Pertahankan Kesenian Nasional, PBAK Fakultas Syariah Tampilkan Tari Angguk Angglang

Salatiga, (21/08/2025)- Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga Tahun 2025 tampilkan tari angguk angglang. Penampilan tari tersebut merupakan bagian dari rangkain acara pembukaan hari pertama PBAK Fakultas Syariah sekaligus menyambut para tamu undangan.

Tari angguk angglang berhasil ditampilkan oleh tiga anggota sangar tari dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Getar UIN Salatiga. Secara filosofis tarian tersebut memiliki makna ungkapan rasa bersyukur dengan cara mengangguk-anggukan kepala. Jika dikorelasikan, tarian tersebut sesuai dengan acara PBAK yang telah resmi dibuka tanpa ada suatu halangan apapun.

“Tadi saya sempat deg-degan sebelum tampil, tapi sekarang sudah lega telah berhasil membawakan tarian angguk angglang diacara PBAK Fakultas Syariah”, ungkap afi salah satu tim tari. “Harapan saya berbagai tarian dapat dikembangkan dan ditampilkan diacara-acara lain  teruntuk bagi sanggar getar selaku unit kegiatan mahasiswa dapat berkontribusi”, tambah afi sembari tersenyum.

Setiap kesenian tari tentu memiliki arti tersendiri, untuk itu kita sebagai generasi muda sudah selayaknya untuk melestarikan dan mempertahankannya. Penampilan tari angguk angglang diacara PBAK Fakultas Syariah ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.

Kontribusi: Zamhuri Maknawi (Mahasiswa Hukum Tata Negara 2022)

Fakultas Syariah Lepas Alumni dengan Pembekalan Kuliah di Luar Negeri

Salatiga, (28 Juli 2025)- Fakultas Syariah UIN Salatiga menggelar acara pelepasan wisuda pada 28 Juli 2025, yang bertempat di Aula Kampus 2. Acara tersebut diikuti oleh 130 mahasiswa dari tiga program studi, yakni Hukum Keluarga Islam (HKI) sebanyak 53 orang, Hukum Tata Negara (HTN) 46 orang, dan Hukum Ekonomi Syariah (HES) 31 orang.

Tidak sekadar seremoni pelepasan, kegiatan ini juga diisi dengan pembekalan alumni bertema “Meraih Asa Kuliah di Luar Negeri”, menghadirkan dua narasumber yang saat ini sedang menempuh pendidikan pascasarjana di luar negeri. Mereka adalah Mihmidati Hilmia, mahasiswa program S2 Health Psychology di Victoria University of Wellington, New Zealand, serta Ir. Harun Ismail, M.T., kandidat doktor di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan.

Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembekalan ini bagi para lulusan baru. Menurutnya, kuliah di luar negeri dapat memberikan pengalaman akademik dan kultural yang berharga serta memperluas wawasan para alumni.

“Materi hari ini sangat penting, apalagi disampaikan langsung oleh mereka yang berpengalaman, yakni Mbak Mihmidati Hilmia dan Mas Harun Ismail. Keduanya tengah menempuh studi di luar negeri dan dapat berbagi pengalaman berharga kepada Anda semua. Terima kasih Mbak Hilmi dan Mas Harun atas kesediaannya berbagi,” ujar Prof. Ilyya.

Kegiatan ini dipandu oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Sukron Ma’mun,Ph.D yang juga merupakan alumni Western Sydney University, Australia. Ia menjelaskan bahwa pemilihan narasumber dari New Zealand dan Taiwan bertujuan agar mahasiswa memperoleh gambaran yang beragam mengenai pengalaman studi di negara-negara Asia maupun kawasan dengan kultur Barat.

Dalam paparannya, Mihmidati Hilmia menyampaikan bahwa kuliah di luar negeri merupakan kesempatan emas untuk menimba ilmu dan membangun jejaring internasional. Ia menambahkan bahwa interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara serta dosen-dosen berkelas dunia memperkaya pemahaman dan sudut pandang akademik.

