Implementasi Kerjasama: Dosen Fasya berikan materi Academic Writing di Magister Ilmu Hukum UNS

Kamis, 19 September 2024. Bertempat di Ruang Sidang Pascasarjana Gedung 4 Fakultas Hukum UNS, Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H. selaku dosen Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga memberikan materi academic writing untuk mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) Universitas Sebelas Maret (UNS). Kegiatan ini bertajuk “Workshop Pelatihan Penyusunan Jurnal Bagi Mahasiswa Prodi Magister Ilmu Hukum”. Sekira 90 mahasiswa MIH Fakultas Hukum (FH) UNS mengikuti secara seksama dalam workshop ini.

Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si. selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi kerjasama yang telah dijalin bersama Fakultas Hukum (FH UNS). “Kerjasama dengan Fakultas Hukum UNS tertuang dalam surat PKS nomor 1501/UN27.03/HK.07.00/2024. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi kerjasama kedua lembaga,“ jelas Guru Besar dalam bidang Sosiologi Islam ini.

Sementara itu, Dr. Abdul Qadir Jaelani, M.H. selaku ketua panitia workshop mengatakan; “Selain bentuk kerjasama, kegiatan ini bermanfaat dalam memberikan insight bagi mahasiswa MIH dalam menulis artikel jurnal ilmiah, mengingat ketentuan dan syarat untuk lulus pada program studi MIH telah menerbitkan artikel jurnal bereputasi.”

Sementara itu, Dr. M. Chairul Huda, M.H. dalam penyampaian materinya menjelaskan bahwa untuk submit pada jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional, maka penulis disyaratkan untuk mempelajari focus and scope, author guidelines, template, citation style, serta membaca artikel-artikel yang telah terpublish pada edisi sebelumnya. Hal ini penting agar penulis mengenal karakter jurnal yang akan menjadi destinasi publikasi. “Setiap jurnal memiliki karakter yang berbeda-beda, dan telah tertulis secara detail pada website-nya, sehingga kita harus mengenalinya dengan baik.” Jelas editor in chief Jurnal Ijtihad ini.

Sinergi Dosen untuk Mahasiswa: Rapat Koordinasi Menyambut Semester Gasal di FaSya

Penulis: Hijri ; Editor : Nanang
Salatiga, 5 September 2024 – Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar rapat koordinasi dosen untuk menyambut perkuliahan semester gasal tahun akademik 2024/2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula FaSya ini mengundang seluruh dosen tetap maupun tidak tetap, serta segenap pimpinan fakultas.
Rapat dibuka oleh Dekan FaSya, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., yang menyampaikan pentingnya persiapan yang matang dalam menyongsong tahun akademik baru. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara dosen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa.
Agenda rapat mencakup pembahasan kurikulum, pembagian tugas mengajar, serta strategi pembelajaran yang inovatif. Dosen-dosen juga diajak untuk berbagi pengalaman dan ide-ide kreatif guna meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses perkuliahan.
“Melalui rapat ini, kita berharap dapat menciptakan sinergi antara dosen dalam menyusun program yang menarik dan bermanfaat bagi mahasiswa. Kita harus siap beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi,” ungkap Prof. Ilyya.


Selain itu, dalam rapat ini juga dibahas tentang kegiatan ekstrakurikuler dan penguatan pengabdian masyarakat yang menjadi bagian integral dari pendidikan di FaSya. Diharapkan, kegiatan ini dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat serta meningkatkan kompetensi lulusan.
Rapat koordinasi ini diakhiri dengan diskusi terbuka, di mana para dosen dapat memberikan masukan dan saran demi kemajuan Fakultas Syariah. Dengan semangat baru, seluruh civitas akademika FaSya siap menyambut semester gasal yang penuh tantangan dan peluang.

