Benchmarking Pengelolaan Jurnal; Dekan FaSya Terima Kunjungan Telkom University

Salatiga, (28 Juli 2026). Bertempat di ruang Dekan Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga, Prof. Ilyya menyambut dengan hangat kunjungan dari para pengelola jurnal di lingkungan Telkom University Purwokerto. Jurnal tersebut adalah; Trinistik, Inista, Jasmet, Govita, Ledger dan Jurnal Ilmiah Liski.

Didampingi oleh Dr. M. Chairul Huda, M.H. selaku Editor in Chief Jurnal Ijtihad dan juga Endang Sriani, M.H. selaku Managing Editor, Prof. Ilyya merasa mendapat kehormatan atas kunjungan tersebut.

“Kami merasa bersyukur mendapatkan kehormatan bisa menyambut bapak-ibu pengelola jurnal dari Telkom University. Kunjungan ini selain untuk melakukan benchmarking atas pengelolaan jurnal ilmiah yang reputable, juga dapat meningkatkan kerjasama kedua kampus. Kami terbuka untuk sharing pengalaman terkait pengelolaan jurnal. Alhamdulillah sebelumnya juga telah banyak mitra-mitra kami, baik dari perguruan tinggi maupun dari lembaga-lembaga negara, belajar bersama kami di ruangan ini.” Jelas Dekan FaSya ini.

Lebih lanjut, Prof. Ilyya menjelaskan bahwa Jurnal Ijtihad merupakan jurnal terbaik di dunia bidang religious studies, peringkat pertama di Asia bidang hukum, sekaligus peringkat pertama di Indonesia untuk semua bidang ilmu.

Rombongan dari Telkom University berjumlah tujuh orang dosen sekaligus pengelola jurnal yang dipimpin oleh Dr. Catur Nugroho, S.Sos., M.I.Kom selaku Wakil Direktur Akademik, Kemahasiswaan, Riset dan Kerjasama.  

Dr. Catur Nugroho mengatakan: “Penting bagi kami untuk melakukan benchamarking ke Fakultas Syariah UIN Salatiga, mengingat kampus ini memiliki rekam jejak yang baik dalam pengelolaan jurnal ilmiah. Selain itu, melalui benchmarking ini kami berharap dapat memperoleh best practise terkait tata kelola editorial, strategi akreditasi SINTA, indeksasi Scopus serta melakukan penjajagan peluang kerjasama dalam pengembangan publikasi ilmiah. Kami mengucapkan terimakasih atas sambutan yang luar biasa dari Prof. Ilyya, EiC dan juga ME Jurnal Ijtihad. Hari ini kami mendapatkan insight terkait pengelolaan jurnal dan akan kami implementasikan di kampus kami.” Tegas pakar bidang Netnografi ini.

Perkuat Kontribusi Ilmiah Ranah Global, EiC Jurnal Ijtihad UIN Salatiga menjadi Reviewer Internasional Conference

Makassar,( 23 Juli 2026). Bertempat di Aryaduta Hotel Makassar, Sulawesi Selatan, Dosen Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga yakni Dr. Muhammad Chairul Huda, S.HI., M.H. menjadi reviewer pada international conference yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar.

Tema yang diusung dalam The 6th International Conference on Islamic Family Law (ICOIFL of PDHKI), The 2nd International Conference of Law and Contemporary Islamic Law (ICOCIL), adalah: “Ecotheology and Islamic Family Law Transformation”. Chairul Huda yang juga merupakan Editor in Chief Jurnal Ijtihad UIN Salatiga ini aktif memberikan review serta rekomendasi kepada para penulis yang telah melakukan submit naskah hasil penelitiannya dalam conference tersebut.

Selain Chairul Huda, para reviewer merupakan Editor in Chief Jurnal-jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus yang telah menjadi mitra PDHKI, diantaranya; Prof. Dr. Mursyid Djawas, M.H. (Jurnal Samarah UIN Ar-Raniry Aceh); Prof. Dr. H. Eri Hariyanto, M.H. (Jurnal Al Ihkam UIN Madura); Dr. Muhammad Chairul Huda, M. H. (Jurnal Ijtihad UIN Salatiga); Dr. Muhammad Lutfi Hakim, M.HI (Journal of Islamic Law IAIN Pontianak); Dr. Laras Shesa, M.H (Jurnal Istinbath IAIN Curup); Muhammad Fuad Zain, M.HI (Jurnal Manahij UIN Purwokerto); Arifki Budia Warman, M.H. (Juris UIN Batusangkar), Sabaruddin Ahmad, M.H. (Jurnal El-Mashlahah IAIN Palangkaraya).

Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si selaku Ketua Umum PDHKI mengatakan; “Kami sengaja mengundang para editor in chief jurnal-jurnal terindeks Scopus yang telah bermitra lama dengan PDHKI. Kehadiran para pengelola jurnal ini akan memberikan dampak penting bagi para penulis dan anggota PDHKI dalam bidang penulisan artikel jurnal. Keahlian atau skill meneliti dan menulis yang berkualitas baik merupakan salah satu program kerja PDHKI.”