Ia juga berbagi pengalaman tentang proses panjang yang dilaluinya, mulai dari pendaftaran hingga masa awal perkuliahan. Menariknya, sebelum resmi kuliah di New Zealand, ia sempat tinggal di Sydney, Australia, dan bahkan mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji dari Australia tanpa harus melalui proses antre panjang sebagaimana di Tanah Air.

Mahasiswa Fakultas Syari’ah Go Internasional

Singapura & Malaysia, 21–22 Juli 2025 – M Rizki Pirmansah, Mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga mengikuti kegiatan Internasional Youth Connection ke Singapura, Malaysia, dan Thailand selama Enam hari, mulai dari tanggal 21 – 26 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan wawasan global melalui kunjungan edukatif dan eksplorasi budaya di negara tetangga.

Hari pertama, Senin (21/7), rombongan berangkat dari Terminal 2F Soekarno Hatta menuju Bandara Changi, Singapura. Setibanya di sana, peserta mengunjungi Jewel Changi, sebuah ikon bandara bertaraf internasional yang menampilkan inovasi dan teknologi.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan akademik ke National University of Singapore (NUS), salah satu universitas terbaik di Asia dan dunia. Dalam kunjungan ini, mahasiswa mendapatkan paparan mengenai sistem pendidikan tinggi berbasis riset, inovasi teknologi dalam pembelajaran, serta budaya akademik internasional yang diterapkan di NUS.

Diskusi dan observasi ini membuka wawasan baru, khususnya bagi UIN Salatiga dalam mengembangkan kualitas pendidikan, memperkuat kolaborasi internasional, dan membangun atmosfer kampus yang unggul secara global. Diharapkan, kunjungan ini menjadi awal terbukanya peluang kerja sama antar institusi dalam bidang pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, dan peningkatan mutu akademik.

Di sore hari, mahasiswa diajak city tour mengunjungi Merlion Park dan Universal Studios Singapore (USS) sebagai bagian dari pengenalan budaya, kreativitas industri pariwisata, dan tata kelola kota modern Singapura yang tertib dan berorientasi teknologi.

Pada malam hari, rombongan bertolak menuju Kuala Lumpur, Malaysia untuk melanjutkan kegiatan hari kedua. Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Dataran Merdeka, tempat bersejarah yang menjadi simbol kemerdekaan dan nasionalisme rakyat Malaysia. Kemudian, peserta melaksanakan kunjungan akademik ke University of Malaya (UM), universitas tertua dan terbaik di Malaysia. Dalam kunjungan ini, mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai sistem pendidikan tinggi Malaysia, pengelolaan riset, serta strategi pengembangan kampus berbasis internasionalisasi. Kegiatan ini memberikan inspirasi dan menjadi bahan refleksi bagi pengembangan mutu pendidikan di lingkungan UIN Salatiga ke arah yang lebih kompetitif secara global.

Setelah makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan city tour ke destinasi wisata populer seperti Twin Tower, Batu Caves, Coklat Kingdom, serta pusat produk lokal Malaysia. Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen rekreasi, tetapi juga memberikan pemahaman langsung mengenai keberagaman budaya, toleransi beragama, dan kekuatan ekonomi kreatif di Malaysia.

Di Batu Caves, peserta melihat harmoni antara nilai spiritual dan destinasi wisata religi yang terbuka bagi semua kalangan. Di Twin Tower (Petronas), peserta menyaksikan simbol kemajuan teknologi dan arsitektur modern Malaysia, yang menjadi ikon global. Sementara itu, kunjungan ke Coklat Kingdom dan pusat produk lokal memberikan inspirasi tentang potensi pengembangan UMKM, pariwisata halal, dan produk kreatif berbasis lokal yang bernilai ekspor.

Melalui city tour ini, peserta diajak untuk mengembangkan sudut pandang global yang tetap berpijak pada kearifan lokal, serta menumbuhkan semangat membangun peradaban yang maju dan berbudaya.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari peserta. Mereka mengaku sangat antusias karena mendapatkan banyak pengalaman baru, mulai dari aspek akademik, budaya, hingga manajemen perjalanan internasional.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar jalan-jalan, tapi juga membuka cakrawala berpikir kami sebagai mahasiswa untuk lebih siap menghadapi persaingan global,” ujar Rizki.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu menjadi generasi yang berwawasan luas, berpikiran terbuka, serta siap membawa perubahan di masa depan dengan semangat internasionalisme dan kolaborasi lintas budaya.

