Langkah Edukatif: Mahasiswa HTN UIN Salatiga Menyelami Proses Pembuatan Perda Pemerintah Kota Batu

Laporan: Majda Prawiranegara, Nderek Beliau, Editor: Hijri

BATU, FaSya ━ 25 Juni 2024 segenap mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) dari Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengunjungi Kantor Pemerintahan Kota Batu dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan (KKL) untuk memperdalam pemahaman mereka tentang tatanan pemerintahan daerah di Kota Batu. Acara dihadiri oleh beberapa pejabat, antara lain Asisten Administrasi Umum Eko Suhartono, S.T, M.T; Kepala Bagian Kota Batu Arif Purwanto, S.Sos; Asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Susetya Hermawan, M.Si; Wakil Dekan 1 FaSya Farkhani, S.H.I, M.H; dan Ketua Prodi HTN Cholida Hanum, M.H.

Kunjungan ini diawali dengan sambutan hangat dari pihak Kantor Pemerintahan Kota Batu yang disambut oleh kepala bagian hukum dan tata pemerintahan daerah. Dalam sambutannya, kepala bagian tersebut menyampaikan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang tata negara dan tata pemerintahan daerah bagi mahasiswa hukum, khususnya dalam konteks aplikatif di lapangan.

Arif Purwanto dalam sambutannya menjelaskan bahwa Kota Batu memiliki keunikan dengan adanya tidak hanya kelurahan tetapi juga desa, yang terdiri dari 15 desa dan 5 kelurahan serta 3 kecamatan. Beliau menyoroti pentingnya sinergi antara desa dengan sektor pariwisata untuk mengembangkan desa-desa wisata, dimulai dengan perencanaan yang terstruktur. Beliau juga menekankan bahwa kesejahteraan desa-desa di Kota Batu menjadi fokus utama dalam pembangunan wilayah tersebut. Salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Kota Batu adalah Jatim Park 1, 2, dan 3. Namun, dalam mengembangkan potensi wilayahnya, Pemerintah Kota Batu juga menghadapi berbagai kendala. Untuk mengatasi hal tersebut, kami rutin mengadakan forum dengan masyarakat guna mendengarkan masukan dan perkembangan dari setiap wilayah, tegasnya.

Para mahasiswa kemudian diajak untuk mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab tentang berbagai regulasi yang berlaku di Kota Batu, termasuk proses pembuatan peraturan daerah (perda) dan implementasinya dalam kehidupan masyarakat. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana kantor pemerintahan mengelola berbagai aspek tata pemerintahan, termasuk proses administrasi dan penegakan hukum di tingkat lokal.

“Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana konsep-konsep yang dipelajari di kampus diterapkan di lapangan,” ujar salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kunjungan ini. “Kami bisa mendapatkan perspektif yang lebih mendalam tentang bagaimana hukum tata negara diterapkan dalam konteks kehidupan nyata di suatu daerah.”

Kunjungan ini juga merupakan bagian dari upaya Fakultas Syariah UIN Salatiga untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas dan aplikatif bagi mahasiswa, agar mereka tidak hanya menguasai teori tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam situasi nyata di lapangan.

Setelah selesai sesi kunjungan, para mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan refleksi dan diskusi kelompok tentang pengalaman yang mereka dapatkan, serta potensi implementasi konsep-konsep yang dipelajari dalam tugas akademik mereka.

Dengan demikian, kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana untuk belajar secara langsung, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa tentang peran hukum tata negara dalam membangun tatanan pemerintahan yang baik di tingkat daerah.

Menutup sesi ini, Eko Suhartono, memberikan semangat kepada peserta KKL dengan mengutip, “Jalani hidup dengan penuh keceriaan dan jangan membandingkannya dengan orang lain, karena hidup adalah perjalanan yang unik. Takdir adalah milik Allah, tetapi usaha dan perjuangan adalah milik kita.”

Langkah Nyata Menuju Profesionalisme Hukum: Mahasiswa HTN FaSya UIN SAGA Gali Pengetahuan Praktisi di PTTUN Surabaya

Laporan: Majda Prawiranegara, Nderek Beliau editor: Hijri

Surabaya, FaSya– Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) untuk mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya pada 24 Juni 2024. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan praktis dan profesionalisme mahasiswa dalam bidang hukum tata negara.

