Pergerakan Nyata! Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Gelar Studi Banding ke Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta, Menuju Prestasi dan Inovasi Baru

Penulis: Aris Afifudin, Editor: Hijri

Jakarta, 25 November 2024 – Dalam upaya mempererat hubungan dan meningkatkan kolaborasi antar perguruan tinggi, Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga mengadakan studi banding ke Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat relasi dan berbagi pengalaman antara kedua organisasi mahasiswa (Ormawa) dalam menghadapi tantangan dan meraih prestasi.

Kunjungan ini disambut hangat oleh Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak saling berbagi pengalaman dalam mengelola organisasi dan menghadapi berbagai tantangan. Diskusi yang berlangsung sangat dinamis, dengan masing-masing delegasi menyampaikan pengalaman serta kiat-kiat sukses dalam membangun dan mengembangkan organisasi mahasiswa di masing-masing kampus.

Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta juga memaparkan berbagai prestasi yang telah mereka raih, termasuk keberhasilan dalam perlombaan sidang semu, baik di tingkat daerah maupun nasional. Berbagai tips dan trik yang dibagikan menjadi bekal penting bagi Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga untuk mengembangkan potensi mahasiswa di bidang akademik maupun non-akademik.

Nurul Fitriyana, Ketua Umum HMPS HKI UIN Salatiga, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Dalam kunjungan ini, kami banyak mendapatkan pengalaman berharga, baik dalam strategi pengembangan organisasi maupun pembelajaran yang diperoleh dari sesi berbagi pengalaman. Banyak hal baru yang bisa kami aplikasikan untuk memperkuat Ormawa kami. Semoga kolaborasi dan sinergi ini dapat terus berlanjut dan berkembang di masa depan,” ujarnya.

Studi banding ini diakhiri dengan sesi foto bersama serta penyerahan kenang-kenangan sebagai simbol kerjasama yang terjalin antara Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga dan Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta.

Implementasi Kerjasama, Fakultas Syariah UIN Salatiga laksanakan Benchmarking ke Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang dalam rangka  Meningkatkan Akreditasi Program Studi Unggul

Palembang, 22 November 2024 –Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melakukan kunjungan benchmarking ke Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (UM-Palembang) dalam rangka memperkuat langkah strategis untuk mencapai akreditasi unggul bagi program studi yang ada.

Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., selaku dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga bersama Wakil dekan I Dr. Farkhani, S.H.I.,S.H., MH, Wakil Dekan II Dr. Siti Zumrotun, M.Ag, Wakil Dekan III Sukron Ma’mun, S.H.I.,M.Si. Ph.D, Kaprodi HKI Dr. Ali Geno Berutu., MA.Hk. Kaprodi HES Endang Sriani, M.H. dan Kaprodi HTN Cholida Hanum, M.H.

Benchmarking ini diterima langsung oleh Dekan Fakultas Hukum UM-Palembang Abdul Hamid Usman, S.H., M.Hum, beserta Wakil Dekan I Fakultas Hukum Yudistira, S.H., M.Hum., Wakil Dekan II Dr. Khalisah Hayatuddin, S.H., M.Hum., Kaprodi Hukum Dr. Helwan Kasra, S.H., M.H., dan para dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan akademik, tata kelola institusi, hingga penyusunan dokumen pendukung akreditasi. Fakultas Hukum UMPalembang, yang telah memiliki pengalaman dalam meraih akreditasi unggul, menjadi mitra strategis bagi Fakultas Syariah UIN Salatiga dalam mencapai target yang diharapkan.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, kedua belah pihak berbagi pengalaman terkait strategi peningkatan mutu akademik, pengelolaan SDM, dan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi (SN-Dikti). Kedua institusi sepakat bahwa kolaborasi seperti ini dapat menjadi tonggak penting dalam penguatan mutu perguruan tinggi di Indonesia.

Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari pihak Fakultas Hukum UMPalembang. “Kami berharap kunjungan ini menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan kerja sama antara kedua institusi, sehingga dapat saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi berbasis keislaman dan keindonesiaan,” ujarnya.

