Penandatangan MoU dan Kerjasama antara Fakultas Syari’ah dengan Kejari Sragen

Sragen-Fakultas Syari’ah kembali melakukan penandatangan MoU dan kerjasama dengan instansi-instansi yang dapat mendukung untuk mewujudkan visi dan misi fakultas. Kerjasama antar instansi dimaksudkan untuk saling memberikan manfaat dan saling mengisi untuk kemajuan masing-masing instansi. Niat kerjasama antar instansi memang sangat dibutuhkan mengingat perkembangan era kompetisi dimana lembaga dibawah naungan kementerian apapun itu dituntut berbenah, berlomba dan berinovasi dalam kemajuan lembaganya.

Penandatanganan MoU dengan Kejari Sragen pada Selasa, tanggal 28 September 2021, bertempat di Kejaksaan Sragen. Penandatanganan MoU yang berisi tentang “Peningkatan dan Pengembangan di Bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi” dilakukan oleh Dr. Siti Zumrotun,M.Ag. selaku Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga dan pejabat Kejaksaan Sragen.

Dengan penandatanganan MoU tersebut diharapkan meningkatkan sinergi antara Kejaksaan Sragen dan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga sehingga memberikan manfaat bagi kedua institusi. Penandatanganan MoU ini dapat menjadi payung bagi kegiatan kerjasama yang akan dilakukan kedua institusi ke depan.

Kejaksaan Negeri Sragen selalu membuka kesempatan bergabung kembali untuk mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga menjalankan Praktek Pengembangan Lapangan (PPL) dengan harapan bisa mensosialisasikan tupoksi kejaksaan. Selain itu mahasiswa dengan belajar terjun langsung magang di Kejari bisa tahu bahwa hukum selalu berkembang sesuai dengan perkara yang berkembang di masyarakat, Pungkas

“Prepare Your Self For your Future” Talkshow Keren Mengenalkan Beasiswa Nasional dan Internasional Kepada Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga

Salatiga-Usia ke-24 fakultas syari’ah mulai berbenah dan bersaing dengan dunia, khususnya mempersiapkan panggung kancah internasional. Nor Mohammad Abdoeh, M.H.I. sebagai moderator pembukaan acara, memaparkan bahwa Sharia international center menjadi program baru fakultas, untuk memberdayakan mahasiswa dan lulusan yang diharapkan kelak dapat bersaing dikancah dunia internasional.

Melalui program ini, target besar yang pertama yaitu gaiden scholarship atau bimbingan beasiswa ke luar negeri. Dimulai dengan mengenalkan pertama kali kepada mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga, melalui acara talkshow dengan tema “Prepare Your Self For your Future” digelar di Aula (23/19) dengan peserta 45 mahasiswa dari perwakilan Dema, SEMA dan HMPS 3 Prodi fakultas dan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat serta sebanyak 222 mahasiswa yang ikut bergabung melalui chanell zoom Meeting.

Moh. Khusen M.A. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan membuka acara talkshow dengan menyampaikan kebanggaan beliau dan akan mensuport serta bersyukur sekali atas lahirnya sharia international center di fakultas.

Perlu diketehui bahwa di Fakultas Syariah terterdapat 4 center antara lain

  1. LKBH (Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum)
  2. PSPP (Pusat Studi Undang-undang)
  3. PUSIFA (Pusat Studi Ilmu Falak)
  4. Sharia International Center

semua dibentuk  tidak lain untuk mensuport keberhasilan studi mahasiswa, jelas Moh. Khusen.

Sharia International center betul-betul menjadi buah pemikiran cerdas dalam rangka untuk mendukung keberhasilan mahasiswa. Melalui program ini Fakultas Syari’ah sedini mungkin menggugah mahasiswa dan membangkitkan semangat mahasiswa untuk berkompetisi melalui pemahaman mereka tentang bagaimana meraih beasiswa, pungkas Moh. Khusen.

