Fakultas Syari’ah UIN  Salatiga Gelar Pelepasan Wisuda Ke-8

Salatiga,(28/04/2025)- Fakultas Syari’ah (Fasya) UIN Salatiga menggelar wisuda sarjana hukum ke-8 pada hari Senin, 28 April 2025 di Aula Lantai tiga Gedung Dekanat Fakultas Syari’ah Kampus 2. Acara tersebut dihadiri oleh Dekan, Wadek III, Kaprodi HKI, HES dan HTN, Kabag TU, serta Dosen dan karyawan di lingkungan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga. Wisudawan terdiri 51 Mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), 51 Mahasiswa dari Program Studi  Hukum Ekonomi Syari’ah, dan 44 Mahasiswa dari Program Studi Hukum Tata Negara.

            Terdapat 3 wisudawan terbaik akademik dan 2 wisudawan terbaik non akademik yang menerima penghargaan untuk kategori wisudawan terbaik, yakni Wisudawan terbaik Program Studi S1 HKI atas nama Atsna Azizah, S.H. dengan IPK 3,88. Kemudian, Yulia Putri Kurnia Dewi, S.H., Wisudawan terbaik Program Studi HES dengan IPK 3,93. Dari Program Studi HTN ada Umi Rofiatun Munawaroh, S.H. dengan IPK 3.92.

            Wisudawan terbaik non Akademik diperoleh Dwi Mey Isnaosa, S.H. yang berhasil menjadi penulis puisi terbaik tingkat nasional dengan judul “Terluka, tapi tak berdarah”. Dilanjut Inge Alfiatus Utami, S.H., berhasil  meraih juara 2 Olimpiade Menulis puisi Tingkat Nasional dan Juara harapan 2 menulis puisi.

            Atsna Azizah, perwakilan wisudawan menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap civitas akademika kampus, seluruh staff dan jajarannya, serta tak lupa ucapan terimakasih kepada orangtua yang sudah berjuang untuk kelulusan wisuda anaknya. “Kami semua datang ke kampus ini dengan cerita dan cita-cita masing-masing. Tapi kita semua pernah merasakan hal dan posisi yang sama. Berjuang dengan tantangan yang ada,” ujarnya. “Hari ini tidak hanya merayakam kelulusan, tapi juga sebuah perpisahan kepada masa yang dulunya ingin kita percepat, tapi suatu saat pasti kita rindukan,” tambahnya.

Dekan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si. mengucapkan selamat serta menghimbau kepada wisudawan untuk terus belajar baik formal, informal, maupun non formal mengingat sekarang sudah banyak beasiswa-beasiswa program pascasarjana. Beliau memberikan semangat melalui pantun, “Jalan-Jalan ke kota Banjar, Pulangnya membeli cinderamata. Jangan pernah berhenti belajar, Sebelum mencapai asa dan cita-cita,” pesannya.

“Jalan-jalan ke kota Pati, Tidak lupa membeli terasi. Sambutan saya cukup disini, jika rindu bisa langsung menghubungi,” tuturnya menutup sambutan.

Kontributor: Ilma Yuni Fatichia (Mahasiswa Hukum Keluarga Islam), NIM: 33010220056

Dokumentasi Kegiatan:

Alumni Fakultas Syariah Dibekali Pemahaman Studi Lanjut

Salatiga, (28/04/2025)- Dalam rangka mempersiapkan lulusan yang unggul dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Civitas Akademika Program Pascasarjana UIN Salatiga mengadakan kegiatan pembekalan bagi wisudawan Fakultas Syariah tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Syariah UIN Salatiga, sesaat setelah acara pelepasan wisudawan.

Kegiatan pembekalan ini bertujuan untuk memberikan informasi, arahan, sekaligus motivasi kepada para wisudawan yang berminat melanjutkan studi ke jenjang magister, khususnya di Program Pascasarjana UIN Salatiga. Tim dari Pascasarjana menyampaikan sejumlah materi penting, antara lain mengenai prosedur pendaftaran, akreditasi program studi, serta informasi mengenai berbagai peluang beasiswa yang tersedia bagi calon mahasiswa baru.

Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB. Dengan pemaparan yang sistematis dan komunikatif, tim Pascasarjana UIN Salatiga memberikan penjelasan secara rinci kepada para peserta. Tidak hanya sebatas penyampaian teknis administratif, pembekalan ini juga bertujuan untuk memotivasi para wisudawan agar tetap melanjutkan perjalanan akademik mereka ke tingkat yang lebih tinggi.

Dalam pemaparannya, Dr. Tri Wahyu Hidayati, M.Ag., selaku Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana, menekankan pentingnya melanjutkan studi di UIN Salatiga. “Penting sekali bagi para wisudawan Fakultas Syariah tahun 2025 untuk melanjutkan studi di UIN Salatiga. Program Studi Hukum Keluarga Islam di Pascasarjana telah meraih akreditasi Unggul, yang tentunya akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi para lulusan dalam menghadapi dunia profesional,” ungkapnya.

Selian Ketua Program Studi HKI Pascasarjana, turut memberikan motivasi dan dorongan untuk studi lanjur, Dr. Maslihatul Umami, selaku Sekretaris Program Studi HKI Pascasarjana.

Selain itu, pembekalan ini juga bertujuan untuk menghindarkan para wisudawan dari kebingungan dalam proses pendaftaran dan pemilihan program studi di jenjang pascasarjana. Dengan informasi yang komprehensif, para peserta diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat terkait kelanjutan studi mereka.

Kegiatan pembekalan ditutup pada pukul 10.30 WIB dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kesuksesan seluruh wisudawan dalam menapaki jenjang pendidikan berikutnya maupun dunia kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Fakultas Syariah, Sukron Ma’mun, Ph.D., menegaskan pentingnya memberikan wawasan tentang studi lanjut kepada para wisudawan. “Pembekalan ini bertujuan untuk membuka peluang karier akademik yang lebih luas sekaligus memperdalam pengetahuan para lulusan. Kami berharap para alumni dapat terus berkontribusi secara intelektual baik di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak alumni Fakultas Syariah UIN Salatiga yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan membawa nama baik almamater di berbagai bidang keilmuan.

Kontributor: Muhammad Nur Fadlan, Mahasiswa Hukum Tata Negara (NIM: 33030230074)

Pemantauan Studi Mahasiswa, Fakultas Syariah Dorong Mahasiswa Segera Menyelesaikan Studinya

Salatiga( 03/03/2025)- Fakultas Syariah UIN Salatiga mengadakan evaluasi dan pemantauan akademik bagi mahasiswa angkatan 2018 dan 2019 di Aula Fakultas Syariah kampus 2. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di fakultas, termasuk Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Farkhani, S.H.I, S.H., M.H., serta para ketua program studi, yaitu Dr. Ali Geno Berutu, MA.Hk (Hukum Keluarga Islam), Endang Sriani, S.HI., M.H. (Hukum Ekonomi Syariah), dan Cholida Hanum, M.H. (Hukum Tatanegara).

Acara ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Syariah untuk memastikan kelancaran studi mahasiswa, khususnya dalam menyelesaikan tugas akhir mereka. Pemantauan ini bertujuan untuk memberikan dukungan akademik dan non-akademik agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya tepat waktu, sambil mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi selama proses perkuliahan.

Beberapa temuan penting muncul dalam pemantauan ini. Dari sisi akademik, banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam menyamakan persepsi terkait tema penelitian dengan dosen pembimbing. Hal ini menjadi tantangan bagi mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir mereka. Selain itu, masalah non-akademik juga turut ditemukan, di mana beberapa mahasiswa dari angkatan 2019 menghadapi kendala finansial yang mengharuskan mereka untuk bekerja guna membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Menanggapi temuan tersebut, pihak fakultas merencanakan beberapa tindak lanjut, antara lain dengan meningkatkan intensitas pembimbingan. Proses pembimbingan yang lebih intensif diharapkan dapat membantu mahasiswa mengatasi kesulitan dalam penelitian dan memastikan mereka mendapat arahan yang jelas. Selain itu, apabila ada kendala dalam pembimbingan, mahasiswa diminta untuk melaporkan langsung kepada ketua program studi. Fakultas juga akan lebih fleksibel dalam menjadwalkan pendaftaran munaqosah agar mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir dengan lebih baik.

Langkah-langkah tersebut diambil untuk mendukung mahasiswa agar dapat melewati berbagai hambatan yang ada dan mencapai kelulusan tepat waktu.

