Menaruh Harapan Tinggi Kepada Mahasiswa HTN FaSya UIN Salatiga, Ketua DPRD Badung Bali: Bergabunglah Kelak Menjadi DPRD

Bali-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) adalah Lembaga Pemerintahan yang menjadi wadah besar untuk mendapatkan ilmu praktisi bagi mahasiswa dibidang hukum ketatanegaraan. Menengok hal tersebut serta dalam upaya merealisasikan program akademik Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga pada Kamis (30-6-2022), sebanyak 160 mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) FaSya UIN Salatiga lakukan kunjungan ke DPRD Badung Provinsi Bali.

Moh Khusen, M.A. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan FASya memimpin rombongan menyampaikan maksud kunjungan mengatakan bahwa kunjungan ini melengkapi rangkaian kunjungan KKL prodi HTN di hari-hari sebelumnya di PT TUN dan PTUN Surabaya yang mewakili lembaga Yudusial, Kemenkumham Bali yang mewakili lembaga Eksekutif, dan DPRD Badung yang mewakili Legislative.

Lebih lanjut, beliau berharap dalam kesempatan tersebut mahasiswa akan banyak belajar dari masyarakat Bali bagaimana menjaga keharmonisan antara Hukum Negara dan Hukum Adat.

Selanjutnya Ketua DPRD Kabupaten Badung, Dr.Drs. I Putu Parwata MK, MM, yang berkenan menyambut rombongan menyatakan bahwa dia berusaha membangun keharmonisan dan berbuat baik. Sehingga kami berusaha untuk menjadikan pariwisata akan terus berjalan dengan baik. Karena pada dasarnya PAD Badung tertinggi adalah dari pariwisata, yaitu sebanyak 80%.

Beliau juga berharap bahwa perekonomian Bali akan kembali bangkit pasca pandemi, di mana PAD daerah sempat turun dari sekitar 7 Triliun rupiah menjadi sekitar 2 Triliun. Saat itu yang bisa dikalukan oleh Pemerintah Daerah adalah dengan melakukan efisiensi anggaran, dimana dana yang tersedia hanya dibelanjakan untuk keperluan yang urgent dan prioritas saja.

Menambahkan, beliau juga berharap suatu saat nanti banyak mahasiswa HTN FaSya yang akan duduk di kursi DPRD suatu saat nanti, serta memperjuangkan nasib anggota DPRD yang masih jauh hak-haknya jika dibandingkan dengan anggota DPR RI.

Pada kesempatan tersebut, selain Wakil Dekan, hadir juga menemani mahasiswa Ketua Prodi HTN Farkhani, M.H., Sekretaris Prodi HTN Nor Muhammad Abdoeh, 11 Dosen Pembimbing Lapangan serta Tenaga Kependidikan.

Mahasiswa Tidak Boleh Hanya Unggul IPK Saja, Komisioner KPUD Bali Menitip Pesan Kepada Mahasiswa FaSya UIN Salatiga

Bali-Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga memiliki salah satu program akademik yaitu Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) bagi mahiswa yang sudah menempuh semester 6. Program tersebut dimaksudkan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman berkunjung pada lembaga pemerintah yang menjadi proyeksi sasaran mereka setelah menjadi sarjana. Menjalankan program tersebut, sebanyak 165 mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) beserta 13 dosen pembimbing dan 5 Tenaga Kependidikan FaSya UIN Salatiga melakukan kunjungan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Bali (Rabu, 29-6-2022).

Moh Khusen, M.Ag., M.H. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan, didampingi Ketua Prodi HTN, Farkhani, S.HI, S.H. M.H, menyatakan bahwa kunjungan ini diharapkan memberikan ilmu dan wawasan kepada mahasiswa HTN, khususnya dalam ilmu kepemiluan. Lebih lanjut, Khusen memohon doa restu kepada KPUD Bali agar mahasiswa selama belajar ini mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara sesuai dengan core bisnis keilmuwan mereka dalam bidang hukum tata negara.

Sementara itu, Nor Mohammad Abdoeh, M.HI selaku ketua panitia KKL dan Sekretaris Prodi HTN menyatakan bahwa kunjungan ke KPUD Provinsi Bali ini merupakan rangkaian perjalanan studi mahasiswa HTN angkatan tahun 2019 ke Surabaya dan Bali selama lima hari ini.

