MoU Dekan Fak Syari’ah IAIN Salatiga dengan Pengadilan Negeri Kendal

Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga Dr. Hj. Siti Zumrotun, M.Ag bersama dengan Wakil Dekan III bagian kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd pada tanggal 27 Februari 2020, bertempat di Kantor Pengadilan Negeri Kendal telah dilangsungkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pengadilan Negeri Kendal dengan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga. IAIN Salatiga yang berkedudukan di kota Salatiga, merupakan salah satu Perguran Tinggi Negeri bergengsi dengan reputasi tinggi dan berkualitas dalam bidang pengajaran dan penelitian, yang memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Salah satu Fakultas yang terdapat pada IAIN Salatiga adalah Fakultas Syari’ah, yang dipimpin oleh Dr. Hj. Siti Zumrotun, M.Ag. sebagai Dekan. Dimana untuk melaksanakan visi dan misi Fakultas Syari’ah IAIn Salatiga tersebut, Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga memiliki kegiatan antara lain upaya peningkatan kesadaran hukum melalui konsultasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat, penelitian dan pengkajian hukum, serta pengabdian masyarakat dibidang hukum dalam bentuk bantuan hukum.

Dalam mewujudkan kegiatan tersebut maka Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga yang diwakili oleh Dr. Hj. Siti Zumrotun, M.Ag. sebagai Dekan bersama dengan Pengadilan Negeri Kendal yang diwakili oleh Betsji Siske Manoe, SH., MH, membuat dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang mana perjanjian tersebut berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. Salah satu bentuk kerja sama yang dibicarakan dalam kesempatan ini adalah terkait kesempatan bagi mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga menimba ilmu di PN Kendal.

Kiranya kegiatan ini bukan hanya Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) saja, akan tetapi diharapkan dengan adanya kerjasama ini, akan menciptakan alumni-alumni dari Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga yang dapat mengaplikasikan dengan baik pengetahuan yang diperolehnya dalam kehidupan di masyarakat nantinya sehingga semangat pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dapat diwujudkan nantinya oleh alumni-alumni dari Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga. Kerjasama ini juga bertujuan untuk mendorong peningkatan program kerja lembaga masing-masing dalam rangka memperkuat kemandirian, transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan.

Perluas Jaringan, Fasya IAIN Salatiga Jalin Kerjasama dengan PN Salatiga

Pada tanggal 08 Juli 2020, bertempat di Kantor Pengadilan Negeri Salatiga telah dilangsungkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pengadilan Negeri Salatiga dengan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga. IAIN Salatiga yang berkedudukan di kota Salatiga, merupakan salah satu Perguran Tinggi Negeri bergengsi dengan reputasi tinggi dan berkualitas dalam bidang pengajaran dan penelitian, yang memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Salah satu Fakultas yang terdapat pada IAIN Salatiga adalah Fakultas Syari’ah, yang dipimpin oleh Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. sebagai Dekan. Dimana untuk melaksanakan visi dan misi Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga tersebut, Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga memiliki kegiatan antara lain upaya peningkatan kesadaran hukum melalui konsultasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat, penelitian dan pengkajian hukum, serta pengabdian masyarakat dibidang hukum dalam bentuk bantuan hukum.

Dalam mewujudkan kegiatan tersebut maka Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga yang diwakili oleh Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. sebagai Dekan bersama dengan Pengadilan Negeri Salatiga yang diwakili oleh Riyono, S.H., M.H Selaku Ketua Pengadilan Negeri salatiga, membuat dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang mana perjanjian tersebut berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Salah satu bentuk kerja sama yang dibicarakan dalam kesempatan ini adalah terkait kesempatan bagi mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga menimba ilmu di PN Salatiga.

