Gelar Khotmil Qur’an Virtual, HMPS-HES Bangun Kekompakan dengan Jalan Keberkahan

Laporan: Ida Fitriyani, editor: Hijri

Salatiga, FaSya– Devisi Agama dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syariah (HES) menggelar Khotmil Qur’an secara virtual. Kegiatan mengundang seluruh anggota HMPS HES dan juga mahasiswa HES dengan menggunakan aplikasi online Google meet, Kamis (13/04/2023).

Walau digelar secara virtual, tidak mengurangi eforia peserta. Tujuan di adakannya Khotmil Qur’an sudah pasti mendapatkan pahala dari Allah SWT yang berlipat ganda pada bulan suci Ramadan ini. Sebab, pahala membaca Al-Qur’an akan dilipatgandakan pada bulan Ramadan selama niatnya lurus dan tulus karena ingin beribadah kepada Allah SWT.

Bulan Ramadan merupakan Syahrul Qur’an (bulan Al-Qur’an). Diturunkannya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman yang artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah : 185).

Pembagian bacaan tadarus Al-Qur’an selama bulan Ramadan dilaksanakan sejak awal sampai 22 Ramadan. Setiap kelas harus mengkhatamkan Al-Qur’an. Setiap mahasiswa diminta membaca Al-Qur’an minimal 1 juz. Dan akhirnya Khataman Al Qur’an terlaksana.

Kegiatan Khotmil Qur’an ini sebagai rasa syukur karena telah menyelesaikan pembacaan Al-Qur’an lengkap 30 juz oleh mahasiswa HES. “Semoga kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan bisa terlaksana di tahun depan kemudian. Dan semoga dengan adanya kegiatan Khotmil Qur’an ini menjadi amal baik dan menjadi keberkahan kepada kita semua,” Harapan ketua panitia Khotmil Qur’an dari Devisi Agama HMPS HES.

Senada harapan disampaikan dari ketua umum HMPS HES “Semoga kita lebih mengerti dan tidak meninggalkan membaca Al-Qur’an karena mempunyai banyak Fadhilah dengan membaca Al-Qur’an. Dan semoga tahun depan dapan melakukan kegiatan seperti ini lagi dan banyak yang mengikutinya”.

Kegiatan Khotmil Qur’an ini berlangsung selama 1 jam yaitu pada pukul 16.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Dengan bacaan Khotmil Qur’an dari QS. Ad-Duha sampai QS. An-Nas. Yang dipimpin oleh ketua panitia Khotmil Qur’an.

Kemudian diakhiri dengan bacaan tahlil dan doa Khotmil Qur’an yang di pimpin oleh Lukman Khakim salah satu dari Devisi Agama HMPS HES. Dan ditutup dengan bacaan hamdalah bersama-sama.

Kupas Ilmu Falak dan Astronomi, Direktur PUSIFA Beri Penjelasan Kesamaan Dari Keduanya

Laporan: M. Mutohir, editor: Hijri

Salatiga,FaSya-Sebenarnya Ilmu Falak dan Astronomi itu tidak jauh berbeda, jika kita teliti dari pengertian Ilmu Falak sendiri adalah ilmu yang membahas tentang benda-benda langit (alam Semesta), jelas M. Rifa Jamaludin Nasir selaku dosen dan pakar ilmu Falak Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga dalam acara Seminar Nasional Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris IPA (HMPS TIPA).Seminar digelar di gedung Ahmad Dahlan UIN Salatiga, Kamis (14/04).

Seminar Nasional ini bertemakan “Ilmu Falak: Teori, Penerapan, dan Pembelajaran dalam Sains Astronomi)” tujuannya para mahasiswa mampu memahami Ilmu Falak dan bisa menerapkan-nya, ungkap Ketua Panitia.

Arif Billah M.Pd. Selaku Kaprodi Tadris IPA Sangat mengapresiasi adanya Seminar Nasional ini yang dimana di kegiatan ini tidak hanya di hadiri dari Jurusan Tadris IPA saja melainkan dari beberapa jurusan yang ada di Kampus UIN Salatiga. Harapannya Forum -Forum Diskusi ini bisa berlanjut terus agar keintelektualan para mahasiswa semakin berkembang.