Dokumentasi Kegiatan:

Diskusi Mendalam: Mahasiswa Hukum UIN Salatiga Tanya Soal Kontroversi Putusan MK di PBAK 2024

Penulis : Rini Risdayanti dan Amiratul Hikmah, editor: Hijri

Salatiga, FaSya – Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga pada Kamis (22/08/2024) kembali menghadirkan pemateri untuk Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) hari kedua. Kali ini, Dr. Harianto, M.Hum., M.Pd., yang merupakan Wakil Dekan III UIN Saizu Purwokerto, diundang untuk membahas tema “Peran Mahasiswa Fasya Dalam Menghadapi Problematika Hukum Masyarakat” di Lapangan Kampus 2 UIN Salatiga.
Dalam era modern ini, mahasiswa dengan latar belakang hukum dihadapkan pada berbagai tantangan. Harianto menjelaskan bahwa di Indonesia, kesenjangan hukum sangat tinggi, serta maraknya praktik korupsi dan kejahatan transnasional. “Ada beberapa tantangan menjadi mahasiswa hukum. Kesenjangan hukum yang tinggi dan kejahatan transnasional merupakan beberapa contoh,” ungkap Harianto.
Harianto juga menekankan pentingnya bagi generasi muda, terutama mahasiswa dengan basis hukum, untuk tetap melek terhadap peraturan yang ada dan berpikir kritis untuk menghadapi perubahan zaman. “Perkembangan zaman memberikan akses kemudahan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tambahnya.


Dalam sesi tanya jawab, Rikza, seorang peserta PBAK dari program studi Hukum Tata Negara (HTN), mengajukan pertanyaan mengenai rapat DPR yang baru-baru ini membahas perubahan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia pencalonan pilkada. Rikza menyoroti kesan tergesa-gesa dalam pengesahan peraturan yang tampaknya menguntungkan pihak tertentu dan bertanya tentang pihak yang benar dalam menerapkan hukum sesuai konstitusi.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Harianto menjelaskan, “Keputusan MK bersifat final dan mengikat atau Erga Omnes. Jika terjadi ketidaksesuaian seperti yang disebutkan, ini menunjukkan adanya kekacauan hukum. Putusan MK harus dipatuhi tanpa perlu penafsiran tambahan. Sayangnya, di Indonesia, meskipun negara hukum, seringkali politik yang mendominasi. Ini kembali pada etika moral; apabila moral baik, hasilnya akan baik pula.”
Harianto mengakhiri sesi tanya jawab dengan menekankan pentingnya integritas moral dalam praktik hukum dan pengambilan keputusan politik.

PBAK Fakultas Syari’ah UIN Salatiga: Menyiapkan Generasi Pemimpin Berintegritas dengan Keterampilan Unggul

Penulis: Brelyandiosa,Sakina Keumala, editor: Hijri

Salatiga, (21 /08) FaSya: Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga menyambut 326 mahasiswa baru dalam acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dengan tema “Membentuk Karakter Mahasiswa yang Berintegrasi dan Beretika Serta Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Idealisme.” Acara ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru dari tiga program studi yaitu Hukum Keluarga Islam (HKI), Hukum Ekonomi Syari’ah (HES), dan Hukum Tata Negara (HTN) untuk memahami lebih dalam tentang kehidupan akademik dan budaya di kampus.
Pembukaan acara dimeriahkan oleh penampilan Tari Tradisional dari Organisasi Mahasiswa Daerah (ORDA) Saung Jabar, menambahkan warna pada suasana yang penuh semangat.
PBAK tahun ini dihadiri oleh pimpinan FaSya, termasuk Dekan Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., Wakil Dekan I Dr. Farkhani, S.H., S.H.I., M.H., Wakil Dekan II Dr. Moh Khusen, M. Ag. M.A., dan Wakil Dekan III Dr. Ahmad Sulthoni, M. Pd. Juga hadir adalah Ketua Jurusan Dr. Heni Satar Nurhaida, Kepala Bagian Tata Usaha, serta kaprodi dari masing-masing program studi.


