Komitmen Perkuat Pemberdayaan dan Pelestarian Sumber Air Desa: SPPQT dan PUSBAKUM Teken Kerjasama Pengelolaan Lingkungan

Salatiga, 06 Oktober 2024 – Bertempat di kantor Pusat Bantuan Hukum (PUSBAKUM) UIN Salatiga, telah dilaksanakan acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) dan PUSBAKUM. Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, dengan fokus pada advokasi kebijakan desa terkait pengelolaan lingkungan hidup dan air.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pelaksana Serikat SPPQT, Muhammad Lisin yang turut menyampaikan harapan besar terhadap kerjasama ini. “Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memperkuat daya juang masyarakat desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,” ujar Muhammad Lisin.
Ia menambahkan bahwa SPPQT berkomitmen untuk mendampingi petani dan masyarakat desa dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada pelestarian lingkungan. “Kami ingin agar kerjasama ini tidak hanya menghasilkan kebijakan yang pro-lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat desa agar dapat mengelola sumber daya alam mereka secara mandiri dan berkelanjutan,” harap Muhammad Lisin.
Acara penandatanganan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang berkepentingan dalam upaya melestarikan lingkungan hidup di wilayah Temanggung. Dalam kerjasama ini, terdapat beberapa poin penting yang disepakati kedua belah pihak, antara lain:
• Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat: Melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat desa dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
• Hubungan Kelembagaan: Penguatan sinergi antara SPPQT dan PUSBAKUM dalam rangka memperjuangkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan masyarakat desa, khususnya dalam hal pengelolaan sumber daya alam.
• Pemanfaatan Sumber Daya Manusia dan Sarana: PUSBAKUM akan menyediakan dukungan sumber daya manusia (SDM) dan sarana untuk mendukung pengembangan dan implementasi kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan perubahan iklim.
• Kegiatan Lain yang Disepakati: Termasuk program-program pelatihan dan advokasi kebijakan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa.


Fokus utama dari kerjasama ini adalah pembuatan Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur tentang pelestarian lingkungan hidup, dengan penekanan pada pengelolaan air dan perubahan iklim. Salah satu wujud konkrit dari program ini adalah pengadaan dan pelestarian sumur resapan di daerah Temanggung pada periode 2025-2027.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur PUSBAKUM, M. Yusuf Khummaini, S.H.I., M.H., C.M., menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup, khususnya dalam hal konservasi air. “Langkah ini penting untuk menjamin keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang. PUSBAKUM hadir untuk mendukung SPPQT dalam mengadvokasi dan merumuskan kebijakan desa yang dapat melestarikan sumber daya air, yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar M. Yusuf Khummaini.
Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan dapat tercipta kebijakan desa yang pro-lingkungan, serta mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian sumber daya alam di desa mereka. Program ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain yang ingin mengembangkan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.
Acara penandatanganan ini diakhiri dengan penyerahan simbolis dokumen kerjasama oleh kedua belah pihak, yang menandakan dimulainya kerjasama antara SPPQT dan PUSBAKUM dalam pengabdian dan pemberdayaan masyarakat melalui advokasi kebijakan desa terkait pengelolaan lingkungan hidup.

Dokumentasi Kegiatan:

Sekretaris Jurusan Fakultas Syariah Serukan Anti Pornografi dan Pornoaksi di Kalangan Siswa

Selasa, 4 Nopember 2024– Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H. selaku Sekretaris Jurusan Fakultas Syariah UIN Salatiga menjadi pembicara pada Seminar Anti Pornografi dan Pornoaksi di SMA 1 Salatiga.

