Mahasiswa Tembus Jurnal Internasional, Begini Dekan FaSya UIN Salatiga Beri Tips dan Trik Menembusnya

Laporan: Qhotrun Nada, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Sebagai mahasiswa yang harus melek akan kewajiban hirarki dalam diri harus dapat dijalankan secara maksimal. Mahasiswa sebagai agen of change kini dituntut untuk selalu aktif dalam ranah pengabdian dan pengajaran. Tidak hanya itu, tidak lengkap rasanya mahasiswa berproses tanpa melewati tahap penelitian. Berperan penting dalam program pascasarjana harus dituntut untuk kreatif, cerdas, dan inovatif dengan mengahasilkan produk karya tulis ilmiah.

UIN Mahmud Yunus Batusangkar adakan Workshop bertemakan “Penulisan Artikel Ilmiah Bereputasi Internasional Bagi Mahasiswa” sebagai langkah peningkatan kualitas mahasiswa dalam program kepenulisan. Perlu kita ketahui bersama bahwa wajib hukumnya sebagai program mahasiswa tingkat II (Pascasarjana) meluncurkan karya tulis ilmiah (KTI) untuk dapat lolos bergelar magister. Melirik jurnal Internasional menjadi nilai tambah untuk kedepannya.

Penyelenggaraan ini ditujukan untuk mahasiswa program pascasarjana atau mahasiswa tingkat II dalam ranah jaringan KTI yang lebih baik. Diharapkan, terdapat minimal 10-20 jurnal yang terbit di ranah internasional.

Menelisik jurnal internasional dapat dikatakan lolos uji ketika telah sampai dalam tahapan penerbitan yang salah satunya oleh Sinta maupun Scopus. Untuk dapat diterima dan disubmit di jurnal internasional harus sesuai dengan ketentuan kepenulisan artikel yang ada dengan banyak membaca dan dapat menentukan kualitas dari jurnal yang akan kita buat melalui penyesuaian dalam bidang yang dikuasai.

Selama pengadaan workshop melalui media Zoom Meeting diikuti oleh 150 mahasiswa yang berasal dari UIN Batusangkar dan mahasiswa umum pada 21 November 2023.  Acara workshop menghadirkan guru besar UIN Salatiga yang juga sekaligus sebagai editor dan reviewer jurnal terakreditasi nasional hingga internasional yaitu Prof. Dr. Ilya Muhsin, S.H.I., M. Si. Melalui lembaga Sinta yang berperan sebagai lembaga indeks dibawah Kemendikbud yang memiliki 6 quartel dan terdiri dari quartel 1 dengan nilai tertinggi hingga quartel ke 6 dengan ketentuan masing-masing. Tidak hanya itu, untuk jurnal yang terindeks internasional dapat juga melalui Web op sine dan Scopus dengan tingkat Quartel 1-4. Laman ini dapat dilansir melalui Google Cenkedia untuk mencari artikel internasional yang terindeks Sinta maupun Scopus.

Pesan selama workshop, dalam kepenulisan artikel harus memiliki bahasan hingga analisis dan kesimpulan yang telah jelas. Artikel yang terdiri dari 45% minimal adalah referensi berupa sumber artikel yang lain. “ciptakan jurnal yang unik yang hanya terjadi di daerah tertentu dan rumus dalam kepenulisan yaitu menulis, menulis, dan menulis”, pungkasnya.

Relevan dan Terbukti Lulusannya, Bukti Fakultas Syariah UIN Salatiga Kuat Berkomitmen Optimalkan Profil Kelulusan

Salatiga, FaSya- Tracer Study adalah salah satu metode yang digunakan oleh beberapa perguruan tinggi guna memperoleh umpan balik dari alumninya. Umpan balik yang diperoleh dari alumni ini dibutuhkan dalam usaha untuk evaluasi serta pengembangan kualitas dan sistem pendidikan. Tracer Study sendiri dapat menyajikan informasi mendalam dan rinci mengenai kecocokan kerja serta dapat dimanfaatkan untuk data pendukung nilai dari akreditasi instansi. Tujuan lain juga dapat membantu memberikan informasi serta kesempatan kepada mahasiswa untuk menentukan dan menggali informasi kecocokan pribadinya dalam kesempatan dunia kerja yang terbuka salah satunya yang diperoleh dari informasi hubungan dengan lulusan yang sudah bekerja.