Pembukaan acara ini dihadiri oleh beberapa pejabat penting, Ketua PTTUN Dr. Istiwibowo, S.H., M.H., Wakil Ketua PTTUN Dr. Disiplin Farel Manoa, S.H., M.H., Sekretaris PTTUN Mardius Septiadi, S.H., Panitera PTTUN H. Apdin Taruna Munir, S.H., M.H. dan rombongan dari Mahasiswa HTN serta pendampingnya antara lain, Wakil Dekan I FaSya Dr. Farkhani, S.H.I., M.H., Kaprodi HTN Cholida Hanum, M.H., dan segenap Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Kunjungan ini, mahasiswa menerima pemaparan materi tentang kekuasaan kehakiman, visi dan misi Mahkamah Agung RI, profil PTTUN Surabaya, serta prosedur penyelesaian sengketa di PTTUN. Acara dibuka dengan sambutannya, Dr. Farkhani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FaSya untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi dalam Hukum Islam dan Hukum Positif.

Dr. Istiwibowo, dalam sambutannya menekankan pentingnya praktik lapangan untuk melengkapi teori yang dipelajari di perkuliahan. Beliau berharap mahasiswa dapat memahami dinamika dan tantangan yang dihadapi dalam penyelesaian sengketa tata usaha negara.

Tercatat sebanyak 132 mahasiswa berpartisipasi aktif dalam diskusi yang dipimpin oleh Dr. Disiplin Farel Manoa, yang menjelaskan peran dan fungsi PTTUN sebagai pengadilan tingkat banding dalam peradilan tata usaha negara, serta wilayah kerja PTTUN Surabaya yang mencakup Yogyakarta, Semarang, dan Jawa Timur.

Di akhir sesi, Dr. Farkhani menyimpulkan bahwa diskusi ini telah menguji pemahaman hukum mahasiswa dan mendorong mereka untuk terus meningkatkan literasi hukum mereka. Selanjutnya KKL di PTTUN Surabaya ditutup dengan sesi foto bersama dan seruan jargon dari kedua instansi. Para dosen dan pejabat PTTUN berharap kegiatan ini akan melahirkan generasi penerus yang kompeten dan profesional dalam bidang hukum.

Memahami Seni Merancang RUU yang Kompetitif: HMPS HTN Gelar Pelatihan Legal Drafting

Laporan: Anisa, Sekar, editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS-HTN) Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar pelatihan legal drafting berjudul “Memahami Seni Legislasi untuk RUU yang Berdaya Saing” pada Sabtu, 22 Juni 2024, di Aula FaSya. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa HTN FaSya UIN Salatiga dan Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (UNDARIS) dengan tujuan meningkatkan kemampuan mereka dalam merancang rancangan undang-undang (RUU) yang efektif dan mampu bersaing.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan peserta dengan pengetahuan dan keterampilan esensial dalam proses pembuatan legislasi. Cholida Hanum, M.H., selaku Ketua Prodi HTN, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FaSya untuk meningkatkan standar pendidikan hukum di UIN Salatiga serta menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dalam dunia legislasi. “Legal drafting merupakan seni yang memerlukan pemahaman mendalam tentang hukum serta keahlian dalam merumuskan pasal-pasal yang dapat diterapkan secara efektif,” ujar beliau.

Selain itu, kegiatan ini mengundang Prof. Dr. Lita Tyesta ALW, S.H., M.Hum., Guru Besar Bidang Ilmu Perundang-Undangan dari Universitas Diponegoro, untuk memberikan wawasan tentang teknik penyusunan peraturan dan kalimat perundang-undangan. Para peserta terlibat dalam simulasi penyusunan RUU secara kelompok, dimulai dari perumusan masalah hingga presentasi hasilnya di akhir sesi untuk mendapatkan masukan dari narasumber.

Ketua Umum HMPS HTN, Aris Afifudin menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar peserta dapat memahami seni legal drafting untuk merancang RUU yang kompetitif. “Kami berharap kegiatan ini dapat membangkitkan semangat mahasiswa Fakultas Syariah, khususnya program studi HTN, serta memberikan manfaat ilmu yang diperoleh bagi masyarakat umum dan diri sendiri,” tambahnya.

Sesi pelatihan ditutup dengan diskusi interaktif dan tanya jawab langsung kepada narasumber, yang mendapat tanggapan positif dari peserta. Inisiatif ini menegaskan komitmen UIN Salatiga dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kontribusi di bidang hukum, serta mempersiapkan generasi penerus yang kompeten dalam era globalisasi.