Himpunan Mahasiswa Hukum Tata Negara Selenggarakan Pelatihan Legal Drafting

Salatiga, (21/06/2025)- MahasiswaHukum Tata Negara mengadakan acara pelatihan legal drafting dengan Tema “Dari Akademik ke Parlemen, Legal Drafting Sebagai Awal Mahasiswa Menjadi Agen Perubahan Hukum” yang diikuti oleh Mahasiswa Hukum Tata Negara dan dari prodi lain acara ini berlangsung pada sabtu 21 Juni 2025 di Aula Kampu 2 Fakultas Syari’ah, acara dimulai jam 09.00 WIB.

Sambutan pertama oleh ketua panitia “Tema kali ini tidak hanya seperti slogan saja tetapi tema ini merupakan ajakan kepada teman teman fakultas syari’ah dan juga sebagai perayaan menjembatani akademik dan membekali kita semua buat pembaruan hukum”.

Dinda Nuraeni selaku ketua Himpunan Program Studi Hukum Tata Negara menyampaikan sambutan berisi ucapan terimakasih kepada panitia dan teman teman mahasiswa yang telah hadir mengikuti acara legal drafting. “Saya sangat berharap kepada teman teman ketika pada materi ataupun praktek penyusunan dan lain lain saya harap semuanya dapat melihat dan juga fokus pada kegiatan ini”, harapnya

Sambutan ke tiga dari kaprodi Hukum Tata Negara Cholida Hanum, M.H. mengucapkan apresiasi kepada HMPS Hukum Tata Negara dan Teman teman Mahasiswa Hukum Tata Negara. Menurutnya pelatihan legal drafting merupakan salah satu bentuk profil lulusan Hukum Tata Negara. yang pertama hakim, advokat, jaksa, peradilan perundang undangan acara ini sangatlah lah bermanfaat bisa membekali temen temen semuanya di program studi Hukum Tata Negara khususnya dan mahasiswa fakultas syari’ah, kemudian bisa menjadi calon calon sarjana hukum, selamat belajar selamat menimba ilmu. Mengutip sebuah adagium “ bahwa hukum yang demokratis akan menciptakan hukum responsif, sebaliknya jika hukum itu oratis maka akan berakibat hukum yang diskriminatif “.

Acara dibuka oleh Wadek Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Sukron Ma’mun, Ph.D. Dalam sambutanya beliau berpesan “ belajarlah sesunggunya ilmu itu perhiasan bagi orang yang menuntut ilmu, bagi setiap segala yang terpuji, jadi kalian kalau setiap hari belajar bertambah pengetahuannya”. Sebelum menutup sambutanya Beliau memberikan satu pantun “jalan-jalan ke semarang membeli lumpia, sarapan pagi ditemani secangkir kopi, ikuti pelatihan legal drafting dengan bahagia, semoga bermanfaat suatu saat nanti”

Materi inti pelatihan difokuskan pada prinsip-prinsip dasar penyusunan naskah hukum. Sugeng Pamuji, S.H., M.H., dengan mahir membawakan materi, menjelaskan secara detail teknik dan strategi dalam merumuskan pasal-pasal, klausa, dan poin-poin penting dalam sebuah dokumen hukum. Aini Rahmania S.H., M.H., sebagai moderator, berhasil menciptakan suasana interaktif, mendorong peserta untuk aktif bertanya dan berdiskusi. Sesi tanya jawab yang dinamis menjadi bukti efektifitas metode penyampaian materi.

Bukan hanya teori, pelatihan juga menekankan praktik. Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba langsung menyusun naskah hukum sederhana, mendapatkan bimbingan langsung dari pemateri. Hal ini memungkinkan peserta untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat secara langsung dan mengidentifikasi kendala yang mungkin dihadapi dalam praktiknya.

Antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka aktif berpartisipasi, mengajukan pertanyaan kritis, dan menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kemampuan legal drafting mereka. Hal ini menunjukkan keberhasilan pelatihan dalam mencapai tujuannya, yaitu membekali mahasiswa dengan keahlian yang relevan dan dibutuhkan di dunia kerja, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan peran mereka sebagai agen perubahan dalam sistem hukum Indonesia. Para peserta berharap pelatihan serupa dapat diadakan kembali di masa mendatang.

Kontributor: Amiratul Hikmah ( Mahasiswa Hukum Keluarga Islam 2023 )

HMPS HTN Gelar Law Debate Academy

Salatiga, (12/06/2025)- Bertempat di Ruang Ormawa (Organisasi Mahasiswa) kampus 2 Fakultas Syariah UIN Salatiga, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara (HTN) menyelenggarakan acara Law Debate Academy: dengan tema “Mahasiswa Cakap Hukum Isu Aktual”, yang diisi oleh Majda Prawiranegara selaku Ketua Badan Semi Otonom (BSOM) Lembaga Kajian Hukum (LKH) periode 2025. Acara terbuka untuk Mahasiswa Fakultas Syariah meliputi Program Studi Hukum Keluarga Islam, Hukum Tata Negara, dan Hukum Keluarga Islam.

Sekar Arum, ketua panitia acara menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan Law Debate Academy bertujuan untuk mewadahi mahasiswa yang ingin berlatih dan meningkatkan kemampuan dalam debat serta memperluas wawsan dan sudut pandang terhadap isu-isu kontemporer.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat menghasilkan output  berupa peningkatan pemahaman mengenai teknis debat, menyusun argumen yang kuat, serta mampu menyampaikan ide secara runtut dan logis dengan kepala dingin”, ucapnya.

 “Berpikir Tegas, Berargumentasi tanpa Emosi”, jargon pembuka acara pelatihan debat yang kemudian dilanjut pemaparan prolog tentang gambaran debat oleh Majda Prawiranegara, Mahasiswa Fakultas Syariah Program Studi Hukum Tata Negara semester 6 menjelaskan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam debat antara lain: ada interupsi, mosi, moderator, time keeper, dewan juri, tim pro, tim kontra, opening and closing statement, penilaian argumentasi, kalimat bidasan, case building, dan limitasi.

”Dalam berdebat kita harus beretika, jangan menyerang secara personal”, pesannya.

Menariknya, peserta bisa mendengarkan penjelasan materi sekaligus menyimak praktik debat secara langsung dari tim debat LKH Fakultas Syariah UIN Salatiga sebagai gambaran debat serta tata cara penyampaian argumentasi. Pelatihan debat Law Debate Academy bukan hanya memberikan kesempatan peserta untuk menyaksikan debat secara langsung, tetapi juga menyediakan ruang praktik debat untuk para peserta yang hadir supaya bisa merasakan nuansa debat secara langsung.

Kontributor: Ilma Yuni Fatichia, Mahasiswa Hukum Keluarga Islam (NIM: 33010220056)

Belajar Legislasi Langsung di Pusatnya: Mahasiswa HTN UIN Salatiga Kunjungi Dirjen PP

Jakarta, (15/05/2025) — Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan kunjungan akademik ke Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan (Dirjen PP) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) pada Kamis (15/05/2025).

Kunjungan yang berlangsung di Aula Dirjen PP tersebut dipimpin oleh Wakil Dekan II Fakultas Syariah, Siti Zumrotun. Dalam sambutannya, Siti menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai proses legislasi di tingkat nasional, serta mempererat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran di luar kelas, agar mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana peraturan perundang-undangan dirancang dan diformulasikan,” ujar Siti.

Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Direktur Litigasi Peraturan Perundang-undangan, Rudy Hendra Pakpahan. Dalam pemaparannya, Rudy menjelaskan peran strategis Dirjen PP dalam sistem hukum nasional, termasuk proses penyusunan, harmonisasi, hingga evaluasi regulasi yang berlaku di Indonesia.

“Kami bertugas memastikan bahwa setiap peraturan perundang-undangan yang diterbitkan sesuai dengan asas hukum dan tidak tumpang tindih, serta mendukung kebijakan nasional,” ungkap Rudy.