Rombongan diterima langsung Ketua KPUD Bali, I Dewa Gede Lidartawan S.TP., M.P. didampingi oleh I Gede John Darmawan, S.H. selaku komisioner KPUD Provinsi Bali divisi sosialisasi, pendidikan pemilih partisipasi masyarakat dan sumberdaya manusia (sdm), Sekretaris KPUD Provinsi Bali I Made Oka Purnama, AP., MM.

Dalam paparan materinya, Darmawan menjelaskan berbagai proses kepemiluan di Provinsi Bali. Selanjutnya, Darmawan menyampaikan, jika adek-adek mahasiswa ingin berkontribusi dalam kepemiluan di negara kita, sekaligus menambah pengalaman kepemiluan, adek-adek bisa terlibat aktif dari lingkup Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan juga ditingkat kabupaten/kota bernama KPUD.

Dengan kita berkontribusi dalam penyelenggaraan pemilu ini, kita dapat menjaga proses pemilu agar berjalan jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia, tutur Darmawan.

Menutup sambutannya, lulusan Fakultas Hukum Univeristas Brawijaya ini memberikan motivasi agar para mahasiswa HTN FaSya UIN Salatiga, bukan hanya unggul dalam nilai IPK atau mata kuliah, tetapi juga harus meningkatkan soft skill dan relasi dengan berbagai pihak, baik ditingkat daerah hingga nasional, pungkasnya.

 

Bidik Peluang Kerja di Kemenkumham, Mahasiswa Prodi HTN Berkunjung Menengok Profil Kemenkumham Bali

Bali-Pada Rabu (29-62022) sebanyak 160 mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syari’ah. (FaSya) UIN Salatiga lakukan Kunjungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Bali

Kunjungan dipimpin oleh Farkhani, M.H., selaku Ketua Prodi HTN FaSya UIN Salatiga.

Rombongan diterima secara langsung oleh Kepala Kantor wilayah Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu, S.S., M.Si.

Dalam pengantarnya, Farkhani menyatakan bahwa maksud kedatangannya adalah agar mahasiswa HTN lebih mengenal Kemenkumham, serta tidak lupa untuk membidik peluang kerja bagi mereka di kementerian tersebut. Ia melanjutkan bahwa saat ini lulusan Fakultas Syariah bergelar Sarjana Hukum (SH) sehingga peluang berkompetisi lebih terbuka.

Sementara itu, Ahdiat Napitupulu menjelaskan bahwa Kantor Wilayah mempunyai tugas melaksanakan tugas dan fungsi Kemenkumham dalam wilayah provinsi berdasarkan Kemenkumham dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kantor Wilayah menyelenggarakan fungsi diantaranya: 1). Pengkoordinasian perencanaan, pengendalian program, dan pelaporan; 2). Pelaksanaan pelayanan di bidang administrasi hukum umum, kekayaan intelektual, dan pemberian informasi hukum; 3). Pelaksanaan fasilitasi perancangan produk hukum daerah dan pengembangan budaya hukum serta penyuluhan, konsultasi dan bantuan hukum; 4). Pengoordinasian pelaksanaan operasional Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kemenkumham di bidang keimigrasian dan bidang pemasyarakatan; 5). Penguatan dan pelayanan hak asasi manusia untuk mewujudkan penghormatan, pemenuhan, pemajuan, perlindungan, dan penegakan hak asasi manusia; dan 6). Pelaksanaan urusan administrasi di lingkungan Kantor Wilayah.

Dalam paparannya, Kantor Wilayah Kemenkumham Bali membawahi 18 (Delapan Belas) Unit Pelaksana Teknis, yang terdiri dari 7 (Tujuh) Lembaga Pemasyarakatan, 4 (Empat) Rumah Tahanan, 2 (Dua) Balai Pemasyarakatan, 1 (Satu) Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara, 3 (Tiga) Kantor Imigrasi dan 1 (Satu) Rumah Detensi Imigrasi.

Menutup paparannya, Kakanwil Kemenkumham Bali berharap para mahasiswa HTN FaSya UIN Salatiga dapat mengisi pos-pos yang ada di kemenkumham baik di pusat maupun kantor wilayah

Mahasiswa Tidak Boleh Hanya Unggul IPK Saja, Komisioner KPUD Bali Menitip Pesan Kepada Mahasiswa FaSya UIN Salatiga

Bali-Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga memiliki salah satu program akademik yaitu Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) bagi mahiswa yang sudah menempuh semester 6. Program tersebut dimaksudkan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman berkunjung pada lembaga pemerintah yang menjadi proyeksi sasaran mereka setelah menjadi sarjana. Menjalankan program tersebut, sebanyak 165 mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) beserta 13 dosen pembimbing dan 5 Tenaga Kependidikan FaSya UIN Salatiga melakukan kunjungan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Bali (Rabu, 29-6-2022).