Pemaparan pemateri, Rifa bercerita awalnya dulu salah satu pendiri Kampus UIN Salatiga yaitu K.H. Zubair adalah seorang yang ahli ilmu Falak. Dalam ilmu Falak yang digunakan pada materi di Fakultas Sariah (FaSya) UIN Salatiga adalah ilmu Falak yang berhubungan dengan hal Ibadah, seperti penentuan awal Bulan Puasa Ramadhan, Arah Kiblat dan lain-lain.

Ilmu Falak sebenarnya mempelajari pembelajaran kepada mahasiswa beberapa pembelajaran tentang astronomi. Sehingga bisa juga materi ilmu Falak dimasukkan di fakultas lainnya Acara ini di hadiri kurang lebih 249 peserta, dari beberapa Jurusan yang ada di UIN Salatiga.

Realisasikan Amanah UU Ormawa, HMPS-HTN Tampung Aspirasi Mahasiswa dengan Gelar Kajian Konstitusi Dampak Daerah Otonom Baru

Laporan: M. Mutohir, editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS HTN) Fakultas Syari’ah (FaSya) gelar kajian konstitusi mengeni dampak Daerah Otonom Baru (DOB) Terhadap Perundang-Undang dan Penyelenggaraan Pemilu. Kegiatan digelar pada Selasa, 11 April 2023 bertempat di aula FaSya UIN Salatiga lantai 3 Gedung Dekanat.Kajian konstitusi digelar karena dasar adanya keresahan mahasiswa/i yang diaspirasikan kepada HMPS-HTN agar dapat ditampung dan direalisasikan dengan membuat forum-forum diskusi. Respon cepat dari HMPS mengacu pada amanah dari Undang-undang Ormawa FaSya No. 2 tentang Badan Legislatif yang harus mampu menjembatani dan mewadahi ruang-ruang diskusi.Tujuan kajian konstitusi ini untuk menumbuhkan keintelektual para mahasiswa khususnya dalam menyikapi isu-isu yang strategis. kajian ini selenggarakan oleh departemen kajian strategis pada HMPS, dengan mengangkat tema “Dampak Daerah Otonom baru Terhadap Perundang-Undangan Dan Penyelenggaraan Pemilu”. Ekspektasi penyelenggara dari kajian ini, para peserta setelah mengikuti kajian konstitusi bisa mendapatkan wawasan serta bisa diajarkan kepada para mahasiswa yang belum bisa hadir “ujar ketua umum HMPS HTN Reihan Pramana. Dekan FaSya Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. sangat mengapresiasi bentuk kegiatan-kegiatan yang sangat bermanfaat untuk mengembangkan wawasan seperti kajian ini. Harapan yang lebih luas bisa sebagai tombak awal khususnya bagi mahasiswa dalam membuat forum-forum diskusi yang bisa mengasah keintektualan mahasiswa hukum dalam menanggapi isu-isu yang terpanas dalam bidang hukum. Serta bisa sebagai ajang pengembangan para mahasiswa dalam kritis setaiap isu-isu yang terpanas.Cholida Hanum selaku Ketua Jurusan FaSya dan sekaligus hadir sebagai pemateri dalam kajian, menyampaikan ”Menyikapi kebijakan otonom daerah baru khususnya papua sendiri, yang dimana dalam pembagian jumlah provinsi di indonesia ada 38 provinsi. Pertambahan 4 provinsi sendiri berasal dari papua .yang awalnya hanya provinsi papua dan papua barat, kini telah dibagi lagi yaitu provinsi selatan, provinsi pegunungan, provinsi tengah dan provinsi barat daya. Yang dimana telah diatur dalam UU No 2 Tahun 2021 “tentang otonom khusus bagi provinsi papua”. Tambahan dengan adanya tujuan pembentukan provinsi baru di papua ada 2 tujuan yaitu: A) untuk mencapai cita-cita negara kesatuan Republik Indonesia yaitu kesejahteraan bagi rakyatnya. B) adanya pemekaran wilayah guna untuk menyerap aspirasi-aspirasi masyarakat sebanyak-banyaknya. Ada beberapa faktor yang menjadi pendorong disahkan nya UU untuk daerah otonom baru yaitu pertama, motif efektifitas administrasi. Kedua, homogenitas. Ketiga, motif fiskal keempat, motif pemburu rente, pungkas Cholida.

