Eksplorasi Lembaga Penegak Keadilan: Mahasiswa Hukum FaSya UIN Salatiga Kunjungi Pengadilan Agama Kota Malang

Laporan: Hijri

Kota Malang, 21 Juni 2024 – Rombongan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga mengunjungi Pengadilan Agama (PA) Kota Malang dalam upaya untuk memperluas wawasan mereka tentang sistem peradilan agama di Indonesia.

Kunjungan ini dipimpin oleh Dr. Moh. Khusen, M.AG., M.A., selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd., selaku wakil Dekan Bidang Kerjasama dan kemahasiswaan beserta segenap dosen dari pendamping dan tenaga pendidik.

Membuka acara moderator memberikan waktu untuk pihak Fasya memaparkan sambutan. Moh. Khusen menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses hukum di pengadilan agama. “Kunjungan ini penting untuk memberi mahasiswa gambaran nyata tentang bagaimana proses peradilan berjalan dalam konteks hukum keluarga dan agama di Indonesia,” ujar beliau.

Dr. Sultoni menambahkan bahwa tujuan dari kunjungan ini tidak hanya untuk mengeksplorasi PA Kota Malang, tetapi juga untuk menjajaki potensi kerjasama yang dapat dibangun antara lembaga FaSya UIN Salatiga dengan PA Kota Malang.

Selama kunjungan, para mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengamati persidangan kasus-kasus perdata dan perceraian yang sedang berlangsung di pengadilan. Mereka juga berdiskusi dengan hakim-hakim dan pegawai pengadilan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang tugas dan tanggung jawab mereka dalam menjalankan proses hukum.

Menurut Ketua PA Kota Malang, Dra. Nurul Maulidah, S.Ag., M.H., kunjungan seperti ini sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik yang terjadi di lapangan. “Kami berharap kunjungan ini dapat memberi inspirasi bagi para mahasiswa untuk lebih memahami pentingnya keadilan dan profesionalisme dalam berkarir di bidang hukum,” ungkap beliau.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya Fakultas untuk melengkapi kurikulum dengan pengalaman langsung di lapangan, sehingga mahasiswa dapat lebih siap secara praktis ketika nantinya terjun ke dunia kerja. Para mahasiswa menyambut kunjungan ini dengan antusiasme dan berharap dapat memanfaatkan pengalaman ini sebagai bekal berharga dalam mengembangkan keterampilan mereka di bidang hukum.

Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkala untuk mendukung pendidikan dan pengembangan kompetensi mahasiswa HKI FaSya UIN Salatiga.

Tatap Muka Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga dengan Realitas Pengadilan Agama Malang: Memperdalam Keterampilan Hukum Keluarga Islam

Laporan: Hijri

Malang, FaSya-Jumat, 21/06/2024 rombongan mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI) dari Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga melakukan kunjungan studi ke Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang.

Ketua Prodi HKI FaSya UIN Salatiga, Yahya, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program tahunan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa di luar lingkungan perkuliahan. “Kami ingin memperkaya pengetahuan mereka dengan pengalaman langsung di lembaga pemerintahan seperti PA Kabupaten Malang,” ujarnya.

Ketua PA Kabupaten Malang, Drs. Misbah, M.Si., menyambut baik kedatangan para mahasiswa di ruang sidang utama PA. Beliau menjelaskan bahwa PA Kabupaten Malang adalah satu-satunya pengadilan agama di wilayah tersebut, naik status menjadi PA kelas 1A sejak tahun 2017 dengan yurisdiksi meliputi 33 kecamatan, 12 kelurahan, dan 378 desa. Tugas utama PA adalah menyelesaikan perkara-perkara yang berkaitan dengan hukum Islam seperti perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infak, shadaqah, dan ekonomi syariah.

PA Kabupaten juga telah memodernisasi layanannya dengan menyediakan aplikasi e-court untuk pengaduan online dan pendaftaran sidang, memudahkan akses bagi masyarakat yang membutuhkan layanan peradilan agama.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam kepada mahasiswa HKI FaSya UIN Salatiga tentang implementasi praktis hukum Islam di Indonesia, serta memperluas kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi dan lembaga peradilan agama dalam menghasilkan lulusan yang siap terjun langsung ke lapangan kerja.