Moh Khusen, M.Ag., M.H. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan, didampingi Ketua Prodi HTN, Farkhani, S.HI, S.H. M.H, menyatakan bahwa kunjungan ini diharapkan memberikan ilmu dan wawasan kepada mahasiswa HTN, khususnya dalam ilmu kepemiluan. Lebih lanjut, Khusen memohon doa restu kepada KPUD Bali agar mahasiswa selama belajar ini mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara sesuai dengan core bisnis keilmuwan mereka dalam bidang hukum tata negara.

Sementara itu, Nor Mohammad Abdoeh, M.HI selaku ketua panitia KKL dan Sekretaris Prodi HTN menyatakan bahwa kunjungan ke KPUD Provinsi Bali ini merupakan rangkaian perjalanan studi mahasiswa HTN angkatan tahun 2019 ke Surabaya dan Bali selama lima hari ini.

Rombongan diterima langsung Ketua KPUD Bali, I Dewa Gede Lidartawan S.TP., M.P. didampingi oleh I Gede John Darmawan, S.H. selaku komisioner KPUD Provinsi Bali divisi sosialisasi, pendidikan pemilih partisipasi masyarakat dan sumberdaya manusia (sdm), Sekretaris KPUD Provinsi Bali I Made Oka Purnama, AP., MM.

Dalam paparan materinya, Darmawan menjelaskan berbagai proses kepemiluan di Provinsi Bali. Selanjutnya, Darmawan menyampaikan, jika adek-adek mahasiswa ingin berkontribusi dalam kepemiluan di negara kita, sekaligus menambah pengalaman kepemiluan, adek-adek bisa terlibat aktif dari lingkup Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan juga ditingkat kabupaten/kota bernama KPUD.

Dengan kita berkontribusi dalam penyelenggaraan pemilu ini, kita dapat menjaga proses pemilu agar berjalan jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia, tutur Darmawan.

Menutup sambutannya, lulusan Fakultas Hukum Univeristas Brawijaya ini memberikan motivasi agar para mahasiswa HTN FaSya UIN Salatiga, bukan hanya unggul dalam nilai IPK atau mata kuliah, tetapi juga harus meningkatkan soft skill dan relasi dengan berbagai pihak, baik ditingkat daerah hingga nasional, pungkasnya.

Mahasiswa HTN FaSya UIN Salatiga Kunjungi PT TUN Surabaya, Ketua PT TUN: Mahasiswa Syari’ah Harus Siap bersaing di era globalisasi, dan Kelak Bergabung pada Lembaga Peradilan di Indonesia

Surabaya-Sebanyak 85 mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga didampingi oleh 18 Dosen dan 5 Tenaga Kependidikan, lakukan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Surabaya (Selasa, 28-6-2022).

Kunjungan dipimpin oleh Moh Khusen, M.Ag., M.A. selaku Wakil Dekan Bidang Administrari dan Keuangan FaSya. Rombongan diterima secara langsung oleh Ketua, Wakil Ketua, Hakim dan beberapa pejabat teras PT TUN Surabaya di Gedung Command Centre.

Membuka acara kunjungan, Moh. Khusen memberikan sambutan dengan menjelaskan maksud dari kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka silaturrahim dan belajar. Kunjungan ini juga untuk memberikan wawasan dan bekal ilmu pengetahuan kepada para mahasiswa HTN, baik yang bersifat informatif maupun komparatif tentang sistem peradilan di PT TUN. Mahasiswa HTN dalam perkuliahan juga telah mendapatkan ilmu dan beracara di Peradilan Tata Usaha Negara (TUN). Dengan kunjungan ini, diharapkan bisa memberikan pemaparan pengalaman praktisi dalam beracara sehingga lulusan FaSya yang bergelar Sarjana Hukum (SH) ini dapat berkompetisi dengan mahasiswa Fakultas Hukum dari Perguruan Tinggi Umum.

Sementara itu, Ketua PT TUN Surabaya, Dr. Istiwibowo, S.H., M.H., menjelaskan bahwa lembaga peradilan di bawah Mahkamah Agung ada empat, yakni Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan Militer.

