Bangun Semangat Penerus Bangsa, DPR-RI Beri Kuliah “Sekolah Legislatif” Kepada Mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga

Jakarta, DPRRI-Terhitung mulai Selasa (20/06/2023) Mahasiswa yang telah menempuh semester 6 pada Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga, melaksanakan salah satu program perkuliahan lapangan. Program disebut Kuliah Kerja Lapangan (KKL), agenda akan berjalan sampai Kamis (22/06/2023) dengan berkunjung ke lembaga-lembaga tinggi Negara. Mengawali kunjungan mahasiswa HTN menengok DPR-RI ke gedung DPR RI di JL Gatot Subroto. No. 1, Senayan, Jakarta Pusat.

Kunjungan di DPR RI, mahasiswa Prodi HTN mendapatkan materi dengan tema Sekolah Legislatif, Legislator Generasi Z ASIK (Aspiratif, Solutif, Integritas, Komunikatif).

Materi sekolah legislatif ini secara langsung di isi oleh A.S. SUKAWIJAYA (YOYOK SUKAWI) Anggota DPR RI DAPIL JAWA TENGAH I dan H. SANTOSO, S.H., M.H.
Anggota DPR RI DAPIL DKI JAKARTA III dari Fraksi Demokrat.

Maksud daripada kunjungan mahasiswa HTN yang didampingi oleh Tenaga Kependidikan beserta Dosen adalah lebih dekat mengenal wakil rakyat dan mengetahui langsung tugas fungsi wakil rakyat serta sejauh apa wakil rakyat dalam posisinya untuk memberi kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Wakil Dekan I, Dr. Farkhani, M.H. dalam sambutannya menyampaikan tujuan KKL.

Antusias mahasiswa terlihat dengan mereka menanggapi materi yang disampaikan secara lugas oleh DPR-RI. Kemudian acara ditutup dengan sesi foto bersama.

Jaga Integritas Calon Profesi Hukum, DEMA Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Gelar Seminar Penting Bertajuk Profesi Hukum

Laporan: Tim Media Center FaSya, Editor: Hijri

Salatiga, Dema FaSya UIN Salatiga-Tantangan zaman, dimana dunia media berkembang pesat sehingga perkembangan informasi yang seakan mudah sekali ditemukan. Tidak bisa dipungkiri bahwa kebijakan-kebijakan dalam penentuan hukum dari meja bundar pun ikut terekspos bagaimana kredibilitas mereka dalam menentukan hasil sidang.

Sebagai organisasi eksekutif mahasiswa, Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga tergerak untuk membuat program kegiatan yang bisa memberikan wawasan kepada mahasiswa bagaimana menjadi penegak hukum yang bijak. Pada Sabtu 10/06/2023, DEMA menyelenggarakan Seminar Profesi Hukum dengan tema “Membentuk Penegak Hukum Yang Berintegritas Dari Universitas Islam Negeri” kagiatan ini diselenggarakan di Aula FaSya.

Fokus untuk memaksimalkan output dari kegiatan, DEMA jalin kerjasama bersama Pengadilan Agama, Lembaga Konsultasi & Bantuan Hukum (LKBH), dan Kejaksaan Negeri Kota Salatiga.

Pelatihan Profesi Hukum ini secara umum bertujuan
untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi peserta sebagai calon profesi Hukum yang siap untuk menekuni profesinya kedepan sebagai calon Advokat, calon Notaris, calon Hakim, calon Panitera, dan calon Jaksa.

“Kegiatan ini adalah untuk menghantarkan cita-cita, dan profesi kepada para mahasiswa serta materi yang disampaikan oleh para narasumber dapat bermanfaat dan menjadi modal untuk terjun dalam berkarier. “Kosong kanlah gelas kalian karena akan diisi oleh ilmu dari para pemateri”, ujar Rita Latassaqia selaku Ketua DEMA FaSya dalam sambutannya.

Hadir sebagai pemateri Najiatul Istiqomah., S.H., S.Hum., perwakilan dari Pengadilan Agama Salatiga, Dr. Faisal Arif.,S.H.,M.H dari Kejaksaan Negeri Salatiga dan Nurrun Jamaludin.,S.H.I.,M.H.I dari LKBHI UIN Salatiga.

Cholida Hanum. M.H. selaku Ketua Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) membuka acara menyampaikan “seorang mahasiswa harus mempunyai tiga hal yaitu mempunyai ilmu dan teori hukum, kemampuan tentang bagaimana beracara di pengadilan, dan mahasiswa harus mempunya hati yang bersih dan berintegritas”.

Dibawah naungan Mahkamah Agung terdapat empat pengadilan yaitu pengadilan negeri, pengadilan agama, pengadilan tata usaha negara dan pengedilan militer. Hakim uang bertugas dalam lembaga tersebut harus memiliki nilai integritas yang dijaga dan dijunjung tinggi seimbang.