Acara diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar praktik legislasi, tantangan harmonisasi hukum, hingga prospek karier di bidang perundang-undangan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru bagi mahasiswa HTN UIN Salatiga dalam memahami peran strategis hukum dalam pembangunan negara.

Perkuat Wawasan Hukum dan Pelayanan Publik, 96 Mahasiswa HTN UIN Salatiga Kunjungi Ombudsman RI

Jakarta, (15/05/2025)- Sebanyak 96 mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melakukan kunjungan edukatif ke kantor Ombudsman Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (15/5/2025). Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa tentang pengawasan pelayanan publik serta mekanisme hukum administrasi negara.

Dalam sambutannya, wakil Dekan bidang kemahasiswaan dan kerjasama yang sekaligus Ketua Rombongan, Sukron Ma’mun, Ph.D. menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari Ombudsman RI.

“Terima kasih kepada Ombudsman RI yang telah memberikan ruang pembelajaran baru bagi mahasiswa kami, khususnya dalam memahami maladministrasi serta mekanisme pelaporan pengaduan publik,” ujar Sukron.

Sukron juga membuka peluang untuk menjalin kerja sama lebih lanjut antara UIN Salatiga dan Ombudsman RI dalam bidang pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

“Kami sangat senang jika ada tindak lanjut kerja sama untuk meningkatkan kapasitas akademik dan pemahaman hukum publik,” tambahnya.

Anggota Ombudsman RI, Dr. Yohanes Widijantoro, SH., MH., menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Dalam sambutannya, Yohanes menekankan pentingnya lembaga pengawas eksternal seperti Ombudsman dalam memastikan kualitas pelayanan publik tetap terjaga.

“Selamat datang di Ombudsman RI. Kami senang karena lembaga ini menjadi salah satu tujuan kunjungan akademik. Semoga kepercayaan publik terhadap pelayanan negara terus meningkat,” ujar Yohanes.

Ia juga menjelaskan latar belakang pembentukan Ombudsman RI yang lahir dari kebutuhan akan pengawasan eksternal yang independen dalam mengawal tata kelola pemerintahan, utamanya dalam mencegah penyimpangan seperti korupsi dan maladministrasi.

Menurut Yohanes, kompleksitas birokrasi dan tantangan geografis Indonesia membuat kehadiran Ombudsman RI semakin penting. Lembaga ini juga telah diakui secara global melalui partisipasinya dalam forum internasional.

Yohanes memaparkan bahwa Ombudsman RI memiliki sejumlah kewenangan strategis, di antaranya:

Melakukan investigasi atas prakarsa sendiri,
Menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat,
Melakukan pemeriksaan serta klarifikasi,
Memberikan rekomendasi perbaikan sistem dan regulasi,
Menyelesaikan laporan serta mencegah maladministrasi dalam pelayanan publik.

Ia menegaskan bahwa Ombudsman RI mengawasi seluruh penyelenggaraan pelayanan publik, baik oleh institusi negara, pemerintah, BUMN, BUMD, hingga institusi yang menerima dana dari APBN/APBD, sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden No. 44 Tahun 2000 dan Undang-Undang No. 37 Tahun 2008.

Dalam Diskusi Interaktif

Pada sesi diskusi, salah seorang mahasiswa menanyakan isu diskriminasi pelayanan publik di beberapa daerah. Menanggapi pertanyaan tersebut, Yohanes menjelaskan bahwa Ombudsman memiliki formula penanganan melalui lima langkah strategis:

Penguatan komitmen pimpinan instansi, Penyesuaian standar pelayanan secara adaptif dan berkelanjutan, Perlindungan bagi pegawai dan pelapor, Pengembangan kapasitas SDM serta teknologi informasi, serta Evaluasi pelayanan berbasis indikator kinerja terukur.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap fungsi pengawasan publik dan meningkatkan kepedulian terhadap kualitas pelayanan publik di Indonesia.