Menggali Perumusan Kebijakan Hukum Islam Melalui Bahsul Masail, Mahasiswa HKI Kunjungi Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang

Laporan: Hijri

Malang, FaSya-Sejumlah mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga mengunjungi Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang pada Kamis, 20-06-2024. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami pengelolaan pesantren mahasiswa serta lembaga pendukungnya yang berada di bawah naungan pesantren.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., selaku Dekan FaSya UIN Salatiga, menyampaikan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk memahami lebih dalam tentang pengelolaan pesantren mahasiswa, terutama dalam konteks pendidikan agama Islam dan hubungannya dengan ilmu pengetahuan modern. “Kunjungan ini memberikan peluang bagi mahasiswa untuk melihat langsung interaksi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan dalam konteks ‘learning society’,” ujar Prof. Ilyya.

Rombongan mahasiswa diterima oleh pimpinan pesantren, Romo Kyai Haji Muhammad Nafi’, serta para pengasuh lainnya. Kepala pesantren, Nur Cholis, menyambut baik kedatangan mahasiswa HKI UIN Salatiga dan memperkenalkan berbagai lembaga yang ada di pesantren, termasuk KBIH, BDKM, Apotek, POSKESREN, Media Center, OSPAM, SMESCOMART, dan Al-Hasyimi.

Romo KH. M. Nafi’ menjelaskan bahwa pesantren Al-Hikam awalnya hanya berdiri dengan 4 santri di tengah sawah, namun sekarang telah berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang menerima santri dari berbagai latar belakang, termasuk lulusan pesantren salaf tradisional dari seluruh Indonesia. Dia juga memperkenalkan konsep santri ‘pesma’ untuk santri yang kuliah di luar dan santri ‘ma’had aly’ untuk santri yang kuliah di Al-Hikam.

Selain itu, Moh. Syafril, M.Pd., salah satu ustadz di pesantren ini, menambahkan bahwa berbagai program telah dijalankan di pesantren, seperti pendalaman kajian kitab kuning, pelatihan penyembelihan hewan qurban, dan pelatihan usaha mandiri.

Kunjungan ini ditutup dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa HKI UIN Salatiga dan pengelola pesantren, yang memperkaya pemahaman mereka tentang pengelolaan dan pendidikan di lingkungan pesantren Al-Hikam.

Public Hearing Inovatif: Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga dan Pengelola Bersinergi untuk Kemajuan Bersama

Laporamn: Hijri

Salatiga, FaSya– Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengadakan acara public hearing antara mahasiswa dan pengelola Fakultas pada hari Selasa, 11 Juni 2024. Acara yang berlangsung di Aula FaSya ini dihadiri oleh Dekan FaSya, Prof. Dr. Ilyuya Muhsin, Wakil Dekan I, Dr. Farkhani, Wakil Dekan II, Dr. Moh. Husen, Wakil Dekan III, Dr. Ahmad Sultoni serta segenap pengelola Fakultas dan perwakilan dari Senat Mahasiswa (SEMA) FaSya beserta sejumlah mahasiswa.

Public hearing ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi, keluhan, serta saran dari mahasiswa terkait berbagai aspek di lingkungan FaSya. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ilyya menyampaikan pentingnya acara ini sebagai wujud komitmen Fakultas untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembelajaran.

“Kami ingin mendengar langsung dari mahasiswa mengenai berbagai isu yang mereka hadapi, baik dalam hal akademik, fasilitas, maupun pelayanan. Masukan dari mahasiswa sangat penting untuk perbaikan dan peningkatan mutu fakultas,” ujar Prof. Ilyya.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah mahasiswa mengungkapkan beberapa permasalahan yang mereka hadapi, di antaranya mengenai fasilitas yang belum ada atau sudah ditemui rusak membutuhkan perbaikan. Selain itu, beberapa mahasiswa juga menyampaikan keluhan tentang penataan tempat parkir yang masih membutuhkan perhatian supaya nyaman bagi segenap sivitas FaSya.