Lebih lanjut, Istiwibowo menyatakan bahwa PT TUN Surabaya yang secara struktural berada di bawah Mahkamah Agung memiliki visi demi terwujudnya PT TUN Surabaya Yang Agung. Misi PT TUN Surabaya adalah; (1) mewujudkan peradilan yang sederhana, tepat, biaya ringan, dan transparansi; (2) meningkatkan kualitas sumber daya aparatur peradilan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat; (3) Melakukan pengawasan dan pembinaan yang efektif dan efisien; (4) melaksanakan tertib administrasi dan manajemen peradilan yang efektif dan efisien; (5) mengupayakan tersedianya sarana dan prasarana peradilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Wilayah yurisdiksi PT TUN Surabaya meliputi enam PTUN yakni; Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Mataram dan Kupang. Kemudian Tugas dan wewenang PT TUN ada empat, yakni: (1) memeriksa dan memutus sengketa TUN di tingkat banding; (2) memerikasa, memutus dan menyelesaikan sengketa sebagai peradilan tingkat pertama, yakni sengketa TUN pasca upaya administratif dan pemilihan kepala daerah; (3) memeriksa dan memutus sengketa kewenangan mengadili antara TUN di dalam daerah hukumnya; (4) terhadap putusan sengketa pasca upaya administrasi dan pemilihan kepala daerah dapat diajukan kasasi sedangkan terhadap putusan dalam kewenangan mengadili antar pengadilan dapat diajukan kasasi, imbuhnya.

Menutup paparannya, Istiwibowo berharap para mahasiswa HTN Fakultas Syariah IAIN Salatiga terus belajar dengan giat, mampu bersaing di era globalisasi ini, dan kelak dapat bergabung pada lembaga peradilan di Indonesia.

Sabet Juara 1 Lomba Orasi Kapolri, Mahasiswa HTN Maju Sebagai Team Perwakilan Jawa Tengah

Semarang– Mahasiswa Hukum Tata Negara (HTN) IAIN Salatiga menyabet gelar juara 1 (Kamis, 02/12) dalam Lomba Orasi Unjuk Rasa 2021 bertema “Memperingati Hari Hak Asasi Manusia” yang di adakan oleh Polri. Fahmi Arsyad dan Riki Pratama sebagai mahasiswa HTN mengikuti lomba yang digelar untuk memperebutkan hadiah piala Kapolri dan uang puluhan juta.

Lomba ini digelar oleh Kapolri dalam memperingati Hari Hak Asasi Manusia 10/12 yang akan datang. Seleksi lomba dimulai 25-30 November 2021 dengan pendaftaran dan pengiriman video singkat orasi peserta. Kemudian pada kamis, 02/12/2021 video dari 15 team peserta terseleksi oleh dewan juri dari Polrestabes Semarang menjadi 3 team yaitu IAIN Salatiga, Universitas Semarang dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Bertempat di Polrestabes Semarang ketiga team yang telah terseleksi berlomba kembali untuk ber-orasi dihadapan para juri. dewan Juri menyampaikan untuk secara natural dalam menyampaikan orasi, walau menyangkut tentang kebijakan pemerintah atau aparat kepolisisan dalam menegakkan peraturan tersebut.

Team IAIN Salatiga maju dalam orasi mengangkat tema “Kekerasan Anti Perempuan” dengan isi orasi memprotes pemerintah terkait Permendikbud No. 30 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang dipandang mengandung unsur legalisasi terhadap perbuatan asusila dan seks bebas berbasis persetujuan (suka sama suka). Dengan tema tersebut dan piawainya team IAIN Salatiga dalam menyampaikan orasi, mereka terpilih menjadi juara 1 mewakili IAIN Salatiga dan penilian dari Polrestabes Semarang.

Pada 05/12 hasil video orasi juara 1 akan dikirim ke Mabes Polri untuk diseleksi dengan 34 provinsi total pesaing seluruh indonesia. Mabes Polri melalui team Dewan Juri akan meilih ke 34 juara antar provinsi menjadi 10 terbesar untuk maju kembali pada lomba 10 Desember di Mabes Polri.