Lebih lanjut, Prof. Ilyya menjelaskan; “Melalui outcome hasil penelitian pada jurnal-jurnal bereputasi akan memberikan dampak nyata dalam pengembangan keilmuan hukum keluarga serta berkontribusi bagi peradaban kemanusiaan. Hal ini sesuai Visi PDHKI, yakni Menjadikan Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia sebagai organisasi professional untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan meningkatkan peran negara dalam melahirkan ketahanan keluarga Indonesia.”

Bertindak sebagai Ketua Umum PDHKI, Prof. Ilyya Pertegas Kontribusi Organisasi

Makassar, (22 Juli 2026). Bertempat di Aryaduta Hotel Makassar, Sulawesi Selatan, Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. KH. Abdul Rouf Muhammad Amin, Lc., M.A.

Tuan rumah Muskernas PDHKI tahun ini adalah Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Alauddin, Makassar selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alaudddin Makassar mengatakan: “Kami merasa terhormat mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah atas terselenggaranya kegiatan ini, hasil kolaborasi antara FSH UIN Alauddin dengan PDHKI dan APHKI. Apalagi di Kota Makassar ini juga-lah sepuluh tahun lalu APHKI didirikan.”

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si yang bertindak selaku Ketua Umum PDHKI dalam sambutannya memaparkan tentang penguatan organisasi serta mempertegas kontribusinya baik bagi anggota, civitas akademika kampus maupun masyarakat secara luas, baik nasional maupun internasional. Lebih lanjut, Prof. Ilyya menjelaskan bahwa Muskernas menjadi ajang konsolidasi sekaligus meningkatkan kompetensi keilmuan para dosen HKI di seluruh Indonesia. Oleh karenanya, selain merumuskan program kerja kepengurusan kedepan, rangkaian agenda ini juga menyelenggarakan The 6th International Conference on Islamic Family Law (ICOIFL of PDHKI), The 2nd International Conference of Law and Contemporary Islamic Law (ICOCIL), dengan tema; “Ecotheology and Islamic Family Law Transformation”.

Muskernas kali ini diikuti oleh sekira 300 dosen Hukum Keluarga Islam (HKI) dari berbagai kampus di Indonesia. Tampak hadir, Dr. Abdul Qadir Zaelani, M.H. (Sekretaris Umum / UIN Raden Intan Lampung), Prof. Dr. Rosdalina Bukido (Dekan Fakultas Syariah IAIN Manado), Dr. Hj. Suqiyah Musafa’ah, M.Ag (Dekan Fakultas Syariah UIN Surabaya), Prof. Dr. Hj. Siti Musawwamah, M. Hum (Dekan Fakultas Syariah UIN Madura), Prof. Dr. Drs. Supardin, M.HI (UIN Makassar), dan sejumlah tokoh penting lainnya.

Plenary session of International Conference menghadirkan para narasumber dari berbagai negara, yakni: Prof. Dr. Jasser Auda (Professor Fellow ISTAC-IIUM, Malaysia); Prof. Madya Dr. Ibnor Azli Ibrahim (Head of Postgraduate Programme, Faculty of Shariah, UNISSA, Brunei Darussalam); Profesor Dato’ Dr. Nik Salida Suhaila Nik Saleh (Deputy Vice Chancellor (Academic and International), USIM Malaysia); Prof. Dr. H. Abd. Rauf Muhammad Amin, Lc., M.A. (Dean of the Faculty of Sharia and Law, UIN Alauddin Makassar); Prof. Dr. Sudirman Hasan, M.A., (State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang). Muskernas dan International Conference ini dilaksanakan sejak hari Rabu hingga Jumat, 22-24 Juli 2026.

Tampak hadir pula dalam kegiatan ini beberapa Editor in Chief maupun para pengelola jurnal ilmiah yang telah terindeks Scopus dan telah bermitra dengan PDHKI, diantaranya: Prof. Dr. Mursyid Djawas, M.H. (Jurnal Samarah UIN Ar-Raniry Aceh); Prof. Dr. H. Eri Hariyanto, M.H. (Jurnal Al Ihkam UIN Madura); Dr. Muhammad Chairul Huda, M. H. (Jurnal Ijtihad UIN Salatiga); Dr. Muhammad Lutfi Hakim, M.HI (Journal of Islamic Law IAIN Pontianak); Dr. Laras Shesa, M.H (Jurnal Istinbath IAIN Curup); Muhammad Fuad Zain, M.HI (Jurnal Manahij UIN Purwokerto); Arifki Budia Warman, M.H. (Juris UIN Batusangkar), Sabaruddin Ahmad, M.H. (Jurnal El-Mashlahah IAIN Palangkaraya).

Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga pimpin Muskernas PDHKI

Makassar, (22 Juli 2026). Bertempat di Aryaduta Hotel Makassar, Sulawesi Selatan, Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI. M.Si., selaku Ketua Umum.

Prof. Ilyya menegaskan bahwa Visi PDHKI adalah Menjadikan Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam (PDHKI) Indonesia sebagai organisasi professional untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan meningkatkan peran negara dalam melahirkan ketahanan keluarga Indonesia.

Lebih lanjut, Prof. Ilyya menjelaskan bahwa Muskernas ini akan memutuskan standar operasional prosedur (SOP) organisasi. Selain itu, juga menjadi ajang konsolidasi sekaligus meningkatkan kompetensi keilmuan para dosen HKI di seluruh Indonesia, Oleh karenanya, selain merumuskan program kerja kepengurusan kedepan, rangkaian agenda ini juga menyelenggarakan The 6th International Conference on Islamic Family Law (ICOIFL of PDHKI), The 2nd International Conference of Law and Contemporary Islamic Law (ICOCIL), dengan tema; “Ecotheology and Islamic Family Law Transformation”.

Muskernas kali ini diikuti enam belas Dekan dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang menjadi anggota PDHKI, enam belas wakil dekan, lima puluh satu ketua program studi (Kaprodi), lima belas sekretaris program studi (Sekprodi), empat puluh enam dosen, serta seratus enam puluh partisipan yang mempresentasikan hasil penelitiannya dalam Plenary Session of International Conference.

Hasil dari Muskernas ini diantaranya: Pertama, Menyetujui Standar Operasional Prosedur (SOP) pembentukan badan pengurus Perkumpulan Dosen Hukum Keluarga Islam Indonesia tingkat daerah/wilayah; Kedua, Merekomendasikan pendirian Pusat Studi Keluarga (Family Corner) di tingkat Prodi (Fakultas) dengan 5 (lima) tupoksi; 1). konsultan keluarga, 2). menjadi mediator, 3). Memberikan bimwin, 4). Melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan, 5) melaksanakan kajian dan penelitian keluarga; Ketiga, PDHKI menjalin kerjasama dengan Dirjen Binmas melaksanakan pelatihan sertifikasi Bimwin untuk dosen HKI; Keempat, PDHKI menjalin kerjasama dengan BNSP terkait hukum keluarga (fasilitator), P3 untuk LSP Asosiasi; Kelima, Pelaksanaan kegiatan Konferensi Internasional IcoIFIl 8, dan Rakernas PDHKI 9 dan APHKI 8 tahun 2027; 1). UIN Antasari, Banjarmasin, 2). UIN SMH Banten, 3) UIN Imam Bonjol Sumatera Barat, 4) IAIN Sorong Papua.

FAKULTAS SYARIAH UIN SALATIGA LAKUKAN BENCHMARKING PELAYANAN AKADEMIK DIGITAL KE UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Malang, (26 Juni 2026) – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan akademik berbasis digital, rombongan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan kunjungan benchmarking ke Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA) pada Jumat, 26 Juni 2026.

Rombongan UIN Salatiga dipimpin oleh Wakil Dekan II Fakultas Syariah, Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag., bersama jajaran Kholifatun Nur Mustofa, M.H., Nur Mifchan Solichin, M.H., Agus Rostanto, S.E., dan Joko Riyanto. Kunjungan ini diterima langsung oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama FAI UNISMA, Dr. Khoirul Asfiyak, H., S.Ag, M.HI.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung FAI UNISMA tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai aspek pengelolaan akademik, khususnya yang telah terdigitalisasi. UNISMA memperkenalkan sistem MENARA yang digunakan untuk penjadwalan, penyusunan RPS, dan pengelolaan pembelajaran. Meskipun demikian, sistem ini belum sepenuhnya terintegrasi dengan modul keuangan dan UKT, yang masing-masing dikelola oleh Wakil Dekan II dan III melalui aplikasi tersendiri.

Di sisi kurikulum, UNISMA telah mengadopsi OBE (Outcome-Based Education) dan aktif mendorong partisipasi mahasiswa dalam program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Sebanyak 70 mahasiswa telah mengikuti program ini ke berbagai mitra, seperti Padang, Malaysia, hingga dunia usaha dan industri. Dosen pun diberikan insentif untuk publikasi ilmiah, dengan penghargaan sebesar Rp12 juta untuk jurnal Q1 dan Rp5 juta untuk penulisan buku, sebagai bentuk dukungan terhadap budaya riset dan publikasi.

UNISMA juga memiliki program unggulan berbasis luar negeri yang otomatis lolos pendanaan, seperti program PGMI di Taiwan dengan biaya hidup ditanggung, serta kerja sama dengan USIM Malaysia, Mahkamah Syariah Malaysia, dan University of Malaya. Bahkan, dosen bidang HKI berkesempatan melanjutkan S3 di Swiss. Dalam pengelolaan penelitian, UNISMA mengalokasikan dana Bisma sebesar Rp2 miliar, dengan masing-masing prodi mendapat Rp100 juta untuk program berbasis outcome.