“Seorang hakim harus lah seimbang antara berilmu dan berintegritas, menurut saya seorang yang berilmu tanpa berintegritas akan di sebut buta, begitupun sebaliknya hakim yang berintegritas akan tetapi, tidak berilmu disebut lumpuh. Dan seorang hakim itu kntidak dilahirkan akan tetapi, diciptakan. Oleh karena itu janganlah minder ataupun malu untuk mencoba berprofesi sebagai hakim apalagi lulusan UIN”, ujar Najiatul.

Selain Hakim, terdapat pula profesi jaksa sebagai seorang pegawai negeri sipil dengan jabatan fungsional yang memiliki kekhususan dan melaksanakan tugas, fungsi dari kewenangannya berdasarkan undang-undang.

“Perbedaan antara jaksa dan penuntun umum yaitu bahwa penuntut umum itu haruslah seorang jaksa yang ditunjuk langsung, sedangkan yang tidak ditunjuk disebut jaksa. Kriteria jaksa: tidak buta warna, belum menikah dan maksimal berumur 28 tahun”, jelas Faisal Arif menjelaskan materinya.

Bagian yang juga tidak kalah penting dari profesi hukum adalah advokat. Profesi ini memberi jasa hukum, baik di dalam atau diluar berdasarkan undang-undang. Sedangkan pengacara atau ahli hukum berwenang bertindak sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan. Selanjutnya peran dan fungsi advokat yaitu agar di dalam suatu peradilan yang jujur, adil dan memiliki kepastian hukum bagi semua pencari keadilan dalam menegakkan hukum, kebenaran, keadilan dan HAM, penjelasan dari Nurrun Jamaladin.

“Seorang advokat dalam bekerja haruslah mematuhi kode etik, yang dimana jika seorang advokat melanggar kode etik akan di selesaikan oleh dewan kehormatan”, imbuhnya.

Seminar berjalan dengan antusias serta diselingi dialog interaktif antara pemateri dengan peserta seperti ada yang bertanya tentang seorang perempuan yang menjadi hakim karena perempuan memakai perasaan daripada logika.

Dijawab oleh Najiatul Istiqomah yang berkata bahwa dalam mengadili suatu perkara ada tiga tahap yaitu menemukan peristiwa dan fakta hukum, menganalisis peristiwa tersebut, dan menerapkan hukumnya.

Bermental Juara, 4 Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga Sabet Medali Kejurnas Magelang Championship 2023

Laporan: Hijri

Magelang, FaSya-. 4 Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga kembali mencatatkan prestasi dengan menyabet 4 medali pada Kejuaraan Nasional Pencak Silat “Magelang Championship 2”. Event kejurnas digelar pada 2-4/6/2023 bertempat di Gor Samapta Kota Magelang dalam rangka merayakan Hari Bhayangkara Ke-77 tahun 2023.

Baghyawan Firdhaus berhasil menjadi juara 1 dan berhak membawa pulang medali emas dalam kategori lomba seni tunggal putra.

Vivi Ayu Saputri berhasil menjadi juara 1 dan berhak membawa pulang medali emas dalam kategori seni beregu kelas dewasa putri.

Ahmad Tegar Ardiansyah peraih juara 2 dan berhak membawa pulang medali perak dalam kategori tanding kelas C dewasa putra (55-60 kg).

Nasiruddin peraih juara 2 dan berhak membawa pulang medali perak dalam kategori tanding kelas C dewasa putra (55-60 kg).

Raihan 4 medali tersebut mengharumkan nama FaSya UIN Salatiga serta Organisasi Olahraga Mahasiswa Internal Kampus Sport Student Club (SSC) tempat mereka berlatih.

Baghyawan merasa bersyukur dan bangga atas raihan yang sudah diperoleh. Dia berpesan “menjadi juara itu perlu dihina, perlu air mata, perlu disakiti dan perlu jam terbang yang teruji”.

Vivi merasa sangat bahagia terlebih dia adalah peraih juara dari kalangan perempuan. Dia memiliki kesan yang memberikan pengalaman berharga serta evaluasi bagi diri sendiri untuk terus berlatih lebih keras lagi dan meningkatkan skill di bidang bela diri..

Senada dengan Vivi, Tegar merasa sengan dan bangga atas raihannya. Raihan yang telah diterimanya memberikan pengalaman berharga serta evaluasi bagi diri sendiri untuk terus berlatih lebih keras lagi.

Berbeda dengan Nasiruddin, awal mula mengikuti pertandingan kejurnas ini didasari dengan tujuan ingin menambah jam terbang dan juga meningkatkan skill dibidang bela diri.

“saya ingin menambah wawasan serta pengalaman dengan apa yang saya latih di UKM SSC devisi Bela Diri, sehingga skill saya dapat berkembang dengan pengalaman yang saya dapat”, ucap nasiruddin.