Dalam kesempatan wawancara dengan team IAIN Salatiga, mereka menyampaikan awal terbentuknya team karena kesamaan frequensi untuk mengapresiasikan diri ilmu yang diterima dalam bangku kuliah kewadah masyarakat. Untuk mengikuti lomba ini secara mandiri kami membuat video orasi singkat untuk dikirim ke Polrestabes Semarang. Kemudian kami pada akhirnya mendapat kabar untuk maju berlomba kembali dalam 3 besar di Polrestabes Semarang. Sampai pada penilaian dewan juri kami dinilai menjadi peserta yang pantas menyabet juara 1 mewakili Tawa Tengah.

“Alasan kami mengikuti lomba, sadar bahwa kami mahasiswa sebagai figur yang mengenyam materi-materi tentang ketatanegaraan memotivasi kami untuk mencari wadah mengapresiasikannya dalam dunia nyata, dan momentum peringatan lomba hak asasi manusia menjadi awal niat bersama untuk mengasah hard skill kami. Hasil yang kami peroleh kemarin dapat menjadi pesan kepada seluruh teman mahasiswa bahwa sebagai mahasiswa apalagi mahasiswa hukum, apabila cuma belajar teori masih terasa kurang. Butuh adanya pengapreasian diri yang lebih untuk mengasah hard skill dan soft skill yang pada intinya bisa bermanfaat untuk masyarakat lemah pengetahuan hukum. Sehingga kelak ketika kita sudah menyandang gelar sarjana hukum dan masuk pada dunia hukum kita siap dan berani untuk maju membela yang benar dan melawan ketidak benaran”, ungkap Team IAIN salatiga.

Awasi Pelanggaran Hakim, Komisi Yudisial Ajak Mahasiswa Bersama Temukan Indikasi di Masyarakat

Salatiga– Fakultas Syari’ah mendapat kehormatan untuk kerjasama dengan Komisi Yudisial (KY) RI untuk menggelar acara Workshop dengan tema “Sinergitas atas Komisi Yudisial dan Masyarakat Dalam Meningkatkan Efektivitas dan Pengawasan Perilaku Hakim” yang digelar di Aula Fakultas Syariah IAIN Salatiga, Kamis, 14 Oktober.

Hadir sebagai pemateri dalam acara tersebut, Elza Faiz, S.H., M.H. (Komisi Yudisial), Imran, S.H., M.H. (Komisi Yudisial) dan Ahmadi Hasanuddin Dardiri, S.H., M.H. (Dosen Hukum IAIN Salatiga), serta sebagai moderator Cholida Hanum, M.H. (Dosen IAIN Salatiga).

Dekan Fakulas Syariah IAIN Salatiga, Dr. Siti Zumrotun, M.Ag., dalam sambutannya membuka acara memaparkan kerja sama dengan KY sudah terjalin sejak lama. Salah satu yang belum lama terjalin yaitu ada beberapa mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Salatiga magang di KY. Kerja sama ini salah satu tujuannya membangun sinergi sehingga mahasiswa tahu peran dan fungsi KY, termasuk mengawasi perilaku hakim.

Mahasiswa lulusan Fakultas Syariah IAIN Salatiga juga diharapkan kelak menjadi bagian dari orang-orang yang bekerja di lembaga peradilan di Tanah Air yang jujur dan bekerja dengan nurani.

”Seminar digelar atas kerja sama Komisi Yudisial dengan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga, yang sudah terjalin sejak 10 tahun. Setiap tahun Fakultas Syari’ah mengajak mahasiswa belajar tentang tupoksi KY secara dekat dan mendalam dengan datang langsung ke kantor Komisi Yudisial RI. Selain itu Fakultas Syari’ah juga menitipkan mahasiswa magang sebulan di KY, pungkas Zumrotun.

Kepala Bagian Persidangan dan Pemeriksaan Biro Pengawasan Perilaku Hakim Komisi Yudisial RI, Abdul Mukti SH MH, dalam sambutannya memaparkan bahwa ”Kemarin ada persidangan usulan pemberhentian hakim. Tentunya karena ada masalah dan pelanggaran berat bila ada usulan pemberhentian hakim”.

“Hal itu terkait hakim mangkir dan negosiasi biaya perkara Rp 1,5 miliar. Seharusnya pelanggaran berat. Kenyataan keputusannya para hakim itu ada yang dinonpalukan dan yang dipindah ke daerah yang jauh,” kata Abdul Mukti.

