Mahasiswa Tidak Boleh Hanya Unggul IPK Saja, Komisioner KPUD Bali Menitip Pesan Kepada Mahasiswa FaSya UIN Salatiga

Bali-Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga memiliki salah satu program akademik yaitu Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) bagi mahiswa yang sudah menempuh semester 6. Program tersebut dimaksudkan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman berkunjung pada lembaga pemerintah yang menjadi proyeksi sasaran mereka setelah menjadi sarjana. Menjalankan program tersebut, sebanyak 165 mahasiswa Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN) beserta 13 dosen pembimbing dan 5 Tenaga Kependidikan FaSya UIN Salatiga melakukan kunjungan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Bali (Rabu, 29-6-2022).

Moh Khusen, M.Ag., M.H. selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan, didampingi Ketua Prodi HTN, Farkhani, S.HI, S.H. M.H, menyatakan bahwa kunjungan ini diharapkan memberikan ilmu dan wawasan kepada mahasiswa HTN, khususnya dalam ilmu kepemiluan. Lebih lanjut, Khusen memohon doa restu kepada KPUD Bali agar mahasiswa selama belajar ini mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara sesuai dengan core bisnis keilmuwan mereka dalam bidang hukum tata negara.

Sementara itu, Nor Mohammad Abdoeh, M.HI selaku ketua panitia KKL dan Sekretaris Prodi HTN menyatakan bahwa kunjungan ke KPUD Provinsi Bali ini merupakan rangkaian perjalanan studi mahasiswa HTN angkatan tahun 2019 ke Surabaya dan Bali selama lima hari ini.

Rombongan diterima langsung Ketua KPUD Bali, I Dewa Gede Lidartawan S.TP., M.P. didampingi oleh I Gede John Darmawan, S.H. selaku komisioner KPUD Provinsi Bali divisi sosialisasi, pendidikan pemilih partisipasi masyarakat dan sumberdaya manusia (sdm), Sekretaris KPUD Provinsi Bali I Made Oka Purnama, AP., MM.

Dalam paparan materinya, Darmawan menjelaskan berbagai proses kepemiluan di Provinsi Bali. Selanjutnya, Darmawan menyampaikan, jika adek-adek mahasiswa ingin berkontribusi dalam kepemiluan di negara kita, sekaligus menambah pengalaman kepemiluan, adek-adek bisa terlibat aktif dari lingkup Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan juga ditingkat kabupaten/kota bernama KPUD.

Dengan kita berkontribusi dalam penyelenggaraan pemilu ini, kita dapat menjaga proses pemilu agar berjalan jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia, tutur Darmawan.

Menutup sambutannya, lulusan Fakultas Hukum Univeristas Brawijaya ini memberikan motivasi agar para mahasiswa HTN FaSya UIN Salatiga, bukan hanya unggul dalam nilai IPK atau mata kuliah, tetapi juga harus meningkatkan soft skill dan relasi dengan berbagai pihak, baik ditingkat daerah hingga nasional, pungkasnya.

Mahasiswa HTN FaSya UIN Salatiga Kunjungi PT TUN Surabaya, Ketua PT TUN: Mahasiswa Syari’ah Harus Siap bersaing di era globalisasi, dan Kelak Bergabung pada Lembaga Peradilan di Indonesia

Surabaya-Sebanyak 85 mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga didampingi oleh 18 Dosen dan 5 Tenaga Kependidikan, lakukan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Surabaya (Selasa, 28-6-2022).

Kunjungan dipimpin oleh Moh Khusen, M.Ag., M.A. selaku Wakil Dekan Bidang Administrari dan Keuangan FaSya. Rombongan diterima secara langsung oleh Ketua, Wakil Ketua, Hakim dan beberapa pejabat teras PT TUN Surabaya di Gedung Command Centre.

Membuka acara kunjungan, Moh. Khusen memberikan sambutan dengan menjelaskan maksud dari kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka silaturrahim dan belajar. Kunjungan ini juga untuk memberikan wawasan dan bekal ilmu pengetahuan kepada para mahasiswa HTN, baik yang bersifat informatif maupun komparatif tentang sistem peradilan di PT TUN. Mahasiswa HTN dalam perkuliahan juga telah mendapatkan ilmu dan beracara di Peradilan Tata Usaha Negara (TUN). Dengan kunjungan ini, diharapkan bisa memberikan pemaparan pengalaman praktisi dalam beracara sehingga lulusan FaSya yang bergelar Sarjana Hukum (SH) ini dapat berkompetisi dengan mahasiswa Fakultas Hukum dari Perguruan Tinggi Umum.