Atas raihan 4 medali yang diperoleh 4 mahasiswa Prodi HTN tersebut, Prof. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., selaku Dekan merasa bangga dan berharap prestasi-prestasi ini akan bersambung terus dalam even lainnya.

“selamat kepada 4 mahasiswa HTN yang telah menyabet 4 medali sekaligus dalam kejurnas magelang championship memperingati hari bayangkara ke 77 tahun 2023. Prestasi ini membanggakan Fakultas Syariah dan sekaligus menjadi bukti bahwa Fakultas Syariah berhasil mencetak mahasiswa bermental juara baik dalam bidang akademik, seni maupun olahraga. Semoga menyusul prestasi-prestasi berikutnya dari mahasiswa Fakultas Syariah dalam berbagai even-even tingkat nasional maupun internasional”, ucap Prof Ilyya dalam wawancara dengan Humas FaSya.

Tidak kalah bagganya, Cholida Hanum selaku Ketua Prodi HTN sangat mengapresiasi mahasiswa-mahasiswanya yang bermental juara dan dapat mengharumkan nama almamater di tingkat nasional.

“atas pencapaian tersebut, saya selaku Kaprodi HTN sangat mengapresiasi prestasi di kancah nasional yang telah diukir mahasiswa-mahasiswi HTN. Tentu ini merupakan hal yang luar biasa dan kebanggan sendiri bagi sivitas akademika Fakultas Syariah maupun UIN Salatiga. Saya berharap semoga kedepan semakin banyak prestasi-prestasi yang diraih oleh mahasiswa Prodi HTn agar semakin melangitkan Fakultas Syariah UIN Salatiga sebagai kampus terdepan dalam memajukan akademik serta peradaban”, ucap Cholida dalam sambungan wawancara melalui Whatsapp.

Kontribusi Mahasiswa HTN dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui Berbagi Takjil Kepada Masyarakat

Laporan: Sekar, editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Sabtu (15/04) dengan briefing terlebih dahulu pada pukul 15.00 WIB Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS-HTN) Kabinet Kompetitif Progresif mengadakan kegiatan berbagi takjil berlokasi di Pasar Rejosari, Salatiga. Guna memulai kegiatan sebelum berangkat dibuka dengan do’a bersama terlebih dahulu agar kegiatan terselenggara dengan lancar. Menuju tempat pembagian takjil pukul 16.30 WIB para mahasiswa dan mahasiswi yang ikut sebanyak 25 orang membagikan takjil untuk berbuka puasa kepada warga masyarakat yang ada disekitar pasar, dan juga para pengendara yang melintas.

“Dalam rangka menjalankan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dan sebagai kegiatan yang positif pada syahrul muwaasah hal itulah yang menjadi motivasi terselenggaranya kegiatan berbagi takjil ini”, ujar Saudara Reihan Pramana selaku Ketua HMPS HTN yang juga memimpin langsung kegiatan HTN berbagi.


“Semoga kedepannya kegiatan ini dapat berjalan rutin dan harapannya takjil yang diberikan bermanfaat dan membawa berkah bagi mereka yang memerlukan untuk berbuka puasa”, imbuhnya.


Kegiatan berbagi HTN ditutup dengan dengan buka bersama, sambil menunggu waktu berbuka diselingi sharing mengenai isu-isu yang sedang trending terkait HTN dan mengenai sarana prasarana di kampus 2 UIN Salatiga.

Realisasikan Amanah UU Ormawa, HMPS-HTN Tampung Aspirasi Mahasiswa dengan Gelar Kajian Konstitusi Dampak Daerah Otonom Baru