Kiranya kegiatan ini bukan hanya Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) saja, akan tetapi diharapkan dengan adanya kerjasama ini, akan menciptakan alumni-alumni dari Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga  yang dapat mengaplikasikan dengan baik pengetahuan yang diperolehnya dalam kehidupan di masyarakat nantinya sehingga semangat pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dapat diwujudkan nantinya oleh alumni-alumni dari Fakultas Syari’ah IAIn Salatiga. Kerjasama ini juga bertujuan untuk mendorong peningkatan program kerja lembaga masing-masing dalam rangka memperkuat kemandirian, transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan.

Penandatanganan Kerjasama (MoU) PTUN Yogyakarta dengan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga

Pada tanggal 17 September 2019, bertempat di Kantor PTUN Yogyakarta telah dilangsungkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta dengan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga. IAIn Salatiga yang berkedudukan di kota Salatiga, merupakan salah satu Perguran Tinggi Negeri bergengsi dengan reputasi tinggi dan berkualitas dalam bidang pengajaran dan penelitian, yang memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Salah satu Fakultas yang terdapat pada IAIN Salatiga adalah Fakultas Syari’ah, yang dipimpin oleh Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. sebagai Dekan. Dimana untuk melaksanakan visi dan misi Fakultas Syari’ah IAIn Salatiga tersebut, Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga memiliki kegiatan antara lain upaya peningkatan kesadaran hukum melalui konsultasi dan penyuluhan hukum kepada masyarakat, penelitian dan pengkajian hukum, serta pengabdian masyarakat dibidang hukum dalam bentuk bantuan hukum.

Dalam mewujudkan kegiatan tersebut maka Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga yang diwakili oleh Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. sebagai Dekan bersama dengan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta yang diwakili oleh H. Andri Mosepa, SH., MH, membuat dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang mana perjanjian tersebut berlaku untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. Salah satu bentuk kerja sama yang dibicarakan dalam kesempatan ini adalah terkait kesempatan bagi mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga menimba ilmu di PTUN Yogyakarta.

Kiranya kegiatan ini bukan hanya Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) saja, akan tetapi diharapkan dengan adanya kerjasama ini, akan menciptakan alumni-alumni dari Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga  yang dapat mengaplikasikan dengan baik pengetahuan yang diperolehnya dalam kehidupan di masyarakat nantinya sehingga semangat pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dapat diwujudkan nantinya oleh alumni-alumni dari Fakultas Syari’ah IAIn Salatiga. Kerjasama ini juga bertujuan untuk mendorong peningkatan program kerja lembaga masing-masing dalam rangka memperkuat kemandirian, transparansi dan akuntabilitas lembaga peradilan.

BKN Semarang Berikan Simulasi CAT kepada Alumni Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga

Semarang-Indonesia memanggil putra-putri terbaik bangsa yang memiliki KOMPETENSI, INTEGRITAS, dan KOMITMEN TINGGI untuk bergabung menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan mengikuti seleksi rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2019 yang akan dilaksanakan serentak melalui portal panitia seleksi nasional Badan Kepegawaian Negara. Menengok peluang besar tersebut, Fakultas Syariah bekerjasama dengan UPT BKN Semarang gelar simulasi CAT untuk mempersiapkan alumni Fasya dalam menghadapi ujian seleksi CPNS.

Dr. Ahmad Sulthoni sebagai Wakil Dekan bidang kemahasiswaan dan alumni berharap kegiatan yang terselenggara berkat kerjasama dengan BKN Semarang ini bisa maksimal dan menjadi salah satu bentuk usaha Fakultas memberikan perhatian kepada alumninya.

Kepala Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi ASN Semarang, Ibu Ahyu Wulandari, S.Kom. menyambut dengan baik kerjasama dengan Fasya dan memberikan pesan kepada alumni dari segi teknis dalam kesiapan menghadapi ujian sesungguhnya seleksi CPNS yang akan datang. Lanjutnya, alumni yang mengikuti simulasi CAT di wajibkan untuk menjaga kondisinya, mentaati segala persyaratan peserta dan menghindari segala bentuk sebab yang mengkibatkan situsi stress di lapangan. Ditekankan pula kepada alumni untuk disiplin waktu menghadiri tes CPNS dikarenakan tidak semua instansi mengakomodir keterlambatan peserta.