Masuk pada acara inti dari talkshow, Heru Saputra, M.A selaku Ketua Sharia International Center menjadi moderator dalam acara ini dengan pemateri pertama Farah Nur Fatimah, M.Ed. (penerima 2 beasiswa vice Chancellor dan Faculty of Arts and Social Science, lulusan University of Sydney Australia) dan pemateri kedua Rizki Parahita Anandi, M.Ed. (penerima beasiswa LPDP, lulusan University of Malaya Malaysia).

Farrah menjabarkan materi dengan mengenalkan pendidikan yang dijalankan ketika mendapatkan beasiswa. Lulus dari jurusan TESOL (Teaching English to Speaker of Other Languages) yaitu jurusan bagaimana mengajarkan Bahasa inggris kepada yang tidak berbahasa inggris sebagai Bahasa pertama. Beasiswa yang diterima dari rektorat dan fakultas tanpa tes, hanya di seleksi melalui transkrip nilai. Setelah lulus akan mendapatkan sertifikat bukti telah menerima beasiswa dari kampus.

Syarat untuk memperoleh beasiswa ini (Letter of Acceptance/ Unconditional): motivation letter, reference letter, IELTS, employmen letter (optional), bachclor’s degree (ijazah), Academic transcript kemudian semua berkas dikumpulkan ke konsultan pendidikan. Hasil akan diterima dengan undangan yang dikirimkan oleh pihak kampus kepada pengaju beasiswa, tegas Farrah.

Pemateri selanjutnya, Rizki menjelaskan pemaparannya dengan mengenalkan beasiswa LPDP. Beasiswa LPDP dari pemerintah yang dikelola oleh Kementerian Keungan untuk seluruh warga Indonesia dengan syarat umur sesuai dengan yang disyaratkan untuk pogram Magister dan Doktoral. Skema LPDP dibagi menjadi beasiswa Afirmasi, Regular dan Targeted. Beasiswa Afirmasi bisa menjadi pilihan bagi para mahasiswa yang pernah mendapat beasiswa bidikmisi, bagi selain itu bisa memilih jalur regular dan targeted. Fasilitas yang didapat seperti biaya pendidikan (pendaftaran kampus, SPP, buku, penelitian) dan biaya pendukung (transportasi, visa, asuransi, living cost, biaya kedatangan)”.

Apa saja yang harus disipkan untuk meraih beasiswa LPDP, berikut penjelasannya:

  1. Ijazah dan transkrip nilai
  2. Universitas tujuan
  3. Surat rekomendasi
  4. LoA
  5. Syarat kecakapan Bahasa
  6. Essay

Tips untuk meraih LPDP ala Rizki yaitu: update informasi dari sumber terpercaya, pahami apa yang kamu tulis dan kamu pilih ( timuniversitas), buat timeline 9persiapan pendaftran LPDP dan universitas), Klik Submit, pungkasnya.

Kembali Antarkan Mahasiswanya Berprestasi Tingkat Nasional, Mahasiswa HTN Sabet Juara 2

Salatiga-Kembali lagi koleksi juara yang diperoleh oleh Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga bertambah. Kali ini di bulan September 2021 mahasiswa dari Hukum Tata Negara Intan Prita Lestari yang masih menjalani semester 3 menyabet juara dalam lomba menulis cerpen tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Loka Media cabang Cirebon dengan tema kekinian yaitu Agent of Change.

Cerpen yang berjudul “Permata untuk Bangsa” karya Intan berhasil memperoleh penilaian tinggi dari 100 peserta yang mendaftar, terlebih lomba ini diselenggarakan untuk umum/Nasional, maka menjadi kebanggaan tersendiri atas prestasi yang telah diukirnya.

Mekanisme penyelenggaraan lomba ini bermula dari para peserta mengirimkan cerpen singkat maksimal 1.000 kata dan bionarasi maksimal 50 kata. Kemudian cerpen yang masuk kepanitia lomba diseleksi menjadi 30 peserta dengan cerpen yang terbaik. Kemudian sebanyak 30 peserta itu di minta kembali untuk mengirimkan karya terbaik mereka dengan tema yang sama untuk dinilai kembali kualitas tulisan mereka. Setelah menunggu waktu seminggu, pengumuman keluar dan Intan dinobatkan menjadi pemenang nomor 2 cerpen terbaik.