Laporan: M. Mutohir, editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS HTN) Fakultas Syari’ah (FaSya) gelar kajian konstitusi mengeni dampak Daerah Otonom Baru (DOB) Terhadap Perundang-Undang dan Penyelenggaraan Pemilu. Kegiatan digelar pada Selasa, 11 April 2023 bertempat di aula FaSya UIN Salatiga lantai 3 Gedung Dekanat.Kajian konstitusi digelar karena dasar adanya keresahan mahasiswa/i yang diaspirasikan kepada HMPS-HTN agar dapat ditampung dan direalisasikan dengan membuat forum-forum diskusi. Respon cepat dari HMPS mengacu pada amanah dari Undang-undang Ormawa FaSya No. 2 tentang Badan Legislatif yang harus mampu menjembatani dan mewadahi ruang-ruang diskusi.Tujuan kajian konstitusi ini untuk menumbuhkan keintelektual para mahasiswa khususnya dalam menyikapi isu-isu yang strategis. kajian ini selenggarakan oleh departemen kajian strategis pada HMPS, dengan mengangkat tema “Dampak Daerah Otonom baru Terhadap Perundang-Undangan Dan Penyelenggaraan Pemilu”. Ekspektasi penyelenggara dari kajian ini, para peserta setelah mengikuti kajian konstitusi bisa mendapatkan wawasan serta bisa diajarkan kepada para mahasiswa yang belum bisa hadir “ujar ketua umum HMPS HTN Reihan Pramana. Dekan FaSya Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. sangat mengapresiasi bentuk kegiatan-kegiatan yang sangat bermanfaat untuk mengembangkan wawasan seperti kajian ini. Harapan yang lebih luas bisa sebagai tombak awal khususnya bagi mahasiswa dalam membuat forum-forum diskusi yang bisa mengasah keintektualan mahasiswa hukum dalam menanggapi isu-isu yang terpanas dalam bidang hukum. Serta bisa sebagai ajang pengembangan para mahasiswa dalam kritis setaiap isu-isu yang terpanas.Cholida Hanum selaku Ketua Jurusan FaSya dan sekaligus hadir sebagai pemateri dalam kajian, menyampaikan ”Menyikapi kebijakan otonom daerah baru khususnya papua sendiri, yang dimana dalam pembagian jumlah provinsi di indonesia ada 38 provinsi. Pertambahan 4 provinsi sendiri berasal dari papua .yang awalnya hanya provinsi papua dan papua barat, kini telah dibagi lagi yaitu provinsi selatan, provinsi pegunungan, provinsi tengah dan provinsi barat daya. Yang dimana telah diatur dalam UU No 2 Tahun 2021 “tentang otonom khusus bagi provinsi papua”. Tambahan dengan adanya tujuan pembentukan provinsi baru di papua ada 2 tujuan yaitu: A) untuk mencapai cita-cita negara kesatuan Republik Indonesia yaitu kesejahteraan bagi rakyatnya. B) adanya pemekaran wilayah guna untuk menyerap aspirasi-aspirasi masyarakat sebanyak-banyaknya. Ada beberapa faktor yang menjadi pendorong disahkan nya UU untuk daerah otonom baru yaitu pertama, motif efektifitas administrasi. Kedua, homogenitas. Ketiga, motif fiskal keempat, motif pemburu rente, pungkas Cholida.

Membanggakan, Mahasiswa Baru FaSya UIN Salatiga Sabet Medali Emas dan Perak Olimpiade Sains Tingkat Nasional

Laporan: Hijri

Salatiga, Fasya- Abnani Azizah dan Ragil Galih Saputro, dua mahasiswa Angkatan tahun 2022 semester 2 Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga, berhasil membanggakan Fakultas dengan membawa prestasi medali emas dan medali perak pada Olimpiade Sains Tingkat Nasional yang bertajuk “Indonesian Olympiad Of Science (IOS) 2023” bidang Bahasa Indonesia. Olimpiade nasional ini digelar oleh Yayasan Prestasi Maju Indonesia (PRESMANESIA) secara daring lewat website resmi app.puskanas.id yang dilaksanakan di Yogyakarta, 12/03/2023 dan hasil diumumkan pada Selasa, 14/03/2023.

IOS merupakan sebuah event kompetisi sains tingkat nasional yang diadakan untuk menjadi ajang berkompetisi dalam bidang sains secara nasionalIOS tahun 2023 ini bisa diikuti bagi peserta didik jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, dan Mahasiswa. Walaupun tema utama nya mengusung tentang sains, IOS pada tahun 2023 ini tetap membuka kompetisi dibidang keilmuan lainnya, seperti ilmu kebahasaan, sejarah, maupun ekonomi. Untuk olimpiade Bahasa Indonesia tingkat mahasiswa sendiri berlangsung di tanggal 12 Maret 2023 pukul 14.30 – 16.00 WIB, dimana para peserta mengerjakan 50 soal pilihan ganda dengan waktu 1,5 jam.

Melalui saluran Whatsapp kedua mahasiswa peraih medali emas dan perak menyampaikan tanggapannya. Azizah peroleh medali emas memaparkan maksud mengikuti olimpiade adalah “Karena saya memang sangat menyukai Bahasa Indonesia dan begitu melihat pamphlet olimpiade nasional saya langsung tertarik untuk mengikuti. Kemudian dengan raihan yang saya peroleh, Pesan saya kepada teman-teman mahasiswa FaSya UIN Salatiga pada umumnya, event-event semacam ini sangat bagus untuk diikuti. Semoga semakin banyak event lain, atau bahkan UIN Salatiga sendiri yang melaksanakan event semacam ini”.

