Perluas Jaringan, Fasya IAIN Salatiga Jalin Kerjasama dengan PN Salatiga

Pada tanggal 08 Juli 2020, bertempat di Kantor Pengadilan Negeri Salatiga telah dilangsungkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pengadilan Negeri Salatiga dengan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga. IAIN Salatiga yang berkedudukan di kota Salatiga, merupakan salah satu Perguran Tinggi Negeri bergengsi dengan reputasi tinggi dan berkualitas dalam bidang pengajaran dan penelitian, yang memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Salah satu Fakultas yang terdapat pada IAIN Salatiga adalah Fakultas Syari’ah, yang dipimpin oleh Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. sebagai Dekan. Dimana untuk melaksanakan visi dan misi Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga tersebut, Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga memiliki kegiatan antara lain upaya peningkatan kesadaran hukum melalui konsultasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat, penelitian dan pengkajian hukum, serta pengabdian masyarakat dibidang hukum dalam bentuk bantuan hukum.

Dalam mewujudkan kegiatan tersebut maka Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga yang diwakili oleh Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. sebagai Dekan bersama dengan Pengadilan Negeri Salatiga yang diwakili oleh Riyono, S.H., M.H Selaku Ketua Pengadilan Negeri salatiga, membuat dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang mana perjanjian tersebut berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Salah satu bentuk kerja sama yang dibicarakan dalam kesempatan ini adalah terkait kesempatan bagi mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga menimba ilmu di PN Salatiga.

Kiranya kegiatan ini bukan hanya Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) saja, akan tetapi diharapkan dengan adanya kerjasama ini, akan menciptakan alumni-alumni dari Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga  yang dapat mengaplikasikan dengan baik pengetahuan yang diperolehnya dalam kehidupan di masyarakat nantinya sehingga semangat pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dapat diwujudkan nantinya oleh alumni-alumni dari Fakultas Syari’ah IAIn Salatiga. Kerjasama ini juga bertujuan untuk mendorong peningkatan program kerja lembaga masing-masing dalam rangka memperkuat kemandirian, transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan.

Tanggap Pandemi Covid-19, Alumni beserta Mahasiswa HTN bagikan masker secara gratis

Fasya– Dalam rangka ikut andil mendukung himbauan pemerintah guna menghindari wabah covid-19, alumni dan mahasiswa HTN FaSya IAIN Salatiga memberikan masker gratis kepada masyarakat di lingkungan Kota Salatiga (06-07-2020).

Pada masa New Normal yang sudah berlangsung di Salatiga mulai dari tanggal 01 Juli 2020 masih ada beberapa masyarakat belum sepenuhnya mengikuti himbauan pemerintah untuk social distance, pakai masker, dan untuk sering cuci tangan. Sehingga alumni beserta mahasiswa HTN tergerak hatinya untuk ikut mensosialisasikan himbauan tersebut dengan memberikan masker ke masyarakat dengan gratis.

Pembagian masker dilaksanakan di perempatan Jalan Lingkar Selatan tepatnya di kelurahan Kecandran, Salatiga. Utamanya pada masyarakat yang berkendara dengan tidak menggunakan masker. Seiring dengan pemberian masker, alumni beserta mahasiswa HTN sedikit ikut mensosialisaikan untuk masyarakat pengendara kendaran untuk menjaga dari wabah covid-19 dengan selalu membawa masker ketika keluar rumah.

Kegiatan tersebut juga didukung oleh para prajurit Angkatan Darat Kota Salatiga yang bersama memberikan masker secara gratis.

Sambut Bulan Ramadhan 1441 H, Fakultas Syariah IAIN Salatiga gelar Lokakarya Imsyakiyah

Fasya– Sudah menjadi agenda rutinan wajib bagi FaSya IAIN Salatiga menjelang bulan Ramadhan mengadakan workshop Lokakarya Imsakiyah dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten pada ilmu falak. Kegiatan yang mengundang peserta dari beberapa takmir masjid kisaran kota salatiga dan boyolali serta instansi dibawah naungan Kemenag diselenggarakan di Aula pada Rabu (04/03/2020). Pada tahun ini FaSya mengembangkan sayap dengan mengundang beberapa sekolahan guna memberikan informasi jadwal Puasa Ramadhan serta mensosialisasikan bahwa FaSya IAIN Salatiga memberikan edukasi dan pembekalan kepada mahasiswanya untuk bisa menghitung penentuan kalender hijriah.