Sementara itu, Ketua PT TUN Surabaya, Dr. Istiwibowo, S.H., M.H., menjelaskan bahwa lembaga peradilan di bawah Mahkamah Agung ada empat, yakni Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan Militer.

Lebih lanjut, Istiwibowo menyatakan bahwa PT TUN Surabaya yang secara struktural berada di bawah Mahkamah Agung memiliki visi demi terwujudnya PT TUN Surabaya Yang Agung. Misi PT TUN Surabaya adalah; (1) mewujudkan peradilan yang sederhana, tepat, biaya ringan, dan transparansi; (2) meningkatkan kualitas sumber daya aparatur peradilan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat; (3) Melakukan pengawasan dan pembinaan yang efektif dan efisien; (4) melaksanakan tertib administrasi dan manajemen peradilan yang efektif dan efisien; (5) mengupayakan tersedianya sarana dan prasarana peradilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Wilayah yurisdiksi PT TUN Surabaya meliputi enam PTUN yakni; Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Mataram dan Kupang. Kemudian Tugas dan wewenang PT TUN ada empat, yakni: (1) memeriksa dan memutus sengketa TUN di tingkat banding; (2) memerikasa, memutus dan menyelesaikan sengketa sebagai peradilan tingkat pertama, yakni sengketa TUN pasca upaya administratif dan pemilihan kepala daerah; (3) memeriksa dan memutus sengketa kewenangan mengadili antara TUN di dalam daerah hukumnya; (4) terhadap putusan sengketa pasca upaya administrasi dan pemilihan kepala daerah dapat diajukan kasasi sedangkan terhadap putusan dalam kewenangan mengadili antar pengadilan dapat diajukan kasasi, imbuhnya.

Menutup paparannya, Istiwibowo berharap para mahasiswa HTN Fakultas Syariah IAIN Salatiga terus belajar dengan giat, mampu bersaing di era globalisasi ini, dan kelak dapat bergabung pada lembaga peradilan di Indonesia.

Bersinergi Untuk Memajukan Visi Misi Lembaga, FaSya UIN Salatiga Tanda tangani MoU dengan Pengadilan Agama Boyolali

Boyolali-Setelah beberapa kali melakukan kerjasama dibidang pendidikan antara Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga dengan Pengadilan Agama (PA) Boyolali. Dekan beserta pengelola FaSya pada Selasa (28-6-2022) resmi menandatangani nota kerjasama dengan PA Boyolali.

Dekan Dr. Siti Zumrotun, M.Ag. didampingi oleh Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama serta Taufik Zam Zami, M.A. selaku Sekretaris Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah berkunjung ke PA Boyolali untuk melakukan penandatangan Kerjasama antar lembaga.

Bertempat di Ruang Media Center PA Boyolali, Wakil Ketua PA Boyolali Muadz Junizar, S.Ag., M.H. beserta jajarannya menerima rombongan dari FaSya UIn Salatiga.

Penandatangan MoU FaSya UIN Salatiga dengan Pengadilan Agama Boyolali

Membuka acara, Zumrotun menyampaikan maksud kedatangan rombongan bahwa “sudah berjalan beberapa tahun, PA Boyolali selalu menjadi pilihan utama untuk dijadikan salah satu tempat magang mahasiswa FaSya. Oleh karena itu, jalinan kerjasama selayaknya dituangkan dalam MoU agar menjadi bentuk perhatian dan keseriusan kami dalam memajukan kelembagaan melalui bidang kerjasama dengan lembaga lain salah satunya PA Boyolali.”

Melanjutkan, Zumrotun menjelaskan bahwa apapun prodi yang ada di FaSya, kompetensi utamanya bisa menjadi hakim. Oleh karena itu setiap tahun pada saat liburan bagi mahasiswa yang sudah menempuh semester 6, mereka wajib mengikuti program akademik berupa magang di lembaga pengadilan Negeri maupun Agama.