Mengenal Lebih Dekat Mahkamah Konstitusi: Mahasiswa HTN UIN Salatiga Gali Hak Konstitusional Warga Negara

Jakarta, (15/05/2025)– Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan kunjungan kerja lapangan ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) pada Kamis, 15/05/2025. Kunjungan ini diterima pada ruang pertemuan MK lantai 8 dipimpin oleh Farhani, M.H. selaku Wakil Dekan I, dan Siti Zumrotun, M.Ag. selaku Wakil Dekan II, serta turut didampingi oleh sejumlah dosen dan tenaga kependidikan.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terkait peran, tugas, dan fungsi Mahkamah Konstitusi sebagai salah satu lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Dalam sambutannya, Farhani menyampaikan bahwa mahasiswa HTN UIN Salatiga memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap putusan-putusan MK, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan langsung dari sumbernya.

“Mahasiswa kami sering menjadikan putusan Mahkamah Konstitusi sebagai objek penelitian. Dengan kunjungan ini, mereka bisa belajar langsung bagaimana proses di balik putusan tersebut dan memahami tugas serta fungsi Mahkamah Konstitusi secara lebih komprehensif,” ujar Farhani.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyuluhan yang disampaikan oleh Ina Zuchriyah, Penyuluh Hukum Ahli Madya MK RI. Dalam paparannya, ia membahas tema “Memahami Hak-Hak Konstitusional Warga Negara”, yang memberikan pemahaman mendalam mengenai hak-hak dasar yang dijamin dalam UUD 1945 dan peran MK dalam menegakkannya.

Mahasiswa terlihat antusias mengikuti sesi diskusi, yang juga membuka ruang dialog terkait isu-isu ketatanegaraan kontemporer dan tantangan yang dihadapi Mahkamah Konstitusi dalam menjalankan kewenangannya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Syariah UIN Salatiga dalam memperkuat pemahaman teoritis dan praktis mahasiswa di bidang hukum tata negara, serta menumbuhkan kesadaran konstitusional sebagai calon sarjana hukum yang profesional dan berintegritas.

Dokumentasi Kegiatan:

Prolegma SEMA Fakultas Syariah UIN Salatiga Tahun 2025: Masa Sidang Pertama

Salatiga, (08/05/2025)- Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Salatiga menjalankan Program Legislasi Mahasiswa (Prolegma) Tahun sidang 2025 yang bertempat di Aula Lantai 3 Fakultas Syariah. Program SEMA yang dilaksanakan pada Kamis (08/05/2025) dihadiri oleh berbagai elemen organisasi mahasiswa di lingkup Fakultas Syariah, ada Dewan Eksekutif  Mahasiswa (DEMA), tiga Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), yakni Hukum Keluarga Islam (HKI), Hukum Tata Negara (HTN), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES), serta tiga Badan Semi Otonom Mahasiswa (BSOM) mencakup Lembaga Kajian Hukum (LKH), Moot Court Community (MCC), dan Forum Diskusi Santri (FDS).

Masa sidang pertama mengangkat agenda pembahasan terkait Pembicaraan tingkat I mengenai Pembahasan rancangan peraturan daerah Fakultas Syariah tentang Organisasi Mahasiswa dibersamai oleh Nazzuma Ihsanudin Yusuf, S.H., mengundang Mahasiswa Fakultas Syariah untuk berpartisipasi dan mengawal proses legislasi demi terciptanya regulasi yang adil, transparan, dan berdaya guna bagi Fakultas Syariah UIN Salatiga.

 Muhammad Syachfrudin, selaku ketua panitia menjelaskan bahwa Program Legislasi Mahasiswa (Prolegma) adalah Forum pembicaraan dan perancangan peraturan pada tingkat Fakultas yang diprakarsai oleh anggota Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah UIN Salatiga dalam prosesnya melibatkan seluruh anggota SEMA, mewadahi aspirasi Ormawa, juga memperhatikan rekomendasi dan arahan sivitas akademika mulai dari perencanaan, pembahasan, dan pembicaran.

“Kami juga menunggu aspirasi aktif dari seluruh mahasiswa agar kedepannya peraturan-peraturan yang kami buat benar-benar berdasarkan kebutuhan dan kemaslahatan mahasiswa Fakultas Syariah secara umum”, tuturnya.