Kegiatan ini menghadirkan Narasumber Prof. Dr. Slamet Hambali, M.Si (UIN Walisongo), Prof. Dr. Susiknan Azhari, M.A. (UIN Sunan Kalijaga), dan Prof. Dr. Muh. Zuhri, M.A. (IAIN Salatiga). Sambutan dari Dr. Siti Zumrotun, M.Ag selaku Dekan membuka acara dengan mengharapkan bisa memberikan informasi kapan jatuhnya 1 Ramadhan dan 1 Syawal, kepada seluruh undangan yang hadir.

Rektor IAIN Salatiga Prof. Dr. Zakiyuddin ikut memberikan sambutan, “menurutnya, sekarang sudah banyak perguruan tinggi yang mulai membangun disiplin-disiplin ilmu baru yang merupakan gabungan dari beberapa disiplin ilmu lain. Disiplin ilmu baru ini nantinya akan menjadi dasar untuk disiplin ilmu lainnya. Perguruan tinggi sebagai pusat pembelajaran, baik imtak (iman dan takwa) serta iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) harus bisa menjawab tantangan pasar keilmuan dan pasar inovasi.”

Slamet hambali menyampaikan hasil research beliau bahwa setelah memperhatikan keadaan hilal awal Ramadhan 1441 H pada saat ghurup di seluruh wilayah Indonesia tinggi bulan sudah berada di atas ufuk maka 1 Ramadhan 1441 H jatuh pada hari Jumat Kliwon tanggal 24 April 2020 M. Sedangkan awal syawal 1441 H dengan memperhatikan keadaan hilal awal syawal (29 Ramadhan) 1441 H yang ternyata masih di bawah  ufuk untuk semua wilayah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke maka 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad 24 Mei 2020 M.

Melanjutkan narasumber berikutnya, Suksinan memaparkan bahwa “Tantangan tersendiri bagi umat Islam Indonesia untuk dapat mempublikasikan jadwal sholat dalam berbagai media terutama di surat kabar atau dalam bentuk buku saku bagi kalangan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Negara singapura sendiri yang latarbelakangnya bukan sebagai negara muslim malah menerbitkan buku saku jadwal solat bagi semua wisatawan yang berkuncung ke Singapura.”

Dikawasan Timur Tengah antara Adzan dan Iqomah itu ada waktu sekitar 25 Menit untuk subuh, 20 menit untuk shlat Zuhur, Ashar, Isya dan 10 menit untuk Magrib. Tapi beda halnya di Indonesia yang selama ini tidak ada kesepakatan Bersama menegnai jeda anatara adzan dan iqomah, ini juga menjadi suatu tantangan bagi kita khususnya IAIN Salatiga untuk mencarikan penyelesaian masalah tersebut.

Kita umat Islam sangat perlu untuk membuat satu kalender hijriah yang sama dalam konteks bernegara, sehingga dalam pelaksanaan ibadah kita bisa melakukannya secara Bersama-sama. Hal ini bisa menjadi cara bagi kita untuk menunjukkan kepada dunia bahwa muslim di Indonesia Bersatu, lanjut Suksinan.

Pemaparan diperkuat oleh Zuhri bahwa ” Ijtima’ akhir Sya’ban 1441 H jatuh pada hari kamis Wage 23 April 2020 jam 09.27 WIB. Hal ini terjadi ketika matahari terbenam pada hari dan tanggal tersebut di wilayah Indonesia hilal di atas ufuk antara 2°40 hingga 4°30. Dengan demikian 1 Ramadhan jatuh pada Jum’at Kliwon 24 April 2020 M. sedangkan Ijtima’ akhir Ramadhan 1441 H jatuh pada hari Sabtu Wage 23 Mei 2020 jam 00.39 WIB. Puasa Ramadhan Istikmal, sehingga 1 Syawal jatuh pada hari Ahad Kliwon 24 Mei 2020. “