Menanggapi keluhan tersebut, Dr. Moh. Husen menjelaskan bahwa pihak Fakultas terus berupaya untuk memperbaiki fasilitas dan layanan yang ada. “Kami berterimakasih atas perhatian dari segenap mahasiswa yang iktu serta memiliki rasa untuk maju bersama membangun Fakultas dalam segala bagian,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Farkhani menambahkan bahwa Fakultas akan meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan dosen agar praktikum pendidikan di kelas berjalan dengan mengusung misi maju bersama. “Kami akan bekerja sama dengan seluruh dosen untuk memastikan bahwa praktikum pendidikan dilakukan sesuai standar pendidikan maju yang telah ditentukan,” tambahnya.

Acara public hearing ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Mahasiswa merasa senang dapat menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada pengelola Fakultas dan berharap agar masukan mereka dapat segera ditindaklanjuti.

Di akhir acara, salah satu peserta public hearing, mengucapkan terima kasih kepada pengelola Fakultas yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyuarakan pendapat mereka. “Kami sangat mengapresiasi langkah Fakultas dalam mengadakan public hearing ini. Semoga ke depan, hubungan antara mahasiswa dan pengelola Fakultas semakin harmonis dan FaSya UIN Salatiga dapat terus berkembang menjadi lebih baik,” tutupnya.

Dengan adanya public hearing ini, diharapkan FaSya UIN Salatiga dapat terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan serta pelayanan demi terciptanya lingkungan akademik yang kondusif dan berkualitas.

Menengok Kiat Sukses Usaha Lulusan Sarjana Hukum, Mahasiswa HES UIN Salatiga Kunjungi DeDuwa Kota Batu

Laporan: Nur Mifchan S, Editor: Hijri

Kota Batu, FaSya– Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga mengadakan kunjungan kerja lapangan (KKL) ke DeDuwa, sebuah toko oleh-oleh terkenal di Kota Batu, (07/06/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari cara memulai usaha, mengasah keterampilan, membangun mental, mengubah mindset wirausaha, serta mempertahankan dan mengembangkan usaha.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah UIN Salatiga, Dr. Farkhani, S.H., S.H.I., M.H., dalam sambutannya menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa HES dalam dunia wirausaha. Beliau berharap mahasiswa dapat belajar dari pengalaman Ibu Ninin Sri Lestari, S.H., pemilik DeDuwa, yang bergelar Sarjana Hukum, sehingga dapat menjadi bekal bagi mereka dalam membangun usaha di masa depan.

Ninin Sri Lestari, S.H., dalam paparannya, menyampaikan bahwa menjadi entrepreneur tidaklah mudah dan membutuhkan proses yang penuh jatuh bangun. Beliau memulai karirnya sejak bangku kuliah semester 6. Beliau pernah bekerja sebagai Customer Service di bank, asisten dosen di Universitas Wisnuwardhana, dan PNS. Namun, pada tahun 2015, beliau memutuskan untuk keluar dari PNS dan fokus mengembangkan DeDuwa.

DeDuwa didirikan pada tahun 2006 dengan menyewa ruko kecil seharga 7 juta per tahun. Pada tahun 2010, DeDuwa telah mampu menyewa 7 ruko dan bekerjasama dengan biro perjalanan wisata di seluruh Indonesia. Keberhasilan DeDuwa ini diraih dengan strategi aktif komunikatif dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.

Ninin menekankan bahwa entrepreneur yang ingin sukses harus bergaul dengan orang-orang sukses, berani mengambil risiko, tahan banting, ulet, kreatif, inovatif, dan selalu berpikir positif. Beliau juga menambahkan bahwa penting bagi entrepreneur untuk selalu belajar dan mengikuti perkembangan zaman.

Dalam sesi tanya jawab, lima mahasiswa (Indriastuti, Akmal, Fina, Laila, Hanim) menanyakan tentang manajemen keuangan, manajemen pemasaran, dan manajemen risiko DeDuwa. Ninin menjelaskan bahwa perjalanan DeDuwa tidaklah mudah. DeDuwa pernah mencapai puncaknya dengan laba bersih 0,5 miliar rupiah dalam satu hari, namun juga pernah jatuh terpuruk saat pandemi Covid-19 karena pariwisata lumpuh akibat lockdown.