Melatih Mahasiswa Menjadi Penulis Profesional Melalui Pelatihan Kepenulisan Artikel Ilmiah

Laporan: Annisa Rahmawati, Okvita Sekar, editor: Hijri

Salatiga, Fasya-Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS HTN) gelar kegiatan Pelatihan Kepenulisan Artikel Ilmiah yang diselenggarakan pada 27 April 2024 di Aula Lantai 3 Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga. Pemateri dalam kegiatan ini salah satu dosen dari FaSya UIN Salatiga, Dr. Muhammad Chairul Huda, S. H. I., M. H.

Beliau memaparkan tentang bagaimana cara menulis artikel, sumber untuk mencari jurnal, dan cara mencari jurnal. Para peserta diajarkan tentang bagaimana cara mencari jurnal pada laman website Sinta dari mulai mencari sampai mendownload jurnal terkait. Kemudian diminta untuk mencari artikel jurnal kemudian mendownload jurnal tersebut. Selanjutnya, pemateri menjelaskan terkait hal-hal apa saja yang harus terdiri dalam sebuah artikel jurnal atau apa saja struktur dalam sebuah artikel.

Struktur dari artikel yang pada umumnya terdiri dari judul artikel, nama penulis, asal instansi, kemudian email yang dilanjutkan dengan abstrak dan keyword yang terdiri dari dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Selanjutnya adalah pendahuluan yang disarankan dua halaman, hasil dan pembahasan yang menjabarkan hasil dari proses penelitian, kesimpulan dan saran yang menjawab dari problem research, dan yang terakhir yaitu daftar pustaka dimana untuk yang terindeks Sinta 5 dan Sinta 6 disarankan untuk menggunakan 25 sampai 30 referensi yang dalam penyusunannya menggunakan Mendeley, karna sudah langsung terhubung dengan Sinta, Scopus dan jurnal lainnya.

Kegiatan kepenulisan ini diikuti dengan antusias oleh para mahasiswa dengan banyaknya respon pertanyaan yang diajukan kepada pemateri dijawab secara langsung sehingga menambah bekal dan hasanah keilmuan mahasiswa, salah satunya sebagai bekal dalam membuat dan penyusunan skripsi.

Disesi akhir kegiatan kepenulisan ini Choirul Huda, menyampaikan pesan bahwa mahasiswa yang berkuliah itu kegiatannya adalah menimba ilmu yang digunakan sebagai bekal implementasi pada masyarakat, dan tak lupa juga melakukan sesi foto bersama.

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah agar mahasiswa lebih paham mengenai penulisan ilmiah, dari Ketua HMPS HTN, “Sistematika yang baik dan benar, dan mempublikasi pada website yang bereputasi”, imbuhnya.

Bedah Pemilu Raya: HMPS HTN Ungkap Strategi Inovatif untuk Sistem yang Berintegritas dan Anti Money Politik

Laporan: M. Muthohir, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya– Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS HTN) gelar diskusi dengan tema “Mengupas Tuntas Mengenai Temuan Pemantauan dan Potensi Kecurangan Hari Tenang, Pemungutan, Perhitungan, dan Rekapitulasi Suara dalam Pemilu Damai 2024”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lantai 3 Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga pada tanggal 24/04/2024.

Menyikapi proses pemilu raya yang dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024, yang sangat berdampak baik pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca-pelaksanaan, HMPS HTN menggelar forum diskusi untuk mengupas tuntas tentang pemilu. Aris Afifuddin, selaku Ketua Umum HMPS HTN, menjelaskan bahwa diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman intelektual mahasiswa, khususnya dalam hal kritis terhadap pemilu yang telah dilaksanakan.

Sifaul Amin, S.H., M.H., C.M., selaku narasumber diskusi, menjelaskan bahwa pemilu adalah proses pemilihan untuk memilih sebagian besar atau seluruh anggota suatu badan terpilih, badan legislatif, dan presiden yang dipilih secara langsung oleh masyarakat. Pemilu juga sebagai ajang kompetisi yang sah dan legal, dimana bertujuan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan, tentunya dengan menjunjung integritas.

Ada 3 faktor yang menjadi problematika dalam pemilu, yaitu penyelenggara, peserta, dan pemilih. Di pemilu yang telah dilaksanakan masih banyak lembaga pemerintah yang dapat diintervensi, antara lain Bawaslu hingga MK (Mahkamah Konstitusi). Selain itu, untuk mencapai pemilu yang baik, semua masyarakat dan pemerintah harus memahami arti dari pemilu.