Dalam sambutannya, Prof. Ilyya menekankan pentingnya pengembangan keterampilan mahasiswa. “Selain mengejar pengetahuan, kami ingin mahasiswa kami mempersiapkan diri untuk masa depan sebagai pemimpin yang berintegritas. Saat ini, lebih dari sebelumnya, dunia membutuhkan individu yang tidak hanya memiliki pengetahuan yang mendalam tetapi juga keterampilan yang memadai untuk memimpin dengan etika dan tanggung jawab,” Beliau juga menegaskan bahwa pengembangan keterampilan tersebut harus dilakukan secara terus-menerus sepanjang masa studi mereka di FaSya.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Pelaksana PBAK, M. Hasyun, diikuti oleh Presiden Mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa, M. Rizki Pirmansyah, yang menyoroti pentingnya integritas dan etika di kalangan mahasiswa. Rizki menegaskan bahwa tema PBAK tahun ini terinspirasi oleh sejumlah kasus hukum yang menyoroti tantangan etika dan integritas di Indonesia, seperti pemecatan Hakim Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dan Ketua KPU Hasyim Asyari. “Harapan kami adalah FaSya dapat mencetak generasi yang tidak hanya berintegritas dan beretika tetapi juga berkomitmen terhadap nilai-nilai idealisme bangsa,” ujar Rizki.
Acara puncak ditandai dengan penyematan co-card kepada perwakilan mahasiswa dan mahasiswi oleh Dekan dan Wakil Dekan III, serta simbolisasi pembukaan dengan pelepasan balon gas, yang melambangkan cita-cita dan impian mahasiswa yang terbang tinggi ke langit.


PBAK Fakultas Syari’ah tahun ini tidak hanya menyambut mahasiswa baru tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menciptakan lingkungan akademik yang beretika dan berintegritas, sesuai dengan prinsip moderasi beragama yang menjadi landasan UIN Salatiga.

PBAK UIN Salatiga: Menjembatani Perbedaan dengan Moderasi Agama sebagai Solusi Integritas Mahasiswa

Penulis : Rini Risdayanti dan Mulia Najwa, editor: Hijri

Salatiga, 21 Agustus 2024 — Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga menghadirkan H. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D., sebagai pemateri utama dalam acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Ma’had al-Jami’ah kampus. Dengan tema “Moderasi Agama: Peran Mahasiswa Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Moderasi Agama Di Lingkungan Kampus,” acara ini menyoroti pentingnya moderasi agama dalam kehidupan kampus dan masyarakat.
Dalam presentasinya, Jazilus memaparkan bahwa kehidupan masa depan sangat bergantung pada prinsip-prinsip dasar. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam perubahan sosial, menyatakan, “Mahasiswa adalah aktor perubahan sekaligus korban dari perubahan. Kalian adalah produsen dan konsumen kebudayaan yang menjadi bagian dari transformasi sosial.”


Jazilus juga menegaskan bahwa persatuan merupakan modal dasar untuk memperjuangkan transformasi sosial yang lebih baik. “Sebagai bagian dari pendulumisme Indonesia, mahasiswa harus menjadi juru bicara narasi moderasi beragama,” ujarnya. Ia menambahkan, “Perubahan adalah keniscayaan. Satu-satunya hal yang tidak berubah di dunia ini adalah perubahan itu sendiri.”
Menurut Jazilus, moderasi agama harus diaktualisasikan melalui tiga bentuk dialog: dialog kepala, dialog tangan, dan dialog hati. “Indonesia dibentuk oleh keberagaman, bukan oleh satu entitas tertentu,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa Islam bukan hanya soal Izzul Islam Wal Muslimin, tetapi juga tentang Rahmatan lil Alamin.
Lebih lanjut, Jazilus menekankan bahwa Indonesia memiliki infrastruktur yang mendukung pembentukan manusia moderat. “Perubahan adalah adik kandung waktu. Ketika waktu berdetak, perubahan bergerak bersamanya. Namun, kita yang harus membimbing perubahan tersebut agar membawa berkah bagi kemanusiaan,” jelasnya. “Perdamaian bukanlah tujuan akhir, tetapi prasyarat untuk mencapai tujuan yang lebih besar.”
Dalam sesi tanya jawab, Dafa Rifqi dari program studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) bertanya tentang tantangan utama dalam moderasi beragama di Indonesia. Jazilus menjelaskan bahwa tantangan terbesar adalah pola pikir masyarakat. “Teknologi mungkin netral, tetapi pandangan kita yang menentukan perbedaannya. Pancasila dan konsep Islam sebagai Rahmatan lil Alamin adalah penyeimbang penting untuk menanggulangi ekstrimisme,” tutup Jazilus Sakhok.
Acara ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya moderasi agama dan peran mahasiswa dalam menciptakan lingkungan yang toleran dan harmonis, baik di kampus maupun dalam masyarakat luas.

PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH RAIH AKREDITASI UNGGUL

Laporan & Editor: Nanang

Salatiga (19/8) – Program Studi S1 Hukum Ekonomi Syariah (HES) merupakan satu dari tiga prodi yang ada di Fakultas Syariah UIN Salatiga. Prodi HES yang dipimpin oleh Endang Sriani, MH. berhasil meraih prestasi gemilang dengan memperoleh akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pencapaian ini disambut gembira oleh civitas akademika Fakultas Syariah. Hal ini dapat diraih karena persiapan yang matang dan kerja keras dari tim yang terlibat di dalamnya.

Pencapaian ini diharapakan menjadi motivasi bagi program studi lainnya untuk terus meningkatkan kuaitas meraih prestasi yang lebih tinggi. Segenap Civitas Akademika menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung. Disisi lain Fakultas Syariah tetap berupaya meningkatkan kualitas layanan dalam rangka mencapai tujuan tridharma perguruan tinggi. Besar harapan program studi lainnya segera memperoleh akreditasi Unggul. Ke depannya, fakultas Syariah akan terus berbenah dan berinovasi untuk mencapai target akreditasi internasional.

Fasya UIN Salatiga Semarakkan Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Ke -79

Salatiga (17/8)– Fakultas Syari’ah UIN Salatiga mengikuti kegiatan Upacara peringatan Kemerdekaan RI yang Ke-79. Acara yang berlangsung khidmat itu digelar di halaman Gedung KH. Hasyim Asyari Kampus III UIN Salatiga pada Sabtu (17/08/2024). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan seluruh ASN di lingkungan Universitas Islam Negeri Salatiga.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy membacakan sambutan Menteri Agama, “Kemerdekaan Indonesia selalu kita peringati setiap tahun. Ini adalah momentum memperkuat arah pembangunan sekaligus membangun komitmen kebangsaan sebagai pilar NKRI. HUT RI yang disambut meriah di pelosok negeri sejatinya juga menjadi simbol penghormatan kepada para pendiri bangsa.”

Menteri Agama dalam sambutannya juga mengajak seluruh peserta upacara untuk memperkuat integritas dan profesionalitas ASN, “Kita harus menjadi teladan dalam menjalankan tugas, memastikan bahwa setiap keputusan didasarkan pada nilai-nilai luhur agama dan Pancasila”

Laporan & Editor : Nanang

LKBHI menjadi Mediator Terbaik dan Advokat Terbaik dalam Penganugerahan PA Salatiga Award 2024

Laporan & Editor: Nanang

Salatiga (16/8)-  Direktur LKBHI UIN Salatiga , Muhammad Yusuf Khumaini berhasil merail prestasi luar biasa dengan penghargaan sebagai Mediator Terbaik versi para pihak pada penganugerahan PA Salatiga Award 2024. Penghargaan ini diberikan oleh PA Salatiga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kemampuan M Yusuf dalam menyelesaikan berbagai kasus melalui mediasi. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen beliau dalam menjalankan tugasnya dengan profesionalisme dan integritas tinggi.

Prestasi yang diraih oleh M Yusuf Khumaini tidak lepas dari upaya keras dan strategi mediasi yang efektif dalam menyelesaikan berbagai perkara. Beliau dikenal memiliki pendekatan yang humanis dan bijaksana, sehingga mampu meredam konflik dan mencapai kesepakatan yang memuaskan semua pihak. Kemampuannya dalam memahami dan mendengarkan kedua belah pihak secara adil serta memberikan solusi yang win-win menjadi kunci keberhasilannya sebagai mediator.