Pengajian Ramadan FaSya, Dekan: Berbahagialah di Bulan Ramadan, Maka Jasadnya Kelak Diharamkan Masuk Neraka

Laporan: Sekar, editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Pengajian Ramadan menjadi agenda rutin pada setiap tahunnya, kali ini Selasa (11/04), Fakultas Syari’ah (FaSya) bekerjasama dengan Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUADAH) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) gelar pengajian Ramadan dengan menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Magelang Drs. Jumari Al Ngluwari.

Sore hari menjelang waktu berbuka sebagai kegiatan Ramadan untuk menambah ilmu, dan wawasan tentang Islam sekaligus ngabuburit. Acara ini diikuti oleh 74 yang hadir dari kalangan sivitas akademika, mahasiswa-mahasiswi dari FaSya dan FUADAH di Majid At-Thoyyar, Kampus 2 (dua) UIN Salatiga.

Pengajian ramadhan, diawali dengan pembukaan membaca basmalah bersama-sama, kemudian dilanjutkan oleh saudari Mukti melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu sambutan dari Bapak Dekan FaSya Prof. Dr. Ilyya Muhsin, yang dalam sambutannya beliau menyampaikan “tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah diakhir-akhir bulan Ramadan. Barang siapa yang berbahagia di bulan Ramadan, maka jasadnya kelak ketika meninggal diharamkan masuk neraka, jadi tetap semangat dalam menjalani ibadah puasa di syahrul mubarok ini agar meraih keberkahan bersama-sama”.

Kemudian acara inti yaitu disampaikannya tausyiah oleh K.H Jumari, beliau menyampaikan “dalam hal beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dapat dilakukan dengan melaksankan ibadah mahdhah dan muamalah duniawiyah yang diimbangi dengan sikap ikhlas, tawakal dan ridho akan timbul rasa optimis, tidak sombong, tenang dan senang dalam menjalani hidup serta ketika manusia memiliki rasa syukur, ia tidak akan mudah nggresulo”.

Di penghujung tausyiah, beliau mengamanatkan tentang mawas diri sebagai mahasiswa dan mahasiswi supaya dapat memprioritaskan hal yang menunjang agar cepat lulus kuliah dan menjadi pribadi yang unggul dalam akhlak dan budi pekerti.

Sebelum acara ditutup dengan berbuka bersama terlebih dahulu dibagikan takjil kepada yang hadir, dan turut serta penampilan hadrah dari Lembaga Dakwah Kampus UIN Salatiga semakin membuat acara menjadi meriah. Para hadirin juga menyimak tausyiah dari K.H Jumari dengan seksama dan dalam pemaparannya diselingi dengan komunikasi dengan audiens, sehingga membuat antusias dan suasana yang ada menjadi cair.

Gelar Bakti Sosial Ramadan, HMPS HKI FaSya: Rajut Keberkahan, Berbagi Keceriaan

Laporan: Annisa Rahmawati, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya– Agenda Ramadan untuk berbagi bersama sobat samawa, merupakan kegiatan bagi takjil yang diadakan oleh HMPS-HKI (Himpunan Mahasiswa Program Studi-Hukum Keluarga Islam) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga. Pada hari Minggu, tepatnya tanggal 9 April 2023, Rombongan pengurus HMPS-HKI UIN Salatiga mengadakan kegiatan bagi takjil gratis untuk masyarakat sekitar Salatiga yang melewati Jl. Osamaliki, Mangunsari perempatan traffic light jalurSolo-Semarang. Kegiatan Ramadhan berbagi ini dilakukan pada waktu menjelang maghrib yaitu mulai pukul 17.00-17.30 WIB.