Kesan: tentu saja senang dan bangga bisa mendapatkan medali di bidang yang saya sukai sebagai pembuktian bahwa saya mampu, dan saya punya kelebihan diantara kekurangan saya

Ragil menyampaikan maksud mengikuti Olimpiasde “Tujuan saya mengikuti olimpiade IOS kemarin adalah karena saya ingin menguji potensi kebahasaan yang saya miliki, sekaligus mencari tahu sudah seberapa jauh saya berkembang dari tingkat saya sebelumnya di jenjang SMA. Selain itu minat saya yang cukup tinggi terhadap kebahasaan membuat saya yakin untuk mendaftarkan diri saya kemarin ke olimpiade tersebut. Dan Alhamdullilah dengan usaha dan doa yang saya usahakan, saya mampu meraih medali perak di olimpiade kemarin yang diikuti oleh ribuan mahasiswa Se-Indonesia”.

“Kesan pertama yang saya dapatkan setelah mengikuti IOS kemarin dan mendapatkan medali perak tentunya sangat senang dan menyenangkan. Senang karena saya mampu meraih medali dan mendapatkan feedback atas doa dan usaha saya, juga menyenangkan karena selama perlombaan kemarin tidak ada trouble oleh device yang saya alami selama sesi olimpiade. Saya juga senang sekaligus bangga karena mampu membawa nama baik Prodi HTN FaSya dan UIN Salatiga di kancah nasional dengan apa yang saya capai di Olimpiade kemarin. Sekaligus saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada segala pihak yang telah mengapresiasi saya selepas pengumuman olimpiade kemarin”, kesan Ragil. “Pesan yang ingin saya sampaikan, semoga dengan adanya prestasi ini, teman teman program studi hukum tata negara UIN Salatiga mampu termotivasi untuk bisa pula menorehkan prestasi, sehingga mampu membangun Prodi HTN FaSya UIN Salatiga menjadi Prodi yang terus berkembang, dan kaya akan nilai intelektualitas para mahasiswa nya, tutupnya.

Pencapaian Luar Biasa, Jurnal IJTIHAD Fakultas Syari’ah UIN SALATIGA TEMBUS Akreditasi Internasional Scopus

Fakultas Syari’ah-Segenap sivitas akademika Fakultas Syari’ah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga bersukur dan bangga atas capaian Jurnal IJTIHAD FaSya yang terakderitasi Internasional Scopus (13/09/2022). IJTIHAD adalah jurnal ilmiah yang pertama kali diterbitkan oleh Program Studi (Prodi) Ahwal Al Syakhsiyyah (AS) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga sekarang sudah bermigrasi menjadi FaSya UIN Salatiga. IJTIHAD juga sebelumnya telah mengharumkan nama FaSya ketika mendapat akreditasi pertama kali diantara jurnal-jurnal lainnya saat masih IAIN Salatiga.

Terdaftar P-ISSN sejak bulan April 2001 dan terbit pertama vol.1 no.1 pada Juni 2001. Pada Bulan Juli 2009 terakderitasi B dan Akreditasi SINTA 2 diperoleh sejak bulan Juli 2018. Kemudian pada tahun 2021 IJTIHAD reakreditasi Sinta 2.

Prof. Zakiyuddin Baidhawy selaku Rektor UIN Salatiga, menilai capaian IJTIHAD dapat menambah deretan prestasi Internasional UIN Salatiga dalam bidang publikasi ilmiah.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur UIN Salatiga dapat kembali menorehkan milestone dalam bidang publikasi ilmiah. Selamat bagi para pegiat jurnal IJTIHAD yang sudah istiqomah mengawal jurnal ini sehingga meraih capaian terbaik. Kami berharap capaian tersebut dapat memotivasi dan menggairahkan kerja pegiat jurnal lainnya di lingkungan UIN Salatiga maupun di lingkungan PTKN pada umumnya”, ujarnya.

Dekan FaSya UIN Salatiga, Dr. Siti Zumrotun menambahkan, “Jurnal IJTIHAD merupakan jurnal yang terbit sejak saya menjadi Ketua Prodi AS yang sekarang menjadi Hukum Keluarga Islam (HKI) selalu konsisten memuat tulisan tentang hukum dan kemanusiaan dalam berbagai pendekatan. Saya berharap semoga predikat ini bisa menjadi jalur dan ruh pengembangan akademik bagi para akademisi terutama dalam bidang ilmu hukum Islam atau ilmu syari’ah. Perjuangan ini belum berhenti karena harus tetap mempertahankan sampai meraih nilai Quartil dan juga SJR. Keberhasilan capaian ini juga menjadi penyemangat untuk FaSya dalam mengantarkan jurnal lainnya di FaSya yaitu Jurnal Indonesian Law (JIL) yang konsen dalam bidang ilmu hukum, saya berharap semoga JIL bisa langsung Scopus”.

Editor in Chief IJTIHAD, Dr. Muhammad Chairul Huda menjelaskan proses dari capaian tersebut, pada Bulan April 2019 IJTIHAD bekerjasama dengan Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam (ADHKI) Indonesia untuk menjaring karya terbaik dari para penulis yang expert dalam bidang Hukum Islam. Perbaikan demi perbaikan berkaitan dengan pengelolaan dan konten terus-menerus dilakukan. Kami tidak segan menimba ilmu dari QIJIS (IAIN Kudus), SAMARAH (UIN ACEH), Automotive experience (UNIMA) dan tentunya IJIMS (UIN Salatiga).