Adanya money politik juga menjadi masalah yang menyebabkan banyak perubahan dalam pelaksanaannya, yang berdampak buruk khususnya bagi masyarakat. Fenomena ini menyebabkan pengikisan demokrasi secara perlahan dan tidak disadari.

Nur Tyas bertanya bagaimana mengembalikan mindset masyarakat tentang money politik yang sudah menjadi tradisi. Dijawab bahwa money politik sudah menjadi hal yang normal, namun ada beberapa langkah untuk mencegahnya, antara lain dengan memberikan edukasi, gerakan anti money politik, yang diharapkan dapat memberikan pemahaman masyarakat akan arti dari pemilu itu sendiri.

Di akhir diskusi, Sifaul Amin menyampaikan pesan dari kitab al-Asybah wa al-Nazdair karya as-Suyuthi halaman 121 yang menjelaskan bahwa “kedudukan pemimpin atas rakyat sebagaimana kedudukan wali terhadap anak yatim”.

Santera De Laponte Menginspirasi Mahasiswa Prodi HTN dengan Wawasan Keusahawanan di Sektor Pariwisata

Laporan: M. Mutohir & Okvita Sekar, Editor: Hijri

Malang, FaSya– Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat dan meningkatnya persaingan di dunia kerja, menjadi seorang pengusaha menjadi salah satu solusi yang menarik. Pada 21/02/2024, para mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga (SAGA) mendapat kesempatan untuk mendapatkan edukasi tentang strategi bisnis dalam industri pariwisata dari staf marketing Wisata Santera De Laponte.

Kunjungan KKL dilanjutkan di Santera De Laponte, sebuah tempat wisata yang menjadi tujuan bagi para mahasiswa HTN dalam rangkaian KKL tahun akademik 2023/2024. Tempat ini merupakan milik New Celosia yang berlokasi di Bandungan, Semarang, seperti yang diungkapkan oleh Mas Ardi, pemilik dari tim KKL. Para mahasiswa yang mengikuti KKL ini diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi Santera De Laponte, sesuai dengan arahan dari pusat oleh-oleh Buah Tangan, Kota Batu.

Dalam sambutannya, Farkhani, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kuliah bukan hanya sekadar proses untuk menjadi seorang praktisi hukum, melainkan juga membuka peluang untuk berkarier sebagai seorang pengusaha. “Program Studi HTN juga menyediakan mata kuliah kewirausahaan yang dapat membantu mahasiswa mengasah bakat dan memperluas wawasan mereka sebagai seorang pengusaha,” tambahnya.

Materi tentang pemasaran disampaikan oleh staf marketing Santera De Laponte, Salsa dan Syana. Mereka menjelaskan bahwa pemasaran adalah proses untuk mewujudkan transaksi antara pemilik jasa/barang dengan konsumen. Pemasaran pariwisata, di sisi lain, merupakan usaha untuk memfasilitasi transaksi pariwisata bagi berbagai golongan masyarakat. Dalam konteks ini, pemasaran juga dianggap sebagai manajemen untuk mempengaruhi wisatawan agar tertarik mengunjungi suatu tempat wisata.

Strategi pemasaran pariwisata mencakup beberapa langkah, termasuk membangun identitas tempat wisata, menentukan target pasar, penetapan harga, merumuskan Unique Selling Proposition (USP), dan strategi promosi. “Pembuatan tempat wisata harus memperhatikan jangkauan bagi para pengunjung, akses transportasi, daya tarik wisata, dan melibatkan kelompok sadar wisata. Media digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk mencapai hal tersebut,” jelas mereka.

Acara berakhir dengan sesi foto bersama dan dilanjutkan dengan tur wisata di Santera De Laponte, memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam merancang dan mengelola destinasi pariwisata.

Perdalam Pemahaman Legislasi Daerah, Mahasiswa Hukum FaSya UIN SAGA Kunjungi DPRD Jawa Timur

Laporan: Muthohir, Editor: Hijri

Surabaya, DPRD Jatim– Rombongan mahasiswa dari Program Studi Hukum Tata Negara Universitas Islam Negeri Salatiga, dipimpin oleh Dr. Farkhani, S.H., M.H. selaku Wakil Dekan beserta segenap Dosen, mengunjungi Aula Gedung DPRD Jawa Timur pada 20/02/2024. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan akademik yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami proses legislasi daerah.