Selain itu, UNISMA memperkenalkan pusat data (Data Center) yang digunakan untuk yudisium dan pelacakan alumni melalui tracer study. Para peserta juga diajak mengisi data pada 26 Juni 2026 sebagai bagian dari penguatan sistem data akademik tiga bulan pertama. Kunjungan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih erat antara UIN Salatiga dan UNISMA, terutama dalam pengembangan layanan akademik digital, peningkatan mutu kurikulum, serta penguatan jejaring internasional.

Perkuat Tata Kelola Akademik, Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Salatiga Gelar Benchmarking ke Fakultas Hukum Universitas Islam Malang

Malang, (26 Juni 2026) -Dalam rangka memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi dan meningkatkan tata kelola program studi, Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Hukum Universitas Islam Malang pada Jumat, 26 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda pengembangan kelembagaan yang diarahkan untuk menggali pengalaman, strategi, serta inovasi pengelolaan program studi hukum dari perguruan tinggi mitra. Melalui kegiatan tersebut, Prodi HTN UIN Salatiga berupaya memperluas wawasan dalam penguatan sistem akademik, manajemen program studi, dan implementasi standar mutu pendidikan tinggi

Delegasi Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Salatiga dipimpin oleh Ibu Cholida Hanum, M.H. selaku Ketua Program Studi HTN. Rombongan tersebut diterima secara langsung oleh pimpinan Fakultas Hukum Universitas Islam Malang, yaitu Dr. M. Fahrudin Andriyansyah, A.Md., S.H., M.H selaku Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Personalia, dan Keuangan dan Dr. Hisbul Luthfi Ashsyarofi, S.H., M.H selaku Kaprodi Hukum bersama jajaran pengelola fakultas serta unsur akademik terkait.

Kegiatan diawali dengan penyampaian sambutan dari kedua institusi yang menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan hukum yang berkualitas. Selain sebagai forum silaturahmi akademik, benchmarking ini juga menjadi ruang strategis untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi dinamika dan tantangan pengelolaan pendidikan tinggi.

Ketua Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Salatiga, Ibu Cholida Hanum, M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan peningkatan mutu program studi secara berkelanjutan.

“Pertukaran pengalaman melalui kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi kami dalam mengembangkan pengelolaan program studi. Berbagai pendekatan yang diterapkan Fakultas Hukum Universitas Islam Malang dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat layanan akademik, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kualitas lulusan,” jelas Ibu Cholida Hanum, M.H.

Dalam sesi diskusi, Fakultas Hukum Universitas Islam Malang berbagi berbagai praktik pengelolaan akademik, mulai dari strategi pengembangan kurikulum berbasis OBE, penguatan budaya penelitian, peningkatan kompetensi dosen, akreditasi ineternasional, hingga pengelolaan kerja sama dengan berbagai lembaga.

Selain itu, forum dialog juga membahas sejumlah aspek penting dalam pengembangan program studi, seperti mekanisme evaluasi mutu internal, inovasi pembelajaran hukum, penguatan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik, serta upaya menciptakan lulusan hukum yang memiliki kompetensi profesional dan integritas.

Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan adanya pertukaran pandangan dan pengalaman antara kedua institusi. Melalui dialog tersebut, diharapkan terbangun pemahaman bersama mengenai strategi pengelolaan program studi hukum yang adaptif terhadap perkembangan regulasi, kebutuhan dunia kerja, dan transformasi pendidikan tinggi.

Kegiatan benchmarking ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek peningkatan tata kelola, tetapi juga menjadi fondasi bagi penguatan kerja sama kelembagaan antara Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Salatiga dan Fakultas Hukum Universitas Islam Malang.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama serta penyerahan cendera mata sebagai simbol komitmen kedua institusi dalam membangun jejaring akademik dan pengembangan keilmuan hukum yang berkelanjutan.

Fakultas Syariah UIN Salatiga Perkuat Sistem Penjaminan Mutu melalui Benchmarking ke Fakultas Hukum UNISMA

Malang, (26 Juni 2026) Sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola fakultas yang berkualitas dan berdaya saing, Fakultas Syariah UIN Salatiga melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Hukum Universitas Islam Malang (UNISMA). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan sistem penjaminan mutu fakultas melalui pertukaran pengalaman, diskusi strategis, dan berbagi praktik baik dalam pengelolaan mutu pendidikan tinggi.