Seminar berlangsung di gedung serbaguna SMA 1 Salatiga dan dibuka secara resmi oleh Bapak Subroto, S.Pd., M.Pd. selaku kepala sekolah. Kegiatan tersebut dihadiri sekira ratusan siswa, para guru dan civitas akademika SMA 1 Salatiga.
Dalam sambutannya, Bapak Subroto, M.Pd menjelaskan; “Era saat ini yang sarat dengan globalisasi dan digitalisasi memberikan kemudahan akses informasi. Namun demikian, akses informasi dan internet memiliki sisi positif dan sisi negatif. Sisi positifnya, setiap orang dapat menggunakannya untuk belajar dan menambah ilmu pengetahuan. Sementara sisi negatifnya, dapat digunakan pada tindakan atau tontonan yang tidak sesuai hukum dan norma-norma agama, misalnya untuk judi online ataupun pornografi dan pornoaksi. Oleh karenanya, seminar ini penting dilaksanakan sebagai pemahaman literasi digital yang positif bagi siswa,” jelasnya.

Dalam paparan materinya, Chairul Huda menjelaskan bahwa data saat ini, 212 juta penduduk Indonesia merupakan pengguna internet atau 77% dari 276 juta dari keselurahan populasi. Data juga menjelaskan bahwa 60% dari penduduk Indonesia aktif di sosial media. Kalangan internasional telah mengakui “kehebatan” dari netizen +62.

Besarnya kwantitas penduduk Indonesia yang telah familiar dengan internet ini harus dibarengi dengan kebijaksanaan dalam penggunaannya. Berbagai situs maupun platform social media selayaknya dimanfaatkan dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, bukan justru menjadi ajang pornografi maupun pornoaksi. Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Infromasi diharapkan tegas dalam pengawasan terhadap situs-situs yang melanggar hukum dan moralitas. Selain itu program-program dalam rangka penguatan literasi digital nampaknya perlu terus digalakan. Mengingat generasi muda yang dikenal dengan sebutan Gen-Z inilah saat ini merupakan mayoritas pengguna internet. Mereka jugalah masa depan bangsa ini.

“Saya yakin siswa SMA 1 dapat selalu berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik. Terbukti dengan kiprah alumninya yang telah diakui masyarakat. Karakter siswa SMA 1 Salatiga harus memuat tiga kesalehan, yakni saleh ritual, saleh sosial dan saleh algortima,” harap doktor lulusan Universitas Diponegoro ini.

Implementasi Kerjasama Fakultas Syariah dengan Mahkamah Konstitusi gelar Kuliah Umum

Laporan: Sekar, Annisa, Ida; Editor: Nanang

Salatiga, Fasya- Jum’at, 1 November 2024. Fakultas Syariah UIN Salatiga menyelenggarakan kuliah umum bertema “Dinamika dan Implikasi Hukum Islam dalam Putusan Mahkamah Konstitusi” di Aula Lantai 3 Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, menghadirkan Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.S.i., Pr.M., LL.D., Hakim Konstitusi Republik Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bentuk Kerjasama perdana yang dilakukan oleh Fakultas Syariah dan Mahkamah Konstitusi RI. Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si menyampaikan menyambut baik kegiatan tersebut, karena mahasiswa dapat mendengarkan secara langsung, penjelasan mengenai persoalan-persoalan hukum Islam dalam berbagai Keputusan yang telah diambil oleh Mahkamah Konstitusi sejauh ini.

“Kerjasama ini, sebenarnya merupakan inisiasi dari Fakultas Syariah yang disambut baik oleh MK. Kebetulan MK memang memiliki banyak kegiatan khususnya membangun kesadaran masyarakat dan kepekaan masyarakat terhadap hukum. Sehingga jika ada hukum atau secara khusus pasal-pasal yang tidak sesuai dengan UUD kita, masyarakat dapat menecermati dan mengajukan keberatan pada MK”, terang Prof. Ilyya saat menyambut rombongan Hakim MK yang dipimpin oleh Dr. Arsul Sani.