Dinamika Hukum Islam di Indonesia, Kuliah Tamu Fakultas Syari’ah

Fakultas Syariah– Perkembangan Hukum Islam pada zaman modern ini sangat pesat mengiringi dan memberikan solusi kepada problematika yang berkembang di masyarakat. Namun entah karena pemahaman masyarakat yang belum bisa dibilang sama, informasi hukum-hukum islam masih banyak yg belum diketahui. Pandangan Hukum Islam masih hanya terbatas kepada penyelesaian waris dan perceraian.
Mensosialisasikan dari jauh hari untuk membekali para mahasiswa FaSya dirasa sangat penting, sehingga pada 20 Fabruari 2020 mahasiswa-mahasiswi tiga prodi HKI, HES dan HTN diundang untuk mengikuti kuliah tamu dengan pembicara Dr. Mamat S. Burhanuddin, M.Ag. (Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat PTKI).
Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. membuka secara langsung acara kuliah tamu yang diselenggarakan di aula Fakultas. Dalam sambutannya, mengajak mahasiswa untuk cepat merespon secara akademisi berita Rencana Undang-Undang ketahanan keluarga yang sedang digodok oleh legislatif. Berbeda dengan realita dengan informasi sejauhmana hukum Islam sampai di masyarakat, perkembangan realita hukum Islam sendiri sangat mengikuti perkembangan realita-realita kehidupan masyarakat.
Mengawali pemaparan, mamat memberikan stimulus berupa pertanyaan bebas yaitu “boleh atau tidak, kalau penghulu itu wanita”. Serontak mayoritas menjawab “tidak boleh”, walau sedikit ada yang menjawab “boleh”.
Melanjutkan materi kuliah tamu, implementasi slogan hukum Islam tidak semudah yang didengungkan oleh para kalangan yang mengatakan dirinya sebagai kalangan yang pro dengan hukum Tuhan. Karena Indonesia bukanlah negara agama, sehingga tidak ada kewajiban bagi kita untuk harus menegakkan hukum Islam di Indonesia.
Doktrin terkadang datang dari kultur yang mempengaruhi keragaman dalam beragama di Indonesia. Namun perlu diketahui bersama bahwa, implementasi hukum Islam di Indonesia sedang mencari formula terbaik, lanjutnya.
Acara kuliah tamu pada tema ini ditutup dengan dibukanya sesi tanya jawab yang berjalan dengan baik, dari tiga mahasiswa yang mengajukan pertanyaan.

Menyamakan Frekuensi Dosen: Fakultas Syariáh gelar Rapat Koordinasi Dosen

Fakultas Syariah– Sudah menjadi tekad bulat dan misi FaSya IAIN Salatiga untuk menyelenggarakan pendidikan dalam berbagai disiplin ilmu keislaman berbasis pada nilai-nilai keindonesiaan. Menyelenggarakan penelitian dalam berbagai disiplin ilmu keislaman bagi penguatan nilai-nilai keindonesiaan. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berbasis riset bagi penguatan nilai-nilai keindonesiaan. Mengembangkan budaya masyarakat kampus yang mencerminkan nilai-nilai Islam-Indonesia. Menyelenggarakan pengelolaan pendidikan tinggi yang profesional dan akuntabel.

Menyambut perkuliahan semester genap yang sudah akan berlangsung, FaSya menggelar Rapat Koordinasi dengan dosen untuk menyamakan frekuensi bersama dalam mewujudkan misi FakultasFakultas (Salatiga, 12-02-2020).
Memulai acara, Dr. Siti Zumrotun,M.Ag. selaku Dekan memberikan informasi sitem pembelajaran lAIN Salatiga yang ada sedikit perubahan mengikuti perubahan sistem dan kebijakan baru. Kemudian semua dosen tidak tetap akan diusahakan mendapatkan nomor induk khusus, tujuannya agar nama-nama dosen pengampu mata kuliah bisa diakses melalui portal online. Kedepannya para alumni pada tanskrip nilainya bisa terdeteksi matakuliah yg pernah diambil beserta seluruh dosennya.

Lanjut Siti mengharapkan penyamaan frekuensi dosen untuk membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa sesuai dengan misi output unggul mahasiswa FaSya. Beberapa komunitas sudah terbentuk meliputi Pusat Studi Debat Hukum guna mengasah ketajaman mahasiswa tentang isu-isu terbaru hukum. Pusat Studi Ilmu Falak, Pusat Studi Karya Tulis Ilmiah, Program Pendidikan Karakter, Pusat Kajian Perundang-undangan dan Qiroatul Kutub. Dan FaSya Membuat jurnal baru yang fokus untuk ilmu-ilmu hukum umum dan syariáh dengan nama Jurnal Indonesian of law, sehingga menawarkan seluruh dosen untuk bisa berkontribusi dalam perkembangan jurnal tersebut.
Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.S.I. selaku wakil dekan bidang akademik melanjutkan pemaparan data Struktur Pengelola Fakultas, data jumlah keseluruhan Dosen dan Mahasiswa, Kalender Akademik semester genap, dan Hak serta Kewajiban Dosen dan Mahasiswa.