Kekuatan alumni yang tersebar dan menempati pada bagian penting pada lembaga kerjanya bisa menjadi jalan baik dalam membangun jaringan/network alumni, khususnya Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga. Pengumpulan alumni FaSya yang berdomisili atau bekerja tidak jauh dari kota Salatiga pada Senin, 20-11-2023 di Aula FaSya bertujuan untuk membentuk kembali dan membangun jaringan yang lebih kuat dalam informasi perguruan tinggi dengan dunia kerja. Bhakan tracer studi juga masuk pada kriteria yang dijadikan sebagai salah satu syarat peringkat akreditasi Unggul dan Baik.

Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd. selaku Wakil Dekan bidang Alumni memberikan apresiasi atas kesedian hadir para alumni undangan. “undangan ini kami berikan untuk bersama mengajak alumni untuk memajukan lembaga melalui jalur tracer study. Kesempatan ini mari kita maksimalkan untuk berkomunikasi dan berdiskusi membahas peran kolaborasi kita bersama untuk memajukan FaSya UIN Salatiga”.

Menjadi perhatian dan harapan dari pengelola FaSya UIN salatiga atas terselenggaranya temu alumni disampaikan oleh Dekan Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. “kegiatan temu alumni ini bertujuan membentuk pengurus baru alumni FaSya UIN salatiga guna bersama berkolaborasi dengan Fakultas membangun arah kemajuan lembaga. Tujuan Fakultas dalam membentuk lulusan harus mendapatkan masukan serta evaluasi dari pihak para alumni yang pastinya dapat memberikan sumbangan pemikiran yang lebih komprehensif. Peran alumni juga diharapkan bisa mengarahkan serta menjadi motivasi bagi adik-adik juniornya yang masih menempuh pendidikan pada bangku perkuliahan. Tidak kalah penting pula, bahwa profil lulusan FaSya yang bonafit akan menjadi daya tarik tersenldiri bagi Fakultas di mata calon-calon mahasiswa yan gsedang mencari perguruan tinggi dengan melihat profil lulusannya”.

Pengelola FaSya mulai Dekan dan wakil dekan, serta jajarannya sampai ikut serta tenaga kependiikan dalam menyiapkan kegiatan pertemuan alumni ini membuktikan bahwa FaSya memang serius membahas formula untuk menambah kualitas dari profil lulusan mahasisswa FaSya. Kegiatan pertemuan ini dilanjutkan dengan diskusi para alumni yang di pimpin oleh Ahmad Sultoni dan M. Choirul huda, M.H. selaku Sekretaris jurusan FaSya dan produk alumni dari faSya sendiri. Hadir sebagai alumni adalah salah satunya yang sekarang sudah bekerja dan menjabat sebagai, ketua Komisi Yudisial Penghubung Jawa Tengah, ketua kantor Urusan Agama Argomulyo Salatiga, beberapa yang menjadi guru dan penyuluh, Advokat, paralegal, Dosen dan pengusaha.

Sharia Internasional Conference (SINCe)2023: Meningkatkan Pemahaman tentang Sharia dalam Konteks Global, Prof. Ilyya Menekankan Pentingnya Pendekatan Multidisipliner dalam Kajian Hukum Islam

Laporan: Hijri; Editor : Nanang

Manado, FaSya-Fakultas Syariah UIN Salatiga berbangga menjadi bagian dari Sharia International Conference (SINCe) yang berlangsung di Hotel Aryaduta Manado dari 10 hingga 12 November 2023. Fakultas Syariah (FaSya) IAIN Manado selaku penyelenggara konferensi ini menghadirkan Rektor IAIN Manado, Dr. Ahmad Rajafi, serta para akademisi dan praktisi terkemuka dari berbagai institusi.
Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Rajafi mengapresiasi peran penting Fakultas Syariah dalam menyelenggarakan acara ini dan berharap kegiatan ini dapat menginspirasi fakultas lain untuk melakukan kegiatan serupa di masa depan. Beliau menekankan bahwa Sharia adalah konsep yang dinamis dan penting untuk dipahami dalam konteks Indonesia.