Berbagi takjil ini merupakan salah satu program kerja dari Departemen Sosial Agama HMPS-HKI. Tujuan kegiatan ini untuk membantu sejumlah masyarakat yang mungkin saat berbuka datang masih dalam perjalanan pulang kerumah yang kiranya tidak sempat membatalkan puasa saat perjalanan. Kemudian meningkatkan rasa peduli dan berbagi kecerian dengan sesama umat muslim. Selain itu juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena masih dipertemukan di bulan suci Ramadhan tahun ini, dan merupakan bentuk kegiatan sosial untuk masyarakat dari mahasiswa HKI itu sendiri.

Takjil yang dibagikan kurang lebih sejumlah 100 bungkus takjil. Takjil ini dibagikan kepada para pengendara saat berhenti di lampu merah Jl. Osamaliki, serta beberapa masyarakat di sekitar lampu merah. Kegiatan sosial ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar dan salah satunya dari anak punk yang berterimakasih serta memberikan doa untuk kesuksesan HMPS-HKI sendiri.

Harapan bersama terselenggaranya Ramadan berbagi ini semoga dapat menambah kenikmatan ketika berbuka puasa dan membantu bagi umat muslim yang kurang mampu dalam berbuka. Selain mendapat pahala bersedekah, berbagi takjil kepada orang yang berpuasa juga akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut. Sesuai Sabda Rasulullah SAW, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HRTirmidzi).

Hanna Fadhillah Isnaini selaku ketua umum HMPS-HKI, berharap “Semoga kegiatan Ramadhan berbagi ini bisa menjadikan keberkahan dalam langkah kedepannya. Hal yang indah adalah dimana kita berbagi dan berbuat baik”.

Wakil Ketua, Rizki Pirmansyah menambahkan “Semoga dengan adanya kegiatan sosial Ramadhan berbagi ini bisa membawa keberkahan khususnya untuk HMPS-HKI sendiri, dan mahasiswa serta masyarakat pada umumnya”.

Indahnya Berbagi, HMPS HES FaSya UIN Salatiga Santuni Anak Yatim dan Berbagi Takjil

Laporan: Qhotrun Nada, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Bentuk kepedulian mahasiswa yang tergabung dalam organisasi internal kampus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syariah (HES) pada Bulan Suci Ramadhan, dibungkus dengan pembukaan donasi sebagai titik awal langkah bentuk kepedulian antar sesama. Terhitung dalam kurun waktu 4 (empat) hari pengumpulan donasi mendapatkan hasil yang maksimal dengan presentase mahasiswa/i sebanyak 35% dan masyarakat sebanyak 65%. Pengumpulan donasi dari mahasiswa melalui kotak donasi yang ditempatkan dibeberapa titik yang sering mahasiswa jadikan tempat berkumpul atau lewati. Sedangkan donasi pada masyarakat, mahasiswa HMPS HES secara sukarela dengan semangat untuk berbagi, keluar kampus turun ke masyarakat untuk mencari donasi dengan mengelilingkan kotak donasi ke lingkungan masyarakat sekitar kampus.

Hasil donasi yang telah terkumpul dialokasikan dalam pengadaan santunan anak yatim dan berbagi takjil. Pada kesempatan kali ini HMPS HES FaSya mengambil tema “Menebarkan Kebaikan di Bulan Ramadhan untuk Meningkatkan Keimanan & Solidaritas Sosial”.

Santunan anak yatim dilaksanakan pada hari Minggu, 9 April 2023 bertempat di Panti Asuhan Darul Hadlanah Kecamatan Pabelan. Pembagian santunan dihadiri serta disaksikan 23 anggota HMPS HES FaSya dan 1 pengawas Senat Mahasiswa (SEMA) FaSya.