Moh. Khusen, M.Ag., M.A. selaku wakil dekan bidang Perencanaan, administrasi umum dan keuangan memberikan informasi terkait sarana dan prasarana yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung aktifitas perkuliahan di fakultas.

Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd. selaku wakil dekan bidang kerjasama dan kemahasiswaan memberikan motifasi serta arahan untuk selalu mengaplikasikan budaya kerohaniaan dalam setiap dimulai atau mengakhiri perkuliahan.

Sebagai acara penutup dibuka sesi pertanyaan dan diskusi, dimulai dari Muharor yang menanyakan aplikasi baru penunjang akademik yang diberi nama SIMONA, bagaimana mensiasati apabila dosen yang berhalangan datang atau pergantian waktu perkuliahan?. Lanjut Rugaya, memberikan usulan sesuai dengan pengalamannya bagaimana mensiasati kelas agar mahasiswa lebih aktif dengan penempatan tempat duduk lebih baik menggunakan leter U. Pertanyaan berikutnya dari Fathul muin selaku dosen yang baru bergabung pada semester ini, menanyakan bagaimana mensiasati apabila ada agenda yang bertabrakan dengan perkuliahan. tidak jauh beda dengan pertanyaan yang ldisampaikan oleh dosen baru bergabung juga yaitu Sri Rahayu.

Perolehan Penghargaan MURI: FaSya IAIN Salatiga Tertarik Mengikuti Jejak UNISMA

Fakultas Syariah-Studi banding merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya untuk pengembangan instansi. Kegiatan seperti ini tentunya sangat bagus bagi perkembangan suatu kebutuhan yang diharapkan sebagaimana mestinya. Seperti halnya FaSya IAIN Salatiga yang melakukan study banding ke UNISMA Malang. Bersama rombongan Dekanat, Kaprodi dan Sek prodi beserta jajaran tenaga kependidikan, kunjungan di Magister Hukum Keluarga Islam Program Pascasarjana UNISMA diterima dengan baik oleh Wakil Direktur,Kaprodi beserta jajarannya.
Dekan FaSya IAIN Salatiga Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. menyampaikan maksud kunjungan rombongan yaitu untuk memperbaiki dan memajukan FaSya khususnya dan umumnya IAIN Salatiga menuju UIN Salatiga. Banyak kejuaraan dan penghargaan yang diberikan MURI menjadi alasan besar juga kunjungan study ini dilaksanakan.
Kunjungan tersebut pula guna bertukar ilmu dalam manajemen pengelolaan akademik dan kemahasiswaan, serta pengelolaan program Pascasarjana HKI
UNISMA karena FaSya IAIN Salatiga sedang mengajukan proposal Program baru Pascasarjana S2 HKI.
Wakil Direktur Pascasarjana Dr. H. Nur fajar Arief, S.Pd, M.Pd memaparkan bahwa mahasiswa Pascasarjana sebanyak 15ribu-an dengan 34 prodi.
UNISMA memiliki mahasiswa dari 15 negara meliputi program Pascasarjana S2 dari Philipina. Terdapat 9 program magister yang terdiri dari PAI, Hukum Islam, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Manajemen, Administrasi, Peternakan, Ilmu Hukum dan Kenotariatan. Total mahasiswa 1400-an di Pascasarjana S2 dan S3.