Dijelaskannya, bentuk-bentuk indikasi pelanggaran hakim di peradilan itu sangat banyak dan terdeteksi masyarakat. ‘

‘Kami sadar bahwa KY sangat terbatas. Perwakilan di daerah-daerah tidak seluruhnya mampu mendeteksi indikasi pelanggaran yang ada. Untuk itu perlu peran dan kerja sama dengan masyarakat, termasuk di Kampus IAIN Salatiga,” jelas Abdul Mukti yang berasal dari Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang tersebut.

Abdul Mukti juga berharap agar mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Salatiga menyiapkan diri menjadi bagian dari peradilan di Tanah Air yang bekerja sesuai dengan hati nurani serta harapan masyarakat.

 

Rahasia Kiat Sukses Kontingen Fakultas Syari’ah Masuk Semi Final Lomba Mediasi Nasional

Salatiga– Fakultas Syari’ah terus menorehkan tinta emas untuk mengukir sejarah perjalan menuju Fakultas Unggulan. Kembali lagi mahasiswa FaSya IAIN Salatiga mampu menggaungkan nama Fakultas dan Institut melalui perlombaan nasional. Bermula dari pembukaan pendaftaran dalam lomba Mediasi Tarumanagara Law Fair III pada 18 Maret 2021 yang di selenggarakan oleh Universitas Tarumanagara bekerja sama dengan Mahkamah Agung dalam ajang perebutan Piala Mahkamah Agung Bergilir. Perlombaan ini setiap tahunnya selalu di adakan secara rutin.

Tergabung menjadi satu kelompok yang terdiri dari lima mahasiswa Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah IAIN Salatiga terpilih mewakili Fakultas untuk mengikuti perlombaan tersebut. Tim Mediasi terdiri Selfi Indri Setiani, lely Azhumi, Nazuma Ihsannudin Yusuf, Muhammad Fiqri Pratama, dan Ahmad Saiful Huda. Pelatih yang terpilih untuk mendampingi tim lomba tersebut dari LKBHI IAIN Salatiga yaitu M. Yusuf Khumaini, S.H.I., M.H. (Direktur LKBHI IAIN Salatiga).

Dalam ajang perlombaan mediasi Tarumanegara tahun ini terdiri dari tiga babak yakni:

  1. Babak Seleksi Berkas Mediasi dengan tema kasus yang telah ditentukan,
  2. Babak Penyisihan yang diikuti oleh 12 kampus yang lolos seleksi berkas,
  3. Babak final

Peserta perlombaan yang telah lulus berkas seleksi terdiri: UNWIKU, Univ Brawijaya, Univ Sriwijaya, Univ Maranatha, UPB, Univ Islam Sultan Agung, UNILA, Univ 17 Agustus 1945 Semarang, UMY, UNDIP, IAIN Metro Lampung, IAIN Salatiga, Univ Wijayakusuma Purwokerto, Univ Muhamadiyah Surakarta, Universitas Islam Indonesia, UIN Jakarta, Universitas Gajah Mada.

Selfie dalam jumpa wawancara dengan Fakultas memaparkan rahasia tim kiat bisa masuk semifinal adalah kekompakan anggota tim, saling menguatkan dan mensupport satu sama lain. Ketegangan dalam perlombaan sering membawa angin tidak percaya diri yang membuat situasi di perlombaan menjadi hampir menyerah, namun karena kekompakan dan saling menguatkan sehingga kondisi tersebut yang membawa peran banyak untuk bersama melangkah dan bersama yakin bahwa kita mampu.

Kembali Antarkan Mahasiswanya Berprestasi Tingkat Nasional, Mahasiswa HTN Sabet Juara 2

Salatiga-Kembali lagi koleksi juara yang diperoleh oleh Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga bertambah. Kali ini di bulan September 2021 mahasiswa dari Hukum Tata Negara Intan Prita Lestari yang masih menjalani semester 3 menyabet juara dalam lomba menulis cerpen tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Loka Media cabang Cirebon dengan tema kekinian yaitu Agent of Change.

Cerpen yang berjudul “Permata untuk Bangsa” karya Intan berhasil memperoleh penilaian tinggi dari 100 peserta yang mendaftar, terlebih lomba ini diselenggarakan untuk umum/Nasional, maka menjadi kebanggaan tersendiri atas prestasi yang telah diukirnya.