Jurnal ini menekankan pada aspek yang terkait kajian Fiqih dalam konteks ke-Indonesia-an dengan menggunakan pendekatan socio-legal studies. Dalam kajian Jurnal Ijtihad, hukum Islam dapat dielaborasikan dengan kajian budaya (cultural studies), politik, sosiologi, psikologi, antropologi, ekonomi, sejarah, filsafat, astronomi Islam (ilmu falak) serta hukum yang hidup di masyarakat (living law), jelasnya.

“Bulan Juni lalu, Bismillah kami memberanikan diri submit di Scopus. Hari ini, Selasa Pahing, 13 September 2022, Alhamdulillah accepted. Kami berterimakasih kepada para pengelola terdahulu dan semua pihak yang telah bekerja keras serta berkenan menuntun kami. Wa bil khusus kepada Bapak Dr. H. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si, (Editor in Chief sebelum kami) atas jerih payah dan totalitasnya. Semoga Jurnal Ijtihad dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan Hukum Islam”, imbuhnya.

Tidak lupa dalam capaian ini Huda menyampaikan “capaian ini bukanlah garis finish, tetapi langkah awal yang memotivasi kami untuk mengembangkannya lebih baik lagi. Kami juga berharap capaian ini dapat menambah deretan prestasi internasional kampus tercinta UIN Salatiga dalam bidang publikasi ilmiah”.

Kupas Polemik Pengisian Kekosongan Jabatan Kepala Daerah, Ketua DPRD Kota Salatiga Beberkan Pesannya Ke PJ Walikota Salatiga dalam Seminar Bersama Himpunan Mahasiswa UIN Salatiga

Fakultas Syari’ah-Polemik pengisian kekosongan jabatan kepala daerah menjadi isu yang mendorong para akademisi sebagai salah satu pengamat ketatanegaraan untuk berdiskusi dan mengupas kondisi tersebut. Segenap mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS-HTN) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga melalui seminar bertajuk “Polemik Pengisian Kekosongan Jabatan Kepala Daerah dalam Tinjauan Konstitusi”,  menjadi langkah untuk mengembangkan jiwa kritis akademisi ketetanegaraan mereka.  Pada Rabu (31/08) bertempat di Aula Gedung KH. Hasyim Asy’ari Kampus 3 UIN Salatiga, seminar tersebut menghadirkan pemateri dari Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah H. Soetjipto, S.H., M.H., Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit, M.Si. dan Akademisi Hukum Tata Negara Ahmadi Hasanudin Dardiri, M.H.

Reihan Pramana selaku Ketua panitia seminar dalam sambutannya menyampaikan “Seminar ini digelar dalam rangka salah satu bentuk peringatan Hari Konstitusi Nasional dengan tema Peran Pemuda dalam mengawal UUD-1945 sebagai Konstitusi Negara Indonesia. Dan sebenarnya kami dari HMPS-HTN memiliki dua kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memperingati Hari Konstitusi Nasional, yaitu seminar pada kali ini dan besok pada Jum’at (02/09) akan dilaksanakan donor darah yang dibuka untuk umum sivitas akademika FaSya UIN Salatiga di Kampus 2 FaSya UIN Salatiga”.

Memberikan sambutan berikutnya sekaligus membuka acara, Dekan FaSya Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. menyampaikan “saya mengapresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya acara seminar dengan tema yang bagus ini. Kegiatan seminar adalah salah satu ruh untuk pengembangan akademik lingkungan akademisi. Menengok tema yang diusung dalam seminar ini, menurut pakar hukum bahwa tidak boleh walau hanya semalam terjadi kekosongan pemimpin atau jabatan, seperti halnya ketika Rosulullah SAW meninggal para sahabat segera menentukan abu bakar sebagai Khalifah untuk meneruskan kepemimpinan Rasulullah walau beliau tidak berwasiat apapun untuk siapa yang kelak mengganti kepemimpinan beliau”.

Tidak bolehnya ada kekosongan pemimpin adalah untuk menjaga pelayanan publik yang tetap berjalan dengan sebaik-baiknya. Walau pasti timbul polemik karena datang dari yang memiliki kepentingan-kepentingan terhadap hal tersebut. Dalam Islam selama kita berpolitik dengan berpegangan moral dan etika maka berpolitik memiliki tujuan demi kemaslahatan masyarakat. Polemik pengisian Kekosongan jabatan kepala daerah itu pasti ada dan wajar, namun tetap dan harus dengan polemik apapun kekosongan tersebut harus diisi, pungkasnya.