Simulasi CAT berlangsung dengan jumlah 50 soal dengan waktu pengerjaan selama 30

 menit. Keheningan saat simulasi sudah menghadirkan gambaran kepada alumni bagaimana kondisi sesungguhnya yang mungkin akan lebih tidak terduga. Raut ceria mereka menjadi obat tersendiri dari ketegangan yang sudah berlalu ketika mereka mengetahui hasil lulus memuaskan simulasi CAT yang bisa dilihat dari display monitor terletak di luar ruang simulasi.

(HAR)

MOU Dekan Fakultas Syari’ah dengan Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam (ADHKI)

Fakultas Syariah– penandatanganan MOU Dekan Fakultas Syari’ah dengan Bapak Prof. Dr. H. Khoiruddin Nasution, M.A selaku Ketua Umum Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam (ADHKI) dilaksanakan di Hotel Lorin Solo pada 04 November 2019. Kerjasama yang diharapkan ADHKI bisa membekali dan memberikan wadah bagi dosen-dosen Hukum Keluarga Islam untuk berkiprah dalam dunia akademisi dan non-akademisi.

F. Syari’ah IAIN Salatiga Tandatangani MoU dengan KPU DIY

Yogyakarta 09/10/19-Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta menandatangani Perjanjian Kerjasama terkait pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Aula KPU DIY, Rabu (9/10/2019).

Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga, Dr. Siti Zumrotun, M.Ag menyambut baik kerjasama ini, sebab kampus yang dibesutnya’ menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari KPU untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam demokrasi khususnya dalam pemilu dan peningkatan SDM. Ia menyampaikan, sejumlah program akan dilaksanakan yang mencakup bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang juga merupakan pilar tridharma perguruan tinggi, tentunya dalam mendorong kualitas demokrasi yang semakin baik dan agar segenap mahasiswa dan lulusan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga mampu berinteraksi dan berkiprah di masyarakat dalam upayanya pemberdayaan sosial politik.


“Diharapkan melalui kerjasama ini dapat menjadi wadah wawasan bagi mahasiswa untuk  menghasilkan penyelenggaraan pemilu profesional dan kampus ikut berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat, termasuk mahasiswa IAIN Salatiga akan ikut terlibat dalam bentuk penelitian, praktikum dan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tematik terkait kepemiluan,” terangnya.

Hamdan selaku Ketua KPU Provinsi DIY, menyambut baik dengan adanya MoU tersebut. Karena dalam upayanya sosialisasi masyarakat ada pihak Perguruan Tinggi yang peduli dengan pendidikan politik dan demokrasi. Diharapkan dengan adanya MoU yang telah ditandatangani kedua belah pihak akan mampu meningkatkan partisipasi pemilih dan meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia sehingga agenda 5 tahunan demokrasi baik pilkada maupun pileg dan pilpres dapat berjalan dengan baik, transparan, berintegritas dan berkualitas.

Sementara, Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan menyampaikan, KPU dalam meningkatkan kualitas penyelenggara pemilu yang memiliki tantangan dan beban yang besar, menurutnya salah satu upaya yang bisa dilakukan, melalui kerjasama dengan berbagai pihak, IAIN Salatiga disebutnya diharapkan bisa menjadi bagian dalam meningkatkan kualitas pemilu.

”Salah satu upaya yang dapat menghasilkan penyelenggara pemilu berkualitas melalui sosialisasi dan pendidikan, kita yakin Perjanjian Kerjasama ini dapat meningkatkan kualitas pemilu,” jelasnya.

Agenda penandatanganan MoU sendiri merupakan rangkaian dari KPU DIY Goes to Campus yakni melakukan dialog kepemiluan.

Kementerian Perdagangan RI Tawarkan Pelatihan Digital Marketing Kepada 1000 Mahasiswa F. Syariah

Kementerian perdagangan menerima kunjungan study oleh mahasiswa fakultas Syariah IAIN Salatiga (26-09-2019).