Terimakasih atas bimbingan hakim dan seluruh tenaga di PA yang setiap tahunnya berkenan untuk membina mahasiswa kami mendalami ilmu praktisi yang mereka butuhkan. Teknis mahasiswa kami saat magang di PA kami percayakan penuh untuk bagaimana saat terjun di lapangan, pungkasnya.

Menyambut baik maksud kerjasama, Muadz menyampaikan bahwa “Yang lebih penting dari setelah penandatangan MoU adalah realisasi dari MoU itu sendiri. Karena di dalamnya merupakan sebuah bukti bahwasanya ikatan tidak semata-mata di atas hitam putih saja namun lebih pentingnya adalah kesamaan visi dan misi yang direalisasikan bersama.

Keberadaan teman mahasiswa memang sangat membantu kami walau kami memiliki keterbatasan hakim untuk membimbing. Namun panitera dan beberapa tenaga administrasi kami dapat berkolaborasi dalam membantu teman mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktek setelah mereka mendapatkan teori di bangku kuliah, imbuhnya.

Harapan dari terjalinnya kerjasama ini, Pa Boyolali dan FaSya UIN Salatiga bisa bersinergi untuk terus berlanjut mensukseskan program-program bersama, pungkasnya.

Perda Kota Salatiga Butuh Partisipasi Masyarakat, Ketua DPRD Kota Salatiga: Hilangkan Mobilisasi Masyarakat, Perbanyak Partisipasinya

Salatiga-Peran mahasiswa dalam masyarakat dikenal sebagai agent of change (agen perubahan). Mahasiswa merupakan penggerak perubahan ke arah yang lebih baik. Melalui pengetahuan, ide, dan keterampilan akademisi yang dimilikinya, mahasiswa bisa menjadi lokomotif kemajuan masa depan. Menjawab tantangan tersebut, Departemen Wacana Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri(UIN) Salatiga telah mengagendakan forum diskusi mahasiswa berupa Kajian Rutin. Pada hari Sabtu, 25 Juni 2022 dan bertempat di Kali Bawang Angkringan and Coffee, Departemen Wacana DEMA FaSya UIN Salatiga menggelar kajian rutin dengan mengangkat tema “Partisipasi Masyarakat dalam Proses Penyusunan Peraturan Daerah di Kota Salatiga”.

Pada kajian ini, DEMA berhasil berkolaborasi dengan Pusat Studi Peraturan Perundang–undangan (PSPP) FaSya UIN Salatiga dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Salatiga. Pemateri luar biasa untuk kajian yang luar biasa, DEMA UIN Salatiga menghadirkan Ahmadi Hasanuddin Dardiri, M.H. selaku Peneliti pada PSPP serta Dance Ishak Pailit, M.Si. selaku Ketua DPRD Kota Salatiga sebagai pembicara dalam kajian tersebut.


Dalam forum tersebut Ahamadi menyampaikan “DPRD hanyalah Partisipan Semu dan akan menjadi Partisipan Nyata ketika DPRD berhasil membuat kebijakan atau keputusan sesuai dengan kondisi rakyat. Contoh Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan. Dalam Perda penyelenggaraan pendidikan dibutuhkan 12 Peraturan Wali Kota (Perwali), akan tetapi realitanya hanya ada 3 Peraturan Wali Kota (Perwali). Hal tersebut mengakibatkan adanya kebijakan yang tidak dapat terlaksana secara maksimal”.

Selanjutnya, Dance menyampaikan “Peran masyarakat juga diperlukan dalam menyusun peraturan perundang–undangan, karena peraturan dapat terjadi akibat beberapa hal diantaranya muncul karena kebutuhan, adanya masukan–masukan, serta munculnya keluh kesah masyarakat. Dan dalam hal ini selain berdampak pada keputusan peraturan perundang–undangan, peran serta masyarakat juga secara tidak langsung berpengaruh besar pada negara kita. Sebagai contoh ketika mahasiswa–mahasiswi UKSW dan UIN Salatiga memiliki keterkaitan dan mau untuk saling berkolaborasi maka akan menjadi sesuatu hal yang menarik. Dengan latar belakang yang berbeda mampu mewujudkan kota toleran yang sesuai dengan program dalam Perda.  Karena kondisi saat ini partisipasi masih lebih rendah daripada mobilisasi.”

