi. Namun demikian, terdapat hari-hari yang diharamkan puasa, yakni pada tanggal 1 Syawal (Idul Fitri), 10 dzulhijjah (Idul Adha), dan tanggal 11,12,13 dzulhijjah (hari Tasyrik).

Meski berlatar belakang agama yang berbeda, para mahasiswa antusias dengan diskusi tentang puasa ini. Banyak pertanyaan yang dilontarkan guna mendalami hakikat puasa dalam ajaran Islam. Diskusi lintas iman seperti ini bermanfaat agar saling memahami serta bertoleransi akan keyakinan dan ajaran agama lain.

Selain berdiskusi, para mahsiswa yang notabene calon-calon pendeta ini mengunjugi perpustakaan Kampus 2 UIN Salatiga. Mereka dengan seksama membaca buku-buku dan literatur yang ada. Perpustakaan Kampus 2 UIN Salatiga memiliki puluhan ribu koleksi, mulai dari kitab-kitab klasik (turats) hingga buku-buku tentang Hukum Islam dan Ke-Islam-an kontemporer yang bisa diakses secara gratis oleh mahasiswa.

Fakultas Syariah Lakukan Penguatan Kualitas Kurikulum OBE Melalui Workshop Revisi Silabus dan Penyusunan RPS

Griya Persada, Bandungan (28-30 November 2024) –Fakultas Syariah melalukan Workshop Revisi Silabus dan Penyusanan Rencana Pembejaran Semester (RPS) berbasis OBE selama 3 hari di Griya Persada, Bandungan. Kegiatan ini dimulai pada Jumat, 28 hingga 30 November 2024.

Workshop tersebut diikuti oleh Dosen Tetap Fakultas Syariah dan beberapa tamu undangan dari universitas lain. Beberapa Universitas mitra yang hadir pada kegiatan tersebut, Dekan Fakultas Hukum dari Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman (UNDARIS) Semarang, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam dari Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Sultan Agung Semarang, dan Dosen Hukum dari Universitas Ngudi Waluyo Semarang.

Dr. Farkhani, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah dalam sambutan laporan menjelaskan kegiatan ini tidak hanya melibatkan dosen internal Fakultas Syariah, tetapi juga dari luar kampus dimaksudkan untuk mendapatkan output revisi silabus dan RPS berbasis OBE yang memadahi. Kegiatan ini juga untuk menghasilkan eviden-eviden yang dapat menunjang kesempurnaan nilai dalam penilaian kriteria akreditasi program studi pada tahun yang akan datang.

Mengawali pelaksanan kegiatan ini, Prof. Dr. Sudirman, dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memberikan materi mengenai pentingnya revisi silabus dan penyusunan RPS berbasis OBE. Hal tersebut juga mendukung dalam proses pengajuan akreditas unggul sebuah program studi.

Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si menjelaskan bahwa pentingnya kegiatan ini bukan hanya sebatas rutinitas, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan Fakultas Syariah dalam perbaikan kurikulum dan akan berpengaruh pada pengajaran pada mahasiswa.

“Mengingat pentingnya kegiatan ini, Fakultas Syariah berharap pad bapak-bapak dan ibu-ibu dosen dapat melalukan peninjauan dan revisi terhadap silabus yang telah kita miliki. Sehingga layanan akademik dan pengajaran di Fakultas Syariah akan memenuhi kebutuhan tantangan zaman”, tandas Prof. Ilyya.

Selain, kegiatan workshop tersebut, kegiatan tersebut dimanfaatkan juga sebagai bagian Kerjasama antara Fakultas Syariah UIN Salatiga dan Fakulas Syariah UIN Maulana Malik Ibramim Malang. Kerjasama ini disambut baik oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Fakultas Syariah UIN Salatiga, Sukron Ma’mun, Ph.D.