Panti Asuhan ini telah berdiri sejak tahun 2019 yang masih berjalan hingga saat ini dengan memiliki 6 anak yatim yang menetap, serta 6 anak dan 210 anak yatim binaan. Bapak K.H. Habib Sholeh S. Pd. M. Pd. sebagai penasehat panti tersebut juga menaungi kepengurusan Panti Asuhan sebanyak 24 pengurus. Bentuk pembinaan anak yatim tersebar sebanyak 17 desa di Kecamatan Pabelan yang berada dibawah naungan Darul Hadlanah. Pengadaan santunan kali ini ditujukan kepada 8 anak yatim yang berada di Panti Asuhan kala itu.

Rangkaian acara dalam santunan anak yatim diawali dengan pembacaan surah Al-Fatihah yang dipandu oleh Wirani Putri Septiani Soleha sebagai pembawa acara yang. Dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil oleh Lukman Hakim dan diakhiri pembacaan doa oleh Khoirul Huda.

Disampaikan oleh Putri Mulyasari selaku ketua panitia, “Alhamdulillah, santunan anak yatim dapat berjalan sesuai rencana dan semoga berkah. Dengan adanya santunan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas semua kenikmatan serta masih diberikan kesempatan untuk menjalani ibadah puasa di tahun ini. Sebagai bentuk tolong menolong antar sesama yang membutuhkan dan rasa cinta kita terhadap anak yatim”.

Masih dalam acara pembukaan, Ibu Latifah sebagai pengurus Panti Asuhan menerima dengan antusias bentuk santunan dari HMPS HES FaSya. “Sungguh luar biasa sudah memiliki niat yang besar untuk berbagi kepada sesama dan semoga menjadi bekal dan keinginan yang kuat untuk berbagi. Semoga kegautan ini menjadi inspiratif kepada mahasiswa setelahnya. Semoga dapat menjadi jalinan Silaturrahim yang baik. Dan kesempatan ke-3 kali menerima santunan pada bulan ini. Fasilitas kepada mahasiswa dan menjadikan keberkahan bagi semuanya”.

Tujuan terselenggara santunan anak yatim ini dapat menjadi awal silaturahim yang baik sesuai dengan harapan dari pengurus Panti Asuhan.

Kegiatan Ramadhan berlanjut dengan bagi takjil sekitar pukul 16.30 – 17.00 WIB dengan target 100 takjil gratis kepada pengendara jalan. Pembagian takjil dilakukan di Jalan Lingkar Salatiga tepatnya pada perempatan lampu lalu lintas Pulutan dengan 4 (empat) titik pembagian.

Bukti perwujudan kepedulian mahasiswa HMPS HES FaSya sebagai Ormawa kian selalu dipandang positif oleh masyarakat. Lukman Hakim sebagai Ketua HMPS HES FaSya menyampaikan bahwa “Dua kegiatan ini merupakan kegiatan yang mulia dibulan Ramadhan sesuai tema yang kita angkat yaitu, Menebarkan Kebaikan di Bulan Ramadhan untuk Meningkatkan Keimanan & Solidaritas Sosial. Sekaligus sebagai pengisi kegiatan positif pada bulan suci ramadhan, serta sebagai perwujudan rasa saling cinta kasih sayang dan kepedulian terhadap anak yatim”.

“Diharapkan dengan terselenggaranya program kerja Divisi Agama menjadi wajah baru bagi HMPS HES FaSya untuk terus berdakwah pada bulan Ramadhan dan dilain kesempatan” pungkasnya.

Bijak untuk Membentuk Mental Agent of Change, Dewan Eksekutif Mahasiswa FaSya UIN Salatiga Gelar Kajian UU Cipta Kerja

Laporan: Qhotrun Nada

Editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Syari’ah (Fasya) gelar kajian mengenai Undang-Undang Cipta kerja secara daring dengan target peserta dari kalangan mahasiswa FaSya. Sukses dengan antusiasme yang banyak meskipun kajian diadakan secara on–line melalui via google meet, kajian diikuti oleh 26 peserta yang sangat antusias selama berlangsungnya kegiatan dan dihadiri oleh Ketua Umum Dema Fasya, Rita Latassaqia.