Mekanisme penyelenggaraan lomba ini bermula dari para peserta mengirimkan cerpen singkat maksimal 1.000 kata dan bionarasi maksimal 50 kata. Kemudian cerpen yang masuk kepanitia lomba diseleksi menjadi 30 peserta dengan cerpen yang terbaik. Kemudian sebanyak 30 peserta itu di minta kembali untuk mengirimkan karya terbaik mereka dengan tema yang sama untuk dinilai kembali kualitas tulisan mereka. Setelah menunggu waktu seminggu, pengumuman keluar dan Intan dinobatkan menjadi pemenang nomor 2 cerpen terbaik.

Intan mengaku sangat bahagia dan terkejut mendapatkan prestasi yang tidak diduganya. kesannya mengikuti lomba tersebut “Kesan saya saat mengikuti acara tersebut pastinya ada rasa gugup karena ini pertama kalinya saya menulis cerpen dengan tema yang lumayan berat yaitu agent of change, biasanya saya menulis cerpen dengan romansa, dan misteri”. Dengan begitu saya berpesan kepada teman teman mahasiswa yang lain, “jangan pernah takut untuk mencoba dan jangan pernah takut akan kegagalan”.

Pelepasan Wisuda Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga Ke-XIII Tahun 2021

Salatiga-FakultasSyariah-Wisuda Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga telah terlaksana (08/04) secara daring. Seperti ktahun sebelumnya dan sudah menjadi agenda rutin, bahwa selesai wisuda institut maka Fakultas Syari’ah (FaSya) menggelar pula pelepasan bagi mahasiswa yang terwisuda, digelar pada Senin (12/04) di Aula secara tatap muka dengan protokol kesehatan masa pandemi. Pada April tahun ini FaSya mewisuda sebanyak 29 mahasiswa, Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) sebanyak 10 mahasiswa, Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) sebanyak 15 mahasiswa, dan Prodi Hukum Tata Negara (HTN) sebanyak 4 mahasiswa.

Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan Hymne IAIN Salatiga, kemudian sambutan oleh 3 (tiga) mahasiswa dari lulusan terbaik dari masing-masing Program Studi (Prodi).

Elya Yuniar, S.H. sebagai mahasiswa terbaik HKI dalam sambutannya “Saya kembali teringat masa orientasi mahasiswa saat akan masuk pada Prodi HKI FaSya IAIN Salatiga, saya akan dibentuk menjadi sarjana hukum yang berintegritas, berbudi luhur, menegakkan nilai-nilai keadilan, serta menjadi penegak hukum yang amanah serta bisa memberikan kontribusi positif untuk masyarakat. Maka dapat dikatakan bahwa FaSya ini benar-benar menjadi kawah candra dimuka”.

Haniatul Mas’udah, S.H. sebagai mahasiswa terbaik HES dalam sambutannya “FaSya IAIN Salatiga menjadi tempat belajar, berdiskusi, membangun akhlak dan budi pekerti, berinteraksi dan mengabdi kepada masyarakat, serta melakukan penelitian ilmiah untuk mewujudkan Tri Dharma perguruan Tinggi. Keberhasilan kami tidak lepas dari dukungan dan bimbingan seluruh sivitas akademika FaSya IAIN Salatiga dan orang tercinta dihidup kami”.

Adellia Laksita Putri, S.H. sebagai mahasiswa terbaik HTN dalam sambutannya “Moment wisuda ini merupakan salah satu proses belajar kehidupan yang telah berhasil kami lewati. Beribu untaian do’a, usaha, cerita dan perjuangan telah diupayakan agar kami sampai pada titik ini. Adanya ceremonial ini menandakan bahwa para wisudawan akan menanggalkan statusnya sebagai mahasisa dan berganti menjadi alumni FaSya IAIN Salatiga dengan gelar akademik sesuai kompetensi dan kualitas yang diperoleh”.

Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. selaku dekan memberikan sambutan bahwa dalam kondisi pandemi yang masih berlangsung sampai saat ini, kita masih diberi kesehatan sehingga bisa menghadiri acara pelepasan wisuda angkatan Ke-XIII Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga dengan keadaan sehat. Selaku dekan mewakili seluruh sivitas akademika mengucapkan selamat kepada para wisudawan/ti dengan iringan doa dan harapan ilmu yang telah diperoleh bermanfaat di dunia sampai akhirat”.

Pemberian ijazah dan kenang-kenangan untuk wisudawan/ti menjadi acara selanjutnya. Kemudian acara pelepasan ditutup dengan foto bersama oleh para pimpinan dan wisudawan/ti.