Jakarta- Tiga mandat presiden kepada Kementerian Perdagangan: Menjaga ketersedian dan stabilisasi harga bahan pokok dan barang penting serta mengutamakan penyerapan produksi dalam negeri, meningkatkan ekspor dan menjaga neraca perdagangan, membangun dan merevitaisasi pasar rakyat. Mandat tersebut dipaparkan oleh Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Budi Santoso di ruang pertemuan Anggrek lantai 12 dalam acara penerimaan kunjungan mahasiswa fakultas syariah IAIN Salatiga (Kamis, 26-09-2019).

Tawaran pelatihan digital marketing dari humas kemendagri oleh Tomi, cukup menarik perhatian mahasiswa F. Syariah. Harapannya mahasiswa memiliki kreatif pada zaman milenial ini agar bisa menjadi bekal hidup mereka kelak, imbuh tomi.

Kemendagri pun memiliki agenda yang setiap tahunnya memberikan pelatihan-pelatihan untuk membekali kreatif mahasiswa di seluruh indonesia. Tawaran tersebut disambut dengan cepat oleh Wakil Dekan bidang Akademik Dr. Ilyya Muhsin, M.Si. agar bisa masuk dalam agenda kunjungan tahun depan di F. Syariah.

By. Hijri

Peluang Lebar Ditawarkan Mahkamah Agung (MA) RI Bagi Mahasiswa IAIN Salatiga


Jakarta- Mahasiswa Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga sebanyak 175 yang terdiri dari tiga prodi melakukan kunjungan studi di MA RI (25-09-2019). Kunjungan tersebut diterima oleh Panitera Muda Perdata Agama Dr. Abdul Ghoni, S.H., M.H. di ruang rapat Wirjono lantai 2 Gedung MA.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Ilyya Muhsin, M.Si. memaparkan maksud dan tujuan kunjungan Fakultas Syariah Mahasiswa memahami dari dekat profil lembaga MA RI, tata cara untuk menjadi pegawai, pimpinan dan majelis hakim MA RI, kedudukan MA RI dalam sistem tata negara Indonesia, kode etik MA RI, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) MA, dasar pertimbangan yuridis maupun non-yuridis yang digunakan dalam proses putusan kasasi, mekanisme pengawasan hakim-hakim oleh MA, kendala-kendala yang dihadapi oleh MA RI dalam membina hakim dan membersihkan mafia peradilan dan mahasiswa mengetahui peran MA dalam memberantas mafia peradilan serta mengetahui peluang-peluang kerjasama yang dapat dilakukan antara MA RI dengan IAIN Salatiga khususnya Fakultas Syari’ah.

Abdul menyambut baik kunjungan Fakultas Syari’ah ke MA RI dan memberikan contoh nyata bahwa lulusan perguruan tinggi seperti beliau yang menjadi lulusan IAIN Suna Kalijaga Jogjakarta pun bisa bergabung menjadi panitera di MA RI. Lanjutnya, abdul menjelaskan bahwa kebutuhan perekutan CPNS hakim yang belum lama berlalu masih menyisakan banyak lowongan. Karena dari pendaftar sebanyak 35.000 dari 655 formasi masih jauh dari terpenuhi. Rata-rata kasus kegagalan mereka dari kurangnya kompetensi membaca kitab kuning yang menjadi sarat mutlak untuk menjadi hakim Pengadilan Agama. Melihat itu imbuhnya, perlu adanya konsentrasi untuk membekali mahasiswa kemampuan membaca kitab kuning dan juga tidak kalah penting adanya pelatihan CAT.

Sesungguhnya lanjut abdul, pembekalan dan pelatihan tersebut menjadi jurus terkuat dalam menyongsong masih banyaknya peluang untuk lulusan IAIN Salatiga menjadi hakim maupun panitera di lingkungan MA RI. Lebih diperjelas olehnya, untuk formasi hakim diperkirakan masih kurang 4000an, sudah menjadi peluang yang sangat besar melihat kebutuhan tersebut. Paparan tersebut menjawab pertanyaan yang di lontarkan mahasiswa fakultas syariah oleh Khasan Alimuddin (Ketua Dewan Mahasiswa Fakultas).

