Indahnya Berbagi, HMPS HES FaSya UIN Salatiga Santuni Anak Yatim dan Berbagi Takjil

Laporan: Qhotrun Nada, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Bentuk kepedulian mahasiswa yang tergabung dalam organisasi internal kampus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syariah (HES) pada Bulan Suci Ramadhan, dibungkus dengan pembukaan donasi sebagai titik awal langkah bentuk kepedulian antar sesama. Terhitung dalam kurun waktu 4 (empat) hari pengumpulan donasi mendapatkan hasil yang maksimal dengan presentase mahasiswa/i sebanyak 35% dan masyarakat sebanyak 65%. Pengumpulan donasi dari mahasiswa melalui kotak donasi yang ditempatkan dibeberapa titik yang sering mahasiswa jadikan tempat berkumpul atau lewati. Sedangkan donasi pada masyarakat, mahasiswa HMPS HES secara sukarela dengan semangat untuk berbagi, keluar kampus turun ke masyarakat untuk mencari donasi dengan mengelilingkan kotak donasi ke lingkungan masyarakat sekitar kampus.

Hasil donasi yang telah terkumpul dialokasikan dalam pengadaan santunan anak yatim dan berbagi takjil. Pada kesempatan kali ini HMPS HES FaSya mengambil tema “Menebarkan Kebaikan di Bulan Ramadhan untuk Meningkatkan Keimanan & Solidaritas Sosial”.

Santunan anak yatim dilaksanakan pada hari Minggu, 9 April 2023 bertempat di Panti Asuhan Darul Hadlanah Kecamatan Pabelan. Pembagian santunan dihadiri serta disaksikan 23 anggota HMPS HES FaSya dan 1 pengawas Senat Mahasiswa (SEMA) FaSya.

Panti Asuhan ini telah berdiri sejak tahun 2019 yang masih berjalan hingga saat ini dengan memiliki 6 anak yatim yang menetap, serta 6 anak dan 210 anak yatim binaan. Bapak K.H. Habib Sholeh S. Pd. M. Pd. sebagai penasehat panti tersebut juga menaungi kepengurusan Panti Asuhan sebanyak 24 pengurus. Bentuk pembinaan anak yatim tersebar sebanyak 17 desa di Kecamatan Pabelan yang berada dibawah naungan Darul Hadlanah. Pengadaan santunan kali ini ditujukan kepada 8 anak yatim yang berada di Panti Asuhan kala itu.

Rangkaian acara dalam santunan anak yatim diawali dengan pembacaan surah Al-Fatihah yang dipandu oleh Wirani Putri Septiani Soleha sebagai pembawa acara yang. Dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil oleh Lukman Hakim dan diakhiri pembacaan doa oleh Khoirul Huda.

Disampaikan oleh Putri Mulyasari selaku ketua panitia, “Alhamdulillah, santunan anak yatim dapat berjalan sesuai rencana dan semoga berkah. Dengan adanya santunan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas semua kenikmatan serta masih diberikan kesempatan untuk menjalani ibadah puasa di tahun ini. Sebagai bentuk tolong menolong antar sesama yang membutuhkan dan rasa cinta kita terhadap anak yatim”.

Masih dalam acara pembukaan, Ibu Latifah sebagai pengurus Panti Asuhan menerima dengan antusias bentuk santunan dari HMPS HES FaSya. “Sungguh luar biasa sudah memiliki niat yang besar untuk berbagi kepada sesama dan semoga menjadi bekal dan keinginan yang kuat untuk berbagi. Semoga kegautan ini menjadi inspiratif kepada mahasiswa setelahnya. Semoga dapat menjadi jalinan Silaturrahim yang baik. Dan kesempatan ke-3 kali menerima santunan pada bulan ini. Fasilitas kepada mahasiswa dan menjadikan keberkahan bagi semuanya”.

Tujuan terselenggara santunan anak yatim ini dapat menjadi awal silaturahim yang baik sesuai dengan harapan dari pengurus Panti Asuhan.

Kegiatan Ramadhan berlanjut dengan bagi takjil sekitar pukul 16.30 – 17.00 WIB dengan target 100 takjil gratis kepada pengendara jalan. Pembagian takjil dilakukan di Jalan Lingkar Salatiga tepatnya pada perempatan lampu lalu lintas Pulutan dengan 4 (empat) titik pembagian.

Bukti perwujudan kepedulian mahasiswa HMPS HES FaSya sebagai Ormawa kian selalu dipandang positif oleh masyarakat. Lukman Hakim sebagai Ketua HMPS HES FaSya menyampaikan bahwa “Dua kegiatan ini merupakan kegiatan yang mulia dibulan Ramadhan sesuai tema yang kita angkat yaitu, Menebarkan Kebaikan di Bulan Ramadhan untuk Meningkatkan Keimanan & Solidaritas Sosial. Sekaligus sebagai pengisi kegiatan positif pada bulan suci ramadhan, serta sebagai perwujudan rasa saling cinta kasih sayang dan kepedulian terhadap anak yatim”.

“Diharapkan dengan terselenggaranya program kerja Divisi Agama menjadi wajah baru bagi HMPS HES FaSya untuk terus berdakwah pada bulan Ramadhan dan dilain kesempatan” pungkasnya.

Komitmen untuk Inovasi dan Pengembangan Lebih Maju, Usia Belum Genap Dua Bulan ORMAWA FaSya UIN Salatiga Bertukar Pengalaman dengan ORMAWA UIN Raden Mas Said

Laporan: Ida Fitriyani, editor: Hijri

Surakarta, Fasya– Exchange Experiences for Innovation and Development, semboyan yang diusung untuk melecutkan motivasi Bersama pengurus  HMPS-HES (Himpunan Mahasiswa Program Studi-Hukum Ekonomi Syariah) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga. Baru belum genap dua bulan setelah dilantik oleh Dekan dana jajaran pimpinan Fakultas, Pengurus HMPS-HES langsung tancap gas melakukan kunjungan tukar pengalaman ke HMPS-HES UIN Raden Mas Said Surakarta dengan tujuan untuk menata manajemen organisasi agar lebih inovatif dan kreatif. Pada hari Jum’at, tepatnya tanggal 31 Maret 2023, rombongan pengurus HMPS-HES UIN Salatiga diterima dengan semangat oleh tuan rumah di Aula rapat Fakultas Syariah lantai 1 UIN Raden Mas Said.

Hadir pada acara studi banding ini 20 pengurus dari HMPS-HES UIN Salatiga dan 8 anggota dari HMPS-HES UIN Raden Mas Said. Karena bertepatan dengan adanya Ujian Tengah Semester (UTS) di UIN Raden Mas Said, maka yang bisa hadir hanya sedikit.

diskusi proker antar ormawa

HMPS Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga adalah pihak pencetus terselenggaranya studi banding ini. Bermula dari komunikasi yang dijalin melalui aplikasi chat Whatshap dari grup ASHESI (Asosiasi Studi Hukum Ekonomi Syariah Indonesia), kemudian disambut antusias positif oleh anggota group sehingga agenda ini bisa terlaksana. Semarak kegiatan studi banding mengambil tema “Ramadhan Bersinergi Silaturahmi Jangan Terbagi”.

“UIN Raden Mas Said jaraknya  tidak terlalu jauh dari UIN Salatiga hanya memakan waktu 1 jam tetapi karena ada kendala hujan, maka perjalanan jadi menambah setengah jam. Kampus kita juga sama-sama baru alih nama dari IAIN ke UIN. Disamping itu kita juga dapat menjalin silaturahmi dengan organisasi luar agar kedepannya relasi kita menjadi lebih luas. Studi banding ini dilakukan bukan hanya untuk HMPS-HES tetapi juga untuk mahasiswa HES-UIN Salatiga.” Ujar salah satu anggota HMPS-HES UIN Salatiga.

Harapan dari ketua Umum HMPS-HES UIN Salatiga, M. Nur Lukman Hakim “bisa menerapkan ilmu keorganisasian maupun program kerja dari UIN Raden Mas Said yang belum diterapkan di HMPS-HES UIN Salatiga, menambah relasi beda Universitas dan menjaga selalu kekeluargaannya. Dan kita juga perlu inovasi, inspirasi, dan motivasi untuk menjadikan HMPS HES UIN Salatiga menjadi satu tingkat lebih baik”.

“Inovasi yang didapatkan dari hasil studi banding tersebut yaitu kita ingin berinovasi mengenai bagaimana cara menyerap aspirasi-aspirasi dari mahasiswa HES UIN Salatiga untuk meningkatkan kemampuan intelektual mahasiswa itu sendiri”, tutupnya.

Pencapaian Luar Biasa, Jurnal IJTIHAD Fakultas Syari’ah UIN SALATIGA TEMBUS Akreditasi Internasional Scopus

Fakultas Syari’ah-Segenap sivitas akademika Fakultas Syari’ah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga bersukur dan bangga atas capaian Jurnal IJTIHAD FaSya yang terakderitasi Internasional Scopus (13/09/2022). IJTIHAD adalah jurnal ilmiah yang pertama kali diterbitkan oleh Program Studi (Prodi) Ahwal Al Syakhsiyyah (AS) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga sekarang sudah bermigrasi menjadi FaSya UIN Salatiga. IJTIHAD juga sebelumnya telah mengharumkan nama FaSya ketika mendapat akreditasi pertama kali diantara jurnal-jurnal lainnya saat masih IAIN Salatiga.

Terdaftar P-ISSN sejak bulan April 2001 dan terbit pertama vol.1 no.1 pada Juni 2001. Pada Bulan Juli 2009 terakderitasi B dan Akreditasi SINTA 2 diperoleh sejak bulan Juli 2018. Kemudian pada tahun 2021 IJTIHAD reakreditasi Sinta 2.

Prof. Zakiyuddin Baidhawy selaku Rektor UIN Salatiga, menilai capaian IJTIHAD dapat menambah deretan prestasi Internasional UIN Salatiga dalam bidang publikasi ilmiah.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur UIN Salatiga dapat kembali menorehkan milestone dalam bidang publikasi ilmiah. Selamat bagi para pegiat jurnal IJTIHAD yang sudah istiqomah mengawal jurnal ini sehingga meraih capaian terbaik. Kami berharap capaian tersebut dapat memotivasi dan menggairahkan kerja pegiat jurnal lainnya di lingkungan UIN Salatiga maupun di lingkungan PTKN pada umumnya”, ujarnya.

Dekan FaSya UIN Salatiga, Dr. Siti Zumrotun menambahkan, “Jurnal IJTIHAD merupakan jurnal yang terbit sejak saya menjadi Ketua Prodi AS yang sekarang menjadi Hukum Keluarga Islam (HKI) selalu konsisten memuat tulisan tentang hukum dan kemanusiaan dalam berbagai pendekatan. Saya berharap semoga predikat ini bisa menjadi jalur dan ruh pengembangan akademik bagi para akademisi terutama dalam bidang ilmu hukum Islam atau ilmu syari’ah. Perjuangan ini belum berhenti karena harus tetap mempertahankan sampai meraih nilai Quartil dan juga SJR. Keberhasilan capaian ini juga menjadi penyemangat untuk FaSya dalam mengantarkan jurnal lainnya di FaSya yaitu Jurnal Indonesian Law (JIL) yang konsen dalam bidang ilmu hukum, saya berharap semoga JIL bisa langsung Scopus”.

Editor in Chief IJTIHAD, Dr. Muhammad Chairul Huda menjelaskan proses dari capaian tersebut, pada Bulan April 2019 IJTIHAD bekerjasama dengan Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam (ADHKI) Indonesia untuk menjaring karya terbaik dari para penulis yang expert dalam bidang Hukum Islam. Perbaikan demi perbaikan berkaitan dengan pengelolaan dan konten terus-menerus dilakukan. Kami tidak segan menimba ilmu dari QIJIS (IAIN Kudus), SAMARAH (UIN ACEH), Automotive experience (UNIMA) dan tentunya IJIMS (UIN Salatiga).

Jurnal ini menekankan pada aspek yang terkait kajian Fiqih dalam konteks ke-Indonesia-an dengan menggunakan pendekatan socio-legal studies. Dalam kajian Jurnal Ijtihad, hukum Islam dapat dielaborasikan dengan kajian budaya (cultural studies), politik, sosiologi, psikologi, antropologi, ekonomi, sejarah, filsafat, astronomi Islam (ilmu falak) serta hukum yang hidup di masyarakat (living law), jelasnya.

“Bulan Juni lalu, Bismillah kami memberanikan diri submit di Scopus. Hari ini, Selasa Pahing, 13 September 2022, Alhamdulillah accepted. Kami berterimakasih kepada para pengelola terdahulu dan semua pihak yang telah bekerja keras serta berkenan menuntun kami. Wa bil khusus kepada Bapak Dr. H. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si, (Editor in Chief sebelum kami) atas jerih payah dan totalitasnya. Semoga Jurnal Ijtihad dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan Hukum Islam”, imbuhnya.

Tidak lupa dalam capaian ini Huda menyampaikan “capaian ini bukanlah garis finish, tetapi langkah awal yang memotivasi kami untuk mengembangkannya lebih baik lagi. Kami juga berharap capaian ini dapat menambah deretan prestasi internasional kampus tercinta UIN Salatiga dalam bidang publikasi ilmiah”.

Toefl Jadi Syarat Ujian Skripsi, Workshop Pelatihan Toefl Terlaksana Melebihi Ekspektasi

Salatiga-Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN salatiga menerapkan kebijakan syarat pendaftaran untuk maju dalam ujian skripsi wajib menyertakan hasil ujian Toefl. Kebijakan ini memang belum menegaskan skor hasil toefl yang harus dimiliki oleh mahasiswa yang akan mengajukan ujian skripsi. Namun bagi sebagian mahasiswa, kebijakan yang sudah berjalan ini membawa kepanikan tersendiri bagi mereka. Tak lain halnya dikarenakan mereka masih banyak yang merasa kawatir ketika akan maju dalam ujian toefl.

Keresahan sebagian mahasiswa tersebut ditangkap oleh segenap anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) untuk dijadikan landasan menggelar Workshop Toefl bertajuk “Toefl Screat Surgery” yang berlangsung di aula Gedung Dekanat FaSya UIN Salatiga (24-6-2022). Terlibat dalam acara ini yaitu dari panitia HMPS HES yang berkolaborasi dengan Communicative English Club (CEC) UIN Salatiga dengan peserta terbatas hanya 50 orang dari mahasiswa UIN Salatiga. Pemateri dalam workshop ini Mazulfa, M.Pd. selaku Dosen Bahasa Inggris UIN salatiga,  Nurul Baroroh, M.Pd. selaku Dosen dan Pembina Syari’ah Internasional Center dan Risa Suryani, M.A. selaku Dosen dan Pembina Syari’ah Internasional Center Fasya UIN Salatiga.

Tujuan workshop ini disampaikan oleh ketua panitia workshop pada wawancara dengan Humas melalui saluran media on-line whatsapp, “kami dari HMPS HES berupaya menyediakan wadah untuk mahasiswa/i UIN Salatiga agar tidak buta akan toefl. Diharapkan juga melalui workshop ini, mahasiswa bisa mendapat tips dan trik mengerjakan toefl dengan benar agar dapat memenuhi syarat ujian skripsi. Serta out-come dari acara ini bisa memotivasi kita untuk semangat mengejar dan mendapatkan beasiswa ke Luar Negeri.”

Kami sangat bersyukur atas terlaksananya kegiatan ini dan bisa berjalan dengan lancar. Terlebih acara ini ternyata melebihi ekspektasi kami yaitu reaksi dari mahasiswa UIN Salatiga sangat antusias. Buktinya dari pembukaan pendaftaran hanya beberapa jam dibuka kuota sudah terpenuhi, pungkasnya.

Dukung Program MBKM, FaSya UIN Salatiga Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum

Tawangmangu-Berorientasi kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) terkait kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syari’ah (FaSya) Universitas Islam Salatiga (UINSA) menyelenggarakan kegiatan workshop “Merdeka Belajar Kampus Merdeka”.

Bertempat di Tawangmangu (24-6-2022), Workshop dengan peserta segenap Dosen dan Tenaga Kependidikan berjumlah 35 dengan menghadirkan pemateri Prof. Dr. Drs. H. Makhrus Munajat, S.H., M.Hum., selaku Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tujuan digelar workshop, mendorong mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi. Serta membekali mahasiswa agar dapat menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.

Membuka kegiatan, Dr. Hj. Siti Zumrotun, M.Ag., menyampaikan tujuan dari workshop ini agar “memberikan gambaran secara keseluruhan terhadap dosen-dosen Prodi HKI yang masih belum mengerti bagaimana sistem pengimplementasian MBKM yang sebenarnya. Mengacu pada apa penyesuaian kurikulumnya dan apa yang harus dilakukan dosen untuk membimbing mahasiswa dalam mengikuti program MBKM ini.”

Esensi dari kemerdekaan belajar disampaikan oleh Makhrus “ketika kurikulum yang ada dapat memberi kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai.”

Urgensi dan Tujuan Kampus Merdeka adalah mendorong proses pembelajaran perguruan tinggi yang otonomi dan fleksibel menciptakan kultur belajar yang inovatif dan tidak mengekang mahasiswa serta sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, imbuhnya.

Setelah FaSya se-Indonesia mendapatkan kesetaraan lulusannya menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.), maka Fakultas memiliki tantangan untuk menghadirkan sebanyak 28 mata kuliah wajib. Pada kurikulum MBKM ini, FaSya mendapatkan pengakuan yang diharapkan ditingkat nasional sekaligus mendapatkan tantangan berat untuk membuktikan produk lulusan yang setara dengan Perguruan Tinggi Umum, Pungkasnya.

Sesi berikutnya, pemateri langsung mengajak para dosen untuk andil bersama membahas mata kuliah yang wajib pada Prodi HKI berpedoman pada kurikulum MBKM. Sehingga ketika workshop ini selesai harapannya bisa menghasilkan produk kurikulum untuk Prodi HKI yang berstandar MBKM.

Suka Cita Dinas Pariwisata Sambut Kunjungan KKL Mahasiswa HES, Sekertaris Dinas: Kunjungan Wisatawan Memajukan Perekonomian Bali

Bali-Masyarakat Bali mulai merasakan nyawa perekonomian mereka kembali pelan-pelan bergerak kembali. Setelah selama 2 Tahun perekonomian kota ini terasa mati suri dikarenakan banyak pembatasan yang mengakibatkan wisatawan tidak ada yang berkunjung. Dinas-dinas pemerintah menjadi disibukkan bagaimana membangun strategi untuk membangunkan kembali sektor perekonomian mereka.

Situasi tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Dinas Pariwisata, Dra. Ketut Ngurah Trisni Sakawati, M.Par. saat menyambut rombongan kunjungan KKL mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Fakultas Syariah (FaSya) IAIN Salatiga di ruang pertemuan Dinas Pariwisata Bali (10-06-2022).

Dinas Pariwisata mempunyai tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan bidang Pariwisata yang menjadi kewenangan Provinsi, serta melaksanakan tugas dekonsentrasi sampai dengan dibentuknya Sekretariat Gubernur sebagai Wakil Pemerintahan Pusat dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai bidang tugasnya, imbuh Tutut.

Sebanyak 90 mahasiswa bersama 8 dosen dan karyawan berkunjung dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Illya Muhsin, M.Si. sekaligus menyampaikan maksud kunjungan yaitu: “kunjungan ini adalah bagian program akademik untuk mengenalkan mahasiswa terhadap dinas-dinas atau kelembagaan pemerintah yang berhubungan dengan keilmuan mahasiswa. Kemudian mendalami profil dinas pariwisata dalam menjalankan tugas fungsinya dan berharap mendapatkan bekal secara teoritis maupun pengalaman lapangan tentang Dinas Pariwisata Bali. Dikarenakan kita juga mengetahui bahwa sektor paling vital dan ujung tombak perekonomian di Bali adalah pariwisata, sehingga menjadi alasan penting kunjungan mahasiswa saat ini.”

Pada sesi diskusi, Ulil Aidi menanyakan “bagaimana startegi menjaga kebudayaan Bali untuk memajukan perekonomian?.” Disusul langsung oleh pertanyaan Faqih, “bagaimana memulihkan ekonomi Bali dari sektor pariwisata setelah masa pandemi?.”

Ketut menjawab “Kami memiliki visi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Sekaligus kami beragama dengan menyatukan budaya dan adat, yang menjadi unik untuk bisa jadi daya tarik wisatawan domestik atau mancanegara”.

Menjawab penanya kedua, “Kami mulai dari kami sendiri untuk berkomitmen dan menyiapkan segala teknis terkait protokol guna menyambut wisatawan. Kemudian kami menambahkan daya tarik wisata baik lokasi wisata baru dan berbagai fasilitas kesehatan, kecantikan dan lainnya”.

Solusi Harmonisasi Tantangan Sektor Perekonomian Syari’ah MES di Bali Menjadi Oleh-oleh Penting Kunjungan Mahasiswa HES di Masyarakat Ekonomi Syari’ah Bali

Bali-Bertepatan dengan Hari Raya Galungan (8-6-2022) di Bali, kunjungan mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Fakultas Syari’ah (FaSya) IAIN Salatiga menimba ilmu tata kelola kerja organisasi Masyarakat Ekonomi Syari’ah (MES) Bali.

Perjalan menuju lokasi di Denpasar Bali, rombongan 179 mahasiswa, 13 dosen dan 5 karyawan disuguhi pemandangan masyarakat Bali yang sedang berbondong-bondong menuju Pure terdekat dengan menggunakan atasan putih dan bawah batik khas Bali untuk beribadah.

Kunjungan diterima oleh pengurus MES Bali di Mushola Ar-Rahman Denpasar. Dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dengan memperkenalkan rombongan dan maksud untuk belajar pengetahuan mengelola organisasi MES Bali.

Selanjutnya, Pinto Wahyudi, S.E. selaku ketua umum MES Bali menjelaskan “Awal bank muslim masuk di Bali adalah BMT (Bank Muamalat). Kemudian pada tahun 2012 resmi berdiri MES di Provinsi dan sampai saat ini MES masih baru ada di tingkat Provinsi. Rencana agenda capaian berkomitmen untuk bagaimana bisa membentuk minimal kepengurusan 3 tingkat kabupaten di Provinsi Bali. Dengan awal kepengurusan seluruh kepala bank syariah masuk menjadi pengurus MES.

Pada tahun 2022 ini kepengurusan sudah yang ke-3, dengan rencana kerja akan berkolaborasi dengan ormas yang sebelumnya sudah berkolaborasi dengan MUI. Sektor masyarakat kami sudah membangun ekonomi lingkungan masjid, koperasi, ruko, loundry dan kedepan kami akan membentuk badan arbitrase nasional, imbuhnya.

Pada sesi diskusi, penanya pertama mahasiswa Ulil Aidi menanyakan “upaya yang dilakukan dan tantangan yang dihadapi MES Bali dalam mensosialisasikan gerakan perekonomian masyarakat lokal? Dan kerangka kerja logis kerja MES? Kemudian bagaimana branding MES di masyarakat Bali yang mayoritas non muslim?

Lanjut, Dina Safitri bertanya terkait bagaimana harmonisasi program-program kerja MES dengan masyarakat yang mayoritas non muslim?

Dijawab oleh Pinto “MES dengan kepengurusan sebelumnya sempat fakum karena pendekatan dengan masyarakat di Bali masih banyak tantangan yang berat. Pada kepengurusan saat ini, kami mulai melakukan pendekatan dengan pemerintah provinsi agar saling bisa menguatkan dan masyarakat lebih bisa menerima. Strategi yang kami lakukan harus bermain elok dan rapi sampai tingkat lingkungan tingkat Banjar (tingkat RT).

Kemudian kami sedang menggagas MES dapat bekerjasama dengan MUI untuk bisa mendapatkan lebih banyak dukungan. Didukung pada pemerintahan saat ini di kepengurusan pusat seperti Menteri BUMN Eric Tohir dan Ketua DPR-RI Puan Maharani yang menjadi pengurus MES pusat berpengaruh besar terhadap persepsi masyarakat terhadap MES di Bali, tutupnya.

Mahasiswa FaSya Berkunjung Ke DPRD Kota Surabaya, Wakil Ketua DPRD: Tidak Boleh Ada Aduan Rakyat yang Tertolak Dirumah Rakyat

Surabaya-Sebayak 176 mahasiswa dan mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) didampingi oleh 18 dosen dan karyawan Fakultas Syari’ah (FaSya) IAIN Salatiga melaksanakan program akademik Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di lembaga DPRD Kota Surabaya, Selasa (07/06/2022).

Ruang Rapat Utama menjadi tempat Wakil Ketua DPRD Fraksi PKS, Reni Astuti, M.Si dan Wakil Ketua DPRD Fraksi PKB, Laila Mufidah menerima rombongan KKL FaSya.

Menyampaikan maksud tujuan kunjungan KKL, Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Illya Muchsin, M.Si. bahwa KKL ini bermaksud untuk mengetahui: Profil DPRD Surabaya, kedudukan DPRD dalam sistem hukum Indonesia, Program-program kerja DPRD yang sudah terlaksana atau masih dalam rencana, Menjajaki kerjasama antara FaSya dengan DPRD Surabaya.

Menyambut kunjungan, Reni menjelaskan bahwa “DPRD kota Surabaya memiliki 50 anggota. Dan belanja daerah kota Surabaya menyentuh angka 9 triliun.”

“Kota Surabaya menjadi Kota terbesar di Jawa Timur dengan jumlah penduduk hampir 3 juta, melihat dari peraturan pemerintah apabila update penduduk menyentuh pada jumlah 3 juta rakyat, maka kursi DPRD akan bertambah 5 menjadi 55 anggota,” imbuhnya.

Reni pun menjelaskan, DPRD Kota Surabaya membuka pintu lebar kepada rakyat atas segala macam aduan rakyat, karena disini lah rumah rakyat. Tidak boleh ada aduan rakyat yg tertolak di rumah rakyat.

Untuk membuka sesi diskusi, mahasiswa dipersilahkan untuk bertanya. Dimulai oleh Mahfud Ramadhan menanyakan tentang apa produk hukum dari DPRD untuk membangun perekonomian di Surabaya teuratama setelah melewati 2 tahun masa pandemi?.

Lanjut penanya berikutnya Reza Fernando, “Apakah ada teknis atau tahapan untuk masyarakat mengadukan permasalahan? Dan apakah ada berkas/administrasi yang harus dilengkapi guna masyarakat mengadu kepada DPRD?.

Ahmad Ramadhani, menjadi mahasiswa terahir yang bertanya menanyakan sarana prasarana yang menunjang DPRD kota dalam menjalankan tugas fungsinya?.

Sebagai perwakilan satu-satunya dikarenakan ketua dan wakil ketua DPRD lainnya bersaan memiliki agenda, Reni langsung menjawab pertanyaan pertama bahwa “upaya pemulihan ekonomi, menjadi fokus bagi seluruh daerah setelah efek pandemi 2 tahun sebelumnya. Langkah DPRD mendukung pemulihan ekonomi dengan memberdayakan UMKM kota Surabaya dengan perhatian tinggi. Bentuk langkah dengan membantu UMKM pada sisi pemasaran dan membantu memudahkan proses perijinan usaha.”

Dari jalan pemerintah kota, Walikota memiliki produk aplikasi belanja daring yaitu “E-Peken” yang awalnya diperkenalkan kepada ASN yang wajib untuk mendukung dengan ikut membeli melalu platform tersebut. Ditekan kan lebih kepada Kepala dinas yang wajib dalam sebulan belanja dengan minimimal sesuai kesepakatan.
Aplikasi ini wajib dimiliki oleh seluruh ASN dan pada tiap bulannya mereka akan mendapatkan notifikasi bahwa sudah berbelanja berapa rupiah/bulan. Kini aplikasi daring tersebut sudah dibuka seluruh masyarakat agar bisa menikmati fasilitas kemudahan belanja dengan aplikasi daring tersebut. Sehingga manfaat juga bisa meningkatkan perekonomian Kota Surabaya.”

Perihal teknis pengaduan masyarakat, DPRD memiliki website resmi untuk bisa diakses dan setiap anggota DPRD membuka akun media sosial mereka untuk bisa dijadikan media penyampaian masalah masyarakat. Sehingga Kami DPRD jelas membuka pintu untuk menerima aduan masyarakat dalam segala hal. Jawab jelas Reni.

Ditemui langsung oleh Humas FaSya, Reni mengucapkan terimakasih DPRD Kota Surabaya telah dipercaya menjadi tempat kegiatan pendidikan oleh mahasiswa IAIN Salatiga. DPRD Kota Surabaya memiliki semangat untuk terbuka terhadap seluruh elemen sesuai dengan tugas fungsi kami untuk melayani masyarakat, dan menempatkan bahwa kami siap menjadi tempat kegiatan-kegiatan pendidikan karena penting bahwa kami adalah bagian dari proses pendidikan anak-anak muda generasi bangsa.

DPRD Kota Surabaya juga membuka kerjasama pendidikan kepada FaSya IAIN Salatiga terkait mahasiswa yang tertarik untuk magang dilembaga kami ataupun pemerintah, tutupnya.

HMPS Hukum Ekonomi Syari’ah : Menyelenggarakan Ramadhan Berkah Berbagi Bersama Anak Yatim

HMPSHES–IAINSalatiga, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Fakultas Syariah (FaSya) IAIN Salatiga menyelenggarakan Ramadhan Berkah bersama Anak Yatim yang berlangsung di Panti Asuhan Darul Hadlanah Suruh, Panti Asuhan Darul Hadlanah Blotongan, Panti Asuhan Dar Al-Yatama Tengaran, Rabu (05/05/2021).

Muhammad Fatih Amali selaku ketua umum HMPS HES, mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang tolong menolong dan mencari keberkahan di bulan ramadhan.

“Dalam kehidupan ini, kita tidak bisa hidup sendiri karena kita makhluk sosial yang harus saling tolong-menolong, jika kita mampu untuk memberi jangan menunggu waktu untuk melaksanakan karena lebih cepat lebih baik, apalagi dalam bulan suci Ramadhan ini yang penuh dengan keberkahan serta ada Lailatul Qodar, mengingat juga dalam masa pandemi kali ini banyak khalayak yang membutuhkan bantuan dari kita karena merosotnya pendapatan ekonomi, maka dari itu kami dari HMPS HES melaksanakan santunan anak yatim-piatu guna membantu meringankan kebutuhan kepada sesama makhluk sosial, serta mencari berkah dari bulan suci Ramadhan ini,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara rutin oleh pengurus HMPS HES dari tahun ke tahun.

Koordinator kegiatan, Qotrun Nada, mengungkapkan, untuk mempersiapkan kegiatan ini butuh waktu yang cukup lama bahkan sampai kurang lebih satu bulan.

”Dalam waktu kurang lebih satu bulan itu digunakan untuk pembuatan proposal, menghubungi panti asuhan dan sampai pada akhirnya membeli sembako untuk dibawa ke panti asuhan,” tutur Nada.

Nada juga mengungkapkan rasa syukur dan bahagia atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Perasaan yang kita rasakan setelah selesai acara rasanya sangat lega dan Alhamdulillah dapat selesai sesuai waktu yang diharapkan. Tanggung jawab yang tadinya kita emban setelah acara itu terselenggarakan seakan lepas dan runtuh. Keseruan yang kita lalui dalam persiapan dan pelaksanaan acara saling bahu-membahu satu sama lain. Yang pasti bahagia dan mengajarkan sikap tolong menolong dalam kebersamaan,” Ungkapnya.

Diakhir ketua umum HMPS HES mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Dekan Fakultas Syariah, Wakil Dekan 3, Kaprodi HES beserta jajarannya , dan Kabag berserta jajarannya yang sudah mendukung acara kami. Tak lupa kepada ketua dan pengasuh panti beserta jajarannya serta anak panti yang sudah menerima kedatangan kami dan mensukseskan acara kami. Terimakasih kepada seluruh anggota pengurus HMPS HES yang sudah meluangkan waktu membantu acara kami. Baik dari mulai persiapan hingga terlaksananya acara baik yang hadir maupun belum bisa hadir. Serta pendukung yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Karena dukungan kalian lah acara ini dapat terlaksana.,” pungkasnya. (Parid)

Pelepasan Wisuda Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga Ke-XIII Tahun 2021

Salatiga-FakultasSyariah-Wisuda Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga telah terlaksana (08/04) secara daring. Seperti ktahun sebelumnya dan sudah menjadi agenda rutin, bahwa selesai wisuda institut maka Fakultas Syari’ah (FaSya) menggelar pula pelepasan bagi mahasiswa yang terwisuda, digelar pada Senin (12/04) di Aula secara tatap muka dengan protokol kesehatan masa pandemi. Pada April tahun ini FaSya mewisuda sebanyak 29 mahasiswa, Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) sebanyak 10 mahasiswa, Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) sebanyak 15 mahasiswa, dan Prodi Hukum Tata Negara (HTN) sebanyak 4 mahasiswa.

Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan Hymne IAIN Salatiga, kemudian sambutan oleh 3 (tiga) mahasiswa dari lulusan terbaik dari masing-masing Program Studi (Prodi).

Elya Yuniar, S.H. sebagai mahasiswa terbaik HKI dalam sambutannya “Saya kembali teringat masa orientasi mahasiswa saat akan masuk pada Prodi HKI FaSya IAIN Salatiga, saya akan dibentuk menjadi sarjana hukum yang berintegritas, berbudi luhur, menegakkan nilai-nilai keadilan, serta menjadi penegak hukum yang amanah serta bisa memberikan kontribusi positif untuk masyarakat. Maka dapat dikatakan bahwa FaSya ini benar-benar menjadi kawah candra dimuka”.

Haniatul Mas’udah, S.H. sebagai mahasiswa terbaik HES dalam sambutannya “FaSya IAIN Salatiga menjadi tempat belajar, berdiskusi, membangun akhlak dan budi pekerti, berinteraksi dan mengabdi kepada masyarakat, serta melakukan penelitian ilmiah untuk mewujudkan Tri Dharma perguruan Tinggi. Keberhasilan kami tidak lepas dari dukungan dan bimbingan seluruh sivitas akademika FaSya IAIN Salatiga dan orang tercinta dihidup kami”.

Adellia Laksita Putri, S.H. sebagai mahasiswa terbaik HTN dalam sambutannya “Moment wisuda ini merupakan salah satu proses belajar kehidupan yang telah berhasil kami lewati. Beribu untaian do’a, usaha, cerita dan perjuangan telah diupayakan agar kami sampai pada titik ini. Adanya ceremonial ini menandakan bahwa para wisudawan akan menanggalkan statusnya sebagai mahasisa dan berganti menjadi alumni FaSya IAIN Salatiga dengan gelar akademik sesuai kompetensi dan kualitas yang diperoleh”.

Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. selaku dekan memberikan sambutan bahwa dalam kondisi pandemi yang masih berlangsung sampai saat ini, kita masih diberi kesehatan sehingga bisa menghadiri acara pelepasan wisuda angkatan Ke-XIII Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga dengan keadaan sehat. Selaku dekan mewakili seluruh sivitas akademika mengucapkan selamat kepada para wisudawan/ti dengan iringan doa dan harapan ilmu yang telah diperoleh bermanfaat di dunia sampai akhirat”.

Pemberian ijazah dan kenang-kenangan untuk wisudawan/ti menjadi acara selanjutnya. Kemudian acara pelepasan ditutup dengan foto bersama oleh para pimpinan dan wisudawan/ti.