Konferensi ini juga menyoroti penerimaan Islam yang unik di Nusantara, di mana sejarah menunjukkan proses akulturasi yang damai. Dr. Rajafi, sebagai keynote speaker, membahas tema “Integrating Insights and Practice: Sharia and Law Development Through Multidisciplinary Approach in Global Context,” yang menggali berbagai aspek Sharia, Islam, dan manusia.
Dalam konferensi tersebut menghadirkan beberapa pembicara terkemuka seperti: Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.H. (Dekan, Fakultas Syariah, UIN Salatiga), Dr. Muhammad Mustaqim, M.M., M.Pd.I (Fakultas Syariah, IAIN Kudus), Asst. Prof. Dr. Mualimin Mochammad Sahid (Fakultas Syaria dan Hukum, Universiti Sains Islam Malaysia), dan Asst. Prof. Dr. Abdurrohman Chapakiya (Dekan, Fakultas Studi Islam dan Hukum, Universitas Fatoni, Thailand).
Prof. Ilyya menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam pengembangan Sharia dan hukum, yang dihadirkan dalam tema “Integrating Insights and Practice: Sharia and Law Development Through Multidisciplinary Approach in Global Context.” Dengan pengalaman dan wawasan mendalam, beliau mengajak peserta untuk mendelved lebih jauh ke dalam aplikasi Sharia dalam konteks Indonesia. dan Fakultas Syariah berkomitmen untuk mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang Sharia, serta memberikan kontribusi positif dalam pengembangan regulasi di Indonesia.
Dengan hadirnya beberapa pembicara terkemuka dari berbagai institusi, konferensi SINCe 2023 menjadi platform diskusi dan pertukaran pengetahuan yang mendalam mengenai pengembangan Sharia dan hukum dalam konteks multidisipliner.
Prof. Ilyya berharap bahwa hasil dari konferensi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam memahami dan mengembangkan regulasi baru di Indonesia. Serta berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk kolaborasi lebih lanjut dalam pengembangan ilmu Syariah.

Trik Cepat Skripsi menjadi Jurnal, HMPS HTN Tularkan dengan Seminar Pelatihan

Laporan : Mutohir& Ida Fitriyani, editor: Hijri

Salatiga, FaSya-“Saat ini memang mengubah skripsi ke artikel belum menjadi kewajiban sebagai tugas akhir, akan tetapi tidak dapat dipungkiri di lain hari. Pemuda itu bukan mengenai usia, akan tetapi bagaimana fikiran dan berpihakan yang selalu membuat kreatifitasnya. Bisa kita ketahui bahwasannya ketika skripsi kita cuma ditaruh di perpustakaan saja itu kurang bermanfaat, tetapi ketika kita bisa publish di artikel tentu manfaatnya banyak karena bisa dibaca oleh orang banyak tidak hanya sivitas lingkungan kampus”, ungkap Cholida Hanum, M.H. selaku kaprodi HTN dalam sambutannya membuka seminar online via zoom meeting (11/11/2023).

Menambahkan, Reihan ketua umum HMPS HTN mengungkapkan bahwa “Kegiatan ini bukan cara akan pembuatan karya ilmiah saja, tetapi bisa sebagai salah satu dalam hal pengembangan intelektual harapannya teman-teman peserta bisa memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya dengan mencari pengetahuan baru dan selalu meningkatkan skill”.