Berdasarkan hal tersebut adanya peningkatan partisipasi masyarakat khususnya masyarakat Kota Salatiga dalam pembentukan Perda perlu ditingkatkan, jangan sampai mobilisasi lebih mendominasi daripada partisipasi masyarakat sendiri.

Toefl Jadi Syarat Ujian Skripsi, Workshop Pelatihan Toefl Terlaksana Melebihi Ekspektasi

Salatiga-Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN salatiga menerapkan kebijakan syarat pendaftaran untuk maju dalam ujian skripsi wajib menyertakan hasil ujian Toefl. Kebijakan ini memang belum menegaskan skor hasil toefl yang harus dimiliki oleh mahasiswa yang akan mengajukan ujian skripsi. Namun bagi sebagian mahasiswa, kebijakan yang sudah berjalan ini membawa kepanikan tersendiri bagi mereka. Tak lain halnya dikarenakan mereka masih banyak yang merasa kawatir ketika akan maju dalam ujian toefl.

Keresahan sebagian mahasiswa tersebut ditangkap oleh segenap anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) untuk dijadikan landasan menggelar Workshop Toefl bertajuk “Toefl Screat Surgery” yang berlangsung di aula Gedung Dekanat FaSya UIN Salatiga (24-6-2022). Terlibat dalam acara ini yaitu dari panitia HMPS HES yang berkolaborasi dengan Communicative English Club (CEC) UIN Salatiga dengan peserta terbatas hanya 50 orang dari mahasiswa UIN Salatiga. Pemateri dalam workshop ini Mazulfa, M.Pd. selaku Dosen Bahasa Inggris UIN salatiga,  Nurul Baroroh, M.Pd. selaku Dosen dan Pembina Syari’ah Internasional Center dan Risa Suryani, M.A. selaku Dosen dan Pembina Syari’ah Internasional Center Fasya UIN Salatiga.

Tujuan workshop ini disampaikan oleh ketua panitia workshop pada wawancara dengan Humas melalui saluran media on-line whatsapp, “kami dari HMPS HES berupaya menyediakan wadah untuk mahasiswa/i UIN Salatiga agar tidak buta akan toefl. Diharapkan juga melalui workshop ini, mahasiswa bisa mendapat tips dan trik mengerjakan toefl dengan benar agar dapat memenuhi syarat ujian skripsi. Serta out-come dari acara ini bisa memotivasi kita untuk semangat mengejar dan mendapatkan beasiswa ke Luar Negeri.”

Kami sangat bersyukur atas terlaksananya kegiatan ini dan bisa berjalan dengan lancar. Terlebih acara ini ternyata melebihi ekspektasi kami yaitu reaksi dari mahasiswa UIN Salatiga sangat antusias. Buktinya dari pembukaan pendaftaran hanya beberapa jam dibuka kuota sudah terpenuhi, pungkasnya.

Dukung Program MBKM, FaSya UIN Salatiga Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum

Tawangmangu-Berorientasi kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) terkait kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syari’ah (FaSya) Universitas Islam Salatiga (UINSA) menyelenggarakan kegiatan workshop “Merdeka Belajar Kampus Merdeka”.

Bertempat di Tawangmangu (24-6-2022), Workshop dengan peserta segenap Dosen dan Tenaga Kependidikan berjumlah 35 dengan menghadirkan pemateri Prof. Dr. Drs. H. Makhrus Munajat, S.H., M.Hum., selaku Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tujuan digelar workshop, mendorong mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran di dalam program studi untuk memenuhi sebagian masa dan beban belajar dan sisanya mengikuti proses pembelajaran di luar program studi. Serta membekali mahasiswa agar dapat menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.

Membuka kegiatan, Dr. Hj. Siti Zumrotun, M.Ag., menyampaikan tujuan dari workshop ini agar “memberikan gambaran secara keseluruhan terhadap dosen-dosen Prodi HKI yang masih belum mengerti bagaimana sistem pengimplementasian MBKM yang sebenarnya. Mengacu pada apa penyesuaian kurikulumnya dan apa yang harus dilakukan dosen untuk membimbing mahasiswa dalam mengikuti program MBKM ini.”