Rombongan Fakultas Syariah UIN Salatiga dipimpin oleh Dekan beserta jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, dan tim penjaminan mutu serta tenaga kependidikan. Kehadiran rombongan disambut oleh Dekan Fakultas Hukum UNISMA Dr. Arfan Kaimudin, S.H., M.H Pinastika Prajna Paramita, S.H., MIL Wakil Dekan I M. Fahrudin Andriyansyah, A.Md., S.H., M.H, Wakil Dekan II beserta jajaran dan pengelola unit penjaminan mutu yang selama ini berperan dalam pengembangan sistem mutu di lingkungan fakultas.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.S.I menyampaikan bahwa tantangan perguruan tinggi saat ini menuntut setiap Fakultas untuk terus melakukan inovasi dalam tata kelola, khususnya dalam membangun budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar akreditasi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa, dosen, dan seluruh pemangku kepentingan. Sesi utama benchmarking diisi dengan pemaparan mengenai mekanisme penjaminan mutu yang diterapkan di Fakultas Hukum UNISMA. Berbagai aspek dibahas secara mendalam, mulai dari perencanaan program kerja berbasis indikator kinerja, pengelolaan dokumen mutu, pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembelajaran, audit mutu internal, hingga strategi tindak lanjut hasil evaluasi untuk mendorong perbaikan berkelanjutan.

Selain sesi presentasi, kegiatan juga diwarnai dengan diskusi dan forum tanya jawab yang berlangsung aktif. Tim penjaminan mutu Fakultas Syariah UIN Salatiga menggali berbagai pengalaman mengenai penguatan peran Unit Penjaminan Mutu Fakultas, pengelolaan data pendukung akreditasi, penyusunan instrumen evaluasi, serta strategi membangun keterlibatan seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan budaya mutu.

Melalui kunjungan ini, Fakultas Syariah UIN Salatiga berharap dapat mengadopsi berbagai praktik baik yang telah diterapkan di Fakultas Hukum UNISMA sebagai referensi dalam penguatan sistem penjaminan mutu. Hasil benchmarking akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan kebijakan Fakultas guna mendukung terciptanya tata kelola yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi dan saling belajar, kegiatan benchmarking ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di kedua institusi serta memperkuat komitmen dalam menciptakan budaya mutu yang berkelanjutan.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol apresiasi dan komitmen untuk terus mempererat kerja sama kelembagaan antara Fakultas Syariah UIN Salatiga dan Fakultas Hukum UNISMA dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi.

Perkuat Tata Kelola dan Wawasan Internasional, Prodi Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga Benchmarking ke UNISMA Malang

Malang, (26 Juni 2026) – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola program studi sekaligus mempersiapkan pengembangan kelas internasional, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah UIN Salatiga melaksanakan kegiatan benchmarking ke Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (UNISMA). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Prodi HES untuk terus belajar dari praktik-praktik terbaik (best practices) yang telah berhasil diterapkan oleh perguruan tinggi lain dalam pengelolaan program studi berstandar internasional.

Delegasi Fakultas Syariah UIN Salatiga dipimpin oleh Endang Sriani, M.H. selaku Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, didampingi Muhammad Taufiq Zam Zami, M.A. selaku Sekretaris Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Dr. Edi Kusnanto, M.Pd. selaku Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Syariah, serta Masykuri dan Ari Sulis sebagai tenaga kependidikan Fakultas Syariah.

Rombongan diterima secara langsung oleh Abdullah Syakur Novianto, S.E., M.M., selaku Ketua Jurusan Perbankan Syariah FEB UNISMA. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif dengan semangat berbagi pengalaman mengenai strategi pengembangan program studi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Fokus Diskusi: Membangun Program Studi Berkelas Internasional

Salah satu topik utama dalam benchmarking ini adalah strategi pengembangan kelas internasional, yang menjadi salah satu agenda penting dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, pihak FEB UNISMA membagikan berbagai pengalaman mengenai proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kelas internasional yang telah berjalan.

Diskusi diawali dengan pembahasan mengenai akreditasi internasional, yang menurut pihak UNISMA tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi lebih menitikberatkan pada aktivitas internasional yang nyata dan berkelanjutan. Berbagai kegiatan seperti kolaborasi akademik lintas negara, pertukaran mahasiswa, konferensi internasional, serta kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri menjadi indikator penting dalam membangun rekam jejak internasional sebuah program studi.

Mobilitas Mahasiswa Menjadi Kunci Internasionalisasi

Dalam forum tersebut juga dijelaskan bahwa keberadaan mahasiswa asing merupakan salah satu unsur penting dalam proses internasionalisasi. Kehadiran mahasiswa internasional dapat diwujudkan melalui mahasiswa asing yang belajar secara reguler maupun melalui program inbound dan outbound student mobility, sehingga tercipta lingkungan akademik yang multikultural dan mampu memperluas wawasan global sivitas akademika.

Pengalaman UNISMA menunjukkan bahwa internasionalisasi bukan sekadar mengirim mahasiswa ke luar negeri, melainkan juga menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara untuk belajar bersama dalam satu lingkungan akademik yang berkualitas.