Kegiatan kuliah umum ini diawali dengan penyerahan MoU dari MK kepada Fakulas Syariah. Sebelum penyerahan dalam seremonial tersebut, Rektor UIN Salatiga Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag., menyampaikan sambutan hangatnya atas kerjasama tersebut. Dalam sambutannya Rektor UIN Salatiga menyampaikan terima kasih apresiasi yang takterhingga atas bentuk kerjasama untuk perkembangan UIN Salatiga.  Tidak lupa Rektor menyampaikan beberapa kemajuan UIN Salatiga, serta komitmennya dalam membangun masa depan bangsa melalui pendidikan.

“Kepada Yang Mulia Hakim MK, Bapak Dr. Arsul Sani, kami menyampaikan terima kasih atas bentuk Kerjasama ini. Tadi sudah ada banyak tawaran, dan kami menyambut baik tawaran-tawaran tersebut”, jelas Prof. Zakiyuddin saat membuka kegiatan ini.

Hakim MK, Dr. Arsul Sani menyampaikan kuliah umum terkait dengan berbagai kewenangan dan kebijakan-kebijakan yang telah diambil oleh MK sejauh ini. Kuliah ini disampaikan dengan penuh antusias dihadapan tidak kurang dari 150 peserta yang memadati Aula Fakultas Syariah di lantai 3. Peserta juga mendengarkan dengan seksama berbagai isu-isu hukum Islam yang telah mendapatkan putusan di MK sepanjang 5 tahun terakhir ini.

Tidak lupa Hakim MK, Dr. Arsul Sani dalam pemaparannya menyoroti isu-isu penting terkait dinamika hukum Islam dalam putusan MK. Beliau juga menyinggung Putusan MK No. 90 yang dinilai kontroversial, berdampak pada turunnya kepercayaan publik terhadap MK. Beliau juga menyampaikan pemikiran penting tentang perlunya UU Lembaga Kepresidenan untuk memperjelas batas-batas kekuasaan presiden, serta pengaturan ketenagakerjaan dan penggunaan tenaga kerja asing yang harus didahului prioritas bagi tenaga kerja lokal.

Dalam sesi interaktif, mahasiswa UIN Salatiga antusias mengajukan pertanyaan, menunjukkan respons aktif terhadap isu-isu hukum kontemporer. Hakim Arsul juga memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa untuk tidak pesimis dalam belajar dan menekankan pentingnya nilai-nilai seperti integritas dan kerjasama.

Terkait dengan Kerjasama atau MoU tersebut, turut hadir bersama rombongan MK, ini Panitera Muda, Dr. Wiryanto. Dia menambahkan bahwa berbagai bentuk Kerjasama yang akan dijalin oleh MK dengan Fakultas Syariah dapat direalisasikan segera dalam bentuk pelatihan atau Bimbingan Teknis (Bimtek) beracara di MK.

“Fakultas Syariah dapat secara aktif mengajukan pelatihan atau Bimtek, atau dapat juga mengikuti kegiatan yang akan dilakukan MK. Semua kurikulum pelatihan atau Bimtek telah kami siapkan. Silakan komunikasi dengan kami untuk kerjasama tersebut”, jelas Dr. Wiryanto.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, Ph.D yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyatakan kesanggupannya untuk menindaklanjuti kerjasama tersebut. Beliau menjelaskan bahwa kerjasama ini akan sangat berguna bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa semester lima atau tujuh. Dia menyampaikan pula, kemungkinan bentuk kerjasama dalam bentuk penempatan mahasiswa praktik di MK dalam tahun-tahun ke depan.