HMPS HTN (Himpunan Program studi Hukum Tata Negara)  menyelenggarakan kegiatan seminar bertemakan tips & trik mengubah skripsi menjadi artikel. Langkah cepat HMPS HTN menanggapi perkembangan zaman di mana zaman ini mahasiswa tidak harus membuat skripsi sebagai tugas akhir akan tetapi dengan mempublish artikel kita di jurnal juga bisa sebagai tugas akhir mahasiswa dalam hal pengembangan inteletual untuk selalu berkreasi dan berkarya.

Dalam pemaparan materi oleh Yusvita Nena Arinta, M. Si. Dosen UIn Salatiga, menjelaskan bahwa dalam hal cara mengubah skripsi menjadi artikel  ada beberapa cara yang harus dilakukan diantaranya yaitu : pertama tujuan dari jurnal, kita bisa cari jurnal yang mau dituju untuk mempublish artikel yang dibuat, kedua  template di mana kutipan, gaya selingkung yang harus disesuaikan dengan ketentuan dari Jurnal, ketiga kutipan judul yang diambil ketika diskirpsi jangan dijadikan juga menjadi judul di artikel, perlu ada kodifikasi dahulu, agar tema artikel yang dibuat bisa menarik seorang pembaca untuk bisa tertarik membaca artikel. Tambahan  di dalam menulis skripsi haruslah bisa mengatur beberapa hal agar skripsi atau artikel  yang kia buat bisa efektif yaitu : pertama  manajemen waktu yang di mana terdiri time lin , fokus , manajemen referensi yaitu menggunakan aplikasi zotero, mandalay, dan media data dalam penulisan skripsi maupun artikel,  literasi berupa template jurnal yang sudah publish, web dan relasi”.

Reihan mahasiswa HTN bertanya apakah pembahasan  yang ada  di dalam  skripsi ketika  konversikan menjadi artikel apa perlu di parafrase lagi?

Di jawab di dalam parafrase tentu ada strateginya, yaitu 4 kalimat di jadikan satu kalimat, di mana disaat ini kita bisa menggunakan IA dalam hal parafrase akan tetapi perlu kodifikasi lagi agar kalimat yang di parafrase tidak terlihat hasil IA atau enggak juga bisa Grammary yang berbayar agar kalimat yang disusun bisa rapi. Di dalam mempublish jurnal ada yang berbayar di mana di saat mempublish bisa di diskusikan dengan Dosen pembimbing agar artikel yang dibuat  mahasiswa bisa dipublish di jurnal.

Asah Keterampilan Dalam Penulisan Karya Ilmiah, HMPS HTN Beri Pelatihan Aplikasi Zotero

Laporan : Mohammad Mutohir, editor: Hijri

Fasya, Salatiga-HMPS HTN (Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara) mengadakan kegiatan  yang bertemakan “ pelatihan manajemen referensi zotero” kegiatan ini dilaksanakan melalui zoom meeting pada selasa 7/11/23.

“Karya ilmiah menurut KBBI adalah karya tulis yang dibuat dengan prinsip-prinsip ilmiah berdasarkan data dan fakta yang didapat dari observasi, eksperimen, dan kajian pustaka. Kegiatan ini tentu bisa membuat para mahasiswa bisa kreatif dalam penulisan karya ilmiah, harapannya setalah kegiatan ini selesai para peserta bisa mempraktikkan dalam penulisan karya ilmiah yang baik”, ungkap Rehan ketua umum HMPS HTN.

Cholida hanum, S.H, M.H. selaku Kaprodi HTN dalam sambutannya “kegiatan ini sangat membantu, di mana salah satu ujian akhir para mahasiswa yaitu Skripsi tentu dari awal para mahasiwa masuk kampus haruslah dibekali pemahaman tentang sistematika penulisan karya ilmiah yang sesuai”.

Dalam pemaparan materi RR. Wuri Arenggoasih, M.I.Kom. memotivasi peserta bahwa dalam proses penulisan karya ilmiah haruslah bisa Fun ( senang) di mana sesuatu yang dilakukan dalam keadaan senang pasti bisa memperoleh hasil yang maksimal serta sesaui dengan harapan. Karya ilmiah sendiri dibagi beberapa jenis yaitu : makalah, buku teks, artikel ilmiah, karya ilmiah populer, skripsi, tesis, disertesis.  Dalam sistematika penulisan karya ilmiah lebih di kenal dengan IMRaD yaitu ( Introduction, Methods, Results, Discusion). Dimana sebagai acuaan dalam pembuatan penulisan karya ilmiah yang baik. 

Tambahnya Dalam penulisan karya ilmiah tentu banyak kesuliatan dalam penulisan karya ilmiah. oleh karena itu dengan adanya aplikasi Zotero bisa mempermudah dalam penulisan karya ilmiah. Zotero adalah sebuah perangkat lunak gratis dan bersumber terbuka yang berfungsi sebagai manajemen referensi untuk mengelola data bibliografi dan bahan penelitian. Dalam kegiatan ini para peserta belajar menginstal aplikasi dan proses memakai aplikasi Zotero.

Semakin menariknya kegiatan ini di hadiri kurang lebih 50 mahasiswa yang pesertanya tidak dari  prodi HTN saja akan tetapi ada beberapa dari prodi lain

Begini Konsekuensi 17 Mahasiswa yang Viralkan Nama Fakultas, Dekan dan Pengelola FaSya Beri Apreasi

Laporan : Mohammad Mutohir, Editor: Hijri

Fasya, Salatiga- “Alhamdulillah dari 9 peserta kontingen yang mewakili Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga, 5 mahasiswa berhasil meraih medali Perak dan 1 medali emas. Serta baru beberapa bulan FaSya membentuk tim Media Center (MC) dengan beranggotakan 11 mahasiswa-mahasiswi, melalui kontribusi mereka kegiatan-kegiatan FaSya aktif diliput dan menjadi berita serta konten dalam media sosial Fakultas. Tentunya ini menjadi suatu capaian yang membanggakan dan indikator kemajuan bagi Fakultas serta kami pengelola akan memberikan apresiasi untuk menambah semangat dan ucapan terimakasih atas dedikasi dari mereka”, tutur Dekan FaSya.

FaSya UIN SAGA menggelar penyambutan peserta Pekan Olahraga Seni dan Ilmiyah se-Jawa dan Madura (PORSI JAWARA) serta sekaligus penyerahan (SK) Tim MC pada hari selasa 7/11/23 di Aula FaSya. Hadir Prof. Dr. Illya Muhsin, M.Si Selaku Dekan FaSya, Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd Selaku Wakil Dekan Kemahasiswaan, Dra. Astuti Sakdiyah, M.Pd. Selaku Kabag Tata Usaha, Cholida Hanum, S.H., M.H selaku Kaprodi HTN sekaligus pembimbing peserta lomba dan Ahmadi Hasdanudin Dardiri, M.H. pembimbing peserta lomba debat.

Salah satu peserta pemenang lomba PORSI JAWARA Akhmad Syarofuddin mengatakan saya sangat bangga dan senang sakali, bisa menadapatkan juara  1 Puitisasi Al-Qur’an di PORSI JAWARA Jember. Kemenangan ini tidak lepas dari doa dan dukungan teman-teman, dosen, orang tua saya yang selalu mensupport tanpa henti, kemenengan ini bukan milik saya semata, tapi kemenangan ini milik kita semua.

Porf Ilyya sangat mengapresiasi semua peserta yang telah membawa harum nama FaSya dengan membawa juara emas dan perak. Serta besar harapan bahwa peserta ini harus diasah serta dikembangkan terus bakatnya. Agar semakin tahun kita akan menjadikan wadah ini sebagai pintu buat para mahasiswa untuk mengembangkan bakat.

Adapun para juara yang membawa nama harum FaSya yaitu :

  • Akhmad Syarofuddin (HKI) : Juara 1 Puitisasi Al-Qur’an
  • Choerul Huda (HES) : Juara 2 Pencak Silat Seni Beregu Putra
  • Dinda Karisanisa Salsabila (HTN) : Juara 2 Karate
  • Ayu Novita Rantika, Galih Wicaksono, Ragil Galih (HTN) ; Juara 2 Debat Konstitusi

Anggota tim Media Center FaSya UIN Salatiga:

  1. Annisa Rahmawati (HKI) Jurnalis
  2. Rita Latassaqia (HES) Jurnalis
  3. Qhotrun Nada (HES) Jurnalis
  4. Ida Fitriyani (HES) Jurnalis
  5. Mohammad Mutohir (HTN) Jurnalis
  6. Okvita Sekar Fadhilah (HTN) Jurnalis
  7. Muhammad Ichdal Umam (HES) Desain
  8. Akhmad Naufal Amyn (HES) Desain
  9. Al Reza Dewangga Sugiyarto (HES) Video
  10. Mochamad Nur Lukman Hakim (HES) Video
  11. Mochamad Lukman Hakim (HES) Video

Penyerahan piagam oleh Dekan juga diberikan kepada tim MC atas kontribusi mereka dalam liputan-liputan kegiatan yang telah berlalu dan bisa menjadi berita-berita yang sangat menarik.

Kontingen FaSya Kembali Menyabet Medali Perak PORSI se-Jawa Madura, Prestasi yang Mengharumkan Almamater FaSya UIN Salatiga

Jember, FaSya– Pekan Olahraga, Seni dan Ilmiah (PORSI) antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Jawa Madura telah resmi selesai digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember 01-04 November 2023. Pagelaran tersebut membawa uforia kebahagian sendiri khususnya bagi sivitas akademika Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga. 1 medali emas dari Puitisasi Al Qur’an dan 3 medali perak dari Karate, Debat dan Pencak silat berhasil dibawa pulang oleh mahasiswa-mahasiswi tercinta FaSya UIN Salatiga pada pagelaran tersebut.

Pada hari penutupan pagelaran (04/11/2023), M. Chairul Huda mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) menjadi salah satu anggota regu yang berhasil meraih medali perak kejuaraan pencak silat beregu putra. Tergabung pada kelompok pelatihan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) internal komisariat Student Sport Center (SSC), Huda memiliki waktu persiapan 3 Minggu untuk focus persiapan kejuaraan.

“Waktu singkat 3 minggu mengharuskan saya ekstra focus untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Berbekal motivasi dan keyakinan bahwa semua orang pasti bisa mendapat kesempatan untuk juara serta dukungan dari teman-teman juga pelatih, saya mantap bahwa saya dan regu bisa meraih impian juara”, ungkapnya.

Muhammad Taufik Zam Zami, M.A. selaku Ketua Program Studi HES menyampaikan kebanggaannya dan berharap bibit-bibit unggul mahasiswa prestasi terus bermunculan di FaSya UIN Salatiga.”Alhamdulillah keren banget capaian prestasi medali perak dari Chairul Huda dan teman-teman ini, semoga menjadi pembuka keran prestasi-prestasi yang membawa harum nama almamater”, jelasnya.

Fakultas ini Penuh Bakat Juara, Syarofuddin Sabet Medali Emas Ajang PORSI PTKI Se-Jawa Madura

Jember, FaSya– Belum habis ucapan selamat silih berganti dari sivitas akademika Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga atas perolehan medali kejuaraan Pekan Olah Raga, Seni dan Ilmiah (PORSI) antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Se-Jawa Madura yang di sabet oleh mahasiswa-mahasiswi Hukum Tata Negara (HTN). Kini kabar gembira kembali berkumandang atas keberhasilan Syarofuddin menyabet medali emas pada Puitisasi Al Qur’an (03/11/2023).