Sabtu, 1 April 2023 digelar secara on-line kajian dimulai pukul 20.30 WIB. Kegiatan ini sebagai wujud peningkatan pengetahuan mahasiswa mengenai akibat disahkannya UU Cipta kerja. Pelaksanaan kajian berlangsung selama 2 (dua) jam dan dikemas secara menarik dengan penyampaian pemantik kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Selama kegiatan berlangsung penyelenggara menghadirkan pemantik dari Mahasiswa FaSya yang dinilai memiliki pemahaman lebih mengenai UU Cipta kerja yaitu, Nazzuma Ihsanudin Yusuf dengan dipandu oleh moderator Della Saputri. Dalam pemaparannya Pemantik menyampaikan bahwa “adanya UU Ciptakerja sebagai bentuk menyederhanakan UU yang ada sehingga menjadi UU Cipta kerja yang disahkan pada tahun 2020 secara formil. Namun, dengan disahkan UU Cipta kerja menimbulkan beberapa kontroversi dibeberapa daerah dan adanya demo oleh mahasiswa. Dengan adanya UU Cipta kerja tetap mengalami perubahan dengan disahkannya Perpu Cipta kerja yang isinya mengadopsi dari UU Cipta kerja”. Kajian UU Cipta kerja membahas tuntas mengenai isi dari UU Ciptakerja hingga dampak apa yang ditimbulkan dengan disahkan UU tersebut. Salah satu peserta memberikan tanggapan bahwa “kajian ini sangat positif namun durasi dalam penyampaiannya masih terlalu singkat sehingga diharapkan terdapat kajian selanjutnya dalam durasi yang lebih lama. Dengan adanya kajian ini menjadi nambah wawasan untuk mahasiswa pastinya”, pungkasnya.

Peringati Hari Lahir Prodi HKI FaSya UIN Salatiga, Berikut Pesan Penting Ketua Prodi dan Dekan

Laporan: Tim Media Center FaSya

Salatiga, FaSya– Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini HMPS-HKI (Himpunan Mahasiswa Program Studi-Hukum Keluarga Islam) memperingati hari lahir (harlah) Prodi HKI Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga ke-26 bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1444H. Semarak kegiatan harlah digelar dengan tema “Kontribusi Pengembangan Sosial Berdasarkan Nilai Keagamaan”, berlangsung di Masjid at-Thayyar kampus 2 UIN Salatiga (31/03/2023).

Hadir turut meramikan semarak harlah, Yahya, S.Ag., M.H.I. selaku Kaprodi HKI dan para Demisioner dari HMPS HKI. Dalam kesempatan harlah ini, Dekan yang sebelumnya sanggup hadir, mendadak dapat tugas mendampingi rector untuk kegiatan Tarwih Keliling di Sragen.

Dalam sambutannya ketua panitia Wildan Afif Faruqi, menyampaikan “kegiatan ini bertujuan untuk mengenang lahirnya Prodi HKI serta menambah semangat para mahasiswa HKI FaSya UIN Salatiga’.

Yahya dalam pemaparannya menjelaskan “prodi HKI sejarahnya bernama Ahwal asy-Syakhshiyyah (AS) yang merupakan prodi tertua di FaSya UIN Salatiga. Terdapat 3 prodi yaitu HKI, Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Hukum Tata Negara (HTN). Dulunya lulusan prodi HKI memiliki gelar S.H.I. (sarjana hukum islam) kemudian dirubah kembali menjadi S.sy (sarjana syariah). Akan tetapi hampir semua lulusan syariah menolak gelar tersebut karena pertimbangan sosial dan filosofis, sehingga diganti kembali menjadi S.H. (Sarjana Hukum) pada tahun 2016. Di FaSya selain mempelajari banyak mata kuliah hukum pokok, mahasiswa juga mempelajari hukum Islam”.

Melalui aplikasi Whatsapp tim Media Center FaSya, menghubungi Dekan FaSya Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. untuk wawancara memberikan tanggapan kepada terselenggaranya harlah kali ini. Hasilnya, tanggapan Dekan positif dan selaras dengan pemaparan Kaprodi HKI.