Ninin memberikan beberapa kiat kepada mahasiswa dalam mengembangkan usaha dari awal. Beliau menekankan pentingnya keberanian, insting bisnis, pemahaman potensi diri dan lingkungan. Di Kota Batu, misalnya, DeDuwa membidik usaha oleh-oleh dengan menawarkan produk-produk turunan apel seperti keripik apel dan jenang apel.

Kunjungan KKL ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa HES UIN Salatiga untuk berani memulai usaha dan menjadi entrepreneur yang sukses.

Kunjungan Studi Mahasiswa HES UIN Salatiga ke Diskumperindag Batu: Tingkatkan Pemahaman dan Sinergi Kerjasama UMKM

Laporan: Rizki P, Editor: Hijri

Batu, FaSya– Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) dari Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga telah dilaksanakan dengan sukses di Dinas Koperasi, UMKM, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu (7-06-2024). Kegiatan ini diadakan untuk memberikan pengalaman lapangan serta wawasan terkait lembaga hukum maupun institusi yang relevan dengan Program Studi (Prodi) HES.

Ketua Jurusan FaSya, Dr. Heni Satar Nurhaida, M.H, menyampaikan bahwa KKL adalah kegiatan rutin yang bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis. “Diharapkan mahasiswa lebih mengenal profil serta tugas pokok Diskumperindag dalam mendukung perkembangan UMKM serta mengetahui kendala yang dihadapi di lapangan. Dari kunjungan ini juga diharapkan terjalinnya kerjasama dikemudian hari,” ujarnya.

Rombongan mahasiswa disambut dengan hangat oleh Kepala Diskumperindag Kota Batu, Aries Setiawan, S.STP. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa dinas ini membawahi tugas dari tiga bidang di tiga kementerian, sehingga mempunyai skala prioritas yang harus diutamakan.

Pertama, branding tempat ini sebagai tempat berkumpulnya anak muda atau disebut inkubasi, untuk menguatkan SDM yang akan berperan di marketplace ke depannya. Kedua, pengembangan wisata UMKM di kota wisata Batu, dimana wisatawan bisa berbelanja produk UMKM lokal dan berdiskusi dengan pelaku usaha. Terakhir, pengembangan pasar induk Among Tani, pasar terbesar yang baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi, yang didesain dengan konsep modern dan berbagai fasilitas yang memudahkan wisatawan.

Aries juga menyoroti pentingnya potensi UMKM di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain, berharap mahasiswa dapat mengembangkan potensi UMKM dan pasar di Salatiga. Salah satu program unggulan adalah KUBISMA (Kunci Bisnis SMK, SMA, dan Mahasiswa), yang melibatkan inkubasi bisnis berupa café yang akan dikelola oleh Karang Taruna kota Batu, berfungsi sebagai hubungan antara pelaku bisnis, stakeholder, dan pihak lain, serta dilengkapi fasilitas Mini Studio Podcast.

Diskumperindag juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan potensi dan kapasitas pelaku bisnis dan anak muda di kota Batu, seperti ASTRA, Komite Ekonomi Kreatif Kota Batu, Let’s Play, dan lainnya. Dinas ini menjadi rujukan MBKM setara dengan 20 SKS untuk belajar kewirausahaan karena memiliki staf bersertifikat pengajar kewirausahaan, dan bekerjasama dengan UMM untuk sertifikasi halal.

Aries mengakhiri sambutannya dengan menekankan pentingnya ilmu yang diterapkan dalam kehidupan nyata, serta melihat peluang bisnis yang potensial seperti kopi. “Modal utama dalam usaha saat ini adalah memiliki jejaring dan menjaga kepercayaan dari jejaring yang kita miliki,” tuturnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat membuka wawasan dan inspirasi bagi para mahasiswa dalam mengembangkan potensi UMKM di daerah mereka, serta menjalin kerjasama yang bermanfaat di masa mendatang.

Mahasiswa Prodi HES UIN Salatiga Kunjungi DPRD Kota Surabaya, Pelajari Proses Legislasi Halal Tourism

Laporan: Nur Mifchan Solichin, Edit: Hijri

Surabaya, FaSya– Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga melakukan kunjungan kerja lapangan (KKL) ke DPRD Kota Surabaya pada hari Kamis, 6 Juni 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari proses legislasi di DPRD Kota Surabaya, khususnya terkait dengan halal tourism.