Prestasi Membanggakan, 17 Mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara Menjadi Presenter dalam International Conference ICCMS

Salatiga, 11 Februari 2025 – Sebanyak 17 mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga yakni Majda Prawiranegara, Nderek Beliau, Zahra Agustina, Zamhuri Maknawi, Siska Dwi Nuraini, Luthfi Eka Wispriyanti, Siti Maratus Solihah, Aghnia Wafda Islaha, Fatma Zuliantika, Nofa Ria Anitasari, Hanum Eka Lestari dan Sayyidul Azzumar Lubis dengan dibimbing oleh 3 dosen dari program studi yang sama, terpilih sebagai presenter dalam ajang bergengsi International Collaborative Conference on Multidisciplinary Science yang diselenggarakan secara internasional. Konferensi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara dan bidang disiplin ilmu, yang mempertemukan berbagai perspektif dalam kajian multidisiplin.

Ketua Program Studi Hukum Tata Negara UIN Salatiga, Cholida Hanum, M.H., memberikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi luar biasa yang diraih oleh mahasiswa dan dosen tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Cholida menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bukti komitmen Program Studi HTN UIN Salatiga dalam mendorong kualitas akademik dan pengembangan kapasitas mahasiswa dalam penelitian dan diskusi ilmiah tingkat internasional.

“Prestasi ini tidak hanya membanggakan bagi mahasiswa dan dosen yang terlibat, tetapi juga mencerminkan kualitas pendidikan yang kami berikan di Program Studi Hukum Tata Negara UIN Salatiga. Saya sangat mengapresiasi upaya mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan diri mereka dan membawa nama baik kampus ke forum internasional,” ungkap Cholida Hanum dalam sambutannya.

Dalam konferensi yang diadakan secara daring dan luring ini, para presenter dari UIN Salatiga mempresentasikan hasil penelitian mereka yang melibatkan berbagai topik hukum tata negara dan isu-isu multidisipliner terkait, yang menjadi bagian dari kajian hukum di era global. Kolaborasi antara mahasiswa dan dosen ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam upaya memajukan penelitian dan pengembangan ilmu hukum, khususnya di bidang hukum tata negara.

Cholida Hanum menambahkan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk upaya Program Studi HTN untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan riset yang dapat diaplikasikan di dunia internasional. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi, belajar, dan mengembangkan potensi mereka.

Diharapkan, dengan capaian ini, Program Studi Hukum Tata Negara UIN Salatiga akan terus memperkuat jalinan kerjasama internasional serta membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam forum ilmiah global, memperluas wawasan mereka, serta berkontribusi lebih besar dalam dunia hukum.

Membangun Kolaborasi dan Memperkuat Jaringan Akademik: Benchmarking Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga ke Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta

Penulis: Aris Afifudin, Editor: Hijri

Jakarta, 26 November 2024 — Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga baru-baru ini melakukan kunjungan ke Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar perguruan tinggi, membuka peluang kerjasama akademik, serta memperkuat jaringan antar mahasiswa di bidang hukum.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, 27 November 2024, ini dihadiri oleh perwakilan Ormawa UIN Salatiga, termasuk beberapa Ketua Ormawa dan sekretaris dari setiap HMPS. Mereka disambut hangat oleh Ketua BEM Fakultas Hukum UMJ.

Dalam sambutannya, Ketua BEM Fakultas Hukum UMJ, Satria Julian Eryanda, menyampaikan pentingnya kolaborasi antar universitas dalam mengembangkan kualitas pendidikan dan memperkaya wawasan mahasiswa di bidang hukum. “Kunjungan ini adalah langkah positif untuk memperluas jaringan akademik antara UIN Salatiga dan UMJ, khususnya dalam bidang ilmu hukum. Kami berharap, melalui kolaborasi ini, mahasiswa dapat saling belajar dan mengembangkan potensi mereka,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dema Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Rizki Pirmansah, yang akrab disapa Kiki, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Ormawa Fakultas Hukum UMJ. “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan untuk bisa berbagi pengalaman dan belajar dari Fakultas Hukum UMJ. Semoga kunjungan ini menjadi awal dari kerjasama yang bermanfaat bagi kedua pihak, baik dalam bidang akademik maupun kegiatan kemahasiswaan,” ungkapnya.