Benchmarking ini bertujuan untuk melanjutkan kerja sama di berbagai bidang, termasuk penelitian bersama dan pengembangan program pengabdian kepada masyarakat. (AGB)


Dokumentasi Kegiatan:

Dalam Rangka Implementasi Kerjasama, Wadek 1 dan Wadek 2 Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Visiting Lecturer di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang

Palembang (22/11/2024)– Pimpinan dan pejabat di lingkungan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga mengadakan kunjungan ke kota yang dikenal dengan kuliner empek-empek, Kota Palembang. Pada rihlah ilmiah tersebut rombongan mengunjungi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang dan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Raden Fattah. Tujuan utamanya adalah benchmarking untuk persiapan akreditas program studi di Fakultas Syari’ah UIN Salatiga menuju unggul.

Selain pilihan kunjungan ke UM Palembang dan UIN Raden Fattah disebabkan seluruh program studi yang ada di kedua perguruan tinggi tersebut telah terakreditasi unggul, juga diadakan kerjasama sekaligus implementasinya.

Dekan Fakultas Hukum UM Palembang Abdul Hamid Usman, S.H., M.H. dalam sambutannya merasa gembira dan berterima kasih menjadi jujugan kunjungan dan Kerjasama tersebut sebab UM Palembang juga sedang bersiap untuk akreditasi ulang untuk mempertahankan nilai akreditasinya. Kedatangan rombongan dari Fakultas Syari’ah UIN Salatiga akan berdampak positif terhadap ketersediaan eviden untuk borang akreditasi. Adapun Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si menyampaikan terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dari UMP dan menyampaikan maksud kunjungan untuk belajar dan melakukan kerjasama untuk kepentingan akreditasi program studi di Fakultas Syari’ah UIN Salatiga.

Pada kesempatan kujungan tersebut, setelah seremonial penyambutan dan penandatangan Kerjasama, tim Fakultas Syariah UIN Salatiga dibagi dua, satu tim belajar dan mencari informasi persiapan akreditasi dengan jajaran pimpinan di Fakultas Hukum UMP, tim yang lain melakukan kegiatan visiting lecturer. Ada dua dosen yang melakukan visiting lecturer; Dr. Siti Zumrotun, M.Ag, dan Dr. Farkhani, S.H.I., S.H., M.H.

Dr. Farkhani, S.H.I., S.H., M.H. pada sesi visiting lecturer menyampaikan materi urgensi Filsafat Hukum Islam dalam Pembangunan Hukum di Indonesia. Materi ini disampaikan didasarkan pada fakta historis dan sosiologis bahwa warga negara Indonesia mayoritas muslim dan norma-norma agama tetap diakui sebagai bagian integral dari karakter bangsa. Apalagi pulau Sumatera dari ujung Aceh sampai ujung Lampung sejarah Islam dan hukum Islam sangat kental. Oleh karenanya menurut Farkhani, bahwa mengenalkan Filasafat Hukum Islam pada mahasiswa Fakultas Hukum yang tidak mempelajarinya secara khusus menjadi penting dan itu menjadi pengetahuan baru. Hal tersebut terbukti dengan antusiasme mahasiswa dan dialog interaktif dalam visiting lecturer itu, apalagi Farkhani menyampaikan materi dengan memberikan contoh konkrit dan kontemporer pada kasus-kasus hukum yang sedang viral baik nasional maupun internasional.

Di ruang lain, Dr. Siti Zumrotun, M.Ag menyampaikan materi seputar Ushul Fiqh dan Penggunaannya dalam Ijtihad. Bagi mahasiswa Fakultas Hukum UMP, materi ini sangat menarik sebab Bu Zum tidak hanya menyampaikan materi yang teoritis tetapi disampaikan pula bagaimana dalil-dalil hukum dalam Islam dijadikan sebagai landasan hukum dalam pembentukan hukum baru (ijtihad). Mahasiswa Fakultas Hukum UMP yang baru mendapatkan materi yang ringkas namun cukup detail sangat antusias mengikutinya, terbukti dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diberikan bahkan ada pertanyaan yang menghadirkan konteks terbaru dalam ranah fiqh.