Dr. Freddy Poernomo, S.H., M.H. selaku Anggota Komisi “A” ( pemerintah) DPRD Provinsi Jawa Timur menyambut kedatangan kunjungan studi dari rombongan Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga.

Selama kunjungan, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sesi paparan tentang struktur dan fungsi DPRD Jawa Timur, yang disampaikan oleh Dr. Freddy. Dijelaskan kepada rombongan mahasiswa, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) baik itu tingkat Provinsi maupun tingkat Kabupaten/kota merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah. Sebagai unsur penyelenggara, DPRD merupakan bagian dari pemerintah daerah sehingga kedudukan DPRD dan Kepala Daerah sama-sama sebagai penyelenggara pemerintah daerah, bukan lembaga yang berdiri sendiri sebagaimana DPR dan Presiden yang biasa disebut trias politika atau kekuasaan legislatif dan eksekutif.

Di dalam menyelesaikan tugasnya DPRD Provinsi Jatim dibantu dengan beberapa tenaga yang membantu yaitu tenaga pendamping dan  tenaga ahli sesuai dengan kompetensi. Ada dua tugas pokok DPRD Prov Jatim diantaranya yaitu Regulasi,dan kontroling. “imbuhnya Freddy Poernomo”

Kemudian tidak kalah penting di zaman saat ini tentu pengaruh generasi muda sangatlah penting, dengan itu perlu adanya generasi muda untuk bisa faham akan dunia politik, pungkasnya.

Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan beberapa anggota DPRD Jawa Timur, yang secara sukarela berbagi pengalaman dan wawasan mereka tentang proses legislasi, tantangan yang dihadapi, serta peran penting mahasiswa dalam memperkuat partisipasi publik dalam proses politik lokal.

Menurut Dr. Farkhani, kunjungan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa dalam memahami teori-teori yang dipelajari di kelas dan mengaitkannya dengan praktik nyata dari proses legislasi di tingkat daerah. Ia juga menambahkan bahwa ke depannya, kegiatan semacam ini akan terus diadakan sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan di Program Studi HTN.

Kunjungan studi mahasiswa hukum ke DPRD Jawa Timur menjadi langkah penting dalam memperdalam pemahaman tentang sistem legislatif di tingkat daerah serta memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam proses demokrasi lokal. Kegiatan semacam ini tidak hanya memberikan wawasan praktis, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di luar ruang kelas.

Pentingnya Inovasi dan Perlindungan Hukum Atas Hak Kekayaan Intelektual, Kemenkumham Beri Edukasi Mahasiswa Prodi HTN FaSya UIN SAGA

Laporan: Muthohir, Editor: Hijri

Surabaya, Karwil Kemenkumham– Tidak dapat diragukan lagi dalam era globalisasi saat ini. Kekayaan intelektual mencakup hak cipta, hak paten, hak merek, dan hak desain industri yang melindungi hasil karya intelektual seseorang atau perusahaan. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sangat penting karena memberikan insentif bagi inovasi, mendorong investasi dalam riset dan pengembangan, serta mencegah penyalahgunaan atau pencurian karya intelektual.

Karwil Kemenkumham Jawa Timur (Jatim) mengintensifkan edukasi, khususnya kepada mahasiswa dalam sebuah kegiatan kuliah kunjungan lapangan (KKl) untuk Program Studi Hukum Tata Negara di Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga, Karwil Kemenkumham Jatim memberikan pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kemenkumham Lantai 2 pada hari Selasa (20/2/2024).

Dengan memberikan edukasi tentang HKI kepada mahasiswa, Kemenkumham membantu membangun generasi yang memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya inovasi dan perlindungan hukum atas karya intelektual mereka. Ini juga dapat membantu mencegah pelanggaran HKI di masa depan, karena mahasiswa yang telah mendapatkan pemahaman tentang hal ini akan lebih cenderung untuk mematuhi aturan dan menghormati hak kekayaan intelektual orang lain.

Nur Ichwan, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, menjelaskan bahwa di Karwil Kemenkumham Jatim terdapat empat divisi, termasuk Divisi Administrasi, Divisi Permasyarakatan, Divisi Keimigrasian, dan Divisi Pelayanan Hukum dan HAM.

“Kemenkumham sendiri adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang bertanggung jawab atas urusan hukum dan hak asasi manusia,”ungkapnya.