“Kegiatan ini ibarat sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui, jadi mumpung beliau hadir di sini, kita buka kerjasama sekalian, termasuk kegiatan ini bagian dari implementasi Kerjasama tersebut”, tegas Sukron. (SM)


Dokumentasi Kegiatan:

Sebuah Momen Bersejarah dan Penuh Harapan, Fakultas Syariah Gelar Pelepasan Wisuda ke-7

Penulis: Hijri, Editor : Nanang

Salatiga, 26 November 2024 – Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan prosesi pelepasan wisuda bagi 193 wisudawan/ti pada hari Selasa, 26 November 2024 di Aula Fakultas Syariah, yang berlangsung setelah acara wisuda resmi yang digelar di universitas. Acara yang penuh haru ini dihadiri oleh Dekan, para Wakil Dekan, serta Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syariah, dan Hukum Tata Negara.

Pelepasan dimulai dengan sambutan hangat dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, S.H.I., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian para wisudawan. “Kami sangat berbahagia dapat melepas para wisudawan/ti dengan harapan dan doa semoga kalian sukses dalam menapaki jalan kehidupan selanjutnya,” ujar Sukron Ma’mun dengan penuh semangat.

Selanjutnya, wisudawan perwakilan, Riky Yakub, S.H., diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan. Dalam pidatonya, Riky mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan di Fakultas Syariah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen yang telah membimbing kami dengan sabar dan penuh dedikasi. Terima kasih atas ilmu dan pengalaman yang telah diberikan, yang tentunya akan menjadi bekal kami untuk menghadapi tantangan di dunia nyata,” ungkap Riky dengan penuh haru.

Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., juga menyampaikan pesan yang sangat menginspirasi dalam pidatonya. Menurut beliau, “Ilmu yang baik adalah ilmu yang bermanfaat, dan kuliah yang baik adalah kuliah yang menghasilkan lulusannya dengan bekal yang memadai untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.” Dekan juga mengingatkan agar para wisudawan selalu menjaga semangat belajar dan berinovasi, serta terus menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam setiap langkah hidup mereka.

Dengan suasana penuh haru dan bangga, prosesi pelepasan ini menandai titik awal perjalanan baru bagi para wisudawan FaSya, yang siap untuk menghadapi dunia kerja dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Semoga ilmu yang telah diperoleh selama masa studi di Fakultas Syariah UIN Salatiga dapat memberikan manfaat dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat.


Dokumentasi Kegiatan:

Membangun Kolaborasi dan Memperkuat Jaringan Akademik: Benchmarking Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga ke Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta

Penulis: Aris Afifudin, Editor: Hijri

Jakarta, 26 November 2024 — Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga baru-baru ini melakukan kunjungan ke Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar perguruan tinggi, membuka peluang kerjasama akademik, serta memperkuat jaringan antar mahasiswa di bidang hukum.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, 27 November 2024, ini dihadiri oleh perwakilan Ormawa UIN Salatiga, termasuk beberapa Ketua Ormawa dan sekretaris dari setiap HMPS. Mereka disambut hangat oleh Ketua BEM Fakultas Hukum UMJ.

Dalam sambutannya, Ketua BEM Fakultas Hukum UMJ, Satria Julian Eryanda, menyampaikan pentingnya kolaborasi antar universitas dalam mengembangkan kualitas pendidikan dan memperkaya wawasan mahasiswa di bidang hukum. “Kunjungan ini adalah langkah positif untuk memperluas jaringan akademik antara UIN Salatiga dan UMJ, khususnya dalam bidang ilmu hukum. Kami berharap, melalui kolaborasi ini, mahasiswa dapat saling belajar dan mengembangkan potensi mereka,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dema Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Rizki Pirmansah, yang akrab disapa Kiki, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Ormawa Fakultas Hukum UMJ. “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan untuk bisa berbagi pengalaman dan belajar dari Fakultas Hukum UMJ. Semoga kunjungan ini menjadi awal dari kerjasama yang bermanfaat bagi kedua pihak, baik dalam bidang akademik maupun kegiatan kemahasiswaan,” ungkapnya.

Selain diskusi tentang pengembangan pendidikan hukum, pertemuan ini juga mencakup sesi berbagi pengalaman mengenai kegiatan ormawa dan organisasi kemahasiswaan lainnya. Mahasiswa UIN Salatiga dan UMJ saling bertukar informasi mengenai program-program yang telah dijalankan, serta merencanakan potensi kolaborasi di masa depan, seperti seminar, pelatihan, dan kegiatan sosial yang melibatkan kedua universitas.

Kunjungan ini juga menunjukkan pentingnya membangun hubungan yang lebih erat antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Para mahasiswa yang hadir pun berharap kunjungan ini dapat memberi inspirasi untuk lebih aktif dalam mengembangkan diri serta memperluas jaringan profesional di dunia hukum.

Menuju Era Baru Organisasi Kemahasiswaan, Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Lakukan Benchmarking ke Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk Transformasi dan Inovasi

Penulis: Aris Afifudin, Editor:

Tangerang, 25 November 2024 – Dalam upaya memperluas wawasan dan memperkuat jaringan antar kampus, organisasi kemahasiswaan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga melakukan benchmarking ke Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan menjalin kolaborasi di berbagai bidang, khususnya dalam pengembangan organisasi kemahasiswaan serta kegiatan akademik dan non-akademik.

Delegasi dari Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, yang terdiri dari perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa, Senat Mahasiswa, serta HMPS HTN, HKI, dan HES, bertemu langsung dengan perwakilan organisasi kemahasiswaan (ORMAWA) Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan model organisasi kemahasiswaan yang sudah terbukti efektif di kampus tersebut.

Diskusi Produktif tentang Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan

Selama diskusi, kedua universitas membahas berbagai program unggulan, seperti pengembangan kepemimpinan mahasiswa, kegiatan sosial, serta peluang kolaborasi riset antar mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Menurut Rizki Pirmansah, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, benchmarking ini memberikan banyak wawasan dan ide inovatif yang dapat diterapkan di kampusnya.

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan untuk belajar langsung dari teman-teman ORMAWA Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang memiliki pengalaman luar biasa dalam mengelola organisasi kemahasiswaan. Kami berharap dapat mengadopsi beberapa ide dan konsep kegiatan yang kami pelajari untuk meningkatkan kualitas kegiatan di kampus kami,” ujar Rizki.

Menghadirkan Inovasi dalam Pengelolaan Organisasi Mahasiswa

Selain diskusi mengenai organisasi, delegasi Fakultas Syari’ah UIN Salatiga juga diajak untuk mengunjungi berbagai fasilitas akademik dan pusat penelitian di Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan ini memberi gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana universitas tersebut mendukung pengembangan mahasiswa di luar ruang kelas.

Menghadapi Tantangan Era Digital: Kolaborasi untuk Inovasi

Kunjungan ini juga membahas tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi di era digital. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan perlu semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan mereka. Sebagai contoh, Pemira (Pemilihan Raya) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah dilaksanakan melalui aplikasi digital. Hal ini memberikan pelajaran penting bagi ORMAWA Fakultas Syari’ah UIN Salatiga tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan.

Kolaborasi antara ORMAWA Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga menjadi semakin penting, terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan berbagai program yang bermanfaat bagi mahasiswa.

Menyongsong Era Baru Organisasi Kemahasiswaan di UIN Salatiga

Kunjungan ini diakhiri dengan rencana untuk mengadakan pertemuan lanjutan guna membahas kemungkinan kerja sama lebih lanjut serta cara-cara mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapat. Dengan semangat kolaborasi yang semakin kuat, baik dari ORMAWA Fakultas Syari’ah UIN Salatiga maupun ORMAWA Fakultas Syari’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang ilmu hukum dan syariah di Indonesia.