Sementara itu, Mediator LKBHI lainnya, Sifaul Amin juga mendapatkan penghargaan pada PA Salatiga Award 2024. Beliau mendapatkan penghargaan sebagai mediator dengan tingkat keberhasilan paling banyak. Tidak diragukan lagi kiprah mediator sangat membantu dalam penyelesaian permasalahan yang ada di masyarakat.

Penghargaan sebagai mediator ini tidak hanya mengharumkan nama secara pribadi, tetapi juga membawa kebanggaan bagi LKBHI dan juga civitas Akademika UIN Salatiga. Hal ini menunjukkan bahwa institusi tersebut memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan berkomitmen tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Senada dengan itu, salah satu Advokat LKBHI, Nurrun Jamaludin, juga mendapatkan penghargaan sebagai Advokat Terbaik pada penganugerahan PA Salatiga Award 2024. Kiprah beliau dalam bidang pendampingan hukum tidak diragukan lagi. Profesionalitas, humanis serta bijaksana dalam menangani kasus hukum yang sedang dihadapi klien. Sehingga keberhasilan yang diraih menjadi prestasi yang membanggakan.

Civitas Akademika Fakultas Syari’ah UIN Salatiga patut berbangga. Mahasiswa yang saat ini sedang PPL di PA Salatiga, juga menjadi kontributor Film Mediasi PA Salatiga. Apresiasi yang luar biasa untuk mahasiswa bagi kemajuan hukum di Indonesia. Sehingga bisa mewarnai dinamika hukum di masa yang akan dating.

Akhir kata, prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi semuanya untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Prestasi Gemilang: Tokoh Fakultas Syariah UIN Salatiga Raih Penghargaan Bergengsi di Pengadilan Agama Salatiga Award 2024

Laporan: HIjri : Editor: Nanang

Salatiga, 16 Agustus 2024 — Pengadilan Agama (PA) Salatiga baru-baru ini menggelar acara penganugerahan dalam rangka Launching inovasi L7SMART dan Pengadilan Agama Salatiga Award tahun 2024. Pada kesempatan istimewa ini, beberapa tokoh dari Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga mendapatkan penghargaan bergengsi atas kontribusi mereka di bidang hukum dan mediasi.

M Yusuf Khummaini, M.H., Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) serta dosen FaSya UIN Salatiga, menerima penghargaan sebagai Mediator Terbaik versi Para Pihak. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas dedikasinya dalam memberikan solusi mediasi yang adil dan efektif, serta kemampuannya dalam menyelesaikan sengketa dengan pendekatan yang bijaksana dan berimbang.

Sementara itu, Nurun Jamaludin, M.H.I., Sekretaris Direktur LKBHI serta dosen FaSya UIN Salatiga, dinyatakan sebagai Advokat Terbaik. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap keahlian dan dedikasinya dalam memberikan pembelaan hukum yang profesional dan berkualitas tinggi, serta kontribusinya dalam memajukan profesi hukum di wilayah tersebut.

Sifaul Amin, M.H., juga dosen FaSya UIN Salatiga mendapatkan penghargaan sebagai Mediator dengan Tingkat Keberhasilan Paling Banyak. Penghargaan ini menyanjung prestasinya dalam menyelesaikan kasus-kasus mediasi dengan tingkat keberhasilan yang signifikan, serta kemampuannya dalam memfasilitasi penyelesaian sengketa yang efektif.

Dalam sambutannya, Yusuf Khummaini menyampaikan, “Saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Pengakuan ini tidak hanya merupakan penghargaan pribadi tetapi juga cerminan dari upaya kolektif LKBHI dan FaSya UIN Salatiga dalam mengedepankan mediasi sebagai metode penyelesaian sengketa yang damai. Semoga prestasi ini dapat memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan hukum dan mediasi demi kebaikan masyarakat dan kemajuan lembaga ini.”