Dokumentasi Kegiatan:

Komitmen FaSya Siapkan Lulusan: Sekolah Pranikah 2024 Ajak Gen Z Siap Menikah dengan Ilmu dan Keterampilan

Penulis: Hijri ; Editor: Nanang
Salatiga, FaSya – Dalam upaya memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi Mahasiswa yang termasuk generasi muda sebelum melangkah ke jenjang pernikahan, acara Sekolah Pranikah 2024 bertema “Gen Z Goes to Samawa” digelar di Aula Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga pada 28 Oktober 2024. Acara ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga Islam (HKI) FaSya UIN Salatiga dengan mengundang DEMA dan SEMA FaSya, HMPS HKI dari Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) dan HMPS HKI UIN Walisongo.
Ketua Panitia, Yusuf Tauzini, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan wawasan yang berguna bagi para peserta. “Kami ingin agar peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk membangun keluarga yang samawa di masa depan,” ujarnya.
Nurul Fitriana, Ketua HMPS HKI, juga menambahkan pentingnya acara ini. “Ilmu yang didapat sangat linier dengan bidang studi kami, terutama bagi teman-teman yang sudah berada di semester 7 dan akan segera lulus. Bekal ilmu ini sangat diperlukan untuk menjalani kehidupan berumah tangga,” ungkapnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., Dekan FaSya UIN Salatiga. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dan menekankan pentingnya persiapan yang matang sebelum pernikahan. “Kami berharap dengan adanya program ini, para peserta akan lebih siap saat memasuki jenjang pernikahan,” jelasnya. Ia juga berharap HMPS HKI dapat bekerja sama dengan para penyuluh di KUA untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan pranikah.


Sebagai keynote speaker, Prof. Ilyya menegaskan bahwa “Ketahanan keluarga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan patologi sosial yang semakin kompleks. Keluarga yang kuat dapat melindungi anggotanya dari dampak negatif dan membantu mereka dalam menghadapi berbagai kesulitan.”
Materi berikutnya dipaparkan oleh Ibu Adhayani Saleng Pagesongan, S.Ag., M.H., Wakil Ketua Pengadilan Agama Kota Salatiga, yang membahas Manajemen Konflik dalam Rumah Tangga. “Setiap pasangan pasti menghadapi konflik, namun yang terpenting adalah bagaimana kita mengelolanya. Komunikasi yang baik dan pemahaman satu sama lain adalah kunci untuk menyelesaikan masalah,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya kesadaran dan keterampilan dalam mengelola konflik untuk menciptakan hubungan yang harmonis.
Selanjutnya, H. M. Tafta Zani, S.H.I., M.H., Kepala KUA Kecamatan Bregas, memberikan materi tentang Pendidikan Pra Nikah. Ia menjelaskan, “Pendidikan pra nikah bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan fondasi penting bagi pasangan untuk memahami hak dan kewajiban masing-masing dalam berumah tangga.” Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan ilmu yang didapat dalam membangun kehidupan berkeluarga yang sejahtera.
Acara ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas.

Dokumentasi Kegiatan:

Kolaborasi Strategis antara Hukum dan Syariah: FaSya UIN Salatiga bersama 8 Fakultas Hukum gelar pelatihan paralegal sebagai bentuk implementasi kerjasama antar lembaga

Laporan: Hijri ; Editor: Nanang

Semarang,FaSya– Dalam upaya meningkatkan akses keadilan bagi masyarakat, Fakultas Syariah UIN Salatiga bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Semarang (FH-USM) menggelar pelatihan paralegal yang berjudul “Peran Paralegal dalam Memberikan Bantuan Hukum Guna Mewujudkan Access to Justice bagi Masyarakat.” Kegiatan yang berlangsung secara hybrid (luring dan daring) 15/10/2024 ini melibatkan kerjasama antara FH-USM dan Fakultas Syariah (Fasya) UIN Salatiga, serta tujuh perguruan tinggi lainnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa paralegal dari berbagai universitas, termasuk:
• Universitas Muhammadiyah Mataram
• Universitas Muhammadiyah Kupang
• Universitas Muhammadiyah Tangerang
• Universitas Merdeka Madiun
• Universitas Wahid Hasyim
• Undaris
• Universitas Darus Salam Gontor
• IAIN Kudus

Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Amri P. Sihotang, S.S., S.H., M.Hum., Dekan Fakultas Hukum USM. Beliau menegaskan pentingnya peran paralegal dalam mendukung pengacara serta memberikan bantuan hukum bagi masyarakat. “Paralegal adalah jembatan antara hukum dan masyarakat, membantu mereka yang tidak mampu mendapatkan akses hukum,” ujar Dr. Amri.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan ilmu langsung dari pemateri berpengalaman:

  1. M. Ali Purnomo, S.H., M.H. – Memaparkan peran paralegal dalam konteks UU Nomor 16 Tahun 2021 dan bagaimana mereka menjadi garda terdepan dalam memberikan advokasi bagi masyarakat yang kurang mampu.
  2. Dr. Rahmat Muhajir Nugroho, S.H., M.H. – Dengan semangat, beliau menyampaikan pentingnya hak asasi manusia dalam praktik paralegal, memberikan wawasan mendalam melalui sesi daring.
  3. Dr. Ahmad Dwi Nuryanto, S.H., M.H., M.M. – Mengajak peserta untuk menggali teknik penyusunan dokumen laporan pengaduan dan kronologis yang krusial dalam proses hukum.
  4. Dr. Agus Saiful Abib, S.H., M.H. – Menutup sesi dengan membahas urgensi paralegal dalam mewujudkan keadilan, serta kemampuan advokasi yang harus dimiliki paralegal untuk memberdayakan masyarakat.

Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menginspirasi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta dilatih untuk memahami isu-isu hukum yang dihadapi masyarakat, serta berperan aktif dalam memfasilitasi akses keadilan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat menjadi paralegal yang handal, siap memberikan bantuan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dr. Subaidah Ratna Juita, S.H., M.H., selaku ketua panitia pelaksana.

Dengan suksesnya pelatihan ini, Fasya UIN Salatiga dan mitra kerjasamanya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan hukum dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pelatihan ini adalah langkah awal bagi mahasiswa untuk berkarir dalam dunia hukum dan menjadi solusi bagi masalah hukum yang ada di masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan, tetapi juga mengajak mereka untuk berkontribusi dalam menciptakan sistem peradilan yang lebih adil dan merata.

Menjadi Narasumber di Konferensi Internasional, Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga Soroti ketahanan keluarga dalam menghadapi patologi social

Laporan: Hijri; Editor:Nanang

Medan-FaSya – Dekan Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., ikut menghadiri sebagai narasumber dalam penyelenggaraan konferensi internasional dengan tema “Family Resilience in Social Pathology” yang diselenggarakan oleh UIN Sumatera Utara pada Senin, 7 Oktober 2024. Acara ini berlangsung di Royal Suite Condotel, Medan. Hadir dalam konferensi akademisi, peneliti, serta narasumber dari berbagai negara, yang bertujuan untuk membahas isu-isu terkini mengenai ketahanan keluarga di tengah tantangan sosial.

Pembukaan dimulai dari sambutan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum yang diwakili oleh Wakil Dekan I, Dr. H. Sugeng Wanto, S.Ag., M.Ag., “menyoroti pentingnya konferensi untuk membahas isu hukum keluarga, dengan melibatkan para ahli dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman”.


Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag., menambahkan “menekankan perlunya kajian ulang terhadap hukum keluarga Islam agar dapat menghadapi tantangan sosial seperti pinjaman online dan judi. Konsep-konsep seperti ikatan lahir batin dalam perkawinan, tujuan sakinah, mawaddah, warahmah, serta prinsip mempersulit perceraian perlu lebih dioperasionalkan”.
Dalam konferensi yang penuh antusiasme ini, Prof. Ilyya dalam materinya membahas tantangan hukum keluarga dan pentingnya ketahanan keluarga di era modern yang penuh dinamika. Serta menekankan urgensi kolaborasi internasional untuk menangani isu-isu yang mempengaruhi keluarga. Hal penting untuk digaris bawahi perlunya pendekatan holistik dalam memahami patologi sosial yang dihadapi masyarakat, serta bagaimana hukum dapat berperan sebagai fondasi untuk membangun ketahanan keluarga.
Konferensi ini juga menampilkan pemateri terkemuka lainnya, seperti Dr. Haji Azme Bin Haji Matali dari Brunei, yang menjelaskan efektivitas program konseling dalam mengurangi angka perceraian, dan Prof. Dr. Ilyya Muhsin, yang berbagi wawasan tentang pentingnya komunikasi efektif dalam memperkuat ketahanan keluarga. Dalam sesi yang menarik perhatian peserta, Prof. Ilyya memaparkan strategi komunikasi yang dapat diterapkan untuk membangun kepercayaan dan saling mendukung dalam keluarga.
Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana peserta dapat langsung berdiskusi dengan para narasumber. Penutupan acara diwarnai dengan antusiasme peserta, yang terinspirasi oleh pandangan mendalam Dekan UIN Salatiga. Kontribusinya dalam diskusi global ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Dengan semangat kolaborasi, konferensi ini menjadi langkah awal dalam membangun masa depan keluarga yang lebih resilient.

Sinergi untuk Akreditasi: Pusbakum FaSya UIN Salatiga Berikan Kiat Raih Akreditasi Kemenkumham pada Kunjungan PKBH IAIN Cirebon

Penulis: Hijri

Salatiga, FaSya – Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) UIN Salatiga telah menerima kunjungan dari Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam rangka kolaborasi strategis untuk meningkatkan kualitas dan akreditasi organisasi bantuan hukum (OBH). Kegiatan benchmarking ini berlangsung pada 4 Oktober 2024, bertujuan untuk mempersiapkan PKBH UIN Cirebon dalam proses akreditasi sesuai dengan standar nasional.
Kegiatan ini diadakan di ruang rapat Gedung Pusbakum UIN Salatiga, melibatkan diskusi mendalam dan sesi berbagi pengalaman antara kedua lembaga. Direktur Pusbakum UIN Salatiga, M. Yusuf Khummaini, S.H.I., M.H., CM., beserta tim Advocat serta paralegal menyambut hangat kunjungan ini. Tim PKBH UIN Siber Cirebon, yang dipimpin oleh Ketua Ahmad Khoirudin, M.H., dan diiringi oleh Wakil Ketua Ahmad Dzuizzin, M.H., Sekretaris Jenderal Ahmad Ibrizul Izzi, S.H., M.H., Bendahara Novi Fitriani, S.H., M.H., serta Advokat Mohammad Riski Ramadhan, S.H., berkunjung ke Pusbakum UIN Salatiga yang sudah berpengalaman dalam akreditasi pada tahun 2021 lalu.
Ahmad Khoirudin menyatakan, “Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat dan mempermudah proses akreditasi PKBH UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap aspek layanan hukum kami memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah dan lembaga terkait.”
Sesi pemaparan materi, Yusuf khummaini yang di damping oleh sekretaris Pusbakum Nurun Jammaluidin, M.H., CM. memaparkan tentang standar akreditasi OBH, simulasi layanan bantuan hukum, dan evaluasi kinerja. Tinjauan fasilitas dan sarana yang diperlukan untuk memenuhi kriteria akreditasi juga dilakukan, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan hukum bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan bantuan hukum gratis dan berkualitas.


Yusuf Khummaini menekankan pentingnya berbagi pengalaman dalam memperkuat jaringan organisasi Bantuan Hukum (OBH) di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). “Kami sangat senang dapat berbagi pengalaman dalam proses akreditasi. Diharapkan kerja sama ini dapat berlanjut dan memberikan manfaat bagi kedua lembaga,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa keberadaan OBH di perguruan tinggi merupakan garda terdepan dalam penegakan supremasi hukum. “Seluruh elemen di kampus harus mendukung peran OBH untuk menciptakan hubungan yang positif dan berkelanjutan demi kemajuan bersama,” jelasnya.
Penutupan kegiatan ini menandai optimisme bahwa sinergi antara Pusbakum UIN Salatiga dengan PKBH UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus terjalin, memperkuat layanan hukum di perguruan tinggi, serta memberikan dampak positif dalam pengembangan layanan bantuan hukum di Indonesia.