“Saya berharap Prodi HKI semakin maju dengan menunjukan berbagai prestasi, baik prestasi kelembagaan, prestasi dosen, karyawan maupun mahasiswa sebagai bentuk momentum strategis untuk mendongkrak prestasi akademik dan non akademik. Selamat Milad Prodi HKI ke-26 semoga selalu sukses dan berkah untuk lembaga kita tercinta.”, dalam pungkas ungkapannya.

Keberlangsungan acara harlah semakin hikmat dengan diiringi Grup Rebana Mahasiswa sekaligus pembacaan doa Khotmil Qur’an yang dilantunkan oleh Dawam Abdur Rohim selaku panitia penyelenggara.

 Di zaman modern ini tentu sangat dibutuhkan peran mahasiswa untuk bisa berkontribusi di masyarakat dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Agar para mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan) bisa mempunyai peran di kalangan masyarakat. Ketua umum HMPS HKI, Hanna Fadhillah Isnaini, berpesan, harlah ini dapat menjadi bentuk swadaya mahasiswa untuk menciptakan mahasiswa/i yang unggul, berprestasi, dan kolektif.

            Persiapan acara harlah ini memakan waktu kurang lebih satu bulan, karenanya para peserta yang berpartisipasi ada 54 dan 3 delegasi. Kesan dan pesan dari salah satu panitia. “Semoga HMPS HKI dapat selalu berkontribusi untuk program studi HKI agar lebih maju”.

Komitmen untuk Inovasi dan Pengembangan Lebih Maju, Usia Belum Genap Dua Bulan ORMAWA FaSya UIN Salatiga Bertukar Pengalaman dengan ORMAWA UIN Raden Mas Said

Laporan: Ida Fitriyani, editor: Hijri

Surakarta, Fasya– Exchange Experiences for Innovation and Development, semboyan yang diusung untuk melecutkan motivasi Bersama pengurus  HMPS-HES (Himpunan Mahasiswa Program Studi-Hukum Ekonomi Syariah) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga. Baru belum genap dua bulan setelah dilantik oleh Dekan dana jajaran pimpinan Fakultas, Pengurus HMPS-HES langsung tancap gas melakukan kunjungan tukar pengalaman ke HMPS-HES UIN Raden Mas Said Surakarta dengan tujuan untuk menata manajemen organisasi agar lebih inovatif dan kreatif. Pada hari Jum’at, tepatnya tanggal 31 Maret 2023, rombongan pengurus HMPS-HES UIN Salatiga diterima dengan semangat oleh tuan rumah di Aula rapat Fakultas Syariah lantai 1 UIN Raden Mas Said.

Hadir pada acara studi banding ini 20 pengurus dari HMPS-HES UIN Salatiga dan 8 anggota dari HMPS-HES UIN Raden Mas Said. Karena bertepatan dengan adanya Ujian Tengah Semester (UTS) di UIN Raden Mas Said, maka yang bisa hadir hanya sedikit.

diskusi proker antar ormawa

HMPS Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga adalah pihak pencetus terselenggaranya studi banding ini. Bermula dari komunikasi yang dijalin melalui aplikasi chat Whatshap dari grup ASHESI (Asosiasi Studi Hukum Ekonomi Syariah Indonesia), kemudian disambut antusias positif oleh anggota group sehingga agenda ini bisa terlaksana. Semarak kegiatan studi banding mengambil tema “Ramadhan Bersinergi Silaturahmi Jangan Terbagi”.

“UIN Raden Mas Said jaraknya  tidak terlalu jauh dari UIN Salatiga hanya memakan waktu 1 jam tetapi karena ada kendala hujan, maka perjalanan jadi menambah setengah jam. Kampus kita juga sama-sama baru alih nama dari IAIN ke UIN. Disamping itu kita juga dapat menjalin silaturahmi dengan organisasi luar agar kedepannya relasi kita menjadi lebih luas. Studi banding ini dilakukan bukan hanya untuk HMPS-HES tetapi juga untuk mahasiswa HES-UIN Salatiga.” Ujar salah satu anggota HMPS-HES UIN Salatiga.