International Development Division sebagai Penggerak

Salah satu praktik baik yang menarik perhatian delegasi UIN Salatiga adalah keberadaan International Development Division (IDD) yang dikelola melalui laboratorium. Unit ini memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan berbagai program internasional, mulai dari kerja sama luar negeri, pelayanan mahasiswa asing, hingga pengembangan kegiatan akademik bertaraf internasional.

Melalui unit tersebut, berbagai program internasional dapat berjalan secara lebih sistematis, terarah, dan berkelanjutan sehingga mendukung pencapaian visi internasionalisasi universitas.

Seleksi TOEFL dan Pengawasan Kelas Internasional

UNISMA juga menjelaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti kelas internasional tidak ditentukan secara otomatis, melainkan melalui proses seleksi, salah satunya berdasarkan kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan nilai TOEFL. Langkah ini dilakukan agar proses pembelajaran yang menggunakan literatur maupun komunikasi internasional dapat berlangsung secara efektif.

Selain itu, penyelenggaraan kelas internasional berada dalam pengawasan universitas sehingga kualitas pelaksanaannya tetap terjaga. Pengawasan tersebut mencakup standar pembelajaran, kualitas dosen, penggunaan bahasa pengantar, hingga capaian pembelajaran mahasiswa.

Penguji Internasional dan Konferensi Global

Hal menarik lainnya yang dibahas adalah keterlibatan penguji eksternal dari perguruan tinggi luar negeri (international examinations) dalam proses evaluasi akademik mahasiswa. Kehadiran penguji internasional dinilai mampu meningkatkan objektivitas penilaian sekaligus memperluas perspektif akademik mahasiswa.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga didorong untuk aktif mengikuti konferensi internasional, baik sebagai peserta maupun pemakalah. Kebijakan ini bertujuan membangun budaya akademik yang kuat, meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah, serta memperluas jejaring internasional sejak masih berada di bangku perkuliahan.

Inspirasi bagi Pengembangan Prodi HES UIN Salatiga

Kegiatan benchmarking ini memberikan banyak inspirasi bagi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah UIN Salatiga, khususnya dalam menyusun langkah-langkah strategis menuju program studi yang semakin unggul dan berdaya saing global.

Berbagai praktik baik yang diperoleh selama diskusi akan menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam pengembangan tata kelola program studi, peningkatan kualitas layanan akademik, penguatan jejaring internasional, hingga perencanaan pembentukan kelas internasional di lingkungan Fakultas Syariah UIN Salatiga.

Melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara UIN Salatiga dan UNISMA Malang dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan. Semangat saling berbagi pengalaman dan berkolaborasi menjadi modal penting dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global.

“Benchmarking bukan sekadar kunjungan kelembagaan, tetapi merupakan ruang belajar bersama untuk menemukan inovasi, memperluas perspektif, dan menghadirkan praktik-praktik terbaik demi kemajuan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga di masa depan.”

Benchmarking Pengelolaan Operasional Prodi HKI UIN Salatiga Perkuat Tata Kelola Akademik di Universitas Islam Malang

Malang, (26 Juni 2026) – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola akademik dan pengelolaan operasional program studi, Program Studi S1 Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah UIN Salatiga melaksanakan kegiatan benchmarking ke Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang pada Jumat dimulai 13.00 WIB (26/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Fakultas Agama Islam tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam pengembangan tata kelola Program Studi Hukum Keluarga Islam.

Rombongan Prodi S1 HKI Fakultas Syariah UIN Salatiga dipimpin oleh Ketua Program Studi, Ahmadi Hasanuddin Dardiri, M.H., didampingi oleh M. Yusuf Khummaini, M.H., selaku dosen HKI, Dr. Ali Geno Berutu, M.A.Hk., selaku dosen HKI, Aditya Kurniawan selaku operator layanan operasional, serta Wakimin Imam Mawardi selaku pengadministrasi perkantoran.

Kehadiran delegasi UIN Salatiga disambut hangat oleh jajaran pimpinan Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang. Acara diawali dengan sambutan dari Dekan FAI, Abdul Jalil, M.Pd.I., yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik tersebut. Menurutnya, kegiatan benchmarking merupakan bagian penting dalam membangun budaya saling belajar antarperguruan tinggi guna meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam.

Dalam sambutannya, Abdul Jalil menegaskan bahwa tantangan pengelolaan program studi pada era transformasi pendidikan menuntut adanya inovasi, kolaborasi, serta penguatan sistem penjaminan mutu. Oleh karena itu, forum benchmarking menjadi sarana yang efektif untuk bertukar pengalaman, berbagi praktik baik (best practices), sekaligus memperluas jejaring kerja sama kelembagaan.