Soetjipto menjadi pemateri pembuka menyampaikan sependapat dengan sambutan yang diberikan oleh Dekan yaitu “Puas tidak puas, setuju atau tidak setuju itu wajar bagi lingkungan berdemokrasi. Namun tetap dan harus bahwa kekosongan jabatan tidak boleh terjadi walaupun hanya semalam. Kemudian transparasi harus dikawal dengan sistem yang dijalankan dengan baik”.

Kemudian Ahmadi sebagai pemateri berikutnya menyampaikan gambaran kerangka proses terlahirnya keputusan yang mengatur pemilihan kepala daerah serentak pada 2024. Selanjutnya berpesan kepada segenap mahasiswa HTN untuk kawal dan amati dengan baik untuk pemilu yang serentak akan datang untuk menuju pemimpin yang lebih baik dan didukung proses yang tersistem rapi dan transparansi.

Menarik dalam seminar ini ikut menghadirkan praktisi yang langsung merasakan imbas dari masa pengisian Kekosongan jabatan kepala daerah di Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, M.Si. selaku Ketua DPRD Kota Salatiga.

Dance memaparkan bahwa “pimpinan daerah yang ditunjuk kali ini adalah Pejabat dengan status PNS. Penunjukkan pimpinan dalam kekosongna jabatan diusulkan oleh Gubernur dari 3 nama dan mengkerucut menjadi satu nama yang dipilih oleh KEMENDAGRI. Pejabat yang terpilih kali ini tidak melalui pemilihan umum namun turunan dari penunjukan. Sehinggga legitimasinya masih kurang di mata rakyat. Sehingga saya menyampaikan pesan kepada pejabat terpilih saat ini agar rajin-rajin turun kemasyarakat agar masyarakat mengenal dan mengakui legitimasinya. Tanggung jawab kedepan pejabat terpilih harus mempersiapkan pemilihan umum serentak di tahun 2024”.

Kupas Polemik Pengisian Kekosongan Jabatan Kepala Daerah, Ketua DPRD Kota Salatiga Beberkan Pesannya Ke PJ Walikota Salatiga dalam Seminar Bersama Himpunan Mahasiswa UIN Salatiga

Fakultas Syari’ah-Polemik pengisian kekosongan jabatan kepala daerah menjadi isu yang mendorong para akademisi sebagai salah satu pengamat ketatanegaraan untuk berdiskusi dan mengupas kondisi tersebut. Segenap mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS-HTN) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga melalui seminar bertajuk “Polemik Pengisian Kekosongan Jabatan Kepala Daerah dalam Tinjauan Konstitusi”,  menjadi langkah untuk mengembangkan jiwa kritis akademisi ketetanegaraan mereka.  Pada Rabu (31/08) bertempat di Aula Gedung KH. Hasyim Asy’ari Kampus 3 UIN Salatiga, seminar tersebut menghadirkan pemateri dari Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah H. Soetjipto, S.H., M.H., Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit, M.Si. dan Akademisi Hukum Tata Negara Ahmadi Hasanudin Dardiri, M.H.

Reihan Pramana selaku Ketua panitia seminar dalam sambutannya menyampaikan “Seminar ini digelar dalam rangka salah satu bentuk peringatan Hari Konstitusi Nasional dengan tema Peran Pemuda dalam mengawal UUD-1945 sebagai Konstitusi Negara Indonesia. Dan sebenarnya kami dari HMPS-HTN memiliki dua kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memperingati Hari Konstitusi Nasional, yaitu seminar pada kali ini dan besok pada Jum’at (02/09) akan dilaksanakan donor darah yang dibuka untuk umum sivitas akademika FaSya UIN Salatiga di Kampus 2 FaSya UIN Salatiga”.

Memberikan sambutan berikutnya sekaligus membuka acara, Dekan FaSya Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. menyampaikan “saya mengapresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya acara seminar dengan tema yang bagus ini. Kegiatan seminar adalah salah satu ruh untuk pengembangan akademik lingkungan akademisi. Menengok tema yang diusung dalam seminar ini, menurut pakar hukum bahwa tidak boleh walau hanya semalam terjadi kekosongan pemimpin atau jabatan, seperti halnya ketika Rosulullah SAW meninggal para sahabat segera menentukan abu bakar sebagai Khalifah untuk meneruskan kepemimpinan Rasulullah walau beliau tidak berwasiat apapun untuk siapa yang kelak mengganti kepemimpinan beliau”.

Tidak bolehnya ada kekosongan pemimpin adalah untuk menjaga pelayanan publik yang tetap berjalan dengan sebaik-baiknya. Walau pasti timbul polemik karena datang dari yang memiliki kepentingan-kepentingan terhadap hal tersebut. Dalam Islam selama kita berpolitik dengan berpegangan moral dan etika maka berpolitik memiliki tujuan demi kemaslahatan masyarakat. Polemik pengisian Kekosongan jabatan kepala daerah itu pasti ada dan wajar, namun tetap dan harus dengan polemik apapun kekosongan tersebut harus diisi, pungkasnya.