Dokumentasi Kegiatan:

Visiting Professor: Prof. Ilyya Membangun Budaya Akademik di UIN Raden Fatah Palembang sebagai Implementasi Kerjasama

Palembang (22/11/2024)- Kunjungan akademik yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga beserta rombingan pejabatan Fakultas Syariah ke UIN Raden Fatah Palembang diisi dengan penyampaian orasi ilmian Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si. Orasi ini digelar dalam tajuk visiting professor, pada Jumat 22 November 2024.

Visiting professor ini selain dihadiri seluruh pejabat Fakultas Syariah UIN Raden Fatah Palembang juga dihadiri oleh para mahasiwa, sebanyak 100-an peserta. Dalam orasi ilmiah tersebut Prof. Ilyya menyampaikan pentingnya mahasiswa secara intesif mengasah kemampuan akademik, khususnya dalam tulis-menulis artikel.

Prof. Ilyya menegaskan bahwa kemampuan menulis artikel adalah salah satu syarat mutlak yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Kemampuan menulis artikel juga dapat dijadikan ukuran kematatangan akademik seseorang. Prof. Ilyya menambahkan bahwa mahasiswa tidak hanya perlu belajar teori tetapi juga menuliskan pengetahuannya dalam bentuk karya ilmiah.

Penulisan karya ilmiah dapat dilakukan dalam bentuk artikel yang diterbitkan oleh jurnal. Tulisan-tulisan di jurnal dapat menjadi sarana penyebaran ilmu pengetahuan. Jika hal tersebut dapat dilakukan maka ilmu pengetahuan akan tersebar dan masyarakat mendapatkan pencerahan dari tulisan-tulisan tersebut.

“Tanggung jawab akademik seorang ilmuwan, salah satunya dengan menulis artikel. Artikel ini adalah hasil penelitian dan pemikiran dan bentuk kepedulian akademik seorang ilmuwan pada masyarakat,” tegas Prof. Ilyya.

Peserta visiting professor juga nampak bersemangat mengikuti perkulihan singkat tersebut dan bertanya tentang dunia tulis menulis artikel jurnal dan juga artikel yang dapat dimuat pada jurnal terindeks Scopus. Prof. Ilyya menjelaskan bahwa tulisan yang akan dikirim ke jurnal ilmiah harus memenuhi standar akademik yang dipahami secara umum. Seperti aspek konten, mulai dari abstrak, pendahuluan metodologi, pembahasan hingga kesimpulan. Selain itu aspek-aspek teknis kepenulisan juga perlu diperhatikan seperti gaya selingkung, bahasa tulis, model sitasi, dan referensi. Seorang penulis harus memperhatikan semua aspek dengan seksama, agar pengetahuan yang ingan dibagi pada khalayak dapat dipahami secara komprehensif. (sm)

Read More

Fakultas Syariah UIN Salatiga Lakukan Benchmarking Akreditasi Unggul ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Malang, [19-20 November 2024] – Dalam upaya memperkuat proses akreditasi menuju predikat Unggul, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengadakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini disambut hangat oleh seluruh pengelola Fakultas Syariah UIN Malang dan dihadiri oleh jajaran akademik kedua institusi.

Acara ini dipimpin langsung oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Syariah UIN Malang, Dr. Zaenul Mahmudi, M.A., yang memastikan jalannya diskusi dan penyampaian materi berjalan efektif.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan 1 Fakultas Syariah UIN Salatiga, Dr. Farkhani, M.H., yang menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan ini. “Kami berharap melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Salatiga dapat mengambil pelajaran dari pengalaman dan strategi Fakultas Syariah UIN Malang dalam meraih akreditasi unggul,” ujarnya. Sambutan kedua disampaikan oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. Sudirman, M.A. Beliau menyambut hangat rombongan dari UIN Salatiga dan memberikan gambaran umum tentang UIN Malang, khususnya Fakultas Syariah. Sebagai asesor di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), beliau juga membagikan tips dan trik dalam menghadapi proses akreditasi, termasuk pentingnya strategi dalam memenuhi kriteria akreditasi.


