Bangun Kolaborasi dengan UNDIP Semarang, SekJur Fakultas Syariah UIN Salatiga Uji Kelayakan Disertasi Mahasiswa di UNDIP

Laporan: Huda, Editor: Hijri

Semarang, FaSya-Dr. Muhammad Chairul Huda, S.HI., M.H. selaku Dosen dan Sekretaris Jurusan Fakultas Syariah UIN Salatiga, menjadi penguji eksternal pada ujian kelayakan disertasi Program Doktor Hukum (PDH) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang. Huda juga menjadi alumni PDH Undip tersebut diundang dalam ujian yang dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Mei 2023 bertempat di ruang sidang lantai 1 Gedung PDH UNDIP, Jl. Imam Bardjo, S.H. Peleburan, Semarang.

Naskah disertasi yang diuji ditulis oleh Akhmad Khalimy, seorang mahasiswaPDH UNDIP Angkatan 2019. Disertasi tersebut mengangkat tema tentang budaya hukum pelaku usaha dalam sertifikasi halal. Khalimy melakukan penelitian dengan menggunakan setting kajian di Cirebon, Jawa Barat.

Dr. Sukirno, S.H., M.Si selaku Ketua Program Doktor Hukum UNDIP menjelaskan, ditunjuknya Chairul Huda sebagai penguji eksternal karena beberapa pertimbangan. “Kami menunjuk saudara Chairul Huda sebagai penguji eksternal karena ia memiliki kepakaran pada bidang budaya hukum, antropologi hukum dan hukum Islam, sehingga sesuai dengan tema disertasi yang diuji,” jelasnya.

Sukirno juga menambahkan, Chairul Huda merupakan alumni PDH UNDIP yang dapat menyelesaikan studi S3 hanya dalam waktu tiga tahun dengan predikat cumlaude. Selain itu, pengalaman menulisnya di jurnal internasional sekaligus sebagai Editor in Chief Jurnal Ijtihad yang telah terindeks Scopus serta reviewer Litapdimas Kemenag RI, akan dapat memberikan kritik dan masukan dalam perbaikan naskah disertasi saudara Khalimy.” Jelas pria kelahiran Pati ini.

Sementara itu, Chairul Huda mengatakan; “Saya merasa bersyukur dan mendapatkan kehormatan bisa hadir dalam majelis ilmu di PDH UNDIP yang penuh berkah ini. Apa yang ditulis oleh Saudara Khalimy merupakan sesuatu yang unik. Disertasi ini berupaya melakukan rekonstruksi budaya hukum pelaku usaha dalam memenuhi keabsahan sertifikasi halal produknya. Hal tersebut akan dapat memberikan kepastian hukum bagi konsumen untuk memilih produk-produk yang halal sesuai dengan keyakinan keagamaannya.”  

Hadir dalam ujian tersebut adalah, Dr. Sukirno, S.H., M.Si (Ketua Program Doktor Hukum), Prof. Dr. Yusriyadi, S.H., M.S. (promotor), Ro’fah Setyowati, S.H., M.H. Ph.D (co promotor), Prof. Dr. Esmi Warassih, S.H., M.S. (penguji internal), Dr. Drs. Agus Sarono, M.H. (penguji internal) dan Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H. (penguji eksternal).

Dosen Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Paparkan Pemikiran Cinta Tanah Air di Era New Media

Laporan: Chairul Huda

Salatiga, FaSya-17 Mei 2023. Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Gendongan Kecamatan Tingkir, Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Bakesbangpol) Kota Salatiga menyelenggarakan Semiloka Pemikiran Cinta Tanah Air bagi masyarakat. Sekitar seratusan warga Salatiga hadir dalam kegiatan tersebut.

Drs. Valentino Tanto Hariwibowo, M.M. selaku Kepala Kantor Bakesbangpol Salatiga menjelaskan, Semiloka ini diharapkan dapat menjaga persatuan masyarakat Kota Salatiga, terutama menjelang tahun politik 2024. Dimana pada tahun tersebut Pemilu akan dilaksanakan. “Kami berharap meskipun masyarakat memiliki perbedaaan dalam pilihan politik, tetapi rasa cinta kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini harus ditempatkan di atas perbedaan-perbedaan itu. Kami berharap situasi yang kondusif dapat tetap terjaga di Kota Salatiga khususnya dan di Indonesia pada umumnya.” Tegas Valentino.

Acara tersebut dihadiri dan secara resmi dibuka oleh Pj. Walikota Salatiga, Drs. Sinoeng Noegroho Rachmadi, MM. Dalam materinya, Sinoeng mengangkat judul; “Momentum Pemilu Serentak Tahun 2024 Sebagai Wujud Menanamkan Cinta Tanah Air Untuk Membangun Negeri.”

Sementara itu, Dosen Fakultas Syariah UIN Salatiga, Dr. Muhammad Chairul Huda, M.H. sebagai narasumber yang dihadirkan dalam semiloka tersebut menjelaskan, “Ancaman kebangsaan hari ini pada dimensi extra ordinary crime ada tiga, yakni terorisme, narkoba dan korupsi. Sementara ancaman dalam bidang social dan politik adalah intoleransi dan pengikisan ideologi Pancasila.”

Lebih lanjut, Huda menjelaskan bahwa era hari ini adalah era post truth. Era dimana masyarakat mengalami kegemukan informasi akibat derasnya globalisasi. Sebuah era dimana kejujuran-kemunafikan, kebeneran-kebohongan, fiksi-non fiksi tidak lagi jelas yang penting berita tersebut sampai ke publik.

“Hari ini berita banyak kita temukan melalui berbagai media, terutama new media. Tidak kurang dari 167 juta penduduk di Indonesia aktif di media social. Kita menjadi susah membedakan mana berita benar dan mana hoax. Apalagi pada tahun-tahun politik seperti ini, hoax pada bidang politik tentu juga akan meningkat.”

“Hoax digunakan secara beragam tetapi pada umumnya sebagai bahan fitnah, black campaign, menjatuhkan pihak lain, bahan lelucon, promosi penipuan, manipulasi konten atau propaganda dalam penyebaran ajaran agama tanpa istimbath hukum yang jelas asalnya”. Jelas doktor lulusan S3 Hukum UNDIP ini.

Semiloka tersebut juga menghadirkan narasumber dari Binmas Polres Salatiga, yakni Ipda Agus Suryanto. Dalam paparan materinya, Ipda Agus Suryanto menjelaskan, kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dikaruniai tanah air Indonesia. Sebagai salah satu contoh wujud cinta, kita harus mengenang, mendoakan dan menghargai jasa-jasa pahlawan yang mengentaskan kita dari penjajahan. Tanpa jasa para pahlawan, tampaknya kita tidak akan bisa merasakan udara kemerdekaan seperti sekarang ini.”

Sukses Antarkan Jurnal IJTIHAD Scopus, Dekan FaSya UIN Salatiga Jadi Dosen Tamu dalam Pelatihan Artikel Jurnal Internasional Bereputasi UIN Imam Bonjol Padang

Laporan: Mutohir, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya– Jurnal ilmiah IJTIHAD yang dikelola Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga berhasil terindeks Scopus pada Selasa, 13 September 2022. Raihan tersebut menjadi salah satu capaian hasil dari racikan tangan Prof. Ilyya Muhsin selaku Dekan FaSya UIN salatiga dan Editor Jurnal IJTIHAD.

Kesuksesan tersebut membuat tidak jarang membuat Ilyya sering diminta untuk membimbing acara kegiatan karya ilmiah yang ingin maju menuju SCOPUS. Senin, 15 Mei 2023, UIN Imam Bonjol Padang menyelenggarakan pelatihan penulisan artikel Jurnal Internasional Bereputasi, dengan mengundang Ilyya sebagai dosen Tamu. Kegiatan di selenggarakan secara daring melalui aplikasi on-line Zoom  Meeting pada jam 08.00-12-00 WIB.

Kesempatan memaparkan materi, Ilyya memaparkan bahwa “Standar hasil penelitian merupakan kriteria minimal tentang mutu hasil penelitian. Hasil penelitian di perguruan tinggi diarahkan dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil penelitian sebagaimana dimaksud adalah luaran yang dihasilkan melalui kegiatan yang memenuhi kaidah dan metode ilmiah secara sistematis sesuai otonomi keilmuan dan budaya akademik. Hasil luaran penelitian yang dipublikasikan pada jurnal internasioanl bereputasi’.

Pelatihan ini dihadiri kurang lebih 75 peserta, terdiri dari Dosen, Peneliti dan Mahasiswa Pascasarjana baik dari lingkungan UIN Imam Bonjol Padang maupun di luar UIN Imam Bonjol Padang.

Pelatihan ini terselenggara dilatarbelakangi oleh peran jurnal terutama dalam meningkatkan akreditas dan reakreditas program studi dan AIPTA (akreditas Institusi Perguruan Tinggi)  terutama berkaitan dengan kinerja dosen. Salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi adalah melalui peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi. Peranan Perguruan Tinggi  dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya berasal dari kontribusi lulusnya yang bermutu, akan tetapi juga dari hasil penelitiannya yang relavan terhadap pengembangan keilmuan dan kebutuhan pembangunan.

Dalam sambuatan Prof.Dr. Firdaus., M.Ag. menyampaikan harapannya “semoga selesai kegiatan pelatihan ini sistem pengelolaan dalam pembuatan jurnal artikel di UIN Imam Bonjol Padang bisa lebih berkualitas serta bereputasi tinggi”.

Tambahnya, pelatihan penulisan jurnal artikel ini bertujuan untuk:

  1. Menambah pemhaman dosen dan  mahasiswa dalam menghasilkan jurnal yang terstruktur dan sistematis serta menarik minat pembaca.
  2. Memberikan peluang bagi para dosen untuk dapat meningkatkan nilai kinerja di bidang penelitian.
  3. Memberikan peluang peningkatan indeks bagii para dosen melalui publikasi menjadi jurnal bereputasi.

Illya Muhsin menambahkan “disaat kita menulis baik artikel ataupun jurnal harus lah kita tahu dulu apa research serta harus fokus. Dalam publikasi antara jurnal nasional (Sinta) dan internasional (Scopus) tidak jauh berbeda asalkan dalam penulisannya sesuai dengan metode dan cara pembuatan jurnal yang benar, mungkin yang membedakan seleksi dalam jurnalnya yang di mana di dalamn publikasi jurnal Scopus dalam penyeleksiannya lebih ketat daripada publikasi jurnal nasional”.

 Akhir acara, Ilyya memberikan motivasi kepada peserta  “Dengan kita menulis kita akan abadi di sepanjang masa”.

Pakar Fiqih Munakahat, Drs. Machfud, M.Ag Meninggal Dunia. Sosok Berkarakter yang Membawa Duka FaSya UIN Salatiga

Laporan; Hijri

Kendal, FaSya-Innalillahi Wainnalilahi Rojiun kabar duka sangat mendalam diterima oleh sivitas akademika Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga. Salah satu dosen senior FaSya Drs. machfud meninggal dunia pada Sabtu (13-05-2023), rumah duka Karangsari Rt 03 Rw 04 Kendal, Jawa Tengah. Wafat dalam usia 62 tahun, sudah 36 tahun mengabdikan dirinya untuk kampus.

Dikenal sebagai sosok yang sabar dan bijaksana, beliau Drs. Machfud pernah menjabat sebagai Kajur Syari’ah masa jabatan 2002-2006. Banyak Dosen dan karyawan UIN Salatiga yang bersaksi bahwa semasa hidup beliau sangat supel, ramah dan berkarismatik.

Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II mewakili Dekan serta seluruh yang hadir di rumah duka mewakili sivitas akademika UIN salatiga dan FaSya menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga. Ucapan ikut berbela sungkawa serta mendoakan Almarhum dan keluarga banyak dikirimkan melalui group Whatssapp keluarga UIN Salatiga.

Ketua STAIN Salatiga 2006 – 2010, Prof. Imam Sutomo meyampaikan dalam grooup bahwa “piyantun santun, tidak pernah terlihat guratan wajah konflik dalam tampilan hariannya”.

Ketua STAIN Salatiga 1998 – 2002, Prof. Zuhri menuliskan dengan bahasa Jawa halus dan lembut “Nderek bela sungkawa awit sedanipun pak Makhfudz, mugi pinaringan husnul khatimah. Dene keluargo ingkang tinilar mugi pinaringan sabar”.

Sahabat setia menuturkan, “Dia teman paling sabar yang pernah saya kenal. Tak pernah marah meski beliau tahu saya salah. Pak Makhfudz selalu bicara dengan wajah tersenyum, nada suara merendah, sering mengalah demi orang lain… Ya Allah beliau baik sekali hatinya’, tulis Bu Jamiatul Islamiyah dari Mekah dengan emoticon sedih.

“Pendiam dan sangat sederhana,” kesan Bu Hj. Miftachur Rif’ah. Teman “lajon” satu ruangan berkisah, “Beliau, piyantunipun super sabar, super diam. Istilah orang Jawa, kalau gak dithuthuk, gak bunyi. Sampai kadang-kadang saya kehabisan kata-kata untuk mengawali pembicaraan. Maklum, kita sama-sama nglajo dan se ruangan, setelah menunaikan tugas “ngajar”, sambil rehat, ya… duduk-duduk di ruang dosen…di sela-sela menyelesaikan yang lain, ngobrol,” tulis Bu Tami. Titik kelebihan dalam etika pergaulan adalah kekuatan menahan diri, “Nggak pernah ngrasani teman,” testimoni Bu Zumrotun (Dekan FaSya 2015-2022).

“Bapak Makhfudz menjabat Kajur Syari’ah, saya mendampingi sebagai Sekretaris,” kenang Prof. Mubasirun yang merasa nyaman bersamanya dalam tim kerja. Bagi pimpinan sangat cocok dengan lelaki Kendal yang hampir tidak pernah menolak tugas, meskipun harus KKL jauuhhhh… ke Bali berulang kali, sambung mantan Dekan Syari’ah (2015/2018-2022).

Dan masih banyak tulisan kenangan yang disampaikan keluarga UIN Salatiga yang tidak bisa ditulis dalam kolom berita ini.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. Selamat jalan Machfud.

Waktunya Mahasiswa Melek dan Paham Pengaruh Investasi dan Inflasi Terhadap Saham

Laporan: Ida Fitriyani, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Sebagai mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah harus mengetahui tentang saham, ungkap Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah (HMPS-HES) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga dalam sambutannya membuka acara seminar dengan judul “ASASI (Ayo Saham Syariah)” berlangsung di Aula FaSya (13/05).

Ketua Prodi HES, Muhammad Taufiq Zamzami, S.H.I., M.A. Hadir beserta Dosen FaSya sebagai narasumber Sifaul Amin S.H., M.H., C.M dengan moderator Novia Fitrianingsih selaku Kabid Eks HMPS HES.Ide kreatif digelarnya acara ini dari anggota Devisi Sosial Politik Ekonomi HMPS-HES yaitu ingin membuka kembali sebuah komunikasi saham yang dulu pernah ada di UIN SALATIGA. Melengkapi seminar ini agar bisa terlaksana tema yang dipilih adalah “Literasi dan Inklusi Saham Syariah”.

Alasan pemilihan tema tersebut yaitu literasi sifatnya seperti pemberian pengetahuan dan pengajaran sedangkan inklusi bersifat mengajak. Jadi tujuan kita itu selain membuka pengetahuan juga kami mengajak kepada para mahasiswa agar bersaham syariah, ungkapnya. Sambutan dari kaprodi memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta seminar mahasiswa HES serta memberikan penjelasan bahwa “3 investasi menabung yaitu: investasi emas, investasi properti, investasi saham. Jangan menabung uang dalam waktu panjang, tetapi menabunglah uang dalam waktu singkat”.

Masuk acara inti dari seminar, pemaparan materi dari narasumber. Amin menjelaskan “Saham adalah bagian atau kepemilikan atas sesuatu perusahaan. Pasar modal adalah pasar tempat bertemunya pihak yang butuh modal, dengan pihak yang ingin berinvestasi pada produk keuangan. Dalam investasi saham, fungsi pasar modal adalah untuk mempertemukan perusahaan yang membutuhkan dana dengan menjual sahamnya, untuk dibeli oleh investor yang ingin berinvestasi saham. Mengapa harus berinvestasi saham? Karena saham cara terdahsyat mengalahkan inflasi, pasar modal memiliki aset yang nyata, berinvestasi saham adalah sikap yang nasionalis, dan dikelilingi produk perusahaan public”.

Dalam saham harus melewati proses investasi yang prudent termasuk diadakannya screening dan cleansing (Purfikasi) atas pendapatan. Yang mana screening itu bertujuan untuk memilih saham-saham yang memenuhi kriteria untuk berinvestasi sesuai prinsip syariah. Beberapa keunggulan berinvestasi saham yaitu saham sangat mudah ditransaksikan, saham bersifat likuid dan transparan, transaksi dapat dilakukan dimana saja, modal investasi kecil, hasil investasi relative tinggi, administrasi dan pajak tidak rumit, dapat dilakukan sampai tua dan dapat diwariskan. Cara menghadapi naik turunnya kurva yaitu jika harga naik maka sebaiknya dijual dan jika harganya turun maka sebaiknya jangan dijual. Satuan dalam saham minimal pembelian 1 lot (100 saham). Mengapa satuan dalam saham 1 lot? Karena untuk memudahkan pembelian.

Saran dari narasumber “Jika ingin paham dengan saham maka membuat workshop”. Kemudian diakhir penyampaian materi, narasumber berpesan “acara ini belum final baru pengenalan, maka kegiatan ini harus ditindaklanjuti untuk praktek membuat rekening saham.

Tangkal Radikalisme di Dunia Digital, KOMINFO dan FaSya UIN Salatiga Beri Edukasi Etika Digital pada Mahasiswa

Laporan: Mohammad Mutohir, editor: Hijri

Salatiga, FaSya- Bakti KOMINFO menggelar Seminar melalui Zoom Meeting bekerjasama dengan Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga dengan judul “Makin Cakep Digital 2023: Agama dan Radikalisme dalam Dunia Digital (08/05). Turut andil menjadi Narasumber, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. Dekan FaSya, Andika Renda Abadi dari Chief Community Officer Kaizen Room dan Muhammad Mustafid dari Dewan Etik UNU Yogyakarta.

Etika berasal dari kata ethos (Bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti. Yakni, tentang hak dan kewajiban moral (akhlak), kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Karena tanpa kita sadari di saat kita menggunakan media digital, khususnya di dalam etika juga harus baik. Media sendiri merupakan ruang untuk menyampaikan kebaikan/ keburukan melalui pemikiran yang baik, sedangkan jika tidak dapat menerima kebenaran dari orang lain maka patut ditinggalkan. Setidaknya telah diingatkan/ memberi tahu karena sudah menjalankan amar makruf nahi munkar” jelas ilyya.Menurutnya, dengan bekal karakter etika yang sesuai dengan nilai kebangsaan, generasi muda akan siap menghadapi gelombang besar di era industry 5.0.

Untuk itu, menanamkan karakter etika sebagai wujud implementasi nilai-nilai Pancasila bagi generasi milenial sangat diperlukan. Hal itu bisa dimulai sejak dini dari lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial masyarakat, serta dilingkungan birokrasi atau pemerintahan.Radikalisme dalam sudut keagamaan bisa diartikan sebagai paham keagamaan yang mengacu pada fondasi agama yang sangat mendasar dengan fanatisme keagamaan yang sangat tinggi, sehingga tidak jarang penganut paham/aliran ini menggunakan cara-cara kekerasaan untuk mengaktulisasikan paham keagamaan yang diyakininya.

Saat ini dengan menggunakan media sosial semakin membuat efektif nya kampanye paham radikalisme, oleh karena itu kita sebagai pengguna harus bijak serta kritis dalam menanggapi berita-berita yang beredar di sekitar kita. Badan nasional penanggulangan terorisme (BNPT) memaparkan hampir semua perguruan tinggi negeri (PTN) di pulau jawa terinfiltrasi paham radikalisme dengan tingkat variatif, terdapat 7 (tujuh) PTN dengan tingkat keterpaparan tinggi”ungkapnyaKehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat ini yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disrupsi teknologi.

“Untuk mengahadapi itu, kita semua harus mempercepat kerjasama kita dalam mewujudkan agenda transformasi digital Indonesia. Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi. Selanjutnya, International Media Consultant menjelaskan, data Januari 2023, 70 persen dari penduduk Indonesia atau sekitar 212 juta orang terhubung dengan internet. Dari jumlah tersebut, sekitar 192 juta orang aktif di medsos.Dalam etika di dunia maya, tidak berbeda dengan dunia nyata. Dunia internet adalah dunia publik yang berada diluar kendali.Kegiatan seminar kali ini alhamdulillah berjalan dengan lancar yang dimana di hadiri kurang lebih ada 208 perserta, serta antusias para peserta yang luar biasa juga sebagai jalur kegiatan ini bisa berjalan efektif serta kondusif.

“sebagai generasi penerus bangsa dan generasi muda supaya dapat terhindar dari radikalisme dan penerapan kebhinekaan di media sosial, selalu berinteraksi dan berkolaborasi dalam hal positif” pungkasnya.

Nilai Sangat Memuaskan Antar Dosen FaSya UIN Salatiga Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Islam

Laporan: Hijri

Jakarta, FaSya-Muda, kreatif, enovatif dan masih energik, menggambarkan sosok dosen muda Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga Ali geno Berutu kelahiran daerah istimewa Aceh. Pada Senin(08/05/2023), Ali yang sudah terlebih dahulu menyelesaikan studi S3, melaksanakan sidang disertasi terbuka promosi doktornya yang diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Disertasi yang diajukan dalam sidang tersebut berjudul “Konflik Atas Nama Agama di Aceh Singkil”.

Ali dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor, setelah berhasil menjelaskan dan menjawab semua pertanyaan dari penguji. Sidang yang digelar di Auditorium Prof. Suwito SPs UIN Jakarta, dihadiri oleh Penguji (Prof. Dr. H. A. Salman Maggalatung, SH, MH., Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, SH, MH, M.A., Dr. Alfitra, SH, M.Hum.) dari pembimbing (Prof. Dr. Abdul Gani Abdullah, S.H., Prof. Dr. Said Agil Husin Al Munawar, M.A.) dari UIN Salatiga (Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Dekan I FaSya, Wakil Dekan II FaSya, Kabag TU FaSya) serta segenap keluarga.

Saat sidang promosi doktor, Ali memaparkan, penulisan disertasi ini didasari oleh Latar permasalahan kerenggangan hubungan beragama di Aceh singkil yang berakibat rentannya hubungan umat beragama. Sehingga berakibat konflik antar umat beragama kerap terjadi di daerah tersebut. Tercatat konflik terjadi sejak mulai tahun 1979, 2001, 2004 dan terakhir 2015 yang berakibat terbakarnya rumah ibadah serta jatuhnya korban jiwa dari kedua belah pihak.

Ali menawarkan solusi permasalahan dalam disertasinya, perlu menjalin toleransi antar umat beragama di Singkil dengan pendekatan kearifan lokal berupa pulung mekaum (musyawarah antar keluarga) dan pelleng sicina mbara (menyatukan antar warga yang bertikai) serta rapat-rapat adat lainnya. Disisi lain ali juga berharap untuk semua pihak di Singkil untuk mengesampingkan ego sektoral khususnya bagi kalangan miniritas untuk tidak memaksakan mendirikan rumah ibadah jika tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam Qanun kerukunan umat beragama di Singkil.

Atas capaian Ali Geno yang telah memperoleh gelar doktor, seluruh sivitas akademika Fakultas Syari’ah UIN Salatiga turut bangga dan berharap serta mendukung dalam rangka untuk memajukan Fakultas menjadi lebih maju.

Go Internasional, Najwa Sosialisaikan Almamater Fakultas Syariah UIN Salatiga Di Negara Thailand

Laporan: Najwa H, Editor: Hijri

Thailand, FaSya-Melalui Siaran radio on-line (101.00 Mhz) dan Live Facebook (RSN Suara Al Noor) Thailand (25/04), Najwa Hakim selaku mahasiswa Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga diundang untuk mengisi dan diberi kesempatan berbagi seputar pengalamannya kuliah di UIN Salatiga hingga bisa menjalankan tugas akademik penelitian akhir studi di Provinsi Pattani, Thailand Selatan selama 1 bulan.

Video profil UIN Salatiga menjadi pembuka sesi wawancara dengan Najwa. Moderator pada siaran diwakili oleh penyiar radio Thailand Ibrahim H. Abdulrahman dan dua mahasiswa UIN Salatiga. Najwa sebagai mahasiswa UIN Salatiga asli Indonesia dan Ismail sebagai mahasiswa UIN Salatiga asli Thailand.

Dalam kesempatan yang diberikan kepada Najwa, “Ini merupakan pengalaman pertama saya bisa memakai jalur penerbangan antar negara. Saat berangkat, saya dari bandara Suekarno-Hatta (Jakarta) dan sempat transit di bandara Changi, Singapura selama 15 Jam untuk bisa mendarat di bandara Hat Jay, Thailand Selatan”.

Tujuan awal perjalanan ke Thailand untuk penelitian karya ilmiah, mulai dari tanggal 8 April sampai 4 Mei 2023 diberikan kesempatan tinggal disini dan menuntaskan tugas penelitian. Alhamdulillah saya bisa melihat secara langsung budaya dalam merayakan Hari Raya Islam (Idhul Fitri) di sini, ungkapnya.

Penelitian Skripsi Najwa berjudul, “Efektivitas Penerapan Wajib Bimbingan Dan Penyuluhan Bagi Pelaku Hamil Pranikah Dalam Menjaga Ketahanan Berumah Tangga” (Studi Kasus di Majlis Agama Islam Pattani, Thailand Selatan).

Alasan disampaikan oleh Najwa yang mendasari penelitian dilakukan di Thailand karena adanya ketertarikan dengan wilayah Pattani (Thailand Selatan) yang berbeda dengan orang lain ketahui tentang Negara Thailand itu sendiri (sering disebut negara Budha). Di Provinsi Pattani ini sangat kental budaya Islamnya, bahkan hampir mirip dengan Daerah Istimewa Aceh secara hukumnya memiliki hak istimewa dalam mengatur masyarakatnya di tiga Provinsi Selatan Thailand (Pattani, Yala, Naratiwat).

Hal ini juga didukung dengan fokus study saya sebagai Sarjana Hukum Keluarga Islam (HKI), di Pattani memiliki ciri khas dalam hukum muwafakat untuk mengatur pernikahan. Hukum muwafakat atau yang sering disebut kesepakatan bersama ini telah diakui dan diterapkan menjadi hukum aktif di tiga wilayah Thailand Selatan ini, lanjutnya.

Keseriusan Najwa terlihat dari transportasi perjalanan dan biaya hidup di Thailand bersal dari kocek pribadi. Ada bantuan biaya untuk living Kos difasilitasi oleh asrama dari Sekolah Sasnupatam School, Pattani, Thailand Selatan.

Kesempatan juga diberikan Najwa untuk mensosialisasikan UIN salatiga dan memotivasi kepada para pemuda Pattani yang mau melanjutkan perkuliahan di Indonesia. Penelitian ini memberikan kesan bahwa “saya sangat bersyukur bisa bertemu dengan beberapa ulama besar pejuang kemerdekaan Pattani, khususnya Dr. H. Ahmadkamel H. Wanyusuf Al-Bandari yang merupakan salah satu pimpinan di Majelis Agama Islam Pattani. Kemudian saya sangat mengharapkan kepada segenap adek-adek saya khusus Mahasiswa UIN Salatiga yang sedang menjalankan study disana agar selalu menjalin relasi dengan baik dan mengambil kesempatan serta tantangan untuk meningkatkan Hard Skilldan Soft Skill nya selama belajar di UIN Salatiga agar bisa memberikan nama baik kepada Almamater serta bisa bermanfaat untuk lingkungannya.

Kontribusi Mahasiswa HTN dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui Berbagi Takjil Kepada Masyarakat

Laporan: Sekar, editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Sabtu (15/04) dengan briefing terlebih dahulu pada pukul 15.00 WIB Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS-HTN) Kabinet Kompetitif Progresif mengadakan kegiatan berbagi takjil berlokasi di Pasar Rejosari, Salatiga. Guna memulai kegiatan sebelum berangkat dibuka dengan do’a bersama terlebih dahulu agar kegiatan terselenggara dengan lancar. Menuju tempat pembagian takjil pukul 16.30 WIB para mahasiswa dan mahasiswi yang ikut sebanyak 25 orang membagikan takjil untuk berbuka puasa kepada warga masyarakat yang ada disekitar pasar, dan juga para pengendara yang melintas.

“Dalam rangka menjalankan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dan sebagai kegiatan yang positif pada syahrul muwaasah hal itulah yang menjadi motivasi terselenggaranya kegiatan berbagi takjil ini”, ujar Saudara Reihan Pramana selaku Ketua HMPS HTN yang juga memimpin langsung kegiatan HTN berbagi.


“Semoga kedepannya kegiatan ini dapat berjalan rutin dan harapannya takjil yang diberikan bermanfaat dan membawa berkah bagi mereka yang memerlukan untuk berbuka puasa”, imbuhnya.


Kegiatan berbagi HTN ditutup dengan dengan buka bersama, sambil menunggu waktu berbuka diselingi sharing mengenai isu-isu yang sedang trending terkait HTN dan mengenai sarana prasarana di kampus 2 UIN Salatiga.

Ketahuilah Perempuan Dinikahi Karena 4 Hal, HMPS HKI Gelar Kajian Hukum Keluarga Bahas Ta’ruf dan Kriteria Memilih Pasangan

Laporan: Annisa Rahmawati, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya– Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HMPS-HKI) UIN Salatiga, gelar kajian rutin pertama di bulan Ramadhan. Kajian seputar hukum keluarga atau Kajian seputar Ahwal Syakhsiyah yang disingkat menjadi KISWAH merupakan salah satu program kerja dari Departemen Sosial Agama HMPS-HKI UIN Salatiga. Kajian ini menjadi kajian rutin yang diselenggarakan oleh HMPS-HKI sendiri. Kajian ini membahas seputar ahwal syakhsiyah atau hukum keluarga, yaitu hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan keluarga. KISWAH yang pertama ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 14 April 2023 di gazebo depan gedung A, Kampus 2 UIN Salatiga. Kajian ini dimulai pukul 09.00-10.30 WIB dengan pemateri yaitu M. Ichsan Hidayat, S.H. yang merupakan alumni dari IAIN Salatiga pada 2021 dan moderator yaitu Dinda Septiyani yang merupakan pengurus dari HMPS-HKI.Tema KISWAH yang diangkat pada kajian pertama ini yaitu “Ta’aruf dan Kriteria Memilih Pasangan”. Ta’aruf sendiri yaitu perkenalan, tetapi perkenalan yang dimaksud bukan merupakan perkenalan biasa atau pada umumnya, melainkan perkenalan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius untuk menikah. Proses ta’aruf memiliki batasan yaitu hanya melihat wajah dan telapak tangan, serta harus ada pihak yang mendampingi. Artinya, proses ta’aruf tidak dilakukan dua orang lawan jenis saja, tetapi ada pihak ketiga yang menjadi perantara. Pihak ketiga ini bisa ustadz, orang tua, ataupun keluarga dari salah satu yang menjalankan ta’aruf. Dalam kajian yang bertema ta’aruf dan kriteria memilih pasangan ini, pemateri menyampaikan kriteria memilih pasangan dapat ditentukan karena ketampanan atau kecantikan, karena harta, nasab, dan yang terakhir yaitu karena agamanya. “Perempuan itu dinikahi karena empat hal yaitu (1)karena hartanya, (2)keturunannya, (3)kecantikannya dan (4)agamanya. Maka pilihlah yang baik agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasai, dan Ibnu Majah) Selain itu, “Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi Muhammad SAW. telah berkata: Wanita umumnya dinikahi karena 4 (empat) hal: hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Karena itu, pilihlah yang memiliki agama, kalian akan beruntung.” (HR. Bukhari)Dari penjelasan dan juga hadist tersebut, maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa yang paling penting dalam memilih pasangan yaitu karena agamanya. Pilihlah pasangan yang baik agamanya, karena kecantikan bisa pudar, dan harta bisa hilang, sedangkan agama bisa membawa kita ke surgaNya. Terutama bagi perempuan, pilihlah ia yang paham agama dan mampu membimbingmu, karena untuk menuju surgaNya, kita perlu pemimpin yang paham akan jalan mencari ridhaNya. Dan pada hakikatnya semua harus saling melengkapi, karena pada dasarnya manusia tidak ada yang sempurna. Maka, berdoa untuk jodoh harus dimulai dari sekarang, jangan menunggu nanti saat hendak menikah. Ketua HMPS-HKI, Hanna Fadhillah Isnaini menjelaskan bahwa tujuan diadakannya kajian ini yaitu untuk memberikan pemahaman ilmu khususnya bagi mahasiswa hukum keluarga Islam. Sehingga dengan adanya kajian ini dapat memberikan manfaat untuk kedepannya terutama seputar hukum-hukum keluarga. Menurut salah satu peserta kajian, dengan adanya kajian ini, maka sangat bermanfaat untuk memberikan bekal pemahaman bagi para peserta kajian. Karena dalam memilih pasangan juga membutuhkan ilmu, sehingga kita tidak salah dalam memilih pasangan hidup. Selain itu, peserta juga bisa melakukan diskusi langsung dengan pemateri apabila ada pembahasan yang dirasa kurang jelas atau pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh pemateri. Pada akhir kajian, Dinda Septiyani selaku moderator, memberikan sebuah statement yaitu “Pantaskan dirimu di hadapan Allah, supaya Allah memantaskan dirimu untuk pasanganmu”