Soetjipto menjadi pemateri pembuka menyampaikan sependapat dengan sambutan yang diberikan oleh Dekan yaitu “Puas tidak puas, setuju atau tidak setuju itu wajar bagi lingkungan berdemokrasi. Namun tetap dan harus bahwa kekosongan jabatan tidak boleh terjadi walaupun hanya semalam. Kemudian transparasi harus dikawal dengan sistem yang dijalankan dengan baik”.

Kemudian Ahmadi sebagai pemateri berikutnya menyampaikan gambaran kerangka proses terlahirnya keputusan yang mengatur pemilihan kepala daerah serentak pada 2024. Selanjutnya berpesan kepada segenap mahasiswa HTN untuk kawal dan amati dengan baik untuk pemilu yang serentak akan datang untuk menuju pemimpin yang lebih baik dan didukung proses yang tersistem rapi dan transparansi.

Menarik dalam seminar ini ikut menghadirkan praktisi yang langsung merasakan imbas dari masa pengisian Kekosongan jabatan kepala daerah di Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, M.Si. selaku Ketua DPRD Kota Salatiga.

Dance memaparkan bahwa “pimpinan daerah yang ditunjuk kali ini adalah Pejabat dengan status PNS. Penunjukkan pimpinan dalam kekosongna jabatan diusulkan oleh Gubernur dari 3 nama dan mengkerucut menjadi satu nama yang dipilih oleh KEMENDAGRI. Pejabat yang terpilih kali ini tidak melalui pemilihan umum namun turunan dari penunjukan. Sehinggga legitimasinya masih kurang di mata rakyat. Sehingga saya menyampaikan pesan kepada pejabat terpilih saat ini agar rajin-rajin turun kemasyarakat agar masyarakat mengenal dan mengakui legitimasinya. Tanggung jawab kedepan pejabat terpilih harus mempersiapkan pemilihan umum serentak di tahun 2024”.

Menaruh Harapan Tinggi Kepada Mahasiswa HTN FaSya UIN Salatiga, Ketua DPRD Badung Bali: Bergabunglah Kelak Menjadi DPRD

Bali-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) adalah Lembaga Pemerintahan yang menjadi wadah besar untuk mendapatkan ilmu praktisi bagi mahasiswa dibidang hukum ketatanegaraan. Menengok hal tersebut serta dalam upaya merealisasikan program akademik Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga pada Kamis (30-6-2022), sebanyak 160 mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) FaSya UIN Salatiga lakukan kunjungan ke DPRD Badung Provinsi Bali.

Moh Khusen, M.A. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan FASya memimpin rombongan menyampaikan maksud kunjungan mengatakan bahwa kunjungan ini melengkapi rangkaian kunjungan KKL prodi HTN di hari-hari sebelumnya di PT TUN dan PTUN Surabaya yang mewakili lembaga Yudusial, Kemenkumham Bali yang mewakili lembaga Eksekutif, dan DPRD Badung yang mewakili Legislative.

Lebih lanjut, beliau berharap dalam kesempatan tersebut mahasiswa akan banyak belajar dari masyarakat Bali bagaimana menjaga keharmonisan antara Hukum Negara dan Hukum Adat.

Selanjutnya Ketua DPRD Kabupaten Badung, Dr.Drs. I Putu Parwata MK, MM, yang berkenan menyambut rombongan menyatakan bahwa dia berusaha membangun keharmonisan dan berbuat baik. Sehingga kami berusaha untuk menjadikan pariwisata akan terus berjalan dengan baik. Karena pada dasarnya PAD Badung tertinggi adalah dari pariwisata, yaitu sebanyak 80%.

Beliau juga berharap bahwa perekonomian Bali akan kembali bangkit pasca pandemi, di mana PAD daerah sempat turun dari sekitar 7 Triliun rupiah menjadi sekitar 2 Triliun. Saat itu yang bisa dikalukan oleh Pemerintah Daerah adalah dengan melakukan efisiensi anggaran, dimana dana yang tersedia hanya dibelanjakan untuk keperluan yang urgent dan prioritas saja.

Menambahkan, beliau juga berharap suatu saat nanti banyak mahasiswa HTN FaSya yang akan duduk di kursi DPRD suatu saat nanti, serta memperjuangkan nasib anggota DPRD yang masih jauh hak-haknya jika dibandingkan dengan anggota DPR RI.

 

Pada kesempatan tersebut, selain Wakil Dekan, hadir juga menemani mahasiswa Ketua Prodi HTN Farkhani, M.H., Sekretaris Prodi HTN Nor Muhammad Abdoeh, 11 Dosen Pembimbing Lapangan serta Tenaga Kependidikan.