Dr. Zaenul Mahmudi, M.A., Wakil Dekan 1 Fakultas Syariah UIN Malang, memberikan penjelasan khusus terkait poin internasionalisasi, yang menjadi salah satu kunci menuju akreditasi unggul. Beberapa langkah strategis yang diusulkan meliputi pengadaan kelas internasional, penyelenggaraan seminar internasional, dan kolaborasi dengan institusi luar negeri. Penjelasan dilanjutkan oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Syariah UIN Malang, Dr. Ainul Hakim, M.H., yang menguraikan perkembangan mahasiswa asing dan berbagai kerjasama internasional yang telah berhasil dijalin oleh Fakultas Syariah UIN Malang.
Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Dr. Muslih, turut berbagi pengalaman ekstrem dalam proses akreditasi. Salah satu strateginya adalah mendatangkan asesor eksternal yang dikenal sangat ketat dalam memberikan penilaian untuk melakukan simulasi sebelum pelaksanaan asesmen lapangan. Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) UIN Malang, membagikan pengalaman sukses HKI dalam melewati proses akreditasi FIBA A, termasuk langkah-langkah strategis yang diambil untuk mencapai target tersebut.
Kegiatan benchmarking ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara kedua pihak. Fakultas Syariah UIN Salatiga berharap dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari kunjungan ini untuk mempersiapkan diri menuju akreditasi unggul. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Syariah UIN Salatiga dalam meningkatkan kualitas akademik dan pengelolaan institusinya. Dengan sinergi dan pembelajaran dari Fakultas Syariah UIN Malang, harapan menuju akreditasi unggul semakin terbuka lebar.

Read More

Implementasi Kerjasama, Tiga Dosen Fakultas Syariah lakukan Visiting Lecture

Palangka Raya, Rabu, 13 Nopember 2024. Tiga orang dosen Fakultas Syariah (Fasya) UIN Salatiga melakukan visiting lecture di Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya. Tiga dosen tersebut adalah Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI, M.Si, Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H. dan Endang Sriani, M.H. Ketiganya memberikan materi perkuliahan pada tiga program studi di Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya, yakni pada Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES), Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Tata Negara (HTN).

Prof. Ilyya memberikan materi tentang Metode Penelitian. Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga ini menjelaskan bahwa; “Sebuah penelitian yang baik seyogyanya mendasarkan pada pemahaman akan metode penelitian yang baik pula. Tema penelitian harus sesuai dan konsisten penggunaan pendekatan penelitiannya, metode, teori, paradigma, hingga operasionalisasinya. Sebagai contoh, pada isu penelitian Hukum Keluarga Islam (HKI) yang menggunakan pendekatan sosiologis, sebaiknya dibarengi oleh peneliti dengan melakukan field research (penelitian lapangan). Penelitian lapangan bersumber dari data primer, yakni data yang diambil dari actor (pelaku). Oleh karenanya in depth interviews (wawancara secara mendalam) mutlak diperlukan.” Jelas Ketua Umum Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia ini.

Sementara itu, Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H. yang memberikan materi pada Prodi HTN menjelaskan tentang pentingnya karya tulis, baik oleh dosen maupun mahasiwa. Dalam kesempatan visiting lecture ini, Chairul Huda mendengarkan langsung dari mahasiswa. Menurut sejumlah mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya mengatakan bahwa penulisan artikel jurnal dapat menjadi pengganti skripsi sebagai syarat kelululusan.

“Penulisan artikel jurnal yang baik harus melakukan riset terhadap destinasi jurnal yang dituju. Kita harus betul-betul membaca berbagai ketentuan jurnalnya. Masing-masing jurnal memiliki keunikan tersendiri. Baik berkaitan dengan focus and scope, author guidelines, template, citation style dan ketentuan-ketentuan lainnya. Oleh karenanya penting untuk membaca artikel-artikel yang telah dipublish oleh jurnal yang ingin kita submit tersebut”, terang Editor in Chief Jurnal Ijtihad ini.

