Dua Mahasiswa Fakultas Syariah Tampil dalam Forum Internasional B-ISComE 2026

Pada Senin, 16 Februari 2026, telah dilaksanakan pembukaan kegiatan Bilateral International Students Community Engagement (B-ISComE) 2026 Chapter Universiti Malaya, Malaysia yang diselenggarakan di UIN Salatiga sebagai tuan rumah kegiatan. Program ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama pendidikan internasional antara Indonesia dan Malaysia dalam rangka membangun jejaring akademik yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam forum ilmiah bertaraf internasional. Dalam rangkaian acara tersebut, dua mahasiswa Fakultas Syariah turut ambil bagian, yakni Annisa Denti Papita dan Majda Prawiranegara. Partisipasi ini mencerminkan komitmen Fakultas Syariah dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi di tingkat global.

Salah satu mahasiswa Fakultas Syariah, Annisa Denti Papita, dijadwalkan akan mempresentasikan karya ilmiahnya pada 19 Februari 2026 dalam sesi konferensi internasional sebagai bagian dari rangkaian kegiatan B-ISComE 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperluas wawasan akademik serta memperkenalkan kontribusi mahasiswa Fakultas Syariah dalam forum internasional.

Annisa Denti Papita menyampaikan, “Keikutsertaan saya dalam kegiatan ini merupakan kesempatan berharga untuk memperluas wawasan akademik sekaligus memperkenalkan kontribusi mahasiswa Fakultas Syariah dalam forum internasional. B-ISComE 2026 menjadi sarana strategis untuk memperkuat kerja sama pendidikan antar dua negara. Saya berharap partisipasi ini dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas dan daya saing akademik mahasiswa Fakultas Syariah di tingkat global.”

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, Ph.D, menyatakan, “Kami bangga atas partisipasi mahasiswa Fakultas Syariah dalam kegiatan internasional ini. Semoga pengalaman tersebut memberikan manfaat besar bagi pengembangan kapasitas akademik mahasiswa serta menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani berkiprah di tingkat global. Kami juga berharap keikutsertaan ini membawa kontribusi positif bagi kemajuan Fakultas Syariah.”

Partisipasi dalam forum internasional ini menjadi salah satu bentuk penguatan reputasi akademik Fakultas Syariah sekaligus wujud kontribusi aktif mahasiswa dalam pengembangan kerja sama pendidikan lintas negara.

Kontributor: Annisa Denti Papita (Mahasiwa HES, 2023).

Prodi HTN Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Gelar Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis OBE

Semarang, (11-13 Februari 2026) – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syari’ah UIN Salatiga menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) pada tanggal 11–13 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di The Wujil Resort & Conventions, sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan penguatan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan dunia kerja.

Workshop ini menjadi langkah strategis Prodi HTN dalam menyusun kurikulum yang lebih terarah pada capaian pembelajaran lulusan (CPL), selaras dengan standar pendidikan tinggi nasional, serta relevan dengan tantangan hukum dan tata negara di era modern.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan I Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Dr. Farhani, M.H. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kurikulum berbasis OBE sebagai fondasi peningkatan kualitas lulusan agar memiliki kompetensi yang terukur, terstandar, dan mampu bersaing secara nasional maupun global.

“OBE bukan sekadar konsep, namun sebuah pendekatan yang menuntut keseriusan dalam merancang pembelajaran berbasis capaian, sehingga lulusan benar-benar siap menghadapi kebutuhan masyarakat dan dunia profesi,” ujar Dr. Farhani, M.H.

Workshop secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilya Muhsin, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penyusunan kurikulum berbasis OBE merupakan agenda penting perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Prof. Dr. Ilya Muhsin, M.Si. menjelaskan bahwa Outcome Based Education (OBE) merupakan pendekatan kurikulum yang menitikberatkan pada hasil akhir pembelajaran, yaitu capaian kompetensi lulusan yang jelas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja. Menurutnya, kurikulum OBE tidak hanya berfokus pada proses mengajar, tetapi lebih jauh memastikan bahwa setiap mata kuliah benar-benar berkontribusi pada pembentukan profil lulusan yang diharapkan.

“OBE mengarahkan seluruh sistem pembelajaran untuk fokus pada outcome atau hasil. Artinya, setiap rancangan mata kuliah, metode pembelajaran, hingga evaluasi harus dipastikan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi nyata yang dapat dibuktikan,” tegas beliau.

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Syari’ah juga menyampaikan bahwa penerapan kurikulum berbasis OBE menjadi bentuk kesiapan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi modern, terutama dalam menghadapi dinamika hukum, tata kelola pemerintahan, serta perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Kurikulum berbasis OBE juga menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kualitas akademik dan daya saing program studi. Ini sejalan dengan tuntutan akreditasi nasional maupun internasional. Fakultas Syari’ah harus terus berbenah agar menjadi fakultas yang unggul dan menghasilkan lulusan yang profesional, moderat, serta adaptif terhadap perkembangan zaman,” imbuhnya.

Workshop ini menghadirkan narasumber internal dan eksternal yang kompeten, yakni ketua LPM UIN Salatiga Prof. Dr. Budiono Saputro, M.Pd. dan Asesor BAN PT Dr. Tri Astutik Haryanti, M.Ag. yang memberikan materi mendalam terkait konsep dasar OBE, strategi penyusunan CPL, pemetaan mata kuliah, penyusunan RPS berbasis capaian, hingga evaluasi pembelajaran yang terukur dan berorientasi pada output lulusan hingga tersusunnya dokumen kurikulum, RPS dan form ketercapaian penilaian CPL berbasis OBE.

Para peserta yang terdiri dari pimpinan fakultas, Kabag, Kepala Pusat Penjaminan Mutu, Kepala Laboratorium,  ketua program studi,  sekretaris prodi, dosen, tendik, alumni, pengguna lulusan, stakeholder mengikuti kegiatan dengan antusias. Diskusi intensif dilakukan untuk merumuskan rancangan kurikulum yang selaras dengan visi-misi fakultas, regulasi terkait serta kebutuhan profil lulusan Prodi HTN, baik dalam bidang akademik, profesi hukum, pemerintahan, maupun pelayanan publik.

Melalui workshop ini, Prodi HTN Fakultas Syari’ah UIN Salatiga berharap dapat menghasilkan kurikulum baru yang lebih relevan, terstruktur, dan berbasis capaian nyata, sehingga mampu meningkatkan mutu pembelajaran serta memperkuat kontribusi Prodi HTN dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

Wadek 3: Kegiatan Ormawa Harus Mampu Mengikuti Perkembangan Zaman

Salatiga, (11 Februari 2026) – Menekankan pentingnya transformasi digital dan manajemen organisasi yang terukur, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Sukron Ma’mun, S.H.I, M.Si., Ph.D., memberikan arahan strategis dalam pembukaan Rapat Kerja (Raker) Ormawa Fakultas Syariah di Aula Ganesha Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Rabu (11/02). Agenda yang diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) ini menjadi wadah bagi seluruh lembaga kemahasiswaan untuk menyelaraskan program kerja tahunan agar lebih adaptif, sistematis, dan berdampak luas bagi mahasiswa.

Dalam sesi pengarahan, Wakil Dekan III mengingatkan para pengurus untuk memiliki integritas etik dan kompetensi akademik, terutama di bidang hukum Islam. Beliau menegaskan bahwa di era sekarang, seluruh kegiatan ormawa harus mampu mengikuti perkembangan zaman melalui transformasi digital. 

“Rancanglah program kerja sebaik mungkin dengan memetakan tantangan yang ada. Setiap kegiatan harus jelas, terarah, serta memperhatikan input, output, hingga outcome yang ingin dicapai,” tegas Wadek III.

Selain itu, beliau memberikan dukungan penuh terhadap publikasi media mahasiswa dengan menyatakan bahwa setiap kegiatan wajib diberitakan secara masif sebagai bentuk transparansi dan penguatan branding fakultas. 

“Semakin banyak yg memberitakan semakin baik,” tuturnya

Pesan penguatan juga datang dari para pimpinan program studi. Endang Sriani, M.H., selaku Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) mengingatkan agar pengurus tidak hanya bergantung pada ketokohan ketua, melainkan fokus pada analisis kebutuhan mahasiswa.

Senada dengan hal tersebut, Cholida Hanum, M.H., memberikan arahan kepada HMPS Hukum Tata Negara (HTN) untuk mendorong pelaksanaan program yang berdampak luas, seperti seminar nasional dengan materi legal drafting. Beliau juga menyarankan agar Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) lebih difokuskan pada persiapan perlombaan agar peranannya lebih spesifik dan tidak tumpang tindih.

Sementara itu, perwakilan dari Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), Kholifatun Nur Mustofa, M.H., selaku sekretaris Prodi memberikan pesan singkat dari Kaprodi agar seluruh pengurus berkomitmen penuh menjalankan apa yang telah direncanakan. Menutup rangkaian pengarahan, Muhammad Taufiq Zam Zami, M.A., dari tim sosialisasi UIN Salatiga mengajak seluruh HMPS untuk bergerak serempak secara masif dalam mensosialisasikan UIN Salatiga kepada masyarakat.

Kontributor: Muntiatul Badi’ah (MCFs Fakultas Syari’ah)

Sinergi dan Optimalisasi Kepemimpinan: Ormawa Fakultas Syariah Gelar Rapat Kerja Serentak

Salatiga, (11 Februari 2026) – Guna mensinergikan gerak organisasi selama satu tahun ke depan, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah menggelar Rapat Kerja (Raker) serentak bagi seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan fakultas. Bertempat di Aula Ganesha Dinas Pendidikan Kota Salatiga, pada Rabu  11 Februari 2026. Agenda ini menjadi langkah awal untuk mengoptimalisasi kepemimpinan yang kritis dan transformatif. 

Kegiatan tahunan yang dipelopori oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) ini mengusung tema “Optimalisasi Kepemimpinan Reflektif, Kritis, dan Transformatif” dan  dihadiri oleh seluruh ormawa fakultas syariah mulai dari SEMA, DEMA, HMPS HKI, HMPS HES, HMPS HTN, hingga Kelompok Studi Mahasiswa (KSM).

Ketua DEMA Fakultas Syariah periode 2026, Yusup Tauziri, menjelaskan bahwa agenda utama rapat kerja ini adalah membahas gebrakan pengelolaan organisasi untuk satu tahun ke depan dan menjadi tempat berkembang bagi seluruh mahasiswa.

“Kita usahakan dengan adanya rapat kerja ini, teman-teman semua Ormawa bisa menjadikan organisasi kemahasiswaan sebagai jembatan, ruang hidup, dan ruang berkembang bagi seluruh mahasiswa Fakultas Syariah,” ujar Yusup saat diwawancarai. 

Selain penyusunan program, rapat ini menjadi wadah koordinasi dan akselerasi antarlembaga guna menyelaraskan program kerja agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya.

“Program DEMA, SEMA dan juga HMPS dan KSM itu kita koordinasikan di rapat kerja sekarang dan kita akselerasikan dan juga kita selaraskan agar tidak ada tumpang tindih antara kegiatan satu sama lain yang ada di Ormawa.” Imbuhnya.

Untuk membekali para pengurus, acara ini menghadirkan serangkaian sesi pengarahan dari pihak dekanat seperti Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Alumni, yang memberikan materi terkait sistem roda organisasi, manajemen organisasi, dan arah gerak Ormawa. Kemudian Kabag Umum Fakultas Syariah, Dr. Edi Kusumawati, M.Pd yang memaparkan materi teknis mengenai manajemen pengajuan TOR, proposal, hingga Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Pengarahan Manajemen Keuangan dan Administrasi, yang juga disampaikan oleh Kabag Umum sebagai perwakilan dari Wakil Dekan II yang berhalangan hadir. 

“Rapat kerja ini diharapkan dapat meningkatkan etos kerja para pengurus agar mampu mengelola program kerja yang efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran selama satu tahun masa jabatan ke depan,” tutur Yusup.

Byline: Muntiatul Badiah        

BSOM BERTRANSFORMASI JADI KSM, FAKULTAS SYARI’AH LANTIK PENGURUS ORMAWA 2026

Salatiga, (10 Februari 2026)- Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar kegiatan Pelantikan dan Upgrading Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Fakultas Syari’ah Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Aula Lantai Tiga Fakultas Syari’ah, dan berlangsung dengan tertib serta khidmat.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Fakultas Syari’ah Wahidan Nur Saiful Islam, dalam wawancara usai kegiatan, menyampaikan bahwa “pelantikan dan upgrading ini diikuti oleh 230 peserta. Seluruh peserta yang hadir merupakan pengurus Ormawa Fakultas Syari’ah yang secara resmi dilantik untuk masa kepengurusan tahun 2026,” ujarnya.

Pelantikan ini meliputi pengurus Organisasi Mahasiswa Fakultas Syari’ah yang terdiri dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tata Negara, Hukum Ekonomi Syari’ah, dan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah. Pada tahun 2026 ini, Fakultas Syari’ah juga menghadirkan pembaruan kelembagaan dengan ditetapkannya Badan Semi Otonom Mahasiswa (BSOM) menjadi Kelompok Studi Mahasiswa (KSM).

KSM Fakultas Syari’ah tersebut mencakup beberapa unit kegiatan, di antaranya Lembaga Kajian Hukum, Moot Court Community, Forum Diskusi Santri, serta Media Center Fakultas Syari’ah. Perubahan ini diharapkan mampu memperkuat peran mahasiswa dalam pengembangan akademik, kajian keilmuan, serta publikasi dan informasi fakultas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Syari’ah, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, serta seluruh jajaran struktural Fakultas Syari’ah UIN Salatiga. Kehadiran pimpinan fakultas menjadi bentuk dukungan penuh terhadap penguatan kelembagaan kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Syari’ah.

“Fakultas Syari’ah berharap kepada seluruh Organisasi Kemahasiswaan bisa bekerja menjalankan program secara maksimal dan juga sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan sudah berlaku, dan berharap mahasiswa secara maksimal sejak dari awal Menyusun program-program yang inovatif yang kreatif memiliki dampak untuk kemajuan fakultas syari’ah dan juga memiliki dampak untuk kompetensi dan prestasi mahasiswa di fakultas syari’ah, dan yang terakhir saya berharap juga bahwa ormawa yang sudah dilantik ini juga menjadikan ormawa ini menjadi ajang belajar untuk berorganisasi dan untuk menjadi pemimpin sehingga nanti bisa menjadi bekal bagi kehidupannya dimasyarakat maupun di dunia kerja” Ujar Dekan Fakultas Syari’ah Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I.,M.Si

Lebih lanjut dekan fakultas syari’ah berharap Kelompok Studi Mahasiswa ini bisa memberikan dampak prestasi pada mahasiswa fakultas syari’ah untuk mendapatkan nominasi kejuaraan-kejuaraan nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan pelantikan dan upgrading ini, Fakultas Syari’ah berharap para pengurus Ormawa dan KSM yang baru dilantik mampu menjalankan amanah organisasi secara profesional, inovatif, dan berkontribusi aktif dalam mendukung pengembangan mahasiswa serta visi Fakultas Syari’ah UIN Salatiga.

Mahasiswa HKI Kobarkan Semangat Belajar kepada Siswa SMK

Kab. Semarang, (9 Februari 2026). Bertempat di SMK Gadjah Mada Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang, tiga orang mahasiswa Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah UIN Salatiga mengobarkan semangat untuk terus belajar dan thalabul ilmi kepada para siswa SMK. Ketiga mahasiwa tersebut yakni; Surya Rahmandani (Ketua HMPS HKI), Siti Nur Khofifah, Luthfia Alya, serta didampingi seorang dosen, yakni Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H.

Rombongan dari Mahasiswa HKI dan dosen Fakultas Syariah ini diterima oleh Drs. H. Nur Fuadi (Kepala Sekolah) dan Tria Puji Lestari, S.Pd (Guru SMK Gadjah Mada). Drs. H. Nur Fuadi menjelaskan bahwa kegiatan ini penting dilaksanakan di SMK Gadjah Mada agar memberikan motivasi serta semangat kepada para siswa SMK untuk terus belajar dan menimba ilmu. “Ilmu pengetahuan merupakan kunci bagi generasi muda untuk meraih kesuksesan di dunia dan di akhirat”, jelasnya.

Sementara itu, Dr. M. Chairul Huda, M.H. mengingatkan pentingnya semangat untuk terus menerus belajar. Dengan mengutip perkataan dari Imam Syafi’I RA, Chairul Huda mengatakan: “Jika engkau tak mau merasakan lelahnya belajar, maka engkau akan menanggung pahitnya kebodohan”. Oleh karenanya penting bagi Gen-Z yang sekarang duduk di bangku SMA-SMK-MA untuk tidak lelah dalam terus menerus belajar. Entah di sekolah, pesantren, perguruan tinggi ataupun pada kehidupan keseharian.

Dalam paparan materinya, ketiga mahasiswa HKI juga mengenalkan prospek dalam menempuh pendidikan tinggi, khususnya pada Fakultas Syariah UIN Salatiga. Surya mengatakan; “Banyak alumni HKI yang telah sukses menjadi hakim, panitera, jaksa, pengacara, dosen, mediator, pengusaha, serta pada berbagai profesi lainnya. “Pada Fakultas Syariah UIN Salatiga, kita akan diberikan mata kuliah yang bukan hanya hukum umum (hukum positif), tetapi juga hukum Islam (Syariah). Kedua ilmu tersebut menjadi modal utama dalam memahami praktik dan perkembangan hukum Islam di Indonesia.” Jelas mahasiswa asal Kalimantan Barat ini.

Program Pengabdian: Redaktur Jurnal Ijtihad Berikan Academic Writing

Salatiga, (3 Februari 2026). Bertempat di Gedung Aula Pascasarjana UIN Salatiga, Redaktur Jurnal Ijtihad Fakultas Syariah UIN Salatiga memberikan materi academic writing untuk mahasiswa Magister Hukum Keluarga Islam (S2 HKI). Acara Workshop Penulisan Artikel Jurnal ini diikuti oleh sekira empat puluh mahasiswa S2 HKI.

Prof. Dr. Phill. Asfa Widianto, M.A. selaku Direktur Pascasarjana UIN Salatiga dalam sambutannya mengatakan; “Kegiatan ini penting dilaksanakan dalam rangka memberikan bekal dalam hal penulisan artikel jurnal kepada mahasiswa S2 HKI. Hal ini mengingat, syarat lulus dalam menempuh program Pascasarjana di UIN Salatiga adalah dengan menerbitkan artikel jurnal yang terakreditasi, selain tentunya juga dengan menulis tesis. Oleh karenanya, peserta diharapkan antusias dan semangat mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir.”

Sementara itu, Dr. Hj. Tri Wahyu Hidayati, M.Ag. selaku Ketua Program Studi S2 HKI menjelakan bahwa bekal pengetahuan tentang penulisan artikel jurnal diperlukan oleh mahasiswa pascasarjana sejak awal perkuliahan. Hal ini untuk menghindari keterlambatan kelulusan. “Dengan mempersiapkan artikel jurnal sedari awal perkuliahan, diharapkan mahasiswa dapat lulus tepat waktu”, jelas doktor lulusan UIN Walisongo Semarang ini.

Workshop yang berlangsung secara intensi ini menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kepakaran pada bidang penulisan artikel jurnal. Paparan materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Illya Muhsin, S.HI., M. Si, (Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga) yang berfokus pada Tips and trick dalam penulisan artikel jurnal. Materi kedua disampaikan oleh Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H. (Editor in Chief Jurnal Ijtihad) yang menjelaskan tentang pemilihan venue publikasi dan mencari referensi. Serta materi ketiga disampaikan oleh Endang Sriani, M.H. (Managing Editor Jurnal Ijtihad) yang memandu praktik pengoperasian Mendeley sekaligus praktik submit pada open journal system (OJS) jurnal yang terakreditasi SINTA.

Program Pengabdian: Fakultas Syariah Lakukan Motivation Training dan Literasi Hukum ke Madrasah

Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Grobogan, Fakultas Syariah UIN Salatiga melakukan motivation training dan penyuluhan literasi hukum di depan para siswa MAN 1 Grobogan. Rombongan dari Fakultas Syariah terdiri dari, Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag selaku Wakil Dekan II, serta beberapa dosen, yakni; Dr. M. Chairul Huda, M.H, Endang Sriani, M.H., dan Aini Rahmaniya, S.H., M.H.

Rombongan disambut oleh H. Kasmuin, S.Ag., M.Pd, selaku Kepala Sekolah MAN 1 Grobogan. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah MAN 1 Grobogan menjelaskan; “Kami bersyukur dan berterimakasih atas kehadiran bapak-ibu dosen dari Fakultas Syariah UIN Salatiga. Kami sangat berterimakasih siswa-siswa di MAN 1 Grobogan ini mendapatkan motivation training dan wawasan baru tentang pentingnya ilmu pengetahuan serta literasi hukum. Mengingat, siswa-siswa ini adalah anak-anak remaja Gen-Z yang butuh banyak belajar.”

Rombongan dari Fakultas Syariah, selain memberikan motivation training dan bersosialisasi tentang pentingnya pengembangan keilmuan dengan menempuh pendidikan tinggi di univesitas, para dosen Fakultas Syariah juga menjelaskan tentang pentingnya literasi hukum serta literasi digital. Hal ini penting karena era saat ini telah mengalami kemajuan dalam tekhnologi, yang memudahkan Gen-Z untuk mengakses berbagai hal di dunia nyata. Mulai dari yang bersifat positif maupun negatif. Pada dunia maya yang berbasis internet, siswa bisa belajar dan meningkatkan kapasitas keilmuan melalui internet. Namun demikian, situs-situs yang menyuguhkan pornografi, pornoaksi, judi online, pinjaman online illegal, dan berbagai dampak negatif lainnya perlu diantisipasi. Oleh karenanya penting melakukan literasi hukum sekaligus literasi digital pada generasi-generasi penerus bangsa yang saat ini duduk di bangku sekolah menengah.

Kolaborasi Antar Lembaga: Fakultas Syariah bersama MAN 1 Grobogan Selenggarakan Lokakarya Imsakiyah

Grobogan, (29 Januari 2026). Bertempat di aula gedung MAN 1 Grobogan, Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga bekerjasama dengan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Grobogan selenggarakan Lokakarya Imsakiyah Ramadhan 1447 H.

Dihadiri oleh sekira 100 perwakilan guru madrasah serta para ustadz pondok pesantren di lingkungan Kabupaten Gorbogan, dosen dan tenaga pendidikan FaSya, acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag selaku Wakil Dekan 2 Fakultas Syariah UIN Salatiga.

Bertindak sebagai narasumber pada lokakarya ini adalah Ustadz Ruswa Darsono, M.Ag dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dan KH. Habibul Huda (Pengasuh Pondok Pesantren Fadlul Wahid Grobogan. Keduanya merupakan pakar dibidang ilmu falak. Turut hadir dalam kegiatan ini, H. Kasmuin, S.Ag., M.H. (Kepala MAN 1 Grobogan).

Dalam sambutannya, Prof. Zum menyampaikan; “Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian Fakultas Syariah sekaligus implementasi kerjasama bersama MAN 1 Grobogan untuk masyarakat. Tujuan dilaksanakannya lokakarya imsakiyah ini yakni; pertama, memberikan pengetahuan tentang penetapan awal Bulan Ramadhan dan Syawal 1447 H; kedua, mengembangkan keilmuan falakiyah; ketiga, merusmuskan jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H; keempat, meningkatkan hubungan kerjasama yang baik antara Fakultas Syariah dengan berbagai instansi; kelima, sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat.”

Lebih lanjut, Prof. Zum mengatakan bahwa outcome dari kegiatan ini berupa jadwal imsakiyah yang akan dicetak dan didistribusikan kepada masyarakat dan stakeholders.

Sementara itu, H. Kasmuin, S.Ag., M.Pd. selaku Kepala MAN 1 Grobogan dalam sambutannya mengatakan; “Kami mengucapkan terimakasih kepada Fakultas Syariah UIN Salatiga dan seluruh pihak yang terkait demi kesuksesan terselenggaranya lokakarya ini. Kegiatan ini sangat penting karena ditunggu oleh masyarakat terutama tentang ketentuan waktu imsak dan waktu maghrib, mengingat sebentar lagi kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H. Selain itu, bagaimana persepsi tentang pendekatan hisab dan ru’yah dalam ilmu falak dapat dipadukan.” 

Fakultas Syariah UIN Salatiga Implementasikan MoU dengan ITB Ahmad Dahlan melalui Guest Lecture Zakat untuk Korban Kekerasan

Fakultas Syariah UIN Salatiga mengimplementasikan Nota Kesepahaman (MoU) dengan ITB Ahmad Dahlan Jakarta melalui kegiatan Guest Lecture bertema “Inisiatif Zakat untuk Mendukung Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Indonesia” yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom, Rabu (28/1).

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si yang menegaskan bahwa guest lecture tersebut merupakan bentuk nyata kerja sama akademik antara Fakultas Syariah dan ITB Ahmad Dahlan Jakarta.

“Kegiatan ini merupakan implementasi dari MoU Fakultas Syariah dengan ITB Ahmad Dahlan Jakarta. Semoga kerja sama ini dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk lainnya. Terima kasih kepada ITB Ahmad Dahlan yang telah menginisiasi MoU ini, karena saya kira kerja sama seperti ini sangat penting,” ujarnya.

Dekan juga menyoroti pentingnya topik yang dibahas, khususnya terkait pengelolaan zakat untuk mendukung korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Menarik apa yang akan disampaikan Bu Yuli mengenai pengelolaan zakat untuk korban kekerasan perempuan. Gagasan ini sebenarnya sudah diterbitkan dalam Jurnal Ijtihad. Karena menariknya tulisan tersebut, kegiatan ini diikuti dan didengarkan oleh banyak peserta melalui Zoom,” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa implementasi kerja sama antara Fakultas Syariah UIN Salatiga dan ITB Ahmad Dahlan Jakarta tidak hanya berhenti pada kegiatan kuliah tamu, tetapi akan dikembangkan dalam bentuk kegiatan akademik lain.

“Bentuk implementasi ke depan meliputi penelitian, pendampingan, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya terkait pemberdayaan zakat bagi korban kekerasan terhadap perempuan,” jelasnya.

Materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Yulianti Muhtmainnah, S.H.I., M.Sos., Ketua Pusat Studi Islam, Perempuan, dan Pembangunan ITB Ahmad Dahlan Jakarta. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya optimalisasi zakat sebagai instrumen sosial untuk pemulihan, pemberdayaan, dan perlindungan korban kekerasan, baik secara ekonomi maupun psikososial.

Kegiatan dipandu oleh Nur Mifchan Solichin, M.H., dosen Fakultas Syariah UIN Salatiga, sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta.

Guest Lecture ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, serta pemerhati isu zakat, hukum, dan perlindungan perempuan dan anak.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Salatiga menegaskan komitmennya untuk memperkuat jejaring akademik serta mendorong peran zakat sebagai instrumen keadilan sosial yang responsif terhadap isu-isu kemanusiaan di Indonesia.