Acara kunjungan ditutup dengan tawaran fakultas syariah yang diterima MA RI dengan sebaik-baiknya dan agar segera memberikan proposal bentuk kerjasama yang diinginkan.

By: Hijri

Alumni Pendidikan Advokad Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga Ikuti Sumpah Profesi di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah

Semarang- Setelah mengikuti Pendidikan Profesi Advokat dan Ujian Profesi Advokat yang di laksanakan oleh APSI (Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia) bekerja sama dengan IAIN Salatiga, 22 Advokad APSI dilantik dan disumpah di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, Kamis (13/6/2019).

Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah ibu  Dr. Hj. Sri Sutatiek, S.H., M.Hum saat memimpin acara dalam sambutanya mengatakan, “Untuk mencapai profesi advokat tidak mudah, namun perlu integritas dan kapasitas untuk bisa lulus dalam profesi ini, serta bisa mengemban tugas untuk menegakkan keadilan hukum dan menjunjung tinggi profesi advokat yang terhormat serta profesional dan bermartabat,”unkapnya.

Sementara, Arif maulana.SH sebagai Alumni Fakultas Syariah IAIN Salatiga Saat di temui harian7.com mengungkapkan, ia mengaku sangat berterimakasih kepada Fakultas Syariah IAIN Salatiga yang sudah mengantarkan ia menjadi sarjana sampai resmi menjadi Advokat.

“Saya berterimakasih kepada FS yang telah mengantarkan saya hingga saat ini menjadi seorang Advokad,”ucapnya.

Arief  berharap pelaksanaan pendidikan Profesi Advokat di Fakultas Syariah IAIN Salatiga tetap bisa dilaksanakan setiap tahunnya. “Mari untuk seluruh alumni Fakultas Syariah yang mempunyai jiwa penolong untuk bergabung melalui Pendidikan Profesi Advokat APSI yang setiap tahunnya diselenggarakan di Fakultas Syariah IAIN Salatiga,”ajaknya.

Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga Dr.Siti Zumrotun, M.Ag. ketika di konfirmasi Harian7 mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya para alumni fakultas syari’ah IAIN Salatiga. Hal ini menjadi starting points bagi para sarjana hukum fakultas syari’ah untuk menuju supremasi hukum yg berkeadilan Kami berharap semoga para lawyer ini benar-benar membantu masyarakat pencari keadilan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai syari’ah dan hukum yang berkeindonesiaan. Serta menjunjung tinggi martabat kemanusiaan serta mampu mensosialisasikan fakultas syari’ah khususnya dan IAIN SALATIGA pada umumnya.

“Advokat Syari’ah dituntut untuk memiliki nilai lebih karena mampu mengkompensasikan nilai hukum Islam yg rahmatan Lil ‘alamiin serta hukum yg berlaku di NKRI tercinta ini, serta harapan selanjutnya semoga fakultas syari’ah IAIN SALATIGA bisa membuka pendidikan advokat syari’ah untuk para alumni,”tuturnya.

Terpisah, Nurrun Jamaludin, SHI.,MHI.,CM.,SHEL sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang APSI Salatiga menyampaikan sebagai panitia penyelenggara Pendidikan Profesi Advokat, Ujian Profesi Advokat dan Pengambilan Sumpah/Janji Advokat APSI, berharap semoga seluruh Alumni IAIN Salatiga yang telah di Sumpah Profesi Advokat oleh Pengadilan Tinggi Jawa Tengah bisa Amanah dan Jujur dalam mengemban profesi advokat sebagai salah satu penegak hukum yang berkeadilan ini.

“Saya berharap bisa mengikuti pendidikan lanjutan oleh APSI yang mempunyai kelebihan di bidang Ekonomi Syariah dengan pelatihan Sertified Sharia Economic Lawyer (SHEl) serta selalu berharap menjaga marwah organisasi,”.(Oleh: Atokilah)

Sumber: APSI Salatiga