Nurun Jamaludin menambahkan, “Merupakan suatu kehormatan diakui sebagai advokat terbaik. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan hukum yang terbaik dan mendukung penegakan keadilan. Kami berharap hasil kerja keras kami dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pengadilan.”

Sifaul Amin juga mengungkapkan rasa terima kasihnya, “Saya merasa terhormat atas penghargaan sebagai mediator dengan tingkat keberhasilan paling banyak. Ini adalah hasil dari kerjasama tim dan dukungan dari Fakultas Syariah UIN Salatiga. Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mediasi dan menyelesaikan sengketa dengan hasil yang memuaskan bagi semua pihak.”

Dengan penghargaan-penghargaan ini, diharapkan bahwa kontribusi dan dedikasi para tokoh dari FaSya UIN Salatiga akan terus memberi dampak positif bagi Pengadilan Agama Salatiga dan memajukan profesi hukum serta mediasi di wilayah tersebut.

Komitmen Global FaSya UIN Salatiga: Persiapan Sertifikasi ISO 21001:2018 untuk Sistem Manajemen Pendidikan

Laporan: Hijri, Editor: Nanang

Salatiga, FaSya – Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga baru-baru ini menjalani visitasi untuk sertifikasi ISO 21001:2018, yang merupakan standar internasional untuk sistem manajemen organisasi Pendidikan (Selasa, 30-06-2021). Visitasi ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian dan penerapan sistem manajemen pendidikan di fakultas dengan standar internasional yang berlaku.
ISO 21001:2018 adalah standar yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan. Standar ini berfokus pada kebutuhan untuk memastikan bahwa institusi pendidikan dapat memenuhi harapan dan kebutuhan siswa serta pemangku kepentingan lainnya secara efektif dan berkelanjutan.
Visitasi ini dilakukan oleh tim auditor independen dari lembaga sertifikasi yang terakreditasi diwakili oleh Ir. Solichin Agung Darmawan, M.B.A., yang memeriksa berbagai aspek penerapan sistem manajemen di FaSya. Tim auditor mengevaluasi proses dan prosedur yang ada, termasuk perencanaan kurikulum, manajemen sumber daya manusia, dan mekanisme evaluasi serta pemantauan kualitas pendidikan.
Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., Dekan FaSya UIN Salatiga, menyatakan, “Kami sangat bersemangat untuk menjalani proses sertifikasi ini karena ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa fakultas kami tidak hanya memenuhi standar nasional tetapi juga standar internasional dalam hal manajemen pendidikan. Sertifikasi ini akan membantu kami meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang kami berikan kepada mahasiswa dan memastikan bahwa kami selalu berorientasi pada kebutuhan dan harapan mereka.”


Selama proses visitasi, tim auditor juga melakukan wawancara dengan dosen, staf, dan mahasiswa untuk mendapatkan pandangan mereka mengenai sistem manajemen yang diterapkan. Hasil dari visitasi ini diharapkan dapat memberikan umpan balik yang konstruktif bagi fakultas untuk terus meningkatkan kualitas dan efektivitas program pendidikan yang mereka tawarkan.
Kegiatan ini adalah bagian dari upaya FaSya untuk terus berkomitmen dalam memberikan pendidikan yang berkualitas tinggi dan relevan, serta untuk meningkatkan reputasi institusi sebagai lembaga pendidikan terkemuka di tingkat nasional maupun internasional.
Keberhasilan dalam memperoleh sertifikasi ISO 21001:2018 akan menjadi prestasi besar bagi FaSya UIN Salatiga, menunjukkan dedikasi mereka terhadap standar kualitas pendidikan dan komitmen mereka untuk terus berkembang serta memenuhi harapan mahasiswa dan pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, fakultas menunggu hasil akhir dari visitasi ini, mereka terus bekerja keras untuk memastikan bahwa semua temuan auditor dapat ditindaklanjuti dengan baik dan menjadi dasar untuk perbaikan berkelanjutan di masa mendatang.