Wakil Dekan Bidang Akademik FaSya UIN Salatiga, Dr. Farkhani, S.H., S.H.I., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKL ini merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk memahami secara langsung bagaimana hukum diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. “Melalui KKL ini, mahasiswa diharapkan dapat mempelajari tugas dan fungsi DPRD Kota Surabaya, serta mempelajari proses legislasi di DPRD Kota Surabaya, khususnya terkait dengan halal tourism,” ujar Dr. Farkhani.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Fraksi PDI-Perjuangan, Hj Khusnul Khotimah, S.Pd.I, M.Pd.I., dalam kesempatan tersebut menjelaskan tentang tiga fungsi utama DPRD yakni: Legislasi (legal drafting) membuat peraturan daerah (Perda), Anggaran (budgeting) dengan menyusun dan menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pengawasan (controlling) yakni mengawasi kinerja pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Hj Khusnul Khotimah menjelaskan bahwa DPRD Kota Surabaya saat ini sedang fokus menata dan mengembangkan lokasi di Ampel dan Kota Lama Surabaya sebagai destinasi wisata halal. “Ampel dan Kota Lama Surabaya memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata halal. Oleh karena itu, perlu dibuat aturan yang baik untuk menata dan mengembangkannya,” jelas Hj Khusnul Khotimah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pertanyaan pertama datang dari Muhammad Lukman Hakim, mahasiswa Prodi HES UIN Salatiga, yang menanyakan tentang solusi bagi daerah tertinggal yang memiliki APBD yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan Kota Surabaya yang mencapai 10 triliun rupiah. Hj Khusnul Khotimah menjawab bahwa setiap daerah pasti memiliki strategi khusus untuk mengembangkan APBD-nya. “Daerah tertinggal harus kreatif dan inovatif dalam mencari sumber-sumber pendapatan baru,” ujar Hj Khusnul Khotimah.

Pertanyaan kedua datang dari Diaz Wahidatul Hayati, mahasiswa Prodi HES UIN Salatiga, yang menanyakan tentang loyalitas anggota DPRD, apakah mereka lebih mewakili suara partai politik atau suara rakyat. Hj Khusnul Khotimah menjelaskan bahwa meskipun anggota DPRD berasal dari partai politik, mereka tetap harus memprioritaskan suara rakyat. “Ketika berbicara tentang hajat hidup orang banyak, maka kepentingan yang harus diutamakan adalah kepentingan masyarakat banyak,” tegas Hj Khusnul Khotimah.

Kunjungan KKL mahasiswa UIN Salatiga ke DPRD Kota Surabaya diakhiri dengan foto bersama.

Semarak Dies Natalis ke-54 UIN Salatiga, Fakultas Syariah Gelar Pelatihan Jurnal: Mempertahankan Prestasi SCOPUS Q1 serta Menatap Masa Depan

Laporan: Hijri

Salatiga, FaSya– Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-54, Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Fakultas Syariah (FaSya) menggelar pelatihan penulisan jurnal penelitian bagi sivitas akademikanya. Acara ini berlangsung di aula utama FaSya dengan dihadiri oleh segenap dosen, peneliti, serta staf pengelola jurnal dari FaSya (04-06-2024).

Dalam sambutannya, Dekan FaSya Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. menyampaikan rasa syukur atas capaian yang telah diraih oleh jurnal “Ijtihad”, yang berhasil masuk dalam kategori Q1 dan sebelumnya telah terindeks Scopus dengan SJR 0.54. “Kita patut bersyukur atas capaian ini. Jurnal Ijtihad tidak hanya masuk kategori Q1, tetapi juga telah mampu mempertahankan posisinya di indeks Scopus,” ujar Prof. Illya.

Jurnal Ijtihad merupakan jurnal terbaik kedua se-Asia di bidang hukum (Law) dan terbaik ketiga se-Asia di bidang Studi Agama (Religious Studies), menurut versi Scimago Journal Rank (SJR). Prestasi ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras dari seluruh sivitas akademika FaSya dalam menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas tinggi.