Turut memberikan sambutan, Wakil Dekan I FAI, Khoirul Asfiyak, M.H.I., yang memaparkan berbagai strategi pengelolaan akademik, pelayanan administrasi, serta pengembangan sistem operasional yang diterapkan di lingkungan Fakultas Agama Islam. Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam FAI, Shofiatul Jannah, M.H.I., menjelaskan berbagai inovasi dalam pengelolaan Program Studi HKI, mulai dari layanan akademik berbasis digital, pengelolaan dokumen mutu, hingga strategi peningkatan kualitas pembelajaran dan persiapan akreditasi.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi saling bertukar pengalaman mengenai pelaksanaan operasional program studi, sistem administrasi akademik, tata kelola sumber daya manusia, pengelolaan dokumen, pelayanan kepada mahasiswa, hingga implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan semangat kolaborasi untuk menghasilkan solusi atas berbagai tantangan dalam pengelolaan pendidikan tinggi.

Ketua Program Studi S1 HKI UIN Salatiga, Ahmadi Hasanuddin Dardiri, M.H., menyampaikan bahwa benchmarking ini merupakan bagian dari komitmen Prodi HKI UIN Salatiga untuk terus melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Menurutnya, pengalaman dan inovasi yang diterapkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang menjadi referensi berharga dalam menyempurnakan sistem pengelolaan operasional di lingkungan Prodi HKI UIN Salatiga.

“Kegiatan ini memberikan banyak wawasan mengenai tata kelola program studi yang efektif, terutama dalam pengembangan layanan akademik dan penguatan budaya mutu. Kami berharap hasil benchmarking ini dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan dan karakteristik institusi kami,” ujarnya.

Melalui kegiatan benchmarking ini, kedua institusi berharap dapat memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan tata kelola Program Studi Hukum Keluarga Islam. Pertemuan tersebut juga menjadi bukti komitmen bersama untuk mewujudkan pendidikan tinggi Islam yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional.

BENCHMARKING LABORATORIUM FAKULTAS SYARIAH UIN SALATIGA   KE UNISMA MALANG  TENTANG PENGELOLAAN LABORATORIUM SYARIAH /HUKUM

Malang, (26 Juni 2026) – Guna memperkuat sistem tata kelola, standardisasi manajemen operasional, serta pengembangan inovasi laboratorium hukum Islam, Laboratorium Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan kunjungan benchmarking (studi banding) ke Universitas Islam Malang (UNISMA). Kegiatan akademik yang berfokus pada manajemen laboratorium ini berlangsung secara intensif pada Jumat, 26 Juni 2026. Kunjungan ini merupakan langkah strategis UIN Salatiga dalam mengadopsi tata kelola laboratorium modern yang integratif, profesional, dan berbasis mutu pelayanan tinggi. Delegasi dari Fakultas Syariah UIN Salatiga hadir secara lengkap untuk memastikan seluruh aspek manajemen laboratorium dapat dibedah secara mendalam. Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Dekan 3 Bidang Kerjasama, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Syariah UIN Salatiga, Bapak Sukron Ma’mun, S.H.I., M.Si., Ph.D. Turut mendampingi dalam delegasi ini, Kepala Laboratorium Fakultas Syariah UIN Salatiga, Dr. Fahmy Asyhari, S.H., M.H.; Laboran Fakultas Syariah, Hijri Adi Kurniawan, M.Pd.I.; serta Tenaga Akademik Fakultas Syariah UIN Salatiga, Nanang Nur Ichsan, S.Kom.

Penyambutan  oleh Pimpinan Jajaran UNISMA Malang

Kehadiran rombongan delegasi dari UIN Salatiga di Kota Malang disambut dengan penuh kehangatan  Pertemuan formal yang berlangsung di ruang pertemuan utama ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi dari Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang ,delegasi Fakultas Syariah  UIN Salatiga diterima secara resmi oleh Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UNISMA Malang Bapak Dr. Drs. H. Abdul Jalil, M.Pd.I.. , beserta Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FAI UNISMA H.Khoirul Asfiyak, S.Ag., M.HI., Ketua Program Studi (Kaprogdi) Hukum Keluarga Islam (HKI)  Malang Dr. Shofiatul Jannah, M.HI., serta perwakilan pengelola Laboratorium UNISMA Dr. Dwi Ari Kurniawati .M.H. sekaligus sebagai dosen Pascasarjana Hukum keluarga islam  ( HKI ) Universitas Islam Malang ( UNISMA )

Pertemuan lintas institusi ini menjadi wadah diskusi yang sangat produktif. Kehadiran para pengambil kebijakan dari FAI, Fakultas Hukum, dan tim teknis laboratorium UNISMA memberikan ruang bagi delegasi UIN Salatiga untuk membedah manajemen laboratorium dari berbagai sudut pandang, baik dari sisi regulasi akademik, integrasi kurikulum praktikum, hingga aspek teknis operasional harian.