Dokumentasi Kegiatan:

Prestasi Gemilang: Delegasi FaSya UIN Salatiga Sabet Juara Kompetisi Orasi Ilmiah Tingkat Nasional

Penulis: Hijri ; Editor: Nanang

Salatiga, 4 Oktober 2024 – Majda Prawiranegara, mahasiswa semester lima Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga, berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Orasi Ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah IAIN Kudus. Kompetisi yang berlangsung dari 9 September hingga 2 Oktober 2024 ini mengangkat tema “Peran Mahasiswa dalam Membangun Integritas Hukum di Era Digital.”
Dalam ajang ini, peserta diminta untuk mengumpulkan naskah atau video orasi secara online. Majda, yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur dan saat ini berdomisili di Pondok Pesantren Alfaqueen Kecandran Kota Salatiga, memilih sub judul “Etika dalam Penegakan Hukum serta Pentingnya Integritas dan Transparansi dalam Proses Hukum.” Menurutnya, tema ini relevan dan menawarkan banyak hal yang dapat dikritisi serta menjadi pembelajaran bagi masyarakat.
“Dari informasi yang diberikan oleh Ibu Hanum kepada teman-teman Lembaga Kajian Hukum (LKH), saya merasa tertarik untuk berpartisipasi dalam lomba ini. Setelah mendaftar, saya mengirimkan video orasi dan berusaha semaksimal mungkin,” ungkap Majda saat diwawancarai.
Pengumuman pemenang dilakukan pada pukul 12.11, dan kebahagiaan menyelimuti Majda saat namanya diumumkan sebagai pemenang. “Alhamdulillah, ini adalah kabar bahagia tidak hanya untuk saya, tetapi juga untuk dosen dan teman-teman yang telah memberikan dukungan. Hasil ini bukan hanya kerja keras saya sendiri, tetapi juga bimbingan dan dukungan dari Ibu Kaprodi serta teman-teman di LKH,” tambahnya.
Majda berharap prestasinya ini bisa menjadi gerbang untuk pencapaian yang lebih baik di masa depan dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi dalam mengembangkan integritas hukum di era digital.

Mengukir Prestasi: Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga Raih Juara di Lomba MQK

Penulis: Hijri ; Editor: Nanang

Salatiga, FaSya– Prestasi membanggakan datang dari mahasiswa Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga yang berhasil meraih juara dalam lomba Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) pada event Syariah Competition Stage 2024 yang diselenggarakan oleh Fakultas Syari’ah IAIN Kudus. Kompetisi ini mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Membangun Integritas Hukum di Era Digital.” Proses kompetisi berjalan dengan peserta mengumpulkan file naskah atau video yang dikirim via online pada panitia. Kemudian bagi peserta yang terpilih untuk lolos ke final akan berkompetisi Kembali melalui saluran online zoom. Meskipun pelaksanaan lomba final dilakukan secara daring melalui Zoom, semangat dan usaha Muhammad Alil Furqon selaku Mahasiswa semester 3 Hukum Keluarga Islam (HKI) tetap terlihat gemilang.
Dalam wawancara, Alil Furqon yang berhasil meraih prestasi ini mengungkapkan, “Awalnya saya direkomendasikan oleh teman untuk ikut lomba MQK. Setelah itu, saya dihubungi oleh Bapak Erkham selaku Dosen FaSya dan Ibu Hanum selaku kaprodi Hukum Tata Negara (HTN) untuk mewakili dari fakultas, saya merasa bangga dan langsung menyetujuinya.”
Proses menuju juara tak lepas dari usaha dan doa. “Jarak pengumuman finalis dan pelaksanaan lomba finalis hanya terpaut satu hari. Saya berusaha semaksimal mungkin dan berdoa agar diberikan kelancaran oleh Allah,” tambahnya.
Meskipun tidak ada foto kejuaraan yang dapat diunggah karena final dilaksanakan secara online, mahasiswa tersebut berharap sertifikat dan hadiah akan segera dikirimkan. Ia juga mengingatkan pentingnya mencoba hal-hal baru, “Jangan takut mencoba hal baru, tapi takutlah jika tidak mencobanya,” pesannya.
Kompetisi ini berlangsung dari 9 September hingga 2 Oktober 2024, dengan pengumuman pemenang pada 4 Oktober 2024. Kompetisi ini memberikan pengalaman berharga yang didapatkan dari lomba ini, mahasiswa yang berasal dari Tlutup Trangkil, Pati, Jawa Tengah, berharap dapat terus berkontribusi dan berprestasi di masa depan. Prestasi ini tentunya menjadi kebanggaan bagi Fakultas Syariah UIN Salatiga dan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berjuang dan berprestasi.