Intan mengaku sangat bahagia dan terkejut mendapatkan prestasi yang tidak diduganya. kesannya mengikuti lomba tersebut “Kesan saya saat mengikuti acara tersebut pastinya ada rasa gugup karena ini pertama kalinya saya menulis cerpen dengan tema yang lumayan berat yaitu agent of change, biasanya saya menulis cerpen dengan romansa, dan misteri”. Dengan begitu saya berpesan kepada teman teman mahasiswa yang lain, “jangan pernah takut untuk mencoba dan jangan pernah takut akan kegagalan”.

Kemenag Kota Salatiga Gandeng Kerjasama dengan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga

Salatiga– Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenag IAIN Kota Salatiga dengan Fakultas Syari’ah (FaSya) IAIN Salatiga bertempat di Kantor Dekan FaSya (17/09/2021).

Untuk melaksanakan visi dan misi FaSya IAIN Salatiga, FaSya memiliki kegiatan antara lain upaya peningkatan kesadaran hukum melalui konsultasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat, penelitian dan pengkajian hukum, serta pengabdian masyarakat dibidang hukum dalam bentuk bantuan hukum.

Langkah untuk meraih visi dan misi tersebut, salah satunya Dr. Siti Zumrotun, M.Ag selaku dekan menjalin kerjasama dengan lembaga lokal Kota Salatiga. Kemenag Kota Salatiga menjadi salah satu lembaga yang sama di bawah Kementerian Agama RI bergandengan untuk memajukan lembaga dengan saling mengisi antara lainnya.

Harapan bersama kerjasama ini terjalin untuk mendorong peningkatan program kerja lembaga masing-masing dalam rangka memperkuat kemandirian, transparansi dan akuntabilitas lembaga.

Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan Berikan Apresiasi Tinggi Kepada Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga

Pacitan– Tepat berlangsung selama satu bulan, mahasiswa Fakultas Syari’ah (FaSya) IAIN Salatiga menjalankan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Kantor Kejaksaan Negeri Pacitan. Saatnya mahasiswa bersangkutan untuk kembali lagi pada rutinitas perkuliahan di IAIN Salatiga. Pada Kamis, 16/09/2021 pihak FaSya yang di wakili oleh Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Moh. Khusen, M.Ag menarik mahasiswa dari Kejari Pacitan. Bertemu langsung Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan  Hendri Antoro, S.Ag., S.H., M.H. rombongan FaSya disambut dengan baik dan mendapatkan apresiasi tinggi terhadap kegiatan PPL yang telah berjalan dengan baik dan dapat menjadi hubungan asling memberikan manfaat antar lembaga.

Hendri menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh FaSya IAIN Salatiga untuk menitipkan mahasiswa-mahasiswanya magang di Kejari Pacitan.

Harapan kedepan kegiatan PPL ini menjadi titik awal bagaimana pengembangan keilmuan tidak hanya di dunia pendidikan, tetapi bahwa keilmuan harus terus dikembangkan dan dicari benang merahnya dengan dunia empirik dalam hal ini kejaksaan. Kami memberikan apresiasi dan harapan semoga kedepan kegiatan keilmuan ini terus bisa dikembangkan. Karena sejatinya ikatan yang sangat erat antara syariah dengan penegakan hukum nasional”, ucap Hendri.

Hendri memiliki kesan sangat baik terhadap mahasiswa peserta PPL dan disiplin waktu serta sangat interaktif dengan kejaksaan Pacitan. Aktif melakukan dialog-dialog terkait keilmuan-keilmuan teoritis dengan lapangan. lanjutnya, saran untuk kedepan kegiatan ini bisa terus dikaitkan antara keilmuan syari’ah dengan potensi-potensi tindak pidana yang ada di negara, pungkasnya.

 

Guru Besar Universitas Diponegoro Semarang Punya Pesan dan Kesan Khusus Untuk Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga

Salatiga- Situasi pandemi yang dialami oleh dunia kali ini memang memberikan dampak yang begitu besar pada setiap lini. Tidak tertinggal dunia pendidikan ikut merasakan dampak yang sangat merepotkan dan melelahkan. Keterbatan waktu dan keterbatasan interaksi dengan dosen tidak jarang membuat semangat mahasiswa mulai menurun. Belum dihadapkan dengan permasalahan paket data internet atau sinyal tidak baik yang menjadi elemen penting dan dibutuhkan untuk kuliah daring sering menjadi penghambat perkuliahan daring.

Prof. Dr. Yusriadi, S.H., M.S. Guru Besar Universitas Diponegoro Semarang pada saat bersilaturahmi ke Fakultas Syari’ah (FaSya) IAIN Salatiga (14/09/2021) memberikan pesan kepada mahasiswa FaSya untuk tetap semangat serta serius dalam menjalani proses perkuliahan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Sehingga harapan kelak akan lulus menjadi Sarjana Hukum yang berintegritas dan berkompeten.

simak videonya;

Bersiap Kuliah Tatap Muka, Sivitas Akademika Fakultas Syari’ah Giat Mengikuti Vaksin Moderna di IAIN Salatiga

Salatiga, Penurunan kasus Covid-19 di Kota Salatiga secara signifikan berdampak pada penilaian level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pada saat ini Kota Salatiga berada di level 3 PPKM. Sesuai arahan Bapak Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim bahwa Wilayah PPKM Level 1-3 boleh menggelar proses belajar mengajar dengan tatap muka.

Kebijakan yang turut mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Kamis pagi, 19 Agustus 2021, Jokowi mempersilakan penyelenggaraan kegiatan belajar tatap muka, apalagi jika pelajar sudah divaksin.

Untuk menyambut rencana tatap muka di wilayah Jawa Tengah termasuk Salatiga yang masuk pada level PPKM 3, sivitas Akademika mulai jajaran tenaga pendidik, tenaga kependidikan serta mahasiswa mengikuti program vaksin moderna yang digelar oleh IAIN Salatiga bekerjasama dengan Polres Salatiga (13/09/2021). Vaksinasi ini berlangsung di Auditorium IAIN Salatiga.

Program vaksinasi oleh IAIN sebetulnya sudah beberapa kali dilaksanakan, untuk kali ini vaksinasi dibuka kembali bagi peserta yang akan vaksin pertama. Petugas sebelum memberikan vaksin, terlebih dahulu cek validitas data pengaju vaksin. Selanjutnya diberikan pertanyaan terkait apakah pernah positif covid-19, karena apabila pernah positif maka harus menunggu minimal 3 bulan dari waktu dinyatakan negatif covid-19 sampai waktu diperbolehkan vaksin. Pertanyaan penting tidak ketinggalan pula yaitu untuk mengetahui kondisi pengaju vaksin apakah dalam kondisi sehat atau sedang tidak enak badan.

Bagi yang mengikuti vaksinasi moderna pertama ini, peserta vaksin dijadwalkan untuk vaksin yang ke dua setelah 30 hari setelah vaksin pertama. Bagi yang sudah vaksin biasanya memiliki efek badan yang agak demam. Namun berbeda-beda tergantung pada kondisi anti body tubuh masing-masing.

 

Bergerak Menuju Fakultas yang Kompetitif Kancah Nasional dan Internasional, Fakultas Syari’ah Resmikan Sharia International Center

Salatiga– Membawa semangat mewujudkan visi dan misi Fakultas, Dekan Dr. Siti Zumrotun serahkan SK Kepengurusan kepada ketua Terpilih Heru saputra bertempat di aula Gedung Dekanat Fakultas Syari’ah IAIN salatiga (13/9).

Sudah beberapa lembaga hukum mengajukan kerjasama kepada Fakultas Syari’ah untuk kebutuhan ahli bahasa inggris spesialisasi Hukum Islam untuk menganalisa perkara. Selain itu, beberapa institusi luar negeri yang dianggap sesuai dengan visi misi pengembangan hukum Islam Fakultas Syariah yang bisa diajak bekerjasama dalam pengembangan hukum secara luas pada umumnya, dan hukum Islam pada khususnya. Harapannya, keberadaan Sharia International Center untuk menjadi Fakultas Hukum yang kompetitif di kancah nasional dan internasional, ungkap Zumrotun.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah, Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., menambahkan bahwa penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab mutlak dibutuhkan demi internasionalisasi Fakultas Syariah. Selain kerjasama dengan institusi luar, lanjut dia, pengembangan bahasa bagi internal sivitas akademika juga menjadi hal yang sangat penting, sehingga perlu dibentuk sebuah wadah untuk menjalankan pengembangan Bahasa di Fakultas Syariah.

Sementara, Heru Saputra selaku ketua terpilih mengaku siap mengemban amanah tersebut.

Ia mengungkapkan, Fakultas Syariah IAIN Salatiga terus bergerak mencapai visinya menjadi fakultas yang kompetitif, sampai ke kancah internasional, salah satunya dengan membentuk Sharia International Center.

“Kami sudah menyiapkan list institusi dalam dan luar negeri yang siap dirangkul untuk mengembangkan bidang hukum islam atau syariah ini, serta menyiapkan instrument pengembangan Bahasa baik Arab maupun Inggris sebagai pilar utama,” paparnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa pernyataan dekan dan wakil dekan di atas sebenarnya merujuk tiga fungsi dan tugas Sharia International Center.

“Pertama, melaksanakan pengembangan Bahasa, utamanya mengenai tes TOEFL dan TOAFL, serta Bahasa Inggris spesialisasi hukum islam (syariah),” ujar Heru.

Kedua, lanjutnya, lembaga ini bertugas memberikan bimbingan dan pendampingan beasiswa bagi mahasiswa dan sivitas akademika Fakultas Syariah.

Saat ini banyak sekali beasiswa yang dibuka oleh lembaga internasional dan pemerintah luar negeri terutama di bidang hukum, yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen Fakultas syariah IAIN salatiga.

“Ketiga, memperluas kerjasama fakultas syariah IAIN salatiga di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

 

HMPS Hukum Ekonomi Syari’ah : Menyelenggarakan Ramadhan Berkah Berbagi Bersama Anak Yatim

HMPSHES–IAINSalatiga, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Fakultas Syariah (FaSya) IAIN Salatiga menyelenggarakan Ramadhan Berkah bersama Anak Yatim yang berlangsung di Panti Asuhan Darul Hadlanah Suruh, Panti Asuhan Darul Hadlanah Blotongan, Panti Asuhan Dar Al-Yatama Tengaran, Rabu (05/05/2021).

Muhammad Fatih Amali selaku ketua umum HMPS HES, mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang tolong menolong dan mencari keberkahan di bulan ramadhan.

“Dalam kehidupan ini, kita tidak bisa hidup sendiri karena kita makhluk sosial yang harus saling tolong-menolong, jika kita mampu untuk memberi jangan menunggu waktu untuk melaksanakan karena lebih cepat lebih baik, apalagi dalam bulan suci Ramadhan ini yang penuh dengan keberkahan serta ada Lailatul Qodar, mengingat juga dalam masa pandemi kali ini banyak khalayak yang membutuhkan bantuan dari kita karena merosotnya pendapatan ekonomi, maka dari itu kami dari HMPS HES melaksanakan santunan anak yatim-piatu guna membantu meringankan kebutuhan kepada sesama makhluk sosial, serta mencari berkah dari bulan suci Ramadhan ini,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara rutin oleh pengurus HMPS HES dari tahun ke tahun.

Koordinator kegiatan, Qotrun Nada, mengungkapkan, untuk mempersiapkan kegiatan ini butuh waktu yang cukup lama bahkan sampai kurang lebih satu bulan.

”Dalam waktu kurang lebih satu bulan itu digunakan untuk pembuatan proposal, menghubungi panti asuhan dan sampai pada akhirnya membeli sembako untuk dibawa ke panti asuhan,” tutur Nada.

Nada juga mengungkapkan rasa syukur dan bahagia atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Perasaan yang kita rasakan setelah selesai acara rasanya sangat lega dan Alhamdulillah dapat selesai sesuai waktu yang diharapkan. Tanggung jawab yang tadinya kita emban setelah acara itu terselenggarakan seakan lepas dan runtuh. Keseruan yang kita lalui dalam persiapan dan pelaksanaan acara saling bahu-membahu satu sama lain. Yang pasti bahagia dan mengajarkan sikap tolong menolong dalam kebersamaan,” Ungkapnya.

Diakhir ketua umum HMPS HES mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Dekan Fakultas Syariah, Wakil Dekan 3, Kaprodi HES beserta jajarannya , dan Kabag berserta jajarannya yang sudah mendukung acara kami. Tak lupa kepada ketua dan pengasuh panti beserta jajarannya serta anak panti yang sudah menerima kedatangan kami dan mensukseskan acara kami. Terimakasih kepada seluruh anggota pengurus HMPS HES yang sudah meluangkan waktu membantu acara kami. Baik dari mulai persiapan hingga terlaksananya acara baik yang hadir maupun belum bisa hadir. Serta pendukung yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Karena dukungan kalian lah acara ini dapat terlaksana.,” pungkasnya. (Parid)

LKBHI Sambut Tim Verifikator Kanwil Kemekumham Jawa Tengah: Tim Lakukan Verifikasi Fisik dari Berkas Pengajuan Akreditasi LKBHI

FaSya IAIN Salatiga– Senin (19/04) tim verifikator Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah datang dengan 4 orang verifikator. Kedatangan tim ke FaSya IAIN Salatiga untuk menindak lanjuti pengajuan secara online terkait akreditasi LKBHI, dengan memverifikasi faktual berkas yang sudah LKBHI unggah. Sebelum proses verivikasi berjalan, tim diterima oleh fakultas dan LKBHI di ruang Dekan FaSya.
Dyah Santi Yunianingtyas, S.H., M.H. selaku Kepala Sub Bidang Penyuluh HUKUM, Bantuan Hukum dan JARINGAN Dokumentasi Informasi Hukum, dalam sambutannya mengapresiasi tim LKBHI yang komunikatif dan sangat tanggap oleh tim akreditasi LKBHI, membuat proses pengajuan akreditasi ini bisa cepat terlaksana. Untuk bisa menjadi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang terakreditasi mempunyai standar bantuan hukum dengan memberi bantuan hukum litigasi dan non litigasi, jumlah perkara yang ditangani dalam satu tahun minimal 10 perkara untuk akreditasi C. Pemberian bantuan hukum secara gratis bagi masyarakat yang kurang mmpu menjadi prioritas penting bagi tim untuk memverifikasi berkas faktualnya.

Verifikasi administrasi secara fisik dokumen yang sudah diunggah disesuaikan dengan faktual yang terjadi di lapangan. Verifikasi secara langsung ini hanya memiliki kesempatan verifikasi sekali, sehingga apabila ada berkas atau bukti yang dibutuhkan, tim LKBHI harus siap secara cekatan melengkapinya. Kemudian tim verifikator ketika selesai dan mengantongi hasil, langsung akan diserahkan ke Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) untuk Kembali dikaji oleh tim tujuh dan menentukan hasil dari akreditasinya, imbuhnya.
Setelah keluar hasil akreditasi, Santi ikut berpesan kepada LKBHI IAIN Salatiga agar tetap menjalankan Visi misi yang sudah terlaksana, jangan sampai karena kesibukan dari penanganan perkara sehingga terlupakan. Karena bisa saat 3 tahun masa reakreditasi datang, hasil reakreditasi nilai bisa turun.
Dr. Hj. Siti Zumrotun, M.Ag. selaku dekan berterimakasih atas pendampingan dari tim visitor selama ini dan berharap terus bisa mendampingi dan membantu proses verifikasi dan pelengkapan berkas yang masih kurang. LKBHI memiliki niat yang sudah lama untuk meraih akreditasi,namun kesempatan kali ini baru bisa terealisasi. Saya yakin tidak ada rekayasa dalam persiapan dokumen akreditasi oleh LKBHI, karena saya ikut mendampingi dan menyaksikan semangat dan kegigihan tim dalam segala kondisi untuk memberikan bantuan hukum ke masyarakat. Sehingga kehadiran LKBHI di sambut baik oleh masyarakat kota salatiga dan sekitarnya. Alumni FaSya IAIN Salatiga juga banyak yang ikut bergabung menjadi advokat di LKBHI.