Dalam sesi sambutan, Wakil Dekan 3 Fakultas Syariah UIN Salatiga, Sukron Ma’mun, Ph.D., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan luar biasa dari keluarga besar UNISMA Malang. Beliau menyampaikan bahwa UNISMA dipilih sebagai mitra benchmarking karena reputasinya yang unggul dalam mengelola laboratorium integratif yang mampu menjembatani hukum formal dengan hukum Islam secara dinamis. “Kami hadir di UNISMA untuk menimba ilmu mengenai sistem manajemen laboratorium yang efektif dan efisien. Tantangan dunia profesi bagi lulusan syariah saat ini menuntut penguasaan keahlian praktis yang matang. Laboratorium bukan lagi sekadar ruang pelengkap kampus, melainkan jantung utama dalam membentuk kemahiran hukum (legal skills) mahasiswa. Kami ingin mengadopsi pola tata kelola yang diterapkan di UNISMA untuk diterapkan di Salatiga,” ujar Wadek 3 Fakultas Syariah UIN Salatiga Sukron Ma’mun.M.si .,Ph.D.

Membedah Sistem Pengelolaan dan Manajemen Laboratorium

Agenda utama benchmarking ini berpusat pada forum diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion) yang secara khusus membedah sistem pengelolaan dan manajemen internal laboratorium. Kepala Laboratorium Fakultas Syariah UIN Salatiga, Dr. Fahmy Asyhari, S.H., M.H., memimpin jalannya diskusi teknis bersama Kepala Laboratorium UNISMA dan Kaprogdi HKI Fakultas Hukum UNISMA.

Dalam diskusi tersebut, terdapat tiga pilar utama manajemen laboratorium yang dibahas secara komprehensif:

  1. Standardisasi Tata Pamong dan SOP Peradilan Semu: Delegasi mempelajari dokumen Standard Operating Procedure (SOP) yang digunakan UNISMA dalam mengelola siklus praktikum mahasiswa. Manajemen penjadwalan sidang semu (moot court), alokasi mentor, hingga standardisasi penilaian berbasis kompetensi profesi dibedah secara rinci untuk memastikan pelaksanaan praktikum berjalan akuntabel.
  2. Integrasi Manajemen Laboratorium Lintas Fakultas: Kehadiran perwakilan dari FAI dan Fakultas Hukum UNISMA memberikan gambaran nyata mengenai manajemen kolaboratif. Pengelolaan fasilitas laboratorium hukum di UNISMA mampu melayani kebutuhan mahasiswa dari berbagai program studi secara sinergis tanpa terjadi tumpang tindih jadwal.
  3. Sistem Pengarsipan dan Dokumentasi Kasus: Manajemen laboratorium UNISMA mencontohkan sistem penataan berkas perkara simulasi yang rapi dan terstruktur. Pengarsipan berkas kasus perdata, pidana, maupun sengketa ekonomi syariah dikelola layaknya administrasi di pengadilan riil, sehingga memberikan pengalaman kerja nyata bagi mahasiswa.

Dr. Fahmy Asyhari menegaskan bahwa pola manajemen yang terstruktur rapi di UNISMA akan menjadi rujukan penting. “Prinsip efisiensi ruang dan waktu yang diterapkan di laboratorium UNISMA sangat menginspirasi. Kami melihat bagaimana tata kelola inventaris, pengelolaan ruang sidang, serta distribusi modul praktikum diatur dengan manajemen yang sangat modern. Ini akan menjadi bahan evaluasi total bagi kami dalam menyusun rencana induk (master plan) laboratorium Fakultas Syariah UIN Salatiga. Menurut Dr. Dwi Ari Kurniawati .M.H Di era digital saat ini, manajemen laboratorium tidak dapat dipisahkan dari dukungan teknologi informasi. Oleh karena itu memanfaatkan momentum ini untuk berdiskusi mengenai digitalisasi sistem administrasi laboratorium.   Hal senada juga disampaikan oleh  Dr. Dwi Ari Kurniawati M.H selaku perwkilan labratorium UNISMA Bbahwa Pelatihan Keluarga Sakinah / Ketahan keluarga Sakinah  sebagai Program priotas yang dilakukan oleh tim  UNISMA  dalam mengembangkan tataran yang bersifat soft skill dan kemampuan di lapangan dan ini bisa di jadikan rujukan bagi tim laboratorium fasya syariah UIN Salatiga yang dalam perjalannya di koordinir dengan kaprogdi HKI dan bisa berkolaborasi dengan tim laboratorium nantinya.

Komitmen Sinergi Berkelanjutan

Kegiatan benchmarking yang berlangsung padat dan penuh kekeluargaan ini ditutup dengan sesi tukar-menukar cinderamata resmi antar-institusi sebagai simbol dimulainya kerja sama yang erat. Pihak Dekanat FAI UNISMA Malang beserta seluruh jajaran pengelola laboratorium menyambut baik komitmen kemitraan ini dan menyatakan kesiapannya untuk membuka pintu komunikasi berkelanjutan guna membantu penguatan sistem manajemen laboratorium Fakultas Syariah  UIN Salatiga.