Bekali Kerohanian Mahasiswa Baru, Kuliah Perdana FaSya dan Fuadah Gelar Khotmil Qur’an

Laporan: Ida Fitriyani, Qotrun Nada, editor: Hijri

Salatiga, FaSya– Kuliah perdana UIN Salatiga resmi dimulai pada Senin, 11/09/2023. Setiap Fakultas memiliki agenda yang sama sesuai arahan dari Rektor untuk mengisi perkuliahan perdana dengan kegiatan khotmil Qur’an.

Fakultas Syari’ah (FaSya) dan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (Fuadah) UIN Salatiga yang berada dalam satu area yaitu di kampus 2 UIN Salatiga tepatnya di jalan Nakula Sadewa, menggelar khotmil Qur’an di masjid Kampus 2 At-Thayyar. Ngaji bersama ini dihadiri oleh pejabat pengelola kedua Fakultas dan para dosen pengampu kuliah serta diwajibkan kepada seluruh mahasiswa baru, sehingga suasana pagi hari perdana masuk kuliah kali ini terasa penuh dengan wajah semangat anggota baru kampus 2.

Kegiatan tersebut sebagai media pendekatan kerohanian terhadap mahasiswa baru UIN Salatiga pada umumnya. Sekaligus momen bertepatan dengan mendekati hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad Saw. Pembacaan tahlil dan pengiriman doa kepada orang tua, dosen, ulama, dan Auliya masuk dalam agenda khotmil Qur’an.

Terselenggaranya khotmil Qur’an sebagai pembuka kuliah perdana, salah satunya sebagai bentuk rasa syukur dan adanya mujahadah bersama untuk meneguhkan pondasi kerohanian seluruh mahasiswa baru. Sehingga dalam menuntut ilmu mahasiswa dapat diberi kelancaran, semangat dan keberkahan.

Mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dan doa bersama dan ditengah-tengah pembacaan manaqib seluruh mahasiswa membaca sholawat Ibadallah Rijalallah dan Ya Arhamarrohimin yg dipimpin dari tim manaqib Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Kemudian dilanjutkan dengan bacaan tahlil dan doa.

Prof. Dr. Adang Kuswaya, M.A memberikan pesan “Filosofi dari Khotmil Qur’an adalah harus ikhlas dan harus mendahulukan adab diatas ilmu. Adanya Khotmil Qur’an ini bisa mendasari dan meneguhkan bahwa apa yang kita baca adalah bentuk semangat dari mahasiswa FaSya dan Fuadah”.

Ditutup dengan motivasi dari dekan FaSya, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si. sampaikan kepada mahasiswa bahwa belajar itu penting apalagi membaca yang berguna untuk Kemaslahatan secara umum baik kebaikan dunia dan akhirat. Selamat belajar bagi semua mahasiswa dan semoga mendapatkan ilmu yg bermanfaat, berkah fiddini waddunya hattal akhiroh.

Hak Mahasiswa Terancam?? HMPS HES Berikan Pemahaman Politik Kampus

Laporan : Qhotrun Nada, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Mendekati tahun 2024 sebagai ajang tahun politik di Indonesia menjadi momen terpenting dalam reformasi.  Sebagai Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dirasa penting memberikan pemahaman kepada mahasiswa Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga. Tanpa terkecuali dalam hal persiapan pemilu tahun 2024. Dalam masyarakat yang menerapkan prinsip demokrasi, mahasiswa yang mencapai usia pemilihan dibolehkan ikut memilih dalam pemilihan umum.

Melalui Kajian Politik dan Diskusi (KAPOLDASI) yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah (HMPS HES) FaSya UIN Salatiga membawa misi untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa sebagai agen perubahan untuk mampu menjawab dan memenuhi kewajiban menyuarakan hak suaranya. Dilaksanakan pada 10/09/2023 melalui on-Line dengan aplikasi zoom meeting, 133 peserta mahasiswa memenuhi ruang diskusi tersebut. Hebatnya peserta mayoritas dari Mahasiswa Baru yang menunjukkan antusias dan semangat mereka menjadi mahasiswa.

Mahasiswa sebagai student preaser (penguatan/penekanan) dan infras grup (mempengaruhi proses politik). Pemilu akan menjadi indikator yang menjadi tombak penting untuk representasi dari kedaulatan rakyat. Predikat pemilu menjadi potret Indeks demokrasi negara.

Disampaikan oleh Habib Imam Nurdin Sholeh, M.H. yang berperan sebagai pemateri pertama dalam diskusi ini, memberikan penjelasan mengenai peran mahasiswa sebagai bentuk adanya demokrasi itu sendiri yaitu akan halnya kebebasan sipil. Seperti pengadaan diskusi antar mahasiswa di sela perkuliahan sangatlah penting.  “Dapat menjadi leader, aktivis diluar kampus dan di dalam kelas melalui diskusi ilmu masyarakat itu perlu. Mekanisme dalam memilih pemimpin yang baik dapat dilihat melalui Personal branding , Track record, dan dapat merangkul anak muda dgn kebijakan”, jelasnya.

Pemilu menjadi elemen penting dalam demokrasi dan menjadi indikator mengukur demokrasi. Mahasiswa sebagai agent of change dan bijak dalam menyikapi permasalahan terutama mengenai pemilu tahun 2024. Menyikapi mengenai pentingnya dalam menghadapi tantangan harus menyusun dan mempersiapkan strategi dalam berpolitik, agar dapat mengetahui peran mahasiswa di politik kampus sehingga kita siap untuk menghadapi tantangan di era politik tersebut.

Rita Latassaqia, sebagai pemateri kedua memberikan penjelasan kepada mahasiswa mengenai tingkatan di Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fasya mulai dari Senat Mahasiswa (SeMa), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) yang terletak ditingkatkan jurusan/program studi. Menjawab pertanyaan salah satu mahasiswa jika dalam mengikuti organisasi internal (Ormawa) “tidak harus bertahap dari HMPS terlebih dahulu. Karena tidak ada yang mewajibkan dalam aturan mengenai hal tersebut, ujarnya”. Reporter melontarkan pertanyaan kepada Rita melalui WhatsApp chat mengenai harapan mahasiswa baru untuk menghadapi pemilu dan pemira di Fasya serta bagaimana PEMIRA di FaSya dapat berlangsung secara demokratis dan sesuai harapan seluruh mahasiswa. “Saya harap agar mhs bisa lebih peka dan menggunakan suaranya untuk dapat memilih calon pemimpin terbaik dan saya harap jumlah pemilih pada tahun ini meningkat minimal semua mhs terlibat dan sistemnya diperbarui, tangkasnya”.

Gelar Rapat Koordinasi Dosen, Fakultas Syariah UIN Salatiga Giat Targetkan Akreditasi Unggul Semua Prodi

Laporan: Jamal, Editor: Hijri

Targetkan akreditasi unggul di setiap Program Studi (prodi) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga Gelar rapat koordinasi dosen pada tanggal 7/09/2023 di Rumah Makan Banyu Bening Salatiga. Rapat dipimpin langsung oleh Dekan dan diikuti segenap jajaran pengelola serta seluruh dosen FaSya UIN Salatiga.

Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si, selaku Dekan dalam sambutannya menyampaikan bahwa FaSya UIN Salatiga sudah sangat layak untuk terakreditasi unggul. FaSya sudah mempunyai kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) diseluruh prodi, serta sudah memiliki jurnal internasional terindeks Scopus yaitu Jurnal Ijtihad (Jurnal hukum dan Kemanusiaan)

Prof.Ilyya targetkan untuk dapat memperbanyak kerjasama dengan luar negeri baik lembaga negara atau swasta dengan tidak mengesampingkan kerjasama dengan berbagai pihak di dalam negeri. Tujuan dari kerjasama itu nantinya juga diharapkan mendukung proses pembelajaran di fakultas syariah, imbuhnya.

Selain itu dalam acara tersebut seluruh dosen ditekankan untuk selalu menjadi dosen yang profesional dan selalu memberikan teladan bagi mahasiswa baik akademik maupun non akademik.

Menengok kemajuan setiap tahunnya hingga masing-masing prodi kini memiliki persaingan ketat dalam keunggulan mengait minat calon mahasiswa, sudah layak bagi setiap prodi bersiap diri untuk mempertahankan dan mempersiapkan diri untuk meraih akreditasi unggul.

Sisi tenaga pendidik, FaSya sudah tidak kekurangan lagi dalam menyatukan pengajar dari akademisi dan praktisi yang didapat dari hasil kerjasama antar lembaga. Kemudian dari sisi lulusan, sudah banyak lulusan FaSya yang sukses mengisi jabatan-jabatan pada lembaga Negara.

Dirasa sudah pantas dan siap, maka Prof. Ilyya mengajak seluruh komponen yang mendukung untuk dapat ikut berperan aktif maupun pasif dalam mewujudkan tujuan untuk meraih akreditasi unggul pada setiap prodi.

Targetkan Akreditasi Unggul,Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah Selenggarakan Review Dokumen Kurikulum

Lqporan: Cholida, Editor: Hijri

Jepara, FaSya-Bertempat di Hotel Java Paradise Karimun Jawa, Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah (Prodi HES) Fakultas Syari’ah UIN Salatiga melakukan review dokumen kurikulum. Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan aturan mengenai isi, bahan kajian, bahan pembelajaran, cara penyampaian materi, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Perubahan kurikulum adalah sebuah keniscayaan karena kurikulum harus senantiasa relevan untuk diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi yang berkembang.

Workshop dibuka oleh Dekan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa redesain kurikulum merupakan salah satu bagian dari upaya perubahan kurikulum yang dilakukan oleh prodi. Hal ini penting sebagaimana diamanahkan dalam Pasal 1 dan Pasal 41 Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 agar relevansi tetap terjaga. Menjaga relevansi kurikulum Pendidikan Tinggi dengan dinamika situasi dan kondisi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara serta kebutuhan global menjadi sesuatu hal yang urgen agar ranah Pendidikan Tinggi tidak terealisasi dengan perkembangan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, dunia pendidikan tinggi selalu sinkron dengan tuntutan dengan realitas kehidupan masyarakat.

Pedoman ini diharapkan melahirkan kesamaan pola dan Langkah dalam penyusunan kurikulum program studi serta berdampak baik ke depan guna menghadapi borang akreditasi sehingga Prodi HES dapat menjadi Prodi dengan akreditasi unggul di masa yang akan datang.

Hadir dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Pengadilan Negeri Jepara, Pengadilan Agama Jepara, Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara serta Dekan Fakultas Syari’ah Universitas Islam Nahdhatul Ulama’ (UNISNU) Jepara guna memberikan masukan-masukan yang substantif dan konstruktif terhadap kurikulum Prodi HES.

Dr. Righmen MS SItumorang, S.H., M.H selaku Ketua Pengadilan Negeri Jepara sebagai unsur s.takeholder menyampaikan bahwa acara riview kurikulum Prodi HES adalah langkah yang progresif dalam upaya menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia hukum di masa sekarang yang sangatlah dinamis.

Acara workshop yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dari hari Rabu-Jum’at tanggal 30 Agustus -1 September 2023 dipandu secara langsung oleh narasumber yakni Dr. Andi Prastowo, M.Pd, dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah menghasilkan dokumen kurikulum Prodi HES berbasis Out-Come Based Education (OBE).

Temukan Bakat Mahasiswa Baru, PBAK FaSya Lahirkan Generasi Baru Masa Depan Penerus Bangsa

Laporan: Qhotrun Nada, Ida Fitriyani dan Sekar, editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Syariah hari ke dua bagi mahasiswa baru (Maba) dilaksanakan di Kampus 2 UIN Salatiga, Kamis (24/8/2023).467 Mahasiswa memenuhi halaman Fasya UIN Salatiga diawali dengan Asmaul Husna dan Hadroh dari tim Hadroh Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Dilanjut perkenalan Organisasi Mahasiswa (ormawa) FaSya.

Sebagai bentuk perhatian terhadap maba, Ormawa FaSya kenalkan diri secara bertahap. Terdapat BSOM (Badan Semi Otonom Mahasiswa) yang berada dibawah naungan Dewan Mahasiswa (Dema) Fasya menarik bagi mahasiswa baru untuk ikut serta menjadi bagian di dalamnya. Merujuk pada Peraturan Dema (Perdem) Fakultas Syari’ah No 1 Tahun 2021. BSOM ini khusus bergerak dalam pengembangan, khususnya terkait skill dan keilmuan bagi mahasiswa Fakultas Syariah.

Selanjutnya LKH (Lembaga Kajian Hukum) yang dipimpin oleh Joko Setiawan serta Dosen pembinanya Bapak Ahmadi dan Ibu Cholida Hanum. LKH sendiri berfungsi untuk menjadi wadah mengembangkan potensi mahasiswa dalam bidang debat dan KTI.” Harapan saya LKH sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa khususnya dalam bidang debat dan KTI dengan adanya pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh LKH sendiri akan membekali skill mahasiswa untuk kelanjutannya setelah lulus dari UIN Salatiga.” Harap ketua LKH.

MCC (Moot Court Comunity) FaSya didirikan pada tahun 2020. Bapak Yusuf Khumaini selaku pembina MCC. Setelah didirikan selama kurang lebih dua tahun yaitu pada tahun 2022 MCC mengikuti lomba di Lampung dan mendapatkan posisi delapan besar. Selain itu MCC Fasya juga memiliki beberapa defisi diantaranya Biro Peradilan Semu, Biro Desain dan Pengembangan, Biro Media.

FDS (Forum Diskusi Santri) berfungsi untuk memudahkan mahasiswa FaSya untuk mempelajari keagamaan. Keagamaan sangat penting untuk dipelajari karena perubahan-perubahan hukum di Indonesia pada zaman sekarang sangat mudah berubah. “Bagi seorang yang berakal itu mengikuti pengembangan keagamaan.”

HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) FaSya merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat Program Studi/Jurusan yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat penalaran dan keilmuan sesuai dengan Program Studi/Jurusan. Hmps bertugas menampung dan memberikan tempat untuk mengembangkan bakat mahasiswa FaSya.

Dema (Dewan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas merupakan Orda paling atas di Fakultas. Dema dipimpin oleh presiden mahasiswa yang dibantu oleh BPH. “Menjadi pemimpin itu sangatlah mudah jika dilakukan dengan niat baik, meskipun dalam pikiran itu berat” Ucap Rita selaku ketua Dema FaSya.

Sema (Senat Mahasiswa) FaSya yang beranggotakan 11 orang. Dipilih dengan PEMIRA yang menggunakan partai di Fakultas masing-masing. Yang bertugas membuat Undang-Undang di Fakultas Syariah seperti peraturan-peraturan Fakultas Syariah.

Pada kegiatan PBAK terdapat kategori perlombaan mulai dari video terkreatif yang dimenangkan oleh M. Muthohar Halim dari Prodi HKI, M. Fauza Ahdab dari Prodi HTN, dan Yosy Zahara Nur Auliya dari Prodi HES. Sedangkan untuk kategori kelompok pensi terfavorit ada diposisi tiga yaitu team perkusi, juara dua adalah team pantomim, dan team tari tradisional sebagai sang pertama dalam perlombaan ini serta kategori ter-multitalent berasal dari tari modern. Kategori penampilan terheboh diraih oleh tim musik. Kemudian yang terakhir ada pemenang video terkreatif yang hadiah diserahkan oleh Rita Latassaqia. Juara tersebut setiap Prodi dimenangkan oleh 1 orang. Dari prodi HES dimenangkan oleh Yesi Aulia Zahra, Prodi HTN dimenangkan oleh M. Fauza Ahza, dan dari prodi HKI dimenangkan oleh M. Mutohar Hanif. Dan mahasiswa teraktif diraih oleh Sarah Aulia Nugraha.

Penutupan kegiatan PBAK Fakultas Syari’ah 2023 diawali oleh sambutan dari Ketua Panitia PBAK Wahyu Agung Prasetyo dan dihadiri oleh Wakil Dekan Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd. Beliau berpesan kepada mahasiswa dan mahasiswi FaSya selain belajar menuntut ilmu dengan berkuliah di UIN Salatiga juga menjaga diri dalam beraktivitas malam hari di Kota Salatiga. Pelepasan Co-card dan colour Fun menandai kegiatan PBAK FaSya 2023 ditutup dengan sangat meriah, penuh suka cita dari para maba.

Sambut Hangat 467 Mahasiswa Baru, Dekan: Ketahuilah, Berikut Strategi Jitu FaSya Untuk Sukseskan Mahasiswanya

Laporan: Qhotrun Nada, editor: Hijri

Salatiga, FaSya-pembukaan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga tahun 2023 berlangsung hikmat. Dilaksanakan pada 23 Agustus 2023 hari Rabu dengan 467 mahasiswa baru (Maba) untuk membuka gerbang, mengenal dan menginjakkan kakinya di FaSya UIN Salatiga. PBAK menjadi kegiatan yang wajib diikuti bagi seluruh Maba UIN Salatiga, sebagai awal pengenalan kepada Maba terhadap budaya akademik dan kemahasiswaan di UIN Salatiga.

Dilaksanakan di halaman gedung FaSya, PBAK dihadiri oleh jajaran civitas akademika FaSya UIN Salatiga, dengan mengangkat tema “Membentuk Budaya Mahasiswa Menuju Produktivitas Cakap Hukum”. Sebanyak 467 mahasiswa peserta PBAK FaSya 2023 terdiri dari 153 Maba Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI), 137 Maba Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan 174 Maba Prodi Hukum Tata Negara (HTN).

Ketua penyelenggara PBAK FaSya Wahyu Agung Prasetyo menyampaikan bahwa perlunya pembekalan awal terhadap mahasiswa menjadi perhatian penting dan sebagai penggerak roda intelektual serta emosional bangsa ini, dengan seruan “Hidup Mahasiswa!”.Tak jauh berbeda halnya, Ketua Umum Dema Fasya Rita Latassaqja “Fakultas Syariah adalah pilihan tempat yang tepat dan bukan cadangan semata. Tumbuhlah sebagai penegak hukum yang adil”.

Membuka secara resmi pembukaan PBAK, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si selaku Dekan menyampaikan bahwa tujuan utama mahasiswa adalah belajar melalui pembelahan terhadap diri sendiri dari berbagai aspek untuk bekal ke masyarakat. Mengutip dalam sebuah hadits, “Khorirunnas Anfauhum Linnas yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”, ungkap Prof Ilyya.

Fakultas Syari’ah telah siap mengantarkan mahasiswa menuju gerbang ilmu pengetahuan, literasi, dan prestasi demi menggapai Ridho Allah SWT. Mengupas pesan terdalam terhadap MaBa menjadi perhatian paling utama adalah menata dan meluruskan niat di FaSya dengan mencari ilmu serta sebagai bentuk peribadahan kepada Allah SWT. Tak lepas sebagai niat birrul walidain yang menjadi kewajiban bagi anak untuk menunjukkan akhlak mulianya kepada orang tua dengan menuntut ilmu karena Allah SWT, pungkas Prof. Ilyya.

Menjadi simbol pembukaan PBAK FaSya UIN Salatiga tahun 2023, Prof. Illya menyematkan Co-card kepada 2 mahasiswa baru, Majda Prawiranegara & Choerul Huda serta sebagai simbol pembukaan lainnya dengan menerbangkan balon ke udara dengan tulisan dibawahnya “PBAK Fakultas Syari’ah UIN Salatiga”.

Tidak hanya itu, pembekalan maba dilanjut dengan materi Bidang Akademik yang disampaikan oleh bapak Farhani S.H., M.H. selaku Wakil Dekan I, beliau berpesan kepada Maba supaya cepat lulus kuliah, mahasiswa diharapkan untuk mengambil 24 SKS dengan impian bahwa “Mimpi akan menjadi kenyataan jika kita mempunyai keberanian” ucap Farkhani.

Berharap kepada seluruh mahasiswa fakultas syari’ah yakni “baca, baca, dan baca”. Kuliah itu harus menanamkan mental orang kaya, Karena tidak semua teman kalian mampu untuk melanjutkan pendidikan sampai di bangku perkuliahan, pungkasnya.

Materi Kemahasiswaan juga disampaikan Dr. Ahmad Sulthoni, M.Pd. selalu Wakil Dekan III yang mana dijelaskan olehnya makna Islam yaitu patuh dan tunduk, serta Latifun yang berarti lembut. Harapannya kampus menjadi media mahasiswa dalam mengembangkan diri baik dalam bidang akademik dan non-akademik. “Seberat apapun yang kita hadapi, ingat kita mempunyai Allah SWT dan menguasai satu ilmu untuk menguasai bangsa ini”, ucap Sulthoni.

Pengenalan budaya akademik dilanjutkan oleh tiga Ketua Prodi untuk mengisi materi keprodian. Prodi HKI sebagai Prodi tertua telah berhasil menempuh 3 periode (STAIN sampai UIN) yang pada saat ini di pimpin oleh Yahya, S. Ag., M.HI. Pesannya “Belajar, Membaca untuk bersaing secara fair dan kelak menjadi orang-orang yang syar’i”.

M. Taufik Zamzami, S.H.I., M.A. selaku Ketua Prodi HES berpesan bahwa “Manusia yang ideal itu yang bisa menyinkronkan, menyamakan olah pikir, olah dzikir, dan olah raga”.

Cholida Hanum, M. H. Selaku Ketua Prodi HTN menyampaikan bahwa Prospek dari HTN adalah menjadi praktisi hukum sangatlah luas dan juga dapat menjadi perancang peraturan perundang-undangan yang berada ditingkat bawah (desa) hingga nasional. Prodi HTN sebagai prodi termuda di FaSya telah menarik mahasiswa baru untuk dapat bersaing dalam dunia perkuliahan. “jadilah mahasiswa yg smart, shalih dan berprestasi”, pesannya.

Komisi Yudisial Jawa Tengah Beri Tauladan Mahasiswa Hukum FaSya UIN Salatiga, Farhan: Mentalitas Mahasiswa Harus Menjadi Tameng Kokoh Peradaban Masa Depan

Laporan: Qhotrun Nada, Ida Fitriyani, Sekar, Editor: Hijri

Salatiga,FaSya-Guna menumbuhkan semangat belajar di UIN Salatiga, dalam kesempatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Panitia mengundang Muhammad Farhan. S.Sy., M.H. selaku Koordinator Penghubung Komisi Yudisial Jawa Tengah dan sekaligus Alumni Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga tahun 2008. Pada tahun 2023 ini PBAK FaSya digelar dengan peserta 467 Mahasiswa Baru (Maba), 153 Maba dari Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI), 137 dari Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan 174 dari Prodi Hukum Tata Negara (HTN).

Farhan dipilih sebagai narasumber mengingat posisinya yang strategis untuk menjadi motivasi kepada Maba yang ingin mengikuti jejak kesuksesannya.

PBAK FaSya UIN Salatiga 2023 hari pertama berlangsung pada 23-08-2023 bertempat di lapangan kampus 2 UIN Salatiga. Hadir memberikan motivasi kepada Maba, Farhan menjelaskan bahwa cakap hukum merupakan orang yang sudah berumur. Dalam diri mahasiswa perlu dibentuk sebuah mentalitas diri yang selaras dengan tema yang diangkat yakni Mentalitas Menuju Mahasiswa Cakap Hukum. Membekali diri melalui organisasi dan moral religius menjadi tameng dari hal-hal buruk. Maka perlu adanya soft skill dan hard skill yang harus terus diasah.

“Mentalitas mahasiswa menuju cakap hukum harus dibekali dengan literasi, implementasi, organisasi, pendekatan diri kepada Allah, hard dan soft skill serta morality dan integritas”, pungkasnya.

Melihat perkembangan FaSya dengan 3 Prodi yang semuanya memiliki peminat yang banyak, Farhan ikut bangga dan memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa FaSya “selamat menempuh belajar di kampus tercinta ini, semoga nanti ke depan mendapatkan ilmu yang bermanfaat, tercapai apa yang dicita-citakan serta bisa bermanfaat bagi masyarakat luas”.

Merekonstruksi Spirit Mahasiswa sebagai Agent of Change, Kyai Nan Karismatik Bekali Mahasiswa Melalui Nilai-Nilai Keislaman

Laporan: Qhotrun Nada, Ida Fitriyani, Sekar, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Aktif dalam isu-isu kesetaraan Gender membawa sosok kyai nan karismatik, KH. Husein Muhammad dikenal dikancah nasional bahkan internasional. Kyai asal Cirebon ini memiliki banyak karya ilmiah dan forum kajian dalam membahas isu diskriminatif khususnya persoalan wanita serta menjadi pengasuh pondok pesantren Darr at-Tauhid di Cirebon. Tidak hanya berhenti pada karya ilmiah, beliau juga merupakan pengarang buku-buku, dan tulisan–tulisan ilmiah.

Bertempat di lapangan rumput Kampus 2 UIN Salatiga, kyai Husein yang sering dikenal Buya Husein berkenan hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) (23/08/2023). Sebanyak 467 mahasiswa baru (Maba) yang mengikuti kegiatan PBAK dituntut dapat mengkaji materi sehingga bisa merekonstruksi spirit mereka untuk memulai dan menjalani pendidikan di UIN Salatiga.

Buya Husein mengingatkan kepada segenap Maba bahwa tujuan belajar di sini untuk mencari ilmu bukan mencari ijazah. Sebab “pemuda hari ini adalah pemimpin dimasa yang akan datang.” Senada dengan tema pada PBAK kali ini yaitu Penerapan Nilai-nilai Keislaman dalam Moderasi Beragama diharap bisa sesuai dengan kebutuhan mental perjuangan mahasiswa saat ini.

Pancasila merupakan bentuk esensi Agama Islam yang diimplementasikan oleh Negara Indonesia sebagai pilar kebangsaan. Agama Islam menjadi cerminan dalam Moderasi Beragama, sehingga prinsip kehidupan dibentuk melalui Prinsip universal (manusia adalah ciptaan Tuhan) dan prinsip keadilan (tertuju pada perilaku bukan identitas). Nalar dalam Moderasi Beragama mengandung 7 prinsip utama yang harus tertanam dalam setiap diri manusia, imbuh beliau.”Jangan biarkan hari-harimu pergi tanpa menulis, membaca, dan menebar ilmu pengetahuan”, pesan beliau.

Pentingnya Edukasi Masalah Hukum Keluarga di Era Digital, Gandeng FIAI UII dan ADHKI, FaSya Selenggarakan International Conference

Laporan: Choirul Huda, Editor: Hijri

Yogyakarta, FaSya-Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam Indonesia (ADHKI) menyelenggarakan International Conference on Islamic Family Law, Rabu, 26 Juli 2023.

Bertempat di Auditorium Lantai 5 FIAI UII Yogyakarta, acara dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan dosen Fakultas Syariah dan Hukum dari berbagai perguruan tinggi di tanah air. Acara dibuka dengan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya, Hymne UII dan Hymen UIN Salatiga.

Prof. Dr. Khoirudin Nasution, M.A. selaku Ketua ADHKI mengucapkan terimakasih kepada FIAI UII, FaSya UIN Salatiga, panitia, para narasumber dan seluruh peserta yang hadir pada international conference kali ini. Prof. Khoirudin merasa sangat bersyukur karena acara ini dihadiri pula oleh para dosen hukum keluarga dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan berbagai provinsi. Harapannya, forum ini menjadi pertemuan ide dan gagagasan bagi pengembangan kapasitas serta kontribusi dosen hukum keluarga baik dalam hal pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat di seluruh wilayah penjuru nusantara bahkan dunia. 

Sementara itu, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D, selaku Rektor UII mengapresiasi atas kolaborasi dari tiga Lembaga, yakni FIAI UII, FaSya UIN Salatiga dan ADHKI.  Dalam sambutannya, Prof. Fathul menjelaskan bahwa tema yang diangkat dalam international conference kali ini sungguh menarik, yakni “Navigating Islamic Family Law and Humanity Issues in The Digital Era”.

Lebih lanjut, Prof. Fathul menjelaskan, tantangan hari ini di mana masyarakat dan kita semua mengalami era digitalisasi. “Ini menjadi tantangan kita bersama, khususnya para ilmuan dalam bidang hukum keluarga. Keilmuan Hukum Keluarga harus mengikuti arus perkembangan zaman ini. Saya sangat yakin bahwa forum ini menjadi dialog dan kolaborasi dari para scholar, para expert dan praktisi untuk menemukan solusi-solusi dalam bidang hukum keluarga bagi masalah-masalah kemanusiaan dan pendidikan Islam pada era digital saat ini.”

International conference kali ini juga dihadiri oleh narasumber dari berbagai negara, yakni; Prof. Dr. Drs. Amran Suadi, S.H., M.Hum., MM selaku Ketua Kamar Agama, Mahkamah Agung Republik Indonesia, Stijn Cornelis Van Huis dari Belanda, Prof. Dr. Najibah binti Mohd Zain dari International Islamic University Malaysia dan Assoc Prof. Ghena Krayen dari University of Sydeney.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, M.Si., merasa bahagia sekaligus bangga atas terlaksananya agenda International Conference on Islamic Family Law dan Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) ADHKI ini yang menurutnya akan memberikan kemanfaatan besar bagi pengembangangan keilmuan, penelitian, publikasi dalam bidang hukum Keluarga. Bukan hanya bagi para dosen, tetapi tentu juga untuk peningkatan kapasitas mahasiswa Hukum Keluarga Islam di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Seminar internasional semakin lebih menarik dengan dibuka tanya jawab yang memicu para akademisi hokum di perguruan tinggi Islam Indonesia yang hadir untuk berdikusi dengan para narasumber.

Workshop Review Kurikulum MBKM Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Salatiga

Laporan : Hanum, Editor: Nanang

Magelang (22/07)– Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga baru saja menyelenggarakan workshop untuk meninjau dan memperbarui kurikulum sesuai dengan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Acara ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendekatan MBKM dalam pembelajaran dan pengajaran di program studi ini. Acara yang berlangsung di Hotel Atria Magelang pada tanggal 20-22 Juli 2023 ini dihadiri oleh pejabat dan dosen di lingkungan Fakultas Syari’ah UIN Salatiga serta para stakeholder yang terkait.
Pembukaan dan Tujuan Workshop
Workshop ini dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Syariah, Dr. Farkhani, S.H., S.H.I., M.H, yang menyampaikan pentingnya mengadaptasi kurikulum untuk memfasilitasi pengalaman belajar yang lebih luas dan relevan bagi mahasiswa. Dr. Farkhani, S.H., S.H.I., M.H, menekankan bahwa MBKM memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.


Pemahaman dan Implementasi MBKM.
Dalam sesi pertama, peserta workshop diberi penjelasan mendalam mengenai prinsip-prinsip MBKM, yang meliputi pembelajaran berbasis pengalaman, peningkatan keterampilan soft skills, dan pengembangan karakter. Narasumber utama, DrAndi Prastowo, M.Pd.I seorang pakar pendidikan tinggi, memaparkan bagaimana prinsip MBKM dapat diterapkan dalam konteks hukum tata negara.
Penyesuaian Kurikulum
Sesi berikutnya membahas cara-cara konkret untuk menyesuaikan kurikulum Hukum Tata Negara dengan prinsip MBKM. Diskusi meliputi pengembangan modul praktikum, kerjasama dengan lembaga hukum, dan penyediaan program magang yang berkualitas. Para peserta juga mempelajari contoh dari institusi lain yang telah sukses mengimplementasikan MBKM dalam kurikulum mereka.
Diskusi dan Aktivitas
Workshop ini juga mencakup sesi diskusi kelompok dan kegiatan interaktif di mana peserta merancang rencana aksi untuk menerapkan prinsip MBKM dalam program studi mereka. Beberapa ide yang muncul termasuk peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam proyek penelitian, pengembangan kemitraan dengan lembaga-lembaga hukum, serta penyediaan lebih banyak peluang untuk pembelajaran berbasis proyek.


Tanya Jawab dan Penutup
Sesi tanya jawab memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan mendapatkan klarifikasi mengenai implementasi MBKM. Acara ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan rencana tindak lanjut dari Wakil Dekan Fakultas Syariah, yang menegaskan komitmen untuk terus mendukung pengembangan kurikulum yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Salatiga dapat mengoptimalkan kurikulumnya dan memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya dan bermanfaat bagi mahasiswa.