Pelatihan ini bertujuan untuk mengajak seluruh sivitas akademika Fakultas Syariah untuk minimal bisa mempertahankan capaian yang membanggakan ini serta berjuang bersama-sama untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang. “Dengan pelatihan ini, diharapkan semua peserta dapat meningkatkan kemampuan penulisan dan publikasi mereka sehingga bisa terus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang syariah. Meskipun telah menduduki peringkat yang sangat prestisius, harapannya Jurnal Ijtihad dapat selalu meningkat prestasinya di masa yang akan datang. Target berikutnya adalah agar jurnal ini dapat terindeks dalam Web of Science (WoS) dan terus meningkatkan SJR-nya. Kita harus tetap berusaha keras dan tidak berpuas diri. Tujuan kita berikutnya adalah mencapai indeksasi WoS dan meningkatkan SJR jurnal Ijtihad,” tambah Prof. Ilyya.

Acara pelatihan ini meliputi berbagai sesi, mulai dari teknik penulisan artikel ilmiah, proses submission ke jurnal internasional, hingga strategi meningkatkan visibilitas dan sitasi publikasi. Narasumber Prof. Ilyya, Dr. Muh. Choirul huda dan Endang Sriyani selaku pengelola jurnal ijtihad.

Para peserta pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Handayanoi Malihatun selaku salah satu peserta menyatakan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat dan memberikan banyak wawasan baru bagi seluruh peserta baik dosen maupun tenaga pendidik, untuk mengembangkan diri dalam penulisan karya yang mengacu pada jurnal nasional maupun internasional. Semoga dengan ilmu yang didapat, kita bisa terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas jurnal di FaSya.”

Dengan diadakannya pelatihan ini, FaSya UIN Salatiga berharap dapat terus menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang syariah.

Dies Natalis ke-54 UIN Salatiga ini menjadi momentum yang tepat untuk merefleksikan capaian-capaian yang telah diraih serta menyusun strategi untuk menghadapi tantangan di masa depan. FaSya optimis bahwa dengan kerja keras dan dedikasi dari seluruh sivitas akademika, prestasi yang lebih gemilang akan dapat diraih.

Hadapi Kecemasan Lulusan, HMPS HES Selenggarakan PELIBAS: Bekali Mahasiswa dengan Profesionalitas Mediator dan Arbiter Syariah

Laporan: M. Muthohir, Ida Fitriani, editor: Hijri

Salatiga, FaSya – Menghadapi kecemasan mahasiswa lulusan Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga yang sering terfokus pada karir sebagai hakim, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syariah (HES) menyelenggarakan PELIBAS (Pelatihan Arbitrase Syariah) dengan tema “Profesionalitas Mediator dan Arbiter dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis Syariah”. Kegiatan ini diadakan di aula lantai 3 FaSya pada Senin, 27 Mei 2024.

Kecemasan ini timbul karena banyak lulusan yang merasa terbatas pada profesi hakim, padahal banyak profesi lain yang memiliki peluang besar, seperti Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) yang meliputi negosiasi, konsiliasi, mediasi, dan arbitrase. Dari empat metode tersebut, mediasi dan arbitrase memiliki pengaruh signifikan di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli dibidangnya, termasuk Sifaul Amin, S.H., M.H., C.M., Mediator Pengadilan Agama Kota Salatiga, dan Prof. Ro’fah Setyowati, S.H., M.H., Ph.D., Arbiter Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS) Provinsi Jawa Tengah.

Arbitrase adalah penyerahan sengketa secara sukarela kepada pihak ketiga yang netral, dipilih sebagai arbiter. Profesi arbiter di Indonesia mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya kesadaran muslim dalam aktivitas ekonomi berbasis syariah. “Penyelesaian sengketa melalui arbitrase memiliki dampak signifikan,” ungkap Prof. Ro’fah Setyowati.

Mediasi adalah penyelesaian sengketa melalui perundingan yang dibantu seorang mediator untuk mencapai kesepakatan. Seorang mediator harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mencapai perdamaian yang berkualitas dan efisien. Peluang menjadi mediator semakin besar dengan adanya kebijakan mediasi yang diutamakan baik di pengadilan maupun luar pengadilan, serta pelaksanaan mediasi secara online yang diatur dalam Perma No. 3 Tahun 2022 tentang mediasi di pengadilan secara elektronik. Dunia bisnis juga lebih memilih metode yang simpel dan rahasia.