Ichwan menjelaskan bahwa Karwil Kemenkumham merupakan institusi cabang pemerintah pusat yang bertugas membantu penanganan di setiap provinsi. 

Beberapa fungsi Karwil Kemenkumham antara lain adalah pengkoordinasian perencanaan, pengendalian program, pelaksanaan pelayanan di bidang administrasi hukum umum, fasilitasi perancangan produk hukum daerah, pengkoordinasian operasional unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta pelayanan hak asasi manusia.

Haris Nasiroedin memberikan materi tentang pembuatan perundang-undangan, menekankan pentingnya memperhatikan esensi kebijakan agar bermanfaat bagi masyarakat. Dia juga menyebut lima mekanisme dalam pembentukan perundang-undangan.

“Pentingnya melindungi hak kekayaan intelektual (HKI) juga dibahas, dengan mengutip UU Nomor 28 tahun 2014 tentang hak cipta,”terang Nasioedin.

Ia menambahkan bahwa HKI mencakup berbagai jenis karya, seperti karya tulis, audio visual, musik, fotografi, seni, drama/koreografi, rekaman, dan lainnya. Pentingnya mendaftarkan karya atau inovasi untuk mendapatkan perlindungan hukum juga ditekankan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Karwil Kemenkumham Jatim untuk memberikan pemahaman yang lebih luas kepada mahasiswa tentang pentingnya hukum dan hak asasi manusia dalam konteks paska pemilu 2024,”pungkasnya.

Hasil dari kunjungan studi ini, diharapkan mahasiswa hukum FaSya UIN Salatiga sadar pentingnya HKI, mahasiswa juga dapat memanfaatkan peluang untuk mengembangkan karya-karya mereka sendiri dengan lebih percaya diri, karena mereka mengetahui bahwa hak-hak mereka akan dilindungi secara hukum. Edukasi yang diberikan oleh Kemenkumham juga dapat mencakup informasi tentang proses pendaftaran hak kekayaan intelektual dan langkah-langkah yang harus diambil untuk melindungi karya-karya mereka.

Kunjungan Studi ke PT TUN Membuka Cakrawala Mahasiswa FaSya Untuk Profesi Hakim di Masa Depan

Laporan: Sekar, Editor: Hijri

Surabaya, FaSya– Selasa, 20 Februari 2024 sebagai implementasi dari peningkatan mutu pendidikan yang merupakan salah satu amanat bagi institusi pendidikan khususnya tingkat pendidikan tinggi, yaitu pendidikan yang mengacu pada kebutuhan lapangan kerja untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang sedang membangun. Kunjungan ini dianggap sebagai langkah penting dalam mempersiapkan para mahasiswa hukum untuk meniti karir di ranah peradilan.

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) yang dikenal sebagai salah satu lembaga yang bergerak dalam bidang penegakan hukum dan konsultasi legal, menyambut baik kedatangan para mahasiswa. Mereka diberikan kesempatan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang tugas, tanggung jawab, dan tantangan yang dihadapi oleh seorang hakim.

“Tujuan dilakukannya KKL dengan berkunjung ke PT TUN Surabaya, diharapkan para mahasiswa Fakultas Syariah (FaSya) membuka cakrawala dan memberi wawasan teori tambahan yang belum ada di dunia akademik yang belum terupdate serta sebagai cambuk bagi mahasiswa yang berkeinginan menjadi hakim”, sambutan dari Wakil Dekan Bidang Akademik Syariah Dr. Farkhani, M.H.

Kemudian memasuki rangkaian acara di PT TUN Surabaya, adalah pemaparan materi dari Wakil ketua PT TUN mulai dari pembagian kekuasaan, dasar hukumnya, sejarah dan latar belakang berdirinya PT TUN Surabaya serta melakukan sesi dialog interaktif dengan para mahasiswa dan dosen. Di akhir penyampaian materi, F. Manao S.H., M.H berpesan agar para mahasiswa teruslah belajar, belajar, dan belajar agar awet muda.

Selama kunjungan, para mahasiswa mendapat kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan praktisi hukum yang berpengalaman. Mereka diberikan wawasan tentang berbagai aspek pekerjaan seorang hakim, mulai dari proses peradilan, etika dalam pengadilan, hingga perkembangan hukum terkini.

Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah sesi tanya jawab antara mahasiswa dan hakim. Para mahasiswa mengajukan beragam pertanyaan tentang tantangan dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai hakim, proses seleksi hakim, hingga nasihat untuk mempersiapkan diri menghadapi karir di bidang hukum.

Kunjungan ini juga dianggap sebagai langkah konkret dalam memperkuat jaringan antara dunia pendidikan tinggi dan praktisi hukum. Diharapkan, melalui pertemuan semacam ini, para mahasiswa dapat terinspirasi dan lebih siap menghadapi tantangan yang ada di masa depan ketika mereka memasuki dunia kerja.

Trik Cepat Skripsi menjadi Jurnal, HMPS HTN Tularkan dengan Seminar Pelatihan

Laporan : Mutohir& Ida Fitriyani, editor: Hijri

Salatiga, FaSya-“Saat ini memang mengubah skripsi ke artikel belum menjadi kewajiban sebagai tugas akhir, akan tetapi tidak dapat dipungkiri di lain hari. Pemuda itu bukan mengenai usia, akan tetapi bagaimana fikiran dan berpihakan yang selalu membuat kreatifitasnya. Bisa kita ketahui bahwasannya ketika skripsi kita cuma ditaruh di perpustakaan saja itu kurang bermanfaat, tetapi ketika kita bisa publish di artikel tentu manfaatnya banyak karena bisa dibaca oleh orang banyak tidak hanya sivitas lingkungan kampus”, ungkap Cholida Hanum, M.H. selaku kaprodi HTN dalam sambutannya membuka seminar online via zoom meeting (11/11/2023).

Menambahkan, Reihan ketua umum HMPS HTN mengungkapkan bahwa “Kegiatan ini bukan cara akan pembuatan karya ilmiah saja, tetapi bisa sebagai salah satu dalam hal pengembangan intelektual harapannya teman-teman peserta bisa memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya dengan mencari pengetahuan baru dan selalu meningkatkan skill”.

HMPS HTN (Himpunan Program studi Hukum Tata Negara)  menyelenggarakan kegiatan seminar bertemakan tips & trik mengubah skripsi menjadi artikel. Langkah cepat HMPS HTN menanggapi perkembangan zaman di mana zaman ini mahasiswa tidak harus membuat skripsi sebagai tugas akhir akan tetapi dengan mempublish artikel kita di jurnal juga bisa sebagai tugas akhir mahasiswa dalam hal pengembangan inteletual untuk selalu berkreasi dan berkarya.

Dalam pemaparan materi oleh Yusvita Nena Arinta, M. Si. Dosen UIn Salatiga, menjelaskan bahwa dalam hal cara mengubah skripsi menjadi artikel  ada beberapa cara yang harus dilakukan diantaranya yaitu : pertama tujuan dari jurnal, kita bisa cari jurnal yang mau dituju untuk mempublish artikel yang dibuat, kedua  template di mana kutipan, gaya selingkung yang harus disesuaikan dengan ketentuan dari Jurnal, ketiga kutipan judul yang diambil ketika diskirpsi jangan dijadikan juga menjadi judul di artikel, perlu ada kodifikasi dahulu, agar tema artikel yang dibuat bisa menarik seorang pembaca untuk bisa tertarik membaca artikel. Tambahan  di dalam menulis skripsi haruslah bisa mengatur beberapa hal agar skripsi atau artikel  yang kia buat bisa efektif yaitu : pertama  manajemen waktu yang di mana terdiri time lin , fokus , manajemen referensi yaitu menggunakan aplikasi zotero, mandalay, dan media data dalam penulisan skripsi maupun artikel,  literasi berupa template jurnal yang sudah publish, web dan relasi”.

Reihan mahasiswa HTN bertanya apakah pembahasan  yang ada  di dalam  skripsi ketika  konversikan menjadi artikel apa perlu di parafrase lagi?

Di jawab di dalam parafrase tentu ada strateginya, yaitu 4 kalimat di jadikan satu kalimat, di mana disaat ini kita bisa menggunakan IA dalam hal parafrase akan tetapi perlu kodifikasi lagi agar kalimat yang di parafrase tidak terlihat hasil IA atau enggak juga bisa Grammary yang berbayar agar kalimat yang disusun bisa rapi. Di dalam mempublish jurnal ada yang berbayar di mana di saat mempublish bisa di diskusikan dengan Dosen pembimbing agar artikel yang dibuat  mahasiswa bisa dipublish di jurnal.