Ketua Program Studi HES UIN Salatiga, Endang Sriani, M.H., menyampaikan tentang isu-isu aktual dalam bidang Hukum Ekonomi Syariah (HES). Pada awal materi, Endang melakukan tanya jawab mengenai kompetensi lulusan HES, kemudian fokus terhadap pemaparan bagaimana melaksanakan penelitian di bidang HES. “Isu-isu tentang kajian HES banyak yang up to date serta menarik untuk diteliti. Misalnya isu tentang transaksi Bitcoin, transaksi non tunai (cashless), Akad rahn, tema tentang halal tourism, halal food, sertifikasi halal dan lain sebagainya. Termasuk tentang jual beli virtual dan bisnis jasa yang marak akhir-akhir ini. Isu-isu tersebut layak untuk diteliti baik sebagai tema skripsi maupun artikel jurnal.” Tegas Managing Editor Jurnal Ijtihad ini. 


Dokumentasi:

Kolaborasi Pendidikan, Penelitian, Pengabdian; Fakultas Syariah UIN Salatiga jalin kerjasama dengan Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya

Rabu, 13 Nopember 2024. Bertempat di Kampus IAIN Palangka Raya, Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si melakukan penanda tanganan Perjanjian Kerjasama dengan Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya. Dr. Syarifuddin, M.Ag selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya menyambut baik kehadiran rombongan dari Fakultas Syariah UIN Salatiga.

“Kami merasa bahagia mendapatkan kehormatan menerima kunjungan Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.SI selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga sekaligus Ketuam Umum Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia. Kita bisa saling belajar antara Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya dengan Fakultas Syariah UIN Salatiga. Apalagi, baru-baru ini UIN Salatiga berhasil memperoleh akreditasi UNGGUL dari Badan Akreditasi Perguruan Tinggi. Kita berharap kerjasama ini memberikan kemanfaatan bagi mahasiswa maupun dosen pada kedua fakultas. Oleh karenanya, Kerjasama ini harus direalisasikan dan dioptimalkan.” Jelas Dr. Syarifuddin.

Sementara itu, Prof. Ilyya mengatakan; “Kolaborasi dan kerjasama ini diharapkan meningkatkan kualitas kedua fakultas dalam rangka suksesnya pendidikan, penelitian serta pengabdian masyarakat. Apalagi Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya telah memiliki jurnal internasional bereputasi (Scopus), yakni jurnal El-Mashlahah, dan Fakultas Syariah UIN Salatiga memiliki jurnal Ijihad yang telah terindeks Scopus dan juga Journal Indonesian Law yang telah terakreditasi SINTA. Saya berharap pengelolaan jurnal dan kualitas tulisan dari mahasiswa maupun dosen kedua fakultas dapat terus meningkat.”

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H. selaku Sekretaris Jurusan Fakultas Syariag sekaligus Editor in Chief Jurnal Ijtihad dan Endang Sriani, M.H. selaku Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah sekaligus managing editor Jurnal Ijtihad.

Dari civitas akademika Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya turut hadir, Dr. Surya Sukti, M.A selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Abdul Khair, M.H. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan, Dr. Ali Murtadho, M.HI selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Sabaruddin, M.H. selaku editor in Chief Jurnal El Mashlahah, beserta para dosen, tenaga pendidikan di lingkungan Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya.  


Dukumentasi:

Persembahkan Medali Emas di Kejurnas INKAI 2024, Dinda Harumkan Fakultas Syariah UIN Salatiga

Penulis: Hijri, Editor: Nanang

Jakarta, 10 November 2024 – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) INKAI 2024 yang berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta Timur pada 8-10 November, resmi dibuka oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn. Marciano Norman. Dalam ajang ini, berbagai prestasi gemilang dari atlet karate Indonesia turut dipamerkan, salah satunya oleh Dinda Karisanisa Salsabila, mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah UIN Salatiga.

Dinda berhasil meraih medali emas pada Kejurnas INKAI 2024, sebuah pencapaian yang sangat membanggakan dan sekaligus menambah daftar prestasi mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga. Dalam wawancara setelah kemenangan, Dinda menyampaikan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, setelah perjalanan panjang, saya bisa meraih medali emas di Kejurnas INKAI 2024. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tapi juga sebuah kebanggaan membawa nama Jawa Tengah dan tentunya mengharumkan nama Fakultas Syariah UIN Salatiga, serta almamater kuliah saya,” ungkap Dinda dengan penuh semangat.