Esensi dari kemerdekaan belajar disampaikan oleh Makhrus “ketika kurikulum yang ada dapat memberi kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai.”

Urgensi dan Tujuan Kampus Merdeka adalah mendorong proses pembelajaran perguruan tinggi yang otonomi dan fleksibel menciptakan kultur belajar yang inovatif dan tidak mengekang mahasiswa serta sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, imbuhnya.

Setelah FaSya se-Indonesia mendapatkan kesetaraan lulusannya menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.), maka Fakultas memiliki tantangan untuk menghadirkan sebanyak 28 mata kuliah wajib. Pada kurikulum MBKM ini, FaSya mendapatkan pengakuan yang diharapkan ditingkat nasional sekaligus mendapatkan tantangan berat untuk membuktikan produk lulusan yang setara dengan Perguruan Tinggi Umum, Pungkasnya.

Sesi berikutnya, pemateri langsung mengajak para dosen untuk andil bersama membahas mata kuliah yang wajib pada Prodi HKI berpedoman pada kurikulum MBKM. Sehingga ketika workshop ini selesai harapannya bisa menghasilkan produk kurikulum untuk Prodi HKI yang berstandar MBKM.

Suka Cita Dinas Pariwisata Sambut Kunjungan KKL Mahasiswa HES, Sekertaris Dinas: Kunjungan Wisatawan Memajukan Perekonomian Bali

Bali-Masyarakat Bali mulai merasakan nyawa perekonomian mereka kembali pelan-pelan bergerak kembali. Setelah selama 2 Tahun perekonomian kota ini terasa mati suri dikarenakan banyak pembatasan yang mengakibatkan wisatawan tidak ada yang berkunjung. Dinas-dinas pemerintah menjadi disibukkan bagaimana membangun strategi untuk membangunkan kembali sektor perekonomian mereka.

Situasi tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Dinas Pariwisata, Dra. Ketut Ngurah Trisni Sakawati, M.Par. saat menyambut rombongan kunjungan KKL mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Fakultas Syariah (FaSya) IAIN Salatiga di ruang pertemuan Dinas Pariwisata Bali (10-06-2022).

Dinas Pariwisata mempunyai tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan bidang Pariwisata yang menjadi kewenangan Provinsi, serta melaksanakan tugas dekonsentrasi sampai dengan dibentuknya Sekretariat Gubernur sebagai Wakil Pemerintahan Pusat dan melaksanakan tugas pembantuan sesuai bidang tugasnya, imbuh Tutut.

Sebanyak 90 mahasiswa bersama 8 dosen dan karyawan berkunjung dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Illya Muhsin, M.Si. sekaligus menyampaikan maksud kunjungan yaitu: “kunjungan ini adalah bagian program akademik untuk mengenalkan mahasiswa terhadap dinas-dinas atau kelembagaan pemerintah yang berhubungan dengan keilmuan mahasiswa. Kemudian mendalami profil dinas pariwisata dalam menjalankan tugas fungsinya dan berharap mendapatkan bekal secara teoritis maupun pengalaman lapangan tentang Dinas Pariwisata Bali. Dikarenakan kita juga mengetahui bahwa sektor paling vital dan ujung tombak perekonomian di Bali adalah pariwisata, sehingga menjadi alasan penting kunjungan mahasiswa saat ini.”

Pada sesi diskusi, Ulil Aidi menanyakan “bagaimana startegi menjaga kebudayaan Bali untuk memajukan perekonomian?.” Disusul langsung oleh pertanyaan Faqih, “bagaimana memulihkan ekonomi Bali dari sektor pariwisata setelah masa pandemi?.”

Ketut menjawab “Kami memiliki visi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Sekaligus kami beragama dengan menyatukan budaya dan adat, yang menjadi unik untuk bisa jadi daya tarik wisatawan domestik atau mancanegara”.

Menjawab penanya kedua, “Kami mulai dari kami sendiri untuk berkomitmen dan menyiapkan segala teknis terkait protokol guna menyambut wisatawan. Kemudian kami menambahkan daya tarik wisata baik lokasi wisata baru dan berbagai fasilitas kesehatan, kecantikan dan lainnya”.

Solusi Harmonisasi Tantangan Sektor Perekonomian Syari’ah MES di Bali Menjadi Oleh-oleh Penting Kunjungan Mahasiswa HES di Masyarakat Ekonomi Syari’ah Bali

Bali-Bertepatan dengan Hari Raya Galungan (8-6-2022) di Bali, kunjungan mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) Fakultas Syari’ah (FaSya) IAIN Salatiga menimba ilmu tata kelola kerja organisasi Masyarakat Ekonomi Syari’ah (MES) Bali.

Perjalan menuju lokasi di Denpasar Bali, rombongan 179 mahasiswa, 13 dosen dan 5 karyawan disuguhi pemandangan masyarakat Bali yang sedang berbondong-bondong menuju Pure terdekat dengan menggunakan atasan putih dan bawah batik khas Bali untuk beribadah.

Kunjungan diterima oleh pengurus MES Bali di Mushola Ar-Rahman Denpasar. Dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dengan memperkenalkan rombongan dan maksud untuk belajar pengetahuan mengelola organisasi MES Bali.

Selanjutnya, Pinto Wahyudi, S.E. selaku ketua umum MES Bali menjelaskan “Awal bank muslim masuk di Bali adalah BMT (Bank Muamalat). Kemudian pada tahun 2012 resmi berdiri MES di Provinsi dan sampai saat ini MES masih baru ada di tingkat Provinsi. Rencana agenda capaian berkomitmen untuk bagaimana bisa membentuk minimal kepengurusan 3 tingkat kabupaten di Provinsi Bali. Dengan awal kepengurusan seluruh kepala bank syariah masuk menjadi pengurus MES.

Pada tahun 2022 ini kepengurusan sudah yang ke-3, dengan rencana kerja akan berkolaborasi dengan ormas yang sebelumnya sudah berkolaborasi dengan MUI. Sektor masyarakat kami sudah membangun ekonomi lingkungan masjid, koperasi, ruko, loundry dan kedepan kami akan membentuk badan arbitrase nasional, imbuhnya.

Pada sesi diskusi, penanya pertama mahasiswa Ulil Aidi menanyakan “upaya yang dilakukan dan tantangan yang dihadapi MES Bali dalam mensosialisasikan gerakan perekonomian masyarakat lokal? Dan kerangka kerja logis kerja MES? Kemudian bagaimana branding MES di masyarakat Bali yang mayoritas non muslim?

Lanjut, Dina Safitri bertanya terkait bagaimana harmonisasi program-program kerja MES dengan masyarakat yang mayoritas non muslim?

Dijawab oleh Pinto “MES dengan kepengurusan sebelumnya sempat fakum karena pendekatan dengan masyarakat di Bali masih banyak tantangan yang berat. Pada kepengurusan saat ini, kami mulai melakukan pendekatan dengan pemerintah provinsi agar saling bisa menguatkan dan masyarakat lebih bisa menerima. Strategi yang kami lakukan harus bermain elok dan rapi sampai tingkat lingkungan tingkat Banjar (tingkat RT).

Kemudian kami sedang menggagas MES dapat bekerjasama dengan MUI untuk bisa mendapatkan lebih banyak dukungan. Didukung pada pemerintahan saat ini di kepengurusan pusat seperti Menteri BUMN Eric Tohir dan Ketua DPR-RI Puan Maharani yang menjadi pengurus MES pusat berpengaruh besar terhadap persepsi masyarakat terhadap MES di Bali, tutupnya.

Mahasiswa FaSya Berkunjung Ke DPRD Kota Surabaya, Wakil Ketua DPRD: Tidak Boleh Ada Aduan Rakyat yang Tertolak Dirumah Rakyat

Surabaya-Sebayak 176 mahasiswa dan mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) didampingi oleh 18 dosen dan karyawan Fakultas Syari’ah (FaSya) IAIN Salatiga melaksanakan program akademik Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di lembaga DPRD Kota Surabaya, Selasa (07/06/2022).

Ruang Rapat Utama menjadi tempat Wakil Ketua DPRD Fraksi PKS, Reni Astuti, M.Si dan Wakil Ketua DPRD Fraksi PKB, Laila Mufidah menerima rombongan KKL FaSya.

Menyampaikan maksud tujuan kunjungan KKL, Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Illya Muchsin, M.Si. bahwa KKL ini bermaksud untuk mengetahui: Profil DPRD Surabaya, kedudukan DPRD dalam sistem hukum Indonesia, Program-program kerja DPRD yang sudah terlaksana atau masih dalam rencana, Menjajaki kerjasama antara FaSya dengan DPRD Surabaya.

Menyambut kunjungan, Reni menjelaskan bahwa “DPRD kota Surabaya memiliki 50 anggota. Dan belanja daerah kota Surabaya menyentuh angka 9 triliun.”

“Kota Surabaya menjadi Kota terbesar di Jawa Timur dengan jumlah penduduk hampir 3 juta, melihat dari peraturan pemerintah apabila update penduduk menyentuh pada jumlah 3 juta rakyat, maka kursi DPRD akan bertambah 5 menjadi 55 anggota,” imbuhnya.

Reni pun menjelaskan, DPRD Kota Surabaya membuka pintu lebar kepada rakyat atas segala macam aduan rakyat, karena disini lah rumah rakyat. Tidak boleh ada aduan rakyat yg tertolak di rumah rakyat.

Untuk membuka sesi diskusi, mahasiswa dipersilahkan untuk bertanya. Dimulai oleh Mahfud Ramadhan menanyakan tentang apa produk hukum dari DPRD untuk membangun perekonomian di Surabaya teuratama setelah melewati 2 tahun masa pandemi?.

Lanjut penanya berikutnya Reza Fernando, “Apakah ada teknis atau tahapan untuk masyarakat mengadukan permasalahan? Dan apakah ada berkas/administrasi yang harus dilengkapi guna masyarakat mengadu kepada DPRD?.

Ahmad Ramadhani, menjadi mahasiswa terahir yang bertanya menanyakan sarana prasarana yang menunjang DPRD kota dalam menjalankan tugas fungsinya?.

Sebagai perwakilan satu-satunya dikarenakan ketua dan wakil ketua DPRD lainnya bersaan memiliki agenda, Reni langsung menjawab pertanyaan pertama bahwa “upaya pemulihan ekonomi, menjadi fokus bagi seluruh daerah setelah efek pandemi 2 tahun sebelumnya. Langkah DPRD mendukung pemulihan ekonomi dengan memberdayakan UMKM kota Surabaya dengan perhatian tinggi. Bentuk langkah dengan membantu UMKM pada sisi pemasaran dan membantu memudahkan proses perijinan usaha.”

Dari jalan pemerintah kota, Walikota memiliki produk aplikasi belanja daring yaitu “E-Peken” yang awalnya diperkenalkan kepada ASN yang wajib untuk mendukung dengan ikut membeli melalu platform tersebut. Ditekan kan lebih kepada Kepala dinas yang wajib dalam sebulan belanja dengan minimimal sesuai kesepakatan.
Aplikasi ini wajib dimiliki oleh seluruh ASN dan pada tiap bulannya mereka akan mendapatkan notifikasi bahwa sudah berbelanja berapa rupiah/bulan. Kini aplikasi daring tersebut sudah dibuka seluruh masyarakat agar bisa menikmati fasilitas kemudahan belanja dengan aplikasi daring tersebut. Sehingga manfaat juga bisa meningkatkan perekonomian Kota Surabaya.”

Perihal teknis pengaduan masyarakat, DPRD memiliki website resmi untuk bisa diakses dan setiap anggota DPRD membuka akun media sosial mereka untuk bisa dijadikan media penyampaian masalah masyarakat. Sehingga Kami DPRD jelas membuka pintu untuk menerima aduan masyarakat dalam segala hal. Jawab jelas Reni.

Ditemui langsung oleh Humas FaSya, Reni mengucapkan terimakasih DPRD Kota Surabaya telah dipercaya menjadi tempat kegiatan pendidikan oleh mahasiswa IAIN Salatiga. DPRD Kota Surabaya memiliki semangat untuk terbuka terhadap seluruh elemen sesuai dengan tugas fungsi kami untuk melayani masyarakat, dan menempatkan bahwa kami siap menjadi tempat kegiatan-kegiatan pendidikan karena penting bahwa kami adalah bagian dari proses pendidikan anak-anak muda generasi bangsa.

DPRD Kota Surabaya juga membuka kerjasama pendidikan kepada FaSya IAIN Salatiga terkait mahasiswa yang tertarik untuk magang dilembaga kami ataupun pemerintah, tutupnya.

Suka Cita 69 Wisudawan Fakultas Syari’ah IAIN Salatiga dilepas Secara Offline

FaSya, Salatiga-Prosesi pelepasan dan perpisahan wisudawan kepada sivitas akademika sudah maklum sekali menjadi agenda tahunan. Namun karena pandemi 2 tahun sebelumnya prosesi tersebut hanya bisa dijalankan secara on-line. Situasi pandemi yang semakin menurun membawa banyak daerah mengeluarkan kebijakan memperbolehkan kegiatan dengan tatap muka 100%.

Syukur Alhamdulillah kali ini Fakultas Syari’ah (FaSya) IAIN Salatiga dapat menggelar prosesi pelepasan wisudawan sebanyak 69 wisudawan, terdiri 14 wisudawan Program studi (prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI), 30 wisudawan Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) dan 24 wisudawan Prodi Hukum Tata Negara (HTN).

Berlangsung di Aula Gedung Dekanat FaSya (01/04), prosesi dihadiri oleh Dekan serta jajaran pimpinan, dosen dan karyawan. Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd selaku Ketua Panitia dan Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni membuka acara dengan sambutan berisikan ucapan selamat dan sukses kepada wisudawan ke-16 serta memberikan pesan untuk tetap berjuang meraih mimpi yang besar.

Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan oleh FaSya yang diserahkan langsung Dekan kepada wisudawan terbaik dari masing-masing prodi. Acara dilanjutkan dengan pemberian plakat simbol sarjana oleh masing-masing Ketua Prodi didampingi Sekretaris Prodi kepada wisudawan.

Melanjutkan acara, wisudawan terbaik diberi waktu untuk memberikan sambutan dan pesan kesannya. Nazid Azamzami wisudawan terbaik HKI dengan IPK 3,79, menyampaikan bahwa gelar sarjana ini bukan lah akhir perjuangan kita, namun awal dari perjuangan kita. Kenyataannya perjuangan kita melangkah kedepan baru mulai adalah benar adanya. Disematkan gelar ini menjadi awal kita melangkah pada dunia baru sebagai insan yang sudah melewati masa menjadi agen perubahan. Pertanyaan timbul apakah kita sudah siap mengemban amanah yang besar menjadi cendikiawan ditengah masyarakat.
Kehidupan di kampus tidak hanya bertujuan untuk mencari pekerjaan,jabatan dan ketenaran namun lebih bagaimana kita dituntut untuk bisa memberikan kemanfaatan yang besar pada lingkungan masyarakat secara luas.

Selanjutnya Vinna Damayanti terbaik HES dengan IPK 3,86 memaparkan bahwa atas apa yang kita dapat selama ini, kita patut berterimakasih terhadap seluruh akademisi yang berperan dalam mendukung kita pada titik saat ini. Pesan untuk diri pribadi dan teman-teman pada umumnya, ingatlah bahwa kita adalah ada dari banyak orang, maka gelar ini menjadi awal kita mengemban amanah untuk selanjutnya bertanggung jawab atas amanah tersebut pada lingkungan luas

Kemudian Wahyu Pitriyani terbaik HTN dengan IPK 3,73 secara lugas memaparkan bahwa perlu kita yakini apa yang kita dapatkan ini adalah pencapaian besar pada kita. Kali ini langkah selanjutnya bagaimana meneruskan mimpi kita dengan tidak lupa tetap mengharumkan alamameter kita FaSya IAIN Salatiga.

Sambutan selamjunya oleh Dr. Siti Zumrotun, M.Ag selaku Dekan memberikan sambutan: “selamat kepada seluruh wisudawan yang telah selesai menjalani proses perkuliahan sehingga tercapai gelar sarjana kali ini.
Kembalilah kepada orang tua kalian dan tunjukkan bahwa kalian bisa menjadi sarjana yang berguna bagi masyarakat luas. Dan berjuanglah dalam meraih impian.

Acara pelepasan ditutup pembacaan do’a dan foto bersama dengan seluruh wisudawan yang hadir.