Talk Show Karier Hukum: Membangun Etika Profesi untuk Mahasiswa Fakultas Syari’ah

Laporan: Alfhi Satul, Editor: Nanang

Salatiga, FaSya – Dalam rangka membekali mahasiswa dengan wawasan etika profesi hukum, Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga menggelar Talk Show of Law Career bertema “Mengurai Etika Profesi Hukum Kepada Mahasiswa Fakultas Syariah Sebagai Pandangan dalam Praktik Hukum dan Pengadilan”. Acara ini berlangsung di ruang mini teater gedung DPRD Kota Salatiga pada 24 September 2024.

Talk Show Karier Hukum bertujuan untuk membentuk branding mahasiswa FaSya sebagai calon praktisi hukum di masa depan. Ketua panitia, Abdur Rahman Arif, menekankan pentingnya kegiatan ini: “TOC ini bertujuan untuk mendalami aspek hukum dan menjadi penunjang bagi mahasiswa lulusan FaSya UIN Salatiga.”

Dema FaSya menghadirkan tiga praktisi hukum terkemuka dari berbagai bidang: Nurun Jamaluddin, M.H.I (Lawyer), Sukamto, S.H., M.H. (Kepala Kejari Salatiga), dan Najiatul Istiqomah, S.H., S.Hum. (Hakim PA Salatiga). Ketiga narasumber ini membagikan pengalaman dan pandangan mereka tentang praktik hukum yang etis.

Abdur Rahman menambahkan bahwa kegiatan ini diperuntukkan terutama bagi mahasiswa FaSya, meskipun tidak ada kriteria khusus untuk peserta. “Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung cita-cita mahasiswa dalam bidang hukum,” ujarnya.

Putri, salah satu mahasiswa FaSya Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI), mengungkapkan kepuasan atas acara ini. “Acara kemarin berjalan lancar, pematerinya luar biasa. Jika ada kesempatan, saya sangat berharap acara seperti ini diadakan lagi,” tuturnya dengan antusias.

Dengan keberhasilan Talk Show Karier Hukum ini, M Rizki Pirmansah selaku ketua Dema FaSya berharap “mahasiswa dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia hukum dan meningkatkan kualitas praktik mereka di masa depan”.

Kegiatan Talk Show Karier Hukum ini tidak hanya berhasil menarik minat mahasiswa, tetapi juga memperkuat komitmen Dema Fakultas Syari’ah dalam membekali generasi penerus hukum dengan pemahaman yang mendalam tentang etika profesi. Dengan dukungan dari praktisi berpengalaman, mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam praktik hukum yang lebih baik di masa depan. Dema Fakultas Syari’ah berencana untuk terus mengadakan acara serupa demi mendukung perkembangan karier mahasiswa dan menjawab tantangan dunia hukum yang semakin kompleks. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan praktisi hukum yang tidak hanya kompeten, tetapi juga beretika tinggi.