Membanggakan sekaligus mengharumkan nama almamater FaSya khususnya dan UIN Salatiga pada umumnya. Bakat dari Syarofuddin sudah terlihat dari bangku Sekolah Dasar, dengan minatnya menonjol dari menulis dan membaca puisi. Pada ajang PORSI, melalui bimbingan Dosen UIN Salatiga Suesti Maharani, M.Pd. arahan serta bimbingan intens menambah mental dalam mengikuti kejuaraan ini.

“Selalu ingin mengasah dan meningkatkan kemampuan dalam menulis dan membaca puisi membuat saya selalu termotivasi untuk mengikuti ajang-ajang kejuaraan bergengsi. Saya sebelumnya juga pernah menyabet juara 2 dalam lomba baca puisi piala ketua DPRD kota Salatiga. Harapan ke depan untuk terus lebih baik dan dapat berbagi ilmu dan pengalaman kepada teman-teman yang memiliki minat yang sama”, ungkap Syarofuddin.

Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. selaku dekan menyampaikan rasa ikut berbahagia dan bangga atas prestasi dari mahasiswanya. “Keren dan membanggakan, kami akan mengapresiasi mahasiswa-mahasiswi yang berprestasi dan terus mencari bakat-bakat lain yang pasti akan bermunculan di mahasiswa Fakultas Syari’ah”.

Bermental Juara, Kembali Lagi Kontingen FaSya dari Tim Debat Sabet Medali Kejuaraan PORSI

Jember, FaSya– Masih pada pagelaran Pekan Olah Raga, Seni dan Ilmiah (PORSI) antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Se-Jawa Madura, tim debat Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga berhasil menyabet prestasi juara ke-2 dengan komposisi anggota tim diisi oleh 3 mahasiswa Hukum Tata Negara(HTN). Ayu Novita, Galih Wicaksono dan Ragil Galih Saputro berhasil mengalah banyak tim debat dari PTKI, hingga masuk pada Final dan berhasil meraih juara 2 (03/11/2023).

Persiapan yang terhitung singkat hanya seminggu sebelum kejuaraan, tidak membuat ayu dkk pesimis. Melalui arahan Ketua Program Studi HTN Cholida Hanum, M.H dan Ahmadi H. Dardiri M.H., Sekjen Pusat Studi Peraturan Perundang-undangan (PSPP) yang sudah matang dan mengarahkan dengan terstruktur serta membentuk semangat tim untuk gigih berjuang dalam kejuaraan.

“Komposisi tim yang luar biasa, baik pembicara pertama kedua maupun ketiga memiliki kompetensi yang bagus dalam penyampaian serta penguasaan materi. Meski persiapan lomba sangatlah singkat namun tim debat konstitusi mampu menampilkan yang terbaik sehingga berhasil meraih medali perakIni menjadi salah satu pencapaian besar bagi komunitas debat di fakultas syariah yakni lembaga kajian hukum (LKH) karena kader-kader LKH mampu menyumbang medali bagi uin salatiga dalam ajang porsi jawara 2023”, ungkap Cholida.

“Arahan terkait batas-batas mosi perdebatan sudah pasti, terkait teknik dalam berdebat, serta bagaimana bisa bekerja sama dengan tim. Terlebih dari itu pembina kami sangat memberikan dukungan dalam segi apapun, yang tidak bisa kami paparkan secara spesifik karena terlalu banyak. Tanpa mereka kami bukan apa-apa”, ungkap Ayu.

Kekompakan yang terjalin dengan waktu singkat dan diuji dengan anggota tim silih berganti mengalami kendala kesehatan, membuat tim merasakan frekuensi yang sama dan visi yang sama kuat. Galih mengaku sempat dirawat masuk ke rumah sakit karena terjangkit tipes, sedikit membuat awalnya bingung bisa mengikuti kejuaraan atau tidak.

Selanjutnya, secara kompak disampaikan kepada humas FaSya saat wawancara mereka menyampaikan motivasi tinggi dan harapannya kelak dalam kejuaraan berikutnya bisa mengikuti kembali dan bisa membawa pulang medali emas.

Tekad Kuat dan Semangat, Kisah Muhamad Hafid Alumni FaSya UIN Salatiga yang Menjadi Hakim

Salatiga, FaSya- Lulus tahun 2013 STAIN Salatiga, M. Hafid, S.Sy., M.H. salah satu alumni Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga yang menjadi Hakim Pengadilan Agama Negeri. Pada tahun 2017 tepatnya di bulan Desember, hafid diterima calon pegawai Negeri Sipil (CPNS) Calon Hakim, kemudian pada tahun 2020 sampai saat ini menjadi Hakim Pengadilan Agama Makale (di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan). Kisah perjuangan Hafid tidak seindah yang dilihat pada saat ini. Melalui aplikasi chat online whatsapp, humas FaSya melalukan wawancara kepada hafid.

“Kisah ini diawali saat mendaftar kuliah. Ketika itu, pada awalnya ingin mengambil jurusan bahasa Arab. Namun, formulir pendaftaran yg sudah masuk saya ambil kembali, dengan tiba2 memilih jurusan Ahwal Syakhshiyyah Non Reguler. Alasan saya dulu karena saya kuliah harus sambil kerja. Karena pada hari Senin sampai Jumat saya kerja di fotokopi, Jum’at (siang) dan Sabtu saya kuliah bersama para pegawai yang mengambil kuliah non reguler. Pindah tempat bekerja pernah saya rasakan dari kerja di gudang, fotokopian, jasa pengetikan, berjualan singkong keju, sampai pernah kerja serabutan”, tutur Hafid.

Alasan menjadi Hakim disampaikan pula oleh Hafid “menjadi seorang Hakim, bagi saya sebenarnya bukan sebuah pilihan, tapi merupakan panggilan hati sebagai alumni Fakultas Syari’ah. Dahulu, pada saat saya kuliah di Hukum Keluarga, ketika itu masih STAIN Salatiga, ada seorang Dosen Tamu dari Pengadilan Agama Salatiga, seorang Wakil Ketua bernama Bapak Ali Syarifuddin, Lc. Beliau mengatakan, “siapa lagi yang akan meneruskan Peradilan Agama kalau bukan alumni syariah”. Kata-kata itu terus teringat oleh saya hingga saat ini, bahkan dahulu ketika saya wawancara seleksi calon hakim saya jawab begitu juga bahwa menjadi Hakim bagi alumni syariah adalah panggilan hati disaat negara membuka kesempatan itu. Dari diri pribadi, saya senang bekerja pada bidang yang berhubungan langsung dengan manusia, bisa mengerti dan memecahkan masalah adalah kepuasan tersendiri. Motivasi pendukung, bagi saya keluarga adalah pendukung yang utama. Ditambah lagi keinginan untuk terus berkembang menjadi manusia yang paling bermanfaat, sesuai dengan bidang masing-masing. خير الناس انفعهم للناس Itu motivasi pribadi saya”, Imbuhnya.

Kesan saat kuliah, saya melihat bahwa Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Syariah sangat bersemangat mendidik dan mendorong mahasiswanya untuk berprestasi. Saya ingat dulu ketika saya minta beasiswa, ke Kaprodi. Beliau mengiyakan dengan syarat harus meningkat nilainya, alhamdulillah terkabul. Bahkan ketika mahasiswa sedang dalam kondisi sulit belajar, sangat dipahami dan terus didorong agar tidak putus asa. Saya pernah mengalami kegagalan ujian juga, hingga harus mengulang. Tapi, karena dosen memberi motivasi maka sayapun tidak menyianyiakan kesempatan. Pesan saya untuk mahasiswa Fasya UIN Salatiga, menjadi Mahasiswa Fakultas Syariah merupakan anugerah, di tangan kalianlah estafet hukum negara ini, pungkasnya.

Untuk Bapak Ibu Dosen, Terima kasih atas ilmunya, semoga selalu sehat dan senantiasa diberkahi oleh Allah SWT. Salam Hormat dari Muhamad Hafid, S.Sy., M.H.