Muhammad Syachfrudin berharap program ini mampu menelurkan sebuah peraturan yang mampu membawa dampak positif dan berkelanjutan bagi kemajuan Fakultas Syariah.

 “Sekali lagi semoga program ini benar-benar demi kemajuan Fakultas Syariah, maka dari itu silahkan dalam agenda pembicaraan perda ini dapat dimaksimalkan dan dikaji secara mendalam”, pesannya.

Kontributor: Ilma Yuni Fatichia (Mahasiswa Hukum Keluarga Islam angkatan 2022)

Bangun Kesadaran Hukum Mahasiswa: Dema Fakultas Syariah Adakan Sekolah Advokasi

Salatiga,(29/04/2025)- Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga selenggarakan sekolah advoksi di aula lantai tiga fakultas syariah. Sebanyak 64 pendaftar dari mahasiswa Hukum Tata Negara, Hukum Keluarga Islam dns Hukum Ekonomi Syariah. Diadakannya sekolah advokasi merupakan bentuk peningkatan kapasitas mahasiswa agar keilmuan yang didapatkan berguna dimasyarakat.

Acara sekolah advoksi ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Sukron Ma’mun, Ph.D., Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam, dan Dr. Ali Geno Berutu, MA.Hk.

Sambutan pertama dari ketua ketua Dema Fakultas Syariah M. Abdur Rohman Arif mengatakan bahwa diadakannya sekolah advoksi ini untuk membekali keilmuan mahasiswa fakultas syariah untuk terjun dimasyarakat. “Sebagai agent of change mahasiswa hukum harus punya keahlian dalam bidang advokasi”, begitu tuturnya.

Sambutan yang kedua disampaikan oleh Sukron Ma’mun, Ph.D, beliau mengatakan bahwa sekolah advokasi ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh Dema Fakultas Syariah. “Oleh karena itu, saya menyambut dengan baik terselenggaranya kegiatan ini”, imbuh Wakil Dekan 3 tersebut. Tambah beliau menyampaikan sepatah motivasi dari Abu Daroid yakni:

Innama al-mar’u haditsun ba’dahu, fakun haditsan hasanan liman wa’a. Artinya, sesungguhnya orang akan menjadi cerita setelahnya, maka jadilah cerita yang baik bagi orang yang akan mendengarkannya.

Sambutan terakhir sekaligus membuka acara oleh Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si.,. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa terselenggaranya sekolah advoksi ini merupakan bentuk implementasi Tri dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Di samping itu rencana tindak lanjut dari kegiatan ini harus dilaksanakan dengan serius sehingga dapat direkognisi menjadi Kliah Kerja Nyata (KKN).

Kegiatan sekolah advokasi ini menghadirkan tiga pemateri yang berkompeten dalam bidang advokasi. Pemateri pertama disampaikan oleh Ketua Pusat Tazkia UIN Salatiga Dra. Siti Asdiqoh, M.Si., beliau menyampaikan bahwa setiap mahasiswa hari mempunyai inner harmoni yaitu menerima dirinya sendiri dengan bahagia. Sehingga akan membentuk pribadi yang mempunyai mental yang tangguh.

Pemateri kedua disampaikan oleh Ketua Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) UIN Salatiga M. Yusuf Khummaini, S H.I., M.H., C.M., menyampaikan materi terkait dengan teknik dan konsep penyelesaian sengketa baik litigasi dan non-litigasi. “Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa hukum harus tahu aturan main advokasi untuk menegakkan ketimpangan dan ketidakadilan”, begitu ujarnya.

Pemateri terakhir disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Hammam, M.Pd., Ph.D., menyampaikan bahwa sekolah advokasi ini merupakan peran yang sentral bagi mahasiswa sebagai untuk mempersiapkan masa depan bangsa. Oleh karena itu, melalui sekolah advokasi melalui pengabdian masyarakat adalah cara terbaik untuk memberikan pemanahan kepada masyarakat terhadap hak-haknya untuk dilindungi”, Imbuh Ketua LP2M.

Acara sekolah advoksi ditutup dengan  penyampaian Rencana Tindak Lanjut (RTL) oleh panitia sekaligus foto bersama.

Dokumentasi Kegiatan: