Dari UIN Salatiga FORMAHII Jateng-DIY 2026 Siap Lahirkan Gerakan Solutif dan Berdampak

Salatiga, 11 April 2026 — Semangat konsolidasi dan penguatan gerakan mahasiswa hukum keluarga Islam tampak kuat dalam agenda Pelantikan Pengurus Forum Mahasiswa Hukum Islam Indonesia (FORMAHII) periode 2026 se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Kampus 3 UIN Salatiga, Sabtu (11/4/2026).

Agenda ini menjadi titik penting bagi FORMAHII dalam merawat jejaring intelektual dan organisatoris antar mahasiswa hukum keluarga Islam lintas kampus. Sebanyak 40 calon pengurus dari 17 perguruan tinggi Islam se-Jateng dan DIY resmi mengikuti prosesi pelantikan sebagai nahkoda baru organisasi untuk periode 2026 yang diketuai oleh Afrizal Fadhil Ilyas, S.H.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusias dengan mengundang sejumlah tokoh strategis nasional dan akademik yaitu Staf Khusus Menteri Agama RI, Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., Ketua PDHKI sekaligus Dewan Penasehat FORMAHII, Prof. Dr. Ilya Muhsin, S.HI., M.Si., serta Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat FORMAHII Ahmad Alwi, S.H. namun dalam waktu yang sama beliau tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut.

Hana Fadhila, S.H. sebagai demisioner FORMAHII ikut serta hadir dalam kegiatan tersebut untuk memberikan sambutan dan juga mengambil sumpah calon pengurus, menimbang Ketua Umum DPP Formahii berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Afrizal Fadhil Ilyas menegaskan bahwa pelantikan ini tidak boleh dimaknai sebagai sekadar agenda seremonial atau formalitas belaka. Menurutnya, momentum ini harus menjadi gerbang awal bagi seluruh pengurus untuk melangkah lebih maju, progresif, dan mampu menghadirkan dampak nyata bagi organisasi maupun masyarakat luas.

Lebih lanjut, Afrizal menyampaikan keyakinannya terhadap kesiapan dan tanggung jawab seluruh pengurus yang telah dilantik untuk mengemban amanah sesuai bidang tugas masing-masing. Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip kebersamaan, solidaritas, dan sinergi kolektif dalam menjalankan roda organisasi. Selain itu, ia juga berpesan agar kepengurusan tidak terjebak pada banyaknya program kerja secara kuantitas, melainkan lebih mengutamakan kualitas program yang sedikit namun benar-benar terukur, relevan, dan berdampak nyata.

Senada dengan hal tersebut, Hana Fadhila dalam sambutannya menyampaikan bahwa FORMAHII harus hadir bukan hanya sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai ruang aksi yang melahirkan gerakan nyata. Ia menegaskan bahwa FORMAHII tidak cukup hanya menjadi pihak yang kritis terhadap berbagai persoalan, melainkan juga harus tampil sebagai pemberi solusi yang konstruktif dan solutif.

Lebih dari itu, Hana menekankan bahwa FORMAHII bukan sekadar simbol organisasi, melainkan harus menjadi kekuatan kolektif yang terus bergerak, progresif, dan mampu memberikan kontribusi serta dampak yang berkelanjutan bagi perkembangan mahasiswa hukum Islam di Jawa Tengah dan DIY.

Pelantikan pengurus periode 2026 ini diharapkan menjadi awal lahirnya kepemimpinan yang solid, visioner, dan mampu membawa FORMAHII Jateng-DIY semakin relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Kontributor: Encep Bahru Jaman

Realisasi Kerja Sama, Bawaslu: Kami Merupakan Perpanjangan Mata MK

Salatiga (09/04/2026)- Fakultas Syari’an UIN Salatiga melakukan kerja sama dengan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Salatiga. Kerja sama ini adalah inisiasi Bawaslu Kota Salatiga dan disambut baik oleh Fakultas Syariah. Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ilyya Mushin, M.Si, menyatakan bahwa kerja sama tersebut sangat bermanfaat, khususnya dalam membangun kesadaran pemilu, atau secara garis besar membuka ruang literasi demokrasi dan politik bagi mahasiswa.

“Kami menyambut baik, kerja sama yang diinisiasi oleh Bawaslu, dan ini menjadi ruang pembelajaran secara langsung pada mahasiswa fakultas kami. Tentu kami berterima kasih atas kerja sama ini, terlebih kerja sama ini sifatnya konkrit, yakni kuliah tamu dan projek-projek perkuliahan”, jelas Prof. Ilyya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Salatiga hadir langsung di tengah mahasiswa Fakultas Syariah UIN Salatiga sebagai dosen tamu dalam mata kuliah Sosiologi Politik pada Kamis, 9 April 2026. Dalam perkuliahan tersebut, Bawaslu membedah persoalan kepemiluan, sistem keadilan pemilu dan sengketa proses pemilu.

Wakil Dekan, Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Sukron Ma’mun, Ph.D menyatakan kehadiran Bawaslu di ruang kelas adalah implementasi kerja sama yang telah disepakati antara Fakultas Syariah dan Bawaslu Kota Salatiga.

“Meraka masuk di kelas untuk mengajar satu semester, kebetulan masuk pada mata kuliah yang saya ampu, Sosiologi Politik. Dosen tamu dari Bawaslu bisa mengajar tentang pendidikan demokrasi, persoalan-persoalaan yang timbul pada masa pemilu, termasuk sengketa pemilu. Tentu saja ini sangat baik, karena mahasiswa belajar secara langsung, bahkan praktik penanganan langsung jika terjadi kecurangan pemilu”, jelas Sukron.

Kehadiran ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas demokrasi dengan mendorong lahirnya pengawas partisipatif dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat. Agenda ini sekaligus menjadi bukti nyata tindak lanjut realisasi kerja sama antara Bawaslu Kota Salatiga dan Fakultas Syari’ah yang telah disepakati pada bulan Februari lalu.

Bintar Lulus Pradipta yang merupakan salah satu dosen tamu dari Bawaslu Kota Salatiga menyampaikan pentingnya peran mahasiswa untuk terjun langsung memantau integritas pemilu di lapangan, terutama dalam mengawal potensi pelanggaran seperti politik uang (money politic).

“Tujuan utama dari kelas ini adalah melibatkan mahasiswa dan masyarakat secara aktif dalam pengawasan pemilu. Jika pengawasan hanya mengandalkan Bawaslu, maka demokrasi tidak akan berjalan dengan baik. Mahasiswa harus menjadi pengawas partisipatif, misalnya melaporkan praktik money politic di lingkungannya,” tutur Bintar.

Selain menyampaikan materi, pihak Bawaslu juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi dan bertanya jawab. Diskusi semakin mendalam saat mahasiswa mempertanyakan posisi Bawaslu dalam penyelesaian sengketa hasil pemilu yang secara konstitusional berada di ranah Mahkamah Konstitusi (MK). Merespons hal tersebut, pihak Bawaslu memberikan klarifikasi mengenai peran strategis mereka dalam proses hukum di tingkat pusat.

“Kami merupakan perpanjangan mata atau pihak yang memberikan keterangan resmi kepada MK. Dalam setiap persidangan sengketa hasil, data dan hasil pengawasan yang kami kumpulkan menjadi referensi utama bagi hakim MK untuk memutus perkara secara adil,” jelasnya.

Setelah sesi diskusi berakhir, Bawaslu mengajak seluruh mahasiswa di kelas untuk menjawab kuis yang telah disediakan. Adanya kuis ini merupakan bentuk evaluasi untuk melihat sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah disampaikan. Perkuliahan diakhiri dengan pembagian kelompok dan penugasan oleh Bawaslu.

Sebagai informasi, keterlibatan Bawaslu ini merupakan bagian dari program terstruktur selama satu semester yang akan mengampu tiga mata kuliah, yakni Hukum Partai Politik dan Sistem Pemilu, Sosiologi Politik, serta Hukum Pemerintahan Daerah.

Kontributor: Muntiatul Badiah (mahasiswa HES 2023)

Ketua program studi HES perkenalkan Hukum Ekonomi Syariah kepada mahasiswa asing melalui Program Short Course

Salatiga, (07 April 2026) – Fakultas Syariah UIN Salatiga kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Short Course yang berlangsung pada 7 April 2026 di Gedung B3 Fakultas Syariah UIN Salatiga. Kegiatan ini diikuti oleh 35 mahasiswa internasional yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Afghanistan, Yaman, Gambia, Bangladesh, Thailand, Filipina, serta beberapa negara lainnya. Seluruh peserta merupakan mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Program Short Course ini dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik, dan budaya, sekaligus memperkenalkan keunggulan keilmuan yang dimiliki Fakultas Syariah UIN Salatiga kepada masyarakat internasional. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehingga mampu menciptakan suasana akademik yang inklusif dan berwawasan global.

Dalam kegiatan tersebut, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) turut mengambil bagian dengan menyelenggarakan perkuliahan bertajuk “Introduction to Islamic Economic Law in Indonesia” yang disampaikan oleh Endang Sriani, M.H., Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah sekaligus dosen pengampu.

Pada sesi perkuliahan, Endang Sriani menguraikan secara komprehensif mengenai perkembangan Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia, mulai dari landasan filosofis dan yuridis, sistem regulasi nasional, perkembangan industri keuangan syariah, perbankan syariah, bisnis halal, hingga mekanisme penyelesaian sengketa ekonomi syariah melalui Peradilan Agama. Materi juga mengulas bagaimana Indonesia berhasil mengintegrasikan nilai-nilai syariah ke dalam sistem hukum nasional sehingga menjadi salah satu negara dengan perkembangan ekonomi syariah yang paling dinamis di dunia.

Suasana kelas berlangsung sangat interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengajukan berbagai pertanyaan, berdiskusi, serta membandingkan implementasi hukum ekonomi syariah di Indonesia dengan praktik yang diterapkan di negara asal masing-masing. Diskusi lintas negara tersebut memberikan perspektif baru bagi seluruh peserta sekaligus memperkaya proses pembelajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Endang Sriani menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan sistem Hukum Ekonomi Syariah Indonesia kepada komunitas akademik internasional.

“This short course is not only about sharing academic knowledge but also about building mutual understanding among different cultures and legal systems. We hope the participants gain valuable insights into the unique development of Islamic Economic Law in Indonesia and establish meaningful academic connections with our faculty.”

Antusiasme peserta juga tercermin dari kesan positif yang mereka sampaikan setelah mengikuti perkuliahan. Salah seorang mahasiswa asal Bangladesh mengungkapkan,

“I really enjoyed the interactive discussion. The lecturer explained complex topics in a very clear and interesting way. This session has inspired me to learn more about Indonesia’s experience in developing Islamic Economic Law.”

Keikutsertaan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dalam kegiatan Short Course ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Syariah UIN Salatiga untuk memperluas jejaring akademik internasional sekaligus mendukung pencapaian visi universitas sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan bereputasi global. Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah tidak hanya memperkenalkan keunggulan akademiknya kepada mahasiswa internasional, tetapi juga mempertegas peran Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan Hukum Ekonomi Syariah di tingkat dunia.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya berbagai kolaborasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Fakultas Syariah UIN Salatiga sebagai mitra akademik yang terbuka, inovatif, dan berdaya saing global.

HARMONI RAMADHAN: UPAYA OPTIMALISASI SINERGI ORMAWA FAKULTAS SYARI’AH

Salatiga,(10 Maret 2026) – Kegiatan harmoni ramadhan dengan tema “Optimalisasi  Sinergi dalam Ramadhan” sukses diselenggarakan di RT 45 Pasar Sapi. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus penguatan kolaborasi antar organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga.

Acara ini dihadiri oleh penceramah Ustadz Muhammad Taufiq Zam Zami, M.A., Wakil Dekan Fakultas III Syari’ah Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama, para Ketua Program Studi, para pembina Kelompok Studi Mahasiswa, serta seluruh unsur organisasi kemahasiswaan Fakultas Syari’ah yang terdiri dari Sema, Dema, HMPS dan KSM.

Kegiatan Harmoni Ramadhan diawali dengan kajian yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Taufiq Zam Zami, M.A. Dalam kajiannya, beliau menekankan pentingnya memanfaatkan bulan ramadhan untuk memerkuat nilai spritual dan mempererat ukhuwah.

Jangan sampai anak muda banyak meluangkan waktu yang tidak bermanfaat. Harus memiliki aktivitas yang dapat meningkatkan kemampuan dalam diri kalian. Ujarnya

Setelah kajian berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang menjadi sarana mempererat silaturahmi antar sivitas akademik dan ormawa Fakultas Syari’ah. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut.

Selain itu, agenda penting dalam kegiatan ini adalah sinergi program kerja antar organisasi kemahasiswaan. Diskusi tersebut bertujuan untuk menyusun dan berkolaborasi dalam menjalankan berbagai program kemahasiswaan ke depan.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan III Fakultas Syari’ah menyampaikan harapannya agar seluruh organisasi kemahasiswaan dapat bersinergi dalam mendukung program besar Fakultas Syari’ah yang direncanakan ke depan, yaitu “Fasya Fest”. Program tersebut dirancang sebagai kegiatan terpadu yang melibatkan seluruh organisasi kemahasiswaan, di mana setiap organisasi akan melaksanakan salah satu program kerjanya secara bersamaan dalam satu rangkaian kegiatan yang berkelanjutan, seperti seminar, pelatihan, maupun perlombaan.

Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa sasaran utama kegiatan Fasya Fest adalah para siswa SMA/MA maupun SMK kelas XII, dengan harapan melalui kegiatan tersebut mereka dapat mengenal lebih dekat Fakultas Syari’ah dan tertarik untuk melanjutkan studi serta menjadi bagian dari mahasiswa Fakultas Syari’ah UIN Salatiga.

Kontributor:

Encep Bahru Jaman (Direktur MCFs)

Zidni Ilma Napian (Anggota Jurnalistik)

Fakultas Syari’ah Gelar Mujahadah serta Buka Bersama Jelang Asesmen Prodi

Salatiga (05/03/2026) – Keluarga besar Fakultas Syari’ah UIN Salatiga menggelar kegiatan mujahadah dan khataman al-Qur’an di Lantai 2 Gedung Dekanat Fakultas Syari’ah, pada Kamis, 5 Maret 2026. Agenda yang melibatkan jajaran dosen dan karyawan hingga fungsionaris Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) ini diakhiri dengan buka puasa bersama sebagai simbol kebersamaan.

Acara yang dipandu oleh Nur Mifchan Solichin, M.H., selaku pembawa acara berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.

Prof. Ilyya Muhsin, M.Si., Dekan Fakultas Syari’ah dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan spiritual bagi agenda-agenda besar fakultas yang tengah dan akan berjalan.

“Semoga dengan mujahadah ini kita diberikan Allah kemudahan dalam melaksanakan asesmen lapangan prodi HKI (Hukum Keluarga Islam) dan HTN (Hukum Tata Negara), serta diberikan asesor yang mudah, diberikan kemudahan seluruh prosesnya dan pada akhirnya nanti, Prodi HKI, HTN dan juga HES diberikan nilai unggul semuanya,” tegas Dekan dalam sambutannya.

Beliau juga menambahkan bahwa kekuatan doa sangat dibutuhkan untuk mendukung kerja keras administratif. “Kita berharap, berdoa kepada Allah semoga PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) kita, target kita tercapai, terpenuhi 525 mahasiswa baru,” imbuhnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan tahlil serta ayat-ayat al-Qur’an yang dipimpin oleh Erkham Maskuri LC., M.S.I. Kemudian acara dilanjutkan dengan asyroqolan atau pembacaan salawat.

Menjelang waktu maghrib, kegiatan ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Melalui perpaduan kerja keras dan dukungan spiritual ini, Fakultas Syari’ah optimis dapat meraih hasil terbaik dalam asesmen lapangan mendatang serta terus berkembang menjadi fakultas yang unggul dan integratif.

Kontributor: Muntiatul Badiah (Mahasiswa HES 2023)

PENGAJIAN AKBAR SYI’AR RAMADHAN 1447 H: RAMADHAN SEBAGAI MOMENTUM MEMAKMURKAN MASJID

Salatiga, (04/03/2026) – Dalam rangka menyemarakkan Syi’ar Ramadhan 1447 H, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan kegiatan Pengajian Akbar di Masjid Kampus 2 UIN Salatiga pada Selasa, 4 Februari 2026, pukul 12.30–14.30 WIB. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh sivitas akademik serta mahasiswa umum dari Fakultas Syari’ah maupun Fakultas Dakwah yang antusias menyambut serta ikut serta meramaikan syi’ar di bulan Ramadhan.

Mengangkat tema “Ramadhan sebagai Momentum Memakmurkan Masjid”, pengajian menghadirkan penceramah Drs. KH. Jumari Al Ngluwari, M.Pd. Dalam tausiy’ahnya, beliau menekankan pentingnya meneladani sifat-sifat wajib Rasul, yaitu sidik, amanah, tabligh, dan fatanah, untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, keempat sifat tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun pribadi muslim yang berintegritas dan berkontribusi bagi kemakmuran umat.

Lebih lanjut, KH. Jumari menyampaikan tentang perintah untuk mendengarkan dan diperdengarkan. Apa yang kita dengar dan lihat, tegas beliau, sangat memengaruhi perilaku dan karakter seseorang. Namun demikian, terdapat kendala atau penghalang dalam menerima nasihat dan wasiat kebaikan dari orang lain. Di antaranya adalah sikap merasa lebih pintar dan merasa lebih tua sehingga enggan mendengarkan. Untuk menjadi pendengar yang baik, seseorang harus memiliki sikap rendah hati dan terbuka terhadap masukan.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan tentang pentingnya ketaatan. “Siapa yang taat kepadaku maka dia menginginkan surga, dan siapa yang tidak taat maka ia enggan masuk surga,” ungkapnya, menegaskan bahwa ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan jalan keselamatan.

Selain itu, disampaikan pula tentang konsep nafkah yang tepat. Nafkah yang baik bukan semata-mata yang banyak, melainkan yang sesuai dengan kebutuhan penerima. Prinsip ketepatan dan kemanfaatan ini menjadi bagian dari nilai keadilan sosial dalam Islam.

KH. Jumari juga mengibaratkan kehidupan sebagai jalan mendaki, yaitu jalan yang penuh perjuangan dan pengorbanan. Salah satu bentuk pengorbanan tersebut adalah memerdekakan budak, yang dalam konteks kekinian dimaknai sebagai membantu orang lain mencapai cita-cita tertingginya dan membebaskan mereka dari berbagai keterbatasan.

Dalam kaitannya dengan tema besar syi’ar ramadhan, beliau merujuk pada Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 18 tentang kriteria orang-orang yang memakmurkan masjid. Disebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang: (1) beriman kepada Allah dan hari akhir, (2) mendirikan sholat, (3) menunaikan zakat, dan (4) senantiasa berjamaah. Beliau menegaskan bahwa tidak semua orang yang mendirikan masjid otomatis termasuk dalam kategori memakmurkan masjid apabila salah satu dari empat kriteria tersebut belum terpenuhi dalam dirinya.

Pengajian Akbar ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi seluruh peserta untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat iman, meningkatkan ketaatan, serta benar-benar memakmurkan masjid tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui ibadah dan aktivitas keagamaan yang berkelanjutan.

Kontributor: Encep Bahru Jaman (Direktur Media Center Fakultas Syari’ah)

Bangun Demokrasi Pemilu Lebih Kuat, Fakultas Syari’ah dan Bawaslu Kota Salatiga Jalin Kerjasama

Salatiga, (20 Februari 2026) – Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Salatiga menjali kerja sama bersama Badan Pengawas Pemilu Kota Salatiga pada Jumat, 20 Februari 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 3 Gedung Fakultas Syari’ah dan dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua institusi.

Dari pihak Fakultas Syari’ah, hadir Dekan Fakultas Syari’ah Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I.,M.Si., Wakil Dekan II, Prof. Dr. Siti Zumrotun, M.Ag., Wakil Dekan III, Sukron Ma’mun, M.Si. Ph.D, Kepala Bagian Tata Usaha, para Sekretaris Program Studi, serta jajaran struktural lainnya. Sementara itu, dari Bawaslu Kota Salatiga hadir Bapak Dayusman Junus, S.Pd. sebagai ketua ditemani oleh Lukman Fahmi, S.H.,M.H. yang merupakan alumni dari UIN Salatiga turut hadir sebagai mitra strategis dalam penguatan kerja sama kelembagaan di bidang kepemiluan.

Dalam sambutannya, pihak Bawaslu menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya strategis yang telah dan terus dilaksanakan di berbagai provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia. Kolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, sejalan dengan arahan Bawaslu RI dalam mendorong pelaksanaan program sosialisasi dan penguatan kapasitas akademik mahasiswa di bidang kepemiluan.

Kerja sama ini dirancang sebagai langkah konkret dalam mewujudkan demokrasi yang lebih berkualitas, transparan, dan berintegritas. Sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan institusi pendidikan tinggi menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran hukum serta partisipasi publik yang kritis dan bertanggung jawab.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I.,M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran jajaran Badan Pengawas Pemilu Kota Salatiga sekaligus atas inisiasi kerja sama kelembagaan yang pada hari tersebut resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Mahasiswa HES Tampil sebagai Presenter dalam B-ISComE x FIPP International Forum 2026 di UNNES

Semarang, (19 Februari 2026). Kegiatan Bilateral International Students Community Engagement (B-ISComE) x FIPP International Forum 2026 diselenggarakan di Gedung Dekanat Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Kamis, 19 Februari 2026.

Acara dibuka secara langsung oleh Dekan FIPP UNNES, Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Si., yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Dalam sambutannya, dia menyampaikan, “Forum internasional seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi akademik lintas negara serta merespons isu-isu kontemporer di bidang pendidikan dan psikologi secara bersama-sama.”

Forum internasional ini menghadirkan enam pembicara, terdiri atas tiga pembicara dari Indonesia serta masing-masing satu pembicara dari Myanmar, Kyrgyzstan, dan Gambia. Kegiatan ini juga diikuti oleh delegasi dari Universiti Malaya, Malaysia, serta sivitas akademika UIN Salatiga.

Dalam kesempatan tersebut, Annisa Denti Papita hadir sebagai presenter mewakili alumni International Mobility Program (IMoP) 2025 sekaligus sebagai mahasiswa S1 Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga. Ia menyampaikan materi berjudul “Artificial Intelligence in Sharia Economic Law Education: Between Learning Support and Cognitive Risk.”

Materi yang disampaikan mengkaji penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Hukum Ekonomi Syariah dari perspektif pengalaman mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa AI telah menjadi bagian dari praktik akademik, khususnya dalam membantu memahami kontrak keuangan syariah, regulasi perbankan dan asuransi syariah, serta analisis hukum pasar modal berbasis prinsip syariah.

Namun demikian, ia juga menyoroti adanya risiko kognitif dalam penggunaan AI, seperti kecenderungan pembelajaran yang bersifat permukaan (surface learning), menurunnya daya analisis kritis, serta munculnya ilusi pemahaman akibat ketergantungan pada jawaban instan. Dalam konteks Hukum Ekonomi Syariah yang merujuk pada peraturan perundang-undangan nasional, fatwa Majelis Ulama Indonesia, serta Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, ketelitian dan verifikasi sumber menjadi aspek yang sangat penting.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya, Annisa Denti Papita menerima sertifikat sebagai speaker dalam forum internasional tersebut.

Partisipasi ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa UIN Salatiga dalam forum akademik internasional serta memperkuat eksistensi keilmuan Hukum Ekonomi Syariah dalam diskursus pendidikan dan perkembangan teknologi kontemporer.

Kontributor: Annisa Denti Papita (Mahasiswa HES 2023)

Mahasiswi Fakultas Syariah UIN Salatiga Presentasikan Keterwakilan Perempuan pada Pemilu dalam Forum Internasional UIN Salatiga dan Universiti Malaya

Mahasiwa Fakultas Syariah berpartisipasi dalam kegiatan Bilateral International Student Community Engagement )B-ISComE) antara Universiti Malaya dan UIN Salatiga yang mengangkat tema hukum pendidikan dan Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam kegiatan tersebut, Fakultas Syariah mendelegasikan Majda Prawiranegara, mahasiswi Program Studi Hukum Tata Negara, sebagai presenter.

Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Phil. Asfa Widiyanto selaku Direktur Program Pascasarjana UIN Salatiga. Selanjutnya, sesi pemaparan utama disampaikan oleh Dr. Abd. Razak Zakaria dari Departemen Educational Foundation and Humanities, Fakultas Pendidikan Universiti Malaya, yang memaparkan perkembangan serta strategi pendidikan di Malaysia.

Dari pihak UIN Salatiga, Prof. Dr. Mukti Ali selaku Wakil Direktur Program Pascasarjana menjadi pembicara utama dengan materi mengenai koperasi desa/kelurahan Merah Putih sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Pada kesempatan tersebut, Majda mempresentasikan makalah berjudul “Affirmative Action for Women’s Parliamentary Representation: A Gender Perspective”. Presentasi tersebut mendapat tanggapan dari peserta asal Malaysia yang menanyakan bagaimana kebijakan afirmasi 30% keterwakilan perempuan dapat benar-benar berdampak di ruang publik, mengingat dominasi laki-laki masih kuat dalam berbagai sektor.

Menanggapi pertanyaan tersebut, ia menjelaskan bahwa pemenuhan kuota afirmasi perlu disertai kerja sama struktural antara masyarakat, partai politik, serta perempuan itu sendiri agar tujuan demokrasi inklusif dan keadilan gender dapat terwujud secara substantif, tidak hanya secara formal.

Kegiatan ditutup dengan sesi penutup dan perpisahan antara para presenter dari Universiti Malaya dan UIN Salatiga. Usai acara, Majda menyampaikan bahwa forum tersebut memberikan kesan mendalam karena membuka ruang pertukaran gagasan lintas negara mengenai isu pendidikan, hukum, dan Sustainable Development Goals (SDGs). Ia juga berharap konferensi internasional serupa dapat kembali diselenggarakan agar mahasiswa UIN Salatiga semakin berkembang secara intelektual serta memperoleh pengalaman berbicara di forum global.

Kontributor: Majda Prawiranegara (Mahasiwa HTN, 2022).

Dekan Fasya UIN Salatiga Bedah Isu Radikalisme pada Webinar UIN Kudus

Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga hadir sebagai narasumber utama pada Webinar Nasional Forum Visiting Profesor yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan UIN sunan kudus dengan tema “Sisi Lain Radikalisme Di Kota Toleran Salatiga Dan Kota Santri Kudus.” Webinar yang dihadiri sekitar 53 peserta itu dilaksanakan melalui platfrom zoom, Rabu 18 Februari 2026.

Menghadirkan dua narasumber guru besar yakni Prof. Ilyya Muhsin, M.Si., Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga sebagai narasumber pertama dan Prof. Dr. Moh. Rosyid, M.Pd., M.Hum., dosen UIN Sunan Kudus selaku narasumber kedua.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kaprodi Tadris IPS UIN Sunan Kudus, Ahmad Fatah, M.S.I., menyampaikan tujuan dari adanya webinar nasional adalah memperkaya kajian-kajian akademik khususnya pada Prodi Tadris IPS yang sesuai dengan tridarma perguruan tinggi utamanya tema-tema terkait toleransi sebagai hal yang kita butuhkan untuk mengembangkan perdamaian.

“Kedamaian adalah hal urgen dan butuh dikembangkan oleh kita bersama, salah satunya dengan toleransi,” tuturnya

Dalam paparannya, Dekan Fakultas Syariah menyampaikan pengalamannya menangani kasus radikalisme yang pernah terjadi di Kota Salatiga untuk kemudian dilakukan riset sehingga ditemukan beberapa data yang luar biasa terkait kelompok radikalisme Negara Islam Indonesia (NII).

“Di salatiga pada tahun 2012/2013 marak tentang NII (Negara Islam Indonesia) yang ramai di Tv saat itu dan kemudian kita bentuk tim dan saya melacak mahasiswa yang terlibat NII sekaligus saya riset saya kumpulkan mahasiswa saya tanyai mereka yang sudah terlibat dalam ataupun masih dipermukaan meskipun nggak banyak dan bisa dihitung dengan jari tapi saya menemukan data yang sangat luar biasa.”

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa radikalisme seperti terorisme merupakan bentuk kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang memiliki akar sejarah, motif, dan tujuan politik yang spesifik, berkaca pada organisasi yang pernah berkembang di Indonesia.

Kekhawatiran mendalam terhadap keterlibatan mahasiswa dalam kelompok radikal juga turut disampaikan. Menurutnya, mahasiswa adalah calon pemegang estafet kepemimpinan negara yang harus dijaga dari pengaruh ideologi ekstrem.

“Radikalisme bahkan sudah masuk di dunia pendidikan baik sekolah maupun kampus, menyerang generasi penerus bangsa dan menyerang persatuan dan kesatuan NKRI, nah jika pemuda atau siswa yang merupakan calon pemimpin bangsa banyak terpapar radikalisme bagaimana nasib masa depan bangsa ini,” imbuhnya

Sejalan dengan yang disampaikan narasumber pertama, Prof. Dr. Moh. Rosyid, M.Pd., M.Hum., dosen UIN Sunan Kudus menyampaikan materi berkaitan untuk mewaspadai gerakan senyap radikalisme. Dia mengungkapkan fakta bahwa para pelaku radikalisme sering kali merupakan warga lokal (Kudus) yang terpapar paham ekstrem saat merantau ke luar daerah, sebelum akhirnya tertangkap dalam operasi penegakan hukum di luar wilayah Kudus.

Diskusi yang dipandu oleh Noor Fatmawati, M.Pd., ini berlangsung interaktif hingga sesi tanya jawab berakhir. Melalui agenda Visiting Profesor ini, diharapkan sinergi antar-perguruan tinggi semakin kuat dalam membentengi mahasiswa dari pengaruh ideologi radikal demi menjaga keutuhan NKRI.

Kontributor: Muntiatul Badiah (Mahasiwa HES 2023)