Bagi Dinda, meraih medali emas adalah hasil dari perjuangan yang tidak mudah. “Tentu saja, bagi sebagian orang medali emas bisa saja terlihat biasa, tapi bagi saya ini adalah pencapaian luar biasa. Proses panjang yang saya jalani untuk sampai di titik ini adalah bukti bahwa kerja keras dan ketekunan akan selalu membuahkan hasil,” kata Dinda dengan tekad yang kuat.

Dinda juga menyampaikan bahwa pencapaian ini bukan hanya soal kemenangan, melainkan juga sebagai bukti bahwa setiap tantangan bisa dihadapi jika kita tidak pernah menyerah. “Setelah melewati berbagai keterpurukan, saya bisa bangkit dan mencapai hasil ini. Harapan saya ke depan adalah terus berkembang dan mempertahankan prestasi yang sudah saya raih, serta memberikan inspirasi bagi orang lain,” tambahnya.

Keberhasilan Dinda di Kejurnas INKAI 2024 tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menambah deretan prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga. Prestasi ini turut mengharumkan nama almamater dan menjadi bukti bahwa semangat juang dan dedikasi bisa membawa hasil yang luar biasa. Dinda berharap prestasinya ini bisa memotivasi atlet muda lainnya untuk terus berjuang meraih impian mereka, serta memperlihatkan bahwa kesuksesan adalah hasil dari kerja keras, doa, dan dukungan yang tak kenal henti.

Dalam Rangka Implementasi Kerjasama, Editor in Chief Jurnal Ijtihad berikan materi pada Legal Writing Academy Fakultas Hukum UNNES

Semarang-Sabtu, 09 Nopember 2024, bertempat di auditorium Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES), Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H. selaku Editor in Chief (EiC) Jurnal Ijtihad Fakultas Syariah UIN Salatiga memberikan materi tentang penulisan artikel ilmiah. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lex Scietia yang bertajuk; “Legal Writing Academy: Write with Precision, Influence with Insight”.

Kegiatan dihadiri oleh sekira 200 mahasiswa Fakultas Hukum UNNES. Hadir dalam kesempatan tersebut dan membuka acara secara resmi Dr. Indah Utari, S.H., M.Hum selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Dr. Indah menyambut baik kegiatan ini; “Saya mewakili pimpinan Fakultas Hukum UNNES merasa bangga kepada para mahasiswa yang telah menginisasi kegiatan yang bagus ini. Dengan kemampuan menulis yang baik, kita bisa dikenal oleh masyarakat luas. Selain itu, kita bisa memberikan kontribusi ilmiah dalam bidang hukum melalui artikel-artikel yang telah terpublish pada jurnal. Namun demikian, kemampuan menulis perlu terus diasah.

Lebih lanjut, Dr. Indah mengatakan; “Mahasiswa Fakultas Hukum UNNES yang telah dibekali dengan berbagai materi dalam perkuliahan memiliki potensi untuk dapat meningkatkan kemampuan menulis dengan baik. Kemampuan menulis yang baik tidak bisa hadir tiba-tiba, tetapi harus dengan bacaan yang kuat, perbanyak referensi, serta dilatih terus menerus. Oleh karenanya saya bersyukur, Bapak Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H. selaku EiC Jurnal Ijtihad dari Fakultas Syariah UIN Salatiga berkenan membersamai para mahasiswa untuk belajar kepenulisan artikel Jurnal.” Jelas doktor lulusan Universitas Diponegoro ini.

Dengan mengutip perkataan Sahabat Rasulullah, Ali Bin Abi Thalib, Dr. M. Chairul Huda, M.H. menjelaskan kepada mahasiswa; “Ikatlah ilmu dengan menulis”. Mengapa, karena dengan menulis, ilmu yang telah kita tuliskan merupakan ilmu yang paling membekas di benak kita. Oleh karenanya, menulis baik dalam bentuk skripsi maupun artikel jurnal penting dilakukan oleh mahasiswa.