Selain diskusi tentang pengembangan pendidikan hukum, pertemuan ini juga mencakup sesi berbagi pengalaman mengenai kegiatan ormawa dan organisasi kemahasiswaan lainnya. Mahasiswa UIN Salatiga dan UMJ saling bertukar informasi mengenai program-program yang telah dijalankan, serta merencanakan potensi kolaborasi di masa depan, seperti seminar, pelatihan, dan kegiatan sosial yang melibatkan kedua universitas.

Kunjungan ini juga menunjukkan pentingnya membangun hubungan yang lebih erat antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Para mahasiswa yang hadir pun berharap kunjungan ini dapat memberi inspirasi untuk lebih aktif dalam mengembangkan diri serta memperluas jaringan profesional di dunia hukum.

Menuju Era Baru Organisasi Kemahasiswaan, Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Lakukan Benchmarking ke Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk Transformasi dan Inovasi

Penulis: Aris Afifudin, Editor:

Tangerang, 25 November 2024 – Dalam upaya memperluas wawasan dan memperkuat jaringan antar kampus, organisasi kemahasiswaan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga melakukan benchmarking ke Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan menjalin kolaborasi di berbagai bidang, khususnya dalam pengembangan organisasi kemahasiswaan serta kegiatan akademik dan non-akademik.

Delegasi dari Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, yang terdiri dari perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa, Senat Mahasiswa, serta HMPS HTN, HKI, dan HES, bertemu langsung dengan perwakilan organisasi kemahasiswaan (ORMAWA) Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan model organisasi kemahasiswaan yang sudah terbukti efektif di kampus tersebut.

Diskusi Produktif tentang Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan

Selama diskusi, kedua universitas membahas berbagai program unggulan, seperti pengembangan kepemimpinan mahasiswa, kegiatan sosial, serta peluang kolaborasi riset antar mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Menurut Rizki Pirmansah, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, benchmarking ini memberikan banyak wawasan dan ide inovatif yang dapat diterapkan di kampusnya.

“Kami sangat mengapresiasi kesempatan untuk belajar langsung dari teman-teman ORMAWA Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang memiliki pengalaman luar biasa dalam mengelola organisasi kemahasiswaan. Kami berharap dapat mengadopsi beberapa ide dan konsep kegiatan yang kami pelajari untuk meningkatkan kualitas kegiatan di kampus kami,” ujar Rizki.

Menghadirkan Inovasi dalam Pengelolaan Organisasi Mahasiswa

Selain diskusi mengenai organisasi, delegasi Fakultas Syari’ah UIN Salatiga juga diajak untuk mengunjungi berbagai fasilitas akademik dan pusat penelitian di Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan ini memberi gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana universitas tersebut mendukung pengembangan mahasiswa di luar ruang kelas.

Menghadapi Tantangan Era Digital: Kolaborasi untuk Inovasi

Kunjungan ini juga membahas tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi di era digital. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan perlu semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan mereka. Sebagai contoh, Pemira (Pemilihan Raya) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah dilaksanakan melalui aplikasi digital. Hal ini memberikan pelajaran penting bagi ORMAWA Fakultas Syari’ah UIN Salatiga tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan.

Kolaborasi antara ORMAWA Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga menjadi semakin penting, terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan berbagai program yang bermanfaat bagi mahasiswa.

Menyongsong Era Baru Organisasi Kemahasiswaan di UIN Salatiga

Kunjungan ini diakhiri dengan rencana untuk mengadakan pertemuan lanjutan guna membahas kemungkinan kerja sama lebih lanjut serta cara-cara mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapat. Dengan semangat kolaborasi yang semakin kuat, baik dari ORMAWA Fakultas Syari’ah UIN Salatiga maupun ORMAWA Fakultas Syari’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya dalam bidang ilmu hukum dan syariah di Indonesia.

Pergerakan Nyata! Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Gelar Studi Banding ke Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta, Menuju Prestasi dan Inovasi Baru

Penulis: Aris Afifudin, Editor: Hijri

Jakarta, 25 November 2024 – Dalam upaya mempererat hubungan dan meningkatkan kolaborasi antar perguruan tinggi, Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga mengadakan studi banding ke Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat relasi dan berbagi pengalaman antara kedua organisasi mahasiswa (Ormawa) dalam menghadapi tantangan dan meraih prestasi.

Kunjungan ini disambut hangat oleh Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak saling berbagi pengalaman dalam mengelola organisasi dan menghadapi berbagai tantangan. Diskusi yang berlangsung sangat dinamis, dengan masing-masing delegasi menyampaikan pengalaman serta kiat-kiat sukses dalam membangun dan mengembangkan organisasi mahasiswa di masing-masing kampus.

Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta juga memaparkan berbagai prestasi yang telah mereka raih, termasuk keberhasilan dalam perlombaan sidang semu, baik di tingkat daerah maupun nasional. Berbagai tips dan trik yang dibagikan menjadi bekal penting bagi Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga untuk mengembangkan potensi mahasiswa di bidang akademik maupun non-akademik.

Nurul Fitriyana, Ketua Umum HMPS HKI UIN Salatiga, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Dalam kunjungan ini, kami banyak mendapatkan pengalaman berharga, baik dalam strategi pengembangan organisasi maupun pembelajaran yang diperoleh dari sesi berbagi pengalaman. Banyak hal baru yang bisa kami aplikasikan untuk memperkuat Ormawa kami. Semoga kolaborasi dan sinergi ini dapat terus berlanjut dan berkembang di masa depan,” ujarnya.

Studi banding ini diakhiri dengan sesi foto bersama serta penyerahan kenang-kenangan sebagai simbol kerjasama yang terjalin antara Ormawa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga dan Ormawa Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas PTIQ Jakarta.

Persembahkan Medali Emas di Kejurnas INKAI 2024, Dinda Harumkan Fakultas Syariah UIN Salatiga

Penulis: Hijri, Editor: Nanang

Jakarta, 10 November 2024 – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) INKAI 2024 yang berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta Timur pada 8-10 November, resmi dibuka oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn. Marciano Norman. Dalam ajang ini, berbagai prestasi gemilang dari atlet karate Indonesia turut dipamerkan, salah satunya oleh Dinda Karisanisa Salsabila, mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah UIN Salatiga.

Dinda berhasil meraih medali emas pada Kejurnas INKAI 2024, sebuah pencapaian yang sangat membanggakan dan sekaligus menambah daftar prestasi mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga. Dalam wawancara setelah kemenangan, Dinda menyampaikan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, setelah perjalanan panjang, saya bisa meraih medali emas di Kejurnas INKAI 2024. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tapi juga sebuah kebanggaan membawa nama Jawa Tengah dan tentunya mengharumkan nama Fakultas Syariah UIN Salatiga, serta almamater kuliah saya,” ungkap Dinda dengan penuh semangat.

Bagi Dinda, meraih medali emas adalah hasil dari perjuangan yang tidak mudah. “Tentu saja, bagi sebagian orang medali emas bisa saja terlihat biasa, tapi bagi saya ini adalah pencapaian luar biasa. Proses panjang yang saya jalani untuk sampai di titik ini adalah bukti bahwa kerja keras dan ketekunan akan selalu membuahkan hasil,” kata Dinda dengan tekad yang kuat.

Dinda juga menyampaikan bahwa pencapaian ini bukan hanya soal kemenangan, melainkan juga sebagai bukti bahwa setiap tantangan bisa dihadapi jika kita tidak pernah menyerah. “Setelah melewati berbagai keterpurukan, saya bisa bangkit dan mencapai hasil ini. Harapan saya ke depan adalah terus berkembang dan mempertahankan prestasi yang sudah saya raih, serta memberikan inspirasi bagi orang lain,” tambahnya.

Keberhasilan Dinda di Kejurnas INKAI 2024 tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menambah deretan prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga. Prestasi ini turut mengharumkan nama almamater dan menjadi bukti bahwa semangat juang dan dedikasi bisa membawa hasil yang luar biasa. Dinda berharap prestasinya ini bisa memotivasi atlet muda lainnya untuk terus berjuang meraih impian mereka, serta memperlihatkan bahwa kesuksesan adalah hasil dari kerja keras, doa, dan dukungan yang tak kenal henti.

Judicial Review: Kunci Menguji Keadilan Undang-Undang, Pelatihan HMPS HTN Buka Wawasan Hukum Mahasiswa

Penulis: M. Nur Fadlan, Editor: Hijri


Salatiga, 1 November 2024 – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HMPS HTN) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar pelatihan tentang Judicial Review pada hari Jumat, 1 November 2024, bertempat di Ruang Nusantara, Gedung DPRD Kota Salatiga. Acara ini diikuti oleh 30 mahasiswa HTN dari berbagai semester, dan bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai prosedur dan pentingnya Judicial Review dalam sistem hukum Indonesia.
Hadir dalam pelatihan dua narasumber berkompeten, yaitu Bapak Hifzdhil Ilmi, S.H., M.H. dan Kak Retno Widiastuti, M.H., yang merupakan praktisi hukum berpengalaman. Mereka memaparkan materi mengenai konsep dasar Judicial Review, prosedur pengajuan permohonan uji materi, serta bagaimana menyusun permohonan yang efektif agar diterima oleh Mahkamah Konstitusi atau Mahkamah Agung.
Judicial Review merupakan mekanisme hukum yang memungkinkan pengujian terhadap keabsahan undang-undang yang dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Hifzdhil Ilmi menjelaskan, “Setiap warga negara Indonesia berhak mengajukan Judicial Review, asalkan mereka merasa dirugikan oleh suatu undang-undang yang berlaku.”


Hadir pula sejumlah dosen dan pihak HMPS HTN, termasuk Wakil Dekan III, Bapak Sukron Makmun, PHD, serta Ketua Prodi HTN, Cholidah Hanum. Ia menekankan pentingnya pemahaman tentang Judicial Review bagi mahasiswa hukum, agar mereka bisa lebih kritis terhadap produk hukum yang ada,” ungkap Cholida.
Setelah sesi materi, peserta diajak untuk berlatih menyusun kerangka argumen dalam kelompok-kelompok kecil. Masing-masing kelompok diberikan tugas untuk menganalisis suatu undang-undang yang perlu diuji melalui Judicial Review dan menyusun argumen hukum yang mendasari permohonan tersebut. Sesi praktek ini bertujuan agar mahasiswa dapat langsung mengaplikasikan teori yang telah dipelajari.
Suksesnya acara ini, HMPS HTN berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang hukum, khususnya dalam memahami pentingnya Judicial Review sebagai bagian dari upaya menegakkan keadilan dan konstitusi di Indonesia.

Dokumentasi Kegiatan:

Prestasi Gemilang: Delegasi FaSya UIN Salatiga Sabet Juara Kompetisi Orasi Ilmiah Tingkat Nasional

Penulis: Hijri ; Editor: Nanang

Salatiga, 4 Oktober 2024 – Majda Prawiranegara, mahasiswa semester lima Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga, berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Orasi Ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah IAIN Kudus. Kompetisi yang berlangsung dari 9 September hingga 2 Oktober 2024 ini mengangkat tema “Peran Mahasiswa dalam Membangun Integritas Hukum di Era Digital.”
Dalam ajang ini, peserta diminta untuk mengumpulkan naskah atau video orasi secara online. Majda, yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur dan saat ini berdomisili di Pondok Pesantren Alfaqueen Kecandran Kota Salatiga, memilih sub judul “Etika dalam Penegakan Hukum serta Pentingnya Integritas dan Transparansi dalam Proses Hukum.” Menurutnya, tema ini relevan dan menawarkan banyak hal yang dapat dikritisi serta menjadi pembelajaran bagi masyarakat.
“Dari informasi yang diberikan oleh Ibu Hanum kepada teman-teman Lembaga Kajian Hukum (LKH), saya merasa tertarik untuk berpartisipasi dalam lomba ini. Setelah mendaftar, saya mengirimkan video orasi dan berusaha semaksimal mungkin,” ungkap Majda saat diwawancarai.
Pengumuman pemenang dilakukan pada pukul 12.11, dan kebahagiaan menyelimuti Majda saat namanya diumumkan sebagai pemenang. “Alhamdulillah, ini adalah kabar bahagia tidak hanya untuk saya, tetapi juga untuk dosen dan teman-teman yang telah memberikan dukungan. Hasil ini bukan hanya kerja keras saya sendiri, tetapi juga bimbingan dan dukungan dari Ibu Kaprodi serta teman-teman di LKH,” tambahnya.
Majda berharap prestasinya ini bisa menjadi gerbang untuk pencapaian yang lebih baik di masa depan dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi dalam mengembangkan integritas hukum di era digital.