Harapan dari ketua Umum HMPS-HES UIN Salatiga, M. Nur Lukman Hakim “bisa menerapkan ilmu keorganisasian maupun program kerja dari UIN Raden Mas Said yang belum diterapkan di HMPS-HES UIN Salatiga, menambah relasi beda Universitas dan menjaga selalu kekeluargaannya. Dan kita juga perlu inovasi, inspirasi, dan motivasi untuk menjadikan HMPS HES UIN Salatiga menjadi satu tingkat lebih baik”.

“Inovasi yang didapatkan dari hasil studi banding tersebut yaitu kita ingin berinovasi mengenai bagaimana cara menyerap aspirasi-aspirasi dari mahasiswa HES UIN Salatiga untuk meningkatkan kemampuan intelektual mahasiswa itu sendiri”, tutupnya.

Lepas 140 Wisudawan, Dekan: “Raihlah Kesuksesan Jangka Pendek dengan dipandu Visi untuk Meraih Kesuksesan Jangka Panjang”

Laporan: Hijri

FaSyaUINSalatiga-Dekan beserta jajaran
Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga melepaskan sebanyak 140 wisudawan/ti pada Senin, (20/03/2023) bertempat di Aula lantai 3 Gedung FaSya. Pelepasan wisuda juga disertai dengan pembekalan alumni serta sosialisasi dari Program Pascasarjana Hukum Keluarga Islam (HKI).

Ketua Panitia dalam kegiatan ini, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd. berpesan dalam sambutannya “Untuk semua sarjana Hukum, sedekahkan ilmu hukum kalian untuk kemanusiaan dan keadilan. Sarjana hukum bukan orang yang telah selesai belajar pasal per pasal, ayat per ayat. Namun membumikan semua itu dalam keikhlasan dan kebergantungan bimbingan Allah”.

Sambutan berikutnya perwakilan dari alumni oleh Azwar Anas, S.H. menyampaikan pesan “Mari kita jadikan hari ini sebagai motivasi untuk terus berjuang dan berusaha mencapai tujuan kita. Jangan takut untuk bermimpi besar dan mengejar impian kita, karena disetiap impian itu terdapat potensi besar yang mungkin belum kita sadari. Kita telah menunjukkan pada dunia bahwa kita mampu mencapai titik ini, sebagai awal pijakan untuk menuju kesuksesan berikutnya. Mari kita hadapi masa depan dengan penuh semangat dan optimisme”.

Masuk pada inti acara yaitu pesan dalam pelepasan wisudawan dan pembekalan alumni disampaikan oleh Dekan Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. dengan mengutip hadis yang sangat terkenal, yaitu sabda Nabi kita Nabi Muhammad SAW. “Man aroda dunya fa’alaihi bil ‘ilmi Man arodal akhiroh fa’alaihi bil ilmi wa man aroda huma fa’alaihi bil ‘ilmi, yang artinya: Siapa yang menginginkan jaya di dunia maka harus menguasai ilmu, siapa yang menginginkan akhirat maka dengan ilmu. Dan barang siapa yang ingin jaya di kedua-keduanya maka harus dengan ilmu”.

“Raihlah kesuksesan jangka pendek (di dunia) dan jangka panjang (di akhirat), semua itu dengan ilmu yang bermanfaat. Sebagai sarjana hukum di Perguruan Tinggi Agama Islam dengan keilmuan Agama dan umum, wisudawan harus melangkah maju menuju kesuksesan jangka pendek dengan dipandu visi untuk meraih kesuksesan jangka panjang. Sehingga kesuksesan di dunia tidak semata hanya digelapkan oleh kenikmatan goda duniawi”.

Acara pelepasan alumni ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Program Studi HKI Yahya, M.H.I. dilanjutkan dengan foto bersama dan sosialisasi dari Program Pascasarjana HKI.