Menjadi mediator memerlukan sertifikasi dan pendidikan yang memadai, serta kemampuan untuk bersikap netral. Seorang mediator harus memiliki empat keterampilan utama: keterampilan pengorganisasian perundingan, keterampilan perundingan, keterampilan memfasilitasi, dan keterampilan komunikasi, menurut Sifaul Amin.

Kegiatan ini semakin meriah dengan antusiasme peserta yang aktif bertanya, serta adanya Forum Group Discussion (FGD) di mana peserta tidak hanya menerima materi tetapi juga berpraktik menganalisis permasalahan.

Dengan pelatihan ini, diharapkan lulusan FaSya dapat lebih siap menghadapi berbagai peluang karir di bidang APS dan menjadi profesional unggul dalam penyelesaian sengketa bisnis syariah.

Lewat Workshop Jurnalistik & Desain Grafis DEMA Fasya Dorong Mahasiswa Kuasai Penceritaan Visual

Laporan: Sekar, Mutohir, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya– Maraknya kasus berita hoaks mendorong Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syari’ah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menyelenggarakan workshop jurnalistik dan desain grafis dengan tema “Bercerita Melalui Visual: Lokakarya tentang Penceritaan Jurnalistik dan Desain Grafis”. Kegiatan ini berlangsung di Aula FaSya pada Rabu, 22 Mei 2024.

M. Rizki Pirmansah, Ketua Umum DEMA FaSya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan intelektual dan sikap kritis mahasiswa, khususnya dalam menanggapi isu-isu yang beredar.

Prof. Ilya Muhsin, S.HI., M.Si., Dekan Fakultas Syariah, memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk tidak hanya terfokus pada dunia hukum, tetapi juga dapat menjadi jurnalis dengan mencurahkan ide-ide kritis terkait isu-isu yang beredar.

Workshop ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Titis Anis Fauziyah, S.Sos, seorang jurnalis dari Kompas Semarang. Ia menekankan bahwa penulisan berita harus memuat tiga poin utama, yakni lead yang mencakup inti berita dengan menggunakan 5W+1H, narasumber, dan kutipan langsung. Titis juga menjelaskan tingkatan penulisan berita yang terdiri dari straight news, in-depth news, dan investigative news.

Menanggapi banyaknya berita di media cetak maupun online, Titis mengingatkan pentingnya kejelian pembaca dalam memahami berita untuk menghindari hoaks. Ia menjelaskan bahwa berita hoaks terbagi menjadi tiga jenis: misinformasi, disinformasi, dan malinformasi. Untuk mengenali berita yang dimanipulasi, ia menyebut beberapa teknik, seperti impersonasi, manipulasi emosi, polarisasi, teori konspirasi, serangan personal, dikotomi sesat, dan keseimbangan sesat.

Zidni Ilham Elfikri, S.S., M.Pd, dari Humas UIN Salatiga sebagai pemateri kedua memberikan materi tentang desain grafis, membahas pengertian desain sebagai proses merencanakan dan menciptakan sesuatu dengan memperhatikan fungsi, estetika, dan kebutuhan pengguna. Ia menjelaskan dasar-dasar desain seperti komposisi, kesatuan, proporsi, estetika, etika, ruang, bentuk, garis, ukuran, dan tekstur, serta pentingnya foto dalam jurnalistik dan desain.

Setelah pemaparan materi, para peserta dengan antusias mengikuti pelatihan mendesain dan mendapatkan bimbingan langsung dari pemateri menggunakan aplikasi seperti Canva, Corel Draw, dan PicsArt. Di akhir acara, Zidni Ilham berpesan agar para peserta terus mengembangkan dan mempelajari desain. Pesan serupa juga disampaikan oleh ketua panitia, Tessa Permadani. “Kami telah menyiapkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk peserta agar dapat menjadi Tim Media FaSya dan akan terus mendukung pengembangan skill seluruh peserta,” ujarnya saat diwawancara secara online.