“Penulisan artikel jurnal yang baik harus melakukan riset terhadap destinasi jurnal yang dituju. Kita harus betul-betul membaca berbagai ketentuan jurnalnya. Masing-masing jurnal memiliki keunikan tersendiri. Keunikan tersebut berkaitan dengan focus and scope, author guidelines, template, citation style dan ketentuan-ketentuan lainnya. Oleh karenanya penting untuk membaca artikel-artikel yang telah dipublish oleh jurnal yang ingin kita submit tersebut,” terang Editor in Chief Jurnal Ijtihad ini.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof. Dr. Ali Masyhar Mursyid, S.H., M.H. disela-sela kesibukannya mengatakan bahwa, “Bagi mahasiswa yang artikelnya terbit di Jurnal Bereputasi Internasional (Scopus/Wos) tidak perlu menulis skripsi. Tugas akhir perkuliahan dapat digantikan dengan artikel jurnal bereputasi, baik SINTA 2 maupun jurnal yang telah terindeks Scopus.” Tampaknya angin segar berupa kebijakan inilah yang membuat mahasiswa Fakultas Hukum UNNES antusias mengikuti kegiatan Legal Writing Academy ini.

Read More

Implementasi Kerjasama, Dosen Prodi Hukum Tata Negara jadi narasumber dalam Focus Group Discussion di Universitas Kristen Satya Wacana

Salatiga, 8 November 2024 – Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Hukum dan Konstitusi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) pada tanggal 8 November 2024 di Kayu Arum Resort, Cholida Hanum, M.H., Ketua Prodi Hukum Tata Negara,didapuk sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Implementasi UUD 1945: Hubungan Legislatif-Eksekutif Berdasarkan Presidensialisme (Usulan Kerangka Hukum yang Ideal).”

Dalam pemaparannya, Cholida Hanum menyoroti pentingnya penerapan prinsip presidensialisme yang tepat dalam hubungan antara lembaga legislatif dan eksekutif di Indonesia. Ia mengemukakan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 memberikan dasar yang kuat untuk pembentukan sistem pemerintahan presidensial, namun implementasinya sering kali menimbulkan tantangan dalam praktik hubungan antara kedua lembaga tersebut.

“Pemisahan kekuasaan antara legislatif dan eksekutif harus didasari oleh kerangka hukum yang jelas, sehingga tercipta sebuah hubungan yang harmonis dan saling mendukung, bukan saling mengalahkan. Salah satu poin penting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana agar kedua lembaga ini dapat bekerja dengan optimal dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien,” ujar Cholida Hanum dalam sesi tersebut.

Lebih lanjut, Cholida juga mengusulkan beberapa langkah untuk memperkuat dan memperjelas hubungan antara legislatif dan eksekutif dalam sistem presidensial Indonesia, termasuk dengan memperbaharui kerangka hukum yang ada agar lebih sesuai dengan kebutuhan zaman dan tantangan kontemporer. Ia menekankan perlunya penataan ulang mekanisme checks and balances, yang dapat menciptakan stabilitas politik tanpa mengurangi akuntabilitas pemerintahan.

FGD ini dihadiri oleh para akademisi, praktisi hukum, serta mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana, yang memberikan perhatian besar terhadap topik tersebut. Diskusi yang berlangsung dengan hangat ini memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi lebih mendalam mengenai tantangan dan peluang dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip konstitusional dalam konteks kekinian.

Pusat Studi Hukum dan Konstitusi UKSW berharap kegiatan FGD ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pemikiran dan kebijakan terkait dengan sistem pemerintahan di Indonesia, khususnya terkait dengan hubungan legislatif-eksekutif yang semakin relevan dalam menghadapi dinamika politik dan hukum saat ini.

Cholida Hanum, M.H. mengakhiri sesi tersebut dengan mengingatkan bahwa penerapan konstitusi secara ideal memerlukan kesepakatan bersama yang melibatkan seluruh pihak, baik pemerintah, legislatif, maupun masyarakat sipil, untuk menciptakan sistem pemerintahan yang kuat dan berkelanjutan.