UNISMA secara umum memiliki Filosofi sadar kebutuhan masyarakat sehingga diharapkan akan menjadi tujuan utama masyarakat dalam melanjutkan studi mereka pada jenjang sarjana dan magister. Di kota Malang terdapat 58 Perguruan Tinggi terdiri 6 PT Negeri, UNISMA sendiri masuk 5 besar tertinggi se-Jatim dan masuk menjadi 61 terbaik se-Indonesia, imbuh Arief.
Program IT yang diberi nama “SISWO” menjadi aplikasi unggulan di UNISMA untuk melihat mobilitas akademisi dosen dan mahasiswa. Persuratan melalui aplikasi yang bisa di instal pada HandPhone dan Sistem manajemen kepegawaian berbasis online mendukung UNISMA menertibkan dan evaluasi setiap waktu perkembangan sivitas nya.
Program 6 bulan UNISMA di paparkan dengan tujuan untuk penguatan karakter seluruh mahasiswa. Proyeksi kegiatan di dalam kelas untuk menyiasati pengajaran mahasiswa dengan FGD dan kreativitas dosen dimaksud kan untuk menyambut out put lulusan yang baik.
Laboratorium tanaman obat untuk mendukung fakultas kedokteran dan Rumah Sakit islam mendukung perkembangan pesat lembaga.
Kunjungan study ditutup dengan saling bertukar cinderamata berupa vandel logo masing-masing Fakultas.

Strategi Jitu Menuju Akreditasi Asia Tenggara Menarik FaSya IAIN Salatiga Berkunjung ke UIN Malang

Fakultas syariah- Tahun baru dengan semangat baru mengiringi agenda FaSya IAIN Salatiga ke UIN Malang ada Jumat, 17-01-2020 pagi hari. Rombongan terdiri dari Dekan dan wakil dekan serta jajaran pejabat lainnya. Kedatangan rombongan Malangyang membawa misi untuk memajukan lembaga disambut baik oleh UIN Malang.
Kunjungan dibuka dengan sambutan Dekan FaSya IAIN Salatiga, Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. yang memperkenalkan rombongan dilanjutkan dengan menyampaikan tujuan kedatangan rombongan study untuk bertukar ilmu terkait pengembangan fakultas secara global.
Dr. Saefullah selaku Dekan FaSya UIN Malang menerima dan menyatakan telah terinspirasi dari kunjungan study diawal tahun yang biasanya rame-rame menjadi agenda akhir tahunan, alasannya karena diawal tahun pas sekali dengan agenda pekerjaan yang belum padat apalagi plusnya bersamaan dengan suasana liburan aktifitas perkuliahan.
Saefullah menjabarkan bahwa dalam menyiapkan akreditasi tingkat Asia Tenggara, FaSya UIN Malang memiliki strategi dengan 8 unit pendukung pengembangan Fakultas, yaitu:
1. unit pengembangan kelas internasional
2. unit laboratorium Falak
3. unit konsultasi keluarga sakinah
4. unit konsultasi dan bantuan hukum
5. unit pengembangan bakat mahasiswa
6. unit pengembangan kerjasama
7. unit penjaminan mutu
8. unit lab turat dan tahfidz,
dimana proses jalan dan berkembangannya unit-unit tersebut sesuai keadaan lapangan dan terbentuknya mengikuti tuntutan borang yang berlaku.
Namun ada kendala dari sarana prasarana yang belum memenuhi untuk mendukung jumlah mahasiswa sebanyak 3000-an. Kemudian adanya dosen FaSya yang menjadi Asessor BAN-PT sangat mendukung kesiapan dan hasil maksimal dari akreditasi Fakultas sampai Prodi.
Prodi HKI UiN Malang sudah berhasil mempertahankan tiga kali berturut-turut pada hasil akreditasi nilai A, dan dalam proses diusulkan untuk maju visitasi tingkat asia Tenggara, imbuh Saefullah.
Wakil Dekan bidang kemahasiswaan FaSya UIN Malang Dr. Suwandi, menambahkan bahwa apabila ada 1 atau 2 prodi yang ber akreditasi internasional maka akan berpengaruh besar membawa manfaat perkembangan Fakultas sampai ke UIN sendiri. Ditambah dengan mahasiswa asing yang study di FaSya UIN Malang dari thailand, libya, Singapura ketika mereka lulus telah menjadi ujung tombak di negaranya dan secara khusus daerahnya, memberikan nilai lebih besar pada Fakultas.
Perhatian Universitas juga besar ketika melihat mahasiswa yang memiliki prestasi, secara serius memberikan penghargaan kepada mereka. Didukung pula kerjasama beasiswa dari Pemkab dan Gubernur pada mahasiswa yang berprestasi tersebut, yang membuat out put FaSya terdorong untuk lebih baik.
Acara dilanjut dengan sesi tanya jawab yang dimulai oleh dosen FaSya IAIN Salatiga, Cholida Hanum, M.H. yang menanyakan tips dan trik manajemen pengarahan komunitas Mahasiswa untuk meraih juara dalam ajang perlombaan nasional.
Penanggung jawab unit minat bakat mahasiswa FaSya UIN Malang memberikan pemaparan dimana dia membentuk unit bakat minat kademik (foodcourt competition, law debat, dll) dan Non akademik (seni tari, keolahragaan, musik dll), serta membentuk komunitas yang dibina bersama seluruh dosen Fasya. Ditambah dengan Open recruitment dari awal untuk memetakan minat bakat mahasiswa agar mudah untuk disiapkan pengembangannya.

Penandatanganan Kerjasama (MoU) PTUN Yogyakarta dengan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga

Pada tanggal 17 September 2019, bertempat di Kantor PTUN Yogyakarta telah dilangsungkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta dengan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga. IAIn Salatiga yang berkedudukan di kota Salatiga, merupakan salah satu Perguran Tinggi Negeri bergengsi dengan reputasi tinggi dan berkualitas dalam bidang pengajaran dan penelitian, yang memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Salah satu Fakultas yang terdapat pada IAIN Salatiga adalah Fakultas Syari’ah, yang dipimpin oleh Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. sebagai Dekan. Dimana untuk melaksanakan visi dan misi Fakultas Syari’ah IAIn Salatiga tersebut, Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga memiliki kegiatan antara lain upaya peningkatan kesadaran hukum melalui konsultasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat, penelitian dan pengkajian hukum, serta pengabdian masyarakat dibidang hukum dalam bentuk bantuan hukum.

Dalam mewujudkan kegiatan tersebut maka Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga yang diwakili oleh Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. sebagai Dekan bersama dengan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta yang diwakili oleh H. Andri Mosepa, SH., MH, membuat dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang mana perjanjian tersebut berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. Salah satu bentuk kerja sama yang dibicarakan dalam kesempatan ini adalah terkait kesempatan bagi mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga menimba ilmu di PTUN Yogyakarta.

Kiranya kegiatan ini bukan hanya Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) saja, akan tetapi diharapkan dengan adanya kerjasama ini, akan menciptakan alumni-alumni dari Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga  yang dapat mengaplikasikan dengan baik pengetahuan yang diperolehnya dalam kehidupan di masyarakat nantinya sehingga semangat pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dapat diwujudkan nantinya oleh alumni-alumni dari Fakultas Syari’ah IAIn Salatiga. Kerjasama ini juga bertujuan untuk mendorong peningkatan program kerja lembaga masing-masing dalam rangka memperkuat kemandirian, transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan.

Visit Zona Pintar Pemilu KPU DIY di Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga

Salatiga – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar acara “Visit Zona Pintar Pemilu” bagi para Duta Pemilu 2019, pada tgl (01/11/19). Acara ini selain menindaklanjuti dari hasil kerjasama antara IAIN Salatiga dan KPU Provinsi DIY dan juga “Sosialisasi Pemilu Serentak 2019” yang dilaksanakan oleh KPU DIY beberapa hari sebelumnya.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KPU DIY, dalam sambutannya, Hamdan menghimbau kepada para Duta Pemilu untuk selalu mengintrospeksi diri, dan melakukan rencana yang matang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ia juga berharap kepada para Duta Pemilu, untuk selalu berpartisipasi dan membantu KPU dalam menyukseskan Pemilu Serentak 2019. Menurutnya, KPU tidak bisa bekerja sendirian, harus mendapat dukungan dari banyak pihak, salah satunya dari para mahasiswa.

Rangkaian acara selanjutnya berupa diskusi dan penyampaian materi mengenai Demokrasi, selain itu, para Duta Pemilu juga berkesempatan untuk melakukan simulasi Pemilihan Umum di Tempat Pemungutan Suara (TPS) secara langsung, dengan menggunakan berbagai bentuk instrumen atau fasilitas alat peraga pemilihan yang tersedia di Zona Pintar  KPU DIY.

Kegiatan sinau bareng ini terfokus pada seputar pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif, atau pemilihan presiden, namun juga dapat dijadikan wisata edukasi bagi anak didik terutama pemilih pemula,” kata salah satu komisioner KPUD Provinsi DIY. Diharapkan dari kegiatan ini para Mahasiswa IAIn Salatiga mendapatkan wawasan dan